• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1 PENDAHULUAN

Semakin berkembangnya tekhnologi terutama dibidang jasa dan penjualan spare – part akan mempengaruhi meningkatkan kualitas kerja yang dihasilkan untuk memenuhi dan memuaskan permintaan konsumen. Persaingan yang sangat ketat menuntut sumber daya manusia di bidang tekhnik mesin untuk lebih kompetitif dan melakukan perubahan untuk mendukung kinerja perusahaan. Perubahan dapat terjadi dengan menerapkan strategi guna memberikan dampak secara langsung terhadap konsumen untuk meningkatkan posisi dan eksistensi perusahaan dimata konsumen salah satunya dengan meningkatkan mutu dan kualitas produk .

Untuk menghasilkan produk yang bermutu dan berkualitas tinggi maka diperlukan peningkatan kualitas yang baik dengan memperbaiki wawasan dan cara kerja. Maka dari itu kita harus mengetahui bagaimana cara merekondisikan kendaraan yang baik dan material-material yang digunakan serta ukuran dan pemberian toleransi yang digunakan sehingga menghasilkan hasil kerja yang baik dan bermutu tinggi.

Kerja Praktek yang dilaksanakan di CV. Berkah Jaya Motor diharapkan dapat mengetahui dunia kerja secara langsung. Sehubung dengan CV. Berkah Jaya Motor Teknologi sebagai badan usaha yang bergerak dibidang jasa dan penjualan, maka diharapkan penulis dapat mengetahui proses produksi yang berlangsung di CV. Berkah Jaya Motor saat ini. Berdasarkan hal diatas, maka diharapkan penulis dapat memahami Identifikasi dan Solusi penanganan yang sering terjadi pada kendaraan roda.(Sumber: CV.

BERKAH JAYA MOTOR, 2015)

(2)

3.2 DEFINISI KERJA DOHC

(DOHC) Double Over Head Camshafts dan 4 katup persilinder merupakan salah satu tipe mekanisme katup (valve train) yang terlihat hampir pada setiap mesin sepeda motor sport yang mempunyai performa tinggi. Sistem DOHC dengan mekanisme katup Direct Acting Valve Drive Mechanism, memungkinkan operasional katup yang ekstra halus pada rpm tinggi.Hal ini membuat mesin dapat berputar tinggi yang memberikan sensasi performa sporty dan efisiensi tinggi. lebih jelasnya yaitu mesin yang dalam satu piston mempunyai dua pasang over head. Sehingga mesin tersebut mempunyai empat klep, dimana dua klep untuk mengatur masukan bahan bakar dan dua klep untuk mengatur keluaran gas buang (menuju knalpot). Dan juga pada mesin jenis ini menggunakan dua noken as yang terletak pada kepala silinder.(Sumber: Mengupas Teknologi SOHC dan DOHC, 2014)

3.3 PRINSIP KERJA MESIN 4 TAK

Untuk prinsip kerja motor 4 tak kurang lebih dibagi menjadi 4 step, di antaranya sebagai berikut:

1. Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB).

2. Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder.

3. Kruk As berputar 180 derajat.

4. Noken As berputar 90 derajat.

5. Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder.

3.3.1 Langkah Hisap

Bertujuan untuk memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder. Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran.

(3)

Gambar 3.1Langkah Hisap (Sumber: Maniak Motor, 2010)

3.3.2 Langkah Kompresi

Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel. Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga. Prosesnya sebagai berikut:

1. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA.

2. Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup.

3. Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber).

4. Sekitar 15 derajat sebelum TMA, busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran.

5. Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat).

6. Noken as mencapai (180 derajat).

Gambar 3.2Langkah Kompresi

(4)

3.3.3 Langkah Pembakaran

Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Gerakan linier dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk as.Enersi rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukan hanya menghasilkan tenaga, counter balance weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya. Prosesnya sebagai berikut:

1. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA.

2. Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup.

3. Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber).

4. Sekitar 15 derajat sebelum TMA , busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran.

5. Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat).

6. Noken as mencapai 180 deraja.

Gambar 3.3Langkah Pengapian

(Sumber.Cara Kerja Mesin 4 Tak Lengkap Dengan Ilustrasi, 2010)

3.3.4 Langkah Buang

Langkah buang menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien.Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot. Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja

(5)

terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukkan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan. Prosesnya adalah sebagai berikut:

1. Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA.

