PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA ( LKS ) BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII SMP SEMESTER I
TESIS
Diajukan untukMemenuhi Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan pada
Program Studi Pendidikan Biologi
Oleh:
IVAWANI HASIBUAN NIM. 8106173029
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i ABSTRAK
IVAWANI HASIBUAN. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis Keterampilan Proses Sains pada Pembelajaran Biologi Kelas VIII SMP Semester I. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan. Maret 2015.
Pembelajaran Biologi harus memberikan pengalaman belajar bagi siswa melalui keterampilan praktikum. Berdasarkan hasil observasi terhadap pembelajaran Biologi yang dilaksanakan di SMP Swasta Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak didapat hasil bahwa, pembelajaran berbasis proses sains jarang dilakukan oleh guru karena ketidak mampuan guru dalam menguasai cara kerja di laboratorium dan menyusun atau merancang bahan ajar berupa lembar kerja siswa untuk kegiatan praktikum. Selain itu, LKS yang digunakan dalam pembelajaran hanya berisi rangkuman materi dan soal-soal kognitif yang berorientasi pada kemampuan mengetahui, memahami dan mengaplikasikan saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS berbasis keterampilan proses sains yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran Biologi pada delapan materi (Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan, Sistem Gerak Pada Manusia, Sistem Pencernaan Pada Manusia, Sistem Pernapasan Pada Manusia, Sistem Peredaran Darah Manusia, Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan, Fotosintesis, Gerak Pada Tumbuhan). Peneliti berasumsi LKS yang dikembangkan dengan basis keterampilan proses sains, efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains. Proses penelitian dan pengembangan dimulai dengan perancangan desain LKS, proses validasi ahli media, dan ahli materi, dan uji coba siswa terhadap LKS. Hasil penilaian para ahli yaitu ahli materi dengan kriteria sangat baik (94%) dan ahli media dengan kriteria sangat baik (89%), serta uji coba lapangan terbatas terhadap siswa juga sangat baik (92%). Uji coba produk yang dikembangkan dilaksanakan di SMP Swasta Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling menghasilkan kelas VIIIA. Hasil nilai rata-rata postes siswa yaitu 83,38 ± 10,90 (X ±SB), secara signifikan lebih tinggi dibanding hasil belajar siswa yang menggunakan LKS Biologi (38,88 ± 9,28) pada kedelapan materi. Sedangkan hasil nilai rata-rata pretes siswa pada kelas kontrol tidak mempengaruhi nilai postes. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKS berbasis keterampilan proses sains layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran Biologi untuk meningkatkan keterampilan proses sains.
ii ABSTRACT
IVAWANI HASIBUAN. The Development of Students Worksheet (LKS) Based on the Competence of Scientific Process in Learning Biology for Second Year Students of Junior High School in the first term. A Thesis. Postgraduate Program State University of Medan. March 2015.
Learning Biology is supposed to facilitate the students the experience of learning through practicing competence. The observation which focuses on Biology learning process is conducted in SMP Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak. The result of observation shows that scientific process based learning is sporadically applied by the teachers due to the lack of competence in mastering laboratory mechanism and in arranging teaching material for experiment activity in form of students worksheet (LKS). Furthermore, students worksheet (LKS) employed in learning activity contains material summary and cognitive questions. These cognitive questions are oriented on the competence of knowing, understanding, and applying the material. The objective of the study is to develop appropriate and effective students worksheet (LKS) which is based on the competence of scientific process. The student worksheet (LKS) is used in learning eight items of Biology learning material, they are Growth and Development of Plants, Motion System of Humans, Blood Circulation of Humans, Structure and Function of Plant Tissue, Photosynthesis, and Motion of Plants. The researcher assumes that the use of student worksheet (LKS) which is developed based on scientific process is able to effectively improve student competence of scientific process. Research and development process is started by arranging the student worksheet design, validation by experts of learning media and learning material, and worksheet test on students. The evaluation result by experts of learning media is very good (94%) and experts of learning material is also very good (89%), and the result of field testing on limited students is also very good (92%). Student worksheet (LKS) testing is done in SMP Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak. Sampling technique uses Purposive Sampling Technique which results on VIIIA students. Average point obtained in posttest is 83,38 ± 10,90 (mean is very good). This is significantly higher than the average point by students using ordinary Biology worksheet (LKS) (38,88 ± 9,28) in learning the eight items of Biology learning material. In addition, the average point obtained in pretest does not significantly influence control group posttest. The result of the research can be concluded that the development of student worksheet (LKS) which is based on the scientific process competence is appropriate and effective to be used in learning Biology to improve the student scientific process competence.
iii
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim...
Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberi rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Siswa ( Lks ) Berbasis Keterampilan Proses Sains Pada Pembelajaran Biologi Kelas VIII SMP Semester I ” dengan baik. Tesis ini disusun guna memperoleh gelar Magister Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana
Universitas Negeri Medan. Shalawat dan beriring salam dipersembahkan
kehadirat Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi kita.
Penulis menyadari bahwa peulisan tesis ini tidak akan dapat diselesaikan
dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis dengan
kerendahan hati mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tesis ini. Ucapan terimakasih
secara khusus penulis sampaikan kepada Bapak Prof. Dr. Herbert Sipahutar,
M.Sc, dan Bapak Syarifuddin, M.Sc.Ph.D., selaku dosen pembimbing yang telah
banyak memberikan motivasi, arahan dan bimbingan kepada penulis sejak awal
penulisan hingga selesainya tesis ini.
Penulis juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada
Bapak Dr. R. Mursid, M.Pd., Bapak Dr. Hasruddin, M.Pd., dan Ibu Fauziyah
Harahap, M.Si selaku tim penguji yang telah memberikan kritik, saran dan
masukan untuk kesempurnaan penulisan tesis ini. Ucapan terimakasih juga
disampaikan kepada Kepala Sekolah SMP Swasta Tarbiyah Islamiyah, Hamparan
Perak Deli Serdang berserta Guru atas bantuan dan kerjasamanya selama
penelitian berlangsung.
Teristimewa kepada kedua orangtua, H. Luthan Hasibuan SH serta Ibunda
Hj. Darmawan Nasution S.Pd yang saya banggakan dan sayangi yang telah
mendukung dari segi material, moril, dan doa, kakanda dan abanganda yang saya
iv
Kiranya seluruh perhatian, kebaikan dan bantuan yang telah diberikan
pada penulisan mendapat balasan rahmat, hidayah dan dilimpahkan rezeki di
dunia dan di akhirat. Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam
penyelesaian tesis ini, namun penulis menyadari masih banyak terdapat
kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa, karena itu penulis sangat
berterimakasih untuk setiap kritik dan saran yang telah diberikan demi
kesempurnaan tesis ini. Kiranya tesis ini dapat bermanfaat dalam memperkaya khasanah berpikir bagi pembaca dan secara khusus bagi dunia pendidikan.” Amin Ya Robbal Alamin”.
Medan, April 2015
Penulis,
v
1.2. Identifikasi Masalah ... 6
1.3. Batasan Masalah ... 6
2.2. Keterampilan Proses Sains (KPS) ... 19
2.3. Keunggulan dan Kelemahan Keterampilan Proses Sains ... 25
2.4. Pengembangan Lembar Kerja Siswa ... 26
2.5. Materi LKS Biologi SMP Kelas VIII Berbasis KPS ………28
2.6. Penelitian yang Relevan ………...40
3.5. Standarisasi Instrumen Tes ... 50
3.6. Teknik Pengumpulan Data ... 52
3.7. Teknik Analisis Data ……….53
3.8. Uji Efektifitas LKS Biologi Berbasis KPS ... 55
3.9. Defenisi Operasional ... 63
3.10.Pengembangan LKS Berbasis KPS ……….. 64
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian ... 72
4.2. Pembahasan Hasil Penelitian ... 80
vi BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan ... 92 5.2. Saran ... 92
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Kerangka Berfikir Pengembangan LKS Biologi SMP
Kelas VIIIBerbasis KPS ... 42
Gambar 3.1. Prosedur Penelitian dan Pengembangan LKS Berbasis KPS ... 49
Gambar 3.2. Bagian LKS yang Dikoreksi ……… 67
Gambar 3.3. Bagian LKS yang Direvisi ………... 67
Gambar 3.4. Bagian LKS Revisi II ……… 69
Gambar 3.5. Grafik Persentase Penilaian Ahli Materi ……….. 70
Gambar 3.6. Grafik Persentase Penilaian Ahli Media ………... 71
Gambar 4.1.Hasil Uji Coba Perorangan Terhadap LKS Berbasis KPS... ... 73
Gambar 4.2.Hasil Uji Coba Kelompok Kecil Terhadap LKS Berbasis KPS... ... 74
