• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI PROGRAM UNGGULAN KAMPUNG IKLIM DI KABUPATEN BULUKUMBA ROSNAENI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IMPLEMENTASI PROGRAM UNGGULAN KAMPUNG IKLIM DI KABUPATEN BULUKUMBA ROSNAENI"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI PROGRAM UNGGULAN KAMPUNG IKLIM DI KABUPATEN BULUKUMBA

ROSNAENI 105641113616

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

(2)

i

IMPLEMENTASI PROGRAM UNGGULAN KAMPUNG IKLIM DI KABUPATEN BULUKUMBA

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan

Disusun dan Diajukan Oleh

ROSNAENI 105641113616

Kepada:

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

(3)
(4)
(5)

iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

Saya yang bertandatangan di bawah ini :

NamaMahasiswa : Rosnaeni

NomorStambuk : 105641113616

Program Studi : IlmuPemerintahan

Menyatakan bahwa benar karya tulis ilmiah ini adalah penelitian saya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain atau telah ditulis/dipublikasikan orang lain atau melakukan plagiat. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, makasaya bersedia menerima sanksi akademik sesuai aturan yang berlaku, sekalipun itu pencabutan akademik.

Makassar, 05 Oktober 2020

Yang Menyatakan,

(6)

v ABSTRAK

Rosnaeni. 2020. Implementasi Program Unggulan Kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba. ( Dibimbing oleh Hj.Ihyani Malik dan Rudi Hardi).

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Ungguan Kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe fenomenologi. Sumber data, yaitu primer dan sekunder, jumlah informan 6 (Enam) orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data meliputi Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Unggulan Kampung Iklim pada 1). Adaptasi yaitu: a. Pada lahan masyarakat terdapat sumur resapan dan empang untuk menampung air. b. Petani memakai sistem irigasi ke sawah. c. Sampah organik dan non organik di buang di Bank Sampah.. 2) Mitigasi yaitu: a. Membuat Bank Sampah untuk mengolah sampah menjadi kerajinan dan pupuk. b. Menambah tutupan vetegasi/penanaman pohon untuk membuat tanah makin subur dan membuat desa makin hijau. c. Mengurangi Pestisida pada tanaman dan menggunakan pupuk organik.

(7)

vi

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tiada kata paling indah yang patut di ucapkan seorang hamba kepada Sang Pencipta atas segala Cinta dan kasih-Nya yang tak terhingga serta nikmat-Nya yang tak berujung sehingga kita mampu melewati hari-hari yang penuh makna dan memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan skripsi yang berjudul “Implementasi Perogram Unggulan Kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba” Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Ilmu Pemerintahan dari program studi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makssar. Saya menyadari bahwa untuk menyelesaikan tugas penyusunan skripsi ini tidaklah mudah, namun saya begitu banyak pihak yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Hj. Ihyani Malik, S.Sos., M.Si, selaku pembimbing I dan Bapak Rudi Hardi, S. Sos., M. Si selaku pembimbing II, yang senantiasa meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarakan penulis, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

(8)

vii

Selanjutnya pada kesempatan ini, tak lupa penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya terutama kepada:

1. Ibu Dr. Nuryanti Mustari, S. IP., M. Si dan bapak Ahmad Harakan, S.IP., M.Hi selaku ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Ibu Dr. Hj Ihyani Malik, S.Sos., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Segenap Dosen serta Staf Tata Usaha Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik Universitas Muhammadiyah Makassar yang senantiasa

meluangkan waktunya untuk memberi pelayanan kepada penulis selama menempuh perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba yang telah membantu penulis dalam memberikan informasi terkait penelitian ini.

5. Pihak KSPS Komunitas Swabima petani Salassaedan Masyarakat Desa Salassae yang telah membantu dan mendukung penelitian ini.

6. Sahabat SMA penulis yang selalu memberikan doa dan dukungan kepada penulis.

7.Kepada seluruh teman-teman yang membantu penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini.

8. Keluarga dan saudara penulis yang telah memberikan dukungan selama penulisan skripsi.

(9)

viii 9. Kakak-kakak angkatan 2015.

10. Teman-teman Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan. 11. Saudara dari awal masuk Universitas sampai sekarang IP.C. 12. Teman-teman kelas IP. A, IP.B, IP.D.

Ucapan terima kasih yang teristimewa dan terdalam dari penulis kepada kedua orang tua tercinta Bapak Abbas dan Ibu Rahbia, karena semua usaha penulis tidak berarti tanpa adanya dorongan semangat yang sangat luar biasa dari beliau yang selalu sukarela melakukan segala hal, memberikan doa yang tulus, motivasi, nasehat serta bimbingan dan membesarkan penulis dengan kasih sayang. Teriring doa semoga Allah SWT menjadikan pengorbanan dan kebaikan itu sebagai cahaya penerang di dunia maupun di akhirat kelak. Akhir kata penulis mengharapkan kiranya skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca untuk menambah Ilmu Pengetahuan terutama yang berkaitan dengan Ilmu Pemerintahan.

Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khairat

Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Makassar, 05 Oktober 2020 Penulis

(10)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL...i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

PENERIMAAN TIM ... Error! Bookmark not defined. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... iv

ABSTRAK ...v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... ixi

BAB IPENDAHULUAN ...1

A.Latar Belakang ... 1

B.Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 4

BAB IITINJAUAN PUSTAKA...6

A.Penelitan Terdahulu ... 6

B.Implementasi ... 9

1. Pengertian Implementasi ... 9

2. Tujuan Implementasi ... 13

C.Inovasi ... 13

D.Program Kampung Iklim ... 17

1. Pengertian Program kampung Iklim ... 17

2. Tujuan Khusus Program Kampung Iklim ... 18

3. Manfaat Program Kampung Iklim meliputi ... 19

4. Pendekatan, Prinsip dan Strategi ... 19

E.Pelaksanaan Program kampung iklim ... 20

F. Kerangka Berfikir ... 21

G.Fokus Penelitian ... 23

H.Deskripsi Fokus Penelitian ... 23

(11)

x

A.Waktu dan Lokasi Penelitian ... 28

B.Jenis dan Tipe penelitian ... 28

C.Sumber Data ... 29

D.Informan Penelitian ... 29

E.Teknik Pengumpulan Data ... 30

F. Teknik Analisis Data. ... 32

G.Pengabsahan Data ... 33

BAB IVPEMBAHASAN...35

A.Deskripsi objek penelitian ... 35

1. Gambaran Umum Kabupaten Bulukumba ... 35

2. Gambaran Khusus Lokasi Penelitian ... 37

3. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba .. 38

B.Profil Program Kampung Iklim Di Kabupaten Bulukumba ... 55

1. Data Daerah yang menerapkan Program Kampung Iklim ... 57

C.Implementasi Program Kampung Ikim di Desa Salassae Kabupaten Bulukumba. ... 60

1. Adaptasi... 61

2. Mitigasi ... 69

D.Faktor yang mempengaruhi Implementasi Program Unggulan Kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba ... 74

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...81

A.KESIMPULAN ... 81

B.SARAN ... 82

(12)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Penelitian Terdahulu . ...6

Tabel 2 Informan Penelitian. ...36

Tabel 3 Jumlah Penduduk Kabupaten Bulukumba.. ...36

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kabupaten Bulukumba merasakan fenomena perubahan iklim sebagai salah satu ancaman terhadap kelangsungan hidup masyarakat. Hal ini dilihat dari kenaikan suhu bumi yang berisiko terjadinya bencana terkait iklim seperti banjir, longsor, kekeringan, gagal panen, kerusakan keragaman hayati, kenaikan muka air laut serta penurunan kualitas kesehatan manusia.

Perubahan iklim disebabkan pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan cuaca yang ekstrem, dimana kondisi iklim yang jauh berbeda dengan kondisi iklim normal. Pada kondisi iklim ekstrem, parameter iklim seperti temperatur dan curah hujan dapat naik atau turun secara signifikan atau bahkan terjadi musim kemarau yang berkepanjangan sehingga menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat. Dalam mengurangi dampak dari perubahan iklim maka lahirlah keputusan pemerintah menetapkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pemerintah berwenang menetapkan dan melaksanakan kebijakan di bidang pengendalian dampak perubahan iklim.

Hal ini menjadi acuan Kabupaten Bulukumba untuk mengendalikan dampak perubahan iklim dengan adanya aksi adaptasi sebagai upaya yang dilakukan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim serta aksi mitigasi melakukan kegiatan yang dapat menurunkan tingkat emisi gas rumah

(14)

kaca. Setiap daerah perlu mendorong pemerintah maupun masyarakat bisa aktif terlibat untuk melakukan perbaikan lingkungan.

Upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat terintegrasi dengan kegiatan pengelolaan lingkungan yang telah dilaksanakan masyarakat desa Salassae dengan memperhatikan faktor risiko iklim dan dampak perubahan iklim yang mungkin terjadi. Upaya yang dilakukan perlu diinventarisasi dan terdata dengan baik agar dapat diukur kontribusinya terhadap pencapaian target pengurangas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan peningkatan kapasitas adaptasi nasional. Pendataan aksi lokal adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat dilaksanakan melalui pendekatan yang bersifat bottom-up, yaitu dengan mendorong berbagai pihak mengumpulkan informasi mengenai kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh masyarakat dan dapat memberikan manfaat nyata terhadap upaya penanganan perubahan iklim.

Penetapan lokasi kampung iklim dilakukan melalui serangkaian proses penilaian yang dilaksanakan melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). ProKlim diharapkan akan memperkuat kemitraan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi perubahan iklim serta memfasilitasi penyebarluasan dan pertukaran informasi mengenai upaya terbaik (best practises) adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Kabupaten Bulukumba menjadi salah-satu kabupaten yang telah menjalankan program kampung iklim termasuk di desa salassae, dimana upaya awal yang dilakukan dengan pendekatan kepada masyarakat melakukan

(15)

kampanye Program Kampung Iklim sebagai gerakan meningkatkan pemahaman dan wawasan masyarakat tentang perubahan iklim, melalui Instruksi Bupati Nomor 40 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Upaya Adaptasi Dan Mitigasi Perubahan Iklim Tingkat desa Melalui Program Kampung Iklim.

Melihat situasi dan kondisi dimana iklim selalu berganti membuat masyarakat desa Salassae berupaya mempersiapkan serta mencegah kerusakan terhadap lingkungan dan pertaniannya yang diakibatkan kondisi iklim yang berbeda-beda disetiap tahunnya, mulai dari musim kemarau yang berkepanjangan sampai musim hujan. Hal ini yang membuat pemerintah menjadikan Desa Salassae sebagai desa yang menerapkan Program Kampung Iklim untuk memberikan arahan sehingga pada saat pergantian iklim masyarakat sudah mempersiakan apa yang harus mereka lakukan.

Pelaksanaan Program Kampung Iklim yang dilakukan Desa Salassae Kecamatan Bulukumpa mendapat penghargaan sebagai pembina Proklim. Desa Salassae Kecamatan Bulukumpa menjadi desa percotohan untuk wilayah setiap daerah di sulawesi selatan karena dilihat dari Pelaksanaan Proklim yang sudah mampu mengubah dan memperbaiki kondisi lingkungan setelah menerapkan kegiatan tersebut. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik mengkaji sejauh mana pelaksanaan program kampung iklim serta hambatan pelaksanaan Proklim di Kabupaten bulukumba.

(16)

Berdasarkan latar belakang yang tersebut maka penulis akan mengadakan penelitian yang berjudul “Implementasi Program Unggulan Kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas pokok permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana pelaksanaan program unggulan kampung iklim di Kabupaten Bulukumba ?

2. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanakan program unggulan kampung iklim?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pada rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini sebagai berikut:

1. Mengetahui pelaksanaan program kampung iklim di Kabupaten Bulukumba. 2. Mengetahui fakor pendukungdan penghambat dalam pelaksanaan program

unggulan kampung iklim.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian dapat dibedakan menjadi dua, yaitu manfaat yang bersifat teoritis dan manfaat yang bersifat praktis:

(17)

1. Secara Teoritis

Manfaat penelitian ini secara teoritis dapat menambah khasanah keilmuan pada dunia pembelajaran masyarakat. Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan kepustakaan di Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar yang dapat digunakan sebagai referensi dalam melakukan penelitian selanjutnya.

2. Secara Praktis

a. Bagi Pemerintah Kabupaten Bulukumba

Sebagai masukan untuk pemerintah Kabupaten Bulukumba agar menerapakan program kampung iklim di setiap daerah di kabupaten Bulukumba.

b. Bagi Warga Masyarakat

Memberi motivasi pada masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam program kampung iklim.

c. Bagi Penulis

Penelitian ini secara praktis dapat menambah pengalaman kepada peneliti di bidang akademis.

(18)

6 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitan Terdahulu

Sebelum peneliti melakukan penelitian, ada beberapa penelitian terdahulu yang telah melakukan penelitian tentang kebijakan atau program yaitu :

Tabel Penelitian Terdahulu 2.1

No. Nama/Tahun Judul Penelitian Hasil Penelitian

1. Faedlulloh., dkk. (2019) Program Unggulan Kampung Iklim (Proklim) Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Penelitian ini menunjukkan

bahwa Program Kampung

Iklim yang dilaksanakan di Kelurahan Kebon Kosong dan Kelurahan Jati berjalan dengan baik. Dimana dalam aktivitas

adaptasi maupun mitigasi

perubahan iklim yang

dilaksanakan di Kelurahan

Kebong Kosong dan Kelurahan Jati sama-sama menekankan

pentingnya proses

pemberdayaan dan partisipasi

masyarakat. masyarakat di

(19)

lebih berdaya dalam menghadapi perubahan iklim.

2. Puspito, Ahmad Ilham.(2016) Implementasi Program Kampung Iklim di Kelurahan Plalangan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

Penelitian ini menunjukkan bahwa Pelaksanaan program kampung iklim tingkat provinsi tergolong baik sesuai dengan komponen program kampung iklim. Kelurahan Plalangan

sudah melakukan kegiatan

adaptasi dan mitigasi

perubahan lingkungan.

