• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI KERUSAKAN MOTOR LISTRIK AC BOOSTER PUMP DI KAPAL MV. BOGA INDAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "IDENTIFIKASI KERUSAKAN MOTOR LISTRIK AC BOOSTER PUMP DI KAPAL MV. BOGA INDAH"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

i

KARYA ILMIAH TERAPAN

IDENTIFIKASI KERUSAKAN MOTOR LISTRIK AC BOOSTER PUMP DI KAPAL MV. BOGA INDAH

Disusun sebagai salah satu syarat untuk

menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III Pelayaran

M. HARDANI TRISNO PRASETYO NIT. 04 16 104 1 43/E

ELEKTRO PELAYARAN

PROGRAM DIPLOMA III

POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA TAHUN 2020

(2)

i

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : M. Hardani Trisno Prasetyo NomorIndukTaruna : 04.16.104.1.43/E

Program Diklat : Electro Technical Officer Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul :

IDENTIFIKASI KERUSAKAN MOTOR LISTRIK AC BOOSTER PUMP DI KAPAL MV. BOGA INDAH

Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.

Jika pernyataan di atas terbukti tidak benar, maka saya sendiri menerima sanksi yang di tetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.

SURABAYA, ……….

M. HARDANI TRISNO PRASETYO

(3)

ii Pembimbing I

Dr. Agus Dwi Santoso, ST, MT, M.Pd Penata Tk. I (III/d)

NIP. 197808192000031001

Mengetahui : Ketua Jurusan Elektro

Anak Agung Istri Sri Wahyuni, S.Si.T., M.Sda Penata Tk.I (III/d)

NIP.19781217 200502 2 001

PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN

Judul : IDENTIFIKASI KERUSAKAN MOTOR LISTRIK

AC BOOSTER PUMP DI KAPAL MV. BOGA INDAH Nama Taruna : M. HARDANI TRISNO PRASETYO

NIT : 04.16.104.143 /E

Program Diklat : Electro Technical Officer

Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan Surabaya, ... ... 2020

Menyetujui :

Pembimbing II

Indah Ayu Johanda P,SE,M.Ak Penata Tk. I (III/d) NIP. 198609022009122001

(4)

PENGESAHAN

KARYA ILMIAH TERAPAN

IDENTIFIKASI KERUSAKAN MOTOR AC BOOSTER PUMP DI KAPAL MV. BOGA INDAH

M. HARDANI TRISNO PRASETYO NIT : 04.16.104.1.43/E

Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Karya Ilmiah Terapan Politeknik Pelayaran Surabaya

Menyetujui:

Penguji 1 Penguji II Penguji III

Dr. Agus Dwi Santoso, ST, M.T, M.Pd Dr. Capt. Tri Cahyadi. M.H.,M.Mar Edi Kurniawan, SST., MT.

Penata muda Tk.1

Penata Tk. I (III/d) Pembina (IV/a)

NIP.197808192000031001 NIP. 197307041998031001 NIP. 198312022019021001

Mengetahui:

Ketua Jurusan Elektro Pelayaran

Anak Agung Istri Sri Wahyuni,S.Si.T., M.Sda.

Penata (III/d) NIP.197812172005022001

iii

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Kami memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, karena atas penelitian identifikasi kerusakan motor listrik AC booster pump di kapal MV.

Boga Indah dapat dilaksanakan dengan tepat waktu.

Penelitian ini dilaksanakan karena ketertarikan peneliti pada masalah yang sering terjadi di atas kapal, padahal faktor inilah yang sering menghambat performa kerja bagi pelaut di atas kapal.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan penelitian ini mendalami masalah tentang bagaimana cara perbaikan motor listrik dengan sesuai prosedur. Peneliti telah melakukan pengumpulan data kemudian menyusun simpulan sehingga terjadi fakta yang sesuai tujuan penelitian.

Pada kesempatan ini disampaikan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan, antara lain kepada:

1. Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya, Capt. Heru Susanto, M.M 2. Kepala jurusan Elektro politeknik pelayaran surabaya, Anak Agung Istri

Sri Wahyuni, S.Si.T.,M.Sda

3. Dosen pembimbing I/II, Dr. Agus Dwi Santoso S.T.,M.T.,M.Pd / Indah Ayu Johanda Putri, S.E.,M.Ak.

Demikian, Semoga penelitian ini bermanfaat bagi pembaca dan seluruh awak kapal yang sedang berlayar.

Surabaya, Maret 2020

M. Hardani Trisno Prasetyo

(6)

ABSTRAK

M. HARDANI TRISNO PRASETYO, 2020, identifikasi kerusakan motor listrik AC booster pump di kapal MV. Boga Indah. Karya ilmia terapan program elektro, program diploma III, politeknik pelayaran surabaya, pembimbing I: Dr. Agus Dwi Santoso, ST, MT, M.Pd, pembimbing II: Indah Ayu Johanda P,SE,M.Ak.

Mesin listrik merupakan salah satu peralatan yang berhubungan sumber energi listrik dalam pengoperasiannya. Motor listrik dapat dikatakan sebagai mesin listrik karena dalam sistem kerjanya menggunakan energi listrik, yaitu mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan sebuah motor bisa mengalami kerusakan, dapat berasal dari beberapa sebab seperti dari alat yang digerakkan, jaringan supply, getaran, lembab, dan kotor. pencegahannya dengan cara memperhatikan setiap motor listrik, mengganti bearing yang usia pada bearing tersebut sudah mencapai batas maksimal, dan merawat motor listrik tersebut selama 1 bulan sekali seperti grease pada bearing, check isolasi dengan cara magger test.

Meskipun sudah mengetahui langkah-langkah pencegahannya masih tetap saja ada yang mengalami kerusakan pada bearing motor listrik, dikarenakan tidak mengecek data-data perawatan motor listrik sehinggah bearing tersebut sudah mencapai batas maksimum pemakaian. Hasil penelitian ini yaitu mengganti bearing motor listrik booster pump dan memodifikasi cover bearing.

