• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Pemanfaatan internet saat ini kian beragam dan meluas. Tidak hanya untuk sekedar mencari informasi, internet kini juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi dan juga dapat membantu dalam melakukan kegiatan pemasaran. Jenu Widjaja Tandjung (dalam Muttaqin, 2011:104) menyatakan bahwa pemasaran dan pelayanan prima tidak dapat dipisahkan, dan kedua hal tersebut saat ini dapat diakomodir oleh internet. Tandjung juga menambahkan pengguna internet semakin meningkat dari tahun ke tahun, khususnya kalangan anak muda, dan kondisi seperti ini harus diimbangi oleh pemasar dengan membuat website 2.0, dimana pelanggan dapat memperoleh informasi dan melakukan komunikasi dengan lebih cepat dan murah.

Penggunaan internet yang cukup tinggi di kalangan remaja dan usia muda ini dibuktikan dengan hasil riset yang dilakukan oleh Marketeers bersama dengan lembaga riset Markplus Insight melaksanakan Markplus Insight Netizen Survey pada tahun 2012 yang menyebutkan bahwa dari total 61 juta pengguna internet di Indonesia, sebagian besar penggunanya adalah usia 15-22 tahun yaitu sebesar 42,4%, dan disusul oleh rentang usia 22-30 tahun sebesar 26,3% (Indonesia Internet Users 2012 Report, themarketeers.com diakses pada 16 Januari 2014).

Laporan riset terbaru pada tahun 2013 menemukan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia kian berkembang secara signifikan dan tumbuh hingga 22%

menjadi 74,57 juta pengguna. Hampir dari separuh netizen di Indonesia tersebut merupakan kalangan muda berusia dibawah 30 tahun, sedangkan netizen yang berusia diatas 45 tahun hanya berkisar 16%. (MarkPlus Insight: Pengguna Internet Indonesia 74 Juta di Tahun 2013, the-marketeers.com diakses pada 10 April 2014). Prediksi jumlah pengguna Internet di Indonesia lainnya disampaikan oleh APJII atau Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2013 berjumlah hingga 82 juta

(2)

pengguna, dan akan terus berkembang hingga mencapai jumlah sekitar 139 juta pengguna pada tahun 2015 seperti yang bisa dilihat pada gambar berikut :

Gambar 1.1

Pengguna Internet di Indonesia

Sumber : www.apjii.or.id (diakses pada 18 Desember 2013)

Kesimpulan yang dapat diambil dari data-data tersebut adalah bahwa saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia tumbuh kian tinggi tiap tahunnya, mulai tahun 2012 hingga tahun 2015 pengguna internet berkembang secara signifikan menjadikan internet sebagai salah satu teknologi yang cukup tinggi peminatnya di Indonesia.

Social Networking Sites (SNS) atau situs jejaring sosial telah berkontribusi banyak dalam meningkatkan jumlah kontak antara pengguna yang berbagi ketertarikan yang sama ataupun dalam pembentukan komunitas online dan jaringan sosial digital. Aplikasi yang ditawarkan dalam SNS telah menarik hingga ratusan juta pengguna yang berkembang dengan pesat dan menjadikan SNS sebagai aktifitas internet paling terkenal dan paling cepat berkembang. Kwon dan Wen (dalam Romero, Constantinides, dan Alacron-del-amo, 2011:171) memberikan definisi atas Social Networking Sites (SNS) sebagai situs yang dapat memungkinkan penggunanya untuk membangun hubungan secara online antar orang, dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi yang berguna dan membagikannya kembali kepada orang-orang lainnya. Juga, pengguna dapat

(3)

membentuk kelompok yang memungkinkan mereka dapat berinteraksi antar sesamanya yang memiliki ketertarikan akan hal yang sama.

Asia-pasifik merupakan wilayah yang memiliki jumlah pengguna SNS terbesar di dunia, dimana Indonesia termasuk dalam salah satu negara di tersebut dan memiliki jumlah pengguna SNS sebesar 67,2 juta pengguna pada tahun 2013.

