• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI NOTA KESEPAKATAN... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI NOTA KESEPAKATAN... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR..."

Copied!
160
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DAFTAR ISI

NOTA KESEPAKATAN ...

DAFTAR ISI

...

i

DAFTAR TABEL ...

ii

DAFTAR GAMBAR ...

iii

BAB I PENDAHULUAN

...

1

1.1. Latar Belakang ...

1

1.2. Tujuan ...

2

1.3. Dasar Hukum ...

2

BAB II

RENCANA PENDAPATAN DAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN

DAERAH ...

5

2.1. Rencana Pendapatan Daerah ...

5

2.1.1. Pendapatan Asli Daerah ...

5

2.1.2. Dana Perimbangan ...

7

2.1.3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah ...

8

2.2. Rencana Penerimaan Pembiayaan ...

11

BAB III PRIORITAS BELANJA DAERAH ...

12

BAB IV PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN URUSAN

PEMERINTAHAN DAN PROGRAM/KEGIATAN ...

26

4.1. Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan Urusan Pemerintahan ...

26

4.2. Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan Program Kegiatan ...

29

4.3. Plafon Anggaran Sementara Belanja Tidak Langsung ... 150

BAB V

RENCANA PEMBIAYAAN DAERAH ... 154

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

Target Pendapatan dan Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun

Anggaran 2020 ...

9

Tabel 3.1

Prioritas Pembangunan berkaitan dengan Tujuan dan Sasaran

RPJMD Tahun 2020 ...

13

Tabel 4.1

Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan Prioritas Tahun 2020 ...

26

Tabel 4.2

Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan Bidang Urusan Tahun

2020 ...

27

Tabel 4.3

Plafon Anggaran, Program dan Kegiatan Perangkat Daerah

Tahun Anggaran 2020 ...

29

Tabel 4.4

Plafon Anggaran Sementara Belanja Langsung Tahun Anggaran

2020 ...

31

Tabel 4.5

Plafon Anggaran Sementara Untuk Belanja Tidak Langsung

Tahun Anggaran 2020 ... 153

(5)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Komponen PAD Kota Madiun Tahun 2015 sampai dengan

Tahun 2020 ...

6

Gambar 2.2

Persentase Pertumbuhan PAD Kota Madiun Tahun 2015 sampai

dengan Tahun 2020 ...

6

Gambar 2.3

Persentase Komponen Dana Perimbangan Kota Madiun Tahun

2015 sampai dengan Tahun 2020 ...

7

Gambar 2.4

Persentase Pertumbuhan Dana Perimbangan Kota Madiun

Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2020 ...

7

Gambar 2.5

Komponen Lain-lain Pendapatan yang Sah Kota Madiun Tahun

2015 sampai dengan Tahun 2020 ...

8

Gambar 2.6

Persentase Pertumbuhan Lain-lain Pendapatan yang Sah Kota

(6)

NOMOR

: 050/11/401.204/2019

050/ 5/401.040/2019

TANGGAL : 8 Juli 2019

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara merupakan salah

satu

kewajiban

Pemerintah

daerah

sebagai

bagian

dari

mekanisme

perencanaan/penganggaran, seperti yang telah diamanatkan dalam

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan

Nasional serta berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun

2011 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun

2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. PPAS dijabarkan sebagai

dokumen yang menggambarkan pagu anggaran sementara di masing-masing

Perangkat Daerah (PD) berdasarkan program kegiatan. Pagu anggaran ini dapat

menjadi pagu definitif apabila peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan

dan Belanja Daerah (APBD) telah disepakati oleh Kepala Daerah dan Dewan

Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta ditetapkan oleh Kepala Daerah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011

tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pasal 86 menyatakan bahwa

PPAS disusun melalui tiga tahapan (i)

pertama

, menentukan skala prioritas

pembangunan daerah, (ii)

kedua

, menentukan prioritas program untuk

masing-masing urusan yang disinkronisasikan dengan prioritas dan program nasional yang

tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah setiap tahun, dan (iii)

ketiga

,

menyusun plafon anggaran sementara untuk masing-masing program/kegiatan.

Penyusunan PPAS Kota Madiun tahun 2020 berpedoman pada Kebijakan

Umum APBD (KUA) Kota Madiun Tahun Anggaran 2020, Rencana Kerja

Pembangunan Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Madiun tahun 2020 serta Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Madiun. PPAS selanjutnya

dijadikan sebagai bahan pembahasan antara Eksekutif dan Legislatif untuk

disepakati dalam bentuk Nota Kesepakatan tentang PPAS Kota Madiun Tahun

2020 yang selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja dan

Anggaran (RKA) pada masing-masing Perangkat Daerah.

(7)

PPAS Tahun Anggaran 2020 berisi tentang Rencana Pendapatan dan

Pembiayaan Kota Madiun, Prioritas Belanja Daerah, Plafon Anggaran Sementara

berdasarkan Urusan Pemerintahan (urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib

non pelayanan dasar, urusan pilihan dan urusan penunjang), program/kegiatan

dan rencana pembiayaan daerah. Dengan tersusunnya PPAS Tahun 2020 ini,

diharapkan pelaksanaan program prioritas daerah dan penggunaan anggaran

tahun 2020 memiliki arah dan bingkai yang jelas dalam pelaksanaannya.

1.2. TUJUAN

PPAS Kota Madiun Tahun 2020 disusun dengan tujuan sebagai berikut:

a. Untuk menetapkan plafon anggaran sementara prioritas program dan

kegiatan pembangunan berdasarkan RKPD dan Kebijakan Umum APBD

Tahun Anggaran 2020.

b. Sebagai dasar dalam penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2020;

c. Sebagai pedoman dalam proses penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran

SKPD Tahun Anggaran 2020 pada masing-masing PD yang dianggarkan

melalui RAPBD Tahun Anggaran 2020;

1.3. DASAR HUKUM

Landasan hukum penyusunan PPAS Kota Madiun 2020 sebagai dasar dan

acuan penyusunan RAPBD adalah sebagai berikut :

a. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan

Daerah-daerah Kota Besar Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa

Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara

Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 45) sebagaimana telah diubah

dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1954 tentang Pengubahan

Undang-Undang Nomor 16 Dan 17 Tahun 1950 (Republik Indonesia

Dahulu) tentang Pembentukan Kota Kota Besar Dan Kota-Kota Kecil Di

Jawa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1954 Nomor 40

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 551);

b. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

c. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

(8)

d. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasiona (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4421);

e. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126 Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

f. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

g. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi

Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846);

h. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

i. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan

Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 5059);

j. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan

Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011

Nomor 81, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

5233);

k. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)

sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir Undang-Undang Nomor

9 Tahun 2015;

l. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005

Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4578);

