• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : Sri Ani 1, Saur Tampubolon 2, Dadang Kurnia 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh : Sri Ani 1, Saur Tampubolon 2, Dadang Kurnia 3"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAKUAN

NOVEMBER 2012

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahun Sosial

Oleh :

Sri Ani

1

, Saur Tampubolon

2

, Dadang Kurnia

3

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan

November, 2012 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui sejauh mana penggunaan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Curug Raya Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013 . Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan secara kolaboratif dan dua siklus. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hail belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan sosial pada siswa kelas VI melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI Sekolah Dasar NegeriCurug Raya yang terdiri dari 29 siswa, dengan komposisi perempuan 9 siswa dan laki-laki 20 siswa. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013.

Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata penilaian pelaksanaan kualitas pembelajaran di kelas siklus I sebesar 70,5% sedangkan pada siklus II sebesar 90%.

Ketercapaian hasil belajar siswa pada tes awal sebesar 34,48%, siklus I sebesar 68,96%, sedangkan siklus II sebesar 100%, artinya terjadi peningkatan/perbaikan hasil belajar siswa. Begitu pula dengan hasil observasi aktivitas siswa menunjukan adanya peningkatan dengan ketercapaian sebesar 76% pada siklus I, dan siklus II sebesar 85%.

Penelitian ini berkesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Curug Raya Kabupaten Bogor. Selain itu, penerapan model pembelajaran ini dapat meningkatkan perubahan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran serta peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran.

Kata Kunci : Hasil Belajar, Two Stay Two Stray , Ilmu Pengetahuan Sosial

ABSTRACT

This study aimed to determine the extent of the use of cooperative learning model Two Stay Two Stray can improve student learning outcomes in Social Science subjects in classes VI Elementary School Curug Raya Kecamatan cibinong Kabupaten Bogor semester of academic year 2012/2013.

This research is classroom action research, commissioned jointly and two cycles. The main purpose of this research is to increase the learning outcomes on the on the subjects of Sosial Sciences in class VI through the implementation of cooperative learning model Two Stay Two Stray.The subject are students of class VI elementary School Curug Raya which consists of 29 students. With composition of 9 female student and 20 male

Keterangan :

1. Mahasiswa Prodi PGSD FKIP UNPAK 2. Staf Pengajar di Prodi PGSD FKIP UNPAK 3. Staf Pengajar di Prodi PGSD FKIP UNPAK

(2)

2 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAKUAN

NOVEMBER 2012

students. Implementation of this research is conducted in odd semester academic year 2012/2013.

The results showed that the average assessment of the implementation of quality teaching in class cycle of 70.5%, while on the second cycle of 90%. Achievement of student learning outcomes at the beginning of the test at 34.48%, the first cycle of 68.96%, while the second cycle of 100%, which means an increase / improvement of student learning outcomes. Similarly, the observations show an increase in the student activity with achievement of 76% in the first cycle and second cycle by 85%.

This study concluded that the implementation of cooperative learning model Stray Stay Two Two types can improve learning outcomes subjects of Social Sciences Grade VI Elementary School Curug Raya Kecamatan cibinong Kabupaten Bogor. In addition, the application of this learning model can enhance the activity changes in the learning process as well as improving the quality of learning.

Keywords: Learning Outcomes, Two Stay Two Stray , Social Sciences Subject PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan sosial, merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari kehidupan sosial di masyarakat. Penataran Guru Tertulis (1977:16), menyatakan bahwa tujuan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yaitu membantu para siswa untuk mendapatkan pengalaman, pengetahuan, pengertian, sikap dan kecerdasan yang diperlukan dalam pergaulannya dengan masyarakat beserta alam lingkungannya.

Ilmu pengetahuan sosial juga merupakan salah satu mata pelajaran yang terdapat di tingkat Sekolah Dasar yang dianggap membosankan atau kurang menarik.

Dalam menyajikan materi pembelajaran guru masih menerapkan metode ceramah sehingga siswa menjadi kurang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar karena siswa hanya duduk dan diam mendengarkan penjelasan dari guru. Guru harus mampu mengembangkan kegiatan pembelajaran salah satumya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Ibrahim dkk, dalam Trianto (2011:62), mengemukakan bahwa belajar kooperatif dapat mengembangkan tingkah laku kooperatif dan hubungan

yang lebih baik antar siswa, dan dapat mengembangkan kemampuan akademis siswa.

Pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial minat siswa untuk membaca masih kurang. sehingga siswa kesulitan dalam mengerjakan tugas atau soal pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Selain itu sekolah masih kurang dalam menyediakan media pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Masalah- masalah tersebut saling berhubungan sehingga dapat mengakibatkan siswa menjadi kurang aktif dalam proses pembelajaran dan hasil belajarnya rendah. Hasil belajar adalah suatu perubahan yang terjadi pada individu yang belajar, tidak hanya mengenai pengetahuan tetapi juga membentuk kecakapan dan penghayatan dalam diri pribadi individu yang belajar ( Nasution dalam Kunandar 2008:276) .

Rendahnya hasil belajar siswa

pada mata pelajaran IPS diketahui

dengan adanya bukti dari hasil evaluasi

pembelajaran IPS tiap semester maupun

ujian sering di bawah standar mata

pelajaran lain. Berdasarkan hasil tes

awal yang dilakukan peneliti dapat

(3)

3 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAKUAN

NOVEMBER 2012

terlihat dari perolehan nilai yang seharusnya mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 66 hanya diperoleh sekitar 10 siswa atau 34,48%

dari jumlah keseluruhan siswa di kelas tersebut yaitu 29 orang, sehingga masih ada 19 siswa atau 65,51% yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Hal yang menjadi tantangan guru dalam mengatasi masalah tersebut adalah bagaimana agar siswa dapat belajar dengan efektif sehingga mampu berperan secara secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa dapat mengkonstruksi pengalaman belajarnya sendiri. Hal tersebut perlu adanya strategi guru dalam proses belajar mengajar salah satunya yaitu melalui penerapan model yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray. Model pembelajaran Two Stay Two Stray merupakan model pembelajaran yang mendorong siswa untuk memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lainya (Kagan dalam Tampubolon 2011:53).

Menurut Kagan dalam Tampubolon (2011:53). bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray atau dua tingal dua tamu adalah metode memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lainya. Sedangkan menurut (Lie , 2002; Sukarti , 2007;

Isjoni, 2009 ), mengungkapkan bahwa dalam struktur two stay two stray memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi

dengan kelompok lainnya. Kedua pendapat tersebut diperkuat oleh Suyatno (2009:66), yang mengungkapkan pembelajaran model two stay two stray adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain.

Model pembelajaran two stay two stray dapat digunakan dalam semua mata pelajaran.

Dengan menerapkan model ini suasana kegembiraan akan tumbuh dalam proses pembelajaran, kerjasama sesama siswa terwujud dengan dinamis sehingga dapat membentuk siswa aktif dan mandiri serta meningkatkan hasil belajar peserta didik. Menurut (Lie, 2002 ; Sutardi, 2007) menjelaskan bahwa kelebihan dari model pembelajaran ini yaitu lebih banyak ide yang muncul sehingga materi pembelajaran dapat dikembangkan lebih luas.

Berdasarkan hal di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ”Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial”.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasi beberapa faktor-faktor penyebab terjadinya masalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas VI Sekolah Dasar Negeri Curug Raya Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, antara lain : a. Apakah guru hanya menerapkan

metode ceramah saja?

(4)

4 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAKUAN

NOVEMBER 2012

b. Apakah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Sosial rendah ?

c. Apakah belum tersedianya alat peraga dan media pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ?

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Curug Raya Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013 .

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Curug Raya Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor pada semester I tahun pelajaran 2012/2013, yaitu pada tanggal 20-27 September 2012. Subjek penelitian adalah siswa sebanyak 29 orang terdiri atas 20 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan prosedur tindakan kelas.

Dalam penelitian ini ketercapaian indikator hasil penelitian sebanyak dua siklus. Desain ini menggunakan penelitian tidakan kelas dengan model modifikasi Depdiknas (2010) dari model Kemmis dan Taggart (1988).

TEMUAN PENELITIAN

Temuan penelitian dimulai pada prasiklus, kemudian dilanjutkan ke siklus I dan Siklus II hingga mencapai nilai ketuntasan hasil belajar.

a. Deskripsi Hasil Penelitian Tes Awal (Pra Siklus)

Tabel 1

Ketuntasan Hasil Belajar Tes Awal (Pra Siklus )

No Ketera ngan

Frekue nsi

Persentase 1 Tuntas 10 34,48%

2 Belum Tuntas

19 65,51%

Jumlah 29 100%

Tabel 1 menunjukkan bahwa yang mencapai ketuntasan belajar ada 10 siswa atau 34,48%, sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 19 orang atau 65,51%. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada diagram histogram berikut .

