• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

Kedudukan dan Koordinasi

Selama proses kerja magang di Superpixel studio, penulis ikut serta dalam pengerjaan beberapa proyek yang dikerjakan bersama Superpixel. Berikut merupakan kedudukan serta alur koordinasi yang telah dilalui oleh penulis.

1. Kedudukan

Kedudukan penulis selama proses kerja magang adalah sebagai 2D artist dibawah departemen animasi 2D. Dibimbing oleh Puput Wira Satya sebagai Pre-Production Lead serta Emeralda Lindra dan Anatashia Bellani sebagai 2D illustrator dan animator yang berperan juga sebagai pembimbing lapangan magang. Sebagai 2D artist penulis diberi kepercayaan untuk membantu mengerjakan tugas yang diberi langsung oleh Pre-Production Lead. Penulis membantu membuat asset dalam bentuk ilustrasi 2D serta mengembangkan konsep proyek yang telah didiskusikan melalui briefing.

2. Koordinasi

Gambar 3.1.2. Bagan Alur Koordinasi

(2)

Tugas yang Dilakukan

Berikut adalah tabel mengenai hal-hal yang dikerjakan oleh penulis selama periode magang:

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang

No. Minggu Proyek Keterangan

1 3-8 Agustus 2020

Newsletter untuk Singapore National Day

- Pengenalan tentang Newsletter - Briefing awal mengenai konsep

dan ketentuan ilustrasi dan animasi untuk Singapore National Day

- Ilustasi menggunakan Photoshop CS6 dan Animasi menggunakan After Effect CC 2017

2 11-15 Agustus 2020

Newsletter untuk Indonesia Independence Day dan Parkway Hospital

- Briefing awal mengenai konsep dan ketentuan ilustrasi dan animasi untuk Indonesia Independence Day

- Ilustrasi menggunakan Photoshop CS6 dan Animasi menggunakan After Effect CC 2017

- Membantu Cleanup storyboard untuk Parkway Hospital menggunakan Photoshop CS6 3 18-22

Agustus 2020

Membuat asset

character di Adobe Illustrator Superpixel

- Mempelajari kembali Adobe Illustrator

- Mengajukan design character

(3)

dan Mengikuti Webinar Supertalk from The Pixel Class Superpixel bersama Binawan

- Briefing untuk mengikuti webinar dari The Pixel Class dan mencatat pertanyaan yang diajukan audience serta jawaban dari Binawan dalam webinar melalui aplikasi zoom - Mengikuti Webinar dari The

Pixel Class

4 24-28 Agustus 2020

Webinar Supertalk from The Pixel Class Superpixel bersama Binawan

- Editing video hasil rekaman webinar yang telah disediakan

5 31

Agustus- 4 September 2020

Newsletter untuk Deepavali Day

- Briefing tentang konsep dan ide yang akan diterapkan, bekerja sama dengan tim divisi 3D - Mengembangkan ide dan

konsep lalu diterapkan kedalam ilustrasi

6 7-11 September 2020

Newsletter untuk Deepavali Day (Revisi) dan The Pixel Class Instagram Content

- Merapihkan revisi Newsletter Deepavali

- Mengumpulkan informasi

seputar berbagai film animasi

pilihan untuk dibagikan

kedalam konten Instagram The

Pixel Class

(4)

7 14-18 September 2020

Newsletter untuk Deepavali Day (Selesai) dan Warner TV

- Menyelesaikan revisi Newsletter Deepavali

- Briefing proyek animasi The Bubble Tea Shop untuk Warner Tv

8 21-25 September 2020

The Bubble Tea shop Animation for Warner TV

- Membuat desain karakter untuk animasi The Bubble Tea Shop

9 28

September- 2 Oktober 2020

The Bubble Tea shop Animation for Warner TV dan The Pixel Class

- Revisi desain karakter untuk aninasi The Bubble Tea Shop - Editing konten Instagram untuk

