• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN OTENTIK PADA MATA KULIAH KULTUR JARINGAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN OTENTIK PADA MATA KULIAH KULTUR JARINGAN."

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN OTENTIK PADA

MATA KULIAH KULTUR JARINGAN

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan

pada Program Studi Pendidikan Biologi

Oleh: KHAIRINA AFNI NIM: 8126174008

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)

PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN OTENTIK PADA

MATA KULIAH KULTUR JARINGAN

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan

pada Program Studi Pendidikan Biologi

Oleh: KHAIRINA AFNI NIM: 8126174008

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(3)
(4)
(5)

฀BSTR฀S

฀HAIRINA AFNI. Pengembangan Perangkat Penilaian Otentik pada Mata ฀uliah ฀ultur Jaringan. Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan. 2014.

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kualitas, kelayakan dan efektivitas perangkat penilaian otentik yang dikembangkan pada mata kuliah kultur jaringan. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNIMED pada bulan Januari-Juni 2014, dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall. Penelitian pengembangan ini secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga prosedur, yaitu tahap pertama adalah model pengembangan produk dengan melakukan analisis kebutuhan melalui analisis materi, standart kompetensi dan tugas, tahap kedua adalah prosedur pengembangan produk berupa perancangan produk penilaian, validasi oleh tim ahli, dan tahap ketiga adalah uji coba produk yang meliputi uji coba perorangan, kelompok kecil dan kelompok besar . Produk yang dihasilkan berupa perangkat penilaian otentik yang digunakan mahasiswa Pendidikan Biologi UNIMED semester VIII angkatan 2010. Perangkat penilaian otentik disusun dan dinilai layak oleh tim validasi. Hasil penilaian tim ahli materi menunjukkan rata-rata 86% kategori sangat baik, dan ahli desain penilaian 95% dengan kategori sangat baik. Uji coba perorangan 77% dengan kriteria sangat baik. Uji coba kelompok kecil 82% dengan kriteria sangat baik, uji coba kelompok besar 89% dengan kategori sangat baik. Uji coba kelayakan produk 89% dengan kategori sangat layak yang sangat sesuai dengan hasil uji coba efektivitas pada perangkat penilaian otentik dan 42 mahasiswa semester VIII pendidikan biologi UNIMED menilai 89% efektivitas perangkat penilaian otentik pada mata kuliah kultur jaringan ini sangat baik.

(6)

฀BSTR฀CT

฀HAIRINA AFNI. Authentic Assessment Tools Development in Tissue Culture Courses. Graduate School Of The State University Of Medan. 2014.

This research was conducted aiming to find out the quality, appropriateness and effectiveness of authentic assessment tools developed in tissue culture courses. This research was conducted in the Department of Biology Education Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) UNIMED in January-June 2014, by using the development model of Borg and Gall. This development research generally can be grouped into three procedures, the first phase is the product development model by conducting a needs analysis through the analysis of the material, standard competencies and tasks, the second phase is the procedure of design product, development product, validation assessment by a team of experts, and the third phase is to test the product that includes the trials of individuals test, small groups and large groups. The resulting product was an authentic assessment tool that used by students of Biology education semester VIII force 2010 UNIMED. Authentic assessment tool compiled and assessed by a team of qualified validation. The results of the assessment team of experts the material showed an average 86% category was excellent, and expert design assessment was 95% with a very good category. Individual test was 77% with the criteria very well. A small group test was 82% with very good criteria, testing a large group test was 89% by category is very good. Feasibility product test was 89% with a very worthy category and the test of the effectivity in authentic essessment tool and 42 students of eighth semester of biology education UNIMED assessed 89% effectivity Authentic Assessment Tool development in tissue culture Courses this very well.

(7)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi rahmatNya sehingga

penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul “Pengembangan Perangkat

Penilaian Otentik Pada Mata Kuliah Kultur Jaringan” yang disusun sebagai syarat

untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan Biologi Program Pascarajana

Universitas Negeri Medan, serta shalawat dan salam kepada kepada Rasulullah

SAW, semoga kita mendapatkan Syafaatnya di Yaumil Akhir kelak. Amiinn ya

Rabbal’alamin. Seiring dengan terselesaikannya tesis ini, dengan segenap

kerendahan hati penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada:

1. Kedua orang tua tercinta Ibunda Hj. Masdiana Nst, A.Ma dan Ayahanda Drs.

H. Suanto, MM, atas cinta, doa, dukungan dan perjuangan yang tak terhingga.

Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan mereka berlipat-lipat.

2. Abang, kakak, dan adik tercinta yang telah memberikan semangat dan

dukungan selama ini.

3. Ibu Dr. Fauziyah Harahap, M.Si, Dosen Pembimbing I dan Bapak Dr.

Hasruddin, M.Pd, selaku Dosen Pembimbing II dan Ketua Prodi Pendidikan

Biologi yang telahmembimbing penulis dan membekali ilmu arahan, bimbingan, dan motivasi sejak awal sampai akhir penulisan.

4. Bapak Dr. Syahmi Edi, M.Si, Bapak Prof. Dr. Sumarno, M.Pd dan Bapak Prof. Dr. Ir. Ahmad Rafiqi Tantawi, M.Si, yang telah banyak mengkritisi, membimbing dan mengarahkan penulis.

5. Saudara Muhammad Idrus yang selama ini telah memberikan semangat,

dukungan dan doa kepada penulis.

(8)

Penulis menyadari bahwa penulisan tesis ini memiliki kekurangan oleh sebab itu penulis mengharapkan masukan dan saran guna menyempurnakan penulisan ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga tesis ini bermanfaat bagi orang lain yang membacanya terutama bagi mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.Billahi taufiq walhidayah.

Medan, Juli 2014

(9)

DAFTAR ISI

Abstrak ... i

Abstract...ii

Kata Pengantar ...iii

Daftar Isi... v

Daftar Tabel ...vii

Daftar Gambar...viii

Daftar Lampiran ... ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah... 1

1.2. Identifikasi Masalah ... 7

1.3. Batasan Masalah... 7

1.4. Rumusan Masalah ... 8

1.5. Tujuan Penelitian ... 8

1.6. Manfaat Penelitian ... 8

1.7. Hasil yang Diharapkan ... 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Hakikat Penelitina Pengembangan... 10

2.1.1. Langkag-Langkah Penelitian Pengembangan ... 11

2.1.2. Perangkat Penilaian ... 12

2.2. Materi Kultur Jaringan ... 14

2.3. Penilaian Otentik... 24

2.4. Tujuan Dan Prinsip Penilaian Otentik... 26

2.5. Manfaat Penggunaan Penilaian Otentik ... 26

2.6. Pengembangan Penilaian Otentik ... 28

2.6.1. Penentuan Standart... 28

2.6.2. Penentuan Tugas Otentik ... 29

2.6.3. Pembuatan Kriteria... 30

2.6.4. Pembuatan Rubrik ... 31

2.7. Penilaian Aktivitas ... 32

2.8. Macam-Macam Penilaian Otentik... 33

2.8.1. Penilaian Kinerja ... 34

2.8.1.1. Penilaian Proyek(Project Assessment)... 38

2.8.1.2. Penilaian Portofolio(Portfolio Assessment)... 40

2.8.1.3. Penilaian Diri Sendiri (Student Self Assessment) ... 42

2.8.1.4. Penilaian Tertulis (Written Assessment)... 43

2.9. Penelitian Yang Relevan ... 46

(10)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi Dan Waktu Penelitian ... ...48

3.2. Populasi ... ...48

3.3. Jenis Penelitian ... ...48

3.4. Penelitian Pengembangan Perangkat Penilaian ... 48

3.4.1. Model Pengembangan Perangkat Penilaian (Brog And Gall)... 49

3.5. Jenis Data ... 51

3.6. Instrumen Pengumpulan Data ... 51

3.6.1. Angket ... 51

3.6.2. Pengujian Efektifitas Produk... 52

3.7. Teknik Analisis Data... 52

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Produk Awal ... 55

4.2. Penyajian Data Hasil Uji Coba ... 56

4.2.1. Penilaian Ahli Materi ... 56

4.2.2. Penilaian Ahli Desain... 59

4.2.3. Analisis Data Produk Oleh Tim Validasi... 62

4.2.3.1. Analisis Data Hasil Penilaian Ahli Materi ... 62

4.2.3.2. Analisis Data Hasil Penilaian Ahli Desain... 64

4.3. Data Hasil Uji Coba Perorangan Dan Uji Coba Kelompok ... 66

4.3.1. Uji Coba Perorangan ... 66

4.3.2. Uji Coba Kelompok Kecil... 68

4.3.3. Uji Coba Kelompok Besar ... 69

4.4. Analisis Data Produk Hasil Uji Coba... 71

4.4.1. Analisis Data Hasil Uji Coba Perorangan ... 72

4.4.2. Analisis Data Hasil Uji Coba Kelompok Kecil... 73

4.4.3. Analisis Data Hasil Uji Coba Kelompok Besar ... 74

4.5. Uji Kelayakan Dan Efektifitas Produk... 75

4.6. Revisi Produk ... 76

4.7. Pembahasan ... 77

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 80

5.2. Implikasi... 80

5.3. Saran... 81

(11)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Perbedaan Penilaian Tradisional Dengan Autentik ...5

Tabel 3.1 Efektifitas Instrumen Penilaian ...52

Tabel 3.2 Kriteria Jawaban Instrumen ...53

Tabel 3.3 Persentase Kriteria Kesesuaian Indikator ...54

Tabel 3.4 Kriteria Kelayakan Instrumen ...54

Tabel 4.1 Penilaian Kelayakan Isi Oleh Ahli Materi ...57

Tabel 4.2 Penilaian Kelayakan Isi Oleh Ahli Materi ...60

Tabel 4.3 Persentase Rata-Rata Hasil Penilaian Ahli Materi...63

Tabel 4.4 Persentase Rata-Rata Hasil Penilaian Ahli Desain ...65

Tabel 4.5 Hasil Uji Coba Perorangan ...66

Tabel 4.6 Hasil Uji Coba Kelompok Kecil ...68

Tabel 4.7 Hasil Uji Coba Kelompok Besar...70

Tabel 4.8 Persentase Rata-Rata Hasil Uji Coba Perorangan...73

Tabel 4.9 Persentase Rata-Rata Hasil Uji Coba Kelompok Kecil ...74

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Prosedur Penelitian Pengembangan (Borg dan Gall)... 12

Gambar 3.1 Pengembangan Produk Peranngkat Penilaian ... 50

Gambar 4.1 Persentase Rata-Rata Hasil Penilaian Ahli Materi ... 63

Gambar 4.2 Persentase Rata-Rata Hasil Penilaian Ahli Desain ... 66

Gambar 4.3 Persentase Rata-Rata Hasil Uji Coba Perorangan ... 73

Gambar 4.4 Persentase Rata-Rata Hasil Uji Coba Kelompok Kecil ... 74

(13)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Lembar Validasi Ahli Materi... 87

Lampiran 2. Lembar Validasi Ahli Materi... 89

Lampiran 3. Lembar Persepsi Mahasiswa ... 91

Lampiran 4. Lembar Penilaian Ahli Materi ... 93

Lampiran 5. Lembar Penilaian Ahli Materi ... 94

Lampiran 6. Lelmbar Penilaian Ahli Desain ... 98

Lampiran 7. Hasil Validasi Oleh Ahli Materi ... 100

Lampiran 8. Hasil Validasi Oleh Ahli Desain ... 103

Lampiran 9. Hasil Uji Coba Perorangan ... 105

Lampiran 10. Hasil Uji Coba Kelompok Kecil... 107

Lampiran 11. Hasil Persepsi Mahasiswa ... 109

Lampiran 12. Hasil Uji Coba Kelompok Besar ... 110

Lampiran 13. Hasil Uji Kelayakan ... 112

Lampiran 14. Hasil Uji Efektifitas ... 114

Lampiran 15. Produk Yang Dikembangkan... 116

(14)

฀A฀ I PENDAHULUAN

1.1. Latar ฀elakang Masalah

฀erkembangan penilaian hasil pembelajaran siswa sejalan dengan perkembangan kurikulum yang dipergunakan. Hal itu disebabkan penilaian merupakan salah satu komponen yang terkait langsung dengan kurikulum. Kurikulum itu sendiri adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu (Anonim, 2005). Untuk mengukur kadar ketercapaian kurikulum di jenjang sekolah ataupun universitas, khususnya yang mencakup tujuan dan isi, penilaian terhadap capaian hasil pembelajaran harus dilakukan. Komponen penilaian dalam Kurikulum menempati posisi penting. Komponen penilaian diyakini memberikan dampak nyata bagi keberhasilan pembelajaran. Bentuk dan cara penilaian dalam banyak hal memberikan pengaruh penting bagi proses pembelajaran, bagaimana guru harus membelajarkan dan bagaimana siswa harus belajar, dan karenanya menentukan capaian kompetensi terhadap materi yang diajarkan.

(15)

2

ketiga domein pembelajaran itu memang tidak dapat dipaksakan pada semua mata pelajaran dalam porsi yang sama.

Kecenderungan di lapangan menunjukkan bahwa penilaian hasil belajar lebih menitik beratkan pada aspek kognitif. Terbukti dengan tes-tes yang diselenggarakan di sekolah baik lisan maupun tulis lebih banyak mengarah pada pengungkapan kemampuan aspek kognitif. Tuntutan pada kurikulum yang ada penilaian harus mengarah pada kompetensi siswa, sesuai dengan kompetensi tuntutan kurikulum. Kompetensi yang dimaksud pada kurikulum adalah kemampuan yang dapat dilakukan peserta didik yang mencakup pengetahuan, ketrampilan dan perilaku. ฀enilaian harus mengacu pada pencapaian standar kompetensi siswa (Haryono, 2009).

Selama ini pembelajaran biologi terutama yang berkaitan dengan mata kuliah kultur jaringan yang dilakukan biasannya dengan menekankan pemahaman terhadap konsep-konsep agar mahasiswa lebih mudah memahami materi yang disajikan dosen, pada kenyataannya masih ada saja kesulitan dalam pemahaman materi yang diajarkan terutama materi kultur jaringan. Oleh karena itu agar pencapaian nilai mahasiswa dapat diperoleh dengan baik hendaklah digunkan perangkat penilaian yang sesuai dengan jenis pembelajaran mahasiswa selama perkuliahan berlangsung. Dalam pembelajaran kultur jaringan tidak hanya menerapkan penilaian kognitif saja tetapi penilaian yang diharapkan dari pembelajaran kultur jaringan ini nantinya adalah penilaian yang diharapkan mampu mengukur bagaimana peserta didik akan menyampaikan pengetahuan hasil pemecahan akan masalah atau sebagai bentuk pertanggung jawaban mereka belajar menyampaikan hasil-hasil penilaian atau respon-respon mereka dalam berbagai bentuk yang beragam, misalnya secara lisan atau verbal, laporan tertulis, atau sebagai suatu bentuk penyajian formal lainnya.

(16)

3

(฀erformance assessment). Demikian juga metoda observasi sangat efektif digunakan untuk menilai aktivitas pembelajaran siswa dalam kelompok, dan skala sikap (rating scale) sangat cocok untuk menilai aspek afektif, minat dan motivasi anak didik. Oleh sebab itu, guru/dosen hendaknya memiliki pengetahuan dan kemahiran tentang berbagai metoda dan teknik penilaian sehingga dapat memilih dan melaksanakan dengan tepat metoda dan teknik yang dianggap paling sesuai dengan tujuan dan proses pembelajaran, serta pengalaman belajar yang telah ditetapkan (Jihad, 2012).

฀rinsip dasar tugas-tugas asesmen dalam pembelajaran yaitu asesmen merupakan: (1) bagian dari perencanaan yang efektif; (2) menitikberatkan pada bagaimana siswa belajar; (3) pusat dari pelatihan di kelas; (4) kunci keterampilan professional; (5) sesitif dan konstruktif; (6) meningkatkan motivasi; (7) mendukung pencapaian tujuan; (8) membantu siswa mengetahui bagaimana memperbaiki; (9) mengembangkan kemampuan melalui penilaian diri; (10) mengembangkan pendidikan (ARG: 2002).Tentunya prinsip asesmen ini jika diterapkan dengan baik dalam pembelajaran akan memberikan hasil sesuai tuuan yang diharapkan, sebagaimana yang telah ditemukan oleh ฀antiwati (2011) bahwa siswa di sekolah kategori rendah yang menggunakan asesmen autentik kemampuan kognitif, berpikir kritis, dan berpikir kreatifnya sama dengan siswa di sekolah kategori tinggi yang tidak menggunakan asesmen aautentik. Hasil ini membuktkan bahwa asesmen autentik dapat meningkatkan kemampua kognitif, berpikir kritis, dan berpikir kreatif dengan tetap memperhatikan karakter siswa.

(17)

4

ada perangkat evaluasi atau alat evaluasi yang sesuai untuk menilai kinerja mahasiswa.

Berdasarkan hasil observasi yang didapat bahwa pada pembelajaran mata kuliah Kultur Jaringan terdapat 16 kali pertemuan dan 2 kali ujian dalam 1 semester, dan selama 16 kali pertemuan itulah jenis tagihan mahasiswa yang digunakan untuk penilaian hanya sekedar tugas-tugas saja seperti makalah dan review jurnal. Maka dari itu perangkat penilaian pada pembelajaran berbasis masalah pada mata kuliah Kultur Jaringan ini perlu dikembangkan, karena selama ini belum adanya perangkat penilaian yang baku yang dapat diguanakan dosesebagai acuan untuk proses penilaian hasil kinerja mahasiswa. Hingga yang diharapkan nantinya untuk menilai aktivitas mahasiswa tidak hanya dari tes saja.

(18)

5

Tradisonal Autentik

฀ ฀eriode waktu tertentu ฀ Waktu ditentukan oleh guru dan siswa ฀ Mengungkapkan fakta dan kecakapan ฀ Mengungkapkan konsepdan proses ฀ Untuk mengukur keberhasilan

pembelajaran, guru/dosen harus mengetes peserta didik untuk mengetahui tingkat penguasaan keilmuan dan keterampilan itu

฀ Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran, guru/dosen harus meminta peserta didik

฀ Melakukan aktivitas tertentu secara bermakna yang mencerminkan aktivitas di dunia nyata

฀ Kurikulum menetukan penilaian pengetahuan yang harus dikuasai dan ditentukan terlebih dahulu (belum berbasis otentik)

฀ ฀enilaian menentukan kurikulum, guur terleih dahulu menentukan tugas-tugas yang akan dilakukan oleh peserta didik untuk menunjukkan penguasaannya ฀ ฀enilaian bersifat tertutup karena

hanya guru yang mengetahuinya.

฀ ฀enilaian bersifat terbuka karena peserta didik dapat mengetahui indikator/kompetensi penilaian yang diseratai adanya rubrik dan kriteria. (Dikembangkan dari Nurgiyantoro, 2011)

(19)

6

gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan di sepanjang proses pembelajaran, penilaian ini tidak dilakukan di akhir periode saja (akhir semester). 

Berdasarkan hasil penelitian Setyandari (2012) telah dihasilkan asesmen alternatif portofolio I฀A yang layak digunakan pada mata pelajaran I฀A di SM฀ N 1 GirimartoWonogiri, yang langsung melibatkan siswa. Siswa yang bersangkutan dapat ikut menilai proses dan hasil belajar berdasarkan kumpulan pekerjaan dan catatan hasil belajar mereka. Dengan berperan aktifnya siswa dalam penilaian, maka siswa akan termotivasi untuk mendapatkan nilai tinggi pada setiap aspek penilaian. ฀ersentase ketuntasan belajar sebesar 95%. Tingginya nilai yang dicapai oleh siswa pada setiap aspek tersebut menyebabkan banyak siswa yang tuntas belajar.

฀engembangan perangkat penelitian ini sangat penting dikembangkan di ฀rodi ฀endidikan Biologi dikarenakan dalam pembelajaran biologi banyak pembelajaran yang dapat menuntut mahasiswa untuk dapat lebih belajar aktif, inovatif dan progresif yang semuanya itu dapat dinilai dengan menggunakan perangkat penilaian. Terutama pada pembelajaran Kultur Jaringan yang proses pembelajarannya dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan pemecahan masalah terhadap suatu materi. Tentunya juga untuk menyempurnakan perangkat penilaian yang ada sebelumnya, yang belum baku menjadi baku dengan disempurnakan oleh perangkat penilaian ini nantinya.

(20)

7

฀rodi ฀endidikan Biologi ini. Hal ini dikarenakan jenis tagihan tugas yang sesuai dengan mata kuliah tersebut adalah  bentuk penilaiannya berupa penilaian otentik. Dengan demikian, dapat memudahkan dosen atau tenaga pengajar dalam pemberian nilai kepada mahasiswa. Berdasarkan alasan-alasan sebelumnya maka penulis  ingin  mengajukan  prosposal  penelitian  yang berkaitan dengan permasalahan di atas.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, beberapa masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. ฀enilaian pembelajaran saat ini belum menggunakan perangkat penilaian otentik yang sesuai dengan konsep pembelajaran yang ada.

2. Belum adanya pengembangan produk perangkat penilaian otentik pada pembelajaran mata kuliah Kultur Jaringan.

3. Belum adanya perangkat penilaian yang baku yang dapat digunakan untuk proses penilaian.

1.3. ฀atasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan tujuan yang ada maka penelitian ini hanya dibatasi pada:

1. ฀engembangan produk ฀erangkat ฀enilaian Otentik pada Mata Kuliah Kultur Jaringan untuk mahasiswa ฀rodi ฀endidikan Biologi semester VIII angkatan 2010 di FMI฀A UNIMED.

2. ฀erangkat penilaian yang dikembangkan nantinya berupa penilaian Otentik, dan hanya dibatasi pada penilaian kinerja, penilaian tertulis dan penilaian portofolio.

3. ฀erangkat penilaian yang dikembangkan akan divalidasi oleh ahli materi dan ahli desain untuk kelayakan perangkat penilaian yang akan dikembangkan. 4. Uji coba perangkat penilaian ini akan dilakukan secara perorangan, kelompok

(21)

8

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Seberapa besarkah tingkat kelayakan perangkat penilaian otentik yang dikembangkan pada Mata Kuliah Kultur Jaringan untuk mahasiswa ฀rodi ฀endidikan Biologi VIII angkatan 2010 di FMI฀A UNIMED?

2. Bagaimanakah kualitas dari perangkat penilaian otentik yang dikembangkan pada Mata Kuliah Kultur Jaringan untuk mahasiswa ฀rodi ฀endidikan Biologi

VIII angkatan 2010 di FMI฀A UNIMED?

3. Bagaimanakah keefektivan dari  perangkat   penilaian  otentik  yang

dikembangkan pada Mata Kuliah Kultur Jaringan untuk mahasiswa ฀rodi ฀endidikan Biologi VIII angkatan 2010  di FMI฀A UNIMED?

1.5. Tujuan Penelitian

Dari uraian latar belakang di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui kelayakan produk ฀erangkat ฀enilaian Otentik pada Mata

Kuliah Kultur Jaringan untuk  mahasiswa  ฀rodi ฀endidikan Biologi VIII angkatan 2010 di FMI฀A UNIMED.

2. Untuk mengetahui kualitas ฀erangkat ฀enilaian Otentik pada Mata Kuliah Kultur Jaringan untuk mahasiswa ฀rodi ฀endidikan Biologi VIII angkatan 2010 di FMI฀A UNIMED

3. Untuk mengetahui keefektivan dari ฀erangkat ฀enilaian Otentik pada Mata Kuliah Kultur Jaringan pada mahasiswa ฀rodi ฀endidikan Biologi VIII angkatan 2010 di FMI฀A UNIMED

1.k. Manfaat Penelitian

(22)

9

sumbangan pemikiran dan bahan acuan bagi guru/dosen, pengelola, pengembang lembaga pendidikan dan peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji dan mengembangkan secara lebih mendalam tentang perangkat penilaian autentik ini.

Sedangkan manfaat praktis dari penelitian ini antara lain adalah sebagai bahan pengembangan dan alternatif bagi guru/dosen dalam pemberian nilai kepada siswa, sehingga guru/dosen dapat merancang pembelajaran agar menggunakan perangkat penilaian otentik ini nantinya sebagai acuan akhir yang dapat membantu dan mempermudah untuk pemberian nilai kepada siswa.

1.7. Hasil yang Diharapkan

(23)
(24)

฀A฀ V

KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

฀erdasarkan rumusan, tujuan, hasil dan pembahasan penelitiaan pengembangan perangkat penilaian otentik pada mata kuliah kultur jaringan yang dikemukakan sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Tingkat kelayakan perangkat penilaian otentik yang dikembangkan terhadap isi materi secara kseluruhan termasuk kedalam kategori “Sangat Sesuai”, dengan demikian perangkat penilaian otentik yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai perangkat penilaian mahasiswa pada mata kuliah kultur jaringan.

2. Kualitas dari perangkat penilaian otentik berdasarkan hasil validasi dari ahli materi terhadap kelayakan isi dari materi instrumen perangkat penilaian otentik yang dikembangkan termasuk kedalam kategori “Sangat ฀aik”. Sedangkan berdasarkan hasil validasi dari ahli desain penilaian terhadap penyajian dan penulisan instrumen penilaian yang dikembangkan termasuk juga kedalam ketegori “Sangat ฀aik”, sehingga perangkat penilaian tersebut dapat diterima dan layak digunakan dalam proses penilaian terhadapa mahasiswa selama pembelajaran kulturan jaringan.

3. Hasil efektivitas dari perangkat penilaian autentik yang dikembangkan memperoleh kriteria “Sangat Efektif” . Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan dan efektifitas yang baik dan layak digunakan sebagai perangkat penilaian dalm pembelajaran kultur jaringan.

5.2. Implikasi

(25)

฀1

1. Untuk memperkaya dan menambah khasanah ilmu pengetahuan guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan penilaian khususnya yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar berupa perangkat penilaian otentik.

2. Sumbangan pemikiran dan bahan acuan bagi dosen/guru, pengelola, pengembang, lembaga pendidikan dan peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji dan mengembangkan secara lebih mendalam tentang perangkat penilaian otentik.

3. Sebagai bahan pertimbangan dan alternatif bagi dosen/guru dalam pemilihan perangkat penilaian, termasuk di dalamnya perangkat penilaian otentik ini. Karena dengan perangkat penilaian otentik ini semua kegiatan mahasiswa selama pembelajaran dapat diukur baik deri segi afektif, kognitif dan psikomotornya yang secara signifikan dapat mempengaruhi hasil dari pemberian nilai nantinya.

1.3. Saran

฀erdasarkan pada proses pengembangan yang telah ditempuh, hasil uji coba dan kesimpulan yang telah dipaparkan, maka diperlukan untuk memberikan saran-saran untuk pengembangan lebih lanjut. Adapun saran-saran dalam pengembangan produk perangkat penilaian otentik pada mata kuliah kultur jaringan adalah sebagai berikut:

1. Mengingat selama ini proses pembelajaran masih sedikit yang menggunakan perangkat penilaian yang baku, maka disarankan untuk menggunakan perangkat penilaian yang dianggap baku seperti perangkat penilaian yang dikembangkan ini yang di dalamnya dalam terdapat aspek penilaian afektif, kognitif dan psikomotor yang dapat digunakan dan membantu para dosen/guru untuk mengevaluasi hasil kerja peserta didik.

(26)

฀2

฀AFTAR PUSTAKA

฀nonim. 1994. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Balitbang Depdikbud.

฀nonim. 2001. ฀valuasi Pendidikan. Jakarta: Balitbang Depdiknas.

฀nonim. 2005. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.

฀nonim. 2008. Rancangan Penilaian dasil Belajar. Jakarta: Direktoral Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Derektoral Pembinaan Sekolah Menengah ฀tas.

฀nonim. 2013. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Penelitian dan

Pengembangan. Materi Sosialisasi  Kurikulum 2013.

(http://pembelajaranku.com /jenis-jenis-penilaian-autentik/), diakses 25 Nopember 2013.

฀nsharullah, ฀. 2006. Problem Based Learning, Best Practicesdalam Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Makalah disajikan dalam Workshop on teaching Grant-TPSDP LP3 Unibraw. ( http://faizin-       

sulistio.blogspot.com/200฀/0฀/problem-based-learning-dan-alternatif.html), diakses 25 Nopember 2013.

฀RG. 2002. Assessment for Learning: 10 Principles. University of Cambridge ฀ssessment Reform Group.

฀rikunto S. 2005. Dasar Dasar ฀valuasi Pendidikan. Jakarta: Bhumi ฀ksara.

Banggali, T; Melati Masri; Munir Tanrere. 2011. Pengembangan Perangkat ฀lat Evaluasi Berbasis ฀ktivitas untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dalam Praktikum Kimia Dasar. Jurnal Chemica 12 (2): 77-84.

Brog, R. W; Gall, M. D. 1987. ฀ducational Research An Introduction. New York and Londodn. Longman Inc.

Cahyono, ฀. N; ฀sikin, M. 2006. Penelitian Pengembangan dalam Bidang Pendidikan. ฀rtikel Sekolah Riset FMIP฀ Unnes.

Chris, dkk. 2011. How to Write an Article Review. Online. Tersedia: http://www.wikihow.com/Write-an-Article-Review (21 (21 Juli 2014).

Dekamario, 2014. Teknik Presentasi yang Baik. Online. Tersedia:

http//dekabopass2.blogspot.com/2014/03/teknik-presentasi-yang-baik.html?m=1 (19 Juli 2014).

Gunawan, L. W. 1998. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. Bogor : IPB : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan

(27)

฀3

Grondlund, G. 1984. Measurment and ฀valuation in Teaching. New York: MacMilan Publishing. Co. Inc.

Harahap, F. 2011. Kultur Jaringan Tanaman. Perdana Mulya Sarana. Medan: Penerbit  UNIMED.

Haryono, ฀. 2009. ฀uthentic ฀ssesment Dan Pembelajaran Inovatif Dalam Pengembangan Kemampuan Siswa. Jurnal : JP฀ 2 (1): 1-12.

Jihad, ฀; ฀bdul H. 2012. ฀valuasi Pembelajaran. Yogyakarta : Multi Presindo.

Kunandar. 2013. Penialaian Autentik Penilaian dasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013. Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Rajawali Pers.

Mukhadis, ฀. 2006. Problem Based Learningdalam Pelaksanaan Kurikulum  Berbasis Kompetensi. Makalah disajikan dalam Workshop on teaching

Grant-TPSDP LP3 Unibraw.(http://faizinsulistio.blogspot.com/200฀/0฀/ problem-based-learning-dan-alternatif.html), diakses 25 Nopember 2013.

Muthmainnah ฀. N; Sri M. E. S & Ely Rudyatmi. 2012. Pengembangan ฀lat Evaluasi  Model  Peta   Konsep Dalam  Pembelajaran  Inkuiri  Materi Ekosistem. Jurnal: Unnes Journal  of Biology  ฀ducation, Unnes. J. Biol.  ฀duc. 1 (3): 57-64.

Ngadip. 2010. Konsep dan Jenis Penialaian Autentik (Authentic Assesment).

฀-Jurnal Dinas Pendidikan Kota Surabaya. 1 (2): 21-32.

Nurgiyantoro, B. 2011. Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: UGM Press.

Nurgiyantoro, B. 2008. Penilaian Otentik. Cakrawala Pendidikan FBS Universitas Negeri Yogyakarta 27 (3): 250-261.

Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004: Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: Grasindo.

Pantiwati, Y. 2011. Pengaruh Jenis Asesmen Biologi dalam Pembelajaran TPS terhadap Kemampuan Konitif, Kritis, dan Kreatif. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan ฀sesmen Otentik dalam Implementasi Pembelajaran ฀ktif dan Kreatif.Bandar Lampung, Januari, 29-30

(28)

฀2

Purwanto, N. 2009. Prinsip-Prinsip dan Teknik ฀valuasi Pengajaran. Bandung: Resda.

Rahmat, ฀. 2007. Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran. Disajikan dalam Workshop Penelitian Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran di LPTK oleh Universitas Muhammadiyah. Jakarta: FMIP฀ UPI Jakarta.

Rehulina. 2013. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbassis Inquiry Untuk Pembelajaran Biologi SMA Kelas XII Semester I. Program Pascasarjana UNIMED.

Sadia I. W; Nyoman Dantes; & I Wayan Subagia. 2007. Pengembangan Instrumen Penilaian Unjuk Kerja Penelitian Ilmiah Dan Kegiatan Laboratorium Rumpun Pelajaran Sains. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran Undiksha, No. 2 Th. xxxx: (212-230).

Setyandari R; Ely Rudyatmi & Sri Sukaesih. 2012. Pengembangan Esesment ฀lternatif Portofolio IP฀ Kelas VIII Materi Sistem Peredaran Darah Pada   Manusia. Jurnal: Unnes Journal of Biology ฀ducation, Unnes. J. Biol.

฀duc. (2): 38-44.

Soewandi, ฀. M. Slamet. 2002. Penilaian Pembelajaran dengan Portofolio. Makalah Seminar Sehari Sosialisasi KBK bagi dosen-dosen FKIP-Program Studi PBSID, Universitas Sanata Dharma.

Sudjana, N. 2005. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung : ฀lfabeta.

Sumarno, ฀. (2011). Penilaian Diri (Self ฀ssessment) dalam Pendidikan Karakter. (http://blog.elearning.unesa.ac.id/alim-sumarno/penilaian-diri-    self-assessment-dalam-pendidikan-karakter. (20), diakses 25 Nopember

2013.

Surbanas, ฀. 2011. Produksi Katarantin Melaalui Kultur Jaringan. Bandung : Lubuk ฀gung.

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Wulan, ฀. R. 2011. Penilaian Kinerja dan Portofolio pada Pembelajaran   Biologi. Makalah Penilaian Pembelajaran Biologi. Pendidikan  Biologi

FPMIP฀: UPI. 1-16.

(29)

฀5

Pendidikan Biologi Untuk Menunjang Profesinalisme Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. 381-383.

(30)

Gambar

Gambar 2.1 Prosedur Penelitian Pengembangan (Borg dan Gall)........................ 12

Referensi

Dokumen terkait

Mahkamah Konstitusi berpendirian bahwa konsep melawan hukum materiil (materiele wederrechtelijkheid) dengan titik tolak pada hukum tidak tertulis dahun ukuran kepatutan,

kesehatan Nomor 770/Ph/63/b tanggal 29 Oktober 1963 yang isinya antara lain: pelarangan penerbitan izin baru untuk pembukaan apotek darurat, dan semua izin apotek darurat

Dari hasil jawaban diatas responden cenderung lebih banyak memilih jawaban sangat setuju ini berarti responden menganggap bahwa kualitas pelayanan yang diberikan

Empat dimensi kepuasan pelanggan didalam penelitian ini meliputi empati terhadap konsumen yang marah, kecepatan dalam penanganan keluhan, kewajaran atau keadilandalam

Saksi Pelaku yang Bekerjasama adalah saksi yang juga sebagai pelaku suatu tindak pidana yang bersedia membantu aparat penegak hukum untuk mengungkap suatu

Air limbah biasanya bercampur dengan zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih dan zat organik dari limbah itu sendiri. Saat keluar dari sumber air limbah bersifat basa.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena yang mencakup strategi kepala sekolah dalam membangun karakter siswa melalui program budaya nasionalisme, Implementasi

Gambar 3.6 menunjukkan peningkatan fluiditas dengan bertambahnya ketebalan rongga, tren peningkatan dapat dilihat pada ketebalan rongga 1.5 mm bahwa logam cair