Diagram Histogram

Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pada Tes Awal

b. Deskripsi Data Siklus I Tabel 2

Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I No Keterang

an

Frekue nsi

Persentase

1 Tuntas 20 68,96%

2 Belum Tuntas

9 31,03%

Jumlah 29 100%

0 5 10 15 20

34,48% 65,51%

Tuntas

(5)

5 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAKUAN

NOVEMBER 2012

Tabel 2 dapat diketahui dari 29 siswa yang mencapai ketuntasan belajar ada 20 siswa 68,96%, sedangkan siswa yang belum tuntas atau memperoleh nilai dibawah KKM berjumlah 9 orang atau 31,03%. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada diagram histogram berikut .

Diagram Histogram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1

Pertemuan Ke II

c. Deskripsi Data Siklus II Tabel 3

Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I No Keteran

gan

Frekuensi Persentase

1 Tuntas 29 100%

2 Belum Tuntas

0 0%

Jumlah 29 100%

Tabel 2 menjelaskan bahwa dari 29 siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau memperoleh nilai di atas KKM ada 29 siswa 100%. Pada siklus II dapat dikatakan bahwa seluruh siswa telah tuntas. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada diagram histogram berikut .

Diagram Histogram 4

Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siklus II

PEMBAHASAN

Hasil penelitian dibahas pada setiap siklus , Hal tersebut dilakukan agar terlihat perbandingan pada setiap siklus.

Penjelasannya adalah sebagai berikut : a. Pembahasan Hasil Penelitian Siklus I

Hasil dari pelaksanaan penelitian pada siklus I yaitu penilaian pelaksanan pembelajaran mendapatkan nilai sebesar 70,5 dengan kategori berkualitas, observasi aktivitas siswa mencapai nilai sebesar 76% dengan kategori baik, dan nilai rata-rata hasil belajar tes hasil belajar sebesar 70,68 dan telah mencapai ketuntasan. Namun, hasil belajar siklus I secara klasikal belum tuntas karena belum mencapai indikator penelitian minimal yaitu sebesar 75% dari jumalh siswa mencapai ketuntasan hasil belajar.

Ketidakberhasilan penelitian siklus I ini terjadi karena baik guru maupun siswa baru pertama kali melaksanakan pembelajaran model ini, sehingga baik guru maupun siswa belum mempunyai pengalaman dan gambaran terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Pengelolaan pembelajaran oleh peneliti pada siklus I ini belum maksimal dilakukan. Kekurangan guru antara lain terletak pada perencanaan pembelajaran yang kurang matang, alokasi waktu yang belum sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini

0 5 10 15 20

68,96% 31,03%

Tun

0 5 10 15 20 25 30

100% 0%

Tunt

(6)

6 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAKUAN

NOVEMBER 2012

mengakibatkan kegiatan yang telah di susun tidak dapat dilaksanakan secara maksimal. Ketidakjelasnya keterangan guru saat guru menjelaskan atau menerapkan model pembelajaran mengakibatkan siswa merasa kurang jelas mengenai tugas dan peran dalam kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan hasil pengamatan perilaku siswa pada siklus I, siswa menunjukkan aktivitas yang belum maksimal, Pada siklus I ini masing- masing kelompok belajar belum paham dengan apa yang harus dikerjakannya, sehingga masih perlu banyak bimbingan dan bertanya pada guru. Proses penemuan dalam kerja kelompok berlangsung sangat lama sehingga menghabiskan banyak waktu.

Semua kekurangan pada siklus I ini dimungkingkan karena siswa dan guru atau peneliti belum siap secara mental melaksanakan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Two Stay Two Stray, dan siswa sedang mengalami masa penyesuaian atau adaptasi dari cara lama ke model pembelajaran ini.

Penelitian siklus I ini menuntut untuk diadakannya siklus lanjutan yaitu siklus II.

2. Pembahasan Hasil Peneltian Siklus II Pada pelaksanaan siklus II mengalami peningkatan, yaitu peningkatan kualitas pelaksanan pembelajaran yaitu pada siklus I mendapat nilai sebesar 70,5 dengan kategori berkualitas meningkat menjadi 90 dengan kategori sangat berkualitas.