(9)

m. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara

Penyusunan,

Pengendalian

dan

Evaluasi

Pelaksanaan

Rencana

Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2008 Nomor 2l, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4817);

n. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata

Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4833);

o. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

p. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang

Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah

beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21

Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam

Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan

Daerah;

q. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata

Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah,

Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

r. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 31 tahun 2019 tentang Pedoman

Penyusunan RKPD Tahun 2020;

s. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2019 tentang

Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun

2020;

t. Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 06 Tahun 2011 tentang Rencana

Tata Ruang Wilayah Kota Madiun Tahun 2010-2030 (Lembaran Daerah

Kota Madiun Tahun 2011 Nomor 2/E);

(10)

BAB II

RENCANA PENDAPATAN DAN PENERIMAAN

PEMBIAYAAN DAERAH

Perkembangan realisasi penerimaan daerah dalam periode 2015-2017 dan

proyeksi 2019-2020 menunjukkan adanya tren kenaikan yang berasal dari kenaikan

pendapatan daerah. Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari

pertumbuhan pajak daerah dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Adapun

rencana penerimaan pembiayaan yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran

tahun yang lalu (SiLPA) menunjukkan fluktuasi dan diupayakan diminimalisasi melalui

efektivitas kegiatan dan akurasi perencanaan pendapatan. Peningkatan realisasi

penerimaan tersebut, disamping merupakan hasil upaya Pemerintah Daerah, juga

dipengaruhi oleh perkembangan kondisi makro ekonomi nasional dan daerah, faktor

eksternal, dan pelaksanaan kebijakan Pemerintah.

2.1. RENCANA PENDAPATAN DAERAH

Dalam menentukan rencana pendapatan daerah, diupayakan untuk

memperhatikan potensi yang ada dan realisasi pada tahun-tahun sebelumnya serta

tahun berjalan. Dari hal tersebut, selanjutnya pengeluaran dapat dilakukan dalam

bentuk belanja daerah serta pembiayaan yang diperlukan dalam rangka optimalisasi

pengelolaan keuangan daerah.

Pendapatan daerah Kota Madiun tahun anggaran 2020 diproyeksikan

mengalami penurunan sebesar 2,66 % atau menjadi Rp 1.070.122.476.000,00. ini

diakibatkan oleh penurunan pada Pendapatan Dana Peimbangan dan Lain-Lain

Pendapatan Daerah Yang Sah.

2.1.1. PENDAPATAN ASLI DAERAH

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah,

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli

Daerah Yang Sah pada tahun 2020 diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar

0,62% atau bertambah sebesar Rp.

1.278.410.000,00 dari jumlah anggaran pada

tahun 2019 atau menjadi sebessar Rp. 207.767.234.600,00.

(11)

Sumber : BPKAD Kota Madiun 2019, data diolah

Gambar 2. 1.

Komponen PAD Kota Madiun

Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2020

Sumber : BPKAD Kota Madiun 2019, data diolah

Gambar 2. 2.

Persentase Pertumbuhan PAD Kota Madiun

Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2020

Komponen Pajak Daerah dan Lain-Lain PAD yang Sah merupakan penyumbang

terbesar dalam penentuan besarnya tingkat pendapatan asli daerah, yaitu mencapai

Rp 77.000.000.000,00 atau 37,05 % dari nilai PAD untuk Pajak Daerah dan

Rp. 100.180.881.000,00 atau 48,22 % dari nilai PAD untuk Lain-Lain PAD yang Sah.

5

9

,0

7

6

4

,0

5

7

5

,2

2

8

3

,3

9

7

7

,0

0

7

7

,0

0

1

6

,5

4

1

6

,7

6

1

8

,4

0

1

9

,1

4

1

7

,2

2

1

7

,2

2

1

1

,1

4

1

1

,1

7

1

3

,3

2

1

3

,3

7

1

2

,0

9

1

3

,3

7

7

8

,1

3

8

1

,2

4

1

2

0

,0

3

1

1

5

,5

3

1

0

0

,1

8

1

0

0

,1

8

REALISASI

2015

(Milyard)

REALISASI

2016

(Milyard)

REALISASI

2017

(Milyard)

REALISASI

2018

(Milrad)

ANGGARAN

2019

(Milyard)

TARGET 2020

(Milyard)

Pajak daerah

Retribusi daerah

Hasil

pengelolaan

kekayaan daerah

yang dipisahkan

Lain-lain

pendapatan asli

daerah yang sah

164,88

173,22

226,98

231,43

206,49

207,77

22,51%

5,05%

31,04%

1,96%

-10,78%

0,62%

-15,00%

-10,00%

-5,00%

0,00%

5,00%

10,00%

15,00%

20,00%

25,00%

30,00%

35,00%

0,00

50,00

100,00

150,00

200,00

250,00

REALISASI

2015

(Milyard)

REALISASI

2016

(Milyard)

REALISASI

2017

(Milyard)

REALISASI

2018

(Milrad)

ANGGARAN

2019

(Milyard)

TARGET 2020

(Milyard)

Pendapatan

Asli Daerah

Pertumbuhan

Pendapatan

Asli Daerah

(12)

2.1.2. DANA PERIMBANGAN

Proyeksi Dana Perimbangan yang terdiri dari Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil

Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum (DAU) termasuk didalamnya DAU Tambahan, Dana

Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau untuk tahun 2020

diproyeksikan sama dengan tahun anggaran 2019 (memang informasi resmi belum

ada). Dana Perimbangan Kota Madiun pada tahun 2020 diproyeksikan Rp.

725.711.290.000,00. Kontribusi dana alokasi umum masih mendominasi komponen

dana perimbangan dengan DAU yang diproyeksikan sebesar Rp. 522.596.024.000,00

(asumsi sama dengan DAU tahun 2019) sudh termasuk DAU Tambahan.

Sumber : BPKAD Kota Madiun 2019, data diolah

Gambar 2. 3.

Persentase Komponen Dana Perimbangan

Kota Madiun Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2020

Sumber : BPKAD Kota Madiun 2019, data diolah

Gambar 2. 4.

