GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN
P E R A T U R A N G U B E R N U R K A L I M A N T A N S E L A T A N N O M O R 0 1 3 T A H U N 2 0 0 9 T E N T A N G T A T A C A R A P E N G A J U A N D A N P E L A K S A N A A N P E N G G E S E R A N A N G G A R A N P A D A S A T U A N K E R J A P E R A N G K A T D A E R A H L I N G K U P P E M E R I N T A H P R O V I N S I K A L I M A N T A N S E L A T A N D E N G A N R A H M A T T U H A N Y A N G M A H A E S A G U B E R N U R K A L I M A N T A N S E L A T A N ,Menimbang ; a. bahwa dalam rangka tertib administrasi dan tertib pelaksanaan penggeseran Anggran pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Rencana Kerja d s n Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dipandang perlu untuk mengatur tentang tata cara pengajuan dan pelaksanaan penggeseran anggaran xlimaksud ; b. bahwa berdasarkan pertirnbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,
perlu menetapkan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan ;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 Jo. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 10 T a h u n
1957 antara lain mengenai Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1106) ; 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) ;
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355) ;
4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389) ; 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan
dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400) ;
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pernerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 T a h u n 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 T a h u n 2004 tentang Pernerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ;
7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pernerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438) ;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pernerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4574) ;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara R.epublik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578) ;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pernerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593) ;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4614) ;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pernerintahan Antara Pemerintah, Pernerintahan Daerah Provinsi dan Pernerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737) ;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738) ;
14. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan ; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah ;
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah ;
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah ;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2006 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah ;
19. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 13 T a h u n 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2007 Nomor 13) ;
20. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 5 Tahun 2008 tentang Urusan Pernerintahan yang Menjadi Kevvenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 5) ;
21. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 6) ;
M E M U T U S K A N :
Menetapkan PERATURAN GUBERNUR TENTANG TATA CARA P E N G A J U A N DAN PELAKSANAAN PENGGESERAN A N G G A R A N PADA S A T U A N KERJA PERANGKAT DAERAH LINGKUP P E M E R I N T A H P R O V I N S I KALIMANTAN SELATAN
BAB I
KETENTUAN U M U M
PENGERTIAN Pasa! 1 Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai daerah otonorn.
2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah lainnya sebagai penyelenggara ' pernerintahan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
3. Gubernur adalah Gubernur Kalimantan Selatan.
4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Seiatan.
5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
6. Kepala Bappeda adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
7. Kepala Dipenda
adatah Kepala
OinasPendapatan
Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.8. Kepala Biro adalah Kepala Biro Keuangan Sekretaiat Daerah Provinsi Kalimantan Seiatan.
9. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnya disingkat A P 8 D adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang dibahas dan setujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD, dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
10. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yaang selanjutnya disingkat dengan T A P D adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas dan menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah, PPKD dan pejabat lainnya sesuai dengan kebutuhan.
11. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah, yang selanjutnya disingkat PPKD (Kepala Biro Keuangan) adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah.
12. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengquna anggaran/'barang.
13. Pengguna Anggaran. yang selanjutnya disingkat PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya. 14. Kuasa Pengguna Anggaran,. yang selanjutnya disingkat (KPA) adalah pejabat yang diberi kuasa
untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD.
15. Pejabat Peiaksana Teknis Kegiatan, selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya.
16. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD.
17. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personal (sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan {input) untuk menghasilkan keluaran {output) dalam bentuk barang/jasa .
18. Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat DPA-SKPD merupakan dokumen yang memuat pendapatan dan belanja setiap SKPD yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan oleh pengguna anggaran.
19. Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat DPPA-SKPD adalah dokumen yang memuat perubahan pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan perubahan anggaran oleh pengguna anggaran.
20. Laporan Realisasi Pelaksanaan APBD.
BAB II
PENGAJUAN PENGGESERAN A N G G A R A N
Bagian Kesatu
Persyaratan Penggeseran Anggaran
Pasa! 2
(1) Penggeseran anggaran dapat dilakukan antara unit organisasi, antar kegiatan, antar belanja, antar obyek belanja dalam jenis belanja serta antar rincian obyek belanja.
(2) Penggeseran anggaran tidak dilakukan terhadap belanja dan atau pengeluaran pembiayaan yang sudah direalisasikan.
Pasal 3
(1) Penggeseran anggaran antara unit organisasi, antar kegiatan, antar jenis belanja dan antar obyek belanja serta antar rincian objek belanja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), diformulasikan dalam DPPA SKPD.
(2) Penggeseran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja dilakukan dengan cars mengubah peraturan daerah tentang APBD.
(3) Penggeseran anggaran antar objek belanja dalam jenis belanja berkenaan dilakukan atas persetujuan Sekretaris Daerah.
(4) Penggeseran antar rincian objek belanja dalam objek belanja berkenaan dilakukan atas persetujuan PPKD.
P a s a l 4
(1) Perubahan uraian beianja dalam rincian objek belanja bsrkenaan dilakukan oleh kepala SKPD/Pengguna anggaran bersangkutan.
(2) SKPD/Pengguna Anggaran yang melakukan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan perubahan tersebut kepada PPKD.
Bagian kedua
Tata Cara Penggeseran Anggaran P a s a l 5
(1) Setiap pengajuan penggeseran anggaran oleh SKPD/pengguna anggaran diformulasikan dalam DPPA-SKPD yang menggambarkan kondisi sebelum penggeseran dan kondisi seteiah penggeseran anggaran serta selisih dari hasil pengeseran kode rekening yang digeser.
(2) DPPA-SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani oleh Kepala SKPD/Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, dan diusulkan kepada Sekretaris Daerah C.q Kepala Biro., dengan tembusan Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Pendapatan,
(3) Usui penggeseran dan surat pengantar yang telah ditandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada Tata Usaha Biro Keuangan.
Bab III
PROSES PENGGESERAN ANGGARAN Pasal 6
(1) Usui penggeseran yang telah disampaikan Ke Biro Keuangan, dicatat oleh Tata Usaha Biro Keuangan dan diteruskan kepada Kepala Biro Keuangan untuk diberikan disposisi.
(2) Berkas usul penggeseran anggaran yang telah didisposisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), disampaikan ke bagian anggaran Biro Keuangan untuk ditindaklanjuti.
(3) Tindak lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa penyiapan bahan-bahan yang diperiukan dalam pembahasan penggeseran anggaran.
(4) Pembahasan penggeseran anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dengan melibatkan tim peneliti/asistensi.
P a s a l 7
(1) Tim peneliti/asistensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4) terdiri dari unsur PPKD/Biro keuangan, Bappeda dan Dinas pendapatan.
(2) Dalam melakukan tugasnya, Tim - Peneliti/Asistensi sebagai dimaksud pada ayat (1) h a m s memperhatikan kesesuaian program-program kegiatan berdasarkan tugas pokok-pokok tugas SKPD bersangkutan.
(3) Tim peneliti/asistensi dimaksud pada ayat (1) personilnya diambil dari T A P D Provinsi Kalimantan Selatan,
Pasal S
(1) Dokumen usul penggeseran anggaran DPA-SKPD yang telah diteliti/diasistensi, selanjutnya difaraf oleh pejabatyang bertanggung jawab terhadap pengusulan penggeseran DPA-SKPD. (2) Untuk menghindari ketidaksesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan, maka pada saat
asistensi agar pejabat yang mengikuti asistensi adalah mereka yang bertanqgungjawab terhadap penyusunan program dan pertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan/PPTK kegiatan berkenaan.
(3) Dokumen usul penggeseran anggota yang telah disetujui Tim peneliti/asistensi dan diberi paraf sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaporkan kepada Kepala Biro untuk selanjutnya dibuat Mota Dinas kepada Sekretaris Daerah seiaku Koordinator Pengelolaan Keuangan Daerah guna mendapat persetujuan.
(4) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku untuk penggeseran antar objek belanja dalam jenis belanja berkenaan.
(5) Untuk penggeseran antar rincian obyek belanja dalam objek belanja berkenaan, persetujuan diberikan Kepala Biro Keuangan dan dilaporkan kepada Sekretaris Daerah.
BAB IV
PELAKSANAAN A N G G A R A N HASIL PENGGESERAN ANGGARAN
Pasal 9
Seluruh penggeseran anggaran dianggarkan pada Perubahan AP3D Tahun Anggaran berkenaan dan/atau dilaporkan dalam laporan reaiisasi APBD Tahun Anggaran berkenaan.
Pasai 10
Hasil penggeseran anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 4 dapat dilaksanakan pencairan dananya apabila telah diterbitkan DPPA-SKPD kegiatan berkenaan.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP Pasal 11
Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Diundangkan di Banjarmasin