JL. DR Sam Ratulangi No.1 Gondangdia, Neriteng
Jakarta Pusat, DIO Jakarta Raya, 10350 Terdaftar 2010
.. ... ... ... . . .. .
NOTARIS
S.K. Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI.
No. : C-630.HT.03.02-Th. 2000 Tanggal 3 Oktober 2000
Wisma Bakrie Lantai 6, JI. H.R. Rasuna Said Kav. B1Jakarta Selatar›
Telp. (021) 5250192, 5250212 Ext. 525, Fax/Direct (021) 5201017
AKTA
TANGGAL
NOMOR
REPUIILIKIEDONESIA
.. . .. .... . . ... ... .
28 &pr1l ZOdO
. ... ...
”." <
.- “
SALII"tAN / GROSSE
-•
-Para penghadap bertindak sebagaimana tersebut di atas menerangkan lebih dah
-Bahwa para penghadap adalah masing-masing dan berturut- Ketua Presidium dan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PERHIMPUNAN MAHASISWA KATOLIK REPUBLIK INDONES
PERBIMPDNAN MADASI KATOLIK REPDBLIK IWDONESIA
Noaoc : 30
-Pada hari ini, Rabu, tanggal 28-04-2010 (dua puluh delapan April dua ribu sepuluh). --- -Pukul 14.00 WIB (empat belas Waktu Indonesia Barat).--- -Berhadapan dengan saya, MUCHLIS PATAHNA, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, dengan dihadiri para saksi yang saya, Notaris, kenal dan akan disebut pada bagian akhir akta ini
I. Tuan STEFANIDS ASAT GUSMA, lahir di Bondowoso, pada tanggal 17-05-1984 (tujuh belas Mei seribu sembilan ratus delapan puluh empat), Warga Negara Indonesia, Swasta, bertempat tinggal di Klaten, Jalan Pramuka Nomor 31, Rukun Tetangga 03, Rukun Warga 02,
Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 33l0251705S400O5; --- -untuk sementara berada di Jakarta.--- II. Tuan ALOYSIDS FRANSISRUS EDOMEKO, lahir di Sir‹tang,
pada tanggal 29-10-1986 (dua puluh sembilan Oktober seribu sembilan ratus delapan puluh enam), Warga Negara Indonesia, Swasta, bertempat :inggal di Jakarta Timur, jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan Nomor 11, Rukun Tetangga 012, Rukun Warga 008, Kelurahar Pel Meriam, Kecamatan Matraman, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 09.5401.291086.0243; ---
-Bahwa para penghadap dale kedudukannya tersebut d:
atas berkeinginan untuk memuat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasinya terseLut diatâs kedalam Akta Notaris, yaitu sebagai berikut :--- ---ANGGARAN DASAR--- ----PRRHIMP(RUU4 MAMASISWA KATOLIK REPUBLIK IMDONESIA----
-Bahwa sesungguhnya kami, mahasiswa Katolik RepuÖlik Indone s i a , me nyadar i s e penuhn ya t uqa s dan kewa j ib an terhadap Gereja dan tanah air. Oleh Karena itu, kami harus menyumbangkan dharma bakti untuk menembus amanat penderitaan rakyat demi tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.--- -Maka, untuk menunjukkan dharma bakti yang mulia itu, kami menghimpun diri dalam perhimpunan yang berasaskan Pancasila, dijiwai oleh Kekatolikkan, dan disemangati oleh Kemahasiswaan, dengan Anggaran Dasar sebagai berikut :--- ---Pasa1 1 --- ——
---NAMA,WAATU,KEDDDDKAN,SANTO PELINDUNG, DAN SEMBOYAN--- Nama
Waktu
Kedudukan
: PERHIMPUAN MAHASISWA KATOLIK--- REPDBLIK INDONESIA (Disingkat--- PMKRI ).--- PMKRI didirikan di Yogyakarta pada tanggal 25-05-1947 (dua puluh lima Mei seribu sembilan ratus empat puluh tujuh) untuk waktu yang Tak ' tertentu.---
PMKRI Bertempat kedudukan di tempat Pengurus Pusat.--- S a ne o Pe 1 i n dong Sa nci us Thoma s Aqu ina s . -- - —- - — --- ——
Semboyan Religio Omnium Scientiarum Anima (Agama adalah jiwa segala ilmu Pengetahuan).---
PMKRI dalam seluruh orientasi dan seluruh kegiatannya berasaskan Pancasila.---
PMKRI dalam seluruh orientasi dan seluruh kegiatannya dijiwai oleh kekatolikkan.---
PMKRI dalam seluruh orientasi dan seluruh kegiatannya disemangati oleh kekeluargaan.---
Terwujudnya keadilan Sosial, kemanusiaan, dan--- persaudaraan sejati.---
Berjuang dengan terlibat dan berpihak pada kaum tertindas melalui kaderisasi intelektual populis yang dijiwai oleh nilai-nilai kekatolikkan demi terwujudnya keadilan sosial, Kemanusiaan, dan persaudaraan sejati.-- ---Pasal
Untuk mencapai visi dan misi tersebut, PMKRI berusaha dilapangan
1. Kerohanian;--- 2. Kemasyarakatan-kenegaraan;--- 3. Kemahasiswaan.---
Anggota PMKRI terdiri atas --- 1. Anggota Biasa, yaitu mahasiswa S0 atau Sl, Xarga
Negara Indonesia yang masih aktif kuliah atau seperti yang diatur dalam Rapat Umum Anggota Cabang dengan batasan waktu paling lama 11 (sebelas) tahun---
terhitung sejak pertama kali terdaftar sebagai l mahasiswa;--- 2. Anggota Kehormatan ialah mereka yang berjasa dalam PMKRI menurut ketetapan MPA;---»--- /' ! 3. Penyatu ialah mereka yang pernah menjadi anggota
PMKRI yang berhak
4. Penyokong ialah mereka yang memberikan sokongan- sokongan tetap berupa uang atau hak.---
1. Keanggotaan biasa atau penyatu berakhir karena a. Permintaan sendiri,--- l , b. Meninggal
c. Anggota tidak lagi memenuhi syarat-syarat yang . termasuk dalam pasal 8 sub 1 dan 3;--- d. Dipecat.---
¡ 2. Keanggotaan biasa atau penyatu dapat diberhentikan untuk sementara.--- 3. Pemberhentian penyokong terjadi karena .---
a. Permintaan sendiri secara tertulis;--- b. Meninggal
c. Perkumpulan atau Badan Hukum yang bersangkutan dibubarkan;--- d. Penyokong :idak lagi memenuhi seperti yang
dimaksud dalam pasal 8 sub 4.--- ---Pasa1 10---
1. Anggota biasa memperoleh hak-hak yang ada dalam perhimpunan.--- 2. Anggota diwajibkan mentaati peraturan-pera:uran yang ada dalam perhimpunan.---
1. Pusat;-—---—---—-—--——-—--——--——-——-—————-———-—---- 2. Cabang — cabang.--- ---Pasal 12--- ---KEPENGURUSAN--- 1. PMKRZ mempunyai Pengurus pusat dan Pengurus cabang . + 2. a. Pengurus pusat mempunyai suatu badan yang terdiri l atas:---—--—---—--- Presidium Paripurna, ialah Presidium Harian bersama-sama Komisaris Daerah yang mewakili wilayahnya, dan Ketua-ketua Lembaga;--- - Presidium Harian terdiri atas Ketua Presidium
ditambah dengan 4 (empat) orang Presidium dan maksimal 6 (enam) orang presidium yang--- berkedudukan dimana Pengurus Pusat berada;--- Lembaga-lembaga mempunyai otonomi yang óT atur secara khusus;--- Sekretariat, dikoordinir oleL seorang--- Sekretaris Jendral.--- b. Presidium Paripurna:--- Presidium Parnipura merupakan badan kolegial dan kolektif serta adalah Badan Pelaksana (eksekutif) tertinggi dari PMKRI;--- - Presidium Parnipura bersidang sedikit-dikitnya tiga bulan sekali dan apabila dianggap perlu.-- c. Pekerjaan sehari-hari Presidium dilakukan oleh
Presidium Harian yang berhak penuh untuk bertindak atas nama Presidium Paripurna dan harus--- dipertangungjawabkan;--- d. Baik Presidium Paripurna maupun Presidium harian
dipimpin oleh seorang Ketua Presidium merangkap anggota Presidium Harian;--- e. Komisaris Daerah (disingkat Komda):---
Komisaris daerah diangkat oleh Cabang-caba ng yang menjadi’ wilayahnya dan disahkan oleh
Mandataris Majelis Permusyawaratan Anggota--- (MPA);--—-—--—--——-—---—---—--—-—--—-- - Bila Cabang-cabang dalam wilayah komisariat I daerah tidak dapat melakukan koordinasi untuk mengangkat Komda dalam waktu enam (6) bulan terhitung sejak dilantiknya Pengurus Pusat--- PMKRI, maka Mandataris MPA dapat mengunakan hak prerogatifnya untuk mengangkat seorang Komda dengan tetap memperhatikan usulan dari Cabang- cabang dalam wilayah komisariat daerah---- tersebut:--- Bila dalam waktu 6 (enam) bulan sejak--- diturunkanya surat keputusan pengangkatan--- Komda , Komda t i da k me l a ku ka n fu nq s i da n - — - — wewenargnya, maka cabang-cabang yang berada diwilayah tersebut berhak mengajukan usulan peninjauan
- Untuk membentuk sebuah wilayah Komisariat daerah baru, maka sekurang-kurangnya diusulkan oleh 3 (tiga) cabang yang letak geografisnya berdekatan dan disahkan oleh Pengurus Pusat
- Komda berhak membentuk tim bilamana dirasa per1u.---—--- 3. Pengurus Cabang:--- a. Susunan Pengurus Cabang sedapat mungkin---
disesuaikan dengan susunan Pengurus Pusat dengan memperhatikan kebutuhan Cabang;---
b. Pengurus Cabang dipilih oleh Rapat Umum
Anggota --RAA DAN KEWAJIBAN PENGURDS PUSAT DAN PENGORDS CABANG--
Pengurus
a. Pengurus Pusat untuk bertindak atas nama FMKRI seluruhnya dalam hal-hal mengenai kepentingan umum perhimpunan serta memberi petunjuk-pe:unjuk dan nasehat-nasehat kepada Pengurus Cabang;--»---- b. Hal-hal mngenai keadaan Cabang, Pengurus Pusat
tidak %erhak untuk mengambil keputusan;--- c. Pengurus Pusat berkewajiban menyampaikan laporan
¡ kegiatan pada cabang tiap 6 (enam) bulan sekali.
2 . Komi s ari s Da era h: ———- - - -- --- -—-— --- ——— -——
a. Komisaris daerah mengkoordinir cabang-cabang di daerahnya;--- b. Komisaris Daerah berkewajiban menyampaikan laporan
kegiatan pada tiap cabang setiap 3 (tiga) bulan
3. Pengurus Cabang:--- a. Pengurus Cabang berhak mengambil keputusan----
mengenai hal-hal keadaan umum Cabang;--- b. Pengurus Cabang dapat bertindak atas nama PMKRI seluruhnya setelah mendapat ijin dari Pengurus Pusat untuk dikerjakan;--- l c. Pengurus Cabang berkewajiban menyampaikan laporan kegiatan kepada anggota secara periodik;--- d. Pengurus Cabang berkewajiban memberikan laporan Cabang kepada Pengurus Pusat tentang keadaan dan per keinbanqa n Cabang I iap 6 (en am) bu 1an se kal i . -——
Cabang-cabang didirikan di tempat di mana yang di anggap perlu oleh Pengurus Pusat dan diatur dalam Tap MPA.--- ---Pasal 15--- PERMDS¥AWRRATAN ANGGOTA (MPA)--- 1. Majelis Permusyawaratan Anggota MPA) mempunyai----
Sekali dalam dua tahun dibawah pimpinan Pusat, Waktu dan tempat penyelengaraan ditentukan oleh
! MPA sebelumnya;--- b. Apabila dikehendaki oleh Pengurus Pusat;--- c. Apabila dikehendaki oleh sekurang-kurangnya 2/3
(dua pertiga) dari jumlah Cabang dengan mandat persetujuan Pengurus Pusat (dengan ketentuan, : bilangan-bilangan pecahan dibulatkan kebawah).----
Jika dalam tiga bulan Pengurus Pusat belum juga ' melaksanakan MPA, maka Cabang-cabang yang--- bersangkutan berhak memimpin MPA tersebut.---
Kongres adalah pertemuan antara para anggota untuk membicarakan isu-isu strategi nasional dan--- mempertebal persaudaraan.--- Kongres diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 2 (dua) tahun. Waktu dan tempat penyelenggaraanya--- ditentukan oleh MPA sebelumnya.--- 3. Kongres dibiayai oleh anggota, Kekurangan biaya dipikul oleh Cabang penyelenggaraan dan Pengurus
1 . Kekayaan organisasi didapat dari:--- a. Uang pangkal;--- b. Dany
c. Sokongan-sokongan yang tidak mengikat;--- d. Os aha—us aha la in yanq
Kekayaan Pengurus Pusat didapat dari:--- a. luran dari tiap-tiap Cabang;--- b. Sokongan-sokongan yang tidak mengikat;--- c. Dsaha-usaha yang
18---
---—---PEMBDBARAN---—---—---- Dilakukan oleh MPA tahunan atau MPA khusus yang diadakan untuk maksud tersebut dalam suasana musyawarah yang dibimbing asas pancasila, dijiwai oleh kekatolikan, dan disemangati oleh kemahasiswaan.--- ---Pasal 19--- ---PERDBAHAN ANGGARAN DASAR--- 1. Perubahan Anggaran Dasar dilakukan oleh MPA dengan
musyawarah yang dibimbing oleh asas Pancasila,--- dijiwai oleh kekatolikan, dan disemagati oleh--- kemahasiswaan.--- 2. Perubahan Anggaran Dasar harus diberitahukan kepada
wali gereja yang bersangkutan.---
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini diatur dalam Anggaran Rumah 7angga disingkat ART) yang tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan yang akan dibuat:--- 1. a. Untuk PMKRI seluruhnya:---
Anggaran Rumah Tangga ini harus mendapat---- persetujuan dan pegesahan dari
* b. Untuk tiap-tiap Cabang:--- Anggaran Rumah Tangga cabang harus mendapat persetujuan dari Rapat Umum Anggota Cabang yang bersangkutan dan dikukuhkan oleh Pengurus Pusat;-- 2. Anggaran dasar ini mulai berlaku setelah disahkan
oleh Kongres VII tanggal 31-12-1997 (tiga puluh satu Desember seribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh) di Jakarta; --- 3. Ada berapa perubahan berdasarkan:---
a. Keputusan Sidang MPA IV tanggal 28-12-1961 (dua delapan Desember seribu sembilan ratus enam satu) di Y,ogyakarta;--- '
puluh puluh
b. Keputusan Sidang MPA VII tanggal 31-1-1964 (tiga puluh satu Desember seribu sembilan ratus enam puluh empat) di malang; --- ’-- c. Keputusan Sidang MPA VIII tanggal 06-04-1967 (enam April seribu sembilan ratus enam puluh tujuh) di Bandung;--- Keputusan Sidang MPA IX tanggal 06-04-1969 (enam April seribu sembilan ratus enam puluh sembilan) di Surabaya;--- Keputusan Sidang NPA X tanggal 27-08-1971 (dua puluh tujuh Agustus seribu sembilan ratus tujuh puluh satu) di Surakarta;--- f. Keputusan Sidang MPA XI tanggal 13-10-1975 (tiga
belas Oktober seribu sembilan ratus tujuh puluh lima) di Semarang;--- Keputusan Sidang MPA XIV tanggal 17-03-1985 (tujuh belas Maret seribu sembilan ratus delapan puluh lima) di Jakarta;--- Keputusan Sidang MPA XV tanggal 09-05-1988--- (sembilan Mei seribu sembilan ratus delapan puluh delapan) di Surabaya;--- Ketetapan Sidang MFA XVI tanggal 03-09-1990 (tiga September seribu sembilan ratus sembilan puluh) di Ujung Pandang;--- Keputusan Sidang MPA XVII tanggal 29-11-1982 (dua puluh sembilan Nopember seribu sembilan ratus sembilan puluh dua) di Bandung;--- k . Keputusan Sidang MPA XVIII tanggal 27-11-1994 (dua puluh tujuh Nopember seribu sembilan ratus sembilan puluh empat) di Medan;--- Keputusan Sidang MPA XX tanggal 23-10-1998 (dua puluh tiga Oktober seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan) di Banjarmasin;---
m. Keputusan Sidang MPA XXI tanggal 30-11-2000 (tiga puluh Nopembe: dua ribu) di Jakarta.---
---»mxosz sx x o‹uuuu‹
-Bagi PMKRI asas mempunyai pengertian:--- 1. Suatu kebenaran yang menjadi pokok dasar tumpuan
¡ berpikir atau berpendapat;--- 2. Cita-cita yang menjadi dasar perkumpulan atau negara.
-Berdasarkan pengertian di atas, asas sama dengan ideologi. Pancasila adalah ideologi negara Republik--- Indonesia. PMKRI sebagai suatu perhimpunan adalah bagian intergal dari bangsa/negara Indonesia. Jadi asas PMKRI sebagai suatu perhimpunan adalah Pancasila. Pancasila yang di maksud sebagai asas PMKRI adalah Pancasila yang termuat dalam pembukaan UUD 1945.---
Jiwa kekatolikan adalah sesuatu yang hidup dan---- menghidupkan dengan pengertian sebagai sumber inspirasi dan bukan sebagai suatu idec1ogi.---
Semangat kemahasiswaan adalah daya dorong yang tumbuh dari suatu proses penyempurnaan intelektual dalam---- kehidupan kemahasiswaan.---
Yang dimaksud dalam pasal ini adalah hak material.---
Ayat 2 e : Komisaris Daerah adalah nama jawaban--- sekaligus pejabat yang ditunjuk oleh cabang- cabang dan disahkan oleh mandataris MPA serta mewakili Pengurus Pusat di wilayah regional tertentu.---
Ayat 3 : Pengurus Cabang adalah nama perangkat organisasi ekseklusif PMKRI di cabang.---
RDMAR
----PERHIMPDNAN MAHASISWA KATOLIK REPUBLIK IMDONESIA----
PEMEBIIdAAN DAI4
l. Permintaan untuk menjadi anggota biasa, penyatu dan penyokong harus diajukan dengan surat kepada Pengurus Cabang yang bersangkutan.--- 2. Permintaan untuk menjadi anggota biasa harus disertai
bukti, bahwa ia adalah mahasiswa berupa :--- a. Surat keterangan dari Perguruan Tinggi Negeri atau
lainnya yang diakui oleh pemerintah sebagai perguruan tinggi yang sederajat dengan perguruan t i nqq ’z ne qer i , d iman a d imun q k in k an men capa i —- — tingkat pengetahuan sarjana;---
¡b. Surat keterangan perguruan tinggi yang belum di a tu i peme r i ni ah , Wang dimun 9 k i n kan me n capa i tingkat pengetahuan sarjara beserta ijasah sekolah lanjutan atas.--- Seorang mahasiswa dilantik oleh Pengurus cabang yang bersangkutan menjadi anggota biasa setelah menempuh dengan baik masa percobaan menurut ketentuan- ketentuan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Anggota.--- Penerimaan seorang anggota penyatu dllakukan oleh
Pengurus Cabang bersangkutan dengan persetujuan Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC).--- Penerimaan sebagai anggota biasa, penyatu atau
penyokong harus disertai tanda-tanda bukti dalam bentuk yang ditetapkan oleh Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) yang bersangkutan.--- Keberatan terhadap penerimaan sebagai anggota biasa,
penyatu atau penyokong harus diajukan kepada Pengurus Cabang yang bersangkutan yang dalam lé (empat belas) hari memutuskan atas keberatan-keberatan itu.---
7. Bila seseo:ang tidak dapat diterima sebagai anggota ' Liasa, penyatu atau penyokong maka penolakan, itu diberitahukan dengan surat kepada calor. yang bersangkutan dengan menyebut alasan penolakan ito.---
l. Seorang yang telah berjasa kepada PMKRI danat diangkat menjadi anggota kehormatan oleh MPA atas usul Pengurus Pusat dan Pengurus Cabang yang bersangkutan, dengan alasan yang membuktikan jasa- jasanya. Usul inl harus diajukan kepada semua Cabang i
sebelum MPA dimulai.--- 2. Penerimaan sebagai anggota kehormatan disertai tanda-
tanda bukti dalam bentuk yang ditetapkan MPA.
3. Anggota kehormatan bebas dari pembayaran iuran atau sokonqan dan berhak menghadiri semua rapat Pengurus Pusat lengkap, Pengurus Cabang, Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) dan MPA/Konores tanpa hak suara.---
1. Seorang anggota biasa, penyatu atau penyokong yang hendak berhenti dari PMKRI harus memberitahukan keinginan itu dengan surat kepada Pengurus Cabangnya paling lambat 1 (satu) bulan sebelum tanggal--- pemberhentiannya.--- 2. Seorang anggota biasa, penyatu atau penyokong yang
menurut Badan Pengurus Cabang melakukan tindakan yang patut dicela, ia akan menerima peringatan-peringatan dari Badan Pengurus Cabang sebanyak 2 (dua) kali dan apabila peringatan ini tidak diindahkan maka ia dapat dipecat sementara .--- 3. Seorang anggota biasa, penyatu atau penyokong dapat
diberhentikan untuk sementara oleh Pengurus Cabang yang bersangkutan, setelah terbukti bahwa ia telah
melanggar ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga atau telah merugikan kepentingan PMKRI.- 4. Pemecatan seorang anggota biasa, penyatu atau ' penyokong hanya boleh dilakukan atas usul Pengurus Cabang yang bersangkutan juga atas usul anggota yang berhak penuh dari cabangnya yang jumlahnya ditentukan oleh peraturan yang berlaku oleh Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) yang bersangkutan dengan musyawarah yang dibimbing oleh azas Pancasila, dijiwai---- kekatolikan disemangati kemahasiswaan dan setelah---- memberi kesempatan yang cukup untuk membela diri.
Pemecatan ini diberitahukan kepada Pengurus Pusat.--- 5. Seorang anggota yang dipecat (karena sebab-sebab yang merugikan kepentingan Umum PMKRI atau yang--- pemecatannya berakibat merugikan kepentingan umum PMKRI) dapat mengajukan banding kepada Pengurus---- Pusat. Keputusan banding ini tidak dapat diganggu gugat.---—---
1. Hak-hak anggota terdiri dari :--- a. Hak berbicara;--- b. Hak suara,--- c. Hak memilih;---
d. Hak
e. Hak ikut serta dalam usaha perhimpunan. --- 2. Kewajiban anggota terdiri dari --- l a. Menaati Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan
semua aturan Perhimpunan;--- b. Membayar uang iuran pada waktunya, kecuali yang
diberi pengecualian;--- c. Menjunjung tinggi nama baik perhimpunan,--- d. Nembantu usaha-usaha perhimpunan dalam mengejar
tujuannya.--- '
3. Hak suara diberikan secepat-cepatnya 3 (tiga) bulan sesudah menjadi anggota atau diatur dalam Anggaran
* Rumah Tangga
) 4. a. Penyatu mendapat hak seperti pada ayat (1) sub a dan
b. Penyokong mendapat hak seperti pada ayat (1) ---- sub
¡ c. Penyatu dan penyokong dapat menghadiri Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC), MPA/Kongres.--- ' 5. Hak-hak dan kewajiban tersebut di atas diatur dalam pasal-pasal yang bersangkutan.---
OROANISAsI/PENGU0U9--- 1. Pengurus Pusat berkedudukan di ibukota Republik---
Indonesia.--- 2. a. Pemilihan Pengurus Pusat diadakan dengan pemilihan
Ketua Presidium oleh MPA. Ketua Presidium ini ditunjuk sekaligus sebagai formatur Pengurus
b. Komisaris daerah dicalonkan oleh cabang-cabang yang bersangkutan yang berada dalam wilayahnya.--- 3. Anggota Diasa yang berhak penuh dapat menjabat jabatan sebagai berikut:--- a . P r e s i di um Ha r i an ; - - --—- - - - -—---- --- ---—-—-- ---—
b. Komisaris Daerah;--- c. Sekretaris Jendral;--- d. Sekretaris/Ketua
e. Utusan yang mewakili PNKRI ke luar.--- 4. Masing-masing anggota Presidium mempunyai hak yang
sama.--- 5. Rapat presidium hanya sah apabila dihadiri sekurang-
kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari seluruh presidium.---
6. Keputusan presidium diambil secara musyawarah sampai tercapai kata sepakat.---
---PENASIBAT ROBANI DAN
1. Penasihat rohani ialah seorang padrí (imam) yanu ditunjuk oleh wali gereja dengan pertimbangan Pengurus Pusat.--- 2. Dewan Pertimbangan adalah dewan yang terdiri dari sejumlah cendekiawan Katolik Indonesia yang diangkat oleh Presidium/Pengurus Cabang yang bersangkutan dan bertugas memberikan pertimbangan-pertimbangan pada Presidium atau Pengurus Cabang baik diminta atau tidak mengenai semua persoalan yang dianggap penting.
3. Penasihati Rohani dan Dewan Pertimbangan berhak atas undangan •antuk menghadiri semua rapat, MPA/Kongres tanpa hak suara.--- 4. Penasihat Rohani mempunyai hak untuk memberikan nasihat yang berhubungan dengan hal kerohanian, baik ) diminta atau tidak.--- 5. Jika diantara pengurus dan Penasihat Rohani tidak
tercapai kesesuaian paham tentang sesuatu hal,
* keputusar. terakhir ditentukan oleh waligereja yang bersangkutan.---
1. Presidium Pusat berkewajiban --- ) a. Mengusahakan dan menjaga agar persatuan antar
anggota tetap terpelihara;--- b. Membina perhimpunan ke arah kesempurnaan,--- c. Mengawasi pekerjaan dan kehidupan seluruh---
d. Memenuhi segala kewajiban sesuai dengan Anggaran ' Dasar/Anggaran Rumah Tangga PMKRI dan keputusan-
keputusan
2. Anggota Pengurus Pusat berkewajibar dan berhak:--- a. Ketua Presidium, memimpin rapat bersama-sama
dengan anggota presidium yang lain,--- bertanggungjawab dan berhak atas segala--- pelaksanaan urusan perhimpunan. Menandatangani--- surat-surat penting bersama dengan anggota---- presidium yang lain atau dengan Sekretaris--- Jenderal atau dengan Sekretaris atau dengan Ketua
b. Anggota Presidium, bersama-sama dengan Ketua--- Presidium, bertanggungjawab dan berhak atas---- ' segala pelaksanaan uru3an perhimpunan. Membantu dan mewakili Ketua Presidium bila yang--- bersangkutan berhalangan, menyelenggarakan--- tugas-tugas yang diserahkan kepaÖanya, --- menandatangani surat-surat penting bersama dengan Sekretaris Jendral/Sekretaris;--- c. Komisaris daerah melaksanakan tugas Pengurus Pusat
di dae mhn ya . Membawa s ua ra da e rah kepada P en qu m s Pusat;- ---—-—---—--—---—-
d. Sekretaris Jendral adalah koordinator dari--- sekretariat Pengurus Pusat;--- e. Sekretaris/Ketua Biro bertanggung jawab atas----
segala urusan yang berkenaan dengan bironya dan-- menandatangani surat-surat bersama Presidium;--- f. Bendaharawan bertanggungjawab atas keuangan---- perhimpunan, menjalankan usaha untuk kekayaan---- perhimpunan, jabatan ini dirangkap oleh--- sekretaris atau ketua biro usaha. Bendaharawan, bertanggungjawab atas keuangan perhimpunan,--- menjalankan usaha untuk kekayaan perhimpunan.
Jabatan ini dirangkap oleh sekretaris atau ketua biro usaha.--- Rapat Pengurus Pusat dan Pengurus Cabang diadakan setiap kali bila dianggap perlu, baik atas--- permintaan Pengurus Pusat maupun pengurus cabang yang bersangkutan.--- 4. Utusan PMKRI keluar diwajiókan mengadakan---
hubungan, pertanggungjawaban dan laporan kepada--- Pengurus Pusat dan atau Pengurus Cabang yang---- bersangkutan.---
PERMNSTAWARATAN ANGGOTA
1.
Jumlah perwakilan untuk MPA ditentukan oleh MPA---- sebelumnya dengan ketentuan bahwa tiap Cabang--- sedikitnva berhak atas empat utusan. Setiap utusan harus mempunyai surat kuasa dari Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) yang bersangkutan.--- Cabang yang tidak dapat mengirim utusan untuk menghadiri MPA dapat memberikan kuasa penuh secara tertulis kepada anggota cabang lainnya dengan ketentuan harus melalui Pengurus Cabang yang--- bersangkutan.--- Pengurus Pusat berkewajiban menyampaikan kepadaCabang
a. Acara dan persoalan yang akan dibicarakan di MPA i dalam waktu sebulan sebelum MPA dimulai;--- b. Risalah MPA terakhir pada waktu sebelum MPA
c. Putusan-putusan MPA dalam waktu sebulan setelah MPA selesai.--- 4. MPA sah jika dihadiri oleh Cabang yang hadir dengan
sebenarnya (tidak termasuk mandat), sekurang--- kurangnya setengah dari jumlah Cabang seluruhnya, dengan ketentuan harus dihadiri oleh sekurang-