• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Telkomcel merupakan merek dagang dari layanan telekomunikasi mobile (seluler) yang diselenggarakan oleh Telekomunikasi Indonesia Internasional (TL), S.A yang berkedudukan dan beroperasi di Timor Leste. Telekomunikasi Indonesia International (TL) S.A. merupakan subsidiaries dari PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) berkedudukan di Jakarta Indonesia yang secara tidak langsung TELKOMCEL juga menjadi bagian dari keluarga besar Telkom Group Indonesia yang mana semua anggota Telkom Group adalah merupakan anak perusahaan PT. Telkom Indonesia. Pada 22 Oktober 2012, Telkomcel secara resmi memperoleh Lisensi Spektrum Radio dari Pemerintah Timor Leste. Lisensi ini adalah pintu gerbang untuk membawa layanan GSM dengan jaringan 3G untuk semua pelosok di Timor Leste.

Telkomcel didirikan pada tanggal 17 September 2012 untuk menyediakan layanan telekomunikasi seluler yang menjangkau seluruh Distrik di Timor Leste dan internet broadband dengan jaringan 3G pada Frekuensi 850 MHz. Dilandasi pengalaman bertahun-tahun sebagai operator telekomunikasi terkemuka di Indonesia dan penerapan teknologi terkini serta pembangunan Base Transceiver Station (BTS) yang menjangkau seluruh Distrik di Timor Leste, jajaran manajemen Telkomcel berkomitmen untuk menyediakan layanan telokomunikasi seluler dan layanan broadband internet dengan kualitas terbaik di Timor Leste dengan tarif yang competitive. Pada tahun pertama, layanan Telkomcel telah mampu menjangkau 92,46% dari seluruh wilayah Timor Leste dimana ini melewati batas target yang ditetapkan Pemerintah Timor Leste (menjangkau 85% dari seluruh wilayah Timor Leste) dan mendekati 94% populasi yang semestinya dicapai dalam waktu 3 tahun.

Salah satu prestasi yang dicapai oleh Telkomcel adalah telkomcel menjadi layanan telekomunikasi indonesia yang dipercaya oleh pemerintah Timor Leste mengalahkan operator lokal Timor Telecom. Seperti yang dikatan oleh Dedi

(2)

2

Suherman, CEO Telkomcel hal ini jelas prestasi yang membanggakan. Pasalnya Telkomcel lebih dipercaya oleh masyarakat Timor Leste, kepercayaan ini menurutnya diberikan karena profesionalisme dan kompenti yang dimiliki oleh Telkomcel dan TelkomGroup sudah dikenal banyak orang atau masyarakat baik dalam negeri maupun international (detik.com,2014). Ini dapat dibuktikan dengan jumlah pengguna Telkomcel pada tahun 2016 sebanyak 450 ribu pelanggan dari 1,2 juta populasi penduduk Timor Leste. Artinya sekitar 37,5% pasar seluler Timor Leste dikuasai oleh Telkomcel (indotelko.com, 2017). Prestasi ini tentu ditorehkan melalui berbagai usaha salah satunya adalah meningkatkan kinerjanya melalui budaya organisasi yang dimilih oleh Telkomcel dan mengunakang sistem informasi akuntansi yang berkualitas.

1.1.1 Visi dan Misi

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, seluruh kebijakan, strategi serta pelaksanaan kegiatan usaha dan operasional Telkomcel didasarkan pada implementasi visi, misi dan tata nilai Perusahaan. Berikut adalah visi dan misi dari Telkomcel Timor Leste:

Visi Telkomcel Timor Leste adalah:

“To be a Leading Broadband Lifestyle and Solution Provider Company”

Misi Telkomcel Timor Leste adalah:

1. “We Provide the Latest Innovative Mobile Services and Solution with Superior Quality and Competitive Price”

2. “We Strive to Maximize Stakeholder Value”

3. “We Will Be a Role Model Business Leader in the Country and Community”

(3)

3 1.1.2 Logo Perusahaan

Berikut adalah Logo perusahaan Telkomcel Timor Leste:

Gambar 1. 1 Logo Perusahaan Telkomcel Timor Leste Sumber: Unit HCGA Telkomcel, 2018

1.1.3 Struktur Organisasi

Telkomcel Timor Leste memiliki struktur organisasi yang efisien dan saling bersinergi antar komponen unit kerja. Berikut adalah struktur organisasi Telkomcel Timor Leste:

Gambar 1. 2 Struktur Organisasi Telkomcel Timor Leste Sumber: Unit HCGA Telkomcel, 2018

(4)

4

1.2 Latar Belakang Penelitian

Perkembangan dunia usaha saat ini mengalami perubahan yang semakin maju baik dalam organisasi bisnis, institusi, pendidikan, maupun institusi pemerintahan.

Perubahan berkaitan dengan teknologi informasi yang sangat berkembang serta sudah menjadi pilihan utama dalam menciptakan sistem informasi. Kemajuan teknologi informasi mendorong perusahaan untuk ikut mengembangkan sistem informasi pada organisasi hingga mempunyai sistem informasi yang baik dan efektif untuk memdukung pengambilan keputusan demi tercapainya tujuan utama perusahaan.

Menurut penelitian Lestari & Asyik (2015) seiring dengan kemajuan teknologi komputer dan informasi, sistem informasi akuntansi telah berkembang menjadi sistem informasi akuntansi yang berbasis komputer. Dengan adanya sistem informasi akuntansi yang terkomputerisasi maka memungkinkan pengguna mampu mengakses laporan yang dibutuhkan oleh perusahaan setiap saat dengan lebih cepat, baik penyajian informasi keuangan maupun non-keuangan.

Peran informasi begitu tinggi bagi organisasi maka organisasi menjadi sangat tergantung kepada sistem informasi terutama Sistem Informasi Akuntansi (SIA).

Organisasi memperlakukan informasi sebagai sumberdaya yang sangat berharga dalam menghindari resiko sehingga turut menentukan dapat tidaknya suatu organisasi terus beroperasi. Sistem Informasi Akuntansi merupakan aplikasi pilihan yang utama pada teknologi telekomunikasi komputer karena memiliki kompetensi yang baik. Laudon dan Laudon (2015:16) menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi merupakan sistem yang saling berhubungan yang mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi data sehingga menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan.

Menurut Laudon dan Laudon (2015:23) sistem informasi merupakan instrumen penting dalam penciptaan nilai suatu organisasi. Sistem informasi memungkinkan perusahaan dalam meningkatkan pendapatan atau menekan biaya dengan menyediakan informasi yang andal untuk membantu manajer dalam proses pengambilan keputusan.

Dengan Sistem Informasi Akuntansi membantu informasi menjadi sebuah data andal

(5)

5 yang digunakan sebagai aset perusahaan. Suatu data informasi dinyatakan tidak berguna jika tidak memiliki kualitas. Ditambahkan oleh penelitian Amelia dan Puspitawati (2013) menyatakan, kualitas informasi memiliki peran penting dalam proses pengadopsian sistem informasi akuntansi, bukti ini menunjukkan bahwa suatu organisasi harus memperoleh pengetahuan tentang ukuran kualitas informasi yang tepat.

Informasi merupakan sumber daya yang sangat bernilai bagi sebuah organisasi dalam setiap transaksi, karena proses kegiatan mampu berjalan dengan efektif dan efisien dengan dukungan informasi yang baik (Lestari & Asyik, 2015). Untuk mendapatkan informasi yang berkualitas perlu adanya sebuah sistem yang mengolah data menjadi sebuah informasi yang berharga yang mana dituntut adanya informasi yang cepat, tepat dan akurat sehingga mengakibatkan persaingan yang semakin kompetitif (Septianita, Agus Winarno, & Arif, 2014).

Menurut Susanto (2013:11) menyatakan bahwa informasi akuntansi yang dihasilkan saat ini tidak hanya sekedar laporan keuangan tetapi semua informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi juga harus mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi dan pengendalian yang merupakan hal yang sangat penting dalam menghadapi persaingan. Informasi terkait laporan keuangan mampu menghasilkan sebuah signal pada pengguna laporan keuangan, seperti halnya kualitas keputusan investor dipengaruhi oleh kualitas informasi yang diungkapkan perusahaan dalam laporan keuangan (Lestari & Asyik, 2015). Oleh karena itu, sistem informasi akuntansi yang dilaksanakan dalam perusahaan harus memiliki kriteria yang ditetapkan yaitu cepat, tepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga laporan keuangan yang dibuat berdasarkan informasi yang dihasilkan.

Sistem informasi yang tidak terintegrasi dengan baik akan berimplikasi pada hal yang tidak sesuai dengan tujuan, seperti yang terjadi pada PT. Telkomcel tahun 2013 sebelum mengimplementasikan SAP pada PT. Telkomcel memiliki kualitas sistem informasi akuntansi yang kurang baik atau rendah, hal ini dibuktikan dengan rendahnya atau lemahnya sistem proses pengauditan laporan keuangan PT. Telkomcel

(6)

6

yang mengakibatkan tidak dipublikasinya hasil laporan audit, (survey, 2018). Laudon dan Laudon (2015:10) menyatakan bahwa sistem informasi merupakan hal yang penting dalam menjalankan operasional organisasi. Sistem informasi akuntansi dan budaya organisasi memiliki hubungan yang erat dalam meningkatkan kinerja organisasi. Di mana dengan menerapkan sistem informasi akuntansi dan budaya organisasi, maka perusahaan akan dapat bersaing dengan perusahaan lain dan bisa menjaga eksistensi perusahaan itu sendiri. Semakin efektifnya penggunaan sistem informasi akuntansi dan pengimplementasian budaya organisasi, maka kinerja organisasi akan lebih cepat meningkat dalam suatu perusahaan (Dewi, Yuniarta, &

Wikrama, 2017).