Persentase Pertumbuhan Dana Perimbangan

Kota Madiun Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2020

2

,8

0

%

4

,7

5

%

4

,2

8

%

3

,7

4

%

3

,4

8

%

3

,5

0

%

4

,0

1

%

2

,6

3

%

2

,9

2

%

9

,9

4

%

1

1

,4

3

%

1

3

,7

0

%

8

5

,3

7

%

7

1

,2

7

%

7

8

,6

2

%

7

3

,9

6

%

7

1

,5

9

%

7

2

,0

1

%

6

,6

7

%

1

9

,6

3

%

1

2

,0

9

%

1

0

,4

2

%

1

1

,7

1

%

1

0

,7

9

%

1

,1

5

%

1

,7

3

%

2

,0

8

%

1

,9

3

%

1

,8

0

%

0

,0

0

%

REALISASI

2015

REALISASI

2016

REALISASI

2017

EALISASI2018 ANGGARAN

2019

TARGET 2020

Dana bagi hasil pajak

Dana bagi hasil bukan

pajak

Dana Alokasi Umum

Dana Alokasi khusus

Dana Bagi hasil cukai

597,22

717,56

638,97

678,42

730,01

725,71

-1,32%

20,15%

-10,95%

6,17%

7,60%

-0,59%

-15,00%

-10,00%

-5,00%

0,00%

5,00%

10,00%

15,00%

20,00%

25,00%

100,00

200,00

300,00

400,00

500,00

600,00

700,00

800,00

REALISASI

2015

(Milyard)

REALISASI

2016

(Milyard)

REALISASI

2017

(Milyard)

REALISASI

2018

(Milyard)

ANGGARAN

2019

(Milyard)

TARGET

2020

(Milyard)

Dana

Perimbangan

Persentase

Pertumbuhan

Dana

Perimbangan

(13)

2.1.3. LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH

Komponen penerimaan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah terdiri dari

Pendapatan Hibah dari Badan/Lembaga/Organisasi Swasta Dalam Negeri, Dana

Darurat, Bagi Hasil Pajak dari Provinsi atau Pemda Lainnya, Dana Penyesuaian dan

Otonomi Khusus dan Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah

Lainnya. Proyeksi tahun 2020 menunjukkan bahwa Lain-lain Pendapatan Daerah yang

Sah sebesar Rp. 136.643.952.000,00 (asumsi sama dengan tahun sebelumnya kecuali

Dana Bagi Hasil Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya. Sehingga dapat dikatakan

bahwa penerimaan dari pos lain-lain pendapatan daerah yang sah diperkirakan

mengalami penurunan sebesar 16,09 % dibandingkan dengan tahun 2019.

Sumber : BPKAD Kota Madiun 2019, data diolah

Gambar 2. 5

Komponen Lain-lain Pendapatan Yang Sah Kota Madiun

Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2020

5

8

,9

1

6

4

,4

3

7

9

,8

3

7

8

,1

6

8

6

,9

6

6

0

,6

3

1

5

1

,3

7

4

1

,3

8

7

,5

0

0

,0

0

5

5

,5

4

5

5

,5

4

1

,7

5

1

,6

7

0

,7

2

0

,9

9

0

,9

9

1

,1

1

REALISASI

2015

(Milyard)

REALISASI

2016

(Milyard)

REALISASI

2017

(Milyard)

REALISASI

2018

(Milrad)

ANGGARAN

2019

(Milyard)

TARGET 2020

(Milyard)

Hibah

Dana darurat

Bagi hasil pajak dari

provinsi dan dari

pemerintah daerah

lainya

Dana penyesuaian

dan otonomi khusus

Bantuan keuangan

dari provinsi atau

pemerintah daerah

lainnya

(14)

Sumber : BPKAD Kota Madiun 2019, data diolah

Gambar 2. 5

Persentase Pertumbuhan Lain-lain Pendapatan Yang Sah Kota Madiun

Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2020

Secara rinci, proyeksi Target Pendapatan dan Penerimaan Pembiayaan Daerah

Tahun Anggaran 2020 sebagai berikut.

Tabel 2.1

Target Pendapatan dan Penerimaan Pembiayaan Daerah

Tahun Anggaran 2020

KODE

URAIAN

JUMLAH

%

Naik/Turun

ANGGARAN 2019

TARGET 2020

1.

PENDAPATAN

1.1.

PENDAPATAN ASLI DAERAH

206.488.824.600,00

207.767.234.600,00

0,62%

1.1.1.

Pajak Daerah

77.000.000.000,00

77.000.000.000,00

0,00%

1.1.2.

Retribusi Daerah

17.220.952.600,00

17.220.952.600,00

0,00%

1.1.3.

Hasil Pengelolaan Kekayaan

Daerah Yang Dipisahkan

12.086.991.000,00

13.365.401.000,00

10,58%

1.1.4.

Lain - Lain Pendapatan Asli

Daerah Yang Sah

100.180.881.000,00

100.180.881.000,00

0,00%

1.2.

DANA PERIMBANGAN

730.009.511.000,00

725.711.290.000,00

-0,59%

1.2.1.

Bagi Hasil Pajak

25.371.694.000,00

25.371.694.000,00

0,00%

1.2.2.

Bagi Hasil Bukan Pajak

83.445.154.000,00

99.448.527.000,00

1.2.3.

Dana Alokasi Umum

522.596.024.000,00

522.596.024.000,00

0,00%

1.2.4.

Dana Alokasi Khusus

85.477.493.000,00

78.295.045.000,00

-8,40%

1.2.5.

Dana Bagi Hasil Cukai

13.119.146.000,00

0,00

1.3.

LAIN -LAIN PENDAPATAN

YANG SAH

162.852.200.000,00

136.643.952.000,00

-16,09%

1.3.1.

Hibah

19.356.661.000

19356661000

1.3.2.

Dana darurat

0

0

212,02

107,48

88,04

95,53

162,85

136,64

6,70%

-49,30%

-18,09%

8,51%

70,47%

-16,09%

-60,00%

-40,00%

-20,00%

0,00%

20,00%

40,00%

60,00%

80,00%

0,00

50,00

100,00

150,00

200,00

250,00

REALISASI

2015

(Milyard)

REALISASI

2016

(Milyard)

REALISASI

2017

(Milyard)

REALISASI

2018

(Milyard)

ANGGARAN

2019

(Milyard)

TARGET

2020

(Milyard)

Lain-lain

pendapatan

daerah yang sah

Persentase

Pertumbuhan

Lain-lain

pendapatan

daerah yang sah

(15)

KODE

URAIAN

JUMLAH

%

Naik/Turun

ANGGARAN 2019

TARGET 2020

1.3.3.

