• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH. Landasan Ekonomi dan IPTEK dalam Pendidikan. Dosen Pengampu: Dr. Dita Prihatna Wati, M.Pd.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MAKALAH. Landasan Ekonomi dan IPTEK dalam Pendidikan. Dosen Pengampu: Dr. Dita Prihatna Wati, M.Pd."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

Landasan Ekonomi dan IPTEK dalam Pendidikan

Diajukan untuk memenuhi tugas kuliah Landasan Pendidikan Sekolah Dasar

Dosen Pengampu:

Dr. Dita Prihatna Wati, M.Pd.

Disusun oleh:

ACHMAD MULYADI FARADINA DWI KURNIA SARI

NADIA IZZA SHABRINA SARAH TITI NABILAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

2021

(2)

i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan judul Landasan Ekonomi Dan IPTEK Dalam Pendidikan. Shalawat serta salam tercurahkan kepada paduka alam Habibana Wanabiyana Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat serta umatnya dan senantiasa setia hingga akhir zaman.

Makalah ini dibuat sebagai salah satu syarat mengikuti Pembelajaran Mata Kuliah Landasan Pendidikan Sekolah Islam di Prodi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Hamka Tahun Akademik 2021/2022.

Jakarta, 03 November 2021

Kelompok 1

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI... ii

BAB I ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 1

C. Pembahasan ... 2

BAB II ... 3

A. Peranan Ekonomi dalam Pendidikan di Indonesia ... 3

B. Fungsi Ekonomi dalam Pendidikan di Indonesia ... 5

C. Peranan IPTEK dalam Pendidikan ... 6

D. Fungsi IPTEK dalam Pendidikan ... 7

E. Implementasi Peran Ekonomi dan IPTEK dalam Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar ... 9

BAB III ... 11

A. Kesimpulan ... 11

B. Saran ... 11

DAFTAR PUSTAKA ... 12

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan memiliki posisi yang strategis untuk mengangkat kualitas, harkat, dan martabat setiap warga negara sebagai bangsa yang berharkat dan bermartabat.

Pendidikan akan melahirkan orang-orang terdidik yang akan menjadi kekuatan untuk membentuk suatu organisasi besar sebuah negara. Salah satu pilar untuk menopang suatu negara adalah pendidikan. Pendidikan memegang peran penting atas keberlangsungan suatu negara. Oleh karena itu, kualitas pendidikan di suatu negara bisa menjadi salah satu indikator kemajuan bangsa.

Perkembangan dunia pendidikan dewasa ini mulai mengarah kearah yang serius, dimana kebutuhan manusia mengalami perubahan dari masa ke masa. Di zaman globalisasi ekonomi sekarang ini, perhatian manusia kepada kebutuhan ekonomi jauh lebih besar dibandingkan perhatikan kepada kebutuhan rohani. Untuk memenuhi keinginan seseorang maka orang itu akan melakukan berbagai upaya agar keinginannya dapat terpenuhi. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa ekonomi sudah menjadi kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu pembahasan tentang ekonomi tidak hanya untuk orang-orang kaya saja tetapi juga untuk semua orang termasuk dunia pendidikan.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini, antara lain sebagai berikut:

1. Bagaimana hubungan ekonomi dan pendidikan?

2. Apa saja peran ekonomi dalam pendidikan?

3. Apa saja Fungsi ekonomi dalam pendidikan?

4. Bagaimana landasan ekonomi pendidikan di Amerika Serikat?

5. Bagaimana Landasan ekonomi pendidikan di Jepang?

6. Bagaimana Landasan ekonomi pendidikan di Indonesia?

7. Bagaimana perbandingan landasan ekonomi pendidikan di Amerika serikat, Jepang dengan Indonesia?

(5)

2 C. Pembahasan

Pada zaman pasca modern atau globalisasi sekarang ini, yang sebagian manusianya cenderung mengutamakan kesejahteraan materi dibandingkan kesejahteraan rohani, membuat ekonomi menjadi perhatian yang sangat besar, tidak banyak orang yang mementingkan peningkatan spiritual. Kecenderungan tersebut diatas sangat dipengaruhi oleh perkembangan budaya terutama dalam bidang tekhnologi, kesenian, dan pariwisata serta ekonomi, berbagai produk baru yang semakin canggih ditawarkan, dan hal-hal yang lain yang berkenaan dengan perekonomian sehingga situasi seperti ini membuat kebanyakan orang berusaha mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya. Dengan demikian pembahasan tentang ekonomi tidak saja menyangkut orang-orang kaya, tetapi semua orang termasuk dunia pendidikan yang ditekuninya.

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN

A. Peranan Ekonomi dalam Pendidikan di Indonesia

Peran ekonomi terhadap Pendidikan sebagai investasi opini yang berkembang justru pembangunan sektor pendidikan hanyalah sektor yang bersifat memakan anggaran tanpa jelas manfaatnya (terutama secara ekonomi). Pandangan demikian membawa orang pada keraguan bahkan ketidakpercayaan terhadap pembangunan sektor pendidikan sebagai pondasi bagi kemajuan pembangunan disegala sektor.

Ketidak yakinan ini misalnya terwujud dalam kecilnya komitmen anggaran untuk sektor globalisasi ekonomi yang melanda dunia tentu mempengaruhi setiap negara termasuk indonesia. setiap negara berlomba memajukan perekonomian negaranya.

yang mempunyai alternatif produktif yang berguna untuk pelaksanaan kegiatan yang dapat menambah keuntungan yang diperoleh dimasa yang akan datang. Biaya atau cost suatu investasi merupakan keuntungan yang diperoleh dibagi dengan penggunaan sumber daya dalam berbagai kegiatan lain. Dengan demikian jelas bahwa investasi merupakan penanaman modal atau uang yang sengaja dilakukan untuk mendatangkan keuntungan melalui produk yang dihasilkan. Sementara itu pendidikan merupakan usaha manusia untuk membangun manusia itu sendiri dengan segala masalah dan spektrumnya yang terlepas dari dimensi waktu dan ruang. Hal ini berarti bahwa inti pendidikan itu adalahpembelajaran seumur hidup (life long learning), sementara bentuk pendidikan formal, pendidikan non-formal (luar sekolah) dan sebagainya hanya merupakan modus operandi dari proses pendidikan. Pendidikan disini dimaksud untuk meningkatkan martabat manusia agar mempunyai keterampilan dan kemampuan sehingga produktivitasnya meningkat. Oleh sebab itu maka hasil pendidikan akan menjadi sumber daya manusia yang sangat berguna dalam pembangunan suatu negara.

Pemerintah Indonesia juga memutuskan mengutamakan pembangunan ekonomi dikarenakan tidak ingin tertinggal atau ingin bersaing dari negara lainnya banyak kebijakan dan peraturan yang dibuat akibatnya banyak industri pabrik yang bermunculan. Perkembangan ekonomi makro juga berpengaruh kepada bidang Pendidikan, yaitu sebagai berikut:

(7)

4 1. Banyak orang kaya menjadi orang tua asuh

Banyak orang kaya yang membiayai sekolah anak dari orang tidak mampu.

2. Adanya sistem ganda dalam Pendidikan

Sistem ganda dalam pendidikan merupakan kerjasama antara sekolah dengan pihak usahawan dalam proses belajar mengajar siswa.

3. Pengaruh lainnya, yaitu muncul sekolah-sekolah unggul

Sekolah-sekolah unggul ini didirikan oleh orang kaya dan sekolah yang didirikan berbeda dengan sekolah yang bisanya misalnya dari sarana dan kegiatan mengajar nya pun berbeda, sedangkan peran ekonomi mikro yaitu meningkat atau menurunnya kehidupan seseorang dinilai dari segi ekonomi, bukan kualitas mental dan rohani. seseorang menilai tingkat kehidupan seseorang dari rumah , mobil, gaya hidup dan lain sebagainya dan tingkat kehidupan sekolah juga ditentukan oleh kondisi ekonominya masing masing.sekolah yang memiliki dana memadai maka akan lebih leluasa dan mudah dalam melaksanakan misi sekolah tersebut, hal ini berbeda dengan sekolah yang memiliki sedikit dana sekolah yang minim biayanya akan sulit mendukung proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

4. Dimensi mikro

Menurut Satmoko (1999: 109), peran ekonomi secara mikro dapat dibuktikan bahwa orang memandang kehidupan seseorang dapat meningkat atau menurun karena terkait erat dengan perekonomian. Jarang orang mengaitkan naik turunnya taraf kehidupan sesorang itu dengan tingkat kedamiaan hati, kebahagiaan keluarga, kejujuran dan kesucian hidup seseorang. Pada umumnya tingkat perekonomian keluarga mempengaruhi perencanaan pendidikan yang dibuat orang tua tentang arah pendidikan anaknya. Secara sadar atau tidak orang tua dalam menerncanakan pendidikan bagi anak-anaknya menggunakan pendekatan nilai imbalan. Pendekatan ini digunakan untuk mencari keseimbangan antara keuntungan dan kerugian. Prinsip untung-rugi dipakai oleh mereka yang rasional dalam memutuskan bagaimana sebaiknya membelanjakan uangnya agar keinginanannya tercapai.

Dari penjelasan diatas, dapat dipahami bahwa ekonomi itu memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang walaupun orang tersebut menyadari bahwa kehidupan gemerlap tidak menjamin kebahagiaan, yang penting bagi mereka bagaimana dapat meraih tingkat perekonomian yang lebih tinggi lagi. Banyak sekali

(8)

5

keluarga miskin yang dalam perekonomian mereka hanya dapat untuk makan saja, dan tidak dapat membiayai sekolah bagi anak-anaknya, kata miskin diatas diukur dari tingkat perekonomian bukan tingkat rohani dan kualitas mental.

B. Fungsi Ekonomi dalam Pendidikan di Indonesia

Fungsi ekonomi dalam dunia pendidikan adalah untuk menunjang kelancaran proses pedidikan atau belajar mengajar. Bukan merupakan modal untuk dikembangkan ataupun bukan untuk mendapatkan keuntungan. Disini peran ekonomi dalam sekolah juga merupakan salah satu bagian dari sumber pendidikan yang membuat anak mampu mengembangkan kognisi, afeksi, psikomotor untuk menjadi tenaga kerja yang handal dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, memiliki etos kerja dan bisa hidup hemat.

Selain sebagai proses penunjang pendidikan ekonomi pendidikan juga berfungsi sebagai materi pelajaran dalam masalah ekonomi dalam kehidupan manusia.

Dengan demikian kegunaan ekonomi dalam pendidikan terbatas dalam hal-hal sebagai berikut (Pidarta, 2013):

1. Untuk membeli keperluan pendidikan yang tidak dapat dibuat sendiri atau bersama para siswa, orang tua, masyarakat, atau yang tidak bisa dipinjam dan ditemukan di lapangan, seperti prasarana, sarana, media, alat belajar/peraga, barang habis pakai, materi pelajaran.

2. Membiayai segala perlengkapan gedung seperti air, listrik, telepon, televisi dan radio.

3. Membayar jasa segala kegiatan pendidikan, seperti pertemuan-pertemuan, perayaan-perayaan, panitia-panitia, darmawisata, pertemuan ilmiah dan sebagainya.

4. Untuk materi pelajaran pendidikan ekonomi sederhana, agar bisa mengembangkan individu yang berperilaku ekonomi, seperti hidup hemat, bersikap efisien, memiliki keterampilan produktif, memiliki etos kerja, mengerti prinsip-prinsip ekonomi.

5. Untuk memenuhi kebutuhan dasar dan keamanan para personalia pendidikan.

6. Meningkatkan motivasi kerja.

7. Membuat para personalia pendidikan lebih bergairah bekerja.

(9)

6 C. Peranan IPTEK dalam Pendidikan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg dalam G. Gunawan (2009) dalam Sudibyo (2011), dengan berkembangnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi maka ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut:

1. Dari pelatihan ke penampilan.

2. Dari ruang kelas ke dimana dan kapan saja.

3. Dari kertas ke online atau saluran.

4. Dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja.

5. Dari waktu siklus ke waktu nyata.

Dalam proses pendidikan, komunikasi dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi, seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan sebagainya.

Interaksi antara guru/dosen dan siswa/mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka, tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Dengan adanya teknologi informasi sekarang ini guru/dosen dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa/mahasiswa.

Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut cyber teaching atau “pengajaran maya”, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin popular saat ini ialah e-learning, yaitu suatu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi, khususnya internet. Teknologi informasi dalam pendidikan bisa dipahami sebagai suatu proses yang kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganilisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia (Sukadi, 2008) dalam Sudibyo (2011).

Sejalan dengan itu, maka lahirnya teknologi informasi dalam pendidikan diawali adanya masalah dalam pendidikan itu sendiri. Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini adalah meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan kualitas/mutu pendidikan, relevansi dan efisiensi pendidikan.

(10)

7

Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh dunia pendidikan di Indonesia mulai pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi adalah masalah “kualitas/mutu”. Untuk itu, ada tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan untuk pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu sebagai berikut:

1. Pendekatan sistem.

2. Berorientasi pada siswa/mahasiswa.

3. Pemanfaatan sumber belajar.

Secara umum, peranan e-learning dalam proses pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu komplementer dan substitusi. Komplementer mengandaikan bahwa cara pembelajaran dengan pertemuan tatap muka masih berjalan, tetapi ditambah dengan model interaksi berbantuan teknologi informasi (TI).

Sedangkan yang subtitusi, sebagian besar proses pembelajaran dilakukan berbantuan teknologi informasi (TI).