Budaya menyangkut moral, sosial, norma-norma perilaku yang mendasarkan pada kepercayaan, kemampuan dan prioritas anggota organisasi. Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan sebagai langkah awal untuk memberikan pengetahuan kepada para pekerja atau karyawannya tentang budaya yang baik, Darodjat (2015:28). Menurut Laudon dan Laudon (2015) menjelaskan dari sudut pandang sistem informasi, budaya organisasi adalah upaya kuat pemersatu yang mencegah terjadinya konflik politis dan mendukung pemahaman umum, persetujuan pelaksanaan prosedur dan praktik-praktik pada umumnya.

Budaya organisasi dapat selalu ditemukan melekat pada sistem informasi organisasi (Laudon dan Laudon, 2015:20). Kesuksesan sistem informasi tidak hanya diukur dengan efisiensi dalam hal meminimalkan biaya, waktu dan sumber daya informasi, tetapi juga diukur dengan budaya organisasi. Budaya organisasi merupakan hal penting untuk mengkaji sistem informasi. Selain itu, budaya organisasi merupakan suatu sistem nilai yang dipegang dan dilakukan oleh anggota organisasi, sehingga hal tersebut bisa membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lainnya. Setiap organisasi memiliki budaya yang unik, atau sekumpulan asumsi yang mendasar, nilai- nilai, dan cara melakukan sesuatu, yang diterima oleh sebagian besar anggotanya (Laudon dan Laudon, 2012:85).

(7)

7 Pertimbangan inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang “PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN DAMPAKNYA PADA KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI”. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Telekomunikasi Indonesia International, TELKOMCEL (Timor-Leste).

1.3 Perumusan Masalah

Seperti yang dijelaskan dan diuraikan pada latar belakang, bahwa dengan perkembangan dunia usaha saat ini mengalami perubahan yang semakin maju baik dalam organisasi bisnis, institusi, pendidikan, maupun institusi pemerintahan.

Kemajuan teknologi informasi mendorong perusahaan untuk ikut mengembangkan sistem informasi pada organisasi hingga mempunyai sistem informasi yang baik dan efektif untuk mendukung pengambilan keputusan demi tercapainya tujuan utama perusahaan. Maka dilihat dari fenomena yang terjadi pada PT. Telkomcel Timor Leste masih kurangnya kualitas sistem informasi akuntansi dikarenakan proses audirtnya rendah yang mengakibatkan tidak publishnya laporan hadil audit.

Salah satu faktor yang mempengaruhi sistem informasi akuntansi yaitu budaya organisasi. Budaya organisasi merupakan hal penting untuk mengkaji sistem informasi.

Selain itu, budaya organisasi merupakan suatu sistem nilai yang dipegang dan dilakukan oleh anggota organisasi, sehingga hal tersebut bisa membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lainnya. Oleh karena itu kualitas sistem informasi akuntansi akan berdampak pada kualitas informasi akuntansi.

1.4 Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian, maka penulis merumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana kondisi budaya organisasi, kualitas sistem informasi akuntansi dan kualitas informasi akuntansi pada perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia International (TL), S.A Telkomcel.

(8)

8

2. Apakah budaya organisasi berpengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi pada perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia International (TL), S.A Telkomcel.

3. Apakah kualitas sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap kualitas informasi akuntansi pada perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia International (TL), S.A Telkomcel.

1.5 Tujuan penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah, maka tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui budaya organisasi, kualitas sistem informasi akuntansi dan kualitas informasi akuntansi pada perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia International (TL), S.A Telkomcel.

2. Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi pada perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia International (TL), S.A Telkomcel.

3. Untuk mengetahui pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi terhadap kualitas informasi akuntansi pada perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia International (TL), S.A Telkomcel.

1.6 Manfaat Penelitian 1.6.1 Aspek Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumbangan ilmu untuk mendukung, mengetahui dan menganalisis ilmu akuntansi khususnya dalam bidang sistem informasi akuntansi, mengenai pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi dan dampaknya pada kualitas informasi akuntansi.

