• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN >>>> PENGELOLAAN PINJAMAN DAN HIBAH JULI 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN >>>> PENGELOLAAN PINJAMAN DAN HIBAH JULI 2021"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

E D I S I J U L I 2 0 2 1

LAPORAN

PENGELOLAAN PINJAMAN DAN HIBAH JULI 2021

Pemerintah telah menyelesaikan pekerjaan Pembangunan Sabo Dam di Area Gunung Merapi yang berfungsi sebagai pengendali banjir lahar dingin dengan mereduksi kecepatan banjir, menampung sebagian material sehingga dapat mengurangi bencana akibat banjir lahar. Dana yang digunakan sebesar JPY5.000.975.715 dari Pinjaman Bilateral dengan Pemerintah Jepang melalui JICA.

Dok: Internal DJPPR

>>>>

(2)

OVERVIEW

D

irektorat Pinjaman dan Hibah merupakan unit eselon II di bawah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang tugas utamanya adalah melaksanakan pengelolaan pinjaman dan hibah Pemerintah Republik Indonesia.

Pengelolaan pinjaman dan hibah dimaksud antara lain meliputi:

 Penandatanganan perjanjian pinjaman dan hibah;

 Amandemen atas perjanjian pinjaman dan hibah;

 Penutupan masa laku penarikan pinjaman dan hibah;

Pengelolaan Debt Swap.

Laporan ini merupakan laporan pengelolaan pinjaman dan hibah yang dilaksanakan Direktorat Pinjaman dan Hibah selama bulan

JULI 2021

(3)

LAPORAN PINJAMAN DAN HIBAH H A L A M A N 6 |

KLASIFIKASI

M

enurut Peraturan Pemerintah (PP) No.54 tahun 2008 tentang Tata Cara Pengadaan dan Penerusan Pinjaman Dalam Negeri oleh Pemerintah dan PP No. 10 tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah, pinjaman berupa:

Pinjaman Dalam Negeri

Pinjaman Dalam Negeri (PDN) bersumber dari BUMN, Pemerintah Daerah, dan Perusahaan Daerah.

Pinjaman Luar Negeri

Pinjaman Luar Negeri bersumber dari:

Kreditor Multilateral

yaitu lembaga keuangan internasional yang beranggotakan beberapa negara yang memberikan pinjaman kepada Pemerintah.

Kreditor Bilateral

yaitu pemerintah negara asing atau lembaga yang bertindak untuk pemerintah negara asing yang memberikan pinjaman kepada Pemerintah.

Kreditor Swasta Asing (KSA)

yaitu lembaga keuangan asing, lembaga keuangan nasional, dan lembaga non keuangan asing yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah Negara Republik Indonesia yang memberikan pinjaman kepada Pemerintah berdasarkan perjanjian pinjaman tanpa jaminan dari Lembaga Penjamin Kredit Ekspor (LPKE).

LPKE

yaitu lembaga yang ditunjuk negara asing untuk memberikan jaminan, asuransi, pinjaman langsung, subsidi bunga, dan bantuan keuangan untuk meningkatkan ekspor negara yang bersangkutan atau bagian terbesar dari dana tersebut dipergunakan untuk membeli barang/jasa dari negara bersangkutan yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah Negara Republik Indonesia.

(4)

E D I S I J U L I 2 0 2 1

PP No.10 tahun 2011 juga mengatur sumber Hibah sebagai berikut:

Hibah Dalam Negeri

yaitu yang berasal dari lembaga keuangan dalam negeri, lembaga non keuangan dalam negeri, Pemerintah Daerah, perusahaan asing yang berdomisili dan melakukan kegiatan di wilayah Negara Republik Indonesia, lembaga lainnya, dan perorangan.

Hibah Luar Negeri

yaitu yang berasal dari negara asing (bilateral), lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, lembaga multilateral, lembaga keuangan asing, lembaga non keuangan asing, lembaga keuangan nasional yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah Negara Republik Indonesia, dan perorangan.

(5)

LAPORAN PINJAMAN DAN HIBAH H A L A M A N 6 |

KILAS KINERJA

S

elama bulan Juli 2021, aktivitas pengelolaan pinjaman dan hibah terdiri dari:

penandatanganan 1 perjanjian hibah, 12 amandemen pinjaman serta penutupan 2 perjanjian pinjaman dan 1 perjanjian hibah.