Bagi hasil pajak dari provinsi dan

dari pemerintah daerah lainya

86.960.763.000,00

60.629.986.000,00

-30,28%

1.3.4.

Dana penyesuaian dan otonomi

khusus

55.542.726.000,00

55.542.726.000,00

0,00%

1.3.5.

Bantuan keuangan dari provinsi

atau pemerintah daerah lainnya

992.050.000,00

1.114.579.000,00

12,35%

JUMLAH PENDAPATAN

1.099.350.535.600,00 1.070.122.476.600,00

-2,66%

2.

BELANJA DAERAH

2.1.

BELANJA TIDAK LANGSUNG

493.731.507.819,00

443.288.791.066,00

-10,22%

2.1.1.

Belanja Pegawai

447.356.400.319,00

414.776.894.866,00

-7,28%

2.1.2.

Belanja Bunga

0.00

0.00

2.1.3.

Belanja Subsidi

0.00

0.00

2.1.4.

Belanja Hibah

16.277.528.500,00

13.890.861.200,00

-14,66%

2.1.5.

Belanja Bantuan Sosial

16.843.600.000,00

12.993.184.000,00

-22,86%

2.1.6.

Belanja Bagi Hasil Kepada

Provinsi/Kab/Kota dan Pemerintah

Desa

0.00

0.00

2.1.7.

Belanja Bantuan Keuangan Parpol

627.851.000,00

627.851.000,00

0,00%

2.1.8.

Belanja Tidak Terduga

12.626.128.000,00

1.000.000.000,00

-92,08%

2.2.

BELANJA LANGSUNG

728.024.358.689,00

787.254.373.045,00

8,14%

2.2.1.

Belanja Pegawai

80.751.200.451,00

80.212.984.173,00

-0,67%

2.2.2.

Belanja Barang dan Jasa

371.645.097.460,00

398.023.795.530,00

7,10%

2.2.3.

Belanja Modal

275.628.060.778,00

309.017.593.342,00

12,11%

JUMLAH BELANJA

1.221.755.866.508,00 1.230.543.164.111,00

0,72%

SURPLUS / (DEFISIT)

-122.405.330.908,00

-160.420.687.511,00

31,06%

3.

PEMBIAYAAN

3.1.

PENERIMAAN PEMBIAYAAN

DAERAH

123.905.330.908,00

160.420.687.511,00

29,47%

3.1.1.

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran

Tahun Sebelumnya

123.905.330.908,00

160.420.687.511,00

29,47%

3.1.2.

Pencairan Dana Cadangan

0.00

0.00

3.1.3.

Hasil Penjualan Kekayaan Daerah

Yang Dipisahkan

0.00

0.00

3.1.4.

Penerimaan Pinjaman Daerah

0.00

0.00

3.1.5.

Penerimaan Kembali Pemberian

Pinjaman

0.00

0.00

3.1.6.

Penerimaan Piutang Daerah

0.00

0.00

3.2.

PENGELUARAN PEMBIAYAAN

DAERAH

1.500.000.000,00

0,00

3.2.1.

Pembentukan Dana Cadangan

0.00

0.00

3.2.2.

Penyertaan Modal/Investasi

Pemerintah Daerah

1.500.000.000,00

0.00

3.2.3.

Pembayaran Pokok Hutang

0.00

0.00

3.2.4.

Pemberian Pinjaman Daerah

0.00

0.00

JUMLAH PEMBIAYAAN NETO

122.405.330.908,00

160.420.687.511,00

31,06%

SiLPA

0.00

0.00

(16)

2.2. RENCANA PENERIMAAN PEMBIAYAAN

Penerimaan Pembiayaan Kota Madiun tahun 2020 berasal dari SILPA

(Sisa Lebih Anggaran Tahun Sebelumnya). Hal ini menyebabkan pada tahun

2020 target penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp. 160.420.687.511,00

juga berasal dari SILPA (Sisa Lebih Anggaran Tahun Sebelumnya).

(17)

BAB III

PRIORITAS BELANJA DAERAH

Prioritas pembangunan daerah Kota Madiun yang tertuang dalam

RKPD 2020 pada intinya mempertimbangkan (1) visi Kota Madiun dalam RPJMD

(2) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan RKPD Provinsi Jawa Timur; (3) isu-isu

strategis daerah; dan (4) evaluasi capaian kinerja RKPD Kota Madiun tahun 2018.

Prioritas pembangunan daerah sesuai dengan tujuan serta sasaran pembangunan

maka tema pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Madiun

Tahun 2020 adalah “Penguatan Kapasitas Pemberdayaan Masyarakat Untuk

Percepatan Pertumbuhan Berkualitas”.

Pengambilan tema ini didasarkan pada kondisi eksisting dan juga

perencanaan ke depan Kota Madiun dimana semakin pentingnya kemandirian dan

daya saing ekonomi daerah yang ditopang sumberdaya manusia atau tenaga kerja

yang handal, pengentasan kemiskinan dan oleh pengembangan ekonomi lokal

melalui pengembangan industri kecil dan menengah. Selain itu, Penyiapan

sumberdaya manusia yang handal melalui pelayanan memuaskan di bidang

pendidikan dan kesehatan, peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur kota

merupakan fokus dari tahun pertama RPJMD Kota Madiun 2019-2024.

Mengacu kepada prioritas pembangunan yang akan ditetapkan dalam

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Madiun serta

dengan memperhatikan kondisi, aspirasi dan kebutuhan masyarakat Kota Madiun,

prioritas nasional serta prioritas provinsi, maka Pemerintah Kota Madiun pada tahun

2020 menetapkan prioritas pembangunan sebagai berikut:

1.

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

2.

Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman dan Infrastruktur

Hijau.

3.

Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah.

4.

Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan.

5.

Peningkatan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Selanjutnya masing-masing prioritas pembangunan daerah tersebut

dijelaskan dalam program dan kegiatan prioritas yang disesuaikan dengan

pendapatan dan sumber pembiayaan daerah yang akan dituangkan dalam

anggaran belanja daerah.

(18)

Tabel 3.1.

Prioritas Pembangunan berkaitan dengan Tujuan dan Sasaran RPJMD

Tahun 2020

1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia ;

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Masyarakat Kota Madiun

yang Berkualitas Baik

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

80,19

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Meningkatnya Kualitas

Kesehatan Masyarakat

Kota Madiun

Indeks

Kesehatan

0,81

Program

Peningkatan

Pelayanan BLUD

Persentase

pencapaian

kinerja Badan

Layanan Umum

Daerah

100%

Program

Pengadaan,

Peningkatan

Sarana dan

Prasarana

Rumah Sakit

Persentase

Sarana dan

Prasarana

Rumah Sakit

yang Sesuai

Standar

89,84%

Program

Pembinaan

Lingkungan

Sosial di Bidang

Kesehatan

Persentase

Penyediaan

Sarana/

Prasarana

Fasilitas

Kesehatan yang

bekerja sama

dengan Badan

Penyelenggara

Jaminan Sosial

Kesehatan

89,84%

Persentase

Penduduk Kota

Madiun yang

menjadi peserta

JKN

96%

Program Upaya

Kesehatan

Masyarakat

Persentase

Kesehatan

Masyarakat

yang Sesuai

Standart

25%

Program

Pencegahan

dan

Pemberantasan

Penyakit

Persentase

Penurunan

Kasus Kejadian

Luar Biasa

5%

Program

Pelayanan dan

Sumber Daya

Kesehatan

Persentase

Sarana

Pelayanan

Kesehatan yang

Terakreditasi

48,27%

Program

Kependudukan,

Keluarga

Berencana dan

Pembangunan

Keluarga

Persentase

Peserta KB Aktif

MKJP

42,74%

(19)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Masyarakat Kota Madiun

yang Berkualitas Baik

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

80,19

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Meningkatnya Kualitas

Pendidikan

Masyarakat Kota

Madiun

Indeks

Pengetahuan

0,76

Program

Manajemen

Pelayanan

Pendidikan

Pengolahan

database

informasi

pendidikan dan

evaluasi

pelaporan

berbasis TIK

100%

Program

Peningkatan

Mutu Pendidik

dan Tenaga

Kependidikan

Persentase

Pendidik dan

Tenaga

Kependidikan

yang Lulus

Pelatihan

100%

Program

Pendidikan

Dasar

Angka

Partisipasi Murni

SD/SMP

100%

Program

Pendidikan

Anak Usia Dini

Angka

Partisipasi Kasar

PAUD

100%

Program

Pendidikan Non

Formal

Jumlah

Lembaga Non

Formal yang

Terakreditasi

90

lembaga

Program

Pengembangan

Budaya Baca

dan Pembinaan

Perpustakaan

Jumlah Bahan

Pustaka Yang

Dipinjam

22.750

eksemplar

Anggaran Prioritas Peningkatan Kualitas Sumber

Daya Manusia

Rp. 308.197.112.810,-

2. Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman dan Infrastruktur Hijau

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Infrastruktur Kota yang

Berwawasan Lingkungan

Livable City (Indeks Kenyamanan Kota)

87,85

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Meningkatnya Kualitas

Infrastruktur,

Prasarana Transportasi

serta Permukiman

Indeks Sarana

Prasarana

Permukiman

86,62

Program

Lingkungan

Sehat

Perumahan

Permukiman

Persentase

Rumah Tinggal

Layak Huni dan

Bersanitasi

99,30

Indeks

Infrastruktur

96,03

Program

Peningkatan

Kualitas

Pembangunan

Gedung dan

Infrastruktur

Kota

Persentase

bangunan

gedung sesuai

ketentuan

100%

Program

Pembangunan dan

Pemeliharaan

Jalan dan

Jembatan

Persentase

Panjang Jalan

Kota dalam

Kondisi Baik

94%

(20)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Infrastruktur Kota yang

Berwawasan Lingkungan

Livable City (Indeks Kenyamanan Kota)

87,85

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Program

Pembangunan

dan

Pemeliharaan

Saluran/

Drainase/

Gorong-gorong

Persentase

Panjang

Drainase dalam

Kondisi Baik/

Pembuangan Air

tidak Tersumbat

90,40%

Program

Pengendalian

Banjir

Jumlah Titik/

Lokasi Banjir/

Tergenang

12 titik

Indeks

Transportasi

70

Program

Pengendalian

dan

Pengamanan

Lalu Lintas

Persentase

Pemasangan

Rambu-rambu

Lalu Lintas

80%

Program

Peningkatan

Pelayanan

Angkutan

Jumlah Orang

yang terangkut

angkutan umum

539.916

orang

Meningkatnya Kualitas

Penataan Ruang dan

Pengelolaan

Lingkungan Hidup

Persentase

Ruang yang

dimanfaatkan

RTRW

100

Program

Pengelolaan

RTH, PJU dan

Permakaman

Persentase RTH

dan Penerangan

Jalan

Lingkungan

yang dikelola

72,00%

Program

Perencanaan,

Pengendalian

dan

Pemanfaatan

Ruang

Ketaatan

terhadap RTRW

100%

Program

Pelayanan

Pertanahan

Persentase

Pelayanan

Pertanahan

100%

Indeks

Kualitas

Lingkungan

Hidup

64,5

Program

Peningkatan

Kualitas dan

Akses Informasi

SDA dan

Lingkungan

Hidup

Persentase data

dan informasi

SDA dan

lingkungan

hidup yang

tersedia

64,10%

Program

Pengendalian

Pencemaran dan

Perusakan

Lingkungan

Hidup

Persentase

jumlah sample

yang memenuhi

baku mutu

47%

Program

Penaatan,

Pengawasan dan

Peningkatan

Kualitas

Lingkungan

Hidup

Persentase

pelaku

usaha/kegiatan

yang taat

terhadap

peraturan

lingkungan

hidup

12,25%

(21)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Infrastruktur Kota yang

Berwawasan Lingkungan

Livable City (Indeks Kenyamanan Kota)

87,85

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Program

Pengembangan

Kinerja

Pengelolaan

Persampahan

Persentase

penanganan

sampah rumah

tangga dan

sampah sejenis

sampah rumah

tangga

75%

Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman dan

Infrastruktur Hijau

Rp. 203.934.674.660,-

3. Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Pertumbuhan Ekonomi

dan Pemerataan Kesejahteraan

Masyarakat

Laju Pertumbuhan PDRB

6,02

PDRB Perkapita

79,78

Penurunan Angka Kemiskinan

4,46

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Mewujudkan Iklim

Investasi yang

Kondusif dan

Peningkatan

Penyerapan Tenaga

Kerja

Tingkat

Pengangguran

Terbuka (TPT)