2. Klep Ex terbuka Sempurna, Klep Inlet menutup penuh.

3. Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju knalpot.

4. as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat).

5. Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat).

Gambar 3.4Langkah Buang

(Sumber.Cara Kerja Mesin 4 Tak Lengkap Dengan Ilustrasi, 2010)

3.3.5 Finishing

Overlap adalah sebuah kondisi dimana kedua klep intake dan out berada dalam possisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap.

(6)

Gambar 3.5Overlaping

(Sumber.Cara Kerja Mesin 4 Tak Lengkap Dengan Ilustrasi, 2010)

Berfungsi untuk efisiensi kinerja dalam mesin pembakaran dalam.Adanya hambatan dari kinerja mekanis klep dan inersia udara di dalam manifold, maka sangat diperlukan untuk mulai membuka klep masuk sebelum piston mencapai TMA di akhir langkah buang untuk mempersiapkan langkah hisap.Dengan tujuan untuk menyisihkan semua gas sisa pembakaran, klep buang tetap terbuka hingga setelah TMA.Derajat overlaping sangat tergantung dari desain mesin dan seberapa cepat mesin ini ingin bekerja. Manfaat dari proses overlaping:

1. Sebagai pembilasan ruang bakar, piston, silinder dari sisa-sisa pembakaran.

2. Pendinginan suhu di ruang bakar.

3. Membantu exhasut scavanging (pelepasan gas buang).

4. Memaksimalkan proses pencampuran bahan bakar dengan udara.

3.4 KELEBIHAN MESIN 4 TAK

 Bensin lebih irit.

 Daya tahan lebih kuat dibanding mesin 2 Tak.

 RPM mesin bisa ditingkatkan hingga 15000 RPM (untuk kompetisi).

 Lebih ramah lingkungan.

3.5 KEKURANGAN MESIN 4 TAK

(7)

 Respon kurang cepat jika dibandingkan mesin 2 Tak.

 Konstruksi mesin lebih kompleks dibanding mesin 2 Tak.

 Untuk mendapatkan tenaga yang sama dengan mesin 2 Tak diperlukan Volume mesin yang lebih besar dibanding mesin 2 Tak.

 Perawatan mesin lebih mahal.

3.6 PROSES PERAWATAN MESIN 4 TAK

Ada beberapa tahanan proses perawatan yang kerap terlewatkan oleh pemilik kendaraan motor roda dua khususnya pada mesin 4 tak. Disini penulis ingin memberitahukan beberapa tips menjaga dan merawat mesin motor 4 tak. Adapun diantaranya sebagai berikut:

3.6.1 Cek Oli

Motor 4 tak memerlukan kondisi oli mesin yang lebih intens daripada jenis motor 2 tak.Hal ini dikarenakan hampir semua komponen penggerak di blok mesin terendam oli.

Kurangnya kekentalan apalagi volumenya didalam mesin dapat menyebabkan keausan.Buntutnya mesin bisa rontok akibat pelumasan yang tidak sempurna.Kekentalan dan volume oli dapat kita periksa dengan membuka tutup oli mesin dan melihat indikatornya dibatang tutup.Ganti oli mesin maksimal jika jarak tempuh mencapai 3000 km.

3.6.2 Cek Busi

Busi sangat vital bagi mesin motor.Komponen ini yang memicu nyala mesin.Perhatikan warna kepala busi, bersihkan dengan amplas halus kalau udah kecoklatan atau ada karat.Seandainya masih layak pakai, dapat dipergunakan kembali.Jika ada lengket kaya bekas oli, segera bersihkan bonggol tutup busi dengan lap kering. Sebaiknya busi diganti kalau sudah mencapai 12 ribu km. Perhatikan juga keadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi, bila udah uzur terlihat ada retak-retak dan keras,

(8)

3.6.3 Cek Filter Karburator

Ada 2 jenis filter karburator, model basah dan kering. Model filter basah dibersihkan dengan menggunakan bensin lalu dilumasi oli setelahnya. Biasanya motor keluaran tahun 1990 s/d 2000-an, menggunakan model filter basah. Sedang tahun 2000 ke atas, biasanya menggunakan tipe kering.Cara perawatannya cukup mudah, yaitu tinggal disemprot dengan kompresor. Filter model ini diganti paling telat 25 ribu km dan tidak boleh terkena oli atau minyak. Filter oli pun harus diperhatikan. Motor tahun 90-an tidak menggunakan filter oli, tetapi untuk jenis motor tahun 2000 ke atas, menggunakan filter oli dan wajib diganti setiap kurang lebih 10 ribu km.