Gambar 4.3. Hasil Uji Coba Lapangan Terbatas Terhadap LKS Berbasis KPS ………. 75
Gambar 4.4. Rata-rata Hasil Belajar Siswa dengan menggunakan LKS Biasa dan LKS berbasis KPS ………. 78
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Angket Penilaian dan Tanggapan Pengembangan LKS ... 96
Lampiran 2. Tabel Uji Coba Instrumen BAB I- BAB VIII ... 101
Lampiran 3. Perhitungan Validitas Tes BAB I- BAB VIII ... 109
Lampiran 4. Instrumen Soal Penelitian ... 117
Lampiran 5. Produk Pengembangan Lembar Kerja Siswa ... 133
Lampiran 6. Reliabilitas Materi ... 134
Lampiran 7. Mean ... 135
Lampiran 8. Normalitas Pretes ... 137
Lampiran 9. Normalitas Postes ... 138
Lampiran 10. Homogenitas ... 139
Lampiran 11. Nilai Rata-rata Hasil Belajar Siswa ... 141
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menunjukkan bahwa ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) bukan hanya sebagai kumpulan pengetahuan berupa
fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip tetapi juga merupakan suatu
proses penemuan yang lebih menekankan pada pemberian pengalaman secara
langsung, untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu memahami dan
mengamati alam sekitarnya (Depdiknas, 2006). Pada KTSP pembelajaran
dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan
kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap secara ilmiah serta
mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Dengan
demikian kemampuan KTSP lebih menekankan pada pemberian pengalaman
belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan
proses atau kerja ilmiah (Rohaeti, 2009).
Paidi (2013) melaporkan kerja ilmiah belum dikembangkan oleh sebagian
besar Guru MIPA. Sekalipun GBPP IPA tahun 1994 dan 1997, baik untuk SD,
SLTP, maupun SLTA, telah menunjuk dengan jelas macam pendekatan yang
perlu diimplementasikan oleh setiap Guru MIPA dalam pembelajaran MIPA di
kelasnya, pendekatan keterampilan proses (PKP), namun sampai bertahun-tahun
kurikulum itu bergulir, keterampilan tersebut belum bisa dikembangkan pada para
siswa dengan baik. Bahkan ketika diintroduksikan KTSP (Kurikulum 2006), kerja
ilmiah (scientific process) tetap saja jarang dikembangkan oleh para Guru MIPA
2
di kelas mereka. Salah satu penyebabnya adalah belum terbiasanya Guru MIPA
mengembangkan kerja ilmiah. Kerja ilmiah merupakan salah satu bentuk
pendekatan proses sains. Berdasarkan observasi terhadap pembelajaran sains di
lingkungan SMP Swasta Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak pada materi
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan, didapati siswa masih belum
terampil mengimplementasikan prosedur kerja praktikum (pembelajaran sains)
walaupun kemampuannya dalam observasi atau mengamati (salah satu indikator
keterampilan dasar sains) sudah cukup baik. Rezba (1995), menyetujui bahwa
observasi merupakan aspek proses sains (scintific skill) yang terendah; Observasi
dipandang sebagai keterampilan proses yang dasar (basic competency) dalam
belajar sains. Dari keterampilan dasar ini pada seseorang (siswa) dapat
dikembangkan keterampilan lainnya, ialah keterampilan melakukan pengukuran,
klasifikasi, pengkomunikasian, prediksi, dan penyimpulan (inferensi). Lebih
lanjut dijelaskan oleh Rezba (1995), bahwa dari keterampilan-keterampilan proses
ini, masih dapat dikembangkan untuk aspek kerja ilmiah lainnya, antara lain
keterampilan tabulasi data, membuat grafik, mengidentifikasi variabel,
mendefinisikan variabel, membangun hipotesis, membuat rancangan pengamatan,
menganalisis data, mendiskripsikan hubungan antar variabel, dan melakukan
percobaan.