The Pixel Class tentang Film Festival Internasional

10 5-9 Oktober 2020

The Bubble Tea shop Animation for Warner TV (Revisi) dan The Pixel Class

- Clean up pitchbible untuk The Bubble Tea Shop

- Clean up karakter

- Merapihkan konten Instagram untuk The Pixel Class tentang Film Festival Internasional 11 12-16

Oktober 2020

The Pixel Class Instagram Content dan Singapore Tourism Board

- Menyelesaikan konten Instagram untuk The Pixel Class tentang Film Festival Internasional

- Briefing proyek STB 12 19-25

Oktober 2020

Singapore Tourism Board

- Membuat karakter supertree grove dan merapihkan storyboard

13 26-30 Oktober 2020

Asset Character - Membuat animasi walk cycle

menggunakan asset karakter

(5)

yang sudah dibuat sebelumnya menggunakan After Effect

Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Bagian ini berupa penjelasan secara rinci mengenai beberapa pekerjaan yang dilakukan penulis selama proses magang di Superpixel.

3.3.1. Newsletter Singapore National Day

Newsletter merupakan kartu ucapan dari studio Superpixel untuk merayakan hari- hari besar setiap tahunnya. Kartu ucapan ini juga digunakan oleh Superpixel sebagai promosi untuk memperkenalkan studio Superpixel kepada kalangan luas. Pada tanggal 9 Agustus 2020 negara Singapura merayakan hari ulang tahunnya yang ke- 55 tahun. Konsep yang akan dipakai pada newletter untuk Singapore National Day tahun ini sesuai dengan official tema perayaan ulang tahun yang diberikan oleh pemerintah Singapura sesuai dengan protokol kesehatan terkait pandemik COVID- 19 seperti halnya memakai masker.

Waktu yang diberikan untuk membuat Newsletter ini tidak lebih dari lima hari. Berbentuk ilustrasi yang dianimasikan secara singkat, penulis dan rekan, Devina membagi tugas masing-masing. Penulis mendapat bagian untuk membuat ilustrasi untuk Newsletter Singapore National Day.

3.3.1.1. Briefing

Pada proyek ini penulis beserta rekan, Devina diminta untuk membuat

animasi singkat berdurasi 5 detik untuk merayakan hari ulang tahun negara

Singapura yang ke-55 tahun. Puput Wira Satya sebagai pre-production lead

dan juga tim dari divisi 2D menyampaikan brief yang menjelaskan bahwa

Newsletter Singapore National Day akan berisikan ilustrasi atau elemen-

elemen yang berhubungan dengan Singapore National Day, lalu didesain

(6)

kendaraan yang akan digunakan untuk mengibarkan bendera Singapura nanti yaitu Chinook Helicopter. Berikut referensi yang penulis gunakan untuk memvisualisasikan ilustrasi yang akan digambar:

Gambar 3.2. Referensi Newsletter Singapore Natonal Day (sumber: https://www.straitstimes.com/)

3.3.1.2. Visualisasi

Hal pertama yang penulis lakukan adalah mencari referensi dan informasi

lebih tentang hari ulang tahun Singapura yang ke-55 tahun. Setelah

mendapatkan informasi penulis mencoba membuat sketsa awal. Penulis

memasukan ikon kembang api, Marina Bay Sands, Merlion Park, fighter

jets dan tentunya orang memegang bendera Singapura dengan tetap

menggunakan masker. Tidak lupa ucapan National Day ditengah frame

sebagai fokus utama.

(7)

Gambar 3.3. Sketsa awal Newsletter Singapore Natonal Day (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Setelah itu penulis mengajukan sketsa yang sudah dibuat, kemudian sketsa dipilih karena dirasa sesuai dengan konsep yang sudah dijelaskan yaitu telah mengikuti tema perayaan Singapore National Day. Penulis diminta mengganti ikon like menjadi Chinook Helicopter dan kalimat National Day menjadi Happy 55 th Birthday Singapore!. Penulis mulai merapihkan sketsa awal dan mulai berdiskusi dengan rekan, Devina untuk pembagian masing-masing ikon yang akan dibuat. Penulis akan fokus kepada pembuatan ikon Merlion Park, kembang api, orang memegang bendera Singapura dan juga tulisan ditengah frame yaitu ucapan Happy 55 th Birthday Singapore!.

