• Tidak ada hasil yang ditemukan

6.10 Grafik interaksi kolom ukuan 400/650 ]88

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "6.10 Grafik interaksi kolom ukuan 400/650 ]88"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

5.24 Momen tumpuan as 1(E=E6)

]18

5.25 Momen tumpuan as 1(E=5E5)

p0

5.26 Momen tumpuan as 1(E=E3 )

p0

5.27 Momen tumpuan as 1(E=E4)

p0

5.28 Momen tumpuan as 1(E=0)

p9

5.29 Momen tumpuan as 2 (E=E10)

p?

5.30 Momen tumpuan as 2(E=E7)

p9

5.31 Momen tumpuan as 2(E=E6)

P4

5.32 Momen tumpuan as 2(E=5E5)

p4

5.33 Momen tumpuan as 2 (E=E5)

p4

5.34 Momen tumpuan as 2(E=E4)

p6

5.35 Momen tumpuan as 2(E=0)

p6

6.1

Gaya geser pada penampang kritir dan sendi plastis

]45

6.2

Kolom eksterior dan interior

]5]

6.3

Diagram tegangan regangan kolom saat balance

\74

6.4

Diagram tegangan regangan kolom saat patah tarik

j75

6.5

Diagram tegangan regangan kolom saat patah tarik

177

6.6

Diagram tegangan regangan kolom saat patah desak

179

6.7

Diagram tegangan regangan kolom saat patah desak

1gO

6.8

Grafik interaksi kolom ukuan 400/850

]86

6.9

Grafik interaksi kolom ukuan 400/750.

187

6.10 Grafik interaksi kolom ukuan 400/650

]88

(2)

DAFTAR TABEL

5.1

Dimensi rencana kolom

55

5.2

Berat tiap lantai

64

5.3

Gaya geser horisontal

65

5.4

Waktu getar bangunan arah X

66

5.5

Waktu getar bangunan arah Y

66

5.6

Momen rencana balok portal as-E

79

5.7

Momen rencana balok portal as-F

81

5.8

Momen rencana balok portal as-2

5.9

Momen rencana balok portal as-3

98

5.10

Momen tumpuan balok portal as-A

113

5.11

Momen tumpuan balok portal as-E

113

5.12

Momen tumpuan balok portal as-H

113

5.13

Momen tumpuan balok portal as-1 (E=1E10)

117

5.14

Momen tumpuan balok portal as-1 (E=1E7)

117

5.15

Momen tumpuan balok portal as-1 (E=1E6)

117

5.16

Momen tumpuan balok portal as-1 (E=5E5)

119

5.17

Momen tumpuan balok portal as-1 (E=1E5)

119

5.18

Momen tumpuan balok portal as-1 (E=1E4)

119

5.19

Momen tumpuan balok portal as-1 (E=0)

121

j

(3)

6.62 Gaya geser rencana dinding geser

^

6.63 Tulangan dinding geser kondisi jepit

?40

6.64 Tulangan dinding geser kondisi fleksibel

m

6.65 Tulangan dinding geser kondisi sendi

ri,

241

7.1

Simpangan arah X

249

7.2

Simpangan arah Y

249

7.3

Interstorey drift arah X

251

7.4

Interstorey drift arah Y

251

7.5

Gaya geser dasar struktur frame wall

?„

7.6

Momen rencana balok arah X-2

7.7

Momen rencana balok arah X-3

7.8

Momen rencana balok arah Y-F

7.9

Momen rencana balok arah Y-E

7.10

Momen rencana kolom F-2 dan F-3

7.11

Momen rencana kolom E-2 dan E-3

7.12

Perbandingan MUpM dengan Mu,

i,kol •

x v i n

254

254

255

255

257

258

260

(4)

dibagi menjad, 6wilayah gempa yang berbeda-beda, dengan daerah 1adalah daerah

paling rawan gempa dan daerah 6merupakan daerah aman dan bahaya gempa.

Kerusakan akibat gempa dapat direduksi dengan merencanakan struktur gedung

yang daktail dengan asumsi perencanaan send, plastis terjadi pada ujung-ujung

balok. Konsep struktur bangunan daktail akan membenkan kekuatan elemen yang

lebih besar pada struktur utama, sehingga diharapkan kerusakan yang terjadi adalah

kerusakan daktail. Kerusakan daktail akan membenkan mdikator yang jelas selama

proses kerusakan struktur. Selain itu, struktur gedung yang daktail lebih mudah

memencarkan energi lesapan gempa pada titik-titik plastis sesuai yang direncanakan.