3,8

Program

Perlindungan

dan

Pengembangan

Kelembagaan

Ketenaga

Kerjaan

Persentase

Perselisihan

yang

diselesaikan

melalui

Perjanjian

Bersama

98%

Persentase

perusahaan

yang

menerapkan

program BPJS

60,25%

Persentase

tenaga kerja

sektor informal

yang

mendapatkan

perlindungan

program BPJS

Ketenaga

kerjaan dari

PBID

86%

Program

Perluasan dan

Pengembangan

Kesempatan

Kerja

Persentase

pencari kerja

yang

ditempatkan

79%

Persentase

lulusan

pelatihan yang

mempunyai

sertifikat

kompetensi

dasar

98%

(22)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Pertumbuhan Ekonomi

dan Pemerataan Kesejahteraan

Masyarakat

Laju Pertumbuhan PDRB

6,02

PDRB Perkapita

79,78

Penurunan Angka Kemiskinan

4,46

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Program

Pembinaan

Lingkungan

Sosial di Bidang

Ketenaga

kerjaan

Persentase

Lulusan

Pelatihan yang

Mempunyai

Sertifikat

Kompetensi

Nasional

98%

Program

Ketransmigrasia

n

Persentase

pendaftar

transmigrasi

yang terfasilitasi

80%

ICOR

2,39

Program

Peningkatan

Iklim Investasi

dan Realisasi

Investasi

Persentase

investor yang

merealisasikani

nvestasi

10%

Program

Peningkatan

Pelayanan

Perizinan

Persentase

pengaduan

pelayanan

perizinan

0,90%

Program

Stabilisasi

Ekonomi Daerah

Tingkat Inflasi

4%

Program

Sosialisasi

Ketentuan di

Bidang Cukai

Persentase

Jumlah

Kegiatan

Sosialisasi

Bidang Cukai

Yang

Dilaksanakan

100%

Program

Pembinaan

Lingkungan

Sosial di Bidang

Ekonomi

Persentase

Kelompok Sosial

Ekonomi yang

difasilitasi

100%

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

Meningkatnya

Kontribusi Sektor

Unggulan Daerah

Pertumbuhan

Sektor

Pengolahan

8,2

Program

Pengembangan

Industri Kecil

Menengah

Persentase IKM

yang

Berstandart

17,09%

Program

Pembinaan

Industri

Prosentase IKM

yang

melaksanakan

GMP (Good

Manufacturing

Practice)

80%

Pertumbuhan

Sektor

Perdagangan

5,91

Program

Peningkatan,

Pengembangan

dan

Pengawasan

Perdagangan

Non Pasar

Rakyat

Persentase

Pertumbuhan

Perdagangan

Non Pasar

Rakyat

0,5%

(23)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Pertumbuhan Ekonomi

dan Pemerataan Kesejahteraan

Masyarakat

Laju Pertumbuhan PDRB

6,02

PDRB Perkapita

79,78

Penurunan Angka Kemiskinan

4,46

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Program

Pengelolaan

Pasar Rakyat

Jumlah Omset

Pasar Rakyat

640.000

Juta (Rp)

Program

Pemberantasan

Barang Kena

Cukai Ilegal

Jumlah Barang

Kena Cukai

Ilegal

0

Program

Peningkatan

Kualitas

Kelembagaan

Koperasi

Persentase

koperasi aktif

96,77%

Program

Pengembangan

Sistem

Pendukung

Kewirausahaan

dan Keunggulan

Kompetitif

Usaha Mikro

Persentase

Pertumbuhan

Usaha Mikro

0,41%

Pertumbuhan

Sektor

Pariwisata

8,70

Program

Pengembangan

Pemasaran

Dan Destinasi

Pariwisata

Jumlah Promosi

dan

Peningkatan

Sumberdaya

Pariwisata

8 kali

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

Stabilitas Ketersediaan

Pangan dan

Pemerataan

Kesejahteraan

Masyarakat

Indeks Gini

0,34

Program

Perlindungan

dan

Pemberdayaan

Kesejahteraan

Sosial

Persentase

Penyandang

Masalah

Kesejahteraan

Sosial yang

Tertangani

100%

Program

Peningkatan

Kualitas Hidup

Perempuan dan

Anak serta

Rehabilitasi

Sosial

Persentase

Penanganan

Pengaduan

Tindak

Kekerasan

terhadap

Perempuan dan

Anak

100%

Rasio

Ketersediaan

Pangan Utama

dan Konsumsi

Pangan

1,03

Program

Peningkatan

Diversifikasi dan

Ketahanan

Pangan

Masyarakat

Skor Pola

Pangan

Harapan

95,6

Program

Peningkatan

Kesejahteraan

Pelaku Usaha

Perikanan

Persentase

peningkatan

kesejahteraan

pelaku usaha

perikanan

1%

Program

Peningkatan

Kesejahteraan

Petani

Peningkatan

Produktivitas

Pertanian

7,21

(24)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Pertumbuhan Ekonomi

dan Pemerataan Kesejahteraan

Masyarakat

Laju Pertumbuhan PDRB

6,02

PDRB Perkapita

79,78

Penurunan Angka Kemiskinan

4,46

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Program

Peningkatan

Kesejahteraan

Pelaku Usaha

Peternakan

Persentase

Peningkatan

Pendapatan

Pelaku Usaha

Peternakan

2%

Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah

Rp. 34.119.182.162,-

4. Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan ;

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan

Baik

Indeks Reformasi Birokrasi

67

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Meningkatnya Tata

Kelola Pemerintahan

Nilai Evaluasi

Kinerja

Penyelengga

raan

Pemerintahan

Sangat

Tinggi

(3.110)