1. Ikon Merlion Park

Dalam membuat ikon Merlion Park penulis mencari referensi foto

asli dari situs google. Penulis bernisiatif untuk membuat ombak di

belakang patung singa untuk menggantikan tepian sungai.

(8)

Gambar 3.4. Ikon Merlion Park (sumber: Dokumentasi Pribadi)

1. Ikon kembang api

Dalam membuat ikon kembang api penulis hanya menggambarkannya menjadi bentuk yang sederhana dan tidak kompleks seperti kembang api pada umumnya. Kembang apinya sendiri menggunakan warna ungu dan merah orange agar terlihat lebih meriah.

Gambar 3.5. Ikon kembang api (sumber: Dokumentasi Pribadi)

2. Ikon orang memegang bendera Singapura

Dalam membuat ikon ini penulis sengaja menggambarkannya

sedang memakai masker agar menghimbau masyarakat Singapura

(9)

untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Ilmi sebagai art director meminta penulis untuk menambahkan bucket hat dan sekumpulan tangan dengan warna kulit yang berbeda sedang memegang bendera. Ini bertujuan untuk menggambarkan Singapura dengan masyarakat yang bermacam budaya dan ras.

Gambar 3.6. Ikon orang memegang bendera

(sumber: Dokumentasi Pribadi)

(10)

3. Tulisan Happy 55 th Birthday Singapore!

Dalam membuat tulisan Happy 55 th Birthday Singapore! penulis menggunakan font Lobster yang dapat diunduh melalui situs dafont.com. Penulis mengubah jarak tulisan menjadi 0 agar menjadi huruf sambung. Penulis juga menggunakan gradasi warna merah dan ungu untuk menyesuaikan desain official NDP 2020 Singapore.

Gambar 3.7. Tipography Happy 55 th Birthday Singapore (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Setelah ilustrasi selesai, penulis melakukan diskusi dengan Puput Wira Satya selaku pre-production lead beserta tim divisi 2D. Penulis mendapat revisi untuk mengubah warna latar belakang menjadi merah muda karena warna kuning terlalu kontras.

Gambar 3.8. Hasil akhir ilustrasi Newsletter

(sumber: Dokumentasi Pribadi)

(11)

3.3.2. The Bubble Tea Shop for Warner Tv

Gambar 3.8. Final Look The Bubble Tea Shop (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.9. Final Look The Bubble Tea Shop (sumber: Dokumentasi Pribadi)

The Bubble Tea Shop merupakan proyek animasi series berdurasi 2 menit dan 11

(12)

bersama keluarga sepupu jauhnya yang sedang menjalankan bisnis toko minuman bubble tea rumahan bernama Cheetah Sugar. Terdapat empat tokoh di dalam cerita The Bubble Tea Shop.

Pertama, Jing sebagai tokoh kucing remaja perempuan berumur 14 yang memiliki sifat perfeksionis, pintar namun cenderung kaku saat berkomunikasi. Mee merupakan sepupu Jing yang sama-sama masih remaja berumur 14, Mee pernah populer di Youtube berkat videonya yang gemar unboxing mainan. Namun seiring waktu kepopulerannya berkurang dan hilang menjadi debu. Mee memiliki sifat materialistis serta terobsesi dengan dirinya sendiri. Mee memiliki adik laki-laki bernama Peng. Peng masih berusia 10 tahun membuat Peng menjadi yang terkecil di keluarganya namun Peng memiliki berat badan yang berlebih. Peng terobsesi menjadi pegulat sumo maka dari itu Peng selalu menggunakan baju pegulat sumo.

Sifatnya sama dengan umurnya yang masih kecil, Peng senang bersenang-senang yang terkadang menyusahkan orang lain. Terakhir terdapat tokoh ayah dari Mee dan Peng yaitu, uncle Lau. Uncle Lau merupakan pemilik toko bubble tea bernama Cheetah Sugar. Diumurnya yang sudah 40 tahun uncle Lau sudah melewati berbagai kegagalan dalam membangun sebuah usaha, sifatnya yang materialistis dan mencari keuntungan dengan tidak mengeluarkan modal yang besar membuat uncle Lau menghalalkan berbagai macam cara agar bisnis yang sekarang sukses baik dengan cara mempromosikannya lewat sisa ketenaran anaknya yaitu Mee, maupun berpakaian seperti anak muda yang uncle Lau pikir akan memancing minat pembeli.

Penulis bekerja dengan rekan, Devina untuk membuat desain tokoh maupun environment. Setelah berdiskusi dengan Devina, penulis memutuskan untuk merancang desain tokoh Jing, Mee, Peng dan uncle Lau pada The Bubble Tea Shop.

Untuk perancangan desain tokoh yang baik penulis banyak belajar dari buku Creating Character with Personality oleh Bancroft. Bancroft (2006) menjelaskan bahwa seorang character designer harus memperhatikan beberapa aspek penting dalam merancang sebuah tokoh seperti peran tokoh maupun karakter tokoh (hlm.

17).

(13)

3.3.2.1. Briefing

Puput Wira Satya selaku pre-production lead dan Dionisius sebagai creative partner menjelaskan tentang proyek ini secara garis besar, lalu penulis diberikan script yang berisi logline cerita dan karakter setiap tokoh seperti fisik, sosiologi serta psikologinya seperti apa untuk penulis baca terlebih dahulu agar mendapatkan gambaran awal seperti apa desain yang akan penulis buat. Lalu dijelaskan lebih dalam mengenai tokoh yang sudah dieksplorasi sebelumnya oleh tim Superpixel lewat presentasi yang dilakukan secara online menggunakan Zoom.

3.3.2.2. Visualisasi

Proses pertama yang dilakukan penulis adalah mencari referensi untuk setiap tokoh dari gambar-gambar sebelumnya, lalu membuat sketsa awal dan menentukan siluet yang tepat menggunakan Photoshop, berikut ini adalah sketsa awal yang telah dibuat oleh penulis.

Gambar 3.10. Referensi tokoh berdasarkan hasil brief

(sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(14)

Gambar 3.11. Salah satu gambar lama tokoh Jing (sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.12. Sketsa awal pembuatan tokoh Jing, Mee dan Peng

(sumber: Dokumentasi Pribadi)

(15)

Gambar 3.13. Penerapan 3 dimensional karakter pada pembuatan tokoh (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Dengan menentukan siluet memudahkan penulis untuk menentukan

bentuk, ukuran serta pose yang tepat untuk setiap tokoh. Penulis lalu

mengajukan sketsa awal kepada tim divisi 2D. Hasil diskusi mengatakan

bahwa setiap tokoh harus terlihat asian dikarenakan latar belakang film

ini mengambil setting lokasi di Taiwan. Selain itu setiap tokoh juga

harus terlihat karakter masing-masing. Setelah mendapatkan feedback

penulis melanjutkan eksplorasi tokoh. Penulis mencoba

mengaplikasikan 3 dimensional karakter setiap tokoh sesuai dari script

yang telah diberikan sebelumnya. Berikut penjelasan setiap tokoh :

(16)

4. Jing

Gambar 3.14. Tokoh Jing (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.15. Tokoh Jing (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jing merupakan tokoh utama dalam animasi The Bubble Tea Shop.

Seorang remaja umur 14 yang memiliki rupa kucing. Jing memiliki postur tubuh yang sedikit bungkuk, maka penulis menggambar Jing dengan bentuk leher yang pender dan bengkok agar terlihat bungkuk.