Untuk merencanakan struktur tahan gempa, ada beberapa cara yang dapat

duempuh, diantaranya rnenainaiakan dindina <:^er ;,b*(.r v, ./a n/.~

~„

• ,

(1987^ Pe.r.berian dinding geser pads bangunan :^m wz^Ktm

neivS; iaaerai

pada struktur vertikal, menjamin iidak berpindahnya >endi plastis yang direncanakan

pada struktur sebelum runtuh dan mdindungi kompon-i nonsiruktur.

Di sampmg itu struktur dinding geser mempunyai kekuatan untuk menahan

gaya horisontal yang cukup besar dan mempunvai kekakuan yang lebih besar

dibandingkan dengan kolom, sehingga membenkan kekakuan tambahan terhadap

struktur secara keseluruhan. Kekakuan yang cukuo besar m, diharapkan dapat

mengendalikan simpangan lateral yang terjadi. Dengan kondisi ini akan sulk

membuat struktur jepit pada dasar pondasi (Widodo, 1995).

Apabila gaya aksial akibat gempa terlalu besar, maka perencanaan dapat

memanfaatkan pondasi untuk mereduksi gaya gempa xersebui fMuto, 1993). Daiam

(5)

membahas keuntungan dan kerugian pemakaian dinding geser pada struktur

bertingkat banyak ditinjau dan segi kekuatan. kekakuan dan simpangan horisontal.

Tinjauan penelitian ini portal lintang tanpa dinding geser dan portal lintang dengan

dinding geser. Hasil yang didapat adalah kekakuan tingkat dari struktur dengan

menggunakan dinding geser jauh lebih besar sehingga daya tahan struktur terhadap

gaya horisontal juga semakin besar. Dalam penelitian ini belum membahas perilaku

frame-wall ductile dan analisis strukturnya menggunakan program bantu microfeap

dengan frame 2D.

Syafrudin dan Iryawan ( 1999 ) menganalisis dan merencanakan penulangan

struktur dinding geser dengan program bantu SAP90 2D, serta efekttfitas dinding

geser dalam menahan beban gempa pada har.gur^n bertinaka! banyak Pada

peren1:annva. didesain penulangan dinding seser pada beharana sturktur denaan

jumlah tingkat yang berbeda-beda. Hasil yang didapat adalah dalam perencanaan

dinding geser, rasio antara unggi dan iebar dan dinding geser mempunvai aspek rasio

yang kecil sehingga dinding geser mempunvai kekakuan yang lebih dan perilaku

dinidng geser lebih didominasi oleh geser. Dalam penelitian ini belum membahas

rasio tinggi dan lebar dinding geser yang ekonomis serta pengaruh vanasi kekakuan

balok pondasi terhadap dinding geser pada bangunan yang daktail

2.2 Pembahasan Penelitian Terdahulu

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan beberapa penelitian di atas

(6)

1 peneliti terdahulu belum menggunakan pnnsip desain frame-wall ductile pada

analisis dan desain struktur bangunan bertingkat banyak,

2 analisis dan desain dinding geser pada penelitian terdahulu belum

memperhitungkan adanya elemen pembatas {boundary elements),

3 perletakan pondasi hanya ditinjau sebagai jepit, belum menganalisa pengaruh

variasi kekakuan balok pondasi pada struktur yang menyebabkan perletakan

pondasi sesuai dengan kekakuan yang ditimbulkan balok pondasi tersebut,

4. struktur yang dimodelkan pada penelitian terdahulu baru menggunakan portal 2D

pada program aplikasinya.

Dengan memperhatikan masalah-masalah di atas, maka pada tugas akhir ini penulis

mencoba menganausis pengaruh variasi kekakuan balok pondasi pada struktur

during geser dengan memeperhitungkan adanya elemen pembatas <b',i.nd.;n

elements) yang sepengetahuan penulis belum pernah ditehti, khususnya di Imgkungan

Tekmk Sipil UII. Kemudian dan hasil mekanika program SAP90 ^D dH^ir- au-^\.,.,

geser. kolom dan balok pada struktur frame-wall ductile.