Program

Pengembangan

Kajian dan

Penelitian

Persentase

Hasil Penelitian/

Kajian yang

dapat sebagai

dasar

perencanaan

dan atau

diimplementa

sikan

100%

Program

Perencanaan

dan Evaluasi

Pembangunan

Daerah

Persentase

Perangkat

Daerah yang

Dokumen

Perencanaan

nya sesuai

Ketentuan

100%

Persentase

Pemerintah

Kota yang

capaian

kinerjanya lebih

dari 80%

100%

Program

Perencanaan

Ekonomi, Sosial

dan Budaya

Persentase

Capaian target

program

pembangunanbi

dang eksosbud

100%

Program

Perencanaan

Fisik dan Sarana

Prasarana Kota

Persentase

Capaian target

program

pembangunanbi

dang fispras

100%

Program

Peningkatan

Manajemen

Pelayanan

Kepegawaian

Persentase

Penyelesaian

Administrasi

Kepegawaian

100%

Program

Fasilitasi

Persentase

Penyelesaian SK

100%

(25)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan

Baik

Indeks Reformasi Birokrasi

67

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Kesejahteraan

PNS

Terkait

Kesejahteraan

PNS

Program

Pembinaan dan

Pengembangan

Aparatur

Persentase

Pengembangan

dan Pembinaan

Aparatur

100%

Program

Penataan

Aparatur

Persentase

Realisasi

Penempatan

PNS

100%

Program

Peningkatan

Kapasitas

Aparatur

Persentase

Pendidikan

Aparatur

Terealisasi

100%

Program

Penyelenggaraa

n Kelurahan

Persentase

terselesaikan

nya

permohonan

rekomendasi di

kelurahan

100%

Program

Peningkatan

Pelayanan

Kedinasan

Kepala Daerah

dan Wakil

Kepala Daerah

Persentase

Pelayanan

Kedinasan

Pimpinan

100%

Program

Penataan

Daerah Otonomi

Baru

Jumlah

Dokumen

Pertanggungja

waban kepala

Daerah yang

tepat syarat

6

dokumen

Program

Peningkatan

Kerjasama antar

Pemerintah

Daerah

Jumlah

Perjanjian

Kerjasama

5 kerja

sama

Program

Penataan

Peraturan

Perundang-undangan

Persentase

Produk Hukum

yang

Berkualitas

100%

Sistem

Pelayanan

Pemerintahan

Berbasis

Elektronik

(SPBE)

3,16

(baik)

Program

Penyelenggaraa

n Pengamanan

Informasi

Pemerintah

Daerah

Persentase PD

yang mengimple

mentasikan

keamanan

Informasi

25%

Program

Pengelolaan

Aplikasi

Informatika

Persentase

pelayanan

publik yang

sudah

terintegrasi

35%

(26)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan

Baik

Indeks Reformasi Birokrasi

67

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Indeks

Kepuasan

Masyarakat

82,85%

Program

Peningkatan

Ketatalaksanaan

Perangkat

Daerah dan

Pelayanan

Publik

Nilai Kinerja

PenyelenggaraP

elayanan Publik

2,55

(cukup)

Program

Layanan

Perundang-Undangan,

Dokumentasi

dan Rapat

Indeks

Kepuasan

Masyarakat

(IKM) DPRD

terhadap

layanan

Perundang-Undangan,

Dokumentasi

dan Rapat

80

Program

Peningkatan

Pelayanan

Administrasi

Kependudukan

Persentase

Penerbitan

Dokumen

Kependudukan

82%

Program

Penataan dan

Pelayanan

Administrasi

Pencatatan Sipil

Persentase

Penerbitan

Dokumen Akta

Pencatatan Sipil

92%

Program

Pengelolaan

Data

Kependudukan

dan Inovasi

Pelayanan

Persentase

Uptime SIAK

Kependudukan

dan Pencatatan

Sipil

99%

Meningkatnya

Pengelolaan Keuangan

dan Pengawasan

Penyelenggaraan

Pemerintahan Daerah

Opini BPK

WTP

Program

Peningkatan

Sistem

Pengawasan

Internal dan

Pengendalian

Pelaksanaan

Kebijakan KDH

Persentase OPD

yang maturitas

SPInya Level 3

25%

Program

Peningkatan

Profesionalisme

Tenaga

Pemeriksa dan

Aparatur

Pengawasan

Persentase

aparatur

pengawas yang

bersertifikat

100%

Program

Penataan dan

Penyempurnaan

Kebijakan dan

Sisdur

Pengawasan

Persentase

Dokumen

Kebijakan dan

Sisdur

Pengawasan

yang Terpenuhi

100%

(27)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan

Baik

Indeks Reformasi Birokrasi

67

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Program

Peningkatan

dan

Pengembangan

Pengelolaan

Keuangan

Daerah

Penyampaian

Laporan

Pertanggungja

waban APBD

Tepat Waktu

Tepat

Waktu

Program

Pengelolaan

Anggaran

Daerah

Pengesahan

Perda APBD

Tepat Waktu

Tepat

Waktu

Program

Peningkatan

dan

Pengembangan

PenatausahaanK

euangan Daerah

Persentase

Penerbitan

SP2D Tepat

Waktu

100%

Program

Peningkatan

dan

Pengembangan

Pengelolaan

Aset Daerah

Kontribusi

Pengelolaan

Aset Terhadap

PAD

4.427.616.

067

Program

Optimalisasi

Pengelolaan

Pajak Daerah

Persentase

Ketersediaan

Basis Data

Pajak Daerah

100%

Program

Peningkatan

Manajemen

Pajak Daerah

Persentase

PertumbuhanPe

nerimaan Pajak

Daerah

1,5%

Program

Peningkatan

Fasilitasi

Pengadaan

Barang/Jasa

Pemerintah

Persentase

Perangkat

Daerah yang

melaksanakanp

engadaan

barang/jasa

sesuai regulasi

100%

Program

Pengendalian

Pelaksanaan

Kegiatan

Pembangunan

Jumlah

Dokumen

2

Dokumen

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Partisipasi Masyarakat dan

Pemangku Kepentingan dalam

Pembangunan

Persentase Program yang di Danai CSR

0,35

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Meningkatnya

Partisipasi Masyarakat

dan Pemangku

Kepentingan

Persentase

Kelurahan

yang

mendapatkan

klasifikasi

Swasembada

25,93%

Program Dana

Kelurahan

Indeks

perkembangan

kelurahan

0,81%

(28)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Partisipasi Masyarakat dan

Pemangku Kepentingan dalam

Pembangunan

Persentase Program yang di Danai CSR

0,35

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Program

Peningkatan

Partisipasi

Masyarakat

dalam

Pembangunan

Kelurahan

Persentase

Peserta yang

Memberikan

Usulan

10%

Indeks

Pemberdaya

an Gender

(IDG)

