• Tidak ada hasil yang ditemukan

E-System Perpajakan Sebagai Informasi Dalam Administrasi Perpajakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "E-System Perpajakan Sebagai Informasi Dalam Administrasi Perpajakan"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i

MAKALAH MANAJEMEN & E-BISNIS

“E-System Perpajakan Sebagai Informasi Dalam Administrasi Perpajakan”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pengetahuan Manajemen dan E-Bisnis

Dosen:

Prof. Ir. Rudy C Tarumingkeng, MScF, PhD

Disusun Oleh : Endri Wijaya 01-2015-038

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

2016

(3)

ii KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Pengetahuan Manajemen dan E-Bisnis “E-System Perpajakan Sebagai Informasi Dalam Administrasi Perpajakan” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga penulis berterima kasih pada Prof Ir. Rudy C Tarumingkeng, MScF, PhD selaku dosen mata kuliah Pengetahuan Manajemen & E-Bisnis yang telah memberikan tugas ini kepada penulis.

Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai perkembangan teknologi informasi khususnya yang bekaitan dengan perkembangan E-Business. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang penulis buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.

Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis maupun orang yang membacanya. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan penulis memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Jakarta, 5 Nopember 2016 Penulis

(4)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 2

1.3. Tujuan ... 2

1.4. Manfaat ... 2

BAB 2 PEMBAHASAN 2.1. E-System Perpajakan ... 3

2.1.1 E-Faktur ... 3

2.1.2 E-Billing ... 8

2.1.3 E-Registration ... 10

2.1.4 E-SPT ... 11

2.1.5 E-Filing ... 12

2.2. Manfat dan kegunaan E-System perpajakan ... 15

2.3. Kelemahan dari E-System perpajakan ... 15

BAB 3 KESIMPULAN 3.1. Kesimpulan ... 16

3.2. Saran ... 16

DAFTAR PUSTAKA ... 17

(5)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Karena masih terdapat kelemahan dalam system pelaporan Wajib Pajak (WP) yaitu masih menggunakan pelaporan secara manual, maka pihak fiskus mengharuskan kerja dua kali dengan cara melakukan perekaman ulang yang rawan kesalahan manuasia (human error) serta memerlukan sumber daya manusia yang tidak sedikit, dengan alasan tersebut Direktorat Jenderal Pajak mengembangkan beberapa program yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak berupa e-Filing, dalam system pembayaran pajak juga ditemukan beberapa masalah antara lain berupa pemalsuan Surat Setoran Pajak (SSP), untuk mencegah hal tersebut DJP mengembangkan system pembayaran secara elektronik yang dikenal dengan e-Billing..

Teknologi informasi dan komunikasi merupakan Salah satu wujud dari perbaikan business process dan teknologi informasi dan komunikasi. Program e-Filing dan e-billing yang juga merupakan wujud penerapan e-Government. E-Filing dan e-Billing merupakan suatu cara penyampaian SPT Tahunan dan pembayaran pajak secara elektronik yang dilakukan secara online melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak. Sistem e- Filing dan e-Billing adalah sebagai salah satu bentuk modernisasi yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak dan merupakan wujud e-government yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dan efisiensi dalam menyampaikan SPT Tahunan dan melakukan pembayaran pajak tanpa harus antri di Bank atau tempat pembayaran lain yang di akui oleh kementerian keuangan. Sehingga dengan kemudahan – kemudahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Selain itu menyikapi meningkatnya Wajib Pajak yang tersebar diseluruh Indonesia akan tingkat pelayanan yang setiap hari harus semakin baik, membengkaknya biaya pemrosesan laporan pajak, dan keinginan untuk mengurangi beban proses administrasi laporan pajak menggunakan kertas (e-Filing) sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-88/PJ/2004 tentang penyampaian SPT secara elektronik, dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-26/PJ/2014 tentang system pembayaran pajak secara elektronik (e-Billing).

Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka Direktur Jendral Pajak (DJP) tidak mau ketinggalan dalam memanfaatkan teknoklogi guna mempermudah dan mengefisienkan pekerjaan yang berhubungan dengan administrasi dan

(6)

2 pembayaran pajak. Maka dari itulah DJP mengeluarkan program baru yang memanfaatkan teknologi dengan lebih baik, yakni E-System. Dalam ESystem ini, terdapat e-registration, e-filing, e-SPT, dan e-billing. Dengan pembaharuan sistem yang ada pada kantor pajak, harapannya akan meningkatkan penerimaan pajak yang akan membantu roda perekonomian Indonesia. Pada penerapan e-billing pada beberapa nergara memberikan kontribusi terhadap pemnerimaan pajak yang relatif cukup baik. Pada tahun 2003 dan 2004 di Taiwan memberikan kontribusi sebsar 15,05% dan 21,06%. Sedangkan di Amerika pada tahun yang sama memberikan kontribusi sebesar 20,11% dan 22,16%.

Sedangkan 4 di Malaysia yang memperkenalkan sistem ini pada tahun 2007, mendapatkan kontribusi sebesar 9,08%.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka penyusun membuat beberapa rumusan masalah berupa pertanyaan sebagai berikut :

a) Apa yang dimaksud dengan E-Faktur serta manfaat dan kegunaanya ?.

b) Apa yang dimaksud dengan E-Billing serta manfaat dan kegunaanya ?.

c) Apa yang dimaksud dengan E-Registration serta manfaat dan kegunaanya ?.

d) Apa yang dimaksud dengan E-SPT serta manfaat dan kegunaanya ?.

e) Apa yang dimaksud dengan E-Filing serta manfaat dan kegunaanya ?.

1.3 Tujuan

Maksud dan tujuan makalah ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pentingnya dan manfaat yang bisa didapakan baik oleh Wajib Pajak dan Negara melalui penerapan E-System Pepajakan. :

a) Mengerti dan mampu mengimplementasikan penggunaan E-Faktur.

b) Mengerti dan mampu mengimplementasikan penggunaan E-Billing.

c) Mengerti dan mampu mengimplementasikan penggunaan E-Registration.

d) Mengerti dan mampu mengimplementasikan penggunaan E-SPT.

e) Mengerti dan mampu mengimplementasikan penggunaan E-Filing.

1.4 Manfaat

Dalam makalah ini penyusun berharap dapat memberikan suatu tambahan informasi kepada pembaca tentang reformasi digital pada E-System perpajakan, sehingga dapa menambah pengetahuan dan memperluas wawasan pembaca, khususnya bagaimana E- System mempengaruhi keberhasilan negara sebagai kunci membangun dan mensejahterakan masyarakan Indonesia.

(7)

3

BAB II PEMBAHASAN

2.1 E-System Perpajakan

E-system perpajakan merupakan hasil dari modernisasi perpajakan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak dengan menggunakan tehnologi informasi dengan harapan dapat mempermudah wajib pajak untuk melaporkan pajak.

Menurut jenisnya E-system perpajakan terdiri dari beberapa system yaitu e-Faktur, e- Billing, e-Filing, e-Registration, e-SPT.(www.pajak.go.id).

2.1.1 E-Faktur

E-faktur pajak berbentuk elektronik, yang biasa di sebut dengan e-faktur adalah Faktur Pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Dasar hokum E-Faktur

 UU Nomor 42 TAHUN 2009 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 TAHUN 1983 tentang PPN Barang dan Jasa dan PPnBM.

 PMK-151/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak.

 PER-17/PJ/2014 tentang Perubahan Kedua atas PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Prosedur Pemberitahuan dalam rangka Pembuatan, Tata Cara Pengisian Keterangan, Pembetulan atau Penggantian, dan Pembatalan Faktur Pajak.

 PER-16/PJ/2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pelaporan Faktur Pajak berbentuk Elektronik.

Berikut langkah-langkah menggunakan aplikasi e-Faktur (cara registrasi dan instalasi aplikasi e-Faktur) :

1. Buat Folder baru pada data komputer Anda bisa dengan nama perusahaan Anda.

2. Download sertifikat elektronik melalui e-Nofa dengan membuka alamat https://efaktur.pajak.go.id/. Seperti gambar di bawah ini, untuk dapat masuk ke akun e-Nofa kita perlu login dengan username yaitu nomor NPWP PKP yang berjumlah 12 digit dan password yaitu password aktivasi yang telah dikirim melalui

(8)

4 email. Setelah masuk pada akun e-Nofa Anda silahkan klik pada”Download Sertifikat Digital” yang ada pada sebelah kiri kemudian klik “Unduh”. Letakkan hasil unduhan sertifikat digital Anda pada folder baru yang telah Anda buat tadi.

3. Download aplikasi e-faktur melalui link di bawah ini dengan meletakkan hasil unduhan aplikasi e-faktur Anda pada folder baru yang telah Anda buat tadi.

o Aplikasi e-Faktur Windows 32 bit

o Aplikasi e-Faktur Windows 64 bit

o Aplikasi e-Faktur Linux 32 bit

o Aplikasi e-Faktur Linux 64 bit

o Aplikasi e-Faktur Machinthos 64 bit

4. Hasil unduhan aplikasi e-faktur Anda masih berbentuk zip, jadi Anda harus meng- extractnya dengan klik kanan pada file zip tadi lalu klik “extract here”.

5. Jalankan aplikasi e-faktur Anda dengan klik 2 kali pada “ETaxInvoice.exe” dengan type application seperti gambar di bawah ini.

(9)

5 6. Setelah aplikasi terbuka akan ada pop up berupa pilih database, silahkan Anda pilih

local database kemudian klik connect.

7. Kemudian akan muncul pop up lagi berupa register Etax Invoice. Silahkan diisi NPWP perusahaan Anda.

8. Silahkan diisi Sertifikat User yang telah Anda simpan di folder baru tadi (dg ekstensi .p12). Akan muncul pop up untuk mengisi passphrase, yaitu password yang telah kita buat sendiri saat mengajukan permohonan sertifikat digital di kantor pelayanan pajak.

jika Anda lupa Anda bisa buka email dimana file passphrase juga telah dikirim dalam bentuk pdf melalui email bersamaan dengan pengiriman email persetujuan permohonan sertifikat digital. Anda bisa buka file pdf tersebut dengan password aktivasi yang telah dikirim melalui email. Kemudian klik OK.

(10)

6 9. Silahkan diisi Kode Aktivasi yang telah dikirim melalui pos. Kemudian klik Register lalu akan muncul captcha, silahkan diisi (Anda bisa refresh captcha jika kurang jelas).

Untuk password silahkan diisi dengan password aktivasi yang telah dikirim melalui email. Setelah itu klik “Submit”.

10. Akan muncul pop up berupa Register User. Silahkan diisi nama user (digunakan untuk login ke aplikasi e-faktur) bisa berupa nama perusahaan Anda. Kemudian untuk

(11)

7 Nama Lengkap bisa diisi dengan nama direktur perusahaan atau nama penandatangan faktur nantinya. Untuk password (digunakan untuk login ke aplikasi e-faktur) bisa diisi sesuai passphrase atau Anda bisa buat password lain. Setelah itu klik “Daftarkan User”. Lalu muncul Register User sukses, selamat.. karena PKP yang Anda daftarkan pada aplikasi e-faktur telah berhasil, klik OK.

Demikian langkah-langkah menggunakan aplikasi e-faktur atau cara registrasi dan instalasi aplikasi e-faktur, semoga bermanfaat.

Flow cara pembuatan faktur secara online

Sumber : www.pajak.go.id

(12)

8 2.1.2 E-Billing

Sistem pembayaran secara elektronik (Billing system). Sistem pembayaran pajak secara elektronik adalah bagian dari sistem Penerimaan Negara secara elektronik yang diadministrasikan oleh Biller Direktorat Jenderal Pajak dan menerapkan Billing System.

Billing System adalah metode pembayaran elektronik dengan menggunakan Kode Billing.

Dasar hukum E-Billing.

• PMK-242/PMK.03/2014 Tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Pajak.

• PMK-32/PMK.05/2014 Tentang Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik.

• Per-26/Pj/2014 Tentang Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik.

Panduan Cara Mendaftarkan Diri pada Aplikasi E-billing

Untuk mendapatkan kode e-billing dengan cara mendaftarkan diri, anda dapat mengikuti panduan step by step yang akan diurai berikut ini:

1. Langkah pertama adalah anda masuk ke alamat e-billing berikut, silakan ketikkan alamat ini di browser anda http://sse.pajak.go.id. Setelah di enter maka akan muncul halaman seperti ini:

2. Klik "daftar baru" lalu isikan nomor NPWP, alamat email dan User Id yang akan digunakan.

(13)

9 3. Klik "register", apabila ada notifikasi "data disimpan?" klik saja OK.

Register

4. Pada tahap ini, permohonan pendaftaran billing system anda telah masuk ke DJP kemudian periksa email anda untuk melihat PIN yang dikirim dan kode verifikasi untuk mengaktifkan akun anda.

Cek Email

5. Buka email yang dikirim oleh [email protected]. Ada dua kode yang pertama link aktivasi akundan kedua kode untuk verifikasi. Silakan klik link untuk aktivasi akun.

Link Aktivasi Akun

6. Setelah anda klik maka anda akan diminta memasukkan kode veirifkasi yang dikirim melalui email.

(14)

10 Masukkan Kode Verifikasi

7. Selamat anda telah sukses mendaftar ke sistem e-billing.

Demikianlah cara atau panduan step by step untuk mendaftar e-billing

Flow cara Pembayaran Pajak Menggunakan e-Billing

Sumber : www.pajak.go.id

2.1.3 E-Registration

e-Registration atau Sistem Pendaftaran Wajib Pajak secara Online adalah sistem aplikasi bagian dari Sistem Informasi Perpajakan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dengan berbasis perangkat keras dan perangkat lunak yang dihubungkan oleh perangkat komunikasi data yang digunakan untuk mengelola proses pendaftaran Wajib Pajak.

Sistem ini terbagi dua bagian, yaitu sistem yang dipergunakan oleh Wajib Pajak yang berfungsi sebagai sarana pendaftaran Wajib Pajak secara online dan sistem yang

(15)

11 dipergunakan oleh Petugas Pajak yang berfungsi untuk memproses pendaftaran Wajib PajakSistem pembayaran.

Dasar hukum E-Registration.

Pasal 10 ayat (3), ayat (4), ayat (5), ayat (6), ayat (7) dan ayat (8) Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2013

Cara Pendaftran NPWP secara online

Sumber : www.pajak.go.id

2.1.4 E-SPT

e-SPT adalah sebuah aplikasi yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk digunakan oleh Wajib Pajak (WP) dalam melaporkan SPT atau Surat Pemberitahuan

(16)

12 (agar lebih mudah dan tidak menghabiskan banyak kertas). e-SPT adalah kependekan dari elektronik surat pemberitahuan.

Dasar hukum E-SPT

 PER- 6/PJ/2009 tanggal 20 Januari 2009

 PER- 44/PJ/2010 tanggal 6 Oktober 2010

 PER- 45/PJ/2010 tanggal 6 Oktober 2010

 PER- 2/PJ/2011 tanggal 11 Januari 2011

Cara Pelaporan Menggunakan e-SPT

Sumber : www.pajak.go.id

2.1.5 E-Filing

e-Filing adalah cara melaporkan SPT secara online, cepat, dan gratis. Tanpa antri di Kantor pajak, tanpa ribet, dan bisa dilakukan di mana saja serta kapan saja, dengan cara penyampaian SPT secara elektronik yang dapat dilakukan melalui website Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id) atau website Penyalur SPT Elektronik.

Dasar hukum E-Billing.

• PER-26/PJ/2012 Tentang Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan Surat Pemberitahuan Tahunan.

• PER-39/PJ/2011 Tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Bagi WP Orang Pribadi.

• PER-1/PJ/2014 Tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Bagi WP Orang Pribadi.

(17)

13 Tahapan Persiapan E-filing DJP Online

Langkah Pertama

Mengajukan permohonan e-FIN ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat yang merupakan nomor identitas WP bagi pengguna DJP Online. Karena hanya sekali digunakan, Anda hanya perlu sekali saja mengajukan permohonan mendapatkan e-FIN tersebut.

e-FIN sendiri merupakan kode aktivasi saat Anda akan melakukan Registrasi menu e- filing. Syarat mengajukan e-fin adalah:

1. Fotocopy KTP;

2. Fotocopy NPWP;

3. Serta mengisi formulir.

Setelah Anda mendapat e-fin segera lakukan registrasi ke DJP Online karena mendaftarkan diri ke DJP Online paling lama 30 hari kalender sejak diterbitkannya e-FIN.

Langkah Kedua

Langkah berikutnya adalah REGISTRASI ke alamat berikut https://djponline.pajak.go.id/registrasi

Registrasi e-filing juga cukup dilakukan satu kali saja. Setelah Anda terdaftar ke DJP Online, selajutnya Anda cukup melakukan LOG-IN dengan menggunakan Nomor NPWP serta kata sandi yang Anda gunakan saat melakukan registrasi

(18)

14

(19)

15 Flow Cara Pelaporan SPT Tahunan dengan Menggunakan e-Filing

Sumber :www.pajak.go.id

2.2 Manfaat dan kegunaan E-System Perpajakan

Adapun beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh para wajib pajak atas penerapan dari E-System perpajakan adalah sebagai berikut :

• Mempermudah & Menyerderhanakan proses pengisian data.

• Menghindari/meminimalisir terjadinya human error.

• Memberikan kemudahan dan alternatif penyetoran pajak.

• Memberikan keleluasaan kepada WP untuk merekam data secara mandiri (self- assessment).

• Penyampaian SPT dapat dilakukan secara cepat aman dan kapan saja (24/7)

• Data yang disampaikan WP selalu lengkap karena adanya validasi otomatis.

• Ramah lingkungan dengan mengurangi pemakaian kertas.

2.3 Kelemahan E-System Perpajakan

Selain dari kemudahan yang dirasakan para Wajib Pajak, namun ada juga beberapa kendala dan kelemahan dari penerapan E-System pepajakan yang sering dikeluhkan seperti dibawah ini :

• Software masih mudah di hack orang.

• Jika internet dan listrik bermasalah, maka sistem tidak dapat berjalan.

• Beberapa pengguna masih mengeluhkan adanya bugs didalam system.

• System seringkali error atau down dikarenakan traffic internet yang ramai.

(20)

16

BAB III

KESIMPULAN & SARAN

3.1. Kesimpulan

1. Sistem informasi memiliki peran yang sangat penting dalam dunia usaha. Sistem informasi memiliki peran dalam menunjang kegiatan bisnis operasional,menunjang manajemen dalam pengambilan keputusan, dan menunjang keunggulan strategi kompetetif di dunia usaha.

2. Setiap produk yang dihasilkan oleh manusia selalu memiliki kekurangan dan kelebihan, pada aplikasi penerapan E-System Perpajakan pun demikian.

Kelebihan pada E-System :

a. Mempermudah & Menyerderhanakan proses pengisian data.

b. Menghindari/meminimalisir terjadinya human error.

c. Memberikan kemudahan dan alternatif penyetoran pajak.

d. Memberikan keleluasaan kepada WP untuk merekam data secara mandiri (self- assessment).

e. Penyampaian SPT dapat dilakukan secara cepat aman dan kapan saja (24/7) f. Data yang disampaikan WP selalu lengkap karena adanya validasi otomatis.

g. Ramah lingkungan dengan mengurangi pemakaian kertas.

Kekurangan pada E-System :

a. Software masih mudah di hack orang.

b. Jika internet dan listrik bermasalah, maka sistem tidak dapat berjalan.

c. Beberapa pengguna masih mengeluhkan adanya bugs didalam system.

d. System seringkali error atau down dikarenakan traffic internet yang ramai.

3.2. Saran

Bagi Direktorat Jenderal Pajak didorong untuk dapat terus menerus meningkatkan kepatuhan wajib pajak baik melalui kegiatan sosialisasi peraturan perpajakan yang komprehensif, penegakan hukum yang adil. Selain itu juga melakukan edukasi terhadap Wajib Pajak agar dapat memanfaatkan E-System sebagaimana fungsi yang sudah di sediakan agar terciptanya efisiensi dan sinergi antara Wajib Pajak dan pegawai Dirjen Pajak.

(21)

17

DAFTAR PUSTAKA

Mardiasmo. 2016. Perpajakan. Edisi Delapan Belas. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Erly Suandi. 2011. Hukum Pajak. Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Sumber internet : http://www.pajak.go.id

http://www.laporpajakonline.com https://www.scholar.google.co.id

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian dengan menggunakan Sobel Test menunjukan hasil bahwa pengaruh tidak langsung antara intensitas persaingan terhadap ketersediaan sistem

Nomor Pokok Wajib Pajak biasa disingkat dengan NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak (WP) sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan

Penggunaan teknologi informasi dan e-system lainnya: Dalam menjalankan administrasi perpajakan dan meningkatkan pelayanan dikembangkan aplikasi seperti e-Regristation,

Pada gambar tersebut merepresentasi bakti Kartini yang memiliki sikap setia dan ada kasih pada orang tua, ditandai dengan Kartini yang saat kecil menolak untuk dipisah

Hasil ini menununjukkan bahwa terjadi meningkatan Pertumbuhan Wajib Pajak pelaksanaan administrasi perpajakan sebelum dan sesudah PP 23 Tahun 2018 khususnya dalam

Bagi Direktorat Pajak memberikan informasi dan referensi dalam menyusun kebijakan perpajakan yang tepat untuk mengurangi kesalahan nominal pelaporan wajib pajak orang

Pasien yang membutuhkan resusitasi sering memiliki sumbatan jalan nafas, biasanya akibat sekunder dari kehilangan kesadaran, tapi kadang disebabkan secara primer oleh henti

Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan menggunakan metode Support Vector Regression (SVR) dengan parameter Cost dan epsilon terbaik berturut-turut adalah 1 dan 0.1 dengan data training