(7)

12

analisis beban gempa ekuivalen statik yang sesuai dengan PPTGUCj i 1987) sebagai

berikut ini,

3.2.1 Gaya geser dasar (V)

Gaya geser dasar merupakan gaya geser horisontal total

vang besarnya

dipengaruhi oleh persamaan berikut,

V - C. !. K. Wt

(3-1)

dengan : C = koefisien gempa dasar

/ = faktor keutamaan gedung

K = faktor jenis gedung

Wt- berat total struktur

3.1.2

Koefisien sent pa A<imr (C)

Koefisien gempa dasar berfungs; untuk menjamin agar struktur mampu

memikul beban gempa yang dapat mer.yebabkan kerusakan besar pada struktur.

Koefisien C tergantung pada frekensi terjadinya gerakan tanah pada tiap wilayah

gempa, waktu getar alami struktur, dan kondisi tanah setempat. Di dalam penelitian

numeris ini, diasumsikan letak bangunan berada pada wilayah gempa III sehingga

koefisien gempa dasar ( C ) diperoleh dan Gambar 3.2 sebagai benkut,

(8)

•J. 05 0.5 l.o 2 0 ao

Tanah lunak

Tanah Keras

1 _->

Gambar 3.2.

Koefisien

gempa dasar pada wilayah gempa III

-"• a.n„ls urauk mencan wak,u ge(ar ala|m a<faiah sebaga) ^

^^

-,-

Q.QWn

IB

>'v«mii ge;ar aiarni struktur

tmggi struktur

r permukaan yang dikeka

Rang

leoar bangunan

3.2.3 Faktor keuramaan gedung (I)

-* peraica„aa„ slruklur dl daerah rawap ^

per]u dipertei]kan ^

^pent!nga, ,ruktur terhadap bahaya gempa yang berbedabeda ^^ ^

fU"eSI bangU"ann-Va Se'™km ^

^

— ba„gl™,, semakin bew

P—ngan yang harus d]ber|kan FakMr temamaan w^ ^ ^

^ period, ulang yang „ang aHU stroktur mempumai t]ngta ^^ ^

(9)

24

Untuk mengetahu, apakah asums, yang drgunakan benar maka d.lakukan

pemenksaan regangan dengan persamaan benku, drmana nUa, edrhnung dengan

persamaan berikut ini,

(0,003)

<3"26)

;(0,003)

<3"27'

apab,la nrla, dan persamaan (3-26) dan (3-27) lebih besar dan regangan leleh bajanya

(ey) maka asums, nrengena, tegangan baja benar selanjutnya un.uk menghrtung

momen tahanan nominal menjadi

M„=M„1+M„2

<3-28>

dengan :

MI,1=0,85.rc.a.b(a-ia} atau M„, =A„.fy{d-i«J <3"29)

M2=A,.fy.(d^')

I3"30'

b. Balok Bertulangan Rangkap Kondisi n

Pada kondrs, in, adalah kasus di mana anggapan tulangan baja tarik telah luluh

akan tetapr baja desak belum luluh pada saa, regangan beton mencapa, 0,003. J,ka

e-s <ey dan 6s >ey untuk mendapatkan mlai edrgunakan persamaan berikut:

(o^.b./?,^ +(600.A, -A,.f,)c-600.d'.A, =0

(3-31)

a

c-d'

'' s: c

^s

d - c

c

(10)

29

Untuk mencegah terjadinva lebar rer.k

-

.* lebar rttak yang Derleb.han pada bilok i >

Wtank d'aS0"a' ^ tafcM" - - '- — gese „da

la'

^rdarU00MpadanpCTbatasa„m,a|kuatgcser/_/ ——.*,

vs --#f.bw.d

SK SNJ T-15-1QQ1 m

° l991-°J mensyaratkan untuk bmnn

,h„w„ . .

^mponen struktur tahan

komponen — —£anbentang ditedua

ur ; —

d— «*•« u, sengkang _p _ j —

-mm dan muka 1™,

P&Sang Sejarak 5°

^ k°mp0nen st^tur pendukun, dan iarak < •

^olehkanti.akbolehleb.hdari..

"^'"^"''^^'"ggiefektifbalok,

"" deiapankalid'anieterUii-^longnudn1al^^^^^

" dUapU,uhemPatkahd,ameter sengkang,

d. ^l^y-Ki

den«a

gan

^.

iuassatukak, tulangan sengkang,

<v,„ - luas tulangan longitudinal

atas,

!uas tulanSa" longitudinal bawah,

kuat leieh Siangan longitudir

AsJ,

mai

(11)

3.5.4 Persyaratan kuat aes

geser balok portal

brfangravitasi

^Hiiiiii^

q^F,

k05betBngravitasi

0.8 Vt.

X

/>titik

pateuuan

0.SM.,.,

Gambar 3.8 Balok porta, dalam kondisi terjadinva sendi-sendi

Plasfs pada kedua ujung balok

davits, sepanjang bentangnya harus d.h.tung dalam kondis:

momen kapasitas di send, plastis pada ked

vang berlawanan, menurut

u a

persamaan benkut ini.

v„:••

0 8. -'llJi^iJJ' !^p.l,)

105 V,,

svarat:

isi terjadinva

momen-ujung balok portal itu dengan tanda

(12)

3?