Keberhasilan program

Kampung Iklim tingkat

provinsi di Kelurahan

Plalangan didukung dengan masyarakat yang berperan serta

secara aktif didalam

pelaksanaannya . 3. Rinaldy, R., dkk (2017) Proses Community Development Pada Program Kampung

Hasil dari penelitian ini

menunjukan proses community development pada 7 tahapan

(20)

Iklim Di Desa Cupang Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon (Studi Kasus Program Bank Sampah Dalam Program Kampung Iklim)

yang dilakukan hanya ada 5 tahapan yang sudah berjalan sebagaimana mestinya, yaitu

tahapan engagement,

assessment, perencanaan

program, Implementasi, dan

terminasi. Adapun tahapan

evaluasi belum dilakukan

secara menyeluruh dan

berkesinambungan. Temuan

lain dalam penelitian ini

menunjukkan kendala pada

pemasaran produk dan

manajemen organisasi terutama terhadap sumber daya manusia

(SDM) dalam pelaksanaan

kegiatan.

Berdasarkan uraian di atas tentang penelitian terdahulu terdapat beberapa kesamaan diantaranya jenis penelitiannya sama-sama kualitatif dan pembahasan mengenai Program Kampung Iklim Sedangkan perbedaan penelitian yang akan peneliti lakukan dengan penelitian saudara Faedlulloh.,

(21)

dkk yaitu meneliti mengenai Pemberdayaan Masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi dalam Program Unggulan Kampung Iklim (Proklim), sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu implementasi program unggulan kampung iklim. Kemudian perbedaan penelitian yang akan peneliti lakukan dengan saudara Rinaldy, R., dkk yaitu penelitian yang dilakukan terkait Proses Community Development pada program kampung iklim, sedangkan peneliti akan meneliti mengenai implementasi Program kampung iklim.

Peneliti tertarik untuk mengangkat tema penelitian mengenai implementasi program unggulan kampung iklim di kabupaten Bulukumba . Hal ini dimaksudkan agar masalah dalam pelaksanaan Proklim dapat teratasi untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan program kedepannya. Dengan demikian program ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam mempersiapkan diri terhadap perubahan iklim.

B. Implementasi

1. Pengertian Implementasi

Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah

rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap sempurna.

Implementasi mengacu pada tindakan untuk mencapai

tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu keputusan. Tindakan ini berusaha untuk mengubah keputusan-keputusan tersebut menjadi pola-pola operasional serta berusaha mencapai perubahan-perubahan besar atau kecil

(22)

sebagaimana yang telah diputuskan sebelumnya. Implementasi pada hakikatnya juga merupakan upaya pemahaman apa yang seharusnya terjadi setelah program dilaksanakan,Menurut Mulyadi dalam Apriandi Iwan (2015).

Suatu program kebijakan harus diimplementasikan agar

mempunyaidampak atau tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.Dalam tataran praktis, implementasi memiliki proses pelaksanaan keputusan dasar, Winarno dalam Kurniawan Rudi (2012). Proses tersebut terdiri atas beberapa tahapanyakni:

a. Tahapan pengesahan peraturan perundangan. b. Pelaksanaan keputusan oleh instansi pelaksana.

c. Kesediaan kelompok sasaran untuk menjalankan keputusan. d. Dampak nyata keputusan baik yang dikehendaki maupun tidak.

e. Dampak keputusan sebagaimana yang diharapkan instansi pelaksana. f. Upaya perbaikan atas kebijakan atau peraturan perundangan.

Proses persiapan implementasi setidaknya menyangkut beberapa

hal penting yakni:

a. Penyiapan sumber daya, unit dan metode.

b. Penerjemahan kebijakan menjadi rencana dan arahan yang dapat diterima dan dijalankan.

c. Penyediaan layanan, pembayaran dan hal lain secara rutin.

Menurut Van Meter dan Van Horn dalam Agustino (2008),ada

(23)

a) Ukuran dan tujuan kebijakan.

Ukuran dan tujuan diperlukan untuk mengarahkan dalam melaksanakan kebijakan, hal tersebut dilakukan agar sesuai dengan program yang sudah direncanakan. Kejelasan dan sasaran kebijakan harus dapat dilihat secara spesifik sehingga di akhir program dapat diketahui keberhasilan atau kegagalan dari kebijakan atau program yang dijalankan

b) Sumberdaya.

Dalam suatu implementasi kebijakan perlu dukungan sumberdaya, baik sumberdaya manusia (human resources) maupun sumberdaya materi (matrial resources) dan sumberdaya metoda (method resources). Dari ketiga sumberdaya tersebut, yang paling penting adalah sumberdaya manusia, karena disamping sebagai subjek implementasi kebijakan juga termasuk objek kebijakan publik.

c) Hubungan antar organisasi.

Dalam banyak program implementasi kebijakan, sebagai realitas dari program kebijakan perlu hubungan yang baik antar instansi yang terkait, yaitu dukungan komunikasi dan koordinasi. Untuk itu, diperlukan koordinasi dan kerjasama antar instansi bagi keberhasilan suatu program tersebut. Komunikasi dan koordinasi merupakan salah satu urat nadi dari sebuah organisasi agar program-programnya tersebut dapat direalisasikan dengan tujuan serta sasarannya.

(24)

d) Karakteristik agen pelaksana.

Dalam suatu implementasi kebijakan agar mencapai keberhasilan maksimal harus diidentifikasikan dan diketahui karakteristik agen pelaksana yang mencakup struktur birokrasi, norma-norma, dan pola-pola hubungan yang terjadi dalam birokrasi, semua itu akan mempengaruhi implementasi suatu program kebijakan yang telah ditentukan.

e) Disposisi implementor.

Dalam implementasi kebijakan sikap atau disposisi implementor ini dibedakan menjadi tiga hal, yaitu; (a) respons implementor terhadap

kebijakan, yang terkait dengan kemauan implementor untuk

melaksanakan kebijakan publik; (b) kondisi, yakni pemahaman terhadap kebijakan yang telah ditetapkan; dan (c) intens disposisi implementor, yakni preferensi nilai yang dimiliki tersebut.

f) Kondisi lingkungan sosial, politik dan ekonomi.

Variabel ini mencakup sumberdaya ekonomi lingkungan yang dapat mendukung keberhasilan implementasi kebijakan, sejauh mana

kelompok-kelompok kepentingan memberikan dukungan bagi

implementasi kebijakan; karakteristik para partisipan, yakni mendukung atau menolak; bagaimana sifat opini publik yang ada di lingkungan dan apakah elite politik mendukung implementasi kebijakan.

(25)

2. Tujuan Implementasi a. Tujuan umum

Implementasi adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sistematis dan terikat oleh mekanisme untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sehingga dalam hal ini tujuan utama dari implementasi adalah untuk melaksanakan rencana yang telah disusun secara cermat baik individu maupun kelompok.

b. Tujuan khusus

Adapun tujuan khusus dari implementasi yaitu :

a) Untuk menguji serta mendokumentasikan suatu prosedur dalam penerapan rencana atau kebijakan.

b) Untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapai dalam perencanaan atau kebijakan yang telah dirancang.

c) Untuk dapat mengetahui kemampuan masyarakat dalam

menerapkan suatu kebijakan atau rencana sesuai dengan yang diharapkan.

d) Untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu kebijakan atau rencana yang telah dirancang demi perbaikan atau peningkatan mutu.

C. Inovasi

Inovasi merupakan suatu pengetahuan yang baru yang dapat di implementasikan sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan.Inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atauobjek/benda yang disadari dan diterima

(26)

sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Menurut Everett M. Rogers dalam Anggraeny Cindy (2013).

