UAS Sosiologi Komunikasi Massa
Masyarakat Ekonomi ASEAN & Tantangan Industri Media Massa di Indonesia
Disusun Oleh:
Laras Sekar Seruni (1113051000021)
Kelas : Jurnalistik V-A
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
A. Apa dan bagaimana MEA
MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan dobrakan bagi ASEAN dalam ‘membalap’ perekonomian Jepang dan Tiongkok. Tentu saja, MEA memiliki anggota dari negara-negara ASEAN, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Filipina, dan Myanmar. MEA adalah tempat dimana para anggota ASEAN dapat memanfaatkan setiap sendi perekonomian yang tercakup dalam skala ASEAN.
Tujuan dari MEA sendiri adalah untuk menunjukkan stabilitas sistem perekonomian di negara-negara ASEAN. Bagaimana ketika barang buatan Indonesia, misalnya, dapat diekspor dan dijual secara bebas di negara-negara ASEAN yang lain seperti Kamboja ataupun Brunei Darussalam. Begitupun dengan barang buatan Malaysia akan lebih bebas masuk dan dijual di Indonesia atau Laos.
Bukan hanya sistem perekonomian saja. Namun, penyerapan tenaga kerja pun menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam MEA. Maka dari itu, menjadi hal yang sangat krusial bagi tenaga kerja Indonesia agar dapat bersaing denga tenaga kerja dari negara-negara ASEAN yang lain. Di sini dapat terlihat bagaimana kualitas tenaga kerja di Indonesia jika dibandingkan dengan kulaitas tenaga kerja dari negara-negara ASEAN lainnya.
MEA sudah dicanangkan sejak KTT ASEAN di Bali pada Oktober 2003. Saat itu dinyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional pada tahun 2020, ASEAN Security Community dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN dua pilar yang tidak terpisahkan dari Komunitas ASEAN. Semua pihak diharapkan untuk bekerja secara yang kuat dalam membangun Komunitas ASEAN pada tahun 2020. Sedangkan, Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community dihasilkan oleh KTT ke-12 ASEAN di Cebu, Filipina pada 13 Januari 2007.
B. Apa Saja Tantangan Media Massa di Indonesia
Media Massa adalah hal yang sangat penting di tengah kemajuan dalam bermasyarakat, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Pada hakikatnya, setiap orang membutuhkan media massa untuk mendapatkan informasi yang kerap terjadi dalam hitungan detik. Media massa di Indonesia akan menjadi bidikkan tersendiri di tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN. Maksudnya adalah, media massa di Indonesia akan diberlakukan secara lebih global dan dapat dikonsumsi oleh negara-negara ASEAN.
Inilah yang akan menjadi tantangan media massa di Indonesia. Media massa di Indonesia akan dihadapkan bagaimana ketika media tersebut tidak boleh ketinggalan informasi di tengah kemajuan yang kian pesat yang akan terjadi di seluruh negara-negara yang tergabung dalam MEA. Media massa di Indonesia harus dengan tangkas mendapatkan dan menyebarkan informasi kepada khalayak tanpa didahului oleh media massa lain. Karena, tentu saja media massa kita juga akan dikonsumsi oleh masyarakat lebih luas, yaitu masyarakat ASEAN.
Selain itu, masalah kepemilikkan saham di media juga bisa diperhitungkan. Konglomerasi media di Indonesia bukan lagi hal yang bisa ditutup-tutupi. Indonesia hanya memiliki segelintir nama yang menjadi pemegang atau pemiliki dari media. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang-orang yang merintis kepemilikan media agar dapat bersaing dengan para konglomerat di negeri sendiri. belum lagi jika harus bersaing dengan para pemilik media dari negara-negara anggota MEA yang lain.
C. Aku Harus Bagaimana
Dalam menghadapi MEA, tentu menjadi otomatis jika saya harus meningkatkan kualitas saya dalam berbagai aspek. Yang paling utama adalah aspek pendidikan, dilanjutkan dnegan aspek pengembangan skill, berbahasa, berwawasan luas, dan berinteraksi dengan orang lain. Beberapa hal tersebut menjadi tolak ukur apakah individu dapat survive atau tidak dalam menghadapi MEA.
Tidak dapat dipungkiri bahwa, lagi-lagi, persaingan akan lebih ketat dibanding sebelumnya. Karena saya sudah dalam masa produktif ketika MEA berlangsung, secara sadar pun saya akan semakin meningkatkan kualitas saya dari berbagai aspek tersebut. Bukan menjadi hal yang mengejutkan jika selepas saya lulus kuliah nanti, saya akan dihadapi dengan persaingan tingkat atas karena rival saya berasal dari berbagai negara.
Selain itu, mental yang kuat pun sangat diperlukan di sini. Ketika nanti saya dihadapkan pada kenyataan bahwa saya harus pindah dari Indonesia karena diterima kerja di Singapura sebagai jurnalis, misalnya, hal tersebut akan saya lakukan. Namun itu tidak terlepas dari jati diri saya yang tetap memegang teguh Pancasila sebagai Warga Negara Indonesia. Bisa jadi secara tersirat, saya pun ikut memajukan industri di Indonesia dengan saya bekerja di Singapura. Dengan mental yang kuat inilah yang menjadi senjata utama saya, bagaimana saya bisa melaksanakan hal tersebut.
Jika saya memegang keenam aspek diatas, saya yakin saya dapat menjadi individu yang memiliki integritas yang tinggi dalam menghadapi MEA. Bukan hanya sebagai individu semata, tapi juga individu yang dapat memajukan Indonesia lewat cara-cara yang strategis. Batas antara Indonesia dan negara-negara lain pun tidak menjadi hambatan bagi saya. Karena di MEA, peleburan dalam beberapa aspek semakin terlihat. Tergantung bagaimana individu tersebut dapat memanfaatkan peranan dirinya masing-masing dalam meningkatkan kualitas diri dalam menyambung hidup, berbangsa, dan bernegara.
Referensi:
- Peluang, Tantangan, Dan Risiko Bagi Indonesia Dengan Adanya Masyarakat Ekonomi Asean (Ditulis Oleh: Arya Baskoro [Associate Researcher])
- http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2014/08/Pengertian-karakteristik-masyarakat-ekonomi-asean.html
- http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/12/pahami-masyarakat-ekonomi-asean-mea-2015