''»•* ^ Khhn.t atau Vuh <(h

i

geser < nominal

D,aerahsend,plas,ls,komnbus|betondianggap(]dakada(v^o>

K

K - K

dimana ;

(3 -49)

(3-50)

y ___{AJyui)

(3-51)

Pgeser

:

0,6

Dalam segala hal, kuat

geser perlu balok tidakbolehmelebihi dan

dimana

r

I'lXr.

F,

F/-.>

persamaan ini

V^l-05fVIXb,yLh+±v

K hh>

(3-52)

a>'a

geser

balok

ek^n

]v,_f

a„,j..t

berat

sendin

(rnviw;

^

^raMtcM

dengan

'e,-;P^Hingkan beban hid-,- ?-,.,?...

...-gava geser akibat beban mad.

gaya geser akibat beban hidup:

gaya geser akibat beban gempa,

K

= faktor jenis bangunan.

3-6 Desain Kolom Tahan Gempa

, °;am Sega'a h" ^ '^ "«- **" - -dasarkan Mansan

:;irn:hvans ten ^ *-m——-*—

(13)

37

Bressler telah mendapatkan bahwa harga-harga P, yang dihitung dengan

menggunakan persamaan (3.69) di atas, sangat cocok dengan hasil percobaan dimana

penyebaran (deviasi) maksimum 9,4% dan rata-rata 3,3%. Ramamurthy juga

melaporkan hasil-hasil percobaan dan menyimpulkan bahwa persamaan (3.69) dapat

digunakan untuk menaksir beban batas dengan ketelitian yang cukup baik.

Pannell menyajikan hasil-hasil percobaan tambahan dalam bahasannya serta

menyatakan bahwa persamaan (3.69) boleh jadi kurang layak bila diterapkan untuk

beban aksial yang kecil, seperti misalnya kalau Pn/P0 berada di dalam batas harga

yang kurang dan 0,06. Untuk hal-hal yang demikian, unsur harus direncanakan untuk

lentur saja (Wang dan Salmon, 1993)

Untuk menentukan harga-harga dan Px dan Py, diperlukan diagram interaksi

Pn - Mnx dan P„ - Mny di dalam lentur uniaksil masing-masing terhadap sumbu xdan

sumbu y. Oleh karena sifat simetris dalam hal mi hanya diperlukan diagram tunggal

Pn - Mnx atau Pn - Mny yang berlaku untuk lentur di kedua arah. Informasi tentang

mteraksi dapat diperoleh dengan menggunakan keseimbangan, rumus pendekatan

atau menggunakan diagram Pn-M„ yang tidak berdimensi.

Di dalam lentur biaksial dan tekan, tegangan tekan merata sebesar 0,85.fc

dianggap bekerja di daerah tekan yang dibatasi oleh tepi-tepi dan penampang dan

garis lurus sejarak a=p\.x dari serat dengan regangan maksimum (sudut penampang)

(14)

Gambar 4.3 Portal as A=as P

Gambar 4.4 Denah taropak atas

4"!)X?0< 4IKIX500 i>'"" >xooo 400x000 40<1X650 3 750 3 750 3 750 3750 3750

400X650 3750

400X650 3750

400X750 J3750

400X750

3

750

^v, I5250

51

(15)

i*s'V--|

^i|^()(!s-r,i,;(,miI,)

1

H

f)

"oKXi.ior

I

V

W'T-TJOolH

(16)

ZSV|l?M0,J9>.!HquH}r)

(17)

63

h. Berat balok arah y

=288.0,4.0,8.2400.0,00981

=2169 8kN

Wm = 12510 kN

2. Beban hidup

a. Beban hidup

=0,3.18.60.250.0,00981

= 795 kN

Maka berat total lantai 2

== 12510 4 795

= j33(r kN

1.

Berat lantai 1

1. Beban tetap (mati)

a. Beratplat

=18.60.492.0,00981

=5212,6 kN

b. Berat shear wall

=2.5,5.4,5.0,3.2400.0,00981

= 349,6 kN

c. Berat tembok penuh

=337.(4,5-0,8).250.0,00981

...

=3058,0 kN

d. Berat tembok V2 penuh =120.(4,5-0,8)0,5.250.0,00981

- 544 5kN

e. Berat kolom ekstenor

=-32.4,5.0.4.0,75.2400.0,00981

= 1017.1 kN

f. Berat kolom interior

=16.4,5.0,4.0,85.2400.0,00981

= 576,4 kN

g. Berat balok arah x

=180.0,3.0,5.2400.0,00981

= 635,7 kN

h. Berat balok arah y

=288.0,4.0,8.2400.0,00981

=2169,8 kN

Wm= 13564 kN

2. Beban hidup

a. Beban hidup

=0,3.18.60.250.0,00981

= 795 kN

(18)

125

Tabei 5

.25

Momen tumpuan balok portal as-2 dengan E=1e4

(19)

l-KHI-l-HI-t-l-K

5555555555

-CD CD s z CD CD CD CD CD CD CD ZZJZ p p. I-z z F

-TTTtmilT

g

o o CO o o

(LU-N>l)

U9OI0W

o o o

43

C9 o LU II LU (/, ro ro t:

a

^: o CD c CO o.

E

C CD E o co id t. tu n

E

ca O t-<N CO ** irt (J3 N. H J- h- 1- h- H-

h-5

5

5

5

5

5

5

CD CD CD CD CD CD CD z 2 2 2 2 S 2 •— t— •— i— i— i— i—

T

t

r

t

t

t

t

o o o o o OQ O o o

(lu-n>|)

U8Oi0|/\|

o

x

£

o a. a o II LU ra ro o o CO n c CO Zl Q-C 0) E o LO CO LO ro n

E

ro O

(20)

Dimana n> = 1.25 untuk fv < 400 MPa.

Sebagai contoh h.tungan ditinjau pada eiemen balok lantai 1, di bawah ini:

Mmk •=1157,01 kNm, Mkap- •-= 1,25.1157.01 =1446,2625 kNm

M1Iuk ' - 484,6 kNm, Mkap" =1,25.484.6 =605,75 kNm

2. Gaya Geser Rencana Balok.

Gaya geser reneana balok didapatkan dan nilai terkeeil dan persamaan berikut:

^=0,70.^^:^,05.^

{62)

A

(6.3)

142

Sebaga, con.oh hiftmgan d„,njau pada elemen balok portal Fpada lantai 1. di

bawah ini:

Mkai; = 1446,2625 kNm, MUp+ =605,75 kNm

VD =\23,479kX;V,=23,027kN;Vt. =335A73kN

ln = 8,15m

[/

-070 }1< 1446,2625 + 605,75

' H.A.I -W, /U. i,25.

1

L1 OS

8,15

+ 1.05.146,506 = 374,1394/tA'

V

.2 =1,05.(123,479 +23,027 +1 335,473) =1562.82M'

Dipakai

Vi:b=

r

I1,05.1-;.-0,7.^

'

M

-

\4

In-d

u.b

•],05.J-'

-0.7J --'-:

i M

. -+- \]

53,8-0 7f1446.2^+6C)5,75 ) 8.15-a,57

8.15

:r.

-v; 563,75-153,8-0.7:

V

Vh terpakai = 343,323 kN

1446.26-605.7s'

8.!_5

(21)

Tabel 6.11 Gaya geser balok portal 2denga

i

,

Mka

Balok

Lantai | Mkap

-(186.637

Mkap

55225

123gy[25

387.625

823

4

>Ji02AX75

5

I~73a775~

J76^875~

"376J25-g664J375_|

342,5

565.0875

~J25J2T

249,55 291

_229^75_

92JH7T

/; 70.43

76^307

§2217

IZili

9j\045

94A15_

96^846

98J92

65,364

,05//

j3gk2748^

9524S13_

T02~S60

_0_9l3_

113^882

n8jJ89

12^094

\2XA2\_

80^9949

1-14

n komb

•nasi momen di as kolom

1111

2232A6_

2087lT

~94g2|7

H9J75

120g983

86J9_

47^827

4,979 u.b.l

kN)

2g29li9654_

2ju39oT

JJJMJTtT

222g255TI

22^319^

j05J9T2r

19U68c^

,82575 u.A.2

(kN^__

i4023769

J025J46?

j>7Z0669

J33^899£

i^41695~

^26jn£

~1242M6_

"H3g9067

terpakai

27^801362]

j^JToTj?]