Menurut Subali (2010), rendahnya penguasaan keterampilan proses sains
dalam mata pelajaran IPA di SMP dapat dilihat dari hasil penelitian yang
menggunakan model pengukuran pola divergen. Subali (2010) melaporkan tidak
adanya peningkatan penguasaan keterampilan proses sains sejalan dengan
3
peserta didik pada mata pelajaran IPA di SMP tidak hanya dalam penguasaan
keterampilan proses sains tetapi juga pada penguasaan produk sains. Hal itu dapat
dilihat pada kegagalan peserta didik menyelesaikan ujian bentuk uraian
non-objektif dalam mengikuti Trends in International Mathematics and Science
Study (TIMSS). Laporan TIMSS menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi
matematika siswa kelas VIII Indonesia berada signifikan di bawah rata-rata
internasional. Indonesia pada tahun 1999 berada di peringkat ke 32 dari 38 negara
dengan skor rata-rata 435, tahun 2003 berada di peringkat ke 37 dari 46 negara
dengan skor rata-rata 420, dan tahun 2007 berada di peringkat ke 35 dari 49
negara dengan skor rata-rata 427 . Dengan jumlah negara peserta yang sama
seperti dalam matematika, untuk rata-rata skor prestasi sains posisi Indonesia
tidak jauh berbeda. Siswa Indonesia pada tahun 1999 berada di peringkat ke 32,
pada tahun 2003 berada di peringkat ke 37, dan pada tahun 2007 berada di
peringkat ke 35 (Laporan Kementerian Pendidikan, 2011).
Selanjutnya Romlah (2009) menyatakan bahwa, proses sains sebaiknya
diajarkan melalui praktikum. Tetapi berdasarkan hasil observasi pembelajaran
berbasis proses sains jarang dilakukan oleh guru karena beberapa alasan,
diantaranya ketidak mampuan guru dalam menguasai cara kerja di laboratorium
dan menyusun atau merancang bahan ajar berupa lembar kerja siswa untuk
kegiatan praktikum. Menurut Rustaman (2005), empat alasan penting kegiatan
praktikum dalam pembelajaran IPA yaitu: (1) praktikum membangkitkan motivasi
belajar IPA; (2) praktikum mengembangkan keterampilan dasar bereksperimen;
4
menunjang materi pelajaran. Dari penjelasan diatas bahwa kegiatan praktikum
dalam pembelajaran IPA, khususnya Biologi sangat penting.
Menurut Wulan (2008) penggunaan lembar kerja siswa pada kegiatan
laboratorium atau pembelajaran dapat melatih siswa untuk mengembangkan
keterampilan proses sains sebagaimana yang tercantum dalam KTSP. Melalui
LKS guru akan memperoleh kesempatan untuk memacu siswa agar secara aktif
terlibat dalam pembelajaran yang dibahas. Lembar kerja siswa merupakan jenis
hand out yang dimaksudkan untuk membantu siswa belajar secara terarah untuk
menemukan pengetahuan, mengembangkan pengetahuan, dan mengembangkan
keterampilan proses sains. Ditambahkan oleh Rustaman (2008), lembar kerja
siswa berisi petunjuk dan langkah-langkah bagi siswa untuk menyelesaikan suatu
tugas yang bertujuan mengembangkan keterampilan proses siswa. Keterampilan
proses yang dikembangkan dalam lembar kerja siswa dapat berupa keterampilan
observasi, interpretasi, klasifikasi, prediksi, berkomunikasi, berhipotesis,
merencanakan suatu percobaan atau penyelidikan, menerapkan konsep atau
prinsip, maupun keterampilan mengajukan pertanyaan. Hal ini berbanding terbalik
dengan kenyataan yang ada di lapangan. Menurut hasil wawancara yang peneliti
lakukan dengan beberapa siswa sekolah menengah pertama di Hamparan Perak,
bahwa siswa mengaku jarang melakukan praktikum, hanya menjawab soal-soal
yang terdapat dalam lembar kerja siswa saja, sehingga siswa merasa bosan karena
hanya membahas materi dan mengerjakan soal dalam lembar kerja siswa.
Berdasarkan hasil penelitian Wulan (2008) bahwa saat ini masih banyak
guru yang enggan membuat lembar kerja siswa sendiri sehingga dalam proses
5
atau lembar kerja siswa yang dijual oleh penerbit. Berdasarkan survey LKS
biologi oleh 3 (tiga) penerbit yang sering digunakan pada beberapa sekolah untuk
tingkat SMP kelas VIII, LKS hanya berisi rangkuman materi dan soal-soal
kognitif yang berorientasi pada kemampuan mengetahui, memahami dan
mengaplikasikan saja. Hakekatnya lembar kerja siswa dirancang oleh guru sesuai
dengan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran Biologi. Hal tersebut sejalan
dengan hasil observasi yang peneliti temui di beberapa sekolah menengah
pertama yang ada di Kecamatan Hamparan Perak, bahwa lembar kerja siswa pada
pembelajaran biologi yang dipakai oleh siswa hanya berisi penjelasan materi dan
pertanyaan seputar materi saja tanpa ada tuntunan kegiatan praktikum untuk
membahas materi biologi yang seharusnya dilakukan dengan praktikum atau
percobaan sederhana.
Dalam rangka memperbaiki kualitas lembar kerja siswa yang digunakan
oleh guru maupun siswa, maka perlu dilakukan penelitian pengembangan lembar
kerja siswa berbasis keterampilan proses sains. Oleh karena itu, perlu disusun dan
dikembangkan lembar kerja siswa pada pembelajaran Biologi untuk SMP kelas
VIII semester 1 berbasis keterampilan proses sains. Lembar kerja siswa yang akan
dikembangkan terdiri atas komponen pertanyaan, merumuskan hipotesis,
merencanakan dan menggunakan alat/bahan, mengamati, mengklasifikasikan,
menafsirkan, meramalkan, menerapkan konsep, serta berkomunikasi. Lembar
kerja siswa tersebut diharapkan mengandung pertanyaan-pertanyaan dan kegiatan
yang dapat menstimulus siswa untuk bekerja layaknya seorang ilmuwan dan
6
1.2. Identifikasi Masalah
Untuk keakuratan penelitian yang akan dilakukan, maka berdasarkan latar
belakang di atas dapat dilakukan identifikasi masalah sebagai berikut:
1) Kegiatan praktikum di tingkat SMP untuk kelas VIII belum berbasiss
keterampilan proses sains
2) Guru belum mampu membuat lembar kerja siswa berbasis keterampilan
proses sains dalam melaksanakan praktikum di SMP kelas VIII
3) Lembar kerjas siswa biologi untuk SMP kelas VIII dari penerbit yang sering
digunakan di sekolah-sekolah belum memenuhi kriteria pembelajaran
berbasis sains karena hanya berisi rangkuman materi dan soal-soal
pembelajaran biologi.
1.3. Batasan Masalah
Agar penelitian tidak menyimpang dari tujuan penelitian maka perlu
dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut:
1) Lembar kerja siswa yang dikembangkan hanya lembar kerja siswa pada
pembelajaran Biologi kelas VIII semester ganjil.
2) Materi pembelajaran Biologi kelas VIII semester ganjil terdiri dari
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, sistem gerak pada manusia,
sistem pencernaan pada manusia, sistem pernafasan pada manusia, sistem
sirkulasi pada manusia, struktur dan fungsi jaringan tumbuhan, fotosintesis
dan gerak pada tumbuhan
3) Pengembangan lembar kerja siswa pada pembelajaran Biologi kelas VIII
7
4) Penelitian pengembangan ini dilakukan sampai tahap untuk mengetahui
kelayakan lembar kerja siswa.
5) Uji coba lembar kerja siswa ini dilakukan di SMP Swasta Tarbiyah Islamiah
Hamparan Perak.
6) Hasil belajar yang diperoleh merupakan ketercapaian kompetensi siswa
terhadap 8 (delapan) materi Biologi berupa nilai pretes dan postes pada
setiap materi untuk mengetahui keefektifan LKS berbasis keterampilan
proses sains.
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah tersebut, maka rumusan masalahnya adalah
sebagai berikut:
1) Apakah pengembangan LKS berbasis keterampilan proses sains pada
pembelajaran Biologi layak digunakan pada siswa kelas VIII SMP Semester
I?
2) Apakah LKS berbasis keterampilan proses sains yang dikembangkan efektif
dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Semester I?
1.5. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian pengembangan ini yaitu untuk:
1) Untuk memperoleh LKS berbasis keterampilan proses sains yang layak
digunakan pada siswa kelas VIII SMP Semester I.
2) Untuk mengetahui efektifitas hasil belajar siswa pada pengembangan LKS
8
1.6. Manfaat Penelitian
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat
secara teoritis dan praktis. Manfaat teoritis penelitian ini antara lain adalah (1)
untuk memperkaya dan menambah khasanah ilmu pengetahuan guna
meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya yang berkaitan dengan
pengembangan lembar kerja siswa pada pembelajaran Biologi, dan (2) sumbangan
pemikiran dan bahan acuan bagi guru, pengelola, pengembang, lembaga
pendidikan dan peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji dan mengembangkan
secara lebih mendalam tentang pengembangan lembar kerja siswa pada
pembelajaran Biologi.
Sedangkan manfaat praktis dari penelitian ini antara lain adalah: sebagai
bahan pertimbangan dan alternatif bagi guru dalam pemilihan dan membuat
lembar kerja siswa pada pembelajaran Biologi, sehingga guru dapat merancang
suatu rencana pembelajaran khususnya dalam praktikum yang berbasis
keterampilan proses sains itu akan lebih baik karena siswa dapat dirangsang untuk
berpikir, memotivasi diri, mengetahui penguasaan konsep diri, diarahkan dalam
menemukan konsep, memeriksa ketercapaian konsep diri siswa, dan
meningkatkan kegiatan belajar mengajar. Siswa juga dapat menggunakan
sebagian waktunya untuk kerja kelompok, kerja individual dan diskusi interaktif
dengan difasilitasi lembar kerja siswa yang mengandung aspek dari keterampilan
92 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5. 1. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan LKS berbasis
keterampilan proses pada kelas VIII SMP, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penilaian para ahli validator yaitu ahli materi dan ahli media
bahwa LKS berbasis keterampilan proses sains yang telah dikembangkan
mendapatkan kriteria sangat baik, begitu juga dengan hasil penilaian siswa
terhadap uji coba lapangan terbatas mendapatkan kriteria sangat baik,
sehingga dinyatakan layak.
2. LKS berbasis keterampilan proses sains efektif digunakan dalam
pembelajaran. Hal ini terlihat pada nilai hasil belajar siswa pada kelas
eksperimen yang menggunakan LKS berbasis keterampilan proses sains
secara signifikan lebih tinggi dibanding hasil belajar siswa yang menggunakan
LKS Biologi biasa pada kedelapan materi.
5.2. Saran
Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya khasanah pembelajaran
dan memberi manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia. Selain itu,
diharapkan dapat memberikan sedikit sumbangan pemikiran sebagai usaha
meningkatkan kemampuan dalam bidang pendidikan. Saran yang dapat peneliti
rekomendasikan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah, hendaknya
dilakukan pengembangan lebih lanjut terhadap LKS berbasis keterampilan proses
sains. Pada dasarnya LKS sudah dinyatakan layak oleh validator dan telah
dilakukan uji coba skala kecil serta dilakukan perbaikan berdasarkan kekurangan
yang didapatkan. Harapannya akan ada yang melakukan uji coba skala besar
terhadap produk ini, sehingga dihasilkan produk akhir yang berkualitas dan lebih
93
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, A. 2005. Media Pembelajaran. Jakarta : RajaGrafindo Persada.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian suatu Tindakan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Ariyanti, Kentjananingsih, Raharjo. 2013. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis ICT pada materi Sistem Syaraf untuk Siswa Kelas XI RSBI. Jurnal BioEdu 2(1): 59-63.
Azhar, L. 1993. Proses Belajar Mengajar Pola CBSA. Usaha Nasional: Surabaya.
Borg and Gall. 1983. Educational Research an Introduction.Loggman: New York.
Dahar, R. W. 1985. Kesiapan Guru Mengajarkan Sains di Sekolah Dasar Ditinjau
dari Pengembangan Keterampilan Proses Sains. UPI Prees : Bandung.
Devi, P. K. 2010. Keterampilan Proses dalam Pembelajaran IPA. Pusat
Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA). Jakarta.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.Jakarta.
Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Departemen Pendidikan
Nasional : Jakarta.
Haryono, 2006. Model Pembelajaran Berbasis Peningkatan Keterampilan Proses
Sains. Jurnal Pendidikan Dasar 7(1):1-13.
Karsli & Sahin. 2009. Developing Worksheet Based on Science Process Skills: Factors Affecting Solubility. Journal Asia-Pasific Forum on Science Learning and teaching. 10(1):15
94
Kamriantiramli. 2011. Keterampilan Proses Sains (Online). http://kamriantiramli.wordpress.com/2011/03/21/keterampil-proses-sains/, diakses tanggal 16 september 2013.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Penelitian dan pengembangan. 2011. Survei Internasional TIMSS ( Trends in Internasional Mathematics and Science Study). Litbang. Kemendikbud- go.id/detail.php?id=214.
Lagowski, J.J. 2002. The Role of The Laboratory in Chemical Education. Journal of Department of Chemistry and Biochemistry. The University of Texas at Austin. Austin, Texas USA.
Madjid, A. 2007. Perencanaan Pembelajaran (Mengembangkan Standar Kompetensi Guru). PT Remaja Rosdakarya: Bandung.
Maulana. 2004. Peranan Lembar Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran Aritmetika
Sosial Berdasarkan Pendekatan Realistik. Studi Deskriptif Universitas
Pendidikan Indonesia. Bandung.
Purwandono, E. 2000. Penerapan Pertanyaan Produktif dalam Mengembangkan Keteramilan Proses Sains Siswa pada Pembelajaran Konsep Pemencaran organisme. UPI Press : Bandung.
Rusmiati dan Yulianto. 2009. Peningkatan Keterampilan Proses Sains denagn Menerapkan Model Pembelajaran Based-Instruction. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 5(1):75-78
Rustaman, A. 2005. Pengembangan Kompetensi (Pengetahuan, keterampilan, Sikap, dan Nilai) Melalui Kegiatan Praktikum Biologi. Penelitian Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Bandung.
Rustaman, A. 2008. Pengembangan Bahan Ajar. Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Bandung.
Rustaman, A. & Wulan, A. R. 2007. Strategi Pembelajaran Biologi. Bandung: Universitas Terbuka.
95
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Subali, B. 2010. Pengukuran Keterampilan Proses Sains Pola Divergen Mata Pelajaran Biologi SMA di Provinsi DIY dan Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Biologi. 3 Juli 2010. Yogyakarta
Subagyo, Y., Wiyanto dan Marwoto, P. 2009. Pembelajaran Sains dengan Pendekatan Keterampilan Proses untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Seminar Pendidikan Biologi Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Sudijono, A. 2008. Pengantar statistik pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sudjana, N. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2011. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Berbantuan Program Cabri untuk Menunjang Pembelajaran Geometri dengan Metode Penemuan Terbimbing. Makalah terdapat pada Seminar Proceeding National Seminar on Science and Mathematics Education. Seminar diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UPI bekerja sama dengan JICA. Bandung.
Sujanem, R. 2012. Pengembangan Modul Fisika Kontekstual Interaktif Berbasis Web untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Hasil Belajar Fisika Siswa SMA di SINGARAJA. Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI) 1:2
Susiwi, S. 2009. Alternative Worksheet for Enhancing Studens’ Formal Thinking in Chemistry Laboratory Activities. Lecturer of Chemistry Education, Indonesia University of Education (IUE). Disajikan pada “The 2nd International Conference on Lesson Study” Yang diselenggarakan oleh FPMIPA UPI Pada tanggal 1 Agustus 2009 . Bandung.
Thoha, C. 1994. Teknik Evaluasi Pendidikan. PT Raja GrafindoPersada: Jakarta.