PENGELOLAAN PINJAMAN DAN HIBAH

1. Penandatanganan Perjanjian Pinjaman dan Hibah

 Perjanjian pinjaman yang ditandatangani sampai dengan Juli 2021, sebanyak 8 perjanjian pinjaman luar negeri senilai ekuivalen USD1,940,19 juta dengan rincian:

No. Jenis Pinjaman Jumlah

Perjanjian

Nilai Pinjaman (ekuivalen juta USD)

1. Multilateral 2 1.000,00

World Bank 2 1.000,00

2. Bilateral 6 940,19

Pemerintah Jerman (KfW) 2 334,5

  Pemerintah Austria (Raiffeisen

Bank International AG) 1 14,76

Pemerintah Jepang (JICA) 1 415,83

Pemerintah Korea Selatan (EDCF) 1 67,25

Pemerintah Perancis (AFD) 1 107,85

Total 8 1.940,19

(6)

 Perjanjian hibah yang ditandatangani sampai dengan Juli 2021, sebanyak 6 perjanjian hibah luar negeri senilai ekuivalen USD19,59 juta dengan rincian:

No. Donor Jumlah

Perjanjian

Nilai Hibah

(ekuivalen juta USD)

1. Hibah Multilateral 6 19,59

World Bank 5 16,86

UNDP 1 2,73

2. Hibah Bilateral - -

Total 5 19,59

Perjanjian hibah yang ditandatangani pada 28 Juli 2021, senilai USD600 ribu adalah perjanjian Hibah Multilateral dengan World Bank. Dimanfaatkan untuk kegiatan Extractive Industries Transparency Initiative (EITI), Transition and Mainstreaming Support Project dengan executing agency Setjen Kementerian ESDM. Bertujuan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya transisi menuju mekanisme transparansi industri ekstraktif yang efektif dan berkelanjutan, dan meningkatkan ketersediaan dan pemanfaatan informasi sektor ekstraktif untuk mendorong dialog kebijakan yang inklusif.

2. Amandemen Perjanjian Pinjaman dan Hibah

Perjanjian yang diamandemen pada Bulan Juli 2021 berupa amandemen terhadap 1 perjanjian Pinjaman Multilateral, 8 perjanjian Pinjaman Bilateral, 3 perjanjian Pinjaman KSA/LPKE.

Perjanjian Pinjaman Multilteral yang diamandemen adalah perjanjian pinjaman dengan Islamic Developmnt Bank (IsDB) untuk kegiatan The Development of Four Higher Education Institutions Project, menggunakan skema service ijarah senilai USD13,87 juta, dengan executing agency Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Amandemen berupa perubahan masa laku service ijarah dari semula 9 Juni 2021 menjadi 10 Desember 2022.

Amandemen dilakukan guna menyesuaikan penyelesaian kegiatan pengembangan staff (degree maupun non degree) yang dijadwalkan berakhir pada Oktober 2022 serta penyesuain terhadap kontrak konsultan majemen proyek yang masih diperlukan untuk mendukung kegiatan civil works dan pengadaan equipment, yang dibiayai melalui skema Istisna’a, akan berakhir pada 10 Desember 2022.

Perjanjian Pinjaman Bilateral pertama yang diamandemen adalah perjanjian pinjaman dengan JICA untuk Jabodetabek Railway Capacity Enhancement Phase I, senilai JPY16,32 milyar dengan executing agency Ditjen Perkeretaapian - Kementerian Perhubungan.

(7)

LAPORAN PINJAMAN DAN HIBAH H A L A M A N 6 |

Juni 2026. Amandemen dilakukan guna mengakomodasi proses lelang yang masih berlangsung, penyelesaian peningkatan kapasitas infrastruktur stasiun Tanah Abang - Rangkas Bitung- Merak dan peningkatan sistem keamanan perkeretaapian dengan instalasi ATS-P untuk mengurangi kecelakaan kereta akibat human error.

Perjanjian Pinjaman Bilateral kedua yang diamandemen adalah perjanjian pinjaman dengan JICA senilai JPY1,97 milyar untuk kegiatan Metropolitan Sanitation Management Investment Program: Engineering Services for Sewerage System Development in DKI Jakarta.

Amandemen berupa perpanjangan masa laku pinjaman dari semula 23 Juni 2021 menjadi 23 Juni 2023. Amandemen dilakukan guna mengakomodasi kebutuhan tambahan waktu pendampingan proses lelang konstruksi Waste Water Treatment (WWTP) Zona 1 DKI Jakarta, dan jaringan perpipaan (sewer network).

Perjanjian Pinjaman Bilateral ketiga yang diamandemen adalah perjanjian pinjaman dengan JICA untuk kegiatan Countermeasure for Sediment in Wonogiri Multipurpose Dam Resevoir (II) senilai JPY4,95 milyar. Amandemen berupa perpanjangan masa laku pinjaman dari semula 23 Juni 2021 menjadi 23 Desember 2024. Amandemen dilakukan karena penguatan pekerjaan Downstream Overflow Dike dengan desain yang tahan kondisi ekstrem (resilient structures) telah menjadi kebutuhan yang mendesak. Pekerjaan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu selama 4 (empat) musim kering atau 3,5 tahun.

Selanjutnya adalah amandemen perjanjian Pinjaman Bilateral dengan China untuk lima kegiatan pembangunan jalan tol : (i) Toll Road Development of Solo-Kertosono I, (ii) Toll Road Development of Balikpapan-Samarinda, (iii) Toll Road Development of Cisundawu Phase II, (iv) Toll Road Development of Manado – Bitung CSU 01, (v) Toll Road Development of Cisundawu Phase III. Amademen dilakukan untuk mengakomodasi usulan Cexim terkait perubahan repayment account.