83,25

Program

Peningkatan

Peran Serta dan

Kesetaraan

Gender dalam

Pembangunan

Persentase

Partisipasi

Perempuan di

Lembaga

Pemerintahan

13,32%

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Terwujudnya Keterbukaan Informasi

Publik dan Akuntabilitas Kinerja yang

Baik

Tingkat Keterbukaan Informasi Publik

87,5 (A)

Nilai Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah

B

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Meningkatnya

Desiminasi serta

Pengelolaan Informasi

dan Komunikasi Publik

Persentase

Jumlah

Pengaduan

yang

memenuhi

syarat yang

selesai

ditindaklanjuti

100%

Program

Pengelolaan

Informasi dan

Komunikasi

Publik

Persentase

sasaran

penyebaran

informasi publik

80%

Program

Penyelenggaraa

n Statistik

Sektoral

Persentase Data

Statistik Sektoral

yang

Terintegrasi

75%

Program

Penyelamatan,

Peningkatan

SDM dan

Layanan Arsip

Daerah

Jumlah Berkas

Arsip Yang

Dikelola

56.300

berkas

Program

Sosialisasi di

Bidang Cukai

Persentase

Penyebaran

Informasi

tentang Cukai

100%

Meningkatnya

Akuntabilitas Kinerja

Pemerintah Daerah

Persentase

Akuntabilitas

Kinerja

Perangkat

Daerah yang

bernilai A

(sangat

memuaskan)

17%

Program

PengembanganK

inerja dan

Kelembagaan

Perangkat

Daerah

Persentase

Perangkat

Daerah yang

SAKIPnya

minimal bernilai

B (Baik)

100%

(29)

5. Peningkatan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat demi Kelancaran

Pelaksanaan Pembangunan

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Mewujudkan Stabilitas Kehidupan

Masyarakat yang Dinamis dan Kondusif

Indeks Ketentraman

75

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

PROGRAM

INDIKATOR

TARGET

Meningkatnya

Kerukunan Kehidupan

Masyarakat yang

Berbudaya dan

Pemuda yang

Berprestasi

Prestasi

Pemuda dan

Olah Raga

49

Program

Pembinaan

Pemuda dan

Olahraga

Jumlah Pemuda

Berprestasi

16 orang

Jumlah Atlit

yang ikut

Kejuaran di

Tingkat Provinsi

189 orang

Indeks

Kerukunan

B

Program

Pengelolaan

Kekayaan

Budaya

Persentase

Kekayaan

Budaya yang di

Bina

35%

Program

Peningkatan

Kualitas Hidup

Beragama

Persentase

Kegiatan

Keagamaan

yang difasilitasi

100%

Program

Kemitraan

Pengembangan

Wawasan

Kebangsaan

Cakupan

Pembinaan

wasbang

100%

Program

Peningkatan

Pemahaman

Ideologi dan

HAM serta

Pencegahan

Konflik Sosial

Konflik

Horizontal di

dalam

Masyarakat

0 konflik

Program

Pendidikan

Politik

Masyarakat dan

Orkemas

Persentase

Parpol dan

Orkesmas yang

Memahami

Regulasi

100%

Meningkatnya

Keamanan dan

Kenyamanan

Lingkungan

Indeks Rasa

Aman

76

Program

Pengawasan,

Pengendalian

dan Evaluasi

Pelaksanaan

Peraturan

Daerah dan

Peraturan

Walikota

Persentase

Penegakan

Perda

100%

Program

Pembinaan,

Penertiban dan

Evaluasi dalam

Penyelenggaraa

n Ketertiban

Umum dan

Ketentraman

Masyarakat

Tingkat

Penyelesaian

pelanggaran K3

(Ketertiban,

Ketentraman,

Keindahan)

96%

Program

Peningkatan

Keamanan dan

Cakupan

Petugas

Perlindungan

1.3 orang

setiap RT

(30)

TUJUAN

INDIKATOR

TARGET

Mewujudkan Stabilitas Kehidupan

Masyarakat yang Dinamis dan Kondusif

Indeks Ketentraman

75

Kenyamanan

Lingkungan

Masyarakat

(Linmas) di

Kota

Program

Peningkatan

Pencegahan dan

Penanggulanga

n Bahaya

Kebakaran

Tingkat Waktu

Tanggap

(response time

rate)

100%

Program

Pencegahan

Dini dan

Penanggulanga

n Korban

Bencana Alam

Persentase

Penanggulanga

n Korban

Bencana

100%

Persentase

Tingkat

Pemenuhan

atau Kecakupan

Sarana dan

Prasarana

Penanggulanga

n Bencana

100%

Program

Koordinasi,

Pembinaan dan

Penyelenggaraa

n Pemerintahan,

Pemberdayaan

Masyarakat

Pembangunan,

Kesejahteraan

Sosial dan

Ketentraman

Ketertiban

Umum

Persentase hasil

koordinasi yang

ditindak lanjuti

100%

Peningkatan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat

demi Kelancaran Pelaksanaan Pembangunan

Gambar

Tabel  2.1  Target Pendapatan dan Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun
Gambar  2.1   Komponen PAD Kota Madiun Tahun 2015 sampai dengan

Referensi

Dokumen terkait

• Fungsi getche getche getche getche() () () ()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan.

Ubi jalar dapat diolah menjadi produk yang lebih ekonomis seperti tepung ubi jalar, roti manis ubi jalar, cake ubi jalar, cookies ubi jalar, dan carang mas, dari

Analisis prospektif digunakan untuk mendapatkan skenario peningkatan produktivitas lahan berkelanjutan untuk perkebunan kakao rakyat di kawasan perbatasan Pulau

dengan menegaskan unsur kewenangan jaksa dalam melakukan intersepsi yaitu: “Pelaksanaan penyadapan dalam rangka penegakan hukum, dilakukan pada tahap penyelidikan

Sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) mandat yang diberikan kepada BPKP antara lain melakukan pengawasan

Hipotesis Null ketiga ialah tidak terdapat perhubungan yang signifikan antara persepsi terhadap kemudahan infrastruktur dengan taraf pendidikan, pekerjaan dan

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh manajemen modal kerja yang terdiri dari perputaran kas, perputaran modal kerja, perputaran persediaan, dan

Hasil penelitian tentang berat badan bayi baru lahir pada ibu hamil yang berpantang makanan di Desa Prajekan Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso menunjukkan bahwa sebagian