PEMBEKUAN UDANG PEMBEKUAN UDANG
Udang merupakan salah satu produk perikanan yang memilliki sifat mudah busuk Udang merupakan salah satu produk perikanan yang memilliki sifat mudah busuk (highly perishable), maka penanganan yang baik mutlak diperlukan agar mutu udang tetap (highly perishable), maka penanganan yang baik mutlak diperlukan agar mutu udang tetap segar pada saat dikonsumsi. Salah satu cara untuk menghambat proses penurunan mutu segar pada saat dikonsumsi. Salah satu cara untuk menghambat proses penurunan mutu udang segar adalah dengan pembekuan yang merupakan cara yang paling baik untuk udang segar adalah dengan pembekuan yang merupakan cara yang paling baik untuk penyimpanan
penyimpanan jangka jangka panjang. panjang. Apabila Apabila cara cara pengolahan pengolahan dan dan pembekuan pembekuan dilakukan dilakukan dengandengan baik
baik dan dan bahan bahan mentahnya mentahnya masih masih segar, segar, maka maka dapat dapat dihasilkan dihasilkan udang udang beku beku yang yang bilabila dicairkan mendekati sifat-sifat udang segar (Moeljanto 1992).
dicairkan mendekati sifat-sifat udang segar (Moeljanto 1992).
Proses pembekuan udang merupakan salah satu cara untuk mengawetkan makanan Proses pembekuan udang merupakan salah satu cara untuk mengawetkan makanan karena dengan menurunkan suhu, semua reaksi kimia dan aktivitas enzim dapat dicegah dan karena dengan menurunkan suhu, semua reaksi kimia dan aktivitas enzim dapat dicegah dan pertumbuhan mikroorganisme
pertumbuhan mikroorganisme terhambat. terhambat. Namun carNamun cara a ini ini tidak tidak dapat dapat mensterilkan mensterilkan makananmakanan (Frazier 1978). Meskipun pembekuan efektif menghambat kerusakan oleh mikrobial, (Frazier 1978). Meskipun pembekuan efektif menghambat kerusakan oleh mikrobial, kemunduran mutu seperti perubahan flavor, tekstur dan warna tetap terjadi saat penyimpanan kemunduran mutu seperti perubahan flavor, tekstur dan warna tetap terjadi saat penyimpanan beku (Strike
beku (Strike et et al. al. 2007). Proses 2007). Proses pembekuan menyebabkan pembekuan menyebabkan perubahan jaringan perubahan jaringan daging, yaitudaging, yaitu dengan formasi dan pembentukan kristal es, dehidrasi dan peningkatan padatan (pembekuan dengan formasi dan pembentukan kristal es, dehidrasi dan peningkatan padatan (pembekuan menghilangkan kadar air udang). Pembekuan dan thawing menyebabkan kerusakan sel menghilangkan kadar air udang). Pembekuan dan thawing menyebabkan kerusakan sel jaringan,
jaringan, lepasnya lepasnya enzim enzim dari dari mitokondria mitokondria ke ke sarkoplasma. sarkoplasma. Daging Daging thawing thawing memiliki memiliki dayadaya potong lebih rendah
potong lebih rendah dari daging dari daging yang tidak mengalami yang tidak mengalami pembekuan. Kekerasan daging pembekuan. Kekerasan daging udangudang meningkat berhubungan dengan kerusakan protein myosin sama dengan penyatuan protein meningkat berhubungan dengan kerusakan protein myosin sama dengan penyatuan protein myofibril. Penyatuan dan kerusakan jaringan protein ada hubungannya dengan formasi ikatan myofibril. Penyatuan dan kerusakan jaringan protein ada hubungannya dengan formasi ikatan disulfida (Strike et al. 2007).
disulfida (Strike et al. 2007).