Saat ini regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah juga telah memfasilitasi pemanfaatan e-learning sebagai substitusi proses pembelajaran konvensional. Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 107/U/2001 dengan jelas membuka koridor untuk menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh, dimana e-learning dapat masuk memainkan peran. Enam prinsip di atas sangat penting untuk diingat agar e- learning betul-betul tepat sasaran dan mampu menggugah semangat belajar siswa dalam mengarungi samudra Ilmu Pengetahuan.

D. Fungsi IPTEK dalam Pendidikan

Fungsi IPTEK dalam Pendidikan, yaitu sebagai berikut:

1. Menambah informasi

Manfaat pertama pengunaan teknologi adalah sebagai sarana pendukung bagi siswa dan pendidik untuk mencari informasi yang lebih luas, selain menggunakan sumber dari buku dan media cetak.

2. Meningkatkan kemampuan belajar

Hal ini terjadi karena informasi yang ada di internet lebih update sehingga para siswa bisa dengan mudah mengakses informasi-informasi baru yang diperlukan, di bawah pengawasan Guru.

(11)

8 3. Memudahkan akses belajar

Proses pembelajaran dipermudah dengan adanya teknologi dalam pendidikan, misalnya seorang Guru memberikan materi atau tugas belajar melalui e-mail sehingga siswa dapat menyelesaikan dan mengumpukan tugas tersebut.

4. Materi lebih menarik

Penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat membuat siswa lebih nyaman dan tidak terkesan jenuh atau monoton karena penyampaian informasi melalui teknologi canggih terlihat lebih variatif dan modern.

5. Meningkatkan minat belajar

Informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap serta akses yang mudah didapatkan dapat membuat siswa lebih minat dalam melaksanakan pembelajaran.

Penggunaan teknologi dalam pendidikan memang memiliki beberapa manfaat untuk kelangsungan pembelajaran. Namun, di sisi lain Anda harus tetap mengawasi anak-anak saat memanfaatkan teknologi. Karena mudahnya informasi yang mudah diakses di teknologi, tidak hanya informasi positif, tetapi juga informasi yang negatif.

6. Meningkatkan kualitas Pendidikan

Pendidikan merupakan satu aspek yang dipercaya bisa membuka peluang untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun, pendidikan yang tidak berjalan secara maksimal juga tidak akan memberikan dampak yang baik pula.

keberadaan teknologi dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama kualitas pendidikan dalam negeri.

Teknologi mampu dijadikan sebagai alat untuk memudahkan proses mengajar oleh tenaga pendidik. Selain itu, dapat dimanfaatkan oleh para siswa pula untuk menggali lebih banyak ilmu. Apabila dari pihak pengajar dan pendidik mampu menggunakan teknologi ini dengan baik maka kualitas pendidikan di Indonesia pun akan semakin membaik.

7. Media pendukung pelajaran

Dalam Kegiatan Belajar Mengajar, tidak jarang siswa merasa jenuh dengan materi pelajaran yang disampaikan secara monoton. Dengan adanya teknologi, sekarang para Pendidik mampu membuat alternatif cara mengajar yang lebih interaktif, misalnya dengan memperlihatkan materi pelajaran lewat slide presentasi yang lebih hidup atau dengan video-video yang mengundang siswa untuk lebih fokus belajar.

(12)

9

Dengan menerapkan inovasi pembelajaran yang lebih hidup dari adanya teknologi, maka akan sangat mungkin pembelajaran di kelas akan lebih menyenangkan. Siswa juga akan lebih bersemangat untuk menerima materi pelajaran.

8. Sarana mendapat informasi

Manfaat yang bisa didapatkan dari teknologi lainnya yaitu kemudahan untuk mendapatkan informasi. Sering kali ketika mengerjakan tugas maupun mendapat materi yang susah untuk dipelajari, siswa akan cenderung mencarinya lewat buku teks yang diberikan. Tetapi, sekarang juga ada alternatif lain yaitu bisa lewat mesin pencari berkat majunya teknologi.

Kemudahan ini sering dimanfaatkan oleh hampir semua siswa dan mahasiswa. Bahkan, oleh para tenaga pendidik pun tak sedikit yang menggunakan teknologi untuk mencari informasi lebih banyak mengenai suatu materi pelajaran yang akan disampaikan.

Biasanya, untuk mendapatkan informasi akurat mengenai suatu materi, tenaga pendidik dan siswa akan merujuk ke suatu website yang telah dipercaya dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Salah satunya, lewat portal pendidikan online, seperti tambahpinter.com yang menyediakan segudang informasi, baik untuk siswa, sekolah, mahasiswa, dan masyarakat umum.

E. Implementasi Peran Ekonomi dan IPTEK dalam Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar

Kondisi masa pandemi covid-19 saat ini, memungkinkan untuk pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi siswa. Kurikulum yang mengacu dan ditetapkan oleh Pemerintah, yaitu kurikulum nasional dimana kunci keberhasilan implementasinya terletak pada kolaborasi Guru, siswa, dan orang tua. Untuk mendukung pembelajaran dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini lembaga pendidikan menyiapkan bahan ajar melalui aplikasi yang akan digunakan untuk pembelajaran daring tahun ajaran baru.

Semenjak 2020, dipaparkan contoh pola pembelajaran kenormalan baru diantaranya menjelaskan Senin-Rabu Pertemuan Tatap Muka antara Guru dan siswa dengan aplikasi, misalnya ZOOM. Selain itu, Kamis-Jumat dimana siswa belajar secara mandiri atau jarak jauh, sementara untuk Sabtu-Minggu merupakan hari libur.

Pendidikan maupun pembelajaran harus tetap bisa berjalan. Adanya covid-19 ini, tidak

(13)

10

serta merta membuat semuanya serba offline. Akan tetapi, ini adalah tantangan dimana yang sudah kreatif dituntut untuk inovatif. Dan hal ini adalah suatu keuntungan bagi tenaga pendidik zaman sekarang dengan munculnya masalah virus COVID-19 ini memaksa para tenaga pendidik lebih kreatif dalam mengadakan pembelajaran, dibalik kesusahan hal tersebut saat ini IPTEK sanggat diandalkan para Guru dalam membenahi sistem pembelajaran. Implementasi pembelajaran yang akan digunakan untuk ajaran baru 2020/2021 sebagaimana yang tertera dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) menjelaskan, diantaranya sebagai berikut:

1. Zona hijau (sekitar 6%), dapat menyelenggarakan pembelajaran di sekolah dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa.

2. Zona lain (94%), menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring dan luring.

3. Keterbatasan dan kebiasaan baru adalah tantangan, dalam konteks efektifitas dan efisiensi kegiatan.

“Tantangan saat ini, yaitu bagaimana agar pembelajaran daring bisa memiliki ketercapaian atau bisa mencapai kompetensi KI, KD, dan pembelajaran yang tidak berbeda secara signifikan dengan pembelajaran tatap muka atau bahkan lebih baik dari pembelajaran tatap muka.” harap Maman.

(14)

11 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Pendidikan memiliki posisi yang strategis untuk mengangkat kualitas, harkat, dan martabat setiap warga negara sebagai bangsa yang berharkat dan bermartabat.Pendidikan akan melahirkan orang-orang terdidik yang akan menjadi kekuatan untuk membentuk suatu organisasi besar sebuah negara. Salah satu pilar untuk menopang suatu negara adalah pendidikan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran.

Peran kemajuan Ilmu Pengetahuan sangat membantu para pendidik dalam proses pembelajaran, mengetahui hal itu sudah sewajibnya bagi para Guru dan Pendidik memperdalam atau mempelajari kemajuan IPTEK.

B. Saran

Dengan adanya pembahasan tentang Landasan Ekonomi dan IPTEK dalam Pendidikan ini, diharapkan Pembaca dapat memahami lebih lanjut dan dapat memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

(15)

12

DAFTAR PUSTAKA

Noer, Ani. (2009). Landasan Ekonomi dalam Pendidikan.

http://www.landasanekonomi.com, diakses pada 20 Agustus 2015.

Orstein, A.C; Levine, D.U. (1989). Foundations Of Education. USA: Houghton Mifflin Company.

Pangisyarwi. Comparative Sistem Pendidikan Jepang dan Indonesia.

http://www.pangisyarwi.com/index, diakses pada 20 Agustus 2015.

Pidarta, Made. (2013). Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Ramli, Murni. (2009). Konsep Pembaharuan Kurikulum di Jepang. http://indosdm.com, diakses pada 20 Agustus 2015.

https://republika.co.id/berita/qjj68s423/manfaat-penggunaan-teknologi-untuk-pendidikan, diakses pada 5 November 2021.

https://stiaprima.ac.id/syscontent/quick_content/c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c#:~

:text=Manfaat%20pertama%20pengunaan%20teknologi%20adalah,dari%20buku%20dan

%20media%20cetak, diakses pada 5 November 2021.

https://www.bps.go.id/publication/2018/12/24/27971845a9d616341333d103/peng gunaan-dan-pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-p2tik-sektor- pendidikan-2018.html, diakses pada 5 November 2021.

Referensi

Dokumen terkait