Indonesia menempati urutan ketiga pengguna terbesar, menyusul setelah Cina sebesar 366,2 juta dan India sebesar 127,5 juta. Pada tahun 2014, jumlah pengguna SNS di Indonesia diprediksikan berjumlah 79,3 juta pengguna, dan diproyeksikan terus meningkat sampai dengan tahun 2017 hingga mencapai 109,9 juta pengguna. Rincian jumlah pengguna SNS dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel 1.1

Pengguna Jejaring Sosial, di Asia-Pasifik tahun 2011-2017

Sumber: www.emarketer.com (diakses Januari 2014)

Pertumbuhan pengguna dari situs jejaring sosial ini semakin berkembang seiring dengan beberapa hal yang dapat dilakukan dalam situs tersebut, fungsi atau karakteristik penggunaan Social Networking Sites (SNS) dijelaskan oleh Hsiao, Li, dan Wang yang dikutip dalam jurnal Social network loyalty : evaluating the role of attitude, perceived risk and satisfaction sebagai berikut :

Social networking sites allow people with common interest to create their communities online. The essentials features of social networking sites include blogging (users can upload materials and other can post their feedback), grouping (users can join people with common interest), networking (users can add or delete friends at any time), and instant messaging (users can send instant messages to their friends), thereby enchancing social interaction. (Perez, Mafe dan Blas, 2012:61-62)

(4)

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa social media membebaskan penggunanya yang memiliki ketertarikan akan suatu hal yang sama untuk membuat suatu komunitas online. Sedangkan fitur-fitur penting yang dimiliki oleh situs jejaring sosial adalah antara lain blogging (pengguna dapat mengunggah materi, dan pengguna lain dapat memberikan komentar), berkelompok atau grouping (pengguna dapat bergabung dengan orang yang memiliki ketertarikan akan suatu hal yang sama), menjalin hubungan atau networking (pengguna dapat menambah atau mengurangi teman sesuai dengan keinginan), dan pesan instan atau instant messenger (pengguna dapat berinteraksi dan bertukar pesan dengan teman), dimana semua hal-hal tersebut dapat mempererat interaksi sosial.

Jejaring sosial (social network) adalah situs yang mejadi tempat orang- orang berkomunikasi dengan teman-teman mereka, yang mereka kenal baik di dunia nyata dan dunia maya (Zarella, 2011:51). Dan Zarella dalam bukunya yang berjudul Social Marketing Book menjelaskan social media memiliki beberapa bentuk. Bentuk-bentuk social media yang terkenal antara lain blog, microblog (Twitter), jejaring social (Facebook, LinkedIn), situs media-sharing (YouTube, Flickr), situs social bookmark dan situs voting (Digg, Reddit), situs review (Yelp), forum, dan dunia virtual (Second Life) (Zarella, 2011:3).

Salah satu social media yang memiliki cukup banyak pengguna adalah Facebook. Facebook sendiri memiliki beberapa fitur-fitur yang bisa dimanfaatkan oleh penggunanya, antara lain : kemampuan untuk mengunggah foto atau video, berbagi informasi atau link, mengirim pesan melalui dinding, dan fitur chat (Zimmerman, 2012:243). Berdasarkan penjelasan tersebut, Facebook merupakan salah satu sarana dimana para penggunanya dapat berbagi informasi, berkumpul, dan berkomunikasi dengan teman, kerabat, atau dengan mereka yang memiliki kertertarikan yang sama. Dimana para penggunanya dapat mengakses, dan berinteraksi dengan sesamanya, mengirim pesan dan feedback satu sama lain.