Inovasi program juga digunakan untuk menanggapi permasalahan yang dihadapi. Dalam hal ini, inovasi secara bertahap dapat mempengaruhi program atau kebijakan yang ada, juga dapat menjadi suatu produk dari sesuatu yang sama sekali baru. Inovasi merupakan usaha untuk menggunakan sumber daya yang ada menjadi lebih baik.

Dalam penerapannya, inovasi memiliki atribut yang melekat didalamnya. Atribut inovasi yang dimaksud menurut Rogers dalam Suwarno ( 2008) yaitu:

a) Relative Advantage atau Keuntungan Relatif

Inovasi harus memiliki keunggulan dibandingkan yang

sebelumnya, ada nilai yang membedakannya dengan yang lain. b) Compatibility atau Kesesuaian

Inovasi juga mempunyai sifat kompatibel dan sesuai dengan inovasi yang digantinya. Hal ini dimaksudkan agar inovasi yang lama tidak serta merta dilupakan,namun inovasi yang lama menjadi bagian proses transisi ke inovasi terbaru.selain itu juga dapat memudahkan proses adaptasi dan proses pembelajaran terhadap inovasi itu secara lebih cepat.

(27)

c) Complexity atau Kerumitan

inovasi yang baru mungkin dapat menimbulkan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Namun dengan adanya keuntungan yang dihasikan maka hal ini tidak menjadi masalah penting.

d) Triability atau Kemungkinan dicoba.

Inovasi hanya bisa diterima apabila telah teruji sdan terbukti mempunyai keuntungan atau nilai lebih dibandingkan dengan inovasi lama.sehingga sebuah produk inovasi harus melewati fase“uji coba”,dimana setiap orang atau pihak mempunyai kesempatan untuk menguji kualitas dari sebuah inovasi.

e) Observability atau Kemudahan diamati.

inovasi harus juga dapat diamati, dari segi bagaimana sebuah inovasibekerja dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Adapun Tahapan dari proses pengambilan keputusan inovasi,

menurut Rogers dalam Setiawan Sidiq (2017)yaitu : 1. Tahap pengetahuan.

Dalam tahap ini, seseorang belum memiliki informasi mengenai inovasi baru. Untuk itu informasi mengenai inovasi tersebut harus disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi yang ada, bisa melalui media elekt ronik, media cetak, maupun komunikasi interpersonal diantara masyarakat. Tahapan ini juga dipengaruhi oleh beberapa karakteristik dalam pengambilan keputusan, yaitu: (1)

(28)

Karakteristik sosial-ekonomi, (2) Nilai-nilai pribadi dan (3) Pola komunikasi.

2. Tahap persuasi.

Pada tahap ini individu tertarik pada inovasi dan aktif mencari informasi/detail mengenai inovasi. Tahap kedua ini terjadi lebih banyak dalam tingkat pemikiran calon pengguna. Inovasi yang dimaksud berkaitan dengan karakteristik inovasi itu sendiri, seperti: (1) Kelebihan inovasi, (2) Tingkat keserasian, (3) Kompleksitas, ( 4) Dapat dicoba dan (5) Dapat dilihat.

3. Tahap pengambilan keputusan.

Pada tahap ini individu mengambil konsep inovasi dan menimbang keuntungan/kerugian dari menggunakan inovasi dan memutuskan apakah akan mengadopsi atau menolak inovasi.

4. Tahap implementasi.

Pada tahap ini mempekerjakan individu untuk inovasi yang berbeda-beda tergantung pada situasi. Selama tahap ini individu menentukan kegunaan dari inovasi dan dapat mencari informasi lebih lanjut tentang hal itu.

5. Tahap konfirmasi.

Setelah sebuah keputusan dibuat, seseorang kemudian akan mencari pembenaran atas keputusan mereka. Tidak menutup kemungkinan seseorang kemudian mengubah keputusan yang tadinya menolak jadi menerima inovasi setelah melakukan evaluasi.

(29)

D. Program Kampung Iklim

1. Pengertian Program kampung Iklim

ProKlim Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2012 adalah program berlingkup nasional yang dikembangkan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melasanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi. Program Kampung Iklim menjadi wilayah yang masyarakatnya melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terukur, terstruktur dan berkesinambungan.

Adaptasi perubahan iklim adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim, termasuk keragaman iklim dan kejadian iklim ekstrim sehingga potensi kerusakan akibat perubahan iklim berkurang, peluang yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dapat dimanfaatkan, dan konsekuensi yang timbul akibat perubahan iklim dapat diatasi. Mitigasi perubahan iklim adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam upaya menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca sebagai bentuk upaya penanggulangan dampak perubahan iklim.

Instruksi Bupati No.3 Tahun 2017 Tentang pembinaan dan pendampingan bagi lokasi- lokasi yang akan diusul sebagai lokasi kampung iklim skala Desa/kelurahan, dusun/lingkungan dan skala rukun

(30)

warga (RW) yang mewakili kecamatan dengan lingkup kegiatan sebagai berikut :

a. Budidaya pertanian rendah emisi gas rumah kaca (GRK) dan peningkatan tutupan vegetasi;

b. Pengelolaan dan pemanfaatan sampah/limbah; c. Pengendaian penyakit terkait iklim;

d. Peningkatan ketahanan pangan dan urban farming ; dan

e. Peningkatan ketahanan energi serta penggunaan energi baru, terbarukan dan konservasi energi.

2. Tujuan Khusus Program Kampung Iklim

Program kampung iklim tidak hanya memiliki tujuan umum namun juga memiliki tujuan khusus. Tujuan Khusus Program Kampung Iklim adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta potensi pengembangannya di tingkat lokal.

2. Memberikan pengakuan terhadap aksi lokal yang telah dilakukan masyarakat untuk mendukung upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

3. Mendorong penyebarluasan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah berhasil dilaksanakan pada lokasi tertentu untuk dapat diterapkan di daerah lain.

(31)

3. Manfaat Program Kampung Iklim meliputi

a. Meningkatnya ketahanan masyarakat dalam menghadapi variabilitas iklim dan dampak perubahan iklim;

b. Terukurnya potensi dan kontribusi pengurangan emisi GRK suatu lokasi terhadap pencapaian target penurunan emisi GRK nasional. c. Tersedianya data kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta

potensi pengembangannya di tingkat lokal yang dapat menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan, strategi dan program terkait perubahan iklim;

d. Tersosialisasinya kesadaran dan gaya hidup rendah karbon;

e. Meningkatnya kemampuan masyarakat di tingkat lokal untuk mengadopsi tekait perubahan iklim.

4. Pendekatan, Prinsip dan Strategi

Pelaksanaan ProKlim menerapkan pendekatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat berdasarkan prinsip kemitraan. Dengan pendekatan tersebut para pemangku kemitraan berinteraksi secara aktif dalam proses penyelesaian masalah terkait perubahan iklim untuk memperkuat kapasitas sosial di tingkat lokal maupun nasional. Strategi pelaksanaan program secara umum adalah sebagai berikut:

a. Memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam mendukung upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

b. Memperkuat kapasitas masyarakat dalam melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim

(32)

c. Menjalin kemitraan dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dunia usaha , dan lembaga non-pemerintah.

d. Mendorong terciptanya kepemimpinan di tingkat masyarakat untuk menjamin keberlangsungan pelaksanaan kegiatan adaptasi dan mitigasiperubahan iklim;

e. Mendorong komitmen pengambil kebijakan di tingkat nasional dan daerah untuk mendukung pelaksanaan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim;

f. Menyebarluaskan keberhasilan upaya adaptasi dan mitigasi

perubahaniklim di tingkat lokal;

g. Meningkatkan pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna yang mendukung upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.

h. Mendorong optimalisasi potensi sumber pendanaan untuk mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim.

E. Pelaksanaan Program kampung iklim

Pelaksanaan program kampung iklim menjadi salah satu inovasi yang dapat mengendalian perubahan iklim dengan melaksanan program adaptasi dan mitigasi dalam menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca.

Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Nomor

P.1/PPI/SET/KUM.1/2/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Program

Kampung Iklim terdapat tahapan pelaksanaan Program Kampung Iklim, yaitu:

(33)

1. Persiapan

a. Pembentukan Kelompok Kerja

b. Pembuatan Profil Kerentanan dan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 2. Perencanaan Program

a. Perencanaan Pengembangan, Peningkatan Kapasitas, dan Kelembagaan Masyarakat.

b. Penyusunan rencana aksi adaptasl dan mitigasi perubahan iklim tingkat lokal berbasis masyarakat

3. Pelaksanaan Program

a. Pelaksanaan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tingkat lokal berbasis masyarakat

b. Peningkatan kapasitas akses sumberdaya, pendanaan, serta teknologi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim

4. Pengembangan dan penguatan Program Kampung Iklim

F. Kerangka Berfikir

Program Kampung Iklim menjadi program pemerintah dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai perubahan iklim melalui pelaksanaan ProKlim dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam ProKlim. Program kampung iklim adalah program berlingkup nasional yang dikembangkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melasanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca .

(34)

Implementasi Program Iklim yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program kampung iklim dengan melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi. Berdasarkan uraian diatas, kerangka pikir dari penelitian ini dapat digambarkan dalam Gambar 2.1 sebagai berikut:

Faktor penghambat 1) Pemberian Pupuk bersubsisidan pestisida 2) Kurangnya Dana Faktor pendukung a. Komunitas Swabima Petani Salassae b. Dukungan Kebijakan dalam Pelaksanaan Proklim

1. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2012

2. Instruksi Bupati No.3 Tahun 2017 yaitu : a. Adaptasi

Penerapan adaptasi di desa Salassae yaitu:

1) Pengendalian kekeringan(pemanenan air

hujan, peresapan air, perlindungan mata air). 2) Peningkatan ketahanan pangan (penerapan

pola tanam heterokultur, perbaikan sistem irigasi, pertanian terpadu).

3) Pengendalian penyakit terkait iklim b. Mitigasi

Penerapan mitigasi di desa Salassae yaitu:

1) Pengelolaan sampah, limbah padat 2) Menambah tutupan vegetasi 3) Melakukan budidaya pertanian

Untuk mengatasi perubahan iklim

Implementasi program unggulan kampung iklim

(35)

G. Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini mengenai Implementasi Program kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba dengan menggunakan Kebijakan yang ada pada program kampung menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2012 yaitu adaptasi dan mitigasi, serta bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba.

H. Deskripsi Fokus Penelitian

Berdasarkan fokus penelitian yang telah diuraian, penulis kemudian akan mendeskripsikan fokus penelitian sebagai berikut :

Adapun pelaksanaan program kampung iklim dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 20122012dan Instruksi Bupati No.3 Tahun 2017 tentang pembinaan dan pendampinganTentang pembinaan dan pendampingan bagi lokasi- lokasi yang akan diusul sebagai lokasi kampung iklim skala desa/kelurahan, dusun/lingkungan dan skala rukun warga (RW) yang mewakili kecamatan yaitu :

a. Adaptasi

Hal ini merupakan upaya yang dilakukan Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Bulukumba dalam memberikan pemahaman kepada desa Salassae untuk mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim yang terjadi dengan melakukan kegiatan pencegahan.

(36)

Penerapan adaptasi di desa Salassae yaitu:

1) Pengendalian kekeringan (pemanenan air hujan, peresapan air, perlindungan mata air)

Dalam upaya pengendalian kekeringan masyarakatdesa Salassae melakukan kegiatan yaitu dengan membuat sumur resapan yang digunakan untuk menampung air hujan dan meresapkan kedalam tanah..

2) Peningkatan ketahanan pangan (penerapan pola tanam heterokultur, perbaikan sistem irigasi, pertanian terpadu).

Peningkatan ketahanan pangan merupakan kegiatan yang dilakukan desa Salassae untuk mengantisipasi kekurangan pangan akibat gagal panen dengan meningkatkan potensi tanaman. Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat adalah dengan menerapkan sistem pola tanamdan melakukan inovasi sistem irigasi diarea persawahan yang dimiliki oleh masyarakat setempat.

3) Pengendalian penyakit terkait iklim

Pengendalian penyakit merupakan kegiatan untuk pencegahan penyakit yang muncul akibat perubahan iklim. Beberapa penyakit yang sering terjadi karena lingkungan yang kurang bersih seperti diare, malaria dan DBD atau Demam Berdarah Dengue.

b. Mitigasi

Mitigasi merupakan upaya yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulukumba dengan memberikan arahan kepada desa

(37)

Salassae untuk mengatasi dampak perubahan iklim dengan melakukan kegiatan-kegiatan pengurangan resiko kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim.

Penerapan mitigasi di desa Salassae yaitu: 1) Pengelolaan sampah, limbah padat

Dalam pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di desa Salassae yaitu dengan membentuk bank sampah yang dikelola oleh KASIMPADA. Desa Salassae memiliki satu unit bank sampah sebagai tempat pengelolaan sampah yang diharapkan mampu mengelola sampah dengan tepat dan dapat menjadi suatu kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.

2) Menambah tutupan vegetasi

Peningkatan tutupan vegetasi merupakan salah satuupaya masyarakat untuk menjaga keseimbangan lingkungandengan melakukan kegiatan penghijauan. Adapun kegiatan penghijauan yang dilakukan masyarakat desa Salassae yaitu dengan menanambeberapa pohon seperti pohon cengkeh, kayu Bitti, dll. 3) Melakukan budidaya pertanian

Budidaya pertanian dalam pelaksanaan Proklim adalah salah satu kegiatan yang dilakukan sebagai upaya masyarakat di desa Salassae untuk mengurangi gas rumah kaca akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia serta membakar jerami. Budidaya pertanian yang di lakukan desa Salassae setelah diterapkannya,

(38)

Proklim kini masyarakat menggunakan pupuk organik dalam sektor pertanian.

Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan program kapung iklim yaitu :

a. Faktor pendukung

1) Komunitas Swabima Petani Salassae

Komunitas Swabina Petani Salasse (KSPS) merupakan komunitas berbadan hukumyang menjadi salah satu pendukung pelaksanaan program kampung iklim di Kabupaten Bulukumba, dengan memberikan pembinaan serta mendorong masyarakat melakukan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.

2) Dukungan Kebijakan dalam Pelaksanaan

Dukungan kebijakan dalam pelaksanaan Proklim di Desa Salassae merupakan bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh instruksi Bupati no.3 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan pendampingan bagi lokasi-lokasi yang akan diusul sebagai lokasi kampung iklim skala desa/kelurahan, dusun/lingkungan dan skala rukun warga(RW) dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim .

(39)

1) Pemberian Pupuk bersubsisi dan pestisida

Pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi merupakan salah satu program dari dinas pertanian untuk kebutuhan petani. Hal ini bertolak belakang dari program kampung ikim, dimana program kampung iklim mencanangkan pertanian alami namun mereka juga tidak bisa menolak bantuan dari pemerintah terutama karena bantuan yang diberikan secara gratis.

2) Kurangnya Dana

Dana merupakan salah satu penghambat dalam pelaksanaan program kampung iklim di kabupaten Bulukumba karena setiap program yang dijalankan pasti memerlukan biaya agar pelaksanaan program kampung iklim didesa Salassae dapat berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai.

(40)

28 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September. Lokasi penelitian ini berada di Kabupaten Bulukumba tepatnya didesa Salassae Kecamatan Bulukumpa, sebagai desa yang melakukan kegiatan adaptasi dan mitigasi dalam persiapan menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui bagaimana implementasi program unggulan kampung ikim di Kabupaten Bulukumba.

B. Jenis dan Tipe penelitian 1. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pada penelitian kualitatif dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, pendapat, motivasi, tindakan, dll. Deskripsi dalam dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.

Penelitian kualitatif bertujuan untuk memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia. Penelitian kualitatif berhubungan dengan ide, pendapat, ataupun kepercayaan orang yang diteliti dan semuanya tidak dapat diukur dengan angka.

(41)

2. Tipe Penelitian

Tipe penelitian ini adalah fenomenologi yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai masalah yang akan di teliti berdasarkan pengalaman yang telah dialami oleh informan. Masalah yang akan diteliti terkait Implementasi Program Unggulan Kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba.

C. Sumber Data

Sumber data adalah tempat dimana peneliti memperoleh data-data yang diperlukan selama peneliti melaksanakan penelitiannya.

1. Data primer

Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui narasumber atau dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan objek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data.

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data sekunder ini adalah data yang sifatnya mendukung keperluan data primer seperti buku-buku, literatur dan bacaan yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian.

D. Informan Penelitian

Informan merupakan orang yang benar-benar mengetahui permasalahan yang akan diteliti secara mendetail. Adapun teknik penentuan informan dalam

(42)

penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel didasarkan atas tujuan tertentu atau dengan kata lain orang yang dapat memberikan informasi akurat tentang Implementasi Program Unggulan Kampung Iklim dikabupaten Bulukumba.

Informan dalam Penelitian ini yaitu Informan sebanyak 6 orang yaitu:

Tabel 2. Informan Penelitian

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif yang memungkinkan diperoleh data detail dengan waktu yang relatif lama.

NO. NAMA JABATAN

1. Ir. Hj.St.Patimah Kepala Seksi Pemeliharaan

Lingkungan Hidup dan Pertamanan

2. Ponnong Komunitas Swabima Petani

Salassae (KSPS)

3. Muhammad Nur Komunitas Swabima Petani

Salassae (KSPS)

4. Gito Sukamdani Kepala Desa Salassae

5. Abdul Wahid Masyarakat

(43)

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.

Berikut ini akan dijelaskan teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Teknik wawancara,

Teknik yang dilakukan pertemuan dua orang untuk bertukar

informasi ataupun ide melalui Tanya jawab secara lisan dan mendalam terhadap beberapa informan yang diambil sebagai sampel yang dianggap mampu memberikan informasi yang akurat terkait implementasi Program Unggulan Kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba.

2. Teknik pengamatan/observasi,

Teknik ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan

pencatatan yang sistemastis terhadap masalah-masalah yang terkait dengan Implementasi Program Unggulan Kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba. Pengamatan ini bertujuan untuk memperoleh keterangan-keterangan data yang akurat dan relevan antara jawaban responden dengan kenyataan yang terjadi dilapangan.

3. Teknik dokumentasi

Teknik pengumpulan data melalui dokumen-dokumen atau buku

ataupun hasil-hasil penelitian yang relevan dengan Implementasi Program Unggulan Kampung Iklim di Kabupaten Bulukumba. Teknik dokumentasi

(44)

digunakan untuk mengungkap serta melengkapi informasi yang erat kaitannya dari pokok permasalahan.

F. Teknik Analisis Data.

Data yang terkumpul pada penelitian ini adalah data kualitatif, sehingga teknik analisisnyasesuai dengan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2018) yaitu dilakukan secara interaktif. Adapun langkah yang peneliti gunakan dalam menganalisis data sesuai dengan prosedur dan tahapan-tahapan berikut:

1. Reduksi data

Reduksi data merupakan pemilihan data dan pemusatan perhatian kepada data-data yang betul-betul dibutuhkan sebagai data utama dan juga data yang sifatnya hanya pelengkap saja. Data yang diperoleh dari lokasi penelitian atau data lapangan dituangkan dalam uaraian atau laporan yang lengkap dan terinci. Laporan lapangan direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal-hal-hal yang penting.

2. Penyajian data

Penyajian data yang telah diperoleh dari lapangan terkait dengan seluruh permasalahan penelitian dipilah anatara mana yang dibutuhkan dengan yang tidak, lalu dikelompokkan, kemudian diberikan batasan masalah.

3. Penarikan kesimpulan

Setelah melakukan penyajian data maka kesimpulan awal dapat dilakukan. Penarikan kesimpulan ini juga dilakukan selama penelitian berlangsung. Sejak awal kelapangan serta dalam proses pengumpulan data

(45)

peneliti berusaha melakukan analisis dan mencari makna dari yang telah terkumpulkan.

G. Pengabsahan Data

Pada tahap ini Peneliti menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu.Adapun Macam-macam teknik triangulasi. Menurut sugiyono dalam Sinatriyo (2019).

1. Triangulasi sumber

Triangulasi sumber adalah triangulasi yang digunakan untuk menguji data dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini peneliti dapat membandingkan hasil pengamatan, wawancara, dengan dokumen-dokumen yang ada. Perbandingan hasil wawancara dari informan (Data Primer) dengan buku bacaan atau file ataupun dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian ( Data sekunder). 2. Triangulasi teknik

Triangulasi teknik adalah triangulasi yang digunakan untuk menguji data dengan cara mengecek data yang sama namun dengan teknik yang berbeda. Dalam hal ini data yang diperoleh dengan teknik wawancara lalu dilakukan pengecekan dengan teknik observasi ataupun dokumen.

3. Triangulasi waktu

Triangulasi waktu adalah triangulasi yang sering mempengaruhi data. Untuk mendapatkan data yang lebih valid, peneliti bisa melakukan pengecekan atau pengamatan tidak hanya satu kali dan dengan berbagai

(46)

cara. Dalam hal ini peneliti bisa melakukan pengamatan pada saat di pagi hari saat informan masih dalam keadaaan segar. Kemudian melakukan pengamatan kembali pada saat sore hari untuk mendapatkan data yang lebih valid dan memastikan data yang diperoleh tidak berbeda dari waktu ke waktu.

(47)

35 BAB IV PEMBAHASAN

A. Deskripsi objek penelitian

Pada bab ini peneliti akan memberikan gambaran umum tentang lokasi penelitian dan bagaimana implementasi program unggulan kampung iklim di kabupaten Bulukumba. Gambaran umum lokasi penelitian meliputi gambaran umum wilayah kabupaten Bulukumba dan gambaran umum Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan selaku penanggung jawab dari program kampung iklim di kabupaten Bulukumba. Gambaran umum kabupaten Bulukumba mencakup kondisi fisik serta wilayah kependudukan kabupaten Bulukumba. Gambaran umum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencangkup tugas, fungsi, visi dan misi.