Berikutnya adalah perjanjian Pinjaman KSA/LPKE dengan PT. BNI (Pesero) Hong Kong untuk overhaul KRI Cakra 401 senilai USD34,00 juta dengan executing agency Kementerian Pertahanan. Amandemen berupa perpanjangan availability period pinjaman dari semula 29 Juni 2021 menjadi 29 Desember 2021.

Perjanjian KSA/LPKE kedua adalah perjanjian dengan Crédit Agricole Corporate -CIB Perancis untuk pengadaan Alat Utama Sistem Senjata TNI senilai EUR100,53 juta dengan executing agency Kementerian Pertahanan. Amademen berupa perpanjangan available period dari semula 6 Desember 2020 menjadi 6 Juli 2022.

Perjanjian KSA/LPKE ketiga adalah perjanjian dengan Crédit Agricole Corporate -CIB Perancis untuk pengadaan Alat Utama Sistem Senjata TNI senilai EUR36,97 juta dengan executing agency Kementerian Pertahanan. Amandemen berupa loan assignment dari

(8)

CACIB kepada Credit Agricole S.A. (CASA), Assignment tersebut merupakan bagian dari kebijakan Liquidity Management Program yang dilakukan oleh Credit Agricole Group.

3. Penutupan Perjanjian Pinjaman dan Hibah

Pada bulan Juli 2021 terdapat penutupan 2 perjanjian pinjaman dan 1 perjanjian hibah.

Perjanjian tersebut adalah perjanjian Pinjaman Multilateral dengan AIIB co-financing ADB untuk COVID-19 Active Response and Expenditure Support Program. Pinjaman tunai senilai USD750,00 juta bertujuan untuk menyediakan dukungan anggaran dalam rangka menghadapi pandemik COVID-19. ADB tidak mensyaratkan adanya policy matrix, namun yang diperlukan adalah rencana respon pemerintah terhadap pandemik COVID-19 dan informasi counter-cyclical expenditure program Pemerintah. AIIB melalui surat tanggal 21 April 2021 telah menyampaikan penutupan rekening pinjaman untuk Pinjaman L00391A:

COVID-19 Active Response and Expenditure Support Program (CARES) yang berlaku sejak 31 Maret 2021.

Perjanjian pinjaman kedua yang dinyatakan selesai adalah perjanjian Pinjaman Bilateral dengan JICA untuk kegiatan Urgent Disaster Reduction Project for Mount Merapi and Lover Progo River Area II. Pinjaman senilai JPY5,11 milyar dimanfaatkan untuk melindungi warga di sekitar Gunung Merapi dan daerah aliran Sungai Progo terhadap aliran sedimentasi lahar yang terjadi lebih sering dan lebih besar setelah letusan Gunung Merapi pada tahun 2010. Perlindungan dilakukan dengan membangun saluran pengelak lahar dan kantong pasir sehingga dapat melindungi keselamatan penduduk sekitar serta infrastruktur di wilayah tersebut. Pinjaman telah closing pada 23 Juni 2021, melalui surat tanggal 1 Juli 2021 JICA menyampaikan Notice of Completion of Disbursement (NOCD).

Selanjutnya penutupan Perjanjian Hibah dengan World Bank senilai USD8,19 juta dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan Pemerintah Indonesia merancang strategi nasional terkait pegurangan emisi melalui deforestasi (penggundulan) dan degradasi (penurunan fungsi) hutan/REDD+ serta membangun sistem pemantauan hutan dan perhitungan karbon yang konsisten dan sesuai dengan kondisi nasional dan daerah. Melalui surat tanggal 25 Juni 2021 World Bank menyampaikan pemberitahuan penutupan account Grant TF-97721 per tanggal 17 Juni 2021, dan sekaligus melakukan cancellation atas dana hibah yang belum tertarik sebesar USD873.54 ribu.

(9)

@DJPPRkemenkeu DJPPRKemenkeu DJPPRKemenkeu

@djpprkemenkeu

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Dalam penyuluhan kesehatan metode ini digunakan untuk membina perilaku baru atau seseorang yang telah mulai tertarik pada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Dasar

Untuk dapat dikategorikan sebagai sengketa kepegawaian, maka harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut : subyek yang bersangkutan adalah PNS di satu pihak sebagai

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Bidang

Alvarez en su ponencia en esta Cátedra, sus- tenta la igualdad entre seres humanos: “los seres humanos diferimos en talento, fuerza, belleza, etc., mas nada de ello obsta a que

Pola tersebut haruslah mengarah pada kegiatan yang melibatkan lebih banyak orang lain lagi dalam jajaran kepemimpinan, untuk bersama-sama menjalankan roda organisasi pesantren

Penelitian mengenai ”Sikap Penghindaran Iklan (Ad Avoidance) di Internet pada Kalangan Mahasiswa FISIP UI” ini berpijak pada dua penelitian yang telah disebutkan di

Keterangan ahli yang dibutuhkan adalah ahli di bidang lingkungan seperti ahli kerusakan tanah, kebakaran hutan, ahli gambut, serta ahli hukum lingkungan. Namun dengan