Sifatnya yang perfeksionis membuat Jing sedikit kaku dalam

bergaul, maka jika dilihat Jing dominan memiliki bentuk yang kotak

agar terlihat kaku. Dari segi fitur wajah, Jing memiliki bintik

(17)

diwajah dan menggunakan kacamata. Hal ini berfungsi untuk menambahkan citra ‘kutu buku’ atau nerdy selain menggunakan ekspresi wajah yang menyebalkan. Pose yang digunakan untuk Jing juga sesuai dengan sifatnya yang sedikit angkuh atau serba tahu, sehingga pose Jing dibuat seperti acuh tak acuh.

5. Mee

Gambar 3.16. Tokoh Mee

(sumber: Dokumentasi Pribadi)

(18)

Gambar 3.17. Tokoh Mee (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Mee merupakan sepupu Jing. Seorang remaja umur 14 yang

memiliki rupa kucing. Mee merupakan kaka Peng, Penulis

menggunakan bentuk segitiga pada wajah Mee untuk menunjukan

sifatnya yang centil dan materialistis. Tokoh Mee sendiri

digambarkan sebagai tokoh yang fashionable karena Mee sempat

menjadi artis Youtube. Hal tersebut penulis gambarkan lewat

bajunya serta gelang dan jepit rambut yang dipakai oleh Mee. Pose

Mee sendiri menggambarkan sifatnya yang bangga akan dirinya

sendiri, hal itu terlihat dari tegaknya ia berdiri serta bagaimana Mee

berekspresi.

(19)

6. Peng

Gambar 3.18. Tokoh Peng (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Peng merupakan sepupu Jing dan adik dari Mee. Peng masih berusia 10 tahun dan terobsesi menjadi seorang sumo. Maka penulis menggambarkan tokoh Peng sebagai anak yang memiliki berat badan berlebih serta gemar mengenakan pakaian yukata dan sandal geta. Peng memiliki sifat yang ceria dan mudah menuruti sesuatu, dapat digambarkan melalui bekspresi serta pose Peng yang terbuka.

7. Uncle Lau

Gambar 3.19. Tokoh uncle Lau

(sumber: Dokumentasi Pribadi)

(20)

Uncle Lau merupakan ayah dari Peng dan Mee. Berusia 40 tahun tidak membuat uncle Lau lelah dalam membangun sebuah bisnis, uncle Lau merupakan pemilik toko bubble tea. Sifatnya yang licik dan materialistik digambarkan oleh penulis melalui bentuk wajahnya yang memiliki sedikit sudut runcing. Karena uncle Lau senang menarik minat pembeli membuatnya harus tampil lebih unik, maka dari itu uncle Lau menggunakan gaya ala hipster yang dipikirnya akan memancing pembeli untuk datang ke toko bubble tea miliknya.

3.3.2.3. Clean up dan Size Comparison

Proses clean up penulis lakukan masih menggunakan Photoshop, pertama-tama penulis mengatur ukuran brush menjadi 4 px dan 5 px untuk membedakan ketebalan lineart yang diinginkan. Pre-production lead mengatakan bahwa penulis harus mengurangi garis-garis berlebih yang tidak begitu diperlukan. Setelah itu penulis menempatkan keempat tokoh bersampingan untuk membedakan tinggi setiap tokoh. Sesuai dengan karakter tokoh dan hasil diskusi bersama tim divisi 2D bahwa tokoh Mee akan dibuat lebih tinggi melebihi Jing. Sedangkan tokoh Peng dibuat lebih kecil dari pada Mee dan Jing dikarenakan Peng memiliki umur yang lebih muda dibandingkan yang lainnya dan untuk uncle Lau sendiri akan dibuat menjadi lebih kecil dan pendek dibandingkan yang lainnya agar terlihat lucu.

Namun setelah hasil akhir, penulis diberitahu untuk mengganti

tinggi uncle Lau dan Peng menjadi sejajar untuk menyesuaikan porsi

badan masing-masing tokoh.

(21)

Gambar 3.20. Setting brush untuk clean up lineart (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.21. Menghilangkan garis tidak penting

(sumber: Dokumentasi Pribadi)

(22)

Gambar 3.22. Size comparison untuk setiap tokoh (sumber: Dokumentasi Pribadi)

3.3.2.4. Colorimg

Proses coloring dimulai dari menentukan color palette yaitu yang diarahkan oleh tim divisi 2d untuk mengikuti contoh warna yang ada dalam film animasi steven universe untuk menyesuaikan juga dengan warna environment yang ada. Setelah color palette dirasa cukup selanjutnya penulis hanya tinggal memasukan warna kepada setiap tokoh. Penulis hanya diminta untuk mewarnai base color saja

Gambar 3.23. Penentuan color palette

(sumber: Dokumentasi Pribadi)

(23)

Gambar 3.24. Size comparison yang sudah diwarnai (sumber: Dokumentasi Pribadi)

3.3.3. SingapoRediscovers Vouchers

Pada tanggal 17 Agustus 2020, pemerintah Singapura mengumumkan bahwa 320 juta dolar Singapura akan disisihkan dalam bentuk SingapoRediscovers Voucher yang akan dibagikan kepada warga Singapura untuk mendukung bisnis pariwisata Singapura yang tengah menurun akibat pandemik COVID-19. SingapoRediscovers Voucher ini akan berbentuk kredit yang dapat digunakan oleh warga Singapura untuk menikmati fasilitas seperti menginap di hotel, tiket atraksi dan juga tur di Singapore Tourism Board.

Superpixel mengajukan konsep berupa animasi tokoh supertree grove yang

sedang mengiklankan tentang dan bagaimana mendapatkan SingapoRediscovers

Voucher. Tokoh supertree grove dipakai untuk menunjukan salah satu tempat

iconic yang wajib dikunjungi di Singapura. Terdiri dari dua tokoh supertree grove

yaitu, Bryan merupakan supertree yang santai, senang akan keberuntungan, ceria,

dewasa serta bijak. Ling merupakan supertree yang serba ingin tahu, senang akan

(24)

3.3.3.1. Briefing

Puput Wira Satya selaku pre-production lead, Dionisius sebagai creative partner serta Christophorus Gorgy sebagai studio manager (Indonesia) memberikan brief singkat mengenai proyek ini secara garis besar dan konsep serta ide yang telah dieksplorasi sebelumnya. Penulis mendapat bagian untuk membuat tokoh-tokoh pohon Supertree Grove.

Dalam brief dijelaskan tokoh supertree akan dibuat dengan bentuk yang sederhana. Brief tersebut disampaikan melalui presentasi online menggunakan Zoom.

3.3.3.2. Visualisasi

Hal pertama yang penulis lakukan adalah mencari foto supertree grove dengan resolusi dan kecerahan yang jelas dan baik. Setelah dirasa foto supertree sudah baik, penulis lanjut membuat desain tokoh yang sesuai dengan karakter Brian dan Ling. Penulis membuat tiga contoh desain sesuai yang diminta. Beberapa fitur wajah tokoh ada yang ditambahkan aksesoris untuk menggambarkan suasana liburan maupun mengubah bentuk mata agar terlihat lebih kecil seperti asian eyes. Penulis mengikuti referensi gambar yang diberikan saat brief.

Gambar 3.25. Referensi gambar fitur wajah tokoh saat brief

(sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(25)

Gambar 3.26. Foto supertree grove (sumber: https://ecophiles.com)

Gambar 3.27. Eksplorasi fitur wajah tokoh supertree grove (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.28. Eksplorasi fitur wajah tokoh supertree grove

(sumber: Dokumentasi Pribadi)

(26)

Setelah tokoh selesai didesain, penulis mulai menggabungkannya dengan foto supertree grove. Dengan menyesuaikan besar kecilnya ukuran wajah serta tangan tokoh. Tidak lupa diatur penempatan tokoh yang dikira sesuai dengan supertree grove.

Gambar 3.29. Hasil akhir tokoh supertree grove (sumber: Dokumentasi Pribadi)

3.3.4. Kendala yang Ditemukan

Kendala yang penulis temui selama pengerjaan proyek yang diterima dari Studio Superpixel diantaranya adalah sebagai berikut :

- Terkadang tidak ada koneksi internet disaat cuaca buruk yang membuat penulis tidak bisa mencari sumber referensi yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas yang diberikan karena penulis bekerja dengan sistem work from home selama masa pandemic COVID-19.

- Komputer yang penulis gunakan mengalami kerusakan karena daya fungsinya yang sudah menurun dan akhirnya mati membuat penulis harus membeli komputer yang baru.

- Penulis belum terbiasa menggunakan software Adobe Illustrator dan After Effect sehingga mengalami beberapa kendala untuk memahami fungsi tools yang ada beserta bagaimana cara kerjanya.

- Banyak bahasa teknis dalam dunia kerja yang penulis tidak pahami.

(27)

3.3.5. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Meskipun penulis mengalami beberapa kendala saat melaksanakan proses kerja magang di Studio Superpixel, penulis mampu melewati kendala tersebut. Berikut adalah solusi yang penulis temukan untuk menyelesaikan kendala yang ada :

- Penulis berlatih menggunakan Adobe Illustrator dan juga After Effect dan membiasakan diri mencoba tools baru yang sebelumnya penulis tidak pernah coba.

- Penulis berkonsultasi akan masalah yang dihadapi kepada producer akan masalah komputer sehingga penulis mendapatkan waktu untuk memperbaiki dan menggantinya.

- Berkomunikasi dan bertukar pikiran bersama menjadi cara tim dan penulis untuk menyelesaikan proyek dengan baik.

- Banyak bertanya sangat membantu penulis dalam memahami hal yang

belum penulis ketahui sebelumnya seperti halnya bertanya tentang bahasa

teknis seputar pekerjaan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

Gambar

Gambar 3.1.2. Bagan Alur Koordinasi
Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang
Gambar 3.2. Referensi Newsletter Singapore Natonal Day  (sumber: https://www.straitstimes.com/)
Gambar 3.3. Sketsa awal Newsletter Singapore Natonal Day  (sumber: Dokumentasi Pribadi)
+7

Referensi

Dokumen terkait

penggunaan telepon genggam sebagai sarana membuat individu merasa nyaman secara psikologis ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman, seperti pada saat stres, mengalami

Kesenjangan ini terutama disebabkan oleh faktor-faktor: (1) ambisius peran, yaitu sejauh mana pegawai dapat melakukan tugas sesuai dengan harapan pelanggan; (2)

Olen oppinut todella paljon siitä, miten vanhemman psyykkinen sairaus vaikuttaa lapsen kehitykseen ja kasvuun sekä miten se vaikuttaa aikuistumiseen ja aikuisen lapsen ja

Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Gorontalo Sulawesi Barat Wilayah VII Kalimantan Barat 21 Juni Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Utara

Pada makalah ini dibahas tentang pengaturan lokasi serta jumlah BTS di Kabupaten Jombang hingga 5 tahun mendatang menurut metode AHP(Analytical Hierarchy Process)

Low Vision lebih rendah dari mereka yang tergolong buta dan sering dianggap malas, hal ini sebagai akibat dari pelayanan pendidikan yang diberikan kepada

(2) Bupati atau Pejabat yang ditunjuk oleh Bupati dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan

isu-isu yang menjadi ancaman dan mengganggu kepentingan nasional suatu Politik luar negeri suatu negara cenderung untuk memperhatikan. kepentingan nasionalnya dan memperjuangkannya