Proses pembekuan udang pada suhu -18 °C merupakan standar suhu pusat dalam industri Proses pembekuan udang pada suhu -18 °C merupakan standar suhu pusat dalam industri pembekuan udang.
pembekuan udang. Penyimpanan beku berarti meletakkan produk yPenyimpanan beku berarti meletakkan produk yang sudah beku di dalamang sudah beku di dalam ruangan dengan suhu yang dipertahankan sama dan te
ruangan dengan suhu yang dipertahankan sama dan te lah ditentukan sebelumnya (yaitu -25lah ditentukan sebelumnya (yaitu -25 °C). Adapun tahap-tahap penurunan suhu selama
°C). Adapun tahap-tahap penurunan suhu selama proses pembekuan, yaitu:proses pembekuan, yaitu:
1.
1. Suhu produk diturunkan sampai titik beku, yaitu pemindahan sensible heat diatasSuhu produk diturunkan sampai titik beku, yaitu pemindahan sensible heat diatas pembekuan;
pembekuan; 2.
2. Kandungan air dalam produk berubah dari bentuk cair Kandungan air dalam produk berubah dari bentuk cair ke bentuk padat sedangkanke bentuk padat sedangkan suhunya tetap; dan
suhunya tetap; dan 3.
Metode pembekuan udang yang lazim digunakan adalah sebagai
Metode pembekuan udang yang lazim digunakan adalah sebagai berikut (Hadiwiyotoberikut (Hadiwiyoto 1993):
1993):
1.
1. Air blast freezing (ABF)Air blast freezing (ABF)
Metode pembekuan ini dilakukan dengan cara menempatkan produk pada rak-rak Metode pembekuan ini dilakukan dengan cara menempatkan produk pada rak-rak pembeku
pembeku di di dalam dalam ruang ruang pembekuan, kemudian pembekuan, kemudian udara udara bersuhu bersuhu rendah rendah dihembuskan dihembuskan keke sekitar produk yang disimpan pada rak-rak pembekuan tersebut. Prinsip dari teknik ini sekitar produk yang disimpan pada rak-rak pembekuan tersebut. Prinsip dari teknik ini adalah pembekuan dilakukan dengan menghembuskan udara dingin melewati pipa-pipa adalah pembekuan dilakukan dengan menghembuskan udara dingin melewati pipa-pipa pendingin
pendingin ke ke permukaan permukaan produk produk dengan dengan kecepatan kecepatan yang yang tinggi. tinggi. Keuntungan Keuntungan dari dari ABFABF adalah cara ini dapat membekukan segala macam produk dan pengoperasiannya mudah. adalah cara ini dapat membekukan segala macam produk dan pengoperasiannya mudah. Kerugiaannya adalah memerlukan jumlah udara dalam jumlah yang besar, waktu Kerugiaannya adalah memerlukan jumlah udara dalam jumlah yang besar, waktu pembekuan
pembekuan relatif relatif lama, lama, ruang ruang lebih lebih besar, besar, tenaga tenaga besar besar dan dan adanya adanya beban beban panaspanas tambahan.
tambahan. 2.
2. Contact plate freezing (CPF)Contact plate freezing (CPF)
Prinsip teknik pembekuan ini yaitu kontak langsung produk dengan plat logam Prinsip teknik pembekuan ini yaitu kontak langsung produk dengan plat logam evaporator yang dapat digerakkan, sehingga terjadi perpindahan panas yang cepat dari evaporator yang dapat digerakkan, sehingga terjadi perpindahan panas yang cepat dari produk ke plat logam tersebut.
produk ke plat logam tersebut. 3.
3. Imersion freezingImersion freezing
Metode pembekuan ini adalah dengan mencelupkan produk kedalam cairan yang dingin. Metode pembekuan ini adalah dengan mencelupkan produk kedalam cairan yang dingin. Larutan yang biasa digunakan adalah garam (NaCl), campuran gliserol, larutan alkohol Larutan yang biasa digunakan adalah garam (NaCl), campuran gliserol, larutan alkohol atau larutan gula.
atau larutan gula. 4.
4. Cryogenic freezingCryogenic freezing
Prinsip teknik pembekuan ini adalah kontak langsung antara bahan cai
Prinsip teknik pembekuan ini adalah kontak langsung antara bahan cai r kriogenik denganr kriogenik dengan produk,
produk, dengan dengan cara cara mencelupkan mencelupkan produk produk ke ke dalam dalam nitrogen nitrogen cair cair atau atau karbondioksidakarbondioksida cair.
cair. 5.
5. Pembekuan konvensional, jika cara pembekuannya menggunakan alat pendinginanPembekuan konvensional, jika cara pembekuannya menggunakan alat pendinginan sederhana yang tradisional atau konvensional sifatnya.
sederhana yang tradisional atau konvensional sifatnya. 6.
6. Pembekuan dengan cara penyemprotan bahan pendingin berbentuk cairan (sprayPembekuan dengan cara penyemprotan bahan pendingin berbentuk cairan (spray freezing)
freezing) 7.
7. Kombinasi pembekuan celup dengan blast freezing (the blend process)Kombinasi pembekuan celup dengan blast freezing (the blend process)
Proses pengolahan udang beku menurut Hadiwiyoto (1993) adalah sebagai
Proses pengolahan udang beku menurut Hadiwiyoto (1993) adalah sebagai berikut:berikut:
1.
Udang segar yang tiba di pabrik dalam bak fiberglass atau blong plastik yang diberi es Udang segar yang tiba di pabrik dalam bak fiberglass atau blong plastik yang diberi es dibongkar diruang penerimaan. Udang tersebut dipisahkan dari sisa-sisa es dan dibongkar diruang penerimaan. Udang tersebut dipisahkan dari sisa-sisa es dan disemprot dengan air bersih (pencucian I). Setelah bersih, udang dipindahkan kedalam disemprot dengan air bersih (pencucian I). Setelah bersih, udang dipindahkan kedalam keranjang-keranjang plastik besar yang dapat memuat 100 kg udang. Udang kemudian keranjang-keranjang plastik besar yang dapat memuat 100 kg udang. Udang kemudian dipindahkan dan dibawa ke ruang sampling melalui pintu yang diberi plastic curtain. dipindahkan dan dibawa ke ruang sampling melalui pintu yang diberi plastic curtain. Dari ruang sampling, selanjutnya udang dibawa ke ruang proses untuk diolah lebih Dari ruang sampling, selanjutnya udang dibawa ke ruang proses untuk diolah lebih lanjut. Apabila bahan baku masih banyak, maka udang ditampung dalam bak
lanjut. Apabila bahan baku masih banyak, maka udang ditampung dalam bak penampungpenampung (fiber box). Penampungan udang tidak boleh lebih dari satu hari. Dalam bak penampung (fiber box). Penampungan udang tidak boleh lebih dari satu hari. Dalam bak penampung tersebut diberi es dengan perbandingan antara udang dan es adalah 1: 2. Pada tersebut diberi es dengan perbandingan antara udang dan es adalah 1: 2. Pada penampungan udang ini lapisan paling bawah diberi es curai kira-kira
penampungan udang ini lapisan paling bawah diberi es curai kira-kira setebal 20 cm, lalusetebal 20 cm, lalu diatas lapisan udang juga diberi lapisan es dengan ketebalan
diatas lapisan udang juga diberi lapisan es dengan ketebalan yang sama.yang sama. 2.
2. Pemotongan kepala dan pembersihan genjer Bentuk olahan udang beku yang palingPemotongan kepala dan pembersihan genjer Bentuk olahan udang beku yang paling umum adalah Head On (HO), yaitu udang yang diberikan dengan bentuk kepala dan umum adalah Head On (HO), yaitu udang yang diberikan dengan bentuk kepala dan genjer masih utuh. Pemotongan kepala dan pembersihan dilakukan dengan tangan yaitu genjer masih utuh. Pemotongan kepala dan pembersihan dilakukan dengan tangan yaitu dengan mematahkan kepala dari arah bawah keatas dan bagian yang dipotong mulai dari dengan mematahkan kepala dari arah bawah keatas dan bagian yang dipotong mulai dari batas
batas kelopak kelopak penutup penutup kepala kepala hingga hingga batas batas leher. leher. Rendemen Rendemen yang yang dihasilkan dihasilkan berkisarberkisar antara 63-65%.
antara 63-65%. 3.
3. Pencucian IIPencucian II
Udang yang sedang dipotong kepalanya dicuci dengan air yang berklorin dengan Udang yang sedang dipotong kepalanya dicuci dengan air yang berklorin dengan konsentrasi sebesar 10 ppm. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan lendir, konsentrasi sebesar 10 ppm. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan lendir, menghilangkan kotoran yang terbawa udang pada saat ditambak dan mengurangi jumlah menghilangkan kotoran yang terbawa udang pada saat ditambak dan mengurangi jumlah bakteri.
bakteri. 4.
4. Sortasi warnaSortasi warna
Sortasi warna adalah proses pemisahan udang sesuai dengan warnanya. Dalam sortasi Sortasi warna adalah proses pemisahan udang sesuai dengan warnanya. Dalam sortasi warna pada dasarnya ada tiga warna yaitu black (hitam), blue (biru), dan white (putih) warna pada dasarnya ada tiga warna yaitu black (hitam), blue (biru), dan white (putih) yang harus dibedakan dengan tujuan untuk mempertinggi nilai artistiknya. Meskipun yang harus dibedakan dengan tujuan untuk mempertinggi nilai artistiknya. Meskipun kualitas udang lebih penting, akan tetapi dari segi keindahan susunan dan keseragaman kualitas udang lebih penting, akan tetapi dari segi keindahan susunan dan keseragaman warna juga sangat berperan dalam menarik minat konsumen (Haryadi 1994).
warna juga sangat berperan dalam menarik minat konsumen (Haryadi 1994). 5.
5. Sortasi UkuranSortasi Ukuran
Sortasi ukuran adalah suatu cara penyortiran udang berdasarkan ukuran. Sortasi ini Sortasi ukuran adalah suatu cara penyortiran udang berdasarkan ukuran. Sortasi ini dilakukan sesuai dengan jumlah udang untuk setiap pound. Pada tahap ini udang selalu dilakukan sesuai dengan jumlah udang untuk setiap pound. Pada tahap ini udang selalu dipertahankan pada kondisi dingin yaitu dengan cara memberi es curai pada udang yang dipertahankan pada kondisi dingin yaitu dengan cara memberi es curai pada udang yang sedang disortir.
sedang disortir. 6.
Sortasi final dilakukan untuk mengoreksi hasil sortasi yang belum seragam baik mutu, Sortasi final dilakukan untuk mengoreksi hasil sortasi yang belum seragam baik mutu, ukuran dan warna. Untuk pengecekan dilakukan per 1 pound dengan timbangan. Bila ukuran dan warna. Untuk pengecekan dilakukan per 1 pound dengan timbangan. Bila jumlah udang sudah
jumlah udang sudah sesuai sesuai dengan jumlah sdengan jumlah standar pada tandar pada daftar, maka daftar, maka proses proses penangananpenanganan dapat dilanjutkan.
dapat dilanjutkan. 7.
7. Penimbangan IPenimbangan I
Pada tahap ini ada dua aktivitas utama yaitu perhitungan jumlah dilakukan untuk Pada tahap ini ada dua aktivitas utama yaitu perhitungan jumlah dilakukan untuk menentukan jumlah yang tepat dan ukuran yang seragam. Penimbangan dilakukan menentukan jumlah yang tepat dan ukuran yang seragam. Penimbangan dilakukan setelah proses perhitungan jumlah standar. Berat produk disesuaikan dengan ketentuan setelah proses perhitungan jumlah standar. Berat produk disesuaikan dengan ketentuan inner carton yaitu seberat 4 pound atau 1,8 kg. Untuk menjaga penyusutan setelah inner carton yaitu seberat 4 pound atau 1,8 kg. Untuk menjaga penyusutan setelah thawing, maka penimbangan dilebihkan (extra weight) 2-4 % dari berat bersih. Setelah thawing, maka penimbangan dilebihkan (extra weight) 2-4 % dari berat bersih. Setelah penimbangan
penimbangan dilakukan dilakukan pencatatan pencatatan udang udang berdasarkan berdasarkan ukuran ukuran , , mutu, mutu, dan dan jumlahjumlah bobotnya. Kemudian
bobotnya. Kemudian diberi diberi label label serta serta ditambahkan ditambahkan es es agar agar tetap tetap dalam dalam keadaan keadaan dingindingin dan segar. Label udang menunjukkan kualitas dan jenis udang, sedangkan angka dan segar. Label udang menunjukkan kualitas dan jenis udang, sedangkan angka menunjukkan ukuran udang dalam setiap pound (lbs). Untuk jenis
menunjukkan ukuran udang dalam setiap pound (lbs). Untuk jenis pembekuan digunakanpembekuan digunakan kode, misalnya IQF berarti udang dibekukan dalam individual quick freezer, ABF berarti kode, misalnya IQF berarti udang dibekukan dalam individual quick freezer, ABF berarti dibekukan dalam air blast freezer dan CPF yaitu pembekuan dengan contact plate dibekukan dalam air blast freezer dan CPF yaitu pembekuan dengan contact plate freezer.
freezer. 8.
8. Pencucian IIIPencucian III
Udang dicuci dalam air bersih tanpa kaporit yang dicampur dengan es sehingga udang Udang dicuci dalam air bersih tanpa kaporit yang dicampur dengan es sehingga udang tetap dalam keadaan dingin. Pencucian ini bertujuan untuk membersihkan lendir bakteri tetap dalam keadaan dingin. Pencucian ini bertujuan untuk membersihkan lendir bakteri dan kotoran sebelum dilakukan pembekuan.
dan kotoran sebelum dilakukan pembekuan. 9.
9. Penyusunan dalam pan pembekuPenyusunan dalam pan pembeku
Penyusunan udang headless dalam pan pembeku adalah penyusunan udang dengan Penyusunan udang headless dalam pan pembeku adalah penyusunan udang dengan metode ekor akan bertemu dengan ekor, dan potongan kepala menghadap kesamping. metode ekor akan bertemu dengan ekor, dan potongan kepala menghadap kesamping. Jumlah udang pada setiap lapis tergantung pada ukuran yang disusun. Misalnya, untuk Jumlah udang pada setiap lapis tergantung pada ukuran yang disusun. Misalnya, untuk ukuran 16-20 pada lapisan paling bawah ada angka 8 berarti dalam satu deret ada 8 ukuran 16-20 pada lapisan paling bawah ada angka 8 berarti dalam satu deret ada 8 udang, angka 7 diatasnya berarti dalam satu deret udang yang jumlahnya 8, begitu udang, angka 7 diatasnya berarti dalam satu deret udang yang jumlahnya 8, begitu seterusnya.
seterusnya. 10.
10. Pembekuan dan glazingPembekuan dan glazing
Pembekuan udang sering dilakukan dengan menggunakan contact plate freezer dan air Pembekuan udang sering dilakukan dengan menggunakan contact plate freezer dan air blast
blast freezer freezer bila bila udang udang dibekukan dibekukan dalam dalam bentuk bentuk blok. blok. Apabila Apabila udang udang blok blok dibekukandibekukan secara individu bisa menggunakan individual quick freezer. Setelah dibekukan, udang secara individu bisa menggunakan individual quick freezer. Setelah dibekukan, udang harus di glazing atau diberi lapisan es tipis sehingga permukaan udang beku atau blok harus di glazing atau diberi lapisan es tipis sehingga permukaan udang beku atau blok udang beku tampak mengkilat. Tujuan utama dari glazing adalah mencegah pelekatan udang beku tampak mengkilat. Tujuan utama dari glazing adalah mencegah pelekatan
antar bahan baku, melindungi produk dari kekeringan selama penyimpanan, mencegah antar bahan baku, melindungi produk dari kekeringan selama penyimpanan, mencegah ketengikan akibat oksidasi dan memperbaiki penampakan permukaan (Goncalves dan ketengikan akibat oksidasi dan memperbaiki penampakan permukaan (Goncalves dan Junior 2009). Adapun glazing dilakukan dengan cara me
Junior 2009). Adapun glazing dilakukan dengan cara me nyiram atau mencelupkan udangnyiram atau mencelupkan udang beku
beku dalam dalam air air bersuhu bersuhu (0-5) (0-5) ºC. ºC. Setelah Setelah di di glazing, glazing, kemudian kemudian udang udang dikemas dikemas dandan disimpan dalam gudang beku (cold storage).
disimpan dalam gudang beku (cold storage). Pengemasan udang beku
Pengemasan udang beku
Pengemasan adalah suatu cara untuk melindungi dan mengawetkan produk pangan Pengemasan adalah suatu cara untuk melindungi dan mengawetkan produk pangan maupun non pangan, pengemasan juga merupakan penunjang untuk transportasi, distribusi maupun non pangan, pengemasan juga merupakan penunjang untuk transportasi, distribusi dan merupakan bagian penting dari usaha untuk mengatasi persaingan dalam pemasaran dan merupakan bagian penting dari usaha untuk mengatasi persaingan dalam pemasaran (Hambali dan
(Hambali dan Nasution 1990Nasution 1990). ). Kemasan dapat Kemasan dapat dibedakan menjadi dibedakan menjadi tiga yaitu tiga yaitu (Soekarto(Soekarto 1990):
1990): 1.
1. Kemasan primer yaitu kemasan Kemasan primer yaitu kemasan yang langsung membungkus bahan pangan.yang langsung membungkus bahan pangan. 2.
2. Kemasan sekunder yaitu kemasan yang berfungsi melindungi kemasan primer.Kemasan sekunder yaitu kemasan yang berfungsi melindungi kemasan primer. 3.
3. Kemasan tersier yaitu kemasan setelah kemasan primer dan sekunder bila diperlukanKemasan tersier yaitu kemasan setelah kemasan primer dan sekunder bila diperlukan sebagai pelindung selama pengang
sebagai pelindung selama pengangkutan. kutan. Dalam keadaan beku prodDalam keadaan beku produk dapat mengalamiuk dapat mengalami perubahan, untuk
perubahan, untuk mencegah mencegah pengeringan, oksidasi pengeringan, oksidasi dan dan diskolorisasi diskolorisasi maka produk maka produk harusharus dilindungi antara lain dengan cara :
dilindungi antara lain dengan cara : a.
a. Penggelasan (glazing) dengan cara melapisi produk beku dengan film esPenggelasan (glazing) dengan cara melapisi produk beku dengan film es menyelubungi produk.
menyelubungi produk. b.
b. Mengepak produk dengan bahan-bahan kedap air (water proof), kedap oksigenMengepak produk dengan bahan-bahan kedap air (water proof), kedap oksigen (oksigen proof) dan tidak menghimpun lemak atau mengepak vakum (vacuum (oksigen proof) dan tidak menghimpun lemak atau mengepak vakum (vacuum packaging).
packaging).
Pengemasan bahan pangan harus memperlihatkan lima fungsi utama, yaitu (Buckle et al Pengemasan bahan pangan harus memperlihatkan lima fungsi utama, yaitu (Buckle et al 1985) :
1985) :
1.
1. Mempertahankan produk agar tetap bersih dan memberikan perlindungan dari kotoranMempertahankan produk agar tetap bersih dan memberikan perlindungan dari kotoran dan pencemaran lainnya.
dan pencemaran lainnya. 2.
2. Memberikan perlindungan pada bahan pangan dari kerusakan fisik, air, oksigen danMemberikan perlindungan pada bahan pangan dari kerusakan fisik, air, oksigen dan sinar.
sinar. 3.
3. Berfungsi secara benar, efisien dan ekonomis dalam proses Berfungsi secara benar, efisien dan ekonomis dalam proses pengolahan.pengolahan. 4.
4. Mudah untuk dibentuk menurut rancangan, memberikan kemudahan kepada konsumen,Mudah untuk dibentuk menurut rancangan, memberikan kemudahan kepada konsumen, misalnya dalam membuka kembali wadah tersebut. Selain itu memudahkan dalam misalnya dalam membuka kembali wadah tersebut. Selain itu memudahkan dalam pengelolaan di gudang dan s
pengelolaan di gudang dan selama distribusi elama distribusi terutama untuk mempertimbangkan ukuran,terutama untuk mempertimbangkan ukuran, bentuk, dan berat dari unit peng
5.
5. Harus bersifat informatif dan menarik konsumen.Harus bersifat informatif dan menarik konsumen.
Breaded Shrimp Breaded Shrimp Prinsip:
Prinsip: Udang disiapkan dalam bentuk berbalut tepung berbumbu kemudin dibekukan.Udang disiapkan dalam bentuk berbalut tepung berbumbu kemudin dibekukan. Produk ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
Produk ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan ready to cook foodready to cook food dan meningkatkandan meningkatkan convenience
convenience dalam penyiapan makanan cepat saji.dalam penyiapan makanan cepat saji. Bahan:
Bahan: 1.
1. 1 kg Udang sedang atau besar1 kg Udang sedang atau besar 2.
2. 500 gram Tepung roti500 gram Tepung roti 3.
3. ½ kg Telur ayam½ kg Telur ayam 4.
4. Garam meja halusGaram meja halus 5.
5. Merica bubukMerica bubuk 6.
6. Minyak gorengMinyak goreng Alat:
Alat: 1.
1. Pisau fillet dan talenanPisau fillet dan talenan 2.
2. Pengemas bekuPengemas beku 3.
3. Plastik wrapPlastik wrap 4.
4. MangkukMangkuk Cara Pembuatan: Cara Pembuatan:
1.
1. Mencuuci udang, membuang kepala, kaki, dan kulit. Ruas Mencuuci udang, membuang kepala, kaki, dan kulit. Ruas ekor dapat disisakan untukekor dapat disisakan untuk dipegang pada saat dikonsumsi.
dipegang pada saat dikonsumsi. 2.
2. Membelah udang, membuang isi perut dan kotorannya dengan air Membelah udang, membuang isi perut dan kotorannya dengan air mengalir.mengalir. 3.
3. Membuat Membuat beberapa sayatan melintang, beberapa sayatan melintang, agar bumbu agar bumbu mudah meresap.mudah meresap. 4.
4. Menaburkan gram dan merica sMenaburkan gram dan merica secukupnya.ecukupnya. 5.
5. Mengocok Mengocok telur (bagian kuning dan putih) htelur (bagian kuning dan putih) hingga rata, celupkan udang ke dalamnyingga rata, celupkan udang ke dalamnya.a. 6.
6. Menggulirkan Menggulirkan pada tepung roti pada tepung roti sehingga semua bagian tertutup sehingga semua bagian tertutup tepung.tepung. 7.
7. Memasukkan udang dalam kemasan, perhatikan cara Memasukkan udang dalam kemasan, perhatikan cara penataannya sehingga mudahpenataannya sehingga mudah diambil setelah penyimpanan.
diambil setelah penyimpanan. 8.
Hernita Saulina S. 2009. Pengendalian Mutu Pada Proses Pembekuan Udang Menggunakan Hernita Saulina S. 2009. Pengendalian Mutu Pada Proses Pembekuan Udang Menggunakan Statistical Process Control. Departemen Teknologi Hasil PerikananFakultas Perikanan Dan Statistical Process Control. Departemen Teknologi Hasil PerikananFakultas Perikanan Dan
Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
Http://Repository.Ipb.Ac.Id/Bitstream/Handle/123456789/12514/C09hss.Pdf;Jsessionid=31f3 Http://Repository.Ipb.Ac.Id/Bitstream/Handle/123456789/12514/C09hss.Pdf;Jsessionid=31f3 f896ded03570ec7e7a53e5a0f347?Sequence=2