HASIL PERENCANAAN STRATEGIS – MARET 2011
TINGKATAN TUJUAN/HASIL INDIKATOR SUMBER VERIFIKASI ASUMSI
GOAL/IMPACT
Meningkatnya akuntabilitas, peran dan posisi LSM - Jumlah LSM yang memperaktekkan prinsip-prinsip akuntabilitas
- Keterlibatan LSM dalam proses
pembuatan kebijakan public meningkat - Jumlah sumber daya dalam negeri yang diakses LSM anggota Konsil meningkat
OUTCOME 1
Lahirnya regulasi yang menjamin posisi dan peran LSM serta akses sumberdaya LSM dari berbagai pihak secara akuntabel
Adanya minimal 1 Undang-Undang dan 2 regulasi Kebijakan Daerah yang
memperkuat posisi dan peran LSM yang disahkan
- Naskah UU - Naskah Perda - Naskah Regulasi lain
Agenda yang tercantum dalam Prolegnas 2010-2014 dijalankan
Output 1.1
Adanya rumusan usulan Konsil yang disampaikan kepada pemerintah dan atau DPR untuk
pembahasan RUU Perkumpulan
Tersedianya kertas kerja yang diusulkan Konsil untuk pembahasan rancangan Undang-Undang Perkumpulan kepada DPR dan atau pemerintah
Dokumen kertas kerja, draft-draft usulan ke DPR dan pemerintah
Depkum HAM dan DPR terbuka untuk berdialog
RUU Perkumpulan yang sudah masuk dalam Prolegnas 2010-2014 dibahas Activity 1.1
1. Dialog dengan DEPKUMHAM dan DPR 2. Pembahasan Draft RUU secara Partisipatif
dengan anggota Konsil
3. Publik Awareness (Kampanye Publik) 4. Hearing
5. Lobby
6. Bergabung dengan Koalisi LSM untuk advokasi RUU Perkumpulan
oleh DPR
Ada Koalisi LSM di Jakarta yang mengadvokasi UU Perkumpulan
Output 1.2
Meningkatnya Keterlibatan Konsil dalam pembahasan regulasi yang terkait dengan kehidupan LSM pada level nasional dan daerah
Jumlah keterlibatan Konsil (menjadi narasumber, menghadiri atau menyelenggarakan pertemuan
stakeholders) dalam proses perumusan Regulasi yang berkaitan dengan LSM pada level nasional dan daerah meningkat.
- Absensi - Notulensi - Bahan-bahan
Pertemuan - Undangan
- Berita-berita media - Laporan
Activity 1.2
1. Mengintensifkan Komunikasi dan Interaksi dengan berbagai elemen stakeholders yang berkaitan dengan regulasi kebijakan (DPR, DPRD, DEPKUM HAM Dll).
2. Membangun Forum Multi - stakeholder di daerah untuk mendorong Perda/kebijakan bagi kepentingan OMS (Perda CSR,
Akuntabilitas pengelolaan dana publik dll)
OUTCOME 2:
Terbangun kemitraan yang setara dan efektif antara LSM, pemerintah, dan swasta
- Ada kebijakan daerah yang menjamin keberadaan Multi-stakeholder Forum (MSF)
- Ada alokasi dana dari pemerintah untuk mendanai forum multi stakeholder LSM, pemerintah, dan swasta - Jumlah LSM anggota Konsil yang
mendapat dana dari pemerintah dan swasta
- Kebijakan pemerintah dan pelayanan publik lebih akuntabel
- Adanya criteria dan mekanisme yang transparan dan akuntabel bagi
LSM/OMS yang mengakses dana dari pemerintah
1. Dokumen kebijakan 2. Laporan CSR
perusahaan yang bekerja sama 3. MOU pembentukan
MSF
4. Laporan Program LSM yang mendapat dana CSR
- Ada kebijakan mengenai CSR - Corporate tidak
dalam pailit - Tidak ada konflik
sosial yang mempengaruhi keamanan (dalam skala besar) di daerah atau nasioal - Situasi politik
(lokal dan atau nasional) stabil
Output 2.1
Terbentuknya forum multi stakeholder antara LSM, pemerintah, dan swasta
- Minimal 2 (dua) forum MSF terbentuk di daerah dimana perwakilan KONSIL LSM Indonesia berada
- Adanya kesepakatan kemitraan antara LSM, pemerintah, dan swasta di daerah
- Dokumen kesepakatan kemitraan/MOU - Notulensi-notulensi
pertemuan - Laporan kegiatan
forum multi stakeholder
Activity 2.1
1. Penyusunan tujuan dan model/pola kemitraan secara partisipatif
2. FGD perumusan tujuan dan model kemitraan
3. Learning visit
4. Dialog informal dengan pemerintah daerah, DPRD, dan swasta
5. Lokakarya membangun kesepakatan kemitraan LSM, pemerintah daerah, DPRD, dan swasta
6. Pertemuan regular Output 2.2
Terbentuknya Perwakilan KONSIL LSM Indonesia di daerah yang memiliki sistem kelembagaan yang kuat dan akuntabel untuk menjalankan misi Konsil
- Adanya 2 kepengurusan dan secretariat Perwakilan daerah
- Rencana Program perwakilan Konsil Daerah yang mengacu pada hasil SP Konsil khususnya yang terkait dengan tugas dan tanggungjawab Perwakilan Daerah.
- Jumlah anggota Konsil meningkat - Adanya AD/ART, SOP kesekretariatan
dan keuangan perwakilan Konsil di daerah yang didasarkan pada prinsip akuntabilitas
- SK Kepengurusan Daerah
- Laporan pembentukan
kepengurusan Daerah - Hasil renstra Daerah - Kantor di 3 daerah
dan kelengkapannya - Laporan kegiatan
perwakilan Konsil daerah
- Dokumen AD/ART dan SOP
Activity 2.2:
1. Assessment dan verifikasi awal
2. Lokakarya pengesahan Perwakilan Daerah KONSIL LSM Indonesia
3. Lokakarya perencanaan program
Perwakilan Daerah KONSIL LSM Indonesia 4. Penguatan secretariat Perwakilan Daerah
KONSIL LSM Indonesia (kontribusi untuk secretariat daerah)
5. Peningkatan kapasitas Sekretariat perwakilan Konsil Daerah dalam menerapkan prinsip dan mekanisme akuntabilitas
OUTCOME 3
Terinternalisasinya prinsip akuntabilitas LSM melalui penerapan dan penegakan Kode Etik Konsil LSM Indonesia
- Konsil dan aktivisnya menjalankan Kode Etik
- Perangkat aturan lembaga Konsil tersedia dan didasarkan pada prinsip akuntabilitas
- Komponen kelembagaan Konsil mencerminkan mekanisme check and balance
- Dokumen hasil Monev Kode Etik
- Dokumen kelembagaan
Berfungsinya peran kontrol media dan masyarakat terhadap LSM
Output 3.1
Meningkatnya kesadaran, pemahaman, dan kapasitas Konsil untuk menerapkan kode etik
- Adanya AD/ART, SOP kesekretariatan dan keuangan yang didasarkan pada
- Dokumen AD/ART, dan SOP
prinsip akuntabilitas
- Adanya pemisahan fungsi dan
kewenangan antara pengurus (board) dan eksekutif
- Adanya pergantian kepemimpinan yang regular dan demokratis
- Adanya mekanisme pengambilan keputusan strategis yang tidak
didominasi oleh satu atau sekelompok orang
- Adanya perencanaan program, monev, dan pelaporan keuangan tahunan yang dipublikasikan
- Adanya penghargaan kepada anggota Konsil yang melakukan praktek terbaik Kode Etik dan sanksi bagi yang
melanggar
- Adanya mekanisme komplain di LSM anggota Konsil dari penerima manfaat - Jumlah penanganan terhadap
pengaduan tentang pelanggaran Kode Etik
- Dokumen
perencanaan, laporan hasil monev, serta laporan tahunan - Keputusan Dewan Etik - Dokumen Penilaian
Penerapan Kode Etik - Dokumen keputusan
pemberian reward and punishment - Dokumen publikasi
laporan hasil
penerapan kode etik
Activity 3.1
1. Sosialisasi kode etik ke LSM anggota 2. Pelatihan Keuangan berdasarkan PSAK 45
untuk LSM anggota
3. Pelatihan tentang Perencanaan dan Monev
4. Diskusi-diskusi tentang SOP
5. Pelatihan/lokakarya/asistensi lainya untuk peningkatan kapasitas LSM anggota dalam menerapkan praktik akuntabilitas dan Kode Etik
6. Pelatihan , pendampingan dan dukungan Fund Raising dari sumber dana lokal bagi lembaga anggota
7. Pemberian penghargaan terhadap praktek terbaik penerapan Kode Etik
8. Penanganan pengaduan atas pelanggaran Kode Etik
Output 3.2
Isu akuntabilitas menjadi wacana publik - Frekuensi dan jenis pemberitaan media mengenai akuntabilitas LSM
- Jumlah media publikasi (buku, website, newslatter, profil) Konsil
- Adanya diskusi-diskusi (lokakarya, workshop, seminar) yang membahas tentang akuntabilitas LSM
- Dokumen Buku referensi tentang praktek akuntabilitas - Klipping pemberitaan
media mengenai akuntabilitas LSM - Laporan kegiatan
diskusi (lokakarya, workshop, seminar) yang membahas akuntabilitas LSM
Activity 3.2
1. Publikasi profil dan Kode Etik Konsil
2. Publikasi laporan hasil penerapan Kode Etik 3. Penerbitan buku pengalaman penerapan
prinsip akuntabilitas LSM oleh Konsil dan
‘best practices’ praktek akuntabilitas LSM di berbagai negara
4. Penyelenggaraan Konferensi Pers dan penyampaian Pers Release yang berkaitan dengan perkembangan penerapan prinsip- prinsip Akuntabilitas
5. Penyelenggaraan diskusi tentang Kode Etik di daerah-daerah
6. Pengelolaan website 7. Penerbitan newsletter 8. Publikasi laporan tahunan
Output 3.3
Tersedia penjabarannya Kode Etik, instrument monev, serta sistem dan mekanisme penegakan Kode Etik KONSIL LSM Indonesia
- Penjabaran Kode Etik Final - Instrumen monev dan panduan
penerapannya sudah tersedia - Panduan tata cara penanganan
pengaduan terhadap pelanggaran Kode Etik final
- Dokumen Penjabaran Kode Etik
- Instrumen monev penarapan Kode Etik - Panduan penggunaan
instrument monev - Keputusan-keputusan
Dewan Etik
- Hasil monev Konsil - SK-SK
- Milis - Web Konsil
Activity 3.3
1. Finalisasi draft Penjabaran Kode etik 2. Penyusunan instrument Monev dan
panduan penggunaannya
3. Penyusunan tata cara penanganan aduan pelanggaran Kode Etik
4. Pelatihan assessor untuk melakukan monev penerapan Kode Etik
5. Monitoring dan evaluasi penerapan Kode Etik
Output 3.4
Berfungsi efektifnya Konsil LSM Indonesia - Komponen Kelembagaan Konsil berfungsi sesuai tugas dan kewenangannya
- Adanya rencana strategis Konsil - Adanya secretariat dan staf yang
memadai
- Notulensi dan hasil rapat-rapat
- Dokumen hasil Rencana Strategis 3 tahun
- Dokumen hasil evaluasi dan rencana Tahunan
- Dokumen hasil konggres
- Kantor dan dokumen
sewa
- Staf sekretariat Activity 3.4
1. Rapat Komite pengarah, Dewan Etik, dan secretariat
2. Strategic planning 3 tahunan
3. Evaluasi dan rapat perencanaan tahunan 4. Konggres
5. Penyediaan infrastruktur SDM Konsil