1.6.2 Aspek Pratiks a) Bagi Penulis

Penelitian disajikan untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pemahaman bagi penulis sendiri tentang sistem informasi akuntansi dan dampaknya pada kualitas informasi akuntansi serta faktor yang mempengaruhinya yaitu budaya organisasi dan

(9)

9 juga sebagai alat untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh dengan kenyataan yang terjadi.

b) Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi pada perusahaan dalam pengembangan dan penilaian sistem informasi akuntansi yang menghasilkan kualitas informasi akuntansi untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, efektivitas sistem pengendalian internal, meningkatkan kualitas laporan keuangan dan memfasilitasi proses transaksi keuangan.

c) Bagi pihak lain

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang kualitas sistem informasi akuntansi yang dipengaruhi oleh budaya organisasi yang berdampak pada kualitas informasi akuntansi, serta dapat dijadikan referensi dalam penelitian selanjutnya yang sejenis khususnya yang berkaitan dengan sistem informasi akuntansi.

1.7 Ruang Lingkup Penelitian 1.7.1 Lokasi Dan Objek Penelitian

Objek Penelitian ini dilakukan di PT. Telekomunikasi Indonesia International (TL), S.A Telkomcel yang berada di Timor Leste.

1.7.2 Waktu dan Periode Penelitian

Waktu penelitian ini dilaksanakan dari bulan September 2017 sampai dengan July 2018.

1.8 Sistematika Penulisan.

Sistematika penulisan merupakan pola dalam penyusunan laporan untuk mendapatkan gambaran secara garis besar bab demi bab. Dengan sistematika penulisan diharapkan para pembaca akan lebih mudah dalam memahami isi dari sebuah laporan.

Adapun sistematika penulisan dari skripsi ini adalah sebagai berikut:

BAB I: PENDAHULUAN

Dalam bab ini menguraikan lebih lanjut mengenai masalah yang akan dibahas dalam penelitian, meliputi latar belakang masalah pengaruh budaya organisasi terhadap

(10)

10

sistem informasi akuntansi dan dampaknya pada kualitas informasi, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

Bab ini membahas konsep serta teori yang relevan dan yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian, membandingan pendapat-pendapat para ahli berdasarkan hasil penelitian terdahulu, membangun kerangka pemikiran serta hipotesis yang merupakan dugaan sementara terhadap masalah yang diteliti.

BAB III: METODE PENELITIAN

Pada bab ini dibahas secara rinci mengenai metode yang digunakan dalam penelitian.

Terdiri dari: variabel penelitian dan definisi operasional variabel, populasi dan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, serta metode analasis data.

BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan keadaan sampel yang diteliti, deskripsi hasil penelitian yang telah diidentifikasi, analisis model dan hipotesis, dan pembahasan mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

BAB V: KESIMPULAN DAN HASIL

Bab ini merupakan bab terakhir penulisan skripsi yang berisi simpulan, keterbatasan, dan saran. Simpulan merupakan penyajian singkat berdasarkan hasil penelitian, keterbatasan menguraikan kelemahan dan kekurangan penelitian, dan penyampaian saran kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas penelitian ini

Gambar

Gambar 1. 1 Logo Perusahaan Telkomcel Timor Leste  Sumber: Unit HCGA Telkomcel, 2018

Referensi

Dokumen terkait

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki peran yang besar dalam membentuk perilaku prososial remaja sehingga apabila orang tua

dibantu perencana Comprehensive Planning Perencana dibantu aspirasi masyarakat Strategic Planning Stakeholders di- bantu perencana Participatory Planning Masyarakat

Persetujuan tertulis dibuat dalm bentuk pernyataan yang tertuang dalam formulir persetujuan tindakan kedokteran sebelum ditandatangani atau dibubuhkan cap ibu

Cooper, (1982:38) latihan aerobik adalah kerja tubuh yang memerlukan oksigen untuk kelangsungan proses metabolisme energi selama latihan. Sehingga latihan aerobik

Hasil dari penelitian ini adalah terumuskan 5 strategi dan kebijakan IS/IT yang sebaiknya diterapkan di FIT Tel-U berdasarkan pertimbangan 3 hal, pertama kebutuhan

Terdapat implementasi pengelolaan fauna tetapi tidak mencakup kegiatan pengelolaan secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan terhadap jenis-jenis yang

(2) Menjelaskan penerapan model kooperatif tipe Contextual Teaching and Learning Pada Tema 4 Berbagai Pekerjaan Muatan IPS dan Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Nilai raw accelerometer yang dihasilkan dimana pada dasarnya memiliki (noise) difilter dengan menggunakan low-pass filter dan nilai raw gyroscope yang dihasilkan memiliki