• Tidak ada hasil yang ditemukan

kn 505 slide peraturan jabatan notaris dan pengenalan akta akta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "kn 505 slide peraturan jabatan notaris dan pengenalan akta akta"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1. Bukti tulisan (het schriftelijk bewijs)

2. Bukti dengan saksi-saksi (door getuigen) 2. Bukti dengan saksi-saksi (door getuigen) 3. Persangkaan-persangkaan (de

vermoedens)

4. Pengakuan (de bekentenis) 5. Sumpah (den eed)

(3)

Ilmu Notariat

mengenali dan mempelajari bagaimana cara membuat

segala bentuk akta (bukti segala bentuk akta (bukti tertulis) yang sudah dikenal

atau sudah ada dalam UU dan dalam praktek dengan

(4)

pembuktian dengan tulisan diatur dalam BW mulai pasal 1867 s/d 1894

(5)
(6)

Referensi

Dokumen terkait

Akta otentik adalah salah satu alat bukti berupa surat dan dibuat secara tertulis, bukti-bukti surat dalam kasus perdata adalah bukti paling penting yang berbeda

Di dalam pasal ini akta otentik yang termasuk didalamnya akta notaris, wajib dibuat dalam bentuk yang telah ditentukan oleh Undang-Undang, dan dibuat oleh atau

Akta autentik adalah suatu akta yang di dalam bentuk yang ditentukan oleh undang-undang, dibuat oleh atau dihadapan pegawai-pegawai umum yang berkuasa untuk itu

1) Bentuknya sesuai UU. Bentuk dari akta notaris, akta perkawinan, akta kelahiran, dan lain-lain sudah ditentukan format dan isinya oleh undang-undang. Namun ada

Notaris sebagai pejabat umum juga dapat ditelusuri pada Pasal 1868 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang menyatakan “Suatu akta otentik ialah suatu akta yang di dalam bentuk

Akta otentik adalah salah satu alat bukti berupa surat dan dibuat secara tertulis, bukti-bukti surat dalam kasus perdata adalah bukti paling penting yang berbeda

Tanpa ada permintaan dari para pihak, Notaris tidak akan membuat akta apa pun, dan Notaris membuatkan akta yang dimaksud berdasarkan alat bukti atau keterangan atau pernyatan para pihak

Keperluan masyarakat akan alatbukti tertulis berupa akta otentik sangat erat kaitannya dengan Pasal 1868 Kitab Undang- undang Hukum Perdata untuk selanjutnya akan disebut KUHPerdata