3.6.4 Cek Setelan Rantai dan Gir

Jangan biarkan rantai terlalu kendor atau terlalu kencang. Bila rantainya kendor, cukup disetel. Tapi kalau kering, cukup diolesi dengan oli khusus rantai (chain lube). Biasanya, rantai harus diganti kalau sudah mencapai 25 ribu hingga 35 ribu km. Jangan lupa memeriksa kondisi gir. Jika sudah terlihat tajam, lekas ganti, karena bisa bikin rantai copot bahkan putus mendadak. Tapi kalau yang kita pakai jenis motor Matic semisal Yamaha Mio atau Honda Vario yang menggunakan V/Belt, rantainya tidak dapat disetel dan wajib diganti setiap 25 ribu km. Bila rantai dan gir sudah beres, sekalian periksa kampas rem depan dan belakang, ganti bila sudah terlihat menipis.

3.6.5 Membersihkan Karburator

Bersihkan bagian pilot dan main jet motor. Untuk menyetel angin motor tipe manual (buatan tahun 90 hingga 2000-an), tutup baut setelan angin sampai pol lalu buka pelan- pelan berlawanan arah jarum jam, maksimal 1/2 putaran. Untuk tipe Vakum, yaitu motor keluaran 2000 ke atas juga sama yaitu dengan membersihkan pilot dan main jet.

Maksimal putarannya 2 ½ berlawanan arah jarum jam. Untuk penyetelan klep motor dapat dilakukan setiap 12 ribu hingga 18 ribu km.

(9)

3.6.6 Cek Kondisi Aki

Accu atau aki juga ada 2 jenis, kering dan basah. Motor-motor buatan tahun 2000 ke atas, umumnya telah menggunakan jenis aki kering yang tak memerlukan perawatan khusus.

Tapi setiap tiga tahun, maksimal, kudu ganti. Sedangkan motor yang menggunakan aki basah, lakukan cek air aki setiap 10 ribu km. Bila air akinya kering, segera diisi. Ciri-ciri aki basah yang kondisi sudah lemah adalah motor tidak kuat starter. Nggak usah maksa motor menyala dengan cara didorong karena dapat merusak gigi transmisi.

Gambar

Gambar 3.2Langkah Kompresi
Gambar 3.3Langkah Pengapian
Gambar 3.4Langkah Buang
Gambar 3.5Overlaping

Referensi

Dokumen terkait

Voltmeter untuk mengukur tegangan antara dua titik, dalam hal ini adalah tegangan pada lampu 3, voltmeter harus dipasang secara paralel dengan beban yang hendak diukur, posisi

Teknis dalam menulis cerita pendek adalah seni, keterampilan menyajikan cerita. Ketangkasan menulis, menyusun cerita yang menarik harus dimiliki pengarang. Cerita

Konsultan harus bekerjasama sepenuhnya dengan pengguna anggaran/pejabat pembuat komitmen dalam melakukan pengawasan teknis / supervisI teknis atas pelaksanaan pekerjaan

Melalui berbagai strategi yang digunakan untuk tujuan sebagai penguasa pasar energi dunia, maka Rusia harus memiliki suatu keputusan akan pentingnya strategi yang harus

Dengan adanya pelatihan pembuatan MCQ untuk staf pengajar dan disertai pengawasan yang intensif di fakultas kedokteran, diharapkan MCQ yang digunakan sebagai instrumen

Grubi merupakan salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di Jawa Tengah. Grubi biasanya terbuat dari ubi jalar. Masalah yang terjadi pada pengembangan terhadap

Akiva dan Lerman (1985) dalam bukunya Discrete Choice Analysis: Theory and Application to Travel Demand lebih menekankan model ini pada analisis pilihan konsumen

Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda, Berikut beberapa hasil yang dapat disimpulkan dari penelitian ini: 1) Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa