PERANAN AUTOMATED TELLER MACHINE (ATM) DAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) BANKING TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO)
TBK. KANTOR WILAYAH MEDAN
TUGAS AKHIR
Diajukan Oleh :
ELIZABETH RIZKI SEPTIANI PASARIBU 142101050
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Diploma III
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Peranan Automated Teller Machine (ATM) dan Short Message Service (SMS) Banking Terhadap Kepuasan Nasabah Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah Medan” ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada program Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE,MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si selaku Ketua Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Yasmin Chairunisa, SP, MBA selaku Sekretaris Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Magdalena L. L. Sibarani, SE, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah berkenan meluangkan waktu dan pikiran dalam memberikan masukan, arahan serta bimbingan didalam pelaksanaan penulisan Tugas Akhir ini.
5. Teristimewa kepada orang tua penulis, Ir. Togar Pasaribu dan Maya Sofa Siahaan beserta seluruh keluarga dan saudara yang senantiasa memberikan doa, kasih sayang dan dukungan kepada penulis.
6. Michael B. M. Sipayung yang selalu setia memberikan doa, dukungan dan semangat kepada penulis.
7. Sahabat-sahabat penulis di Departemen Keuangan, Fiska, Irma, Afdania dan Hana, beserta teman-teman lainnya. Terima kasih atas dukungan, bantuan dan motivasi selama masa perkuliahan di Universitas Sumatera Utara.
Demikianlah yang dapat penulis sampaikan, atas segala kesalahan dan kekurangan penulis mohon maaf.
Medan, Juni 2017 Penulis
Elizabeth Rizki Septiani Pasaribu
Halaman
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GAMBAR... iv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan Masalah... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah PT Bank Rakyat Indonesia... 6
B. Visi dan Misi Perusahaan ... 8
C. Struktur Organisasi Perusahaan ... 8
D. Uraian Tugas... 11
E. Jaringan Usaha... 23
F. Kinerja Usaha Terkini ... 24
G. Rencana Usaha... 25
BAB III PEMBAHASAN A. Automated Teller Machine (ATM) ... 27
B. Short Message Service (SMS) Banking ... 40
C. Kepuasan Nasabah ... 44
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan... 47
B. Saran... 49 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
No Halaman Tabel 3.1 Hasil Kuesioner Kepuasan Nasabah Terhadap ATM Bank
Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan... 45 Tabel 3.2 Hasil Kuesioner Kepuasan Nasabah Terhadap SMS Banking
Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan... 46
No Halaman Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT Bank Rakyat Indonesia Kantor
Wilayah Medan... 10
A. Latar Belakang Masalah
Bank merupakan salah satu media transaksi keuangan yang mempunyai peran sangat besar dalam perekonomian dewasa ini. Bank sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana masyarakat memberikan berbagai fasilitas dalam memudahkan proses transaksi keuangan. Jika ditelusuri lewat sejarah, sejak dulu sampai sekarang ini, peranan perbankan dalam memajukan perekonomian suatu negara sangatlah besar, hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai kegiatan keuangan selalu membutuhkan jasa bank.
Menurut Kasmir (2014 : 14), kegiatan perbankan mulai dikenal sejak zaman Babylonia. Kemudian berkembang ke zaman Yunani kuno serta zaman Romawi.
Pada saat itu kegiatan utama bank baru sebatas sebagai tempat tukar menukar uang oleh para pedagang valuta asing (money changer). Dalam perjalanannya, perkembangan perbankan tidak terlepas dari perkembangan perdagangan. Seiring dengan perkembangan perdagangan dunia, maka perkembangan perbankan pun semakin pesat. Di Indonesia, perkembangan perbankan juga tidak terlepas dari era zaman penjajahan Hindia-Belanda dahulu. Pada zaman penjajahan Belanda jumlah perbankan di Indonesia bertambah, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelayanan. Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 telah mengubah peta perbankan di Indonesia. Beberapa bank milik Belanda
Dengan kemajuan pelayanan perbankan dunia serta perkembangan teknologi yang semakin maju menuntut manusia untuk bertindak semakin cepat dengan memperhatikan efisiensi disegala bidang. Bank sebagai salah satu sektor jasa finansial, performanya sangat bergantung pada baik buruknya pelayanan.
Dalam menghadapi perkembangan tersebut tentu saja diperlukan fasilitas dan peralatan dalam kesiapan sarananya.
Tidak dapat dipungkiri kemajuan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) akan menambah pembaharuan dan tantangan dalam dunia perbankan. Dukungan TIK dalam dunia perbankan merupakan suatu keharusan, TIK akan membawa perubahan-perubahan yang kompleks dan lebih efisien dalam transaksi dan sistem informasinya. Informasi yang dihasilkan berguna bagi pihak manajemen dalam mengambil keputusan juga bagi pihak lain terutama kepada nasabah.
Seorang nasabah biasanya membutuhkan informasi saldo rekening yang terdapat pada bank tempat ia menyimpan uang. Jika bank masih menggunakan cara manual maka informasi saldo rekening diperoleh dengan cara nasabah membawa buku tabungan ke bank tempat ia menabung. Jika seorang nasabah mengambil uang tunai maka teller akan mendebit sejumlah uang pada buku tabungan nasabah dan mengkredit kas teller. Akan tetapi saat ini bank-bank menggunakan komputer sebagai alat pengolah data transaksi yang terjadi.
Darmawan (2012 : 65), menyatakan bahwa komputer adalah peralatan elektronik yang bekerja secara koordinatif dan integratif berdasarkan program, dapat menerima masukan berupa data, mengolah dalam memori, dan menampilkan hasil berupa informasi dalam bentuk digital.
Salah satu fasilitas perbankan yang ditawarkan sebagai salah satu alternatif dalam bertransaksi dengan bank adalah ATM dan SMS Banking. Banyak bank saat ini menggunakan ATM (Automatic Teller Machine) sebagai sarana yang mempermudah para nasabahnya untuk melakukan berbagai macam transaksi dan mendapatkan informasi saldo rekening selama 24 jam sebagai bentuk pelayanan kepada nasabah. Kasmir (2009 : 348), “ATM ini merupakan mesin yang dapat melayani kebutuhan nasabah secara otomatis setiap saat selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu termasuk hari libur”.
Demikian halnya SMS (Short Message Service) merupakan fasilitas seluler yang saat ini semakin populer di mata dunia. Teknologi yang semakin maju membuat orang menggunakan SMS sebagai sarana komunikasi. Di dalam dunia perbankan dan keuangan yang semakin kompetitif, SMS diprediksikan sebagai trend yang paling tinggi di tahun mendatang.
Konsep untuk memiliki sebuah bank di kantong yang mudah dijangkau dan mudah digunakan sangat menguntungkan bagi nasabah bank. Dengan keadaan masyarakat sekarang ini, bank memanfaatkan teknologi telepon seluler khususnya SMS. Bank dengan seluruh operator provider kartu seluler bekerjasama,dan biaya dibebankan kepada nasabah sesuai tarif yang ditentukan oleh operator. Dengan SMS Banking masyarakat dapat melakukan transaksi tanpa harus ke bank yang diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan.
Keberadaan ATM dan SMS Banking sangat membantu kalangan perbankan
menjadikan ATM dan SMS Banking sebagai salah satu ujung tombak dalam pelayanan nasabah dan juga sebagai alat untuk memikat masyarakat umum untuk menjadi nasabahnya.
Melihat pentingnya dan efisiennya sistem transaksi kartu ATM dan SMS Banking dalam transaksi perbankan, dan dengan sistem ini masyarakat mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi tanpa harus datang ke bank dan menunggu giliran layanan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Peranan Autometed Teller Machine (ATM) dan Short Message Service (SMS) Banking Terhadap Kepuasan Nasabah pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah Medan”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Peranan ATM dan SMS Banking terhadap kepuasan nasabah pada PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan?”
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian yang peneliti lakukan adalah “Untuk mengetahui bagaimana peranan ATM dan SMS banking terhadap kepuasan nasabah pada PT Bank Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian yang peneliti lakukan adalah sebagi berikut:
1. Bagi Peneliti
Agar dapat mengetahui peranan ATM dan SMS banking pada PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan dan untuk menambah wawasan dalam ilmu pengetahuan tentang perbankan di Indonesia terutama PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan.
2. Bagi PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan
Dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam mengambil langkah-langkah pada masa yang akan datang sehingga diharapkan dapat terus mengalami peningkatan.
3. Bagi Pihak Lainnya
Dapat memberikan bahan masukan sehubungan dengan peranan ATM dan SMS banking yang digunakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan dan referensi yang berkaitan dengan pengembangan ilmu keuangan, khususnya produk jasa perbankan.
A. Sejarah PT Bank Rakyat Indonesia
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya BRI didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Nasional Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Nasional Indonesia unit II bidang ekspor impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-Undang Pokok Perbankan dan Undang-Undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang- undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya Kamsir (2014 : 30), “Berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum bidang rural dan Undang-undang No. 22 Tahun 1968 menetapkan Bank Ekspor Impor Indonesia pada bidang exim”.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia.
PT BRI yang didirikan sejak tahun 1985 tetap konsisten dalam memberikan pelayanan kepada segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan komitmen ini terus berlanjut pada saat BRI menjadi perusahaan publik pada tahun
sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
B. Visi dan Misi Perusahaan 1. Visi BRI
Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
2. Misi BRI
a. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.
b. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan teknologi informasi yang handal dengan melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate Governance (GCG) yang sangat baik
c. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders).
C. Struktur Organisasi Perusahaan
Secara umum pengertian dari struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi, mulai dari tingkat yang paling atas sampai tingkat yang paling bawah, yang tersusun sedemikian rupa dalam suatu organisasi. Mulyadi (2015 : 84), menyatakan bahwa struktur organisasi adalah struktur yang terdiri dari hubungan antara pekerjaan dan
kelompok pekerjaan yang relatif tetap dan stabil dengan tujuan memengaruhi perilaku individu dan kelompok guna mencapai prestasi yang efektif.
Struktur organisasi diperlukan perusahaan untuk membedakan batas-batas wewenang dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan adanya hubungan atau keterkaitan antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Struktur organisasi pada PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan berbentuk fungsional. Priansa dan Garnida (2015 : 70), “Struktur organisasi fungsional adalah struktur dimana tugas, orang, dan teknologi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dibagi menjadi grup-grup functional yang terpisah (seperti pemasaran, operasi dan keuangan) dengan prosedur yang semakin formal guna mengkoordinasikan dan mengintegrasikan aktivitas-aktivitasnya untuk menghasilkan produk dan jasa dari bisnis tersebut”. Adapun struktur organisasi PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan adalah sebagai berikut:
Sumber: PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan, 2017
Gambar 2.1.
Struktur Organisasi PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan
Pemimpin Wilayah
Wakil Pemimpin Wilayah Bisnis
Wakil Pemimpin Wilayah Dana
Kepala Bagian Kepala Bagian
Wakil Pimpinan Wilayah Operasional
Kepala Bagian
Wakil Kepala Bagian
Wakil Kepala Bagian Wakil Kepala
Bagian
Staff
Supervisor
Pelaksana
Staff Staff
Supervisor Supervisor
Pelaksana Pelaksana
D. Uraian Tugas
Kasmir (2015 : 160), menyatakan bahwa dalam suatu bank terdapat berbagai jenis pekerjaan atau jabatan. Jenis-jenis pekerjaan tersebut saling mendukung satu sama lainnya, namun setiap pekerjaan memiliki batas-batas tertentu apa saja yang harus dikerjakan atau tugas-tugas apa yang harus dikerjakan, wewenang yang dimiliki, serta siapa yang bertanggung jawab terhadap suatu pekerjaan. Agar dapat diketahui kebutuhan informasi tentang suatu pekerjaan, baik tugas-tugas, wewenang maupun tanggung jawabnya, maka diperlukan job description atau uraian tugas atau pekerjaan.
Berdasarkan struktur organisasi PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan (terlampir), maka berikut ini adalah penjelasan uraian tugas dan wewenang dari masing-masing bagian:
1. Pemimpin Wilayah
Adapun tugas dan wewenang pemimpin wilayah adalah sebagai berikut:
a. Mengawasi pembinaan, pengembangan dan pengelolaan usaha-usaha BRI.
b. Memonitor pengembangan kantor cabang, kantor cabang pembantu dan unit-unit kerja BRI di wilayahnya.
c. Memutuskan kegiatan perencanaan pemasaran dan bisnis sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran dan masukan dalam penyusunan kebijakan bagi unit kerja kantor pusat.
d. Mengawasi kegiatan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mencapai target bisnis.
e. Mengawasi kegiatan sosialisasi dan implementasi kebijakan, produk dan program penjualan serta bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
f. Mengawasi kegiatan pemasaran dan bisnis untuk mencapai target pemasaran bisnis.
g. Mengawasi kegiatan pembinaan, monitoring dan evaluasi kinerja bisnis untuk mencapai target yang ditetapkan.
h. Membina hubungan dan kerja sama dengan pekerja pada unit kerja lain di internal BRI dalam rangka memperlancar tugas dan tanggung jawab jabatan.
i. Membina hubungan baik dengan instansi/perusahaan, nasabah/calon nasabah, asosiasi/organisasi pengusaha potensial dalam rangka pencapaian target.
j. Sebagai checker dan signer atas dokumen yang berkaitan dengan tanggung jawab jabatannya.
k. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan monitoring di segala program.
l. Memberikan putusan program kerja.
m. Memutus suku bunga simpanan dan pinjaman sesuai batas wewenang yang dimiliki.
n. Memutus sesuai kewenangannya dalam kaitan dengan:
1. Promosi, mutasi, demosi, rekrutmen, pengangkatan dan pemberhentian pekerja kantor wilayah, kantor cabang, kantor cabang pembantu dan unit-unit kerja BRI di wilayahnya.
2. Pemberian reward dan punishment.
2. Wakil Pemimpin Wilayah Dana
Adapun tugas dan wewenang Wakil Pemimpin Wilayah Dana adalah sebagai berikut:
a. Membina pengembangan dan pengelolaan usaha-usaha BRI terutama yang berhubungan dengan kartu kredit, ekspor impor, dana serta jasa usaha BRI.
b. Bersama dengan pemimpin wilayah memonitor pengembangan kantor cabang, kantor cabang pembantu dan unit-unit kerja BRI di wilayahnya.
c. Merencanakan kegiatan perencanaan pemasaran dan bisnis sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran dan masukan dalam penyusunan kebijakan bagi unit kerja kantor pusat.
d. Merencanakan kegiatan sosialisasi dan implementasi kebijakan, produk dan program penjualan serta bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
e. Merencanakan kegiatan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mencapai target bisnis.
f. Merencanakan kegiatan pemasaran dan bisnis untuk mencapai target pemasaran bisnis.
g. Merencanakan kegiatan pembinaan, monitoring dan evaluasi kinerja bisnis untuk mencapai target yang ditetapkan.
h. Membina hubungan dan kerja sama dengan pekerja pada unit kerja lain di internal BRI dalam rangka memperlancar tugas dan tanggung jawab jabatan.
i. Membina hubungan baik dengan instansi/perusahaan, nasabah/calon nasabah, asosiasi/organisasi pengusaha potensial dalam rangka pencapaian target.
j. Sebagai checker dan signer atas dokumen yang berkaitan dengan tanggung jawab jabatannya.
k. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan monitoring di segala program yang berhubungan dengan kartu kredit, ekspor impor, dana serta jasa usaha BRI.
l. Mengusulkan sesuai kewenangannya dalam kaitan dengan:
1. Promosi, mutasi, demosi, rekrutmen, pengangkatan dan pemberhentian pekerja kantor wilayah, kantor cabang, kantor cabang pembantu dan unit-unit kerja BRI di wilayahnya.
2. Pemberian reward dan punishment.
3. Wakil Pemimpin Wilayah Operasional
Adapun tugas dan wewenang Wakil Pemimpin Wilayah Operasional adalah sebagai berikut:
a. Membina pengembangan dan pengelolaan usaha-usaha BRI terutama yang berhubungan dengan MSDM, logistik, administrasi kredit, manajemen resiko, legal officer, operasional jaringan layanan, e-channel, teknologi sarana informasi dan umum.
b. Bersama dengan pemimpin wilayah memonitor pengembangan kantor cabang, kantor cabang pembantu dan unit-unit kerja BRI di wilayahnya.
c. Merencanakan kegiatan perencanaan pemasaran dan bisnis sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran dan masukan dalam penyusunan kebijakan bagi unit kerja kantor pusat.
d. Merencanakan kegiatan sosialisasi dan implementasi kebijakan, produk dan program penjualan serta bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
e. Merencanakan kegiatan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mencapai target bisnis.
f. Merencanakan kegiatan pemasaran dan bisnis untuk mencapai target pemasaran bisnis.
g. Merencanakan kegiatan pembinaan, monitoring dan evaluasi kinerja bisnis untuk mencapai target yang ditetapkan.
h. Membina hubungan dan kerja sama dengan pekerja pada unit kerja lain di internal BRI dalam rangka memperlancar tugas dan tanggung jawab jabatan.
i. Membina hubungan baik dengan instansi/perusahaan, nasabah/calon nasabah, asosiasi/organisasi pengusaha potensial dalam rangka pencapaian target.
j. Sebagai checker dan signer atas dokumen yang berkaitan dengan tanggung jawab jabatannya.
k. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan monitoring di segala program yang berhubungan dengan MSDM, logistik, administrasi kredit, manajemen
resiko, legal officer, operasional jaringan layanan, e-channel, teknologi sarana informasi dan umum.
l. Mengusulkan sesuai kewenangannya dalam kaitan dengan:
1. Promosi, mutasi, demosi, rekrutmen, pengangkatan dan pemberhentian pekerja kantor wilayah, kantor cabang, kantor cabang pembantu dan unit-unit kerja BRI di wilayahnya.
2. Pemberian reward dan punishment.
4. Wakil Pemimpin Wilayah Bisnis
Adapun tugas dan wewenang Wakil Pemimpin Wilayah Bisnis adalah sebagai berikut:
a. Membina pengembangan dan pengelolaan usaha-usaha BRI terutama yang berhubungan dengan RCB, AO, RPKB, ritel, mikro, analisis resiko kredit, program serta kemitraan.
b. Bersama dengan pemimpin wilayah memonitor pengembangan kantor cabang, kantor cabang pembantu dan unit-unit kerja BRI di wilayahnya.
c. Merencanakan kegiatan perencanaan pemasaran dan bisnis sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran dan masukan dalam penyusunan kebijakan bagi unit kerja kantor pusat.
d. Merencanakan kegiatan sosialisasi dan implementasi kebijakan, produk dan program penjualan serta bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
e. Merencanakan kegiatan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mencapai target bisnis.
f. Merencanakan kegiatan pemasaran dan bisnis untuk mencapai target pemasaran bisnis.
g. Merencanakan kegiatan pembinaan, monitoring dan evaluasi kinerja bisnis untuk mencapai target yang ditetapkan.
h. Membina hubungan dan kerja sama dengan pekerja pada unit kerja lain di internal BRI dalam rangka memperlancar tugas dan tanggung jawab jabatan.
i. Membina hubungan baik dengan instansi/perusahaan, nasabah/calon nasabah, asosiasi/organisasi pengusaha potensial dalam rangka pencapaian target.
j. Sebagai checker dan signer atas dokumen yang berkaitan dengan tanggung jawab jabatannya.
k. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan monitoring di segala program yang berhubungan dengan RCB, AO, RPKB, ritel, mikro, analisis resiko kredit, program serta kemitraan.
l. Mengusulkan sesuai kewenangannya dalam kaitan dengan:
1. Promosi, mutasi, demosi, rekrutmen, pengangkatan dan pemberhentian pekerja kantor wilayah, kantor cabang, kantor cabang pembantu dan unit-unit kerja BRI di wilayahnya.
2. Pemberian reward dan punishment.
5. Kepala Bagian
Adapun tugas dan wewenang Kepala Bagian adalah sebagai berikut:
a. Mengoordinasikan kegiatan perencanaan pemasaran dan bisnis sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran dan masukan dalam penyusunan kebijakan bagi unit kerja kantor pusat.
b. Mengoordinasikan kegiatan sosialisasi dan implementasi kebijakan, produk dan program penjualan serta bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
c. Mengoordinasikan kegiatan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mencapai target bisnis.
d. Mengoordinasikan kegiatan pemasaran dan bisnis untuk mencapai target pemasaran bisnis.
e. Mengoordinasikan kegiatan pembinaan, monitoring dan evaluasi kinerja bisnis untuk mencapai target yang ditetapkan.
f. Membina hubungan dan kerja sama dengan pekerja pada level jabatan yang sama atau setingkat lebih tinggi/rendah pada unit kerja lain di internal BRI dalam rangka memperlancar tugas dan tanggung jawab jabatan.
g. Membina hubungan baik dengan instansi/perusahaan, nasabah/calon nasabah, asosiasi/organisasi pengusaha potensial dalam rangka pencapaian target.
h. Sebagai checker dan signer atas dokumen yang berkaitan dengan tanggung jawab jabatannya.
i. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan monitoring program pemasaran dan bisnis.
j. Memberikan putusan program kerja.
6. Wakil Kepala Bagian
Adapun tugas dan wewenang Wakil Kepala Bagian adalah sebagai berikut:
a. Mengelola kegiatan perencanaan pemasaran dan bisnis sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran dan masukan dalam penyusunan kebijakan bagi unit kerja kantor pusat.
b. Mengelola kegiatan sosialisasi dan implementasi kebijakan, produk dan program penjualan serta bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
c. Mengelola kegiatan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mencapai target bisnis.
d. Mengelola kegiatan pemasaran dan bisnis untuk mencapai target pemasaran bisnis.
e. Mengelola kegiatan pembinaan, monitoring dan evaluasi kinerja bisnis untuk mencapai target yang ditetapkan.
f. Membina hubungan dan kerja sama dengan pekerja pada level jabatan yang sama atau setingkat lebih tinggi/rendah pada unit kerja lain di internal BRI dalam rangka memperlancar tugas dan tanggung jawab jabatan.
g. Membina hubungan baik dengan instansi/perusahaan, nasabah/calon nasabah, asosiasi/organisasi pengusaha potensial dalam rangka pencapaian
h. Sebagai checker dan signer atas dokumen yang berkaitan dengan tanggung jawab jabatannya.
i. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan monitoring program pemasaran dan bisnis.
j. Memberikan putusan program kerja.
7. Staf
Adapun tugas dan wewenang Staf adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan kegiatan perencanaan pemasaran dan bisnis sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran dan masukan dalam penyusunan kebijakan bagi unit kerja kantor pusat.
b. Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan implementasi kebijakan, produk dan program penjualan serta bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
c. Melaksanakan kegiatan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mencapai target bisnis.
d. Melaksanakan kegiatan pemasaran dan bisnis untuk mencapai target pemasaran bisnis.
e. Melaksanakan kegiatan pembinaan, monitoring dan evaluasi kinerja bisnis untuk mencapai target yang ditetapkan.
f. Membina hubungan dan kerja sama dengan pekerja pada level jabatan yang sama atau setingkat lebih tinggi/rendah pada unit kerja lain di internal BRI dalam rangka memperlancar tugas dan tanggung jawab jabatan.
g. Membina hubungan baik dengan instansi/perusahaan, nasabah/calon nasabah, asosiasi/organisasi pengusaha potensial dalam rangka pencapaian target.
8. Supervisor
Adapun tugas dan wewenang Supervisor adalah sebagai berikut:
a. Menyupervisi kegiatan operasional bisnis untuk mendukung kelancaran operasional bagian dan seksi.
b. Menyupervisi kegiatan administrasi bisnis untuk mendukung kelancaran operasional bagian dan seksi.
c. Menyupervisi kegiatan pelaporan bisnis untuk mendukung kelancaran operasional bagian dan seksi.
d. Menyupervisi kegiatan management information system bisnis di wilayah kerja kantor wilayah untuk menyediakan informasi yang diperlukan bagi manajemen kantor wilayah.
e. Menyupervisi kegiatan sosialisasi dan edukasi di level agen, unit kerja, dan merchant untuk mendukung pencapaian target bisnis.
f. Menyupervisi kegiatan monitoring program pemasaran dan materi komunikasi bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
g. Menyupervisi kegiatan help desk bisnis untuk menyelesaikan permasalahan bisnis yang dihadapi unit kerja.
h. Melayani kebutuhan dan pengelolaan data terkait aktivitas pengembangan bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
i. Membina hubungan dan kerja sama dengan pekerja pada level jabatan yang sama atau setingkat lebih tinggi/rendah pada unit kerja lain di internal BRI dalam rangka memperlancar tugas dan tanggung jawab jabatan.
j. Membina hubungan baik dengan instansi/perusahaan, nasabah/calon nasabah, asosiasi/organisasi pengusaha potensial dalam rangka pencapaian target.
k. Sebagai checker dan signer atas dokumen yang berkaitan dengan tanggung jawab jabatannya.
l. Melaksanakan kewenangan lain yang diberikan oleh kepala bagian sesuai dengan ketentuan.
9. Pelaksana
Adapun tugas dan wewenang Pelaksana adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan kegiatan operasional bagian dan seksi dalam pemrosesan kegiatan bisnis.
b. Melaksanakan kegiatan administrasi bagian dan seksi dalam pemrosesan kegiatan bisnis.
c. Melaksanakan kegiatan pelaporan bisnis bagian dan seksi dalam pemrosesan kegiatan bisnis.
d. Melaksanakan kegiatan management information system bisnis di wilayah kerja kantor wilayah untuk menyediakan informasi yang diperlukan bagi manajemen kantor wilayah
e. Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi di level agen, unit kerja, dan merchant untuk mendukung pencapaian target bisnis.
f. Melaksanakan kegiatan program pemasaran dan komunikasi bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
g. Melaksanakan kegiatan help desk bisnis untuk menyelesaikan permasalahan bisnis yang dihadapi unit kerja.
h. Melayani kebutuhan dan pengelolaan data terkait aktivitas pengembangan bisnis untuk mendukung pencapaian target bisnis.
i. Membina hubungan dan kerja sama dengan pekerja pada level jabatan yang sama atau setingkat lebih tinggi/rendah pada unit kerja lain di internal BRI dalam rangka memperlancar tugas dan tanggung jawab jabatan.
j. Membina hubungan baik dengan instansi/perusahaan, nasabah/calon nasabah, asosiasi/organisasi pengusaha potensial dalam rangka pencapaian target.
E. Jaringan Usaha
PT Bank Rakyat Indonesia merupakan bank komersial yang konsisten dalam memberikan pelayanan kepada segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memberikan kredit kepada UMKM dan membina para pelaku usaha untuk bisa berkembang. Dengan reputasinya sebagai microbanking, Bank BRI senantiasa meningkatkan layanannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari upaya BRI dalam menyelaraskan bisnisnya dengan
Selain tetap fokus pada segmen UMKM, BRI terus mengembangkan beragam produk consumer banking dan layanan institusional yang diperuntukkan bagi masyarakat perkotaan. Untuk mendukung upaya tersebut, BRI terus mengembangkan layanan e-banking yang dapat diakses masyarakat melalui internet, telepon, SMS (Short Message Service) maupun melalui layanan e- channel lainnya seperti ATM (Automated Teller Machine) dan EDC (Electronic Data Capture).
Selain memperkuat infrastruktur jaringan kerja dan teknologi e-banking, BRI juga berupaya untuk merambah layanan perbankan di dalam pasar-pasar tradisional melalui Teras BRI yang diluncurkan sejak akhir tahun 2009. Unit kerja mikro ini diharapkan mampu menjangkau pedagang di pasar tradisional yang belum tersentuh oleh layanan perbankan secara optimal.
F. Kinerja Usaha Terkini
PT Bank Rakyat Indonesia membukukan laba bersih pada tahun 2017 di kuartal-I (Januari sampai Maret) sebesar Rp.6,47 triliun atau naik 5,5%
dibandingkan kuartal-I pada tahun 2016 sebesar Rp.6,1 triliun. Kenaikan laba bersih tersebut utamanya didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan kenaikan pendapatan bunga bersih (fee based income).
Penyaluran kredit yang berhasil disalurkan BRI sampai dengan akhir Maret 2017 atau kuartal-I 2017 sebesar Rp.653,1 triliun atau tumbuh 16,4%
dibandingkan kuartal-I tahun lalu sebesar Rp.561,1 triliun. Peningkatan penyaluran kredit utamanya dikarenakan kenaikan penyaluran kredit UMKM.
Penyaluran kredit UMKM tercatat sebesar Rp.471 triliun atau 72,1% dari
keseluruhan portofolio kredit BRI. Total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Maret 2017 tercatat sebesar Rp.14,11 triliun dengan jumlah debitur mencapai 763.000 debitur.
Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BRI tahun 2017 pada kuartal-I mencapai Rp.701,2 triliun atau naik 11% dibandingkan kuartal-I tahun 2016 yaitu sebesar Rp.631,7 triliun. Dana murah (CASA) mendominasi DPK sebesar 56,63%, persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal-I 2016 yang porsinya 56,54% dari DPK. Rasio kecukupan modal (CAR) meningkat dari 19,49% di kuartal-I 2016 menjadi 20,86% di kuartal-I 2017. Dan rasio kredit terhadap DPK (LDR) meningkat dari 88,7% di kuartal-I 2016 menjadi 92,82% di kuartal-I 2017.
G. Rencana Usaha
Rencana usaha PT Bank Rakyat Indonesia yaitu:
1. PT Bank Rakyat Indonesia menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 3%-5% di tahun 2017.
2. PT Bank Rakyat Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit antara 12%-14%
pada tahun 2017.
3. Untuk tahun 2017 PT Bank Rakyat Indonesia menargetkan kenaikan belanja modal sebesar Rp.5 triliun dengan alokasi terbesar untuk belanja teknologi informasi sebesar Rp.2,4 triliun.
4. Pada tahun 2017 PT Bank Rakyat Indonesia menyiapkan Capex pertumbuhan anorganik sebesar Rp.2 triliun guna modal kepada anak usaha dan menambah
5. PT Bank Rakyat Indonesia menargetkan membangun 25 gerai (outlet) digital pada tahun 2017 dengan biaya investasi sebesar Rp.1 miliar-3 miliar untuk setiap gerai. Gerai digital tersebut menjadi daya tarik dalam menggaet pasar nasabah remaja.
6. PT Bank Rakyat Indonesia berencana menjadi Most Valuable Bank di tahun 2017 yang berguna bagi semua stakeholder, seperti pemegang saham, pemerintah dan masyarakat.
A. Automated Teller Machine (ATM) A.1. Pengertian ATM dan Kartu ATM
Automated Teller Machine (ATM) atau dalam Bahasa Indonesia merupakan singkatan dari Anjungan Tunai Mandiri merupakan sistem pelayanan bank secara elektronik yang melaksanakan fungsi teller secara otomatis, dimana kini banyak bank yang menerapkan sistem ATM guna menambah kecepatan dalam melayani kebutuhan nasabah akan uang tunai khususnya, disamping memberi kenyamanan bagi nasabah dalam melakukan transaksi perbankan pada umumnya.
Menurut Latumaerissa (2012 : 284), ATM merupakan sistem pelayanan jasa bank secara elektronik, dimana nasabah dapat melakukan transaksi keuangan, seperti menarik atau mengambil uang secara tunai dan melihat saldo rekening giro atau rekening tabungan tanpa berhadapan langsung dengan petugas bank, baik didalam maupun diluar jam kerja.
ATM Bank BRI merupakan layanan perbankan 24 jam melalui mesin dengan sistem komputer yang diaktifkan dengan kartu magnetik Bank dan berkode/sandi yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi penarikan uang tunai, melakukan transfer dana antar rekening, melaksanakan pembayaran tagihan pihak yang mempunyai kerja sama dengan bank dan
transaksi rutin lain yang tersedia fasilitasnya yang dapat digunakan setiap nasabah bank tanpa harus datang langsung ke kantor cabang dan tanpa terikat waktu.
Kartu ATM adalah kartu yang dikeluarkan oleh bank yang memiliki Magnetik Stripe 3 Track Hi Co dan berbahan plastik yang berfungsi sebagai alat melakukan transaksi melalui ATM yang merupakan fasilitas Bank.
Kebanyakan kartu ATM juga berfungsi sebagai kartu debit, yaitu sebagai alat dalam transaksi pembayaran non-tunai melalui mesin EDC (Electronic Data Capture). Transaksi Kartu ATM merupakan suatu proses dimana terjadinya kegiatan keuangan dari pihak nasabah yang menggunakan fasilitas dan jasa- jasa yang diberikan oleh Bank dengan tujuan mendapatkan kemudahan dari transaksi tersebut.
A.2. Prinsip Kerja ATM
Prinsip kerja ATM BRI pada umumnya sama dengan komputer melalui proses dan pengolahan data. Adapun proses kerja dari ATM tersebut yaitu sebagai berikut:
a. Kartu ATM dimasukkan kedalam mesin ATM, maka kartu akan dibaca oleh magnetic card reader yang ada didalam mesin. Fungsi dari magnetic card reader hanya sebagai pembaca dan penerima data
b. Setelah dibaca, lalu data tersebut dikirim ke sistem komputerisasi bank.
Karena fungsinya hanya sebagai penerima data maka magnetic card reader tidak memiliki memory yang bisa menyimpan data nasabah yang di input nasabah ketika menggunakan ATM card tersebut.
c. Saat mesin berhasil membaca data dalam Kartu ATM tersebut, maka mesin akan meminta data PIN (Personal Identification Number). PIN ini tidak terdapat di dalam kartu ATM melainkan harus di input oleh nasabah.
d. Kemudian setelah PIN dimasukkan, maka data PIN tersebut akan diacak (di-encrypt) dengan rumus tertentu dan dikirim ke sistem komputerasi bank bersangkutan. Pengacakan data PIN ini di maksudkan agar data yang dikirim tidak bisa terbaca oleh pihak lain. PIN yang sudah diacak berikut isi data dari kartu akan dikirim langsung ke sistem komputer bank untuk diverifikasi kebenarannya, apakah data tersebut sesuai atau tidak dengan data yang seharusnya yang harus di input.
e. Setelah data selesai diproses di sistem komputer bank, maka data akan dikirim kembali ke ATM. Nasabah akan dapatkan apa yang yang dimintanya di ATM.
A.3. Manfaat Kartu ATM dan Fasilitas ATM
ATM berguna sebagai alat untuk melakukan transaksi dan memperoleh informasi perbankan secara elektronis yang disebut dengan fitur. Sedangkan kartu ATM berguna sebagai alat bantu untuk melakukan transaksi dan memperoleh informasi perbankan secara elektronis. Adapun beberapa manfaat kartu ATM adalah sebagai berikut:
a. Memberikan kemudahan dalam transaksi perbankan seperti informasi saldo, penarikan tunai dan transfer di seluruh ATM Bank Rakyat Indonesia maupun ATM bank lainnya dalam jaringan tertentu sesuai dengan
b. Memberikan kemudahan dalam pembayaran tagihan di seluruh ATM Bank Rakyat Indonesia.
c. Memberikan kemudahan dalam pembelian kebutuhan di seluruh ATM Bank Bank Rakyat Indonesia.
d. Memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai macam transaksi tanpa dibatasi waktu karena ATM dapat melayani kebutuhan nasabah secara otomatis setiap saat selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu termasuk hari libur.
e. Memberikan keamanan dengan transaksi pembayaran non-tunai di seluruh merchant yang bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia menggunakan kartu ATM sebagai kartu debit.
f. Memberikan kemudahan dan keamanan dalam kegiatan menabung dengan adanya fasilitas setoran tunai.
g. Menghemat waktu karena tidak mengikuti prosedur administrasi sehingga mengurangi antrian yang panjang.
Selain memberikan manfaat seperti yang telah dijabarkan diatas, sebagai upaya untuk terus memenuhi kebutuhan nasabah, Bank Rakyat Indonesia akan berupaya untuk terus meningkatkan layanan ATM Bank Bank Rakyat Indonesia melalui penyediaan fitur-fitur yang akan terus berkembang sehingga dapat memberikan kemudahan dan efisiensi dalam melakukan transaksi perbankan nasabah. ATM Bank Rakyat Indonesia memiliki beragam fasilitas yang meliputi :
a. Penarikan Tunai
Transaksi penarikan uang tunai dari ATM yang dilakukan baik oleh pemegang kartu ATM BRI atau pemegang kartu bank/non-bank lainnya dalam jaringan tertentu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
b. Transfer Dana
Transaksi transfer antar rekening Bank Rakyat Indonesia, antar rekening bank anggota ATM Bersama dan antar rekening di jaringan tertentu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
c. Info Rekening
Layanan yang digunakan untuk mengetahui informasi saldo rekening tabungan di ATM yang dilakukan baik oleh pemegang kartu ATM BRI atau pemegang kartu bank/non-bank lainnya dalam jaringan tertentu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
d. Ubah PIN
Layanan yang digunakan untuk melakukan perubahan PIN kartu ATM BRI.
e. Setoran Tunai
Layanan yang digunakan untuk melakukan setoran tunai secara langsung melalui ATM CDM (Cash Deposit Machine)
f. Registrasi E-banking
Pendaftaran layanan e-banking yang dilakukan melalui ATM BRI.
g. Pembayaran Tagihan
Layanan untuk transaksi pembayaran berbagai jenis tagihan baik kartu kredit, PLN, Telkom, TV berbayar dan lain-lain.
h. Pembayaran SPP Universitas
Layanan untuk transaksi pembayaran SPP Universitas yang bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia.
i. Pembayaran Zakat dan Infaq
j. Pembayaran Tiket Pesawat dan Kereta Api
Layanan untuk transaksi pembayaran atas pemesanan tiket pesawat dan kereta api.
k. Pembelian Pulsa
Layanan untuk transaksi pembelian pulsa seluruh provider.
A.4. Spesifikasi Kartu ATM
Fisik kartu ATM terbuat dari bahan plastik dengan ukuran 85 mm x 55 mm, dengan desain kartu yang diterbitkan berdasarkan kebutuhan. Pada tampilan depan kartu ATM terdapat:
a. Nomor kartu ATM yang terdiri dari 16 (enam belas) digit.
b. Nama pemegang kartu.
c. Masa kadaluarsa kartu.
d. Logo Bank Rakyat Indonesia pada kartu ATM jenis Private Label dan Junio.
e. Logo BRI Card pada kartu ATM jenis Classic, Gold dan Platinum.
f. Logo BRI Prioritas pada kartu ATM jenis Prioritas
g. Logo Master Card pada kartu ATM jenis Classic, Man of Steel, Gold, Platinum dan Prioritas.
Pada tampilan belakang katu ATM terdapat:
a. Garis hitam tebal yang merupakan Magnetic Stripe 3 Track Hi Co.
b. Garis putih tebal yang merupakan Signature Panel.
c. Hologram pada kartu ATM jenis Classic, Man of Steel, Gold, Platinum dan Prioritas.
d. Logo Maestro, Cirrus, Link, ATM Bersama, Prima dan ATM BRI pada kartu ATM jenis Classic, Man of Steel, Gold, Platinum dan Prioritas.
e. Logo ATM BRI, Link, ATM Bersama dan Prima pada kartu ATM jenis Private Label dan Junio.
A.5. Jenis ATM dan Kartu ATM
Bank Rakyat Indonesia menyediakan beberapa jenis ATM dan kartu ATM guna untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan dalam melakukan transaksi perbankan. Jenis-jenis ATM BRI antara lain sebagai berikut:
a. ATM Reguler
ATM yang dapat melakukan transaksi pengambilan tunai dan transaksi lain seperti info saldo rekening, transfer, ubah PIN, pembelian dan pembayaran tagihan.
b. ATM Setoran Tunai (CDM – Cash Deposit Machine)
ATM yang hanya dapat digunakan untuk melakukan setoran tunai dan info saldo rekening. ATM Setoran Tunai tidak dapat melakukan transaksi transfer, pengambilan tunai, ubah PIN, pembelian dan pembayaran tagihan.
c. ATM CRM (Cash Recycling Machine)
ATM yang dapat melakukan setoran tunai dan pengambilan tunai serta transaksi lain seperti info saldo rekening, transfer, ubah PIN, pembelian dan pembayaran tagihan.
d. ATM Drive Thru
Secara fungsi kegunaan ATM Drive Thru sama dengan ATM reguler yang dapat melakukan transaksi pengambilan tunai dan transaksi lain seperti info saldo rekening, transfer, ubah PIN, pembelian dan pembayaran tagihan. Namun ATM Drive Thru didesain khusus pada lokasi dan bentuknya sehingga dapat melayani nasabah tanpa harus turun dari kendaraan.
Jenis-jenis kartu ATM BRI antara lain sebagai berikut:
a. Private Label
Kartu ATM BRI Private Label merupakan kartu ATM yang diberikan kepada nasabah Simpedes BRI dengan nomor awal kartu 6013 yang hanya dapat digunakan pada ATM BRI dan mesin EDC BRI. Kartu ATM BRI Private Label terbagi atas tiga yaitu:
1. Kartu ATM Private Label berwarna biru dengan limit transaksi debit Rp.10.000.000,- per hari.
2. Kartu ATM Private Label berwarna gold dengan limit transaksi debit Rp.20.000.000,- per hari.
3. Kartu ATM Private Label berwarna hitam (Platinum) dengan limit transaksi debit Rp.50.000.000,- per hari.
b. Junio
Kartu ATM BRI Junio merupakan kartu ATM nasabah BritAma yang ditujukan khusus kepada segmen anak dan remaja dengan gambar tokoh kartun pada kartu ATM tersebut. Kartu jenis ini mempunyai limit transaksi debit Rp. 10.000.000,- per hari.
c. Classic
Kartu ATM BRI Classic merupakan kartu ATM berwarna hijau nasabah BRI BritAma dengan nomor awal kartu 5221. Kartu ini memiliki limit transaksi debit Rp. 10.000.000,- per hari yang dapat digunakan di merchant yang bekerjasama dengan BRI maupun merchant yang bertanda Master Card, baik di dalam maupun di luar negeri.
d. Man of Steel
Kartu ATM BRI Man of Steel merupakan kartu ATM yang memiliki fasilitas yang sama dengan kartu ATM BRI Classic. Hanya saja yang membedakan kartu ini terletak pada gambar superhero yang terdapat pada bagian depan kartu.
e. Gold
Kartu ATM BRI Gold merupakan kartu ATM berwarna emas nasabah BritAma dengan nomor awal kartu 5326. Kartu jenis ini mempunyai limit transaksi debit Rp. 20.000.000,- per hari.
f. Platinum
Kartu ATM BRI Platinum merupakan kartu ATM berwarna abu-abu nasabah BritAma Bisnis dengan nomor awal kartu 5326. Kartu jenis ini mempunyai llimit transaksi debit Rp. 50.000.000,- per hari.
g. Prioritas
Kartu ATM BRI Prioritas merupakan kartu identitas bagi nasabah BRI Prioritas dan juga berfungsi sebagai kartu ATM dan kartu debit tabungan BRI Britama. Kartu ATM BRI Prioritas memiliki limit transaksi debit Rp. 100.000.000,- / hari dan memiliki kemudahan untuk mengakses dana di seluruh ATM berlogo Maestro, Cirrus, Link, ATM Bersama, Prima dan Bank BRI. Disamping itu, kartu BRI Prioritas anda juga dapat berfungsi sebagai kartu debit Premium Master Card (pertama di Asia Tenggara) yang dapat digunakan berbelanja di seluruh jaringan merchants berlogo Master Card, serta diikutsertakan dalam program Premium Debit Master Card Internasional.
A.6. Jaringan ATM, Jangkauan ATM dan Pengguna ATM
Latumaerissa (2012 : 285-287) menyebutkan beberapa bentuk jaringan ATM yang dilakukan oleh pengelola adalah sebagai berikut:
a. Offline
Offline adalah bentuk ATM yang paling sederhana. Bank pengelola tidak perlu menyiapkan software yang rumit, bahkan tidak perlu melengkapinya dengan mainframe. Sistem ini memungkinkan nasabah mengambil uang tanpa membaca file rekening yang bersangkutan. Sudah tentu cara ini sewaktu-waktu dapat merugikan bank karena nasabah dapat mengambil uang melebihi saldo rekening yang ada. Bentuk ini biasanya ditempuh oleh bank karena belum adanya jaringan komputer yang mendukung ataupun tujuan-tujuan lainnya.
b. Stand Alone
Jaringan ATM Stand Alone sudah dihubungkan dengan mainframe dalam skala kecil (CPU/PC) yang menyimpan file-file rekening nasabah, sehingga ATM dapat menarik uang dari rekeningnya dan melihat saldo akhir rekening tersebut.
c. Online (ATM integrated)
Online adalah bentuk jaringan ATM yang berada dibawah pengelolaan suatu unit branch system telah dihubungkan online satu dengan lainnya.
Dengan sistem ini nasabah tidak terikat dengan satu ATM, melainkan dapat memanfaatkan ATM yang terdekat. Bank Rakyat Indonesia menerapkan sistem jaringan ini pada pelayanan ATM-nya.
d. ATM Sharing
ATM Sharing adalah sejumlah pengelola ATM integrated membentuk
Keuntungannya nasabah lebih leluasa memanfaatkan ATM-ATM milik pengelola dan berarti mengurangi persaingan antara pelayanan ATM.
Bank Rakyat Indonesia juga menerapkan sistem jaringan ini pada pelayanan ATM-nya bersama dengan ATM Bersama, Prima, Link, Master Card, Maestro dan Cirrus.
e. Electronic Fund Transfer System (EFTS)
EFTS merupakan sistem pemindahan dana secara elektronik. Sistem jaringan ini sangat menguntungkan karena ongkosnya murah, lebih akurat dan cepat dibandingkan sistem tradisional. Dengan menghemat jumlah lembaran cek untuk gaji, perusahaan dan instansi pemerintah dapat melakukan pembayaran gaji dengan memasukkan data rekening karyawan dan jumlah gaji pada pita magnetik yang akan langsung mengkredit rekening yang bersangkutan. Bank Rakyat Indonesia menggunakan sistem jaringan ini dalam pembayaran gaji karyawan bersama dengan instansi- instansi yang bekerjasama.
f. Full Teller System
Full Teller System dilandasi dengan peningkatan kecepatan waktu, ketelitian dan kemudahan pelayanan bagi nasabah dalam melakukan transaksi. Sistem jaringan ini diharapkan dapat menghindari terjadinya hambatan-hambatan.
Saat ini Bank Rakyat Indonesia memiliki jangkauan ATM terbanyak di Indonesia yaitu lebih dari 17000 ATM yang tersebar di berbagai lokasi strategis yang dapat dijangkau dengan nyaman dan aman oleh nasabah. ATM
BRI juga tergabung dalam jaringan ATM Bersama, Prima, Link, Master Card, Maestro dan Cirrus. Selain itu, BRI juga memiliki BRILink yang merupakan perluasan jangkauan layanan ATM BRI hingga pelosok negeri.
Pengguna ATM BRI meliputi seluruh nasabah Bank Rakyat Indonesia yang memiliki kartu ATM BRI serta non nasabah yang memiliki kartu ATM Bank anggota ATM Bersama, Prima, Link, Master Card, Maestro dan Cirrus.
A.7. Syarat dan Ketentuan Pembuatan Kartu ATM
Adapun syarat dan ketentuan pembuatan kartu ATM BRI adalah sebagai berikut:
a. Mengisi form aplikasi pembukaan rekening.
b. Identitas diri. KTP dan NPWP bagi WNI; Paspor dan KIMS/KITAP/KITAS bagi WNA.
c. Usia lebih dari 17 tahun.
d. Pada kartu ATM Junio jika usia nasabah kurang dari 17 tahun maka orang tua harus memiliki rekening tabungan BRI BritAma atau Simpedes, membawa kartu keluarga atau akte kelahiran dan setoran awal minimal Rp. 100.000,-.
e. Pada kartu ATM Junio jika usia nasabah lebih dari 17 tahun setoran awal minimal Rp. 150.000,-.
f. Pada kartu ATM Private Label setoran awal minimal Rp. 100.000,-.
g. Pada kartu ATM Classic dan Man of Steel setoran awal minimal Rp.250.000,-
h. Pada kartu ATM Gold dan Platinum setoran awal minimal Rp.10.000.000,-.
i. Pada kartu ATM Prioritas setoran awal minimal Rp.500.000.000,-
B. Short Message Service (SMS) Banking B.1 Pengertian SMS Banking
SMS Banking merupakan kemajuan teknologi dari E-Banking (Electronic Banking) yang sangat pesat bersamaan dengan kemajuan interkoneksi pelayanan dan komunikasi data melalui jaringan kabel maupun wireless. SMS Banking adalah bagian dari Mobile Banking yang merupakan layanan perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon seluler/handphone dengan menggunakan media SMS dimana Bank bekerja sama dengan operator provider seluler sehingga nasabah dapat melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan, seperti cek saldo, mutasi rekening dan sebagainya tanpa harus mengantre di Bank maupun ATM.
Supriyono (2011 : 68), “SMS Banking adalah layanan informasi perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon seluler/handphone dengan mengunakan media SMS (short message service)”.
B.2. Manfaat, Layanan, dan Fasilitas SMS Banking
SMS Banking berguna sebagai salah satu cara untuk melakukan transaksi dan memperoleh informasi perbankan secara elektronis yang memudahkan nasabah untuk selalu berinteraksi dengan Bank Rakyat
Indonesia dimana pun berada dengan aman dan mudah. Adapun beberapa manfaat dari SMS Banking adalah sebagai berikut:
a. Memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai macam transaksi tanpa dibatasi waktu karena SMS Banking dapat melayani kebutuhan nasabah secara otomatis setiap saat.
b. Memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai macam transaksi dimana saja karena SMS Banking dapat melayani kebutuhan dimana pun nasabah berada.
c. Tidak memerlukan koneksi internet karena menggunakan layanan SMS sehingga nasabah di wilayah pedesaan tetap dapat menggunakan fasilitas ini dengan operator provider kepercayaan nasabah.
d. Dapat digunakan dengan berbagai jenis dan tipe handphone nasabah.
e. Menghemat waktu karena tidak mengikuti prosedur antrian yang panjang.
Bank Rakyat Indonesia memberikan 2 jenis layanan SMS Banking yang dapat dipilih oleh nasabah yaitu:
a. SMS Banking berbasis menu
Yaitu layanan SMS Banking yang menggunakan menu sebagai perintah transaksinya.
b. SMS Banking Plain Text
Yaitu layanan SMS Banking dengan mengirimkan perintah transaksi yang akan dilakukan ke nomor 3300.
Bank Rakyat Indonesia menyediakan beragam fasilitas SMS Banking yang dapat digunakan meliputi :
a. SmsINFO
Di dalam fasilitas ini terdapat berbagai macam fitur antara lain:
1. Informasi saldo 2. PLN
3. Telkom 4. Kartu Halo
5. Rekening tujuan transfer bank lain 6. Ganti PIN
7. Bantuan/Help b. SmsTransfer
Fitur yang ada di dalam fasilitas ini adalah:
1. Transfer sesama rekening BRI 2. Transfer antar Bank
c. SmsPREPAID
Layanan yang digunakan untuk pembelian pulsa isi ulang seluruh provider.
d. SmsPAYMENT
Layanan untuk transaksi pembayaran berbagai jenis tagihan antara lain:
1. Pembayaran kartu kredit
2. Pembayaran Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) 3. Pembayaran zakat dan infaq Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI
4. Pembayaran zakat dan infaq Dompet Dhuafa (DD) 5. Pembayaran tagihan PLN
6. Pembayaran tagihan Telkom 7. Pembayaran tagihan Kartu Halo 8. Pembayaran tagihan Matrix 9. Pembayaran tagihan lainnya.
e. SmsPURCHASE
B.3. Prosedur Aktivasi SMS Banking
Adapun syarat dan ketentuan pembuatan kartu ATM BRI sebagai berikut:
a. Nasabah Tabungan BRI (BritAma, BritAma Junio atau Simpedes) dan Giro (Perorangan) yang memiliki kartu ATM BRI (BRI Card) dalam status aktif.
b. Registrasi di ATM
Melakukan registrasi awal untuk dapat bertransaksi non-financial di ATM BRI terdekat dengan mengikuti cara berikut ini:
1. Pada menu utama pilih Transaksi Lain 2. Pilih menu Registrasi
3. Kemudian pilih menu SMS Banking dan masukkan nomor handphone yang akan digunakan
4. Buatlah PIN SMS Banking dengan menggunakan 6 digit angka
c. Registrasi di Unit Kerja
Registrasi SMS Banking di Unit Kerja BRI (Kanca, KCP,KK dan Unit) ditujukan untuk transaksi yang bersifat financial seperti Transfer antar rekening, Pembelian Pulsa, dll. Dengan cara:
1. Mengisi formulir aplikasi permohonan Registrasi SMS Banking 2. Melampirkan fotocopy KTP yang masih berlaku
3. Melampirkan fotocopy kartu ATM BRI.
C. Kepuasan Nasabah
Nasabah atau pelanggan merupakan merupakan fokus utama dalam pembahasan mengenai kepuasan. Oleh karena itu, dalam hal ini nasabah memegang peranan yang penting untuk mengetahui kepuasan terhadap produk atau pelayanan yang diberi perusahaan. Jadi dengan kata lain, nasabah atau pelanggan adalah seseorang yang secara kontinu datang ke suatu tempat yang sama dengan maksud memuaskan suatu keinginan untuk mendapatkan jasa atau memiliki suatu produk dengan membayar jasa atau produk tersebut.
Secara umum, pengertian kepuasan atau ketidakpuasan nasabah merupakan hasil dari adanya perbedaan antara harapan nasabah dengan kinerja yang dirasakan oleh nasabah tersebut. Tjiptono dan Chandra (2012 : 55), menyatakan bahwa peningkatan kepuasan nasabah atau pelanggan berpotensi mengarah pada pertumbuhan penjualan jangka panjang dan pendek, serta pangsa pasar sebagai hasil pembelian ulang. Sedangkan ketidakpuasan nasabah atau pelanggan bisa membantu perusahaan mengidentifikasi aspek-aspek yang
menjadi kelemahan produk atau jasanya yang tidak mampu memenuhi standar konsumen.
Berikut ini disajikan data hasil kuesioner yang dilakukan pada 20 orang yang terdiri dari 10 nasabah pria dan 10 nasabah wanita Bank Rakyat Indonesia dengan beragam usia dan pendidikan:
Tabel 3.1
Hasil Kuesioner Kepuasan Nasabah Terhadap ATM Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan
Uraian Setuju Tidak Setuju
Fasilitas Layanan Lengkap 17 3
ATM berfungsi dengan baik, cepat, dan tepat 5 15
Layanan ATM mudah digunakan 18 2
ATM melayani 24 jam 3 17
Selalu tersedianya uang dan receipt transaksi 12 8 Lokasi ATM mudah dijangkau, aman, dan
nyaman 18 2
Puas dengan keseluruhan layanan ATM BRI 14 6
Sumber: Data Diolah, 2017.
Berdasarkan tabel 3.1 dapat dilihat bahwa 17 (Tujuh Belas) orang atau 85% nasabah setuju terhadap fasilitas layanan ATM yang lengkap. Sebanyak 18 (Delapan Belas) orang atau 90% setuju dengan uraian bahwa layanan ATM mudah digunakan dan lokasi ATM yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia mudah dijangkau, aman dan nyaman. Selanjutnya, sebanyak 12 (Dua Belas) orang atau 60% yang berpendapat setuju dengan selalu tersedianya uang dan receipt transaksi, tetapi terdapat 17 (Tujuh Belas) orang atau sebesar 85%
menyatakan tidak setuju dengan uraian ATM melayani 24 jam dan 15 (Lima Belas) orang atau 75% yang tidak setuju dengan uraian ATM berfungsi dengan
baik, cepat dan tepat. Secara keseluruhan 14 (Empat Belas) orang atau 70%
menyatakan setuju puas dengan layanan ATM BRI.
Tabel 3.2
Hasil Kuesioner Kepuasan Nasabah Terhadap SMS Banking Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan
Uraian Setuju Tidak Setuju
Fasilitas Layanan SMS Banking lengkap 15 5
Layanan SMS Banking cepat dan mudah
digunakan 14 6
SMS Banking memudahkan transaksi dimana
dan kapan saja 18 2
Format perintah SMS Banking singkat 13 7
Aman bertransaksi pada SMS Banking 15 5
Puas dengan keseluruhan layanan SMS
Banking 18 2
Sumber: Data Diolah, 2017.
Berdasarkan tabel 3.2 dapat dilihat bahwa 15 (Lima Belas) orang atau 75% nasabah menyatakan setuju terhadap fasilitas layanan SMS Banking yang lengkap serta aman bertransaksi pada SMS Banking. Pada uraian layanan SMS Banking cepat dan mudah digunakan didominasi dengan pernyataan setuju sebanyak 14 (Empat Belas) orang atau 70% dari keseluruhan. Sebanyak 18 (Delapan Belas) orang atau 90% yang berpendapat setuju bahwa SMS Banking memudahkan transaksi dimana dan kapan saja dan sebanyak 13 (Tiga Belas) orang atau 65% menyatakan setuju dengan format perintah SMS Banking yang singkat. Dapat dilihat bahwa nasabah sudah merasa puas dengan keseluruhan layanan SMS Banking karena 18 (Delapan Belas) orang atau 90%
menyatakan setuju dengan uraian tersebut.
Dari uraian yang telah dikemukakan pada bab-bab terdahulu maka sebagai penutup dari tugas akhir ini, penulis mencoba untuk memberikan suatu kesimpulan dan disertai dengan saran-saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi pengembangan perusahaan yang bersangkutan maupun bagi pembaca.
A. Kesimpulan
Berdasarkan pada pembahasan-pembahasan yang telah dibuat oleh penulis pada-pada bab-bab yang terdahulu, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. ATM Bank BRI merupakan layanan perbankan 24 jam melalui mesin dengan sistem komputer yang diaktifkan dengan kartu magnetik Bank dan berkode / sandi yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam melakukan berbagai transaksi perbankan yang dapat digunakan setiap nasabah Bank tanpa harus datang langsung ke kantor cabang dan tanpa terikat waktu.
2. Kartu ATM BRI adalah kartu yang dikeluarkan oleh Bank Rakyat Indonesia yang memiliki Magnetik Stripe 3 Track Hi Co, berbahan plastik dengan ukuran 85 mm x 55 mm, yang berfungsi sebagai alat melakukan transaksi melalui ATM yang merupakan fasilitas Bank.
3. ATM BRI memberikan manfaat kepada nasabah berupa: kemudahan dalam transaksi perbankan, kemudahan dalam pembayaran tagihan dan pembelian kebutuhan, memberikan kemudahan dalam bertransaksi tanpa dibatasi waktu karena ATM dapat melayani kebutuhan nasabah secara otomatis setiap saat selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu termasuk hari libur, memberikan efisiensi dengan adanya fasilitas setor tunai karena tidak mengikuti prosedur administrasi sehingga mengurangi antrian yang panjang. Kartu ATM BRI juga memberikan keamanan dan manfaat dengan transaksi non-tunai sebagai kartu debit.
4. Fasilitas yang terdapat pada ATM BRI meliputi: penarikan tunai, transfer dana, info rekening, ubah PIN, setoran tunai, registrasi e-banking, pembayaran tagihan, pembayaran SPP Universitas, pembayaran Zakat dan Infaq, pembayaran tiket pesawat dan kereta api, serta pembelian pulsa.
5. Jaringan ATM yang digunakan pada ATM BRI yaitu: ATM integrated (online), ATM sharing dan Electronic Fund Transfer System (EFTS).
6. Pengguna ATM BRI meliputi seluruh nasabah Bank Rakyat Indonesia yang memiliki kartu ATM BRI serta non nasabah yang memiliki kartu ATM Bank anggota ATM Bersama, Prima, Link, Master Card, Maestro dan Cirrus.
7. SMS Banking Bank Rakyat Indonesia adalah bagian dari Mobile Banking yang merupakan layanan perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon seluler/handphone dengan menggunakan media SMS dimana Bank bekerja sama dengan operator provider seluler sehingga nasabah dapat melakukan berbagai macam transaksi perbankan.
8. SMS Banking memberikan manfaat kepada nasabah berupa efisiensi dan efektivitas dalam bertransaksi perbankan karena SMS Banking dapat melayani nasabah selama 24 jam dimana pun nasabah berada tanpa dibatasi waktu dan tempat. Serta kemudahan karena dapat digunakan pada semua tipe handphone serta tidak perlu mengantre.
9. Fasilitas yang terdapat pada SMS Banking BRI meliputi: SmsINFO, SmsTransfer, SmsPREPAID, SmsPAYMENT, dan SmsPURCHASE.
10. Peranan ATM terhadap kepuasan nasabah BRI secara keseluruhan sudah baik, hanya saja ATM BRI belum melayani 24 jam atau sering offline, serta ATM belum berfungsi dengan cepat dan tepat.
11. Peranan SMS Banking terhadap kepuasan nasabah BRI secara keseluruhan sudah maksimal karena 18 (Delapan Belas) orang atau 90% dari responden menyatakan setuju puas dengan keseluruhan layanan SMS Banking.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah didapat dari hasil penelitian, maka penulis akan memberikan saran atau masukan sebagai berikut:
1. Pihak Bank hendaknya meningkatkan konektivitas mesin ATM demi kelancaran transaksi keuangan dan tercapai tujuan kepuasan nasabah yang maksimal.
2. Diharapkan pemakai ATM dapat dioptimalkan lagi, karena hal tersebut merupakan keuntungan bagi Bank dari segi biaya operasional sehari-hari dan
untuk menjaga citra bank dalam mengurangi antrian dan memberikan kenyamanan terhadap nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.
3. Pihak Bank hendaknya mengadakan program pemasaran khususnya untuk produk layanan SMS Banking BRI hingga ke pelosok Indonesia karena dapat menghemat waktu nasabah tanpa perlu pergi ke Bank.
4. Melihat pentingnya peran ATM dan SMS Banking dalam menunjang kegiatan perbankan, maka penulis akan memberikan saran kepada nasabah maupun pembaca agar aman dalam melakukan transaksi:
a. PIN adalah milik pribadi dan tanggung jawab nasabah, jangan pernah memberitahukan PIN Anda kepada siapapun termasuk kepada petugas Bank dalam kondisi apapun.
b. Demi keamanan, hendaknya ganti PIN Anda secara berkala.
c. Saat mengetik PIN pada ATM, hendaknya ditutupi dengan tangan sehingga tidak ada yang melihat.
d. Waspadai modus penipuan dan jangan mudah percaya bantuan orang yang tidak dikenal yang mengaku dapat menyelesaikan masalah yang terjadi saat bertransaksi.
e. Segera minta bantuan pihak Bank dengan menghubungi Call Center BRI (14017) jika terjadi masalah saat bertransaksi.
Remaja Rosdakarya, Bandung.
Ikbar, Yanuar, 2014, Metode Penelitian Sosial Kualitatif: Panduan Membuat Tugas Akhir/Karya Ilmiah, Refika Aditama, Bandung.
Kasmir, 2009, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Revisi, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Kasmir, 2014, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Revisi, Rajawali Pers, Jakarta.
Kamsir, 2014, Dasar-Dasar Perbankan, Edisi Revisi, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Kamsir, 2015, Manajemen Perbankan, Edisi Revisi, Rajawali Pers, Jakarta.
Latumaerissa, Julius R, 2012, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Salemba Empat, Jakarta.
Mulyadi, Deddy, 2015, Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan Pelayanan.
Alfabeta, Bandung.
Priansa, Donni Juni dan Garnida, Agus, 2015, Manajemen Perkantoran: Efektif, Efisien, dan Profesional, Alfabeta, Bandung.
Supriyono, Maryanto, 2011, Buku Pintar Perbankan, Andi, Yogyakarta.
Tjiptono, Fandt dan Gregorius Chandra, 2012, Pemasaran Strategik, Andi, Yogyakarta.
www.bri.co.id/18 April 2017/19:35WIB