(5)

Tabel 1.2

Daftar Situs Jejaring Sosial (Social Networking Sites) Paling Populer Versi ebizmba.com

Nama Social Networking Sites

Jumlah Pengunjung tiap Bulan

1. Facebook 900.000.000

2. Twitter 310.000.000

3. LinkedIn 250.000.000

4. Pinterest 150.000.000

5. Google Plus+ 120.000.000

6. Tumblr 110.000.000

7. Instagram 85.000.000

8. VK 80.000.000

9. Flickr 65.000.000

10. MySpace 40.000.000

Sumber : http://www.ebizmba.com/articles/social-networking-sites (diakses pada Januari 2014)

Berdasarkan survei yang dilakukan dalam situs ebizmba.com pada tabel di atas menunjukkan bahwa Facebook menduduki posisi teratas dari 15 situs jejaring sosial paling terkenal di dunia dengan jumlah pengunjung tiap bulan berjumlah hinga 900 juta. Kemudian disusul oleh microblog Twitter sebesar 310 juta dan selanjutnya adalah LinkedIn sebesar 250 juta. Indonesia sendiri merupakan salah satu dari negara dengan pengguna aktif Facebook terbanyak. Dalam riset yang dilakukan oleh wearesocial.sg per bulan Maret 2013 dikemukakan bahwa pengguna aktif social network Facebook di Indonesia mencapai jumlah 48 juta.

Hal itu berada jauh diatas negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia yang berjumlah 13 juta, Thailand yang berjumlah 18 juta, dan Filipina yang berjumlah 30 juta. Seperti yang dapat dilihat ada gambar berikut :

(6)

Gambar 1.2

Pengguna Jejaring Sosial Aktif per Maret 2013

Sumber : http://www.wearesocial.sg/blog/2013/03/state-social-asia-march-2013/

(diakses pada Januari 2014)

Demografi usia pengguna Facebook di Indonesia seperti dikutip dari artikel merdeka.com yang menampilkan analisis dari sebuah situs yang bernama SocialBakers, menjelaskan bahwa pengguna Facebook di Indonesia didominasi oleh mereka-mereka yang berusia antara 18-24 tahun di posisi pertama dan 25-34 tahun di urutan kedua. Sedangkan dari jenis kelaminnya, pengguna Facebook di Indonesia didominasi oleh pria dengan presentase sebesar 59% dan sisanya adalah wanita (http://www.merdeka.com/teknologi/data-terkini-pengguna-facebook-di- indonesia.html, diakses pada 10 April 2014).

Penelitian pada bidang Social Networking Sites (SNS) ini memiliki manfaat yaitu dapat memberikan pandangan baru kepada perusahaan tentang cara berhubungan dan berkomunkasi dengan konsumen serta mendapatkan masukan, juga mengidentifikasi cara-cara yang dapat digunakan melalui SNS sebagai saluran informasi dan komunikasi kepada target pasar. Beberapa kegunaan yang dapat diterima perusahaan antara lain seperti yang dijelaskan oleh Kozinets (Perez, Mafe dan Blas, 2012:62) bahwa manfaat dari SNS tidak hanya dirasakan oleh partisipan saja tapi juga perusahaan, melalui setiap komentar yang ditinggalkan dalam sites, dapat diketahui mengenai selera (tastes), keinginan (desire) dan kebutuhan (needs) para pengguna dalam hal manfaat, perilaku

(7)

konsumsi dan tingkat kepuasan/ketidakpuasan dengan produk dan jasa yang dibeli atau digunakan.

Saat ini, konsumen dunia mulai mengenal istilah socially-concious consumer. Perusahaan kini mulai memperhatikan fungsi dari sosial dan lingkungan sebagai salah satu motivasi mereka untuk membangun merek dan meraih keuntungan. Socially-conscious consumer adalah konsumen yang bersedia membayar lebih atas produk yang perusahaannya telah membuat perubahan yang lebih baik terhadap lingkungan. Nielsen Global Research melakukan sebuah riset konsumen dan menemukan bahwa saat ini sebanyak 63% dari konsumen muda (dibawah usia 40 tahun) memiliki kepedulian khusus terhadap lingkungan, dan sebesar 66% berpendapat bahwa kini perusahaan harus bersifat ramah lingkungan. Mereka adalah orang-orang yang bersedia untuk membayar lebih atas produk yang peduli serta ramah lingkungan. (Nielsen Global Social Responsibility Report-Maret 2012).

Gambar 1.3

Global Socially-Concious Cunsomer

Sumber : Nielsen Global Social Responsibility Report (Maret 2012)

The Body Shop merupakan perusahaan kosmetik yang memiliki perhatian khusus terhadap lingkungan, tidak hanya melalui produknya saja, namun juga menerapkannya dalam bisnis dan lingkungan perusahaannya (The Body Shop Value Report 2011). Pada bulan Maret tahun 2006, The Body Shop secara resmi

(8)

dibeli oleh L’Oreal yang menjadikannya sebagai salah satu bagian dari L’Oreal Group. Kemudian berdasarkan yang dilansir oleh Vemale.com L’Oreal Group merupakan merek kosmetik terbaik nomor satu di Indonesia (http://www.vemale.com/body-and-mind/cantik/35309-10-brand-kosmetik-terbaik -tahun-2013.html, diakses pada 10 April 2014). Sedangkan The Body Shop sendiri merupakan salah satu dari 50 Best Global Brands Cosmetics 2013 yang saat ini berada di urutan ke 35 dunia (http://brandirectory.com/

league_tables/table/cosmetics-50-2013 diakses pada 27 Februari 2014).

Tabel 1.3 Gambar 1.4

Daftar 10 Merek Kosmetik Terbaik Posisi The Body Shop dalam 50 Di Indonesia Tahun 2013 Merek Kosmetik Terbaik Dunia

Sumber : vemale.com (diakses pada Sumber : brandirectory.com

10 April 2014) diakses pada 27 Februari 2014)

Diantara merek-merek produk kecantikan lainnya, The Body Shop merupakan salah satu yang memiliki diferensiasi yang kuat. Salah satunya adalah konsep bisnis yang diintegrasikan dengan aktivitas sosial seperti yang sudah ditanamkan oleh pendirinya, Anita Roddick. Ada tiga gerakan yang diusung oleh The Body Shop yakni look good, feel good, dan do good yang kemudian diterjemahkan kedalam sebuah konsep baru sebagai upaya untuk memperkuat merek. Konsep tersebut terdiri dari empat langkah antara lain customer service yang kuat, membangun storytelling yang kuat, membangun partisipasi pelanggan 1. L’Oreal Group

2. Etude 3. Revlon 4. Avon 5. Covergirl 6. Oriflame 7. Urban Decay

8. Maybeline New York 9. MAC

10. Clinique

(9)

dalam gerakan perubahan yang positif di masyarakat, dan yang terakhir adalah memanfaatkan media-media komunikasi baru seperti media sosial untuk membangun pemasaran digital (http://www.the-marketeers.com/archives/langkah- the-body-shop-indonesia-perkuat-merek.html, diakses pada 10 April 2014).

Dalam menjalin hubungannya kepada pelanggan,The Body Shop Indonesia menggunakan layanan Facebook fanpage sebagai salah satu sarana interaksi dan promosi kepada pelanggan. The Body Shop Indonesia adalah halaman Facebook fanpage resmi yang dimiliki oleh The Body Shop Indonesia. Informasi yang diberikan dalam fanpage ini adalah berkisar tentang promosi produk, informasi produk dan tanya jawab konsumen.

Gambar 1.5

Facebook fanpage The Body Shop Indonesia

Sumber : http://www.Facebook.com/TheBodyShopIndonesia (diakses pada 16 januari 2014)

Sesuai dengan slogan yang ditulis dalam halaman utama Facebook fanpage The Body Shop Indonesia, yaitu “We believe true beauty comes from the heart.

For us, beauty is much more than a pretty face. It’s about feeling good, and doing good, too.” The Body Shop menekankan pesan bahwa kecantikan akan terpancar dengan sikap yang baik, antara lain dengan memberikan perhatian yang lebih kepada isu sosial dan lingkungan. Salah satu kampanye sosial yang dilakukan oleh The Body Shop adalah Stop Sex Trafficking of Children and Young People.

Kampanye ini merupakan salah satu kampanye terbesar dan bersejarah yang pernah dilakukan oleh The Body Shop. Dalam melaksanakan kampanye tersebut,

(10)

salah satu media yang digunakan oleh The Body Shop adalah melalui social media. Social media digunakan untuk membuat dan mengaktivasi ide-ide disekitar social media tersebut, membentuk kampanye viral, media digital, interaksi aktif dengan selebriti dan bintang lainnya, serta beragam jenis aktifitas PR lainnya yang pada akhirnya membantu kampanye ini berhasil dan membuat kampanye ini sebagai yang terbesar dalam 36 tahun sejarah The Body Shop. (300-million The Body Shop)

The Body Shop memiliki tiga lini produk yaitu body care, make up dan fragrance. Target konsumen The Body Shop sendiri berada di kisaran kelas B+

dan A, dimana saat ini telah terjadi peningkatan konsumen di Indonesia.

(http://beritasore.com/2013/11/28/the-body-shop-buka-toko-ke-100/ diakses pada 16 Januari 2014). Di Indonesia sendiri, konsumen loyal The Body Shop rata-rata berusia antara 25-35 tahun. Namun dalam beberapa tahun terakhir, tren konsumen ini bergeser. Kini kaum remaja juga mulai menggunakan produk The Body Shop.

Saat ini, usia konsumen The Body Shop meluas dari 15-35 tahun (http://swa.co.id/business-strategy/tren-konsumen-the-body-shop-di-indonesia- bergeser diakses pada 16 Januari 2014).

Menurut pengamatan peneliti, berdasarkan beberapa data yang telah dipaparkan sebelumnya yaitu mengenai tingginya penggunaan internet di Indonesia serta meningkatnya konsumen The Body Shop Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa penelitian ini dilakukan. Beberapa manfaat mengenai penelitian tentang Social Networking Sites juga telah dibahas yaitu untuk memberikan pandangan baru kepada perusahaan tentang cara berinteraksi dengan konsumen. Selain itu, terdapat keterkaitan antara kriteria usia konsumen The Body Shop dengan pengguna Internet, khususnya social media Facebook di Indonesia. Ditambah lagi pengguna Sosial Networking Sites di Indonesia pun cukup tinggi, dengan presentasi tertinggi yang digunakan jenisnya adalah Facebook. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait dengan konsumen The Body Shop Indonesia dan penggunaan Social Networking Sites (SNS) Facebook. Dalam hal ini khususnya adalah anggota dari Facebook fanpage The Body Shop Indonesia.

(11)

Dijelaskan dalam jurnal Social Network Loyalty : evaluating role of attitude, perceived risk, and satisfaction (Perez, Mafe, & Blaz, 2012) bahwa variabel kunci yang memiliki pengaruh besar terhadap loyalitas penggunaan social networking sites adalah faktor sikap dan kepuasan pengguna. Sikap dalam penelitian ini diartikan sebagai evaluasi positif atau negatif yang diberikan kepada suatu objek atau perilaku. Kemudian kepuasan yang dimaksud didefinisikan sebagai evaluasi seseorang atas perbedaan antara harapan sebelumnya dan aktualisasi atau hasil akhir yang dirasakan (Oliver, 1980). Dalam konteks lingkungan virtual, kepuasan yang dimaksud adalah kepuasan dari pengguna sehubungan dengan pengalaman online yang pernah didapatkan sebelumnya (Anderson dan Srinivasan, 2003).

Maka dari itu, penulis memutuskan untuk mengambil judul penelitian

“Pengaruh Sikap dan Kepuasan terhadap Loyalitas Penggunaan Social Networking Sites (Survei terhadap anggota Facebook fanpage The Body Shop Indonesia)”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka peneliti memutuskan untuk mekakukan penelitian dan merumuskan masalah mengenai faktor Sikap dan Kepuasan terhadap Loyalitas Penggunaan Sosial Networking Sites akun Facebook fanpage The Body Shop Indonesia. Untuk itu penulis membuat identifikasi masalah sebagai berikut :

”Apakah terdapat pengaruh antara faktor Sikap dan Kepuasan terhadap Loyalitas Penggunaan Sosial Networking Sites akun Facebook fanpage The Body Shop Indonesia?”

1.2.1 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka identifikasi masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana pengaruh Sikap terhadap Kepuasan dalam penggunaan Social Networking Sites Facebook fanpage The Body Shop Indonesia?

(12)

2. Bagaimana pengaruh Sikap terhadap Loyalitas dalam penggunaan Social Networking Sites Facebook fanpage The Body Shop Indonesia?

3. Bagaimana pengaruh Kepuasan terhadap Loyalitas dalam penggunaan Social Networking Sites Facebook fanpage The Body Shop Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari Sikap dan Kepuasan terhadap Loyalitas Penggunaan Sosial Networking Sites akun Facebook fanpage The Body Shop Indonesia beserta elemen-elemen yag terkandung didalamnya. Secara rinci, tujuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh Sikap terhadap Kepuasan

dalam Penggunaan Sosial Networking Sites akun Facebook fanpage The Body Shop Indonesia

2. Untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh Sikap terhadap Loyalitas dalam Penggunaan Sosial Networking Sites akun Facebook fanpage The Body Shop Indonesia

3. Untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh Kepuasan terhadap Loyalitas dalam Penggunaan Sosial Networking Sites akun Facebook fanpage The Body Shop Indonesia

1.4 Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa pihak yang berkepentingan. Dalam hal ini, peneliti membagi manfaat penelitian ini ke dalam 2 aspek penting sebagai berikut :

1. Aspek Akademis

a. Secara akademis penelitian ini memiliki kajian baru tentang keberadaan social networking sites sebagai salah satu tools atau alat dalam komunikasi pemasaran, dan juga sebagai bagian dari proses pemahaman dari perilaku konsumen. Untuk itu diharapkan penelitian ini dapat menguraikan teori-teori Computer Mediated Communications dan komunikasi pemasaran untuk memperluas

(13)

wawasan mengenai new media sebagai salah satu marketing communication tools dan perilaku konsumen.

b. Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pegetahuan penulis dalam menganalisis seberapa besar pengaruh Sikap dan Kepuasan terhadap Loyalitas Penggunaan Sosial Networking Sites akun Facebook fanpage The Body Shop Indonesia.

c. Penelitian ini juga dapat menjadi studi banding bagi mahasiswa yang ingin mengadakan penelitian yang sama di masa yang akan mendatang.

2. Aspek Praktis

Manfaat praktis dari penelitian ini adalah :

a. Bagi masyarakat pada umumnya, serta khususnya bagi perusahaan besar maupun pelaku bisnis kecil menengah, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa pemikiran di dalam penerapan penggunan social media dan terutama bagi The Body Shop Indonesia.

b. Menjadi sarana informasi kepada perusahaan The Body Shop Indonesia dalam hal menganalisis pengaruh Loyalitas Penggunaan Social Network Sites Facebook fanpage The Body Shop Indonesia.

c. Menjadi sebuah sarana bagi peneliti untuk menerapkan teori-teori yang telah dipelajari sebelumnya selama kegiatan belajar-mengajar di kampus Universitas Telkom.

d. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau referensi untuk penelitian/studi lanjutan di masa yang akan datang.

1.5 Tahapan Penelitian

Menurut Uhar Suharsaputra (Suharsaputra, 2012:24), tahapan penelitian menggambarkan bagaimana suatu kegiatan penelitian dilakukan mulai dari ketertarikan seseorang pada masalah yang memerlukan pemahaman dan

(14)

penjelasan yang dapat menjadi landasan bagi pengetian atas sesuatu, sehingga sesuatu tersebut tidak menjadi pertanyaan terus-menerus.

Neuman (dalam Suharsaputra, 2012 : 24-26) mengemukakan tahapan penelitian secara lebih rinci yang dimulai dengan memilih topik dan diakhiri dengan menginformasikannya (laporan penelitian untuk orang lain). Pendapat Neuman tersebut bila digambarkan adalah sebagai berikut :

1. Select Topic

Memilih topik merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam penelitian. Dalam memilih topik, pertimbangan yang perlu adalah masalah-masalah apa yang akan diteliti serta keilmuan apa yang akan menjadi dasar dalam mengkaji masalah tersebut, sehingga tergambar bagaimana fisibilitas masalah serta keilmuan yang dimiliki oleh penulis.

2. Focus Question

Menyusun pertanyaan untuk menggali topic topic yang telah dipilih peneliti, dari focus permasalahan inilah yang nantinya akan dibentuk perumusan masalah yang menjadi dasar seseorang untuk melakukan penelitian.

3. Design Study

Peneliti memperhatikan pendekatan penelitian yang sesuai dengan karakteristik masalah dan lingkup kajian yang akan dilakukan. Peneliti juga perlu menentukan instrumen akan dipakai agar sesuai dan valid.

4. Collect Data

Data yang dikumpulkan dan keakuratannya adalah faktor penting yang menentukan apakah penelitian tersebut akan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan atau tidak.

5. Analyze Data

Analisis data dalam penelitian kuantitatif mencakup pengujian hipotesis untuk mengetahui apakah diterima atau ditolak.

6. Interpret Data

(15)

Dalam tahap ini peneliti harus memberikan maknna pada hasil analisis serta menjadikan hasil analisis ke dalam konteks umum yang relevan.

Dengan dilakukannya penafsiran data maka peneliti akan memberi perspektif yang lebih umum atas fenomena masalah yang menjadi topic penelitian sehingga dapat dipahami dengan jelas.

7. Inform Others

Hasil dari penelitian diinformasikan kepada orang lain dalam bentuk laporan. Hal ini agar hasil penelitian siap untuk menerima kritik dan serta peninjauan dari orang lain, sehingga kebenarannya lebih meyakinkan.

Gambar 1.6 Tahapan Penelitian

Sumber : Suharsaputra (2012:24)

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di berbagai tempat yang dapat terhubung dengan koneksi internet untuk dapat mengakses Facebook, tepatnya Facebook fanpage The Body Shop Indonesia. Sedangkan objek penelitiannya adalah anggota dari Facebook fanpage The Body Shop Indonesia. Periode pelaksanaan penelitian ini bulan Januari-Juni 2014.

TEORI 1. SELECT TOPIC

2.FOCUS QUESTION

2. DESIGN STUDY

3. COLLECT DATA 4. ANALYZE DATA

5. INTERPRET DATA 6. INFORM OTHERS

(16)

Tabel 1.2

Tahapan dan Waktu Penelitian

Sumber : Olahan Peneliti

No. Tahapan Kegiatan Tahun 2014

Jan Feb Mar Apr Mei Jun 1. Mencari topik penelitian,

pengamatan terhadap objek penelitian yang akan diambil, mencari referensi dan menentukan kasus penelitian.

2. Penyusunan proposal skripsi (Bab 1-3)

3. Pencarian data awal penelitian, observasi awal dengan objek penelitian, serta penyusunan tinjauan pustaka.

4. Pengumpulan data melalui angket kepada responden yang merupakan anggota Facebook fanpage The Body Shop Indonesia.

5. Proses analisis dan pengolahan data

6. Penyusunan hasil penelitian berupa kesimpulan dan saran.

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, peneliti bermaksud membuat lembar kerja yang dipadukan dengan model pembelajaran inkuiri pada pembuatan sampo ekstrak

Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis paparkan diatas, maka penulis dapat merumuskan masalah yang akan diteliti adalah: “Bagaimana membangun sebuah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi keputusan wanita yang sudah menikah untuk

Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah penelitian: “Bagaimana gambaran kunjungan ibu hamil mengenai antenatal care dan faktor-faktor

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, peneliti merumuskan fokus penelitian adalah, bagaimana makna pesan dalam karikatur Jokowi di Inilah.com dalam Sub-kanal

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai “Pengaruh Pemanfaatan AutoCad dalam Penyelesaian Tugas Terhadap

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka yang menjadi permasalahan utama dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah dengan kemampuan penglihatan

2 1.2 Perumusan Masalah dan Pembatasan Masalah 1.2.1 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka penulis merumuskan permasalahan bagaimana cara