Kata kunci : Motor Listrik AC, kerusakan motor listrik

v

(7)

ABSTRACT

M. HARDANI TRISNO PRASETYO, 2020, identify the damage to the AC electric motor that is on the booster pump on the ship.

Electric machine is one of the equipment related to electrical energy source in its operation. Electric motors can be regarded as an electric machine because in the system works using electrical energy, which is converting electrical energy into mechanical energy. . This mechanical energy is usually used to rotate the pump impeller, blower, move the compressor, lift the material, and so forth.

Problems raised in this writing is the damage to the AC motor, among others, the occurrence of a trigger that triggered the burning of the motor, in addition there are also some cases of magnitude of vibration on the AC motor itself.

The resulting vibrations are caused by several things, namely: rotor unbalance (due to static and dynamic imbalances), the unbalance of the magnetic force between the stator and the rotor caused by an asymmetrical air gap. And how to fix it properly and according to the procedure.

The study was conducted for ± 1 year at the time of screen practice. Primary data is obtained directly through interviews with related parties. Secondary data is collected from data collection agencies and published to data users.

Keywords: AC Electric Motors

v

(8)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

PERNYATAAN KEASLIAN...

HALAMAN PERSETUJUAN...

i ii HALAMAN PENGESAHAN... iii KATA PENGANTAR ...

ABSTRAK...

DAFTAR ISI ………...

DAFTAR TABEL...

iv v vi vii DAFTAR GAMBAR... viii BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...

B. Rumusan Masalah ...

C. Batasan Masalah...

D.Tujuan Penelitian ...

E. Manfaat Penelitian...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1 3 3 3 3

A. Review Penelitian Sebelumnya ...

B. Landasan Teori...

1. Motor listrik...

2. Motor AC. ...

3. Kontruksi motor listrik 3 fasa...

4. Beberapa sebab terjadinya kerusakan pada motor listrik...

5. Perawatan motor listrik ...

6. Jenis alat pengecekan stator motor...

5 6 6 6 16 19 19 21

vi

(9)

7. Jeniis peralatan keselamatan kerja kelistrikan...

C. Kerangka Penelitian. ...

BAB III METODE PENELITIAN

22 24

A.Jenis Penelitian...

B. Lokasi penelitian ...

1. Waktu penelitian...

2. Tempat penelitian...

C. Jenis dan Sumber data ...

1. Data primer ...

2. Data sekunder ...

D. Teknik pengumpulan data ...

1. Metode Interview...

2. Metode Observasi ...

25 25 25 26 26 26 26 27 27 28 3. Metode dokumentasi ... 28 E. Analisa data ... 28 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran umum lokasi penelitian ...

1. Perusahaan ...

2. Tempat penelitian ...

3. Awak kapal ...

4. Kronologis kejadian penelitian...

B. Analisa hasil penelitian...

1. Berdasarkan hasil wawancara ...

2. Berdasarkan hasil observasi ...

C. Pembahasan hasil penelitian ...

30 30 30 32 33 33 34 34 35

vi

(10)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ...

1. Apa penyebab kerusakan pada motor listrik ...

2. Cara merawat motor listrik agar usia motor bertahan lama ...

B. Saran ...

Daftar pustaka

38 38 39 39

vi

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Review penelitian ………... 4 Tabel 2.2 Kerangka penelitian ... 25

vii

(12)

DAFTAR GAMBAR

hal

2.1 Motor AC induksi ...8

2.2 Synchronous motor ...8

2.3 Konstruksi motor induksi 1 fasa ...10

2.4 Prinsip Medan Magnet Utama dan Bantu Motor Satu Fasa...10

2.5 Gelombang arus medan bantu dan arus medan utama...11

2.6 Bentuk fisik motor kapasitor...13

2.7 Bentuk fisik motor shaded pole ...14

2.8 Grafik arus 3 fasa ...17

2.9 Kontruksi motor listrik 3 fasa ...18

4.1 Terminal fasa ...36

4.2 Overhaul motor listrik ...37

4.3 Pemasang bearing ...38

viii

(13)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (Trikueni, 2013). Energi mekanik ini biasanya digunakan untuk memutar impeller pompa, blower, menggerakkan kompresor, mengangkat bahan, dan lain sebagainya. Di dunia marine kita banyak menjumpai motor-motor sebagai sumber daya untuk menjalankan berbagai peralatan dan mesin di kapal. Untuk itu sangatlah penting antara motor dan generator listrik dengan dunia marine. Salah satu pengaplikasian motor listrik di atas kapal sebagai penggerak pompa. Ada banyak pompa-pompa di kapal MV. Boga Indah seperti fresh water pump, booster pump, low temperatur pump, bilge pump, ballast pump, dan sea water cooling pump.

Fator-faktor penyebab kerusakan motor listrik, seperti motor listrik mengalami overload, lembab, overheat, dll. Kerusakan yang pernah terjadi di kapal MV. Boga Indah adalah motor listrik AC penggerak booster pump mengalami kebisingan atau suara yang tidak normal pada tanggal 23 Agustus 2019. Kerusakan motor listrik booster pump tersebut membuat peneliti mengambil judul “IDENTIFIKASI KERUSAKAN MOTOR LISTRIK AC BOOSTER PUMP DI KAPAL MV. BOGA INDAH”.

(14)

2

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang sebelumnya maka diperoleh beberapa rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa penyebab kerusakan motor listrik AC ?

2. Bagaimana cara merawat motor listrik AC supaya usia motor bertahan lama ?

C. Batasan Masalah

Agar Karya Ilmia Terapan dapat terselesaikan, maka perlu dibuat batasan masalah sebagai berikut;

1. Tempat penelitian di kapal MV. Boga Indah 2. Waktu penelitian saat prala selama 10 bulan

3. Jenis motor listrik yang diteliti adalah Motor listrik AC penggerak booster pump

D. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan motor listrik AC mengalami kerusakan.

2. Mengetahui langkah-langkan merawat motor listrik AC agar usia motor listrik AC bertahan lama.

E. Manfaaat Penelitian

Adapun manfaat dari Karya Ilmiah Terapan ini adalah : 1. Secara teoris

a. Pembaca dapat mengetahui apa itu motor listrik AC.

b. Pembaca dapat mengetahui ilmu komponen yang ada di motor listrik AC.

(15)

3

2. Secara praktis

a. Taruna dapat mengetahui langkah-langkah perawatan motor listrik AC agar usia motor listrik AC bertahan lama

b. Taruna dapat memperbaiki motor listrik AC jika terjadi kerusakan

(16)

4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Review Penelitian Sebelumnya

Tabel 2.1 review sebelumnya

Judul penelitian Hasil penelitian Peneliti

Nazar sinaga 8 oktober 2015

Analisis penurunan Motor listrik merupakan komponen vital di industri yang berfungsi efesiensi motor

listrik akibat cacat pada bantalan

sebagai penggerak macam-macam mesin rotasi seperti pompa, blower, dan fan. Penelitian dilakukan dengan menguji motor listrik dalam kondisi bantalan normal dan bantalan dengan kondisi cacat pada cincin luar.

Parameter yang diukur adalah putaran motor serta parameter percepatan getaran sebagai indikator dari adanya cacat pada bantalan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terjadi penurunan efisiensi motor listrik sebesar 1-2% dengan variasi beban yang dilakukan pada saat pengujian.

Irsyadi Analisis kerusakan Korosi merupakan penurunan material karena berinteraksi dengan 18 mei 2018 bantalan akibat

korosi pada motor listrik

lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami kerusakan bantalan akibat korosi pada motor listrikdengan kondisi yang telah ditentukan melalui

(17)

5

menggunakan sensor getaran

gelombang getaran dan menggunakan metode jaringan syaraf tiruan.

Penelitian ini dilakukan dengan merekam sinyal getaran bantalan pada motor listrik yang terena korosi NaCl sebanyak 3% menggunakan program matlab, sensor getaran dan arduino uno yang tersambung ke laptop. Dari hasil penelitian didapat presentasi deteksi kerusakan bantalan menggunakan indentifikasi pada sumbu x bantalan belum terdeteksi kerusakan. Presentasi kerusakan bantalan menggunakan identifikasi sumbu y apabila bantalan telah mencapai nilai korosi oleh NaCl 3%

selama 10 hari bantalan telah mengalami kerusakan.

Perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian ini adalah penelitian sebelumya mempunyai masalah kerusakan yang disebabkan oleh kerusakan bantalan akibat korosi, dan penurunan efisiensi motor listrik, sedangkan penelitian ini menyangkut kerusakan cover pada bearing melebar yang ada pada motor listrik booster pump.

(18)

6

B. LANDASAN TEORI

1. Motor listrik

Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (Trikueni, 2013). Motor listrik juga digunakan sebagai sumber penggerak berbagai macam alat yang digunakan dalam kehidupan manusia. Desain motor listrik berupa lingkaran atau silinder dari logam campuaran aluminium sebagai bodi motor. Bagian dalam dari motor listrik berupa gulungan kawat yang terikat pada poros utama. Gulungan kawat tersebut diletakan di dalam medan magnet.

Gulungan kawat yang dialiri arus didalam medan magnet inilah yang menyebabkan putaran pada poros. Dan berdasarkan arus yang digunakan motor listrik dibedakan menjadi dua yaitu motor listrik arus searah (DC) dan motor listrik arus bolak balik (AC).

2. Motor AC

Motor AC adalah sebuah motor listrik yang digerakkan oleh alternating current atau arus bolak balik (AC) (Hendro, 2012). Umumnya, motor AC terdiri dari dua komponen utama yaitu stator dan rotor. Stator adalah bagian yang diam dan letaknya berada di luar. Stator mempunyai coil yang di aliri oleh arus listrik bolak balik dan nantinya akan menghasilkan medan magnet yang berputar. Bagian yang kedua yaitu rotor, rotor adalah bagian yang berputar dan letaknya berada di dalam (di sebelah dalam stator).

Rotor bisa bergerak karena adanya torsi yang bekerja pada poros dimana

(19)

7

torsi tersebut dihasilkan oleh medan magnet yang berputar. Adapun jenis- jenis motor AC yang akan dijelaskan dibawah ini.

a. Pengklasifikasian berdasarkan jenis motornya (rotor) ada dua jenis, yaitu motor induksi dan synchronous motor.

1) Motor induksi

Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi energi gerak denngan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor (Arindya, 2013). Pada motor induksi arus rotor bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar yang dihasilkan oleh stator.

Pada motor induksi tidak terdapat kumparan medan sehingga sumber pembangkit fluks hanya dari daya masuk stator. Daya masuk untuk pembangkit fluks merupakan daya induktif sehingga motor induksi bekerja pada faktor terbelakang.

Gambar 2.1 motor AC induksi

(sumber https://tekniklistrik.com.bagian-motorlistrik-fungsi/)

(20)

8

2) Synchronous motor

Berbeda dengan motor induksi yang mengandalkan arus induksi sebagai pemutar rotor, synchronous motor dapat berputar ketika kecepatannya sesusai dengan supply frekuensinya (Arindya, 2013). Medan magnet yang ada di rotor dihasilkan oleh arus yang dialirkan melalui slip ring atau oleh olah magnet yang permanen.

Gambar 2.2 synchronous motor

(sumber https://www.indiamart.com/proddetail/single-phase-synchronous- motor-9512067933.html)

b. Pengklasifikasian dari segi hubungan putaran dan frekuensi fluks magnet stator, ada dua jenis :

1) Motor sinkron (motor serempak)

Disebut sebagai motor sinkron karena putaran motor sama dengan putaran fluks magnet stator. Motor tidak dapat berputara sendiri meski lilitan stator telah dihubungkan dengan tegangan luar.

2) Motor asinkron (motor tak serempak)

Disebut sebagai motor asinkron karena putaran rotor tidak sama dengan putaran fluks magnet statornya. Perbedaan kecepatan inilah yang nantinya kita sebut sebagai slip.

(21)

9

c. Pengklasifikasian berdasarkan jumlah fasa tegangan yang digunakan, Ada dua jenis yaitu motor satu fasa dan motor tiga fasa.

1) Motor listrik 1 fasa

Konstruksi motor induksi satu fasa terdiri atas dua komponen yaitu stator dan rotor (Ansori, 2013). Stator adalah bagian dari motor yang tidak bergerak dan rotor adalah bagian yang bergerak yang bertumpu pada bantalan poros terhadap stator. Motor induksi terdiri atas kumparan-kumparan stator dan rotor yang berfungsi membangkitkan gaya gerak listrik akibat dari adanya arus listrik bolak-balik satu fasa yang melewati kumparan-kumparan tersebut sehingga terjadi suatu interaksi induksi medan magnet antara stator dan rotor. Bentuk dan konstruksi motor tersebut digambarkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.3 Konstruksi motor induksi 1 fasa

(sumber insyaansori.blogspot.com/2013/04/motor-induksi-1- fasa.html)

Motor induksi satu fasa tidak terjadi medan magnet putar seperti halnya motor induksi tiga fasa. Sehingga diperlukan suatu kumparan bantu untuk mengawali berputar. Motor induksi 1 fasa

(22)

10

memiliki dua belitan stator, yaitu belitan fasa utama (belitan U1-U2) dan belitan fasa bantu (belitan Z1-Z2). Prinsip kerja medan magnet utama dan medan magnet bantu pada motor 1 fasa dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.4 Prinsip Medan Magnet Utama dan Bantu Motor Satu Fasa

(sumber https://kaydier.wordpress.com/2013/05/25/motor-listrik-ac- satu-fase/)

Belitan utama menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga memiliki impedansi lebih kecil (Syarif, 2013).

Sedangkan belitan bantu dibuat dari tembaga berpenampang kecil dan jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya lebih besar dibanding impedansi belitan utama. Grafik arus belitan bantu 1 bantu dan arus belitan utama 1 utama berbeda fasa sebesar φ, hal ini disebabkan karena perbedaan besarnya impedansi kedua belitan tersebut. Perbedaan arus beda fasa ini menyebabkan arus total, merupakan penjumlahan vektor arus utama dan arus bantu. Medan magnet utama yang dihasilkan belitan utama juga berbeda fasa sebesar φ dengan medan magnet bantu.

(23)

11

Gambar 2.5 Gelombang arus medan bantu dan arus medan utama (Sumber http://kelistrikandasar.blogspot.com/p/motor-listrik-

acsatu-fasa-berdasarkan.html)

Belitan bantu Z1-Z2 pertama dialiri arus I bantu menghasilkan fluk magnet Ф tegak lurus, beberapa saat kemudian belitan utama U1- U2 dialiri arus utama I utama yang bernilai positif. Hasilnya adalah medan magnet yang bergeser sebesar 45° dengan arah berlawanan jarum jam Kejadian ini berlangsung terus sampai satusiklus sinusoida, sehingga menghasilkan medan magnet yang berputar pada belitan statornya. Motor listrik 1 fasa juga mempunyai beberapa jenis seperti;

a) Motor kapasitor

Motor listrik 1 fasa kapasitor adalah jenis motor 1 fasa yang mengandalkan dua kumparan yaitu kumparan utama dan kumparan bantu (sidiq widjan, 2016). Kumparan utama biasanya memiliki ukuran yang lebih besar, dan kumparan bantu yang berukuran lebih kecil namun dengan jumlah lebih banyak. Motor kapasitor dilengkapi dengan kapasitor sebagai pembantunya. Cara kerjanya arus listrik masuk dan membuat daya magnet pada kumparan utama. Karena kumparan utama memiliki daya yang seimbang dikedua sisi kumparannya maka terjadi tarik menarik yang

(24)

12

seimbang pula, tidak akan terjadi putaran. Maka dari itu dibuat kumparan bantu yang akan membuat daya tarik dan membuat motor berputar. Ketika kumparan utama dan motor listrik sudah bekerja normal (biasanya setelah kecepatan 70% stabil) maka kapasitor akan memutus supply arus pada kumparan bantu dan membuat kumparan utama saja yang bekerja.

Gambar 2.6 bentuk fisik motor kapasitor

(sumber https://www.kelistrikanku.com/motor.listrik.html) b) Motor shaded pole

Motor shaded pole atau motor kutub bayangan adalah sebuah motor induksi satu fasa yang diperlengkapi dengan belitan bantu yang dihubungkan secara parallel dengan belitan utama (qurnia, 2013). Stator motor shaded pole berbentuk sepatu kutub (salient).

Kumparan stator hanya terdiri dari kumparan utama. Untuk membentuk medan putar dipasang shaded coil yang merupakan suatu rangkaian tertutup pada sepatu kutub tersebut.

Tegangan bolak balik dari kumparan utama akan di induksikan pada shaded coil. Dengan adanya tegangan induksi ini maka pada shaded coil akan mengalir arus dan menimbulkan fluks

(25)

13

lawan dari kumparan utama. Dengan demikian terjadi beda fasa antara fluks kumparan utama dengan fluks shaded coil (kumparan bayangan). Kedua fluks tersebut berbeda nilainya dan dianggap kutub itu menghasilkan fluks lemah (dalam cincin) dan di superimpose fluks kuat (diluar cincin) sehingga terdapat medan putar.

Gambar 2.7 bentuk fisik motor shaded pole

(Sumber http://wtmicro-motor.com/1-1-shaded-pole-motor/) c) Motor universal

Motor universal adalah motor arus bolak balik, konstruksi maupun karakteristik motor universal sama dengan motor arus searah. Keuntungan motor universal ini dapat dioperasikan dengan sumber tegangan bolak balik atau dengan tegangan arus searah pada nilai tegangan yang sama.

Stator motor universal dapat berupa sepatu kutub (salient pole) maupun stator silinder (non salient). Motor universal dengan stator sepatu kutub umumnya beroperasi untuk daya 250 Watt (1/4 HP) ke bawah. Sedangkan stator non salient dioperasikan untuk

(26)

14

daya di atas 250 Watt. Kecepatan beban nol motor ini sangat tinggi, tetapi pada saat beban dipasang kecepatan motor berkurang dan akan terus berkurang jika bebannya bertambah lagi. Pengaturan kecepatan motor universal dapat dilakukan dengan cara memasang tahanan depan (rheostat resistance) dihubungkan seri dengan motor listrik.

Tahanan depan yang diatur bervariasi pada motor listrik akan memberikan tegangan masuk bervariasi pada motor, sehingga fungsi tegangan terhadap kecepatan sesuai dengan formula dasar dari motor listrik. Pengaturan kecepatan kedua adalah dengan kumparan medan dibuat dalam beberapa tingkat untuk memberikan variasi impedansi lilitan medan, sehingga fluksi medan terhadap kecepatan sesuai dengan rumus dasar motor listrik.

Karakteristik dari motor universal salah satunya dapat dilihat di sisi kecepatan-torsinya. Mempunyai kapabilitas berkecepatan tinggi, motor universal memberikan rating horsepower yang lebih kecil dari pada macam – macam motor AC lainnya yang beroperasi pada frekuensi yang sama. Torsi awal dari motor-motor AC relatif tinggi. Karakteristik ini membuat motor universal ideal untuk alat/perlengkapan seperti hand drills, gerinda, mixers, vaccum cleaners, dll yang membutuhkan operasi motor yang kompak berkecepatan lebih dari 3000/3600 rev/minutes.

Dengan pengaturan tap-tap lilitan medan (impedansi medan) maka kecepatan motor dapat diatur. Kopel start motor universal

(27)

15

cukup besar dan kecepatannya bervariasi menurut beban. Motor universal ini dapat dijalankan dengan sumber AC maupun DC karena sifatnya ini maka motor ini juga mempunyai belitan medan dan jangkar yang tidak jauh berbeda dengan motor DC umumnya.

Motor jenis ini banyak digunakan pada alat rumah tangga misalnya blender, mixer, mesin jahit dan sebagainya.

2) Motor listrik 3 fasa

Motor AC 3 fasa bekerja dengan memanfaatkan perbedaan fasa sumber untuk menimbulkan gaya putar pada rotornya (Ansori, 2013). Jika pada motor AC 1 fasa untuk menghasilkan beda fasa diperlukan penambahan komponen kapasitor, pada motor 3 fasa perbedaan fasa sudah didapat langsung dari sumber seperti terlihat pada gambar arus 3 fasa berikut ini:

Gambar 2.8 Grafik arus 3 fasa

(sumber http://insyaansori.blogspot.co.id/2013/04/motor-listrik-3- fasa.html)

Pada gambar di atas, arus 3 fasa memiliki perbedaan fasa 60 derajat antar fasanya. Dengan perbedaan ini, maka penambahan kapasitor tidak diperlukan.

(28)

16

3. Konstruksi Motor Listrik 3 Fasa

Motor induksi tiga fasa memiliki dua komponen dasar yaitu stator dan rotor, bagian rotor dipisahkan dengan bagian stator oleh celah udara yang sempit (air gap) dengan j arak antara 0,4 mm sampai 4 mm (Ansori, 2013).

Tipe dari motor induksi tiga fasa berdasarkan lilitan pada rotor dibagi menjadi dua macam yaitu rotor belitan (wound rotor) adalah tipe motor induksi yang memiliki rotor terbuat dari lilitan yang sama dengan lilitan statornya dan rotor sangkar tupai (Squirrel-cage rotor) yaitu tipe motor induksi dimana konstruksi rotor tersusun oleh beberapa batangan logam yang dimasukkan melewati slot-slot yang ada pada rotor motor induksi, kemudian setiap bagian disatukan oleh cincin sehingga membuat batangan logam terhubung singkat dengan batangan logam yang lain.

Gambar 2.9 kontruksi motor listrik 3 fasa (sumber http://4.bp.blogspot.com/--7TtkbAB_YU/UX- m1CwsJhI/AAAAAAAAAq0/g9_ewlgnsK4/s1600/32.jpg)

Dibawah ini aka dijelaskan prinsip kerja dari motor listrik 3 Fasa sebagai berikut :

(29)

17

Apabila sumber tegangan 3 fase dipasang pada kumparan stator, akan timbul medan putar dengan kecepatan seperti rumus berikut (Ansori, 2013) :

Ns = 120 f/P

dimana:

Ns = Kecepatan Putar f = Frekuensi Sumber P = Kutub motor

Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor pada rotor. Akibatnya pada batang konduktor dari rotor akan timbul GGLinduksi.

Karena batang konduktor merupakan rangkaian yang tertutup maka GGL akan menghasilkan arus (I). Adanya arus (I) di dalam medan magnet akan menimbulkan gaya (F) pada rotor. Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya (F) pada rotor cukup besar untuk memikul kopel beban, rotor akan berputar searah dengan medan putar stator. GGL induksi timbul karena terpotongnya batang konduktor (rotor) oleh medan putar stator. Artinya agar GGL induksi tersebut timbul, diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan berputar rotor (nr).

Perbedaan kecepatan antara nr dan ns disebut slip (s). Bila nr = ns, GGL induksi tidak akan timbul dan arus tidak mengalir pada batang konduktor (rotor). Dilihat dari cara kerjanya, motor induksi disebut juga sebagai motor tak serempak atau asinkron.

Ada kelebihan dan kekurangan pada motor 3 fasa (Abidin, 2013).

(30)

18

a. Kelebihan motor 3 fasa :

1.) Konstruksi sangat kuat dan sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar.

2.) Harganya relatif murah untuk industri dan kehandalannya tinggi.

3.) Effisiensi relatif tinggi pada keadaan normal dan tidak ada sikat sehingga rugi gesekan kecil.

4.) Biaya pemeliharaan rendah dan mudah dalam perawatan 5.) Dapat diproduksi sesuai dengan kebutuhan

b. Kekurangan motor 3 fasa :

1.) Kecepatan tidak mudah dikontrol 2.) Power faktor rendah pada beban ringan

3.) Arus start biasanya 5 – 7 kali dari arus nominal

4. Beberapa penyebab terjadinya kerusakan pada motor listrik

Ada beberapa penyebab kerusakan pada motor listrik AC sebagai berikut (Adiboroto, 2018);

a. Kerusakan motor kebanyakan disebabkan oleh 5 faktor yaitu disebabkan oleh panas, kotor, lembab, vibrasi, kualitas supply listrik.

b. Dengan fokus pada faktor tersebut. Dapatlah di eliminir dengan jumlah kerusakan, kerugian, dan ongkos perawatan

c. Dibagi menurut asal sebab kerusakan :

1) kerusakan dari luar motor: kualitas masukan tenaga listrik, misalignment, kondisi lingkugan panas/lembab/tidak ada ventilasi, kondisi beban.

(31)

19

2) kerusan dari dalam motor: penuaan, degradasi.

5. Perawatan motor listrik

Jenis perawatan yang diperlukan selama motor listrik masih berjalan atau masih difungsikan baik sebagai penggerak pompa, fan atau juga compressor (Aldrin, 2013). Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk memonitor keadaan motor listrik.

a. Current Check

Ketika motor dalam keadaan berjalan kita dapat memonitor keadaan motor dengan melakukan pengecekan atas arus listrik yang bekerja pada motor. Pastikan arus listrik yang bekerja pada motor masih dibawah arus maksimal yang tertera pada nameplate motor. Jika arus kerja motor masih dibawah arus maksimum yang tertera pada nameplate maka motor masih dalam keadaan baik.

Jika arus melebihi full load ampere yang tertera di nameplate motor. Kita harus periksa beban yang digerakkan oleh motor baik pompa, kompresor atau apapun. Bisa juga arus lebih dikarenakan internal motor, misalnya kondisi bearing yang sudah aus sehingga terjadi gesekan antara rotor dan bearing. Kalau hal ini tidak kita atasi, akan terjadi short circuit pada motor karena kegagalan isolasi dikarenakan arus berlebih yang ditanggung oleh motor induksi.

b. Insulation Resistance Check

Jika motor dalam keadaan mati (standby) kita dapat melakukakan pengecekan tahanan isolasi yang ada pada motor dengan menggunakan insulation tester atau lebih dikenal dengan megger. Ukur tahanan isolasi

(32)

20

tiap fasa terhadap ground jika tahanan isolasinya lebih dari 5 Mega Ohm artinya motor dalam keadaan baik karena jika lebih kecil dari 1 mega Ohm artinya keadaan lilitan terhadap ground lembab dan bisa mengakibatkan short circuit ketika motor dijalankan.

c. Temperature Check

Pada nameplate motor selalu tertera insulation class yang menerangkan tentang ketahanan isolasi motor terhadap suhu kerja.

Pengecekan ini bisa kita lakukan dengan visual check atau akan lebih akurat jika kita menggunakan temperature gun. Pengecekan suhu ini dilakukan untuk memastikan agar motor tidak mengalami overheating saat dijalankan.

6. Jenis alat pengecekan stator motor

Untuk memeriksa belitan stator motor, peralatan yang dibutuhkan adalah AV O meter, dan megger kurang lebih 500 sampai dengan 1000 V.

a. AV O meter berasal dari kata AV O dan meter, A artinya ampere, untuk mengukur arus listrik (Rudhy, 2016). V artinya voltage, untuk mengukur voltage atau tegangan. O artinya ohm untuk mengukur ohm atau hambatan. Terakhir, yaitu meter atau satuan dari ukuran. AV O meter sering disebut multitester. Secara umum, pengertian dari AV O meter adalah suatu alat untuk mengukur arus, tegangan, baik tegangn bolak- balik (AC) maupun tegangan searah (DC), dan hambatan listrik.

Berikut langakah-langkah pengukuran motor listrik AC berdasarkan koneksi star dan koneksi delta sebagai berikut;

1) Koneksi star

(33)

21

Brikut langkah-langkah yang harus dilakukan;

1. Posisikan AV O pada posisi Ohm meter.

2. Hubungkan ujung probe AV O dengan kabel V1 dan W1. Lihat display AVO menunjukan nilai berapa Ohm, jika tidak menunjukan nilai sama sekali (OL) dapat dipastikan lilitan antara V1 dan W1 ada yang putus. Jika AV O menunjukan angka diatas 1000 Ohm berarti masih bagus, jika AV O menunjukkan angka di bawah 1000 Ohm maka motor listrik tersebut short.

3. Lakukan langkah No. 1 dan 2 untuk mengukur terminal U1 dan W1, serta U1 dan V1, jika masih menunjukan nilai tahanan yang standar maka motor listrik tersebut dinyatakan bagus.

2) Koneksi delta

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan 1. Posisikan AV O pada posisi Ohm meter

2. Hubungkan ujung probe AV O dengan kabel U1 dan W2. Lihat display AVO menunjukan nilai berapa Ohm, jika tidak menunjukan nilai sama sekali (OL) dapat dipastikan lilitan antara U1 dan W2 ada yang putus. Jika AV O menunjukan angka diatas 1000 Ohm motor dinyatakan bagus, jika AVO menunjukkan angka di bawah 1000 Ohm maka motor listrik tersebut short.

3. Lakukan langkah No. 1 dan 2 untuk mengukur terminal V1 dan U2, serta W1 dan V2 jika masih menunjukan nilai tahanan yang standar makan motor listrik dinyatakan bagus.

b. Megger merupakan suatu meter tahanan isolasi. Alat ukur ini dapat

(34)

22

mengukur tahanan isolasi instalasi tegangan menengah maupun tegangan rendah (yusuf, 2017). Untuk instalasi tegangan menengah menggunakan megger dengan batas ukur samapi gigaohm dan tegangan alat ukur antara 5.000 volt sampai 10.000 volt arus searah. Untuk instalasi tegangan rendah digunakan magger dengan batas ukur samapi megaohm dan tegangan alat ukur antara 500 sampai 1.000 volt arus searah.

Langkah-langkah pengecekan motor listrik dengan menggunakan alat ukur magger.

1. Posisikan megger pada 500 volt AC untuk motor listrik bertegangan 440V,

2. Selanjutnya hubungkan ujung probe megger dengan terminal U1 dan V1, U1 dan W1, serta V1 dan W1. Jika megger menampilkan nilai tahanan sebesar 10 MOhm sampai 40 MOhm maka motor listrik tersebut dalam kondisi bagus, dan jika motor listrik short nilai tahanan tidak mencapai 10 MOhm.

3. Jika sudah melakukan pengecekan pada terminal UVW selanjutnya cek terminal UVW dengan bodi motor listrik dengan cara hubungkan salah satu probe megger di terminal UVW dan satunya ke bodi motor listrik jika jarum berada di simbol tak terhingga maka motor listrik tersebut dinyatakan bagus, dan jika jarum menunjukan angka nol maka kondisi motor listrik telah short atau terbakar.

7. Jenis peralatan keselamatan kerja kelistrikan

Dalam hal ini adalah alat safety untuk pekerja di bidang kelistrikan.

(35)

23

Tentu banyak resiko yang harus dihadapi oleh pekerja di bidang listrik (Ayuratna, 2011). Oleh sebab itulah para pekerja di bidang ini tidak melupakan alat safety untuk keselamatan kerja mereka. Di bawah ini adalah beberapa jenis alat safety pekerja bidang listrik yang tidak boleh terlewatkan.

a. Helm

Ini menjadi alat safety yang paling umum dan banyak digunakan pada berbagai jenis pekerjaan, termasuk pekerjaan di bidang kelistrikan.

Pada kondisi tertentu pekerja di bidang listrik harus memanjat ke tiang listrik dan sebagainya, untuk menghindari resiko yang lebih besar, maka helm keselamatan harus selalu digunakan.

b. Sepatu Dan Sarung Tangan

Pekerja di bidang listrik juga tidak boleh tanpa alas kaki, oleh sebab itulah pekerja di bidang ini harus menggunakan sepatu khusus. Selain itu juga harus menggunakan sarung tangan. Kedua alat safety ini tidak boleh dilewatkan oleh pekerja di bidang listrik.

c. Detektor Gas

Alat safety ini diperuntukkan agar bisa mendeteksi gas yang bisa menjadi penyebab kebakaran akibat listrik. Alat safety ini pasti dibawa oleh pekerja di bidang kelistrikan. Karena listrik bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran.

d. Tabung Pemadam Kebakaran

(36)

24

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas, bahwa listrik bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran. Jadi pekerja listrik harus membawa tabung pemadam kebakaran, untuk menghindari resiko yang lebih besar akibat kerusakan listrik.

(37)

25

C. KERANGKA PENELITIAN

Tabel 2.2 krangka penelitian

start

Studi literatur observasi wawancara

Pengumpulan data penyebab kerusakan

motor listrik

Pengolahan data kerusakan motor listrik

Identifikasi kerusakan motor

listrik

Kesimpulan dan saran

SELESAI

(38)

26

BAB III

METODE PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN

Penelitian merupakan suatu proses dari suatu rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis, guna mendapatkan pemecahan masalah atau jawaban terhadap pernyataan-pernyataan tertentu (Surya, 2013).

Penelitian mempunyai beberapa metode yaitu metode kualitatif, metode kuantitatif, metode survei, metode deskriptif, dan metode ekspos facto.

Pengertian dari metode itu sendiri berasal dari bahasa Yunani “methodos” yaitu jalan sampai. Metode penelitian adalah cara-cara berfikir dan berbuat yang dipersiapkan dengan baik untuk mengadakan penelitian dan agar dapat mencapai suatu penelitian (kartono, 1996). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ada dua yaitu penelitian kualitatif dan penelitian deskriptif.

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti wawancara, gambar, foto rekaman vidio dan lain-lain (poerwandari, 1998). Metode penelitian kualitatif berisi pengetahuan yang mengkaji ketentuan mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian. Pada umumnya penelitian merupakan refleksi keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan yang merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.

Metode penelitian yang lain yaitu penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah

(39)

27

aktual yang dihadapi serta mengumpulkan data atau informasi untuk disusun, dijelaskan, dan selanjutnya diidentifikasi.

B. LOKASI PENELITIAN

1. WAKTU PENELITIAN

Penelitian akan dilaksanakan ketika penulis melaksanakan praktek layar di atas kapal selama 10 bulan. Dengan tujuan bisa menjawab dan melakukan observasi dan wawancara secara langsung tentang rumusan masalah yang ada. Sehingga pada bagian akhir, penulis bisa memperoleh kesimpulan atas semua masalah yang ada pada Karya Ilmia Terapan ini.

2. TEMPAT PENELITIAN

Peneliti akan melaksanakan penelitian ini di sebuah kapal MV. Boga Indah sekaligus guna memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan.

C. JENIS DAN SUMBER DATA

Sehubungan dengan penelitian ini, jenis dan sumber data yang dibutuhkan dan digunakan dalam penelitian ini adalah (Saifuddin, 1997):

1. Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan baik melalui observasi maupun melalui wawancara dengan pihak informan.

Metode pengambilan data primer dilakukan dengan cara wawancara langsung atau berdiskusi dengan ETO yang bertanggung jawab terhadap kinerja motor listrik.

(40)

28

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber tidak langsung yang biasanya berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi, yang diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti, selain dari sumber yang diteliti. Data ini diperoleh dari buku-buku dan internet yang berkaitan dengan obyek penelitian atau yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas, yang diperlukan sebagai pedoman teoritis dan ketentuan formal dari keadaan nyata dalam observasi.

D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Dalam hal ini, digunakan metode-metode tertentu untuk mengumpulkan data yang tersusun secara sistematis sesuai dengan tujuan penelitian. Ada bermacam-macam metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data seperti: interview, observasi dan dokumentasi. Namun tidak satu teknikpun yang dianggap paling baik, karena masing-masing metode pengumpulan data mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri, oleh karena itu lebih baik menggunakan suatu teknik pengumpulan data lebih dari satu, sehingga dapat saling melengkapi satu sama lain untuk menuju kesempurnaan karya ilmia terapan ini. Dalam penulisan karya ilmia terapan ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan melalui beberapa metode, yaitu:

1. Metode Interview

Dalam melakukan interview atau wawancara peneliti menyampaikan masalah agar bisa didiskusikan untuk mencari jalan keluarnya. Peneliti tidak membatasi jawaban agar responden bebas, luas, dan terbuka dalam menjawab sesuai pendapat, pandangan, dan pengetahuannya.

(41)

29

Isi dari wawancara akan berupa suatu kejadian kondisi dari motor listrik maupun beberapa data yang tidak normal yang kemudian disusun secara sistematika. Wawancara tentang motor listrik AC dilakukan dengan ETO yang bertanggung jawab seluruh motor listrik.

Data yang dikumpulkan dan didapatkan waktu wawancara dipaparkan sesuai data aslinya saat penelitian. Dengan memperoleh data-data wawancara tehadap pihak yang pernah memperbaiki motor listrik yang kerusakannya disebabkan oleh bearing berkarat.

2. Metode Observasi

Metode observasi adalah metode pelengkap, teknik observasi digunakan dengan maksud untuk mendapatkan atau mengumpulkan data secara langsung mengenai gejala-gejala tertentu dengan melakukan pengamatan serta mencatat data yang berkaitan dengan pokok masalah yang diteliti. Tujuan peneliti mengadakan observasi adalah agar mengerti akan keadaan obyek yang dijadikan topik yaitu motor listrik sacara menyeluruh dan langsung.

3. Metode dokumentasi

Metode dokumentasi adalah informasi yang berasal dari catatan penting baik dari lembaga atau organisasi maupun dari perorangan.

Dokumentasi penelitian ini merupakan pengambilan gambar oleh peneliti untuk memperkuat hasil penelitian (Hamidi, 2004). Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, foto atau karya-karya dari seseorang. Sedangkan metode dokumentasi yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan foto.

(42)

30

E. TEKNIK ANALISIS DATA

Berdasarkan analisis data yang diperoleh, maka digunakan teknik deskritif kualitatif yaitu menganalisa temuan-temuan yang terdapat di lapangan dengan alat ukur berupa teori-teori yang relevan dengan masalah yang diteliti dan hasil wawancara dari ETO, sehingga ditemukan penyebab timbulnya masalah.

Dengan menggunakan metode ini segala permasalahan yang ditemukan dan diamati di atas kapal akan digambarkan dan dijelaskan dengan terperinci. Baik dan buruknya penelitian tergantung dari metode pengumpulan data dan metode analisis data yang digunakan. Pengumpulan data yang dimaksud adalah dengan memperoleh data-data yang relevan, akurat dan mengidentifikasi data yang ada.

Data-data yang diperoleh ini pun kemudian dianalisa dan dari hasil analisa ini diharapkan akan menghasilkan suatu gambaran yang lebih jelas dari penyusunan Karya Ilmia Terapan ini, baik dari permasalahannya maupun hasil akhirnya.

Dalam hal ini adalah tidak semua motor listrik jenis AC maupun jenis DC yang ada di atas kapal memiliki kualitas yang bagus untuk digunakan berdasarkan kebutuhan, sebab-sebab mengapa hal ini terjadi dan perintah dari nahkoda dan ETO yang ada di atas kapal, agar dapat menemukan solusi yang tepat dalam mencegah terjadinya masalah ini.

31

(43)

DAFTAR PUSTAKA

Trikueni.2013. Penjelasan singkat motor listrik. http://trikueni-desain-

sistem.blogspot.com/2013/09/pengertian-motor-listrik.html?m=1. Diakses tanggal 21 juli 2018 (09:42)

Nazar.2015. Analisis penurunan efisiensi motor listrik akibat cacat pada bantalan.

http://eprints.undip.ac.id/60981. Diakses tanggal 28 maret 2020 (20:15)

Irsyadi.2018.analisa kerusakan bantalan akibat korosi pada motor listrik menggunakan sensor getaran. hhtp://repository.unsri.ac.id/11672. Diakses tanggal 28 maret 2020 (20:45)

Hendro.2012. Sistem pengendali arus start motor induksi phasa tiga dengan veriasi beban.

hhtp://afmiwulandari.blogspot.com/2012/10/motor-listrik-ac-html?m=1. Diakses tanggal 21 juli 2018 (10:45)

Adiboroto.2008.Beberapa sebab kerusakan motor listrik.

http://soemarno.org/2008/11/21/beberapa-sebab-kerusakan-motor-listrik/\. Diakses tanggal 22 juli 2018 (09:03)

Ansori.2013. Motor listrik 3 fasa. http://insyaansori.blogspot.co.id/2013/04/motor-listrik-3- fasa.html. Diakses tanggal 22 juli 2018 (10:15)

Trikueni.2013. Penyebab kerusakan motor. http://trikueni-desain-

sistem.blogspot.com/2013/05/Penyebab-Kerusakan-Motor.html. Diakses tanggal 22 juli 2018 (14.00)

Syarif.2013. Prinsip kerja motor AC 1 fasa. https://www.scribd.com/doc/36875975/Prinsip- Kerja-Motor-AC-1-Fasa. Diakses tanggal 23 juli 2018 (10:13)

Qurnia.2013. Motor Shaded Pole (Motor Kutub Bayangan).

http://dyahqurnia.blogspot.co.id/2013/05/motor-shaded-pole-motor-kutub-bayangan.html.

Diakses tanggal 23 juli 2018 (15:10)

Widjan.2016. Mengenal 3 jenis motor satu fasa dan pemanfaatannya.

https://www.kelistrikanku.com/2016/10/3-motor-listrik-1-fasa.html. Diakses tanggal 24 juli 2018 (15:50)

(44)

Arindya.2013. Pengaturan kecepatan motor induksi 1 phasa berbasis mikrokontroler atmega8535 . http://academia.edu. Diakses tanggal 24 juli 2018 (13:20)

Aldrin.2013.perawatan motor listrik. http://all-thwin.blogspot.com. diakses tanggal 28 juli 2018 (14:00)

Rudhy.2016.Pengertian AVO meter. http://tipalayodotnet.wordpress.com. Diakses tanggal 19 februari 2020

Yusuf.2017. pengertian megger. http://muhammadyusuf1996.blogspot.com/2017/02.

Diakses tanggal 16 maret 2020 (19:00)

Referensi

Dokumen terkait

Berikut penuturan dari ETO mengenai motor listrik booster pump, suara bising tersebut dikarenakan umur bearing sudah mencapai batas pemakaian dan harus diganti dan