2057208589J

1TU249T

iTo^iTTsT]

20637697]

"f>\6^9

185330389

~T67362\

113.233687

™>^_ balok porta, 3dengan kombinasi ra(>men ^^

Baiok

Lantai j Mkap

(22)

150

Tabel 6.23 Tulangan geser balok portal 2kombinasi momen balok di muka kolom

Balok

Lan tai

T

v.

Sepanjang daerah sendi plastis

u.b (kN) 237.80136 197,8701 205,2086 202,4195 210.9318 2062977 190.1549 185.2304 167,3621 13.2337

K

(kN)

396,3356 329,7835 342,0143

337,3658

351,553 343,8295 316,9248 308,7173

278,9368

188,7228

S

(mm) 61.827458 67,159904 64,758187 58.666385 46915718 47,969594 45,846411 47,065274 45,050955 66,586382

Terpakai

4>m —S 60 65 60 5D 45 45 45 45 45 65 u.b (kN) 209.82305 179,81591 187,15454 187,53684 195,74119

192,48293

180.43599 176,58109 1632563 110,22149

Di Luar daerah sendi plastis

(kN) (kN) 142,4079 2072972 128,7148 170.9784 128,7148 1832094 15,0217 197,5397 95,8514 230,3839 95.8514 224.9535 84,4406 216,2861 84,4406 209.8612 73.0297 199.0641 73.0297 110.6727

s

(mm) 18.20914 129,53818 120.89021 100.19269 .59077 73.318987 67,17893" 69235596 63.127248 13,54526

Terpal^ai

<t>ir, - S 110 120 100 70 70 60 65 60 110

Tabel 6.24 Tulangan geser balok portal 3kombinasi momen balok di muka kolom

Balok Lan

tai

K.b

(kN)

Sepanjang daerah sendi plastis

211,91191 161,75777 154.29654 14329362 131.0802 123,28874 114.14694 96.015815 78.394897 53.738385

(kN)

353.1865 269.5963 257.1609 238.8227 218.467 205.4812 190.2449 160.0264 130.6582

S

(mm) 62,709722 82,153312 76.963619 82.873337 75.495893 70,711404 76,374538 78,52688 81.149736

89.56397

118.38326'

Terpakai

<f>io-S 60 80 75 80 75 70 75 75 65 tO

V.

Di Luar daerah sendi plastis

K

(kN) u.b (kN) 187.22032 128.7148 144.48724 128.7148 137.90846 115.0217 128.81415 115.0217 118.65859 95,851448 111.77777 84.440561 104.18014 84.440561 88.575883 73,029674 73.579966 61.618788 49.645951 61.618788 V S (kN) 183.3191 112.0973 114.8257 99.66855

5

(mm) 120.81792 19 7.5 80*'5 172.36583 198.57853

101.9129 | 161.83787

101.8557 142.65143 89.19301 162.90364

74.59679 j 168.45724

61.01449 | 173.77635"

21.12446 j 501.92398

Terpakai

4>m-S 120 195 170 195 160 140 160 160 135

(23)

152

!,3 - bentang balok sebelah kanan, diukur dan titik pertemuan ket.tik pertemuan,

kka - bentang bersih balok sebelah kanan,

M„ak= kuat momen lentur aktual balok yang dihitung terhadap luas tulangan yang

sebenarnya ada pada penampang balok yang ditinjau.

Dalam tugas akhir ini, karena gempa arah X maupun arah Yditahan oleh

struktur portal rangka terbuka, maka menurut Pedoman Perencanaan Ketahanan

Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987, gaya aksial dan momen rencana untuk kolom

harus diperhitungkan pula terhadap 30 %arah tegak lurusnya. Oleh karena itu, untuk

menyederhanakan perhitungan pada tugas akhir ini, 30 %arah tegak lurus dan sumbu

utama yang ditinjau dijumlahkan secara aljabar agar tetap dapat d.gunakan

rumus-rumus unaksial yang ada.

1. Momen rencana kolom

a. Momen rencana kolom lantai 1interior atas (elemen 22 )

<K>

= 1,25 untuk fy < 400 Mpa

K

CO.i

- 4,00 m

- 3,6 m

l:h, -4/3.6- 1.1 ] n

= 9,00 m

- 8.15 m

:.-••;.

-9/8.15 •--- 1.1043

•V:,r:

-5.25n

(24)

154

Khusus untuk kolom lantai 1 bawah ( dasar ) dimana sendi plastis

dimungkinkan terjadi, maka ak t_h , 0. Untuk Uu, momen rencana kolom lantai 1

bawah hanya d.hitung berdasarkan besar gaya gempa yang diperoleh dan hasil analisa

struktur dengan program bantu SAP90, yang besarnya,

Mu, kH jte,vah x=M,2, kx -+ 0,3.M,.- kv

(6 6)

Mu,k!t ibawah x=119,698 +0,3.238,008 =191,1004 kN-m

Mu,k!t, baWahy =0,3.119,698 +238,008 =273,9174 kN-m

Perhitungan momen rencana kolom yang la,n d.lakukan dengan eara yang sama dan

Mny. dapat d.liha. pada Tabe. 6.25. Momen rencana kolom in, nilamya tidak bo.eh

melampau, momen maks.ma! pada ko,om. Apabila mome„ rencana kolom nilamya

n-elcbihi momen maks.mum yang terjad,, yang d.pakai dalam perlu.ungan adalah

momen maksimum kolom yang d.peroleh dari perhrtungan d.bawah ini.

2. Momen maksimum kolom

Momen maksimum yang ,erJad, pada kolom dihi.ung dengan menggunakan

persamaan (3.79) diatas,

a. Momen maksimum kolom 1atas dan bawah arah x

Mu-klxatas =l,05.[0 +0+4.(386,214- 0,3.596,889 )=2374,179 kN-m

H, k]xbauah =1,05.[ 0+0-4.( 386,214 +0,3.596,889 )=-2374,179 kN-m

b. Momen maksimum kolom 1atas dan bawah arah y

Mu, k: xalas =],05.[ 6,742 +3,799 +4.( 0,3.386,214 +596,889 )=3004,631

MUI k: xbllttah =];05.[ 6,742 +3.799 -4.( 0,3.386,2 14 +596.889 )=-2982.495

kN-Perhitungan momen maksimal kolom lainnya d.lakukan dengan cara yang sama dan

hasilnya dapat diiihat pada Tabel 6.29 dibawah ini.

- m

(25)

9£82'£8 £9i0'99 8Z.t?"ZSl l£0'98l 696" 13?

£96'I

be

6£2'XI£ £9i'82£ i9i'69£ 2Kt'Y0r-Ii9'£c't'

886'0Mg

92i'X6t-WiHt c'96'()ti' £t*'68t> 8£I'28t>

j3ijgfr0£

*£6'8££ *26'£i2 q^g 206'I £9 IM'169 WZ'W) XOO'Wi 8I8'2ii 2£i'8ii vWHV,

J«9£'6tg8_

i()9'I26 92'£00l O£"t'00l 66'8M)i 89'8<>0! 96'XXII f«'9tll 66"£i2I 22"9£2I \YLiZ\ LZ'KU W'991l sbjv A~y\ 'ti MI ZlOL'bZ 26££'££ 20M>'19 6Z.KIII

2£i'60I

98' £81 998' 1X1 £99'S£2 mioz I26'£62 lOi'Ost iYlYZt 9W192 I2t>"82£ 698' 1t-2 £0'82£ £££'6/2 £0£>2£ *98'8M

*Ol'l6I

qAig *>l 8££"662 8S0'80fr 21 £'£62 Lbi'OH' 9K'96E

0£8'()2£

l]0'8Gfr t>U'£6£ 0££'02£ 9K' I IL t£6'i09 6W2U ££0'££9 26()'62« £i6' I £9 96l'C£8 99£'99i lt?i'l6i i8I'8£i £98'££8 «B»V

"IV

££0"U2 ££0'U2 £2fr 02 £ £2tA)2£ K£'i££ 6W>' I S't' 6K>'I£t' i!2'20£ il2'20£ 6lVt£b 6£t>'2££ fOi'H'9 M)i>£9 2££'£i9 2££'£i9 WKL WS'Ki 9££'£8i 9££'£8Z SOJ 29£9'98£ 29£9'98£ l£t-2'i69 1 iH'LO'J

92£6'I28

92£6'I28

988£'£26 988£'£26 lt?i'£K)I lW,'£t'0l I'O'ISII 8M)'£0£I Xt-0"£0£l 9U'tt't'l 912'£M4 2£'£i£l

2£'£i£I

6££'8Ii! 6££'8lil

§3M

(ui^J/C-q^h!

I6i£'91

£2'K 29/. I 1£ i'2ll £922>i 6" £81 6Xi'2tM 8'2£2 68i"2t>( 112 6/.(!'()6l

_

k'00£.

8i6'891 £'!()£ t'9'96l l"01£ 6£8£K

_L'0I£__

669'26£ 8'It* SOJ

£fr'£0I

t9'661

69' 121

j£()92

f9'661

..i8_'i9£

.

£f£2£ £t?'£2£ l£'l££ t'HIl'

_29*8_£__

£0"22r-U'ZW 99'/.it' 18'8£9 66'98£

_I_8'i£9_

9'iii 1 £'6t?6

§3

M

(uiM^Jv-q^"^

6£982'0

JWOJTO,

26i8£'()

tgiOcj^O

I2I£t>"0

88t*f0

06XM''0 £i9£t>'0 89£9t> 0 EI99f(> K.I'it-'O £2£9t''() EEE8K0 H'lWO 6()K£K0 9£6£f() HL9V0

l£2it>'0

11» *-q •:•!

we'o

+

'"I ";l lAi 1 (TEIi'O t'l<M(i'0 80219'0 £26i£"0 XiX9£'0

21£££J0_

60 !££'() i2£9£'() C\')\i-'i) iXt££'() 60£2£"0 t'iOtVO i991£'0 0619£'() £90t>£'0 £22££'() 89i2£'0 Bi»

t?£8'it-Jg£8'it'

8£8'80l

£11491.

982'191 W.t'802 i2i'£()c

HKIt'Z.

SXi'ltt 6t'"262 H'l't/.' EM 92£ 986"962 i9"£9£ 2(>Ult 21'IW' i81'9it> 8t>fn'£

wo\oy

B>jnui

Bpud

£-J

uep

j;-j

uiojo^

bubousj

uauio^

9^-9

pqei

X l|i!Mtq l l| 1 :| Vi * 13M Ict-'Ki

l2tgX£

9£2"611 £6()"6il 2£i'lil £184 22 lt-i'212

6()0'092_

90l'()£2 6££'l (£ H')9'(i/2 i66't'££ 800'20£ £X8'ii£ 69t''il£

696'6>Jg

6£6'10t' 8£I'6I£ 298'lt'£ 688"96£

qBMBJI

SBJV

c t-; I 2

—-j-Z 2 t' 1 2 UIO| !«1 OM ui?q

Gambar

Gambar 3.8 Balok porta, dalam kondisi terjadinva sendi-sendi
Gambar 4.3 Portal as A=as P
Tabel 6.11 Gaya geser balok portal 2denga i , MkaBalokLantai | Mkap  -(186.637 Mkap 55225 123gy[25 387.625 823 4 &gt;Ji02AX75 5 I~73a775~ J76^875~  &#34;376J25-g664J375_| 342,5 565.0875 ~J25J2T 249,55 291 _229^75_ 92JH7T /; 70.43 76^307§2217IZili9j\04594A1
Tabel 6.23 Tulangan geser balok portal 2kombinasi momen balok di muka kolom

Referensi

Dokumen terkait

Company Capability Factor yang mewakili variabel Convenience, Information, Intangibility of Online Product, Merchandise Quality, Service Quality, dan Enjoyment ; dan Consumer

Penulis bertujuan untuk mencoba menjawab masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, yaitu tentang pemilihan jalur terpendek yang akan ditempuh dalam proses pengiriman suatu

Baik orangtua maupun anak harus memahami tentang penyalahgunaan, resiko ataupun hal nega�f yang dapat �mbul dari penggunaan gadget atau Internet sekaligus cara pencegahan dan

Alat ini meliputi pembuatan tatap muka sensor suhu, sebagai data input dengan sinyal analog dan akan dikonversi ke data digital melalui ADC delapan bit kemudian data akan disimpan

[r]

Dalam membantu UKM CV Sekar Putra Harapan dalam membuat laporan keuangan yang sesuai dengan standar, Penulis menggunakan siklus akuntansi dimulai darai pengumpulan data-data

Pada evaluasi ini akan dilakukan perhitungan dari data sampel untuk mencari nilai EOQ dan RoP pada periode juli 2015 untuk dijadikan acuan dalam menentukan berapa jumlah

Kemudian untuk mengetahui model pembelajaran mana yang paling berpengaruh dapat dilihat dari rata-rata kelas eksperimen 1 yakni kelas yang diajar dengan menggunakan model