• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media Pembelajaran PKN Untuk SMP Kelas 7,8 Dan 9 ppkn ix

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Media Pembelajaran PKN Untuk SMP Kelas 7,8 Dan 9 ppkn ix"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

A. Pentingnya usaha pembelaan Negara

1. Pengertian usaha pembelaan

Negara.

Menurut UU

RI No 3 tahun

2002

Upaya bela Negara adalah sikap dan Prilaku WN yang dijiwai oleh kecintaan Nya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam

(3)

Sikap hormat terhadap Bendera Merah Putih.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Menolak campur tangan pihak Asing terhadap kedaulatan NKRI.

(4)

Pengertian usaha pembelaan

Negara meliputi.

Mengunakan

Senjata.

Sikap dan tindakan untuk meningkatkan Kesejahteraan warga Negara :

 Mewujutkan keamanan lingkungan

(5)

2. Usaha pembelaan Negara penting di lakukan.

Bagaimana kehidupan manusia

Sebelum adanya Negara.

Pendapat Thomas Hobbes

Homo Homini Lupus, manusia merupakan

Serigala bagi manusia lain.

Bellum Omnium Contra Omnes,

(6)

4 alasan pentingnya Usaha pembelaan Negara.

Untuk mempertahankan Negara dari Berbagai ancaman.

Untuk menjaga keutuhan wilayah Negara

Merupakan pangilan sejarah

Merupakan kewajiban setiap WN.

3. Fungsi Negara dalam kaitanya dengan pembelaan Negara.

Fungsi Negara menurut

MIRIAM BUDIARDJO

Fungsi penertiban ( law and order )

Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran.

Fungsi pertahanan. Fungsi keadilan.

 Fungsi Negara tidak dapat dipisahkan dari

(7)

Fungsi nagara yg Berhubungan dg Pembelaan Negara RI.

Fungsi pertahanan

Untuk menjaga dan mempertahankan Negara dari kemungkinan

Serangan dari luar adanya : 1. alat pertahanan ( TNI )

2. alat perlengkapan (alat utama Senjata ALUTSISTA)

UU RI No. 3 tahun 203 pasal 9 ayat 1, “ Setiap WN berhak danWajib ikut serta dalam upaya bela nagara yang

diwujutkan dalam Penyelenggaraan pertahanan Negara “.

Fungsi keamanan / ketertiban.

(8)

Untuk mewujutkan fungsi

Pertahanan dan keamanan.

Negara harus memiliki alat-alat hankam

Keikutan segenab WN dalam upaya Pertahanan dan keamanan Negara.

Kerjasama dalam mempertahankan dan Mengamankan Negara antara TNI dan POLRI Serta setiap WNI.

Fungsi kesejahteraan dan

Kemakmuran.

Di jalankan

pemerintah.

Bentuk pelayanan dan perniagaan :

» Pemeliharaan fakir miskin.

» pembangunan jalan, jembatan.

(9)

4. Unsur – unsur Negara.

a. menurut konvensi

Montevideo th 1933

b. Menurut Oppenheim –

lauterpaekt.

 Penduduk yang tetap.  Wilayah tertentu.

 Pemerintah.

Kemampuan mengadakan hubungan

dengan Negara lain.

Unsur pembentuk (konstitutif).

Rakyat.

Daerah / wilayah.

Pemerintahan yang berdaulat.

Unsur Deklaratif.

(10)

Berhubungan dengan upaya bela Negara Unsur wilayah Negara merupa Kan wadah, alat dan kondisi Juang bagi berlangsungnya Penyelengaraan upaya bela Negara.

Keterkaitan dan kedudukan Unsur Negara dg konsep Upaya pembelaan Negara.

Unsur penduduk / warga Negara

» unsur pendukung dalam penyelengaraan Hukum Negara.

Unsur wilayah

» wadah, alat dan kondisi juang bagi berlangsungnya Penyelenggaraan upaya pembelaan Negara.

Unsur pemerintahan yang berdaulat

(11)

5. Sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Pembinaan rasa kebangsaan.

kebangkitan nasional

1908

sumpah pemuda 1928

proklamasi kemerdekaan

17 agustus 1945

Adanya organisasi rakyat

Dalam membela Negara.

Kelaskaran

Pasukan gerilya desa (pager desa)

Mobilisasi pelajar

(12)

6. Landasan hukum tentang kewajiban membela Negara.

aPasal 30 ayat 1UUD 1945: tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib

Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara.

bPasal 30 ayat 2 UUD 1945 : usaha pertahanan dan keamanan

Negara

Dilaksanakan melalui sistim pertahanan dan keamanan rakyat

Semesta oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama, dan rakyat

Sebagai kekuatan pendukung.

(13)

Beberapa hal yang Harus di pahami dari Pasal 30.

Keikut sertaan WN dalam hankam Negara menyata Kan hak dan kewajiban.

Rakyat sebagai kekuatan pendukung.

Menggunakan sistim HANKAMRATA.

Kekuatan utama  sistim pertahanan - TNI

 sistim keamanan -

POLRI

Konsep bela Negara diatur dalam pasal 27 ayat 3 UUD 1945 bahwa “ Setiap warga Negara
(14)

Pertahanan Negara.

Segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan Bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara

(Pasal 1 ayat 1 UURI No. 3 tahun 2002)

 Kata wajib pada pasal 27 ayat 3 dan UURI No. 3 tahun 2002 pasal 9 ayat 1 bahwa

Setiap warga Negara dalam keadaan tertentu dapat dipaksakan oleh Negara untuk Ikut serta dalam pembelaan Negara.

(15)

B. Bentuk – bentuk usaha pembelaan Negara.

1. Bentuk penyelengaraan usaha pembelaan Negara.

Menurut pasal 9 ayat 2

UU RI No. 3 tahun 2002

Pendidikan kewarga negaraan.

Pengabdian sesuai dengan profesi.

Pelatihan dasar kemileteran secara wajib.

Pengabdian sebagai prajurit TNI secara suka rela

Atau secