• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA SKRIPSI"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Muhammadiyah Malang sebagai Salah satu persyaratan untuk memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Kamila Susilo Indriyani NIM : 201410230311283

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

MALANG

2020

(2)

bnhjmnihjm

````````````29

SKRIPSI

Dipersiapkan dan disusun oleh:

Kamila Susilo Indriyani

Nim : 201410230311283

Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal, 9 Oktober 2020

dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai kelengkapan memperoleh gelar Sarjana (S1) Psikologi Universitas

Muhammadiyah Malang

SUSUNAN DEWAN PENGUJI :

Ketua/Pembimbing I, Sekretaris/Pembimbing II,

Ni'matuzahroh, S. Psi, M. Si. Zainul Anwar, S. Psi, M. Psi

Anggota I Anggota II

Diana Savitri Hidayati, S. Psi, M. Psi Rizky Susanty, M. SI

Mengesahkan D e k a n,

(3)
(4)

Oleh :

Kamila Susilo Indriyani 201410230311283

KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA

SKRIPSI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2020

(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur tercurahkan atas kehadira Allah SWT atas rahmat, hidayah dan karunianya, serta sholawat dan salam yang selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kematangan Karir pada Mahasiswa”. Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam penyusunan proposal skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, dukungan dan doa serta bimbingan dari beberapa pihak, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang bersangkutan:

1. Bapak Muhammad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., PhD selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Ibu Ni’matuzahroh, M.Si. selaku pembimbing I yang selalu memberikan dukungan, semangat, bantuan, serta arahan kepada penulis.

3. Bapak Zainul Anwar, S.Psi, M.Psi. Psikolog selaku dosen pembimbing II dalam penulisan skripsi.

4. Bapak Adyathman Prabowo, S.Psi., M.Psi. selaku dosen wali dan juga seluruh staff pengajar dan karyawan di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

5. Subjek/responden penelitian yang telah membantu sehingga penulis dapat menyelesaikan naskah skripsi ini.

6. Ayah Joko Susilo, M.Si, Ibu Aminah Asminingtyas, M.Si, Papa Setyobudianto, S.E dan Mama drg. Endah Yuniastuti yang selalu menyelipkan nama penulis dalam setiap doa, mencurahkan kasih sayangnya, memberikan dukungan, semangat, wejangan kehidupan serta mewujudkan segala harapan keluarga, khususnya penulis

7. Mbak Romadhiyana Kisno Saputri, S. GZ, M. Biomed, yang berperan menjadi pembimbing ketiga serta selalu meluangkan waktunya untuk membantu penulis

8. Om Riyan, beserta keluarga penulis, Mas Ahmad Sulaiman, S.Psi, M.Ed, Wilda Kumala Sari, S.Psi, Liyana Nurul Azmi, Nureen Nathiq Aulia Nabila, dan Lady Charunica Juani, S.Pd yang selalu mengingatkan dan juga membantu penulis dalam mewujudkan naskah skripsi ini

9. Seluruh pihak yang telah banyak memberikan bantuan pada penulis, yang mana tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan dan kesalahan.

Meski demikian, penulis berharap semoga ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca pada umumnya.

Malang, 4 November 2020

Kamila Susilo Indriyani 201410230311283

(6)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... ii

DAFTAR GAMBAR ... iii

DAFTAR LAMPIRAN ... iii

ABSTRAK... 1

LATAR BELAKANG ... 2

KEMATANGAN KARIR ... 3

ASPEK KEMATANGAN KARIR ... 3

FAKTOR KEMATANGAN KARIR ... 4

METODE PENELITIAN ... 4

Rancangan Penelitian ... 4

Subjek Penelitian ... 5

Variabel dan Instrumen Penelitian ... 5

Prosedur dan Analisa Data Penelitian ... 5

HASIL PENELITIAN... 6

DISKUSI ... 7

SIMPULAN DAN IMPLIKASI ... 8

REFERENSI ... 9

DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Norma Skoring Skala Kematangan Karir ... 5

Tabel 1.2. Indeks Validitas dan Reliabelitas Alat Ukur Penelitian ... 5

Tabel 2.1. Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa ... 7

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Diagram Batang Aspek Kematangan Karir ... 6

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Input Data Subjek... 11

Lampiran 2. Hasil Perhitungan Reliabelitas ... 15

Lampiran 3. Hasil Perhitungan Validitas ... 15

Lampiran 4. Norma Kategorisasi Tingkat Kematangan Karir ...16

Lampiran 5. Skala Ukur ... 16

Lampiran 6. Blueprint Skala Ukur ... 17

Lampiran 7. Kerangka Berpikir ... 18

(8)

KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA

Kamila Susilo Indriyani

Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang [email protected]

Kematangan karir merupakan suatu kemampuan untuk memutuskan pilihan karir yang sesuai dengan kompetensi yang terdapat dalam diri setiap individu.

Kematangan karir juga salahsatu tanda bahwa mahasiswa telah siap secara mental dan fisik untuk menjalankan rencana karir masa depannya, sehingga kekhawatiran mengenai pengangguran, masa menunggu/gap pekerjaan yang panjang, ataupun tidak memiliki solusi atau peluang pekerjaan lain selain jurusan yang telah dipelajari selama kuliah dapat berkurang. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur tingkat kematangan karir mahasiswa, khususnya mahasiswa semester 2 Program Studi Psikologi pada Universitas Muhammadiyah Malang.

Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif yang menggunakan teknik random sampling dengan subjek berjumlah 100 orang dari total keseluruhan populasi.

Penelitian dilakukan dengan menyebarkan skala ukur Career Future Inventory–

Revised (CFI-R) berjumlah 26 butir item. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat awal Universitas Muhammadiyah Malang memiliki kematangan karir sebesar, 49% untuk kategori tinggi, 51%, untuk kategori sedang, dan 0% untuk kategori rendah. Mahasiswa semester 2 Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang memiliki kematangan karir yang cenderung sedang dan tinggi.

Kata kunci : kematangan karir, pengangguran, kuantitatif deskriptif.

Career maturity is an ability to decide career options that match the competencies contained in each individual. Career maturity is also a sign that students are mentally and physically ready to carry out their future career plans, so that concerns about unemployment, long waiting periods /gaps job, or not having solutions or other job opportunities besides the majors that have been studied during college can be reduced. This thesis aims to determine and measure the level of career maturity of students, especially second semester students of the Psychology Study Program at the University of Muhammadiyah Malang. This research is a quantitative descriptive using random sampling technique with 100 subjects from the total population. The research was conducted by distributing ameasuring scale Career Future Inventory-Revised (CFI-R)totaling 26 items. The results showed that students at the early level University of Muhammadiyah Malang had a career maturity of 49% for the high category, 51% for the medium category, and 0% for the low category. The second semester students of the Psychology Study Program of the University of Muhammadiyah Malang have career maturity that tends to be medium and high.

Key words: career maturity, unemployment, descriptive quantitative

(9)

Lapangan kerja semakin terkikis. Menjadikan pencari kerja memiliki peluang yang sangat terbatas. Alhasil, angka pengangguran dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang mengkhawatirkan (Badan Pusat Statistik, 2019). Sedangkan, telah banyak alternatif lain bagi pengangguran untuk memperoleh pekerjaan, namun, tidak banyak yang mampu bekerja pada alternatif pekerjaan tersebut, dikarenakan keterampilan yang dibutuhkan dengan ilmu dan kemampuan atau skill yang dimiliki tidak sesuai. Dengan kata lain, pekerjaan alternatif tetap tidak menjadi solusi tepat bagi permasalahan ini.

Tingkat pendidikan juga bukan jaminan bagi kesuksesan mendapat pekerjaan. Sebanyak 606,939 jiwa atau 5,57% dari total populasi di Indonesia merupakan pengangguran dari lulusan pendidikan tinggi/universitas (Badan Pusat Statistik, 2018). Angka ini mengalami peningkatan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 789,113 jiwa atau 5,92% dari total populasi (Badan Pusat Statistik, 2019). Hal ini menjadi keresahan bagi masyarakat, terutama mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan danke depannya akan meniti karir menuju pekerjaan yang diinginkannya.

Mahasiswa termasuk dalam masa dewasa awal. Pada masa ini, individu berusia antara 18-25 tahun, dengan kata lain, mereka berada pada fase transisi dari masa remaja yang memiliki kebingungan identitas diri ke masa dewasa yang dituntut untuk lebih otonom atau mandiri dan memiliki pandangan yang jelas tentang arah kehidupan. Pada masa transisi ini, terjadi konflik dalam proses pembentukan konsep diri (Santrock, 2011).

Beberapa tugas perkembangan yang harus dipenuhi pada masa ini, antara lain yaitu 1) Mencapai hubungan baru dan lebih matang dengan teman sebaya, baik pria maupun wanita, 2) Mencapai peran sosial pria dan wanita, 3) Menerima keadaan fisik dan menggunakan tubuh secara efektif, 4) Mengharapkan dan mencapai perilaku social yang bertanggungjawab, 5) Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya, 6) Menemukan jalan dan tujuan hidup, 7) Telah menemukan gambaran mengenai pekerjaan, 8) Pekerjaan sebagai pembentuk identitas diri, 9) Mempersiapkan perkawinan dan keluarga, dan 10) Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku mengembangkan ideologi (Hurlock, 2006; Santrock, 2011).

Terjadilah perubahan dalam orientasi akan masa depan, yaitu alur karir dan pekerjaan yang akan ditekuni. Jika di masa remaja, pemikiran akan karir masih belum terlalu matang, maka di masa dewasa awal inilah karir idealnya telah terkonseptualisasikan. Pada masa ini lebih mudah untuk memahami gambaran lugas pekerjaan atau karir yang akan dijalani, serta, dalam masa ini, individu akan dituntut untuk mulai memisahkan diri dari orangtua (Santrock, 2011).

Dengan demikian, mahasiswa memiliki tugas dan kewajiban untuk mulai mempersiapkan masa depan, salah satunya jenjang karir mereka. Mempersiapkan jenjang karir dapat diartikan bahwa mahasiswa siap secara fisik dan mental dalam menyusun jenjang karirnya, dengan kata lain memiliki kematangan karir yang baik. Hal itu dapat dilakukan saat mahasiswa berada di tingkat awal pendidikan mereka, karena dengan mempersiapkan sedari awal, maka permasalahan mengenai meningkatnya angka pengangguran dapat berkurang dan tidak menjadi masalah di kemudian hari ketika mahasiswa telah berada di ujung tingkat pendidikannya.

Super (1955) mengkonseptualisasikan kematangan karir sebagai kesiapan remaja untuk membuat pilihan kejuruan dan pendidikan. kedewasaan karir seseorang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menyatukan kompetensi yang dimilikinya, termasuk minat dan kemungkinan-kemungkinan di masa depan menjadi suatu keputusan karir (Super, 1983, 1990). Houle, Brewer, & Kluck (2015) juga menyatakan bahwa kematangan karir adalah

(10)

kemampuan seseorang untuk membuat keputusan karir yang masuk akal dan bertanggungjawab, dengan kesadaran mengenai prasyarat maupun konsekuensi dari keputusan tersebut.

Mendukung teori kematangan karir tersebut, universitas sebagai lembaga pendidikan memiliki tugas dan kewajiban untuk memfasilitasi agar mahasiswa memiliki kualitas yang baik, dalam hard skill dan soft skill, sehingga mahasiswa dapat berkembang dan memiliki kemampuan serta keterampilan yang profesional guna terjun ke masyarakat (Jawa & Nuraini, 2018).

Dalam aturan pemerintah UU No 20 Tahun 2003 juga disebutkan bahwa , “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa, dan negara.” (UU Republik Indonesia tentang Pendidikan Nasional, 2003).

Dilain sisi, dalam penelitian yang telah dilakukan oleh Anggraini (2012), menghasilkan bahwa sebagian besar mahasiswa belum memiliki perencanaan karir yang jelas atau dengan kata lain, belum memiliki kematangan karir. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Jawa

& Nuraini (2018) mendukung pernyataan tersebut, bahwa seorang mahasiswa dituntut untuk memiliki keterampilan agar setelah selesai pendidikan di universitas, sudah siap kerja dan terjun langsung ke masyarakat yang berarti harus matang karirnya.

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kematangan karir pada mahasiswa.

Penelitian ini selanjutnya dapat menjadi rekomendasi terhadap pengembangan kematangan karir khususnya bagi mahasiswa, dan secara teoritis dapat menjadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.

Kematangan Karir

Super (1955) mengkonseptualisasikan kematangan karir sebagai kesiapan remaja untuk membuat pilihan kejuruan dan pendidikan. kedewasaan karir berkaitan dengan sejumlah kekuatan dan sikap yang berkaitan dengan penyelidikan saat ini, termasuk otonomi, rasa kontrol pribadi, perbandingan kekuatan dan kelemahan yang realistis, harga diri yang tinggi, keterampilan membuat keputusan yang baik, dan perspektif waktu yang menghubungkan masa lalu dan masa depan (Super, 1983, 1990).

Begitupun, menurut Houle et al., 2015, kematangan karir adalah kemampuan seseorang untuk membuat keputusan karir yang masuk akal dan bertanggungjawab, dengan kesadaran mengenai prasyarat maupun konsekuensi dari keputusan tersebut

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kematangan karir merupakan kemampuan dan kesiapan seseorang untuk membuat keputusan karir yang sesuai dan tepat dengan mempertimbangkan kompetensi yang ada dalam dirinya.

Aspek Kematangan Karir

Widyatama & Aslamawati ( 2015) meringkas aspek kematangan karir Super, (1990), mencakup empat aspek, yaitu, Perencanaan Karir (Career Planning), merupakan usaha pengumpulan langkah atau cara untuk mencapai suatu karir, termasuk memikirkan dan memperkirakan tentang dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi, contohnya mengambil kursus, menambah pengetahuan, berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler

(11)

atau memperoleh pelatihan mengenai suatu karir. Eksplorasi Karir (Career Exploration), merupakan pencarian dan pengumpulan informasi juga termasuk mengumpulkan dukungan atau motivasi tentang suatu karir pada kerabat, teman, konselor, guru, atau orang disekitar, tidak hanya itu, bisa didapat juga dalam buku atau literatur lainnya. Eksplorasi karir menggambarkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia disekitar untuk kemudian mendukung perencanaan karir.

Pengambilan Keputusan (Decision Making), merupakan kemampuan seseorang untuk menggunakan kombinasi antara pengetahuan dan pemikiran mereka dalam mengambil keputusan mengenai rencana karir mereka di masa depan, termasuk di dalamnya kemampuan untuk mengelola dan merefleksikan transisi karir masa depannya. Informasi Dunia Kerja (World of Work Information), merupakan pengetahuan yang dipelajari mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang diinginkan dalam rencana karir seseorang, termasuk didalamnya mengenai tren pasar kerja. Memiliki aspek ini sangat penting, karena sangat membantu seseorang untuk mengambil keputusan karir kedepannya.

Faktor Kematangan Karir

Keikutsertaan Mahasiswa dalam Komunitas/Organisasi. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Harlow & Bowman, (2016) kepada 268 mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti komunitas/organisasi memiliki kematangan karir yang lebih tinggi dibanding mahasiswa baru atau yang tidak mengikuti komunitas/organisasi. Dukungan Orangtua juga berpengaruh terhadap kematangan karir melalui peningkatan harga diri seseorang (Lim & You, 2019). Perbedaan Jenis Kelamin, dimana kematangan karir laki-laki dipengaruhi oleh dukungan langsusng oleh orangtua utamanya dalam keterlibatan orangtua pada ranah akademik dan dukungan psikologis melalui mediator, sedangkan pada perempuan hanya dipengaruhi dukungan psikologis orangtua saja (Lim & You, 2019).

Kematangan Emosi juga mempengaruhi kematangan karir seseorang dimana penelitian yang dilakukan Malik (2017) menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kematangan emosi yang stabil memiliki kematangan karir lebih tinggi dibandingkan seseorang yang memiliki kematangan emosi yang tidak stabil. Kemudian, Pelayanan Pengembangan Karir, seperti pelayanan orientasi, pelayanan informasi, pelayanan penempatan dan distribusi dan pelayanan bimbingan konseling individu berpengaruh secara signifikan terhadap kematangan karir mahasiswa (Kawuryan, Al Musadieq, & Prasetya, 2017).

METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang berdiri sendiri, bukan variabel independen, karena kalau variabel independen selalu dipasangkan dengan variabel dependen (Sugiyono, 2015).

Penelitian ini juga merupakan penelitian yang bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk mencandarkan karakteristik individu atau kelompok. Tujuan dalam penelitian ini dibatasi untuk menggambarkan karakteristik sesuatu sebagaimana adanya (Syamsuddin & Damaianti, 2011).

(12)

Subjek Penelitian

Populasi yang digunakan sebagai subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester dua jurusan psikologi Universitas Muhammadiyah Malang berjumlah 484 orang (Psikologi, 2019). Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan teknik penentuan sampel dipilih melalui penetapan kriteria tertentu oleh peneliti (Sugiono, 2017). Kriteria subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah subjek merupakan mahasiswa aktif semester 2 Program Studi Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang, berusia 18-25 tahun, bersedia menjadi responden dan lulus pengenalan studi mahasiswa baru (PESMABA).

Variabel dan Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan variabel kematangan karir. Variabel kematangan karir mengukur tingkat kematangan atau kesiapan rencana karir mahasiswa sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Pada variabel kematangan karir, individu dikatakan matang apabila memenuhi dimensi atau aspek-aspeknya.

Instrumen atau alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah Career Future Inventory- Revised (CFI-R) yaitu merupakan adaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Park et al.,(2019). Keseluruhan instrumen ini diuji coba kepada 348 subjek dan mendapatkan tingkat validitas instrumen yang sangat baik. Jenis instrument CFI-R ini berbentuk skala linkert dan berjumlah sebanyak 26 butir item valid.

Tabel 1.1 Norma Skoring Skala Kematangan Karir

Pilihan Jawaban Item Favorable Item Unfavorable

Sangat Setuju 5 1

Setuju 4 2

Netral 3 3

Tidak Setuju 2 4

Sangat Tidak Setuju 1 5

Tabel 1.2. Indeks Validitas dan Reliabelitas Alat Ukur Penelitian

Alat Ukur Jumlah Item

Valid

Indeks Validitas

Indeks Reliabelitas Career Futur

Inventory-Revised (CFI-R)

26 item 0,1638-0,525 0,831

Prosedur dan Analisa Data Penelitian

Prosedur penelitian dilakukan dengan langkah pertama yaitu persiapan, dimana peneliti menganalisa permasalahan yang ada pada mahasiswa, kemudian peneliti melakukan pendalaman materi dan adaptasi alat ukur. Selanjutnya peneliti mengukur tingkat kematangan karir mahasiswa menggunakan adaptasi skala Career Future Inventory-Revised (CFI-R) yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Kemudian memilih subjek yang akan diminta kesediaannya melalui informed consent.

Tahap selanjutnya, yaitu analisa data yang telah didapatkan. Data yang telah didapat diinput dan diolah dengan menggunakan program SPSS for windows ver 20. Tahap terakhir adalah

(13)

melakukan pendeskripsian hasil analisa data dan pengintepretasi hasil penelitian. Dalam tahap ini peneliti akan membahas secara rinci hasil analisa data, dan langkah paling akhir adalah menarik kesimpulan penelitian.

Adapun langkah-langkah peneliti dalam menganalisa data sebagai berikut:

1. Memberikan skor (1-5) pada jawaban yang dipilih subjek berdasarkan norma skoring yang telah ditentukan sebelumnya, sesuai dengan item favorable dan unfavorable.

2. Menghitung skor item masing-masing subjek serta jumlah skor item, skor rata-rata subjek dan rata-rata butir item.

3. Menganalisa data secara statistic menggunakan IBM SPSS Ver. 21.0

4. Mengkategorisasikan hasil analisa data sesuai dengan norma tingkat kematangan karir.

Kategorisasi disusun berdasarkan teori dari Azwar, 2012 yang mengelompokkan kategorisasi tingkatan menjadi tiga, Tinggi, Sedang, dan Rendah. Hasil perhitungan skor disesuaikan dengan jumlah item skala penelitian sebanyak 26 butir item valid.

HASIL PENELITIAN

Kematangan karir juga merupakan kesiapan afektif dan kognitif dari individu untuk mengatasi tugas-tugas perkembangan yang dihadapkan kepadanya, karena perkembangan biologis, sosial dan harapan dari masyarakat yang telah mencapai tahap perkembangan tersebut.

Kesiapan afektif terdiri dari perencanaan karir (career planning) dan eksplorasi karir (career exploration) sedangkan kesiapan kognitif terdiri dari kemampuan mengambil keputusan (career decision making) dan informasi mengenai dunia kerja. Aspek kematangan karir selanjutnya dilihat dari beberapa aspek perencanaan karir, eksplorasi karir, pengambilan keputusan, dan informasi mengenai dunia kerja (Malik, 2015). Distribusi aspek kematangan karir kematangan karir pada sampel dapat dilihat pada gambar 1.1.

Gambar 1.1. Diagram Batang Aspek Kematangan Karir

Berdasarkan gambar 1.1, perencanaan karir pada responden 60% adalah tinggi. Hal ini berarti mahasiswa 60% mahasiswa telah memiliki perencanaan yang terkait dengan karir dan membicarakannya. Mahasiswa semester awal banyak yang sudah aktif dalam keorganisasian, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), komunitas profesi, sehingga mereka sudah memiliki rencana dalam karirnya di masa depan. Selain itu, saat pengenalan mahasiswa baru (pesmaba) juga terdapat acara temu alumni yang berkontribusi terhadap pandangan karir mahasiswa di masa depan.

Pada aspek eksplorasi karir, 53% responden memiliki eksplorasi karir sedang, yang berarti responden sudah mempunyai pandangan mengenai karirnya, namun belum memiliki perencanaan pasti untuk menggapai karir tersebut. Hal ini disebabkan karena responden

(14)

belum cukup mengeksplorasi sumber informasi yang berkualitas mengenai peluang karir yang tersedia bagi mereka. Informasi yang didapatkan hanya dari alumni mahasiswa.

Aspek keputusan karir menunjukkan 72% responden pada kategori tinggi, hal ini berarti bahwa mahasiswa telah mengembangkan kemampuan membuat keputusan yang penting untuk memutuskan memilih pekerjaan yang akan dijalani sebagai karir secara efektif dan mandiri. Hal ini terjadi karena responden melihat karir alumni yang sudah sukses di bidang karir yang alumni pilih yang mendorong responden untuk memutuskan pengambilan karirnya pada masa yang akan datang.

Aspek informasi dunia kerja menunjukkan 49% responden pada kategori sedang, hal ini berarti mahasiswa belum memiliki banyak pengetahuan mengenai informasi untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan karir mereka. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya kontak dengan profesi yang sesuai dengan karir yang dinginkan. Meskipun sudah bertemu beberapa alumni yang sudah sukses di bidangnya, namun secara umum, jumlah alumni yang ditemui hanya sedikit jika dibandingkan pekerja sejenis di bidang karir yang diinginkan.

Adapun tingkat kematangan karir mahasiswa secara keseluruhan terdistribusi pada table 2.1, yang menunjukkan tiga tingkatan, yaitu 0% untuk tingkat atau kategori Rendah, 51% untuk tingkat atau kategori Sedang, dan 49% untuk tingkat atau kategori Tinggi. Hal ini berarti mahasiswa memiliki kemampuan untuk merencanakan, mengeksplorasi, memutuskan karir yang ingin dilakukan dan juga memiliki kemampuan mengumpulkan informasi seputar pekerjaan yang aka dilakukannya dengan baik. Meskipun dalam beberapa aspek tidak termasuk kategori yang Tinggi, namun mahasiswa dapat meningkatkannya seiring proses mereka dalam belajar dan mengembangkan potensinya di Universitas.

Tabel 2.1. Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa

Kategori Interval Frekuensi Persentase

Rendah ≤60,7 0 0%

Sedang 60,7 – 95,3 51 51%

Tinggi ≥ 95,3 49 49%

Jumlah 100 100%

DISKUSI

Data tingkat kematangan karier mahasiswa dapat dilihat pada tabel 2.1 Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui kematangan karier mahasiswa sebesar 51% adalah Sedang dan 49% Tinggi. Hasil penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Abi, 2019 yang menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa atau sejumlah 69% mahasiswa memiliki tingkat kematangan karier dalam kategori tinggi. Penelitian lain oleh Jatmika, 2015 tentang kematangan karir mahasiswa cenderung matang. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki pemikiran dan perencanaan mengenai karir yang ingin ditekuninya.

Kematangan karir dianggap sebagai kesiapan individu untuk menghadapi tugas-tugas perkembangan yang harus dihadapinya karena perkembangan biologis dan sosial serta harapan masyarakat terhadap individu yang telah mencapai tahap perkembangannya.

Kematangan karir mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki pemikiran dan perencanaan mengenai karir yang ingin ditekuninya (Jatmika, 2015). Aspek yang memperngaruhi kematangan karir antara lain, Perencanaan Karir, yaitu pemikiran yang dilakukan individu mengenai berbagai kegiatan dalam pencarian informasi untuk digunakan

(15)

dalam merencanakan langkah karir kedepannya. Eksplorasi Karir, kesediaan seseorang untuk menggunakan sumber daya dalam mencari informasi terkait karir. Informasi Dunia Kerja, mempunyai dua komponen dasar, yaitu seseorang telah memiliki pemahaman terkait tugas masa perkembangannya, ditandai dengan telah mengeksplorasi minat dan kemampuan mereka, kedua, seseorang memiliki pengetahuan tentang tugas tentang pekerjaan di suatu bidang karir tertentu. Terakhir, Pengambilan Keputusan merupakan kemampuan seseorang dalam menyatukan pengetahuan dan pemikirannya untuk membuat keputusan karir yang sesuai dengan dirinya (Johnny & Yanuvianti, 2019).

Pada penelitian ini, tingkat pematangan karir mahasiswa berada pada kategori rendah sebesar 0%, hal ini dikarenakan dari 4 (empat) aspek penelitian, subjek memenuhi kriteria masing masing aspek, sehingga tidak ada subjek yang sesuai dengan kategori ini. Kategori sedang sebesar 51% dan tinggi sebesar 49% hal ini dikarenakan jika dilihat dari aspek Perencanaan Karier, hasil penelitian yang mengemukakan bahwa mereka memiliki referensi-referensi ilmu, pengetahuan dan informasi potensial yang dapat mendukung rencana karirnya. Selain itu, besarnya minat akan menjadi nilai tambah mereka sehingga menjadikan mereka meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas di luar perkuliahan, seperti mengikuti organisasi, UKM, dan komunitas yang sesuai dengan pilihan karir mereka. Mahasiswa meyakini berbagai referensi dan keterampilan yang diasah dalam kegiatan tersebut sebagai hal yang dapat menunjang dan mengembangkan potensi mereka. Lalu dilihat juga dari aspek Keputusan Karier, mahasiswa telah mampu mengenali potensi dirinya dan dapat memutuskan karir yang akan mereka capai, sehingga mendukung perencanaan karir yang telah mereka miliki.Sehingga bisa dikatakan kematangan karir mahasiswa matang.

Namun, walaupun di kedua aspek tersebut memiliki kategori yang tinggi, mahasiswa, khususnya subjek penelitian hanya mencapai kategori sedang di aspek Eksplorasi Karir dan Informasi Dunia Kerja, hal ini dikarenakan dilihat dari jumlah pengetahuan mahasiswa terkait karir yang akan dicapai kurang, juga dipengaruhi dengan masih awalnya masa studi di perkuliahan menjadikan mahasiswa kurang memperluas cakupan pengumpulan informasi terkait dunia kerja dan pekerjaan yang sesuai dengan rencana karir mereka. Sehingga, kedua aspek tersebut belum mencapai kategori yang tinggi.

Kelemahan pada penelitian ini adalah instrumen penelitian yang digunakan tidak sesuai dengan subjek penelitian. Instrumen penelitian tersebut berisi pandangan seseorang mengenai pekerjaan dan karirnya secara lebih detail dan terperinci, sehingga lebih sesuai dengan mahasiswa yang berada di tingkat akhir pendidikan. Sedangkan, subjek penelitian merupakan mahasiswa yang berada di tingkat awal pendidikan, dan menjadikan ketidaksesuaian dengan kondisi psikologis dari subjek denga isi instrumen penelitian.

SIMPULAN DAN IMPLIKASI

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan dari 100 orang subjek penelitian ditemukan bahwa kematangan karir mahasiswa, khususnya mahasiswa semester 2 Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang memiliki tingkat yang cenderung sedang dengan persentase 51% dan tinggi dengan persentase 49%. Implikasi penelitian ini adalah agar mahasiswa tidak hanya bertugas melaksanakan kewajibannya, yaitu belajar, namun juga mempersiapkan langkah masa depannya selepas mengenyam bangku kuliah. Salahsatu langkah yang dapat dipersiapkan adalah merencanakan karir dengan matang, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak terprediksi di masa depan, akan memiliki tindakan yang tepat untuk

(16)

mengatasinya. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan bahan referensi untuk pihak perguruan tinggi, khususnya Universitas Muhammadiyah Malang agar dapat bersinergi dengan para mahasiswanya dalam merencanakan karir mereka. Bagi peneliti selanjutnya, yang memiliki ketertarikan untuk mengkaji lebih dalam mengenai kematangan karir dengan variabel lainnya, serta menggunakan instrumen penelitian atau subjek penelitian yang disesuaikan sehingga hasil penelitian menjadi lebih berkembang dan berkelanjutan.

REFERENSI

Abi, A. A. (2019). Tingkat kematangan karier mahasiswa (Studi deskriptif pada mahasiswa semester VII program studi bimbingan dan konseling universitas sanata dharma angkatan 2014). Skripsi. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Anggraini, K. S. (2012). Gambaran kematangan karir pada mahasiswa yang mengikuti unit kegiatan mahasiswa di universitas sumatera utara. Skripsi. Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara.

Susanti, Anita & Ria Asih Aryani Soemitro, H. S. (2018). Pencarian rumus perhitungan jumlah sampel minimal yang digunakan pada penelitian perilaku perjalanan terdahulu searching for minimum number of sample formula used in previous. Jurnal manajemen aset infrastruktur & fasilitas, 2, 53–64.

Azwar, S. (2012). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Badan Pusat Statistik. (2019). Penduduk berumur 15 tahun ke atas menurut golongan umur dan jenis kegiatan selama seminggu yang lalu, 2008 - 2018. Indonesia:Penulis

Harlow, A. J., & Bowman, S. L. (2016). Examining the career decision self-efficacy and career maturity of community college and first-generation students. Journal of Career Development, 43, 512–525.

Houle, J. L. W., Brewer, B. ., & Kluck, A. S. (2015). Developmental trends in athletic identity: A two-part petrospective study. Journal of Sport behavior, 33, 146–159.

Hurlock, E. B. (2006). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi keenam). Jakarta: Kencana Prenama Media Grup.

Jatmika, D. (2015). Gambaran kematangan karir pada mahasiswa tingkat akhir. Psibernetika, 8, 185–203.

Jawa, Y., & Nuraini, O. (2018). Pengaruh aktivitas organisasi dan prestasi akademik terhadap kesiapan kerja mahasiswa pendidikan ekonomi fkip untan. Skripsi. Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Johnny, J. O., & Yanuvianti, M. (2019). Studi deskriptif mengenai kematangan karir pada mahasiswa di universitas islam bandung. Prosiding psikologi, 5, 45–51.

Kawuryan, R., Al Musadieq, M., & Prasetya, A. (2017). The effect of career development services on student career maturity (A study on university student of Faculty of Adminstrative Science at Brawijaya University in Malang, East Java). Jurnal administrasi bisnis, 42, 162–170.

Lim, S. A., & You, S. (2019). Long-term effect of parents’ support on adolescents’ career maturity. Journal of Career Development, 46, 48–61.

(17)

Malik, L. R. (2015). Kematangan karir mahasiswa jurusan tarbiyah sekolah tinggi agama islam negeri (stain) samarinda. Fenomena, 7, 109–128.

Malik, U. (2017). A study of career maturity among secondary school students in relation to their emotional maturity. Shikshan anveshika, 7, 76–81.

Park, C. J., Rottinghaus, P. J., Wang, Z., Zhang, T., Falk, N. A., & Ko, S. J. (2019).

Measurement invariance of the career futures inventory–revised across general and client samples. Journal of Career Assessment, 27, 711–725.

Psikologi, F. (2019). Pengumuman kelulusan pesmaba 2019. Malang:Penulis.

Rottinghaus, P. J., Eshelman, A., Gore, J. S., Keller, K. J., Schneider, M., & Harris, K.

(2017). Measuring change in career counseling: validation of the career futures inventory-revised. International journal for Educational and vocational guidance, 17, 61–75.

Santrock, J. W. (2011). Life span development, perkembangan masa hidup edisi ketigabelas jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung: Alfabeta.

Super, D. . (1955). The dimensions and measurement of vocational maturity. Teacher college record, 57, 151–163.

Super, D. . (1983). Assessment in career guidance: toward truly developmental counseling.

Personnel and guidance journal, 61, 555–562.

Super, D. . (1990). A life-span, life-space to career development. In D. Brown & L. Brooks (Ed.), career choice and development: Applying contemporary theories to practice (2nd ed., pp. 197–261). San Fransisco: Jossey-Bass.

Syamsuddin, A, & Damaianti, V. S. (2011). Metode penelitian pendidikan bahasa. Bandung:

PT Remaja Rosdakarya.

UU Republik Indonesia tentang Pendidikan Nasional. (2003). No. UU nomor 20 tahun 2003.

Indonesia:Penulis.

Widyatama, T., & Aslamawati, Y. (2015). Study deskriptif mengenai kematangan karir pada mahasiswa tingkat akhir fakultas psikologi unisba. Prosiding psikologi, 2, 580–587.

(18)

LABORATORIUM FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144 Telp. 0341-464318

SURAT KETERANGAN

No: E.6.a/293/Lab-Psi/UMM/IX/2020 Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang bertanda tangan dibawah ini Tim Divisi Psikometri Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, menerangkan dengan sesungguhnya bahwa mahasiswa tersebut dibawah ini:

Nama : Kamila Susilo Indriyani NIM : 201410230311283 Dosen Pembimbing : 1) Ni'matuzahro, M.Si 2) Zainul Anwar, M.Psi Yang bersangkutan telah melakukan :

1. Cek Plagiasi

Hasil: Lulus/Perbaikan

Dengan keterangan sebagai berikut:

No Judul Skripsi Batas

Maksimal

Hasil

1 Kematangan Karir pada Mahasiswa 25% 9%

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

2020 Malang, 18 September Petugas Cek

Abdurosid Nur Ali

(19)

LABORATORIUM FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144 Telp. 0341-464318

SURAT KETERANGAN

No: E.6.a/289/Lab-Psi/UMM/IX/2020 Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang bertanda tangan dibawah ini Tim Divisi Psikometri Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, menerangkan dengan sesungguhnya bahwa mahasiswa tersebut dibawah ini:

Nama : Kamila Susilo Indriyani NIM : 201410230311283 Dosen Pembimbing : 1) Ni'matuzahro, M.Si 2) Zainul Anwar, M.Psi Yang bersangkutan telah melakukan :

1. Verifikasi Analisa Data. Dengan hasil: Lulus/Perbaikan

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Malang, 11 September 2020 Petugas Cek

Navy Tri Indah Sari

(20)

Lampiran 1. Input Data Subjek Item

/Subjek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Jumlah 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 128 2 4 4 5 4 4 4 2 4 3 2 2 2 4 2 2 4 2 4 3 4 4 5 4 4 4 4 90 3 2 2 3 4 4 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 82 4 4 3 3 4 2 3 4 1 3 4 2 3 4 5 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 86 5 5 2 4 4 4 5 2 2 4 3 4 3 4 4 2 3 4 5 4 2 4 5 4 4 4 3 94 6 4 4 5 5 5 5 4 3 3 4 3 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 118 7 3 4 4 5 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 2 3 4 1 2 1 2 4 85 8 2 2 4 4 3 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4 76 9 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 5 3 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 100 10 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 103 11 3 4 3 2 4 4 3 4 4 5 4 5 4 3 2 4 4 5 4 3 4 4 5 4 4 4 99 12 3 3 5 3 4 5 4 2 5 4 2 5 3 5 4 5 5 4 4 3 4 5 5 5 4 4 105 13 3 5 4 4 4 5 3 3 4 4 4 4 5 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 102 14 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 3 3 3 5 4 5 4 101 15 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 5 3 4 4 4 4 4 5 93 16 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 2 4 4 4 3 4 4 90 17 3 4 5 5 5 5 3 4 3 4 5 4 3 4 3 5 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 102 18 3 4 4 5 5 5 3 4 3 4 4 4 5 5 4 5 5 3 4 3 4 4 4 3 4 4 105 19 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 93 20 3 3 4 4 4 4 2 3 3 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 3 3 5 5 4 4 4 95 21 3 2 4 4 4 4 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 2 3 86 22 3 4 4 4 4 4 4 2 3 3 2 3 4 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 91 23 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 5 4 3 5 98 24 3 3 4 3 5 4 2 2 3 4 4 4 4 4 3 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 104

(21)

14 25 4 4 4 4 3 5 4 2 5 4 4 4 4 5 4 4 4 2 3 4 2 2 4 5 5 5 100 26 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 84 27 2 3 4 4 3 5 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 5 3 4 5 3 4 4 3 3 94 28 5 3 4 5 4 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 5 106 29 3 2 4 3 3 4 2 2 3 2 2 3 3 4 4 3 4 5 5 4 5 4 4 5 4 5 92 30 3 4 4 3 5 5 3 2 3 3 4 4 5 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 93 31 3 1 3 4 3 4 2 3 3 3 2 3 4 3 2 5 3 3 2 2 3 2 3 3 4 3 76 32 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 3 4 5 5 5 5 5 5 5 112 33 3 4 4 5 2 4 2 2 4 4 3 4 4 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 87 34 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 2 5 4 5 5 3 2 4 4 3 3 4 4 5 98 35 2 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 5 5 5 3 3 5 5 5 4 84 36 2 3 4 4 4 4 3 2 3 3 3 3 4 3 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 91 37 3 2 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 92 38 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 97 39 3 3 5 4 4 4 3 2 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 84 40 4 1 4 2 5 5 5 3 4 5 3 4 1 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 99 41 1 3 3 4 5 3 2 2 2 3 3 3 4 3 3 4 4 5 5 3 4 4 5 4 4 5 91 42 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 104 43 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 94 44 4 2 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 3 3 4 4 4 3 4 4 4 83 45 3 4 4 4 3 5 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 95 46 4 3 5 5 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 99 47 3 3 4 5 4 5 3 3 4 4 3 4 5 5 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 97 48 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 5 4 2 4 95 49 3 4 5 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 99 50 3 4 4 4 3 5 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 95 51 2 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 97

(22)

52 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 4 3 2 3 4 3 2 5 3 4 3 3 4 4 4 4 85 53 3 4 4 4 3 4 2 4 4 3 3 2 3 4 2 3 2 3 4 5 5 3 4 4 5 4 91 54 3 4 4 5 4 5 4 4 4 3 3 4 3 5 5 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 5 99 55 3 4 3 2 3 2 2 4 3 3 3 2 3 2 2 5 5 4 4 3 4 5 4 4 3 4 86 56 3 5 4 4 4 4 3 3 3 4 4 5 4 4 3 3 3 3 4 3 5 4 4 4 4 5 99 57 4 5 5 5 4 5 3 5 4 2 5 4 5 3 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 110 58 3 5 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 85 59 2 4 3 3 3 3 5 1 5 5 1 5 5 5 1 5 3 4 4 2 4 4 4 4 3 3 91 60 3 3 4 4 5 4 3 3 2 3 4 3 2 3 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 95 61 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 103 62 3 5 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 5 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 99 63 3 3 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 1 5 4 4 4 114 64 4 3 4 4 4 5 3 3 4 4 3 4 4 5 3 4 4 3 3 2 4 4 2 3 3 3 92 65 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 102 66 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 2 3 2 4 4 4 4 4 4 4 3 5 86 67 3 1 4 3 4 4 4 3 5 4 4 4 5 4 3 4 3 4 2 2 2 4 4 4 4 4 92 68 3 4 5 4 5 5 4 5 3 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 107 69 3 3 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 94 70 4 4 3 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 5 4 3 3 3 94 71 3 3 5 4 4 5 3 2 4 3 4 5 4 5 4 5 4 3 4 3 4 2 2 2 2 3 92 72 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 96 73 3 3 3 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 5 96 74 3 4 4 5 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 96 75 4 3 5 5 5 5 4 5 3 3 4 5 5 5 4 5 4 3 3 2 2 2 2 2 3 4 97 76 3 2 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 3 2 3 2 4 2 3 3 3 2 3 3 4 80 77 4 3 4 5 3 4 3 4 3 3 4 4 5 3 3 4 3 5 3 4 2 3 4 4 3 3 93 78 5 3 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 3 2 2 3 3 3 108

Gambar

Tabel 1.1 Norma Skoring Skala Kematangan Karir
Gambar 1.1. Diagram Batang Aspek Kematangan Karir
Tabel 2.1. Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karir ditinjau dari kecerdasan emosi pada mahasiswa

emosi sebagian besar subjek termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 22 subjek (22%), kategori sangat tinggi sebanyak 66 orang (66%) dan mereka juga memiliki tingkat

Mahasiswa laki-laki kategori kemampuan tinggi memiliki rataan persentase adversity quotient sebesar 92% sehingga tergolong sangat tinggi, Mahasiswa laki-laki kategori

Distribusi respon terbanyak pada aspek ini berada pada kategori Tinggi (Tabel 4), dimana mayoritas subjek dalam penelitian ini memiliki harapan yang tinggi terhadap munculnya

Dengan demikian, internal locus of control merupakan salah satu faktor yang dapat membantu dan mempengaruhi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkembangan

Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, menyatakan sebesar 183 subjek berada pada kategori tinggi dengan prosentase 52,6% dan 165 subjek berada

Berdasarkan hasil yang diperoleh, bahwa hanya aspek proses evolusi yang memiliki kategori tinggi, atau tingkat penerimaannya tinggi dibandingkan dengan aspek-

Aspek rasional dengan 59 orang 53,15%, sedangkan 52 subjek sisanya tersebar pada kategori tinggi dan sedang, serta tidak ada subjek pada kategori rendah dan sangat rendah Pembahasan