ANCAMAN MILITER DAN STRATEGI ANCAMAN MIL

15 

Teks penuh

(1)

PRESENTASI PENDIDIKAN

KEWARGANEGARAAN

(2)

NAMA ANGGOTA :

Anggita Hestu P

Catur Riqianto

Rakhiv Rona P

Rini Ulifah

Trya Novianti

KELAS : XI TKJ 2

(3)

Ancaman Militer

Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri

maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara,

keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.

Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan

bersenjata yang terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan

yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara,

dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer dapat berbentuk

agresi oleh negara lain, pelanggaran wilayah, spionase, sabotase,

aksi teror bersenjata, pemberontakan senjata, perang saudara.

(4)

Bentuk Ancaman Militer

Agresi

Agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa atau dalam bentuk dan cara-cara :

 Invasi berupa serangan kekuatan bersenjata negara musuh, misalnya Invasi Teluk Babi.  Bombardemen berupa penggunaan senjata/bom yang dilakukan oleh musuh melalui

angkatan udara.

 Blokade terhadap pelabuhan, pantai, wilayah udara.

 Serangan unsur Angkatan Bersenjata yang berada dalam wilayah negara dimana tindakan

atau keberadaannya bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Tindakan yang mengizinkan penggunaan wilayahnya sebagai daerah persiapan Agresi.Pengiriman kelompok bersenjata untuk melakukan tindakan kekerasan.

(5)

Bentuk Ancaman Militer

Pelanggaran Wilayah

Pelanggaran wilayah merupakan suatu tindakan memasuki

wilayah tanpa izin, baik oleh pesawat terbang tempur maupun

kapal-kapal perang.

Contoh

: Nelayan dari Malaysia yang

mencari ikan di wilayah perairan Indonesia. 

Spionase

Spionase merupakan kegiatan dari intelijen yang dilakukan

untuk mendapatkan informasi atau rahasia militer atau negara.

Contoh

: Pihak intelijen Australia yang memata-matai menteri,

Presiden dan bahkan meretas pembicaraan orang penting di

indonesia.

(6)

Bentuk Ancaman Militer

Sabotase

Sabotase dilakukan untuk merusak instansi penting militer atau objek vital nasional dan dapat membahayakan keselamatan bangsa. Contoh :

Genjatan bersenjata antara Korut dan Korsel.

Pemberontakan Bersenjata

Pemberontakan merupakan proses, cara, perbuatan memberontak atau penentangan terhadap kekuasaan yang sah. Vladimir Lenin mengatakan bahwa kaum Marxist dituduh sebagai Blanquisme karena memperlakukan pemberontakan sebagai suatu seni.

Perang Saudara

Perang Saudara terjadi antar kelompok masyarakat bersenjata dalam satu wilayah yang sama. Contoh : Perang saudara di Ambon.

(7)

Bentuk Ancaman Militer

Aksi Teror Bersenjata

Aksi teror bersenjata dilakukan oleh jaringan terorisme internasional

atau yang bekerjasama dengan terorisme dalam negeri atau luar

negeri yang bereskalasi tinggi sehingga membahayakan kedaulatan

negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. Aksi

terorisme pada prinsipnya adalah suatu tindak pidana kriminal tetapi

memiliki sifat yang khusus, yaitu memiliki ciri-ciri, bergerak dalam

kelompok, anggotanya memiliki militansi tinggi, beroperasi di bawah

tanah (rahasia), menggunakan perangkat/senjata yang canggih dan

mematikan serta umumnya terkait dalam jaringan internasional

(8)

Mengatasi Ancaman Militer

Pertahanan militer merupakan kekuatan utama pertahanan negara

yang dibangun dan dipersiapkan untuk menghadapi ancaman

militer, tersusun dalam komponen utama serta komponen

cadangan dan komponen pendukung. Pendayagunaan lapis

pertahanan militer diwujudkan dalam penyelenggaraan operasi

militer, baik dalam bentuk Operasi Militer Perang (OMP) maupun

Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

(9)

Tujuan

Pertahanan militer sebagai kekuatan bersenjata ditampilkan melalui SDM dan Alutsista, dibangun, dan dikembangkan secara profesional untuk mencapai tingkat kekuatan sampai pada standar penangkalan. Namun, pembangunan kekuatan pertahanan negara harus dipersiapkan untuk menghadapi setiap ancaman militer yang sewaktu waktu dapat timbul.

Upaya penangkalan tidak bersifat pasif, tetapi dikembangkan dalam suatu strategi penangkalan yang memiliki sifat dinamis, melalui kesiapsiagaan kekuatan pertahanan untuk menghadapi kondisi terburuk, yakni menghadapi ancaman aktual dalam bentuk perang atau bentuk ancaman militer lainnya. Dalam konteks “menghadapi ancaman militer”, kekuatan pertahanan yang dimiliki didayagunakan untuk mengatasi situasi negara yang terancam oleh suatu serangan militer dari negara lain, atau sedang diperhadapkan dengan adanya jenis ancaman yang akan mengganggu kepentingan nasional.

(10)

Strategi Pertahanan

Strategi pertahanan untuk menghadapi ancaman militer berupa agresi militer berbeda dengan strategi pertahanan dalam menghadapi ancaman yang jenisnya bukan agresi militer. Agresi militer mengancam totalitas eksistensi bangsa dan negara sehingga harus dihadapi dengan strategi pertahanan dalam kerangka operasi militer perang dengan pengerahan segenap kekuatan nasional. Sebaliknya, ancaman militer yang lain tidak selalu harus dihadapi dengan OMP.

Ancaman militer yang jenisnya bukan agresi militer dihadapi dengan kekuatan pertahanan yang besarnya terbatas dan proporsional dengan besarnya ancaman yang dihadapi serta dengan pola OMSP. Penerapan strategi pertahanan berlapis berlaku untuk konteks menghadapi jenis ancaman militer agresi militer dan ancaman militer yang bukan agresi.

(11)

Strategi Pertahanan

Apabila ancaman aktual berupa ancaman militer yang

karakteristiknya memerlukan penanganan melalui OMP, lapis

pertahanan militer didayagunakan sebagai inti kekuatan. Dalam

hal ini lapis pertahanan militer yang berintikan komponen utama,

dan didukung oleh komponen cadangan dan komponen

pendukung, di samping disokong oleh lapis pertahanan nirmiliter

yang melaksanakan fungsifungsi diplomasi serta upayaupaya lain

dalam bentuk perlawanan tidak bersenjata.

Apabila ancaman aktual berupa ancaman militer yang

karakteristiknya tidak memerlukan penanganan melalui OMP, lapis

pertahanan militer didayagunakan sebagai inti kekuatan

pertahanan untuk melaksanakan OMSP.

(12)

Postur Pertahanan Militer

Postur pertahanan militer berdasarkan :

Faktor ancaman, baik yang potensial maupun ancaman

nyata, dalam kurun waktu tertentu;

Standar penangkalan, ukuran kemampuan yang harus dicapai

oleh Angkatan Bersenjata. Ukuran kemampuan mencakupi

kekuatan SDM dan Alutsista serta profesionalitas prajurit,

yang tercermin dalam gelar kekuatan guna mewujudkan efek

penangkalan; dan

Organisasi. Manajemen pemerintahan yang berkualitas dan

efektif dengan kinerja yang tinggi sehingga dapat

mewujudkan Tentara yang profesional, berdaya tangkal, dan

disegani.

(13)

Tata Ruang Wilayah Pertahanan

Tata

ruang

wilayah

pertahanan,

sebagai

proses

perencanaan penataan, pengendalian dan pemanfaatan

ruang, merupakan satu kesatuan sistem yang tidak

terpisahkan. Rencana tata ruang disusun dengan

perspektif kondisi masa depan yang diharapkan, bertitik

tolak dari data, informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi

yang dapat dipakai serta memperhatikan keragaman

wawasan kegiatan tiap sektor, lingkungan hidup dan

hakekat ancaman yang berkembang setiap waktu.

(14)

Medan Pertahanan

Lapisan pertama adalah medan pertahanan penyanggah, berada di luar garis batas zona

ekonomi eksklusif dan lapisan udara di atasnya.

Lapisan kedua adalah medan pertahanan utama sebagai medan operasi, dari laut zona

ekonomi eksklusif sampai dengan laut teritorial dan lapisan udara di atas nya.

Lapisan ketiga adalah daerahdaerah perlawanan pada wilayah kompartemen strategis

darat, termasuk wilayah perairan kepulauan dan lapisan udara di atas nya, meliputi daerah pertempuran, daerah komunikasi, dan daerah pangkal pertahanan dan

perlawanan.

Jenis dan bentuk pertahanan

 Pertahanan laut

 Pertahanan udara

 Pertahanan Sipil

(15)

Demikian Yang Dapat kami

sampaikan tentang

ancaman militer dan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...