Modul 3: UKURAN KECEPATAN AKSES INTERNET Standar Kompetensi:
1. Memahami dasar-dasar penggunaan internet/intranet Kompetensi Dasar:
1.3. Mengenal Ukuran Kecepatan Akses internet.
Tujuan:
Peserta didik mampu :
• Mengetahui ukuran kecepatan akses Internet.
• Menentukan ukuran kecepatan akses Internet beberapa ISP.
• Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kecepatan akses Internet
• Menjelaskan keuntungan akses Internet yang cepat
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
KELAS IX SMP NEGERI 1 BLEGA
Oleh : Achmad Taufiqurrohman, SST.Par Website : http://elraz.co.cc
Email : [email protected] [email protected]
PENDAHULUAN
Sebagaimana kita ketahui bahwa jaringan internet terdiri atas node-node. Node-node tersebut bisa berupa komputer bisa juga berupa router. Seluruh node-node tersebut tersambung satu sama lain melalui berbagai media penghantar mulai kabel tembaga, kabel serat optik maupun gelombang radio di udara atau via satelit.
Gbr. 1 Jaringan internet dunia Sumber: www.stoth.com
“BIT” SEBAGAI SATUAN UKURAN KECEPATAN AKSES INTERNET
Koneksi internet mempunyai kecepatan yang sering disebut dengan istilah bandwidth.
Bandwidth lebih ditujukan untuk menunjukan berapa banyak data/paket yang bisa disalurkan tiap detiknya oleh jaringan internet yang kita gunakan saat mengirimkan (upload) dan menerima (download) data dari server ke komputer kita. Besar bandwidth dinyatakan dalam satuan bit, kilobit, megabit, gigabit, dan terrabit.
Saat kita berlangganan akses internet kita akan mendapat jatah bandwidth dari ISP (Internet Service Provider). Bandwidth yang ditawarkan oleh ISP tergantung dari tipe koneksi yang kita beli atau sewa yang pada dasarnya terbagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. Dial-up. Menawarkan kecepatan 64 Kbps, sering disebut sebagai koneksi kecepatan rendah. Dial-up memakai saluran telepon beserta sinyal analog-nya, sehingga dibutuhkan modem untuk merubah sinyal internet yang berformat digital menjadi sinyal berformat analog.
2. Broadband. Juga disebut jalur pita lebar, menawarkan kecepatan lebih tinggi mulai dari 384 Kbps hingga hitungan Mbps. Jalur yang digunakan bervariasi, mulai dari ADSL, 3G, HSDPA, Kabel modem, Wi-fi, dan sebagainya.
Pada tabel berikut ini kita bisa lihat bandwidth yang ditawarkan oleh beberapa ISP.
TIPE
KONEKSI BANDWIDTH CONTOH
PRODUK ISP MEDIA
Dial-up 56 Kbps Telkomnet instan Telkom Kabel telpon dan modem Internet Dial-Up Indosat Kabel telpon
Internet Mobile CDMA
Indosat, Starone, Fren, Mobile 8
Sinyal CDMA telpon seluler
IPhone Internet Instant
Indosat Kabel jaringan telpon Iphone dan modem
GPRS (2G) 64 Kbps XL GPRS Excelcomindo Sinyal GSM/CDMA telpon
seluler
IM3 GPRS Indosat
Telkomsel GPRS Telkom
153,6 Kbps GPRS Ceria Sampoerna-Centrin Telecomunication
Telpon tetap Nirkabel CDMA
ADSL 384 Kbps hingga 1 Mbps
Speedy Telkom Kabel telpon dan router
ADSL
3G Mulai 384 Kbps
hingga 3 Mbps
Telkom Flash Telkom Sinyal 3G telpon seluler IM2 Mobile Indosat
XL Internet 3G Excelcomindo HSDPA
(3,5G)
3 - 3,6 Mbps Telkom Flash Telkom Sinyal 3,5G (HSDPA) telpon seluler
IM2 Mobile Indosat XL Internet 3G Excelcomindo Kabel
Modem / Internet Kabel
Mulai 384 Kbps hingga 3 Mbps
IM2 Fitt Indosat Kabel Fiber Optik atau
Hybrid Fiber Coaxial Jaringan TV Kabel
Fastnet First Media
Wireless Broadband
Mulai 128 Kbps hingga 2 Mbps
WiNet Online Winet Wireless fidelity (Wifi)
Sumber: diolah dari berbagai sumber
Di warnet demikian pula di Lab. komputer sekolah kita, bandwidth yang didapatkan dari ISP biasanya dibagi rata kepada setiap komputer client melalui sebuah proxy server. Dengan adanya pembagian bandwidth ini tiap komputer akan mendapatkan bandwidth-nya masing-masing sehingga ketika salah satu komputer men-download file besar komputer lain tidak mengalami kelambatan koneksi.
Satuan Lain
Selain bit, satuan lain yang digunakan untuk menyatakan ukuran bandwidth adalah byte, kilobyte, megabyte, gigabyte, dan terrabyte.
Satuan Bandwidth Singkatan Setara dengan Byte per second Bps (B/s) 1 Bps = 8 bps
Kilobyte per second KBps (KB/s) 1 KBps = 1024 Bps
Megabyte per second MBps (MB/s) 1 Mbps = 1024 KBps = 1048576 Bps
Gigabyte per second GBps (GB/s) 1 Gbps = 1024 MBps = 1048576 KBps
Terrabyte per second TBps (TB/s) 1 TBps = 1024 GBps)
Satuan Byte biasanya dipakai oleh sistem operasi dan browser, sedangkan bit dipakai oleh ISP.
Perlu kita perhatikan pembedaan bit dengan byte dalam singkatan. Bit memakai huruf “b” kecil sedangkan byte memakai huruf “B” besar, dimana 1 Byte sama dengan 8 bit.
Bandwidth internet di perumahan, sekolah, warnet, atau perkantoran biasanya berkisar pada hitungan Kbps hingga Mbps. Sedangkan ISP biasanya memiliki bandwidth besar hingga hitungan Gbps. Bandwdith ini kemudian dibagikan kepada para pelanggan dengan besaran tergantung dari tipe
koneksi yang pelanggan sewa. Sedangkan kecepatan koneksi Tbps untuk saat ini hanya dimiliki oleh jaringan backbone (tulang punggung) internet dunia.
Gbr. 2 Bandwidth yang dimiiki beberapa ISP Sumber: soft-brain.blogspot.com
Perlu kita perhatikan
pembedaan bit dengan byte dalam singkatan. Bit memakai huruf “b” kecil sedangkan byte memakai huruf “B” besar.
Kecepatan bandwidth ini sebenarnya hanya diatas kertas atau kecepatan secara teori saja. Pada kenyataannya kecepatan internet sesungguhnya ditentukan oleh banyak faktor. Perhatikan gambar berikut.
Gbr. 4 Kecepatan download sebenarnya yang ditunjukkan oleh browser Sumber: koleksi pribadi
Dari gambar di atas suatu file yang bernama SUPERsetup.exe (dengan ukuran 27,4 MB) di download dengan kecepatan 7,3 KB/sec atau sekitar 58,4 Kbps. Padahal koneksi yang digunakan adalah koneksi ADSL dari Speedy Telkom yang menyediakan bandwidth 48 KB/s atau 384 Kbps.
Kecepatan nyata 7,3 KB/sec seperti yang ditunjukkan oleh bowser di atas disebut dengan throughput. Singkat kata, bila bandwidth merupakan jumlah maksimal bits yang bisa melewati jaringan setiap detiknya, maka throughput adalah jumlah bit data yang melewati jaringan saat itu.
Gbr. 5 Perumpamaan perbandingan bandwidth dengan throughput Sumber: koleksi pribadi
Kembali ke Gbr. 4 di atas, saat throughput jaringan kecil kita menyebutnya koneksi sedang lambat. Kenapa bisa begitu? Nah inilah yang akan kita bahas dalam uraian modul di bawah ini.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN INTERNET
Bayangkanlah kita hendak pergi ke suatu bank di Bangkalan yang berjarak sekitar 50 km dari Blega tempat kita. Cobalah diinventarisir faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi lama waktu yang kita butuhkan mulai berangkat dari rumah hingga tiba di rumah kembali.
Bila diuraikan secara detail, Hal yang pertama mungkin adalah waktu yang kita butuhkan untuk mandi dan berpakaian, serta jarak dari rumah kita ke jalan raya dan jarak ke bank itu sendiri.
Kemudian faktor kendaraan yang akan kita tumpangi, kondisi jalan raya selama perjalanan baik fisik seperti jalan bergelombang, lebar jalan, tikungan, aspal, pertigaan, perempatan, maupun nonfisik seperti kepadatan lalu lintas, kemacetan, dan sebagainya. Begitu kita sampai di bank tujuan, kita mungkin akan menemui antrian terlebih dahulu sebelum akhirnya dilayani oleh kasir bank. Baru kemudian kita bisa pulang dan kembali menghadapi kondisi jalan raya seperti sebelumnya.
Pada perjalanan yang lebih kompleks kita mungkin akan menemui tipe jalan yang berbeda seperti jalan tol dengan tarif tertentu, jalan layang, atau jalan bypass/ringroad. Kita juga mungkin harus berganti mode angkutan karena bertemu pelabuhan atau bandara. Jangan dilupakan pula barang bawaan. Bawaan yang besar dan berat tentu akan mempersulit dan memperlambat laju perjalanan kita.
Hal yang sama juga terjadi pada koneksi internet. Saat kita mengunjungi sebuah situs atau meng-klik suatu link, komputer kita melakukan suatu request atau permintaan ke server situs yang bersangkutan agar dikirimi file-file dari halaman situs tersebut. Oleh komputer kita permintan tersebut “dibungkus” sedemikian rupa dalam bentuk paket-paket kemudian dikirimkan ke server diseberang sana. Semakin tinggi spesifikasi komputer kita, semakin cepat paket-paket tersebut disiapkan. Berikutnya, paket-paket dikirim ke server melalui ISP. Disinilah besar bandwidth yang kita miliki menentukan kecepatan paket-paket dikirim. Dari ISP, paket- paket kemudian dilepas menuju server melalui rimba raya jaringan internet dunia. Jaringan ini begitu kompleks, penuh persimpangan, tikungan dan antrian layaknya jalan raya seperti yang kita telah bahas sebelumnya. Di sepanjang perjalanan, Paket-paket kita akan bertemu dan berbagi lalu lintas dengan paket-paket lain dari seluruh dunia. Kadang paket tersebut melewati kabel serat optik yang cepat layaknya jalan tol, kadang pula mengudara melalui gelombang radio menuju suatu satelit. Keadaannya memang benar-benar seperti lalu lintas pada kehidupan nyata. Bahkan, yang namanya tabrakan antar paket, yang menyebabkan paket hilang atau rusak terjadi pula di dunia jaringan, yang dikenal dengan collision. Semakin jauh jarak server semakin kompleks jaringan yang akan dilewati oleh paket-paket kita.
Begitu sampai di server tujuan, permintaan kita mungkin tidak akan langsung di proses dan dilayani. Ini terjadi bila server sedang kebanjiran permintaan dari berbagai komputer di seluruh dunia. Permintaan kita musti menunggu antrian layaknya di kasir bank tadi. Begitu berat kerja server sehingga server biasanya memakai komputer khusus dengan spesifikasi luar biasa tinggi guna mendukung kinerjanya. Setelah dilayani, file-file situs yang kita minta akan dikirimkan oleh server dalam bentuk paket-paket juga dengan melewati rumitnya lalu lintas jaringan internet seperti saat sebelumnya hingga sampai ke komputer kita.
Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kecepatan koneksi internet ditentukan oleh faktor-faktor berikut:
1. Perangkat komputer yang kita gunakan 2. Bandwidth yang kita miliki
3. Keadaan lalulintas jaringan 4. Jarak ke server, dan
5. Kondisi server itu sendiri
6. Kondisi sinyal yang di dapat (bila menggunakan akses nirkabel) 7. Ukuran data yang didownload
Hasil eksperimen yang kalian lakukan sebelumnya dengan mensimulasikan jaringan LAN dan WLAN sekolah sebagai internet, menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi kecepatan jaringan adalah keadaan lalulintas jaringan. Dimana ketika 2 (dua) kelompok melakukan download secara bersamaan, kecepatan jaringan menjadi drop hingga hitungan menit. Hal ini terjadi pula di internet. Oleh karena itu kita disarankan agar mengakses internet
Menguji Bandwidth dengan memanfaatkan suatu situs pengujian
Ada satu situs yang menawarkan tool menarik untuk mengetahui bandwidth koneksi kita yaitu www.speedtest.net. Dua gambar di bawah ini merupakan hasil pengujian bandwith koneksi internet lab. Komputer sekolah kita yang menggunakan akses ADSL Speedy dari Telkom dengan tujuan server Speedtest.net di Surabaya.
Gbr. 6 Hasil dua kali pengujian bandwidth internet sekolah Sumber: Speedtest.net (koleksi pribadi)
Pada pengujian pertama diperoleh kecepatan download sebesar 0,28 Mb/s (280 Kbps) dan kecepatan upload sebesar 0,06 Mb/s (60 Kbps). Sedangkan pada pengujian kedua kecepatan download meningkat sebesar 0,33 Mb/s (330 Kbps) sementara kecepatan upload tetap (mengenai upload silahkan lihat di daftar istilah pada bagian akhir modul ini).
Ternyata walaupun bandwidth, perangkat dan servernya sama, kecepatan koneksi internet tidaklah stabil. Ketidakstabilan ini dalam dunia jaringan sangatlah dimaklumi mengingat betapa rumitnya menjaga kualitas jaringan internet.
UKURAN DATA ATAU FILE
Seluruh informasi yang ada di internet entah itu berupa teks, gambar, suara, animasi atau video semuanya adalah data atau file. File-file tersebut memiliki ukuran yang dinyatakan dalam satuan Byte, Kilobyte (KB), Megabyte (MB), dan Gigabyte (GB).
Satuan ukuran file Singkatan Setara dengan
Byte Byte 1 Byte = 8 bit
Kilobyte KB 1 KBps = 1024 Bps
Megabyte MB 1 Mbps = 1024 KB = 1048576 Byte
Gigabyte GB 1 Gbps = 1024 MB = 1048576 KB
Terrabyte TB 1 TBps = 1024 GB
Satuan di atas adalah satuan yang paling banyak dipakai dalam menyatakan ukuran file, selain itu ada pula satuan Bit, Kilobit, Megabit, dan Gigabit seperti pada bandwidth.
Satuan ukuran file Singkatan Setara dengan
Bit bit 1 bit = ukuran terkecil ukuran file
Kilobit Kb 1 Kb = 1000 bit = 103 bit
Megabit Mb 1 Mb = 1.000.000 bit = 106 bit = 1000 Kb Gigabit Gb 1 Gb = 1.000.000.000 bit = 109 bit = 1000 Mb
Terrabit Tb 1 Tb = 1000 Gb
Satuan bit lebih sering dipakai oleh programer atau pembuat software dibandingkan dengan Byte karena bit menyatakan ukuran sebenarnya dari sebuah file. 1 bit = 0,125 Byte, atau 1 Byte = 8 bit.
Menghitung waktu download sebuah file
Misalnya kita berlangganan Telkom Speedy sebuah koneksi internet ADSL yang memiliki bandwidth 384 Kbps, berapa detik waktu yang dibutuhkan untuk mendownload sebuah lagu dengan format MP3 dengan ukuran 5 MB?
Jawab:
Bandwidth = 384 Kbps
Ukuran file = 5 MB atau 5120 KB
Oleh karena bandwidth-nya dalam satuan Kbps (kilobit per detik), kita ubah dulu satuan ukuran file KB (kilobyte) menjadi Kb (kilobit). Dimana 1 KB = 8 Kb.
Sehingga, ukuran file yang semula 5120 KB menjadi: 40.960 Kb (5120 x 8) Sedangkan bandwidth yang ada adalah 384 Kbps.
Jadi waktu yang dibutuhkan adalah =
bandwidth file ukuran
= 384 960 . 40
= 107 detik atau 1 menit 47 detik
Sekarang bandingkan bila kita mendownload dengan menggunakan koneksi 3G yang bisa mencapai 2 Mbps atau 2000 Kbps, maka akan diperoleh hasil
= 2000
960 . 40
= 20,48 detik!. sangat cepat bukan?
Namun perlu diingat kecepatan ini hanya kecepatan secara teori saja. Pada kenyataan sebenarnya sulit sekali mendapatkan kecepatan sesuai dengan bandwith yang tersedia. Dari pengalaman penulis, akses Telkom Speedy dengan bandwidth 384 Kbps akan menghasilkan throughput pada kisaran 200 Kbps atau 25 KBps. Biasanya bandwidth maksimal akan terpenuhi saat kita mendowload 2 file atau lebih.
Bijaksanalah dengan Bandwidth
Bandwidth ibarat kue besar yang dibagikan ke seluruh pengguna internet di dunia. Kue besar ini dibuat dengan biaya yang luar biasa besar pula. Dari saking besar biayanya, negara kita saja belum mampu menyelesaikan pembangunan backbone jaringan domestik yang dikenal dengan proyek Palapa Ring. Saat kita mendownload file-file besar, saat itulah kita turut mengkonsumsi kue besar ini. Masih ingat berita di koran yang baru lalu yang mengatakan bahwa Dinas Infokom Pemkot Surabaya memblok akses ke situs-situs jejaring sosial macam facebook?. Saat jam kerja
1 Byte
=
8 Bit
Gbr. 7 Proyek Palapa Ring yang ditunda pembangunanannya karena alasan finansial.
Palapa Ring merupakan proyek pembentangan kabel serat optik bawah laut sebagai backbone jaringan domestik yang menghubungkan seluruh wilayah nusantara. Keberadaan Palapa Ring nantinya akan mampu mendongkrak kapasitas
bandwidth domestik Sumber: Departemen Infokom RI
Konsumsi bandwidth per negara tahun 2004 Sumber: www.aptivate.org
Daftar istilah
3G : The Third Generation of Technology / Generasi Ke-3. Teknologi lanjut dari GPRS. Teknologi transmisi (pengiriman) data berkecepatan tinggi hingga memungkinkan koneksi multimedia seperti video call, video conference dan video/audio streaming bisa berlangsung tanpa putus-putus. 3G bekerja pada jaringan sinyal telepon seluler.
ADSL : Asymetric Digital Subsciber Line, merupakan sambungan Internet kecepatan tinggi melalui kabel telepon dengan kecepatan standart 384 Kbps.
Bandwidth : Salah satu konsep kecepatan jaringan, merupakan lebar jalur data (kapasitas/ daya tampung suatu saluran jaringan terhadap data dalam setiap detik).
Browser : Disebut juga web browser, dalam bahasa Indonesia disebut perambah atau peramban, adalah perangkat lunak yang berfungsi menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang disediakan oleh server web. Dengan kata lain browser adalah sebuah program untuk menjelajahi situs-situs internet. Contoh web browser adalah Mozilla Firefox, Opera, Chrome, dan Internet Explorer.
Download : Proses perpindahan atau pengiriman file dari suatu server ke client / komputer kita. Kebalikannya adalah upload.
GPRS (2G) : General Pocket Radio Service, teknologi komunikasi data di jaringan selular kecepatan rendah. 2G kependekan dari The Second Generation of Technology.
HSDPA (3,5G) : High Speed Downlink Paket Aaccess, adalah teknologi lanjutan dari 3G dengan kecepatan transfer bisa mencapai 4 – 5 kali lebih cepat dari standart 3G yang ada sekarang.
ISP : Internet Service Provider, merupakan perusahaan penyedia jasa koneksi internet. contohnya Telkom.
Kabel Modem : atau Internet Modem, merupakan salah satu tipe koneksi internet yang memanfaatkan saluran kabel dari TV Kabel
Link : atau hyperlink (bahasa Indonesia: pranala) salah satu komponen sebuah situs yang berbentuk teks dengan format khusus, yang jika diklik di browser akan mengarah ke file yang dituju oleh link tersebut.
Router : adalah sebuah alat dalam jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router memiliki kemampuan untuk memilihkan jalur terbaik bagi paket data untuk sampai ketujuannya.
Sistem Operasi : Dalam bahasa Inggris: operating system atau OS, adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser. Contoh OS pada komputer adalah Linux Ubuntu, Windows XP, dan MAC OS X. Contoh OS pada perangkat handphone adalah Symbian.
Throughput : Konsep kecepatan jaringan yang lain selain bandwidth. Throughput
REFERENSI:
id.wikipedia.org onno.vlsm.org student.eepis-its.edu www.ceriaku.com www.cisco.com www.indosatm2.com www.firstmedia.com www.telecomspace.com www.telkomsel.com www.telkomspeedy.com www.winet-online.com www.xl.co.id