Nilai rata-rata observasi aktivitas siswa pada siklus I sebesar 76 meningkat menjadi 86 dengan kategori sangat baik.

Kemudian nilai rata-rata hasil belajar siklus I yaitu 70,68 meningkat menjadi

85,51. Dari persentase ketuntasan belajar siswa 68,96% meningkat menjadi 100% dan telah tuntas mencapai indikator penelitian secara klasikal 75%.

Dari perolehan hasil pelaksanaan tindakan pembelajaran melalui model kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada siswa kelas VI SD Negeri Curug Raya Kabupaten Bogor, seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II telah menunjukkan adanya perbaikan tindakan, baik dari pelaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar.

Pada siklus II ini guru membuat rencana perbaikan pembelajaran dan guru melaksanakan pembelajaran dengan lebih baik pula. Proses kerja kelompok juga tidak lagi memerlukan waktu yang lama sehingga alokasi waktu dapat sesuai yang telah direncanakan.

Perbaikan pada siklus II dilakukan dengan memperinci waktu dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan dan memacu agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran.

KESIMPULAN

Pada tes awal diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa 63,10 sedangkan setelah dilakukan penelitian tentang hasil belajar pra-siklus yaitu pada siklus I 70,68 dan berhasil pada siklus II mengalami peningkatan hingga mencapai rata-rata 85,51. Begitu pula dengan rata-rata perubahan aktivitas siswa pada siklus I dan II telah terjadi peningkatan pada setiap siklusnya yaitu pada siklus I dengan nilai rata-rata 76%

dan pada siklus II 85%. Berdasarkan

(7)

7 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAKUAN

NOVEMBER 2012

pembahasan hasil penelitian dapat ditarik simpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa, kualitas pelaksanaan pembelajaran, dan aktivitas siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tentang kenampkan alam dan keadaan sosial Indonesia dengan negara tetangga Indonesia, di kelas VI Sekolah Dasar Negeri Curug Raya pada semester ganjil Tahun pelajaran 2012/2013.

DAFTRA PUSTAKA

Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar Kunandar. 2008. Langkah Mudah

Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : Rajawali Pers Lie, Anita. 2002. Cooperatif Learning

mempraktikan cooperative learning di ruang-ruang kelas.

Jakarta : PT. Grasindo

Proyek Penataran Guru Tertulis. 1997- 1978. Ilmu pengetahuan Sosial.

Bandung : Depdikbud

Sutardi, Didi, &Sudirjo, Encep. 2007.

Pembaharuan Dalam PBM Di SD. Bandung: UPI PRESS

Sukarti,2007. Belajar Pembelajaran.

Bogor : FKIP UNPAK bogor

Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif.Sidoarjo:

Masmedia Buana Pustaka Tampubolon, Saur. M . 2011.

Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah, PTK, Skripsi, dan KTI.

PGSD FKIP Universitas Pakuan BIODATA PENULIS

Sri Ani, Lahir di Madiun, 19 September 1989, agama Islam anak pertama dari pasangan bapak Sutarno dan Ibu Misinem. Tinggal di Kp. Curug Rt 04/02 No. 22 Kelurahan Pakansari Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Pendidikan formal yang ditempuh di Sekolah Dasar Negeri

Pabuaran 07

Cibinong tahun 1995-2001, Sekolah

Lanjutan Tingkat Pertama Negeri O2

Cibinong tahun 2001-2004, Sekolah

Menengah Atas Plus PGRI Cibinong

tahun 2004-2007, Kemudian tahun 2008

sampai sekarang melanjutkan

pendidikan S1 Pendidikan Guru Sekolah

Dasar di Universitas Pakuan Bogor.

Gambar

Tabel 2 dapat diketahui dari 29 siswa  yang  mencapai  ketuntasan  belajar  ada  20 siswa 68,96%, sedangkan siswa yang  belum  tuntas  atau  memperoleh  nilai  dibawah  KKM  berjumlah  9  orang  atau  31,03%

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada materi pokok sistem respirasi manusia dapat meningkatkan

Deskripsi Perencanaan dan Pelaksanaan Tindakan Penerapan Metode Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa ...……….………

Hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian ini yaitu “Penerapan model kooperatif tipe two stay two stray dalam pembelajaran kimia dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray disertai media audio-visual

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemampuan operasi hitung

Berpijak atas hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar

(2014) bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa. Penerapan model pembelajaran

Pembelajaran matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe