PERATURAN
KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR: 153/KA/VII/2010
TENTANG
PEDOMAN PERSYARATAN SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN
(STANDAR BATAN BIDANG ADMINISTRASI, MANAJEMEN, DAN ORGANISASI)
KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL,
Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan keamanan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) diperlukan suatu sistem manajemen keamanan;
b. bahwa untuk menerapkan sistem manajemen keamanan di BATAN diperlukan suatu standar manajemen keamanan;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala BATAN tentang Pedoman Persyaratan Sistem Manajemen Keamanan (Standar BATAN Bidang Administrasi, Manajemen, dan Organisasi);
Mengingat : 1.
2.
3.
4.
5.
6.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3676);
Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 200, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4020);
Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 1991 tentang Penyusunan, Penerapan, dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia;
Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005;
Keputusan Presiden Nomor 16/M Tahun 2007;
Peraturan Kepala BATAN Nomor 392/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan
Tata Kerja BATAN;
7.
8.
9.
10.
Peraturan Kepala BATAN Nomor 393/KA/XI/2005 – 396/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai di Lingkungan BATAN;
Peraturan Kepala BATAN Nomor 004/KA/I/2006 tentang Pedoman Pembentukan Peraturan/Keputusan Kepala BATAN;
Peraturan Kepala BATAN Nomor 158/KA/XI/2008 tentang Pelaksanaan Standardisasi Ketenaganukliran;
Peraturan Kepala BATAN Nomor 146/KA/VII/2010 tentang Pedoman Prioritas Program Standardisasi BATAN;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN (STANDAR BATAN BIDANG ADMINISTRASI, MANAJEMEN, DAN ORGANISASI)
Pasal 1
Pedoman Persyaratan Sistem Manajemen Keamanan (Standar BATAN Bidang Administrasi, Manajemen, dan Organisasi) sebagaimana tersebut dalam Lampiran, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan ini.
Pasal 2
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 Juli 2010 KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL,
-ttd- HUDI HASTOWO Salinan sesuai dengan aslinya,
Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat,
Ferhat Aziz
LAMPIRAN PERATURAN
KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR : 153/KA/VII/2010
TANGGAL : 28 Juli 2010
PEDOMAN PERSYARATAN SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN
(STANDAR BATAN BIDANG ADMINISTRASI, MANAJEMEN, DAN ORGANISASI)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Umum
Standar BATAN ini dikembangkan sebagai jawaban atas permintaan pemangku kepentingan BATAN untuk suatu standar manajemen keamanan. Sasaran akhir dari Standar ini adalah untuk meningkatkan keamanan di BATAN.
Standar ini merupakan suatu standar manajemen yang memungkinkan suatu organisasi menetapkan Sistem Manajemen Keamanan secara komprehensif. Penerapan Standar ini oleh suatu organisasi akan mengarah atau mengakibatkan pada penerapan standar-standar sistem keamanan lain dan/atau Peraturan Perundang-undangan yang sesuai dengan lingkup kegiatannya.
Standar ini mensyaratkan organisasi untuk menilai lingkungan keamanan di lingkup kerjanya dan untuk menentukan bahwa tindakan keamanan yang memadai dilakukan dan bahwa persyaratan badan pengawas dan Peraturan Perundang-undangan terkait telah dipenuhi oleh organisasi. Jika kebutuhan keamanan diidentifikasi oleh proses tersebut, organisasi sebaiknya menerapkan mekanisme dan proses untuk memenuhi kebutuhan keamanannya.
Standar ini dimaksudkan untuk diterapkan pada seluruh aspek organisasi yang disyaratkan untuk dikelola dengan cara yang aman. Pendekatan formal terhadap manajemen keamanan dapat memberi kontribusi secara langsung pada kemampuan dan kredibilitas organisasi sebagai upaya BATAN meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Standar ini tidak dimaksudkan untuk membuat duplikasi persyaratan pemerintah dan standar yang berkenaan dengan manajemen keamanan yang organisasinya telah disertifikasi atau diverifikasi kesesuaiannya. Verifikasi dapat dilakukan oleh organisasi pihak kedua atau ketiga yang diakui.
Ketaatan terhadap Standar ini tidak otomatis membebaskan organisasi dari kewajiban- kewajiban hukum. Bagi organisasi yang akan memenuhi sistem manajemen keamanan sesuai dengan Standar ini dapat diverifikasi melalui proses audit oleh pihak kedua atau pihak ketiga.
1.2 Elemen sistem manajemen keamanan
Elemen sistem manajemen keamanan digambarkan dalam siklus manajemen (PDCA) sebagai berikut:
Gambar 1 Elemen sistem manajemen keamanan
CATATAN Standar ini dibuat berdasarkan metodologi yang dikenal sebagai Plan-Do-Check- Act (PDCA). PDCA dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Plan : menetapkan sasaran dan proses-proses yang diperlukan untuk mencapai target sesuai kebijakan keamanan organisasi.
- Do : menerapkan proses.
- Check : memantau dan mengukur proses terhadap kebijakan keamanan, target, sasaran, hukum, dan persyaratan lain, serta hasil laporan.
- Act : mengambil tindakan untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen keamanan secara terus menerus.
PENINGKATAN BERKELANJUTAN
Kebijakan manajemen keamanan
Rencana keamanan:
Penilaian risiko Persyaratan hukum dan peraturan perundang-undangan Sasaran dan target keamanan Program manajemen keamanan
Penerapan dan operasi:
Tanggung jawab dan kompetensi Komunikasi Dokumentasi
Pengendalian operasional Kesiapsiagaan, tanggap darurat Tindakan pemeriksaan dan
perbaikan:
Pengukuran dan pemantauan Evaluasi sistem
Ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan serta pencegahan Rekaman
Auditm
Ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan &
Kaji ulang manajemen dan peningkatan berkelanjutan