1. Gambaran Umum Kabupaten Bulukumba

Secara kewilayahan, Kabupaten Bulukumba memiliki luas 1.154,58 km2 atau sekitar 2,5 persen dari luas wilayah Sulawesi Selatan yang meliputi 10 (sepuluh) kecamatan dan terbagi kedalam 27 kelurahan dan 109 Desa. Ditinjau dari segi luas kecamatan Gantarang dan Bulukumpa merupakan dua wilayah kecamatan terluas masing-masing seluas 173,51 km2 dan 171,33 km2 sekitar 30 persen dari luas kabupaten. Kemudian disusul kecamatan lainnya dan yang terkecil adalah kecamatan Ujung Bulu yang merupakan pusat kota kabupaten dengan luas 14,44 km2 atau hanya sekitar 1 persen. Wilayah Kabupaten Bulukumba hampir 95,4 persen

(48)

berada pada ketinggian 0 sampai dengan 1000 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan tingkat kemiringan tanah umumnya 0-400. Terdapat sekitar 32 aliran sungai yang dapat mengairi sawah seluas 22.958 Hektar, sehingga merupakan daerah potensi pertanian.Curah hujannya rata-rata 170 mm per bulan dan rata-rata hari hujan 12 hari per bulan. Dari luas wilayah tersebut jumlah Penduduk di Kabupaten Bulukumba dari berbagai macam suku bangsa yang sebahagian besar adalah suku Bugis, dan Makassar yang terdiri dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3. Jumlah Penduduk Kabupaten Bulukumba

No. Kecamatan Jumlah penduduk(jiwa) 2016 1. Gantarang 74 582 2. Ujung Bulu 53 764 3. Ujung loe 41 397 4. Bontobahari 25 233 5. Bontotiro 21 916 6. Herlang 24 560 7. Kajang 48 635 8. Bulukumpa 52 259 9. Rilau Ale 39 775 10. Kindang 31 108

(49)

Sumber :Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulukumba.

Kabupaten Bulukumba berada pada kondisi empat dimensi, yakni dataran tinggi pada kaki Gunung Bawakaraeng – Lompobattang, dataran rendah, pantai dan laut lepas. suhu rata-rata kabupaten Bulukumba berkisar antara 23,82 °C – 27,68 °C. Suhu pada kisaran ini sangat cocok untuk pertanian tanaman pangan dan tanaman perkebunan. Berdasarkan analisis Smith – Ferguson (tipe iklim diukur menurut bulan basah dan bulan kering) maka klasifikasi iklim di Kabupaten Bulukumba termasuk iklim lembap atau agak basah. Kabupaten Bulukumba berada di sektor timur, musim gadu antara Oktober – Maret dan musim rendengan antara April – September. Dengan kondisi seperti ini memberikan dampak terhadap iklim di Kabupaten Bulukumba. Hal ini yang mengawali pemerintah menerapkan program kampung iklim untuk mencegah berbagai kerusakan lingkungan.

2. Gambaran Khusus Lokasi Penelitian

Secara khusus lokasi penelitian ini berada di desa Salassae yang merupakan salah satu desa dalam wilayah kecamatanBulukumpa kabupaten bulukumba. Secara administratif, wilayah desa Salassae memiliki batas sebagai berikut:

a. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Desa Jojjolo

b. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Desa Bonto Haru Kec. Rilau Ale c. SebelahTimur : Berbatasan dengan Desa BontoMangiring

(50)

Luas wilayah desa Salassae adalah 917,29 Ha yang terdiri dari 111 Ha berupa pemukiman, 756 Ha berupa daratan yang digunakan untuk lahan pertanian, serta 50,29 ha berupa lahan pekarangan dan fasilitas umum.Sebagaimana wilayah tropis, Desa Salassae mengalami musim kemarau dan musim penghujan dalam tiap tahunnya.Jarak pusat desa dengan ibu kota kabupaten yang dapat ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih 37 km. Sedangkan jarak pusat desa dengan ibu kota kecamatan yang dapat ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih 7 km.

3. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba a. Visi & Misi, Tujuan, Sasaran

1) Visi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba

Visi adalah suatu gambaran dan cita-cita tentang keadaan masa depan yang ingin diwujudkan oleh instansi pemerintah, dengan mengacu pada batasan tersebut. Visi merupakan pandanga jauh kedepan, kemana dan bagaimana instansi pemerintah harus dibawa dan berkarya agar konsisten dan tetap eksis, inovatif, antisipatif dan produktif. Adapun Visi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba sebagai berikut :

“Terwujudnya pelestarian fungsi lingkungan hidup”

2) Misi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba

(51)

Untuk merealisasikan visi yang telah ditetapkan yang dilandaskan pada potensi maupun sumber daya yang dimiliki serta didukung oleh semangat kebersamaan, tanggung jawab yang optimal an proporsional, maka misi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba sebagai berikut : a) Meningkatnya upaya pemenuhan baku mutu lingkungan

hidup

b) Meningkatnya kebersihan dan keindahan Kabupaten Bulukumba

c) Meningkatnya peran serta masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

3) Tujuan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba

“Terwujudnya pelestarian fungsi lingkungan hidup”

4) Sasaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba sebagai berikut :

a) Meningkatnya upaya pemenuhan baku mutu lingkungan hidup

b) Meningkatnya kebersihan dan keindahan Kabupaten Bulukumba

c) Meningkatnya peran serta masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

(52)

b. Tugas dan Fungsi Pokok Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba

1. Kepala Dinas

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan

mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam

mengkoordinasikan penyelenggaraan lingkungan hidup dan Kehutanan. Untuk menyelenggarakan tugas, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan mempunyai fungsi:

a. Mengoordinasikan perumusan rencana strategis Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan;

b. Mengoordinasikan perumusan kebijakan agar tercipta sinkronisasi dan integrasi kebijakan pemerintah dalam lingkup kerja dan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan;

c. Melaksanakan pengendalian, penempatan dan pembinaan kepegawaian lingkup Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan;

d. Mengendalikan pengelolaan keuangan Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan;

e. Menyelenggarakan urusan umum Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan;

(53)

2. Sekretaris

Sekretaris mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas mengoordinasikan penyelenggaraan kesekretariatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.Untuk melaksanakan tugas, maka uraian Sekretaris sebagai berikut :

a. Mengoordinasikan penyusunan program dan kegiatan Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan;

b. Merumuskan pedoman dan/atau petunjuk teknis

pelaksanaan penyelenggaraan urusan kesekretariatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

c. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi berkala

pelaksanaan kegiatan kesekretariatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

d. Mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan kepada bawahan;

e. Memantau dan mengevaluasi serta menilai pelaksanaan tugas bawahan;

3. Bidang Penataan dan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan

Bidang Penataan dan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas menyiapkan bahan penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah bidang penataan dan penaatan,

(54)

perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meliputi perencanaan dan kajian dampak lingkungan, pengaduan dan penyelesaian sengketa lingkungan dan penegakan hukum lingkungan. Untuk melaksanakan tugas, maka uraianBidang Penataan dan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Bidang Penataan dan Penaatan, Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan

tugas dalam lingkungan Bidang Penataan dan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Mengoordinasikan, menyiapkan bahan dan melaksanakan perumusan kebijakan terkait perencanaan dan kajian dampak lingkungan hidup.

4. Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan

Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan memiliki tugas pokok membantu Kepala Bidang menyiapkan bahan penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah

(55)

bidang perencanaan. Untuk melaksanakan tugas pokok, maka uraian Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan

tugas dalam lingkungan Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Menginventarisasi data dan informasi sumber daya alam. 5. Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan

Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan tugas pokok membantu Kepala Bidang menyiapkan bahan penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah bidang pengaduan dan penyelesaian sengketa lingkungan. Untuk melaksanakan tugas, maka uraian Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan sebagai berikut :

(56)

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan

tugas dalam lingkungan Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Mempersiapkan bahan penyusunan kebijakan tentang tata cara pelayanan pengaduan dan penyelesaian pengaduan masyarakat;

6. Seksi Penegakan Hukum Lingkungan

Seksi Penegakan Hukum Lingkungan mempunyai tugas

pokok membantu Kepala Bidang menyiapkan bahan

penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah bidang penegakan hukum lingkungan. Untuk melaksanakan tugas, maka uraian Seksi Penegakan Hukum Lingkungan sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Penegakan Hukum Lingkungan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas; b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas;

(57)

c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dalam lingkungan Seksi Penegakan Hukum Lingkungan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Menyusun kebijakan pengawasan terhadap usaha dan atau kegiatan yang memiliki izin lingkungan dan izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan;

7. Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Peningkatan Kapasitas

Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas

pokok membantu Kepala Dinas menyiapkan bahan

penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah bidang pengelolaan sampah, limbah bahan berbahaya dan beracun dan peningkatan kapasitas meliputi pengelolaan sampah, limbah bahan berbahaya dan beracun serta peningkatan kapasitas lingkungan hidup. Untuk Melaksaanakan tugas, maka uraian Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Peningkatan Kapasitas sebagai berikut :

(58)

a. Menyusun rencana kegiatan Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Peningkatan Kapasitas sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas; b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan

tugas dalam lingkungan Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Peningkatan Kapasitas untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Mengoordinasikan, menyiapkan bahan dan melaksanakan perumusan kebijakan terkait pengelolaan sampah;

8. Seksi Pengelolaan Sampah

Seksi Pengelolaan Sampah mempunyai tugas pokok

membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan bahan

penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah bidang pengelolaan sampah. Untuk melaksanakan tugas, maka uraian pokok Seksi Pengelolaan Sampah sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Penegakan Hukum Lingkungan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas; b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas;

(59)

c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dalam lingkungan Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Menyusun informasi pengelolaan sampah. 9. Seksi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun

Seksi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan bahan penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah bidang limbah bahan berbahaya dan beracun. Untuk melaksanakan tugas, maka uraian Seksi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Limbah Bahan

Berbahaya dan Beracun sebagai pedoman dalam

pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan

tugas dalam lingkungan Seksi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

(60)

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Merumuskan penyusunan kebijakan perizinan penyimpanan

sementara limbah bahan berbahaya dan beracun

(pengajuan, perpanjangan, perubahan dan pencabutan); 10. Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup

Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup

mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan bahan penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah bidang peningkatan kapasitas lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas, maka uraian Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup sebagai berikut: a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Peningkatan Kapasitas

Lingkungan Hidup sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan

tugas dalam lingkungan Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas.

(61)

11. Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup

Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas menyiapkan bahan penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah bidang pengendalian pencemaran

lingkungan, pengendalian kerusakan lingkungan dan

pemeliharaan lingkungan hidup dan pertamanan. Untuk melaksanakan tugas, maka uraian Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Bidang Pengendalian

Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan

tugas dalam lingkungan Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Mengoordinasikan, menyiapkan bahan dan melaksanakan perumusan kebijakan terkait pengendalian pencemaran lingkungan.

(62)

12. Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan bahan penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah

bidang pengendalian pencemaran lingkungan.Untuk

melaksanakan tugas, maka uraian Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Pengendalian

Pencemaran Lingkungan sebagai pedoman dalam

pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan

tugas dalam lingkungan Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Melaksanakan pemantauan sumber pencemar institusi dan non institusi.

13. Seksi Pengendalian Kerusakan Lingkungan

Seksi Pengendalian Kerusakan Lingkungan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan bahan penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah

(63)

bidang pengendalian kerusakan lingkungan. Untuk melaksanakan tugas, maka uraian Seksi Pengendalian Kerusakan Lingkungan sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan

tugas dalam lingkungan Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Melaksanakan pemantauan kerusakan lingkungan. 14. Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup

Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan bahan penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah bidang pemeliharaan lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Pemeliharaan

Lingkungan Hidup sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

(64)

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan

tugas dalam lingkungan Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas; d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau

menandatangani naskah dinas;

e. Melaksanakan perlindungan sumber daya alam. 15. Bidang Kehutanan dan Pelestarian Lingkungan

Bidang Kehutanan dan Pelestarian Lingkungan

mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas menyiapkan bahan penyusunan, pemantauan dan evaluasi kebijakan daerah bidang pemanfaatan dan kawasan hutan, perlindungan dan pengamanan hutan serta kelembagaan dan konservasi. Untuk melaksanakan tugas, maka uraian Bidang Kehutanan dan Pelestarian Lingkungan sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Bidang Kehutanan dan

Pelestarian Lingkungan sebagai pedoman dalam

pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas; c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dalam lingkungan Bidang Kehutanan dan Pelestarian Lingkungan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

Gambar

Tabel Penelitian Terdahulu 2.1
Tabel 2. Informan Penelitian
Tabel 3. Jumlah Penduduk Kabupaten Bulukumba
Tabel 4.Data Base Lokasi Program Kampung Iklim Kabupaten Bulukumba.
+2

Referensi

Dokumen terkait

Atashi yang berarti ‘saya’ merupakan pronomina persona pertama tunggal dalam bahasa Jepang. Bentuk pronomina persona ini di dalam data hanya digunakan oleh wanita

banjir atau stakeholder pembuat kebijakan penggunaan asuransi pada infrastruktur publik; (3) responden yang mewakili stakeholder pengguna harus berasal dari infrastruktur

Pemohon sita/ Eksekusi/ Lelang Sesuai dengan kebijakan setiap satker. Termohon sita/ Eksekusi/ Lelang

PD : Boleh saja, kalau untuk peminjaman peralatan karyawan dapat mengisi form peminjaman yang kemudian akan diberikan ke manajer SDM untuk melakukan

11 Dari penelitian di Bailang dan Bengkol, didapatkan data pada tahun 2015 di Puskesmas Bailang yang menunjukkan adanya lebih banyak pasien laki-laki suspek TB (153

Ikuti instruksi berikut sambil memperhatikan Gambar 2.9. sebelum sebagai gambar kerja dimana posisi pengklikan lakukan. Pembuatan busur tiga titik. Buatlah simbol lampu

Adapun nama - nama tersebut adalah sebagai berikut:.. NO NAMA/NIP Pangkat/Golru Nama Mahasiswa NIM

Manajer investasi akan berperan sebagai pengelola dana investasi yang terkumpul dari sekian banyak investor untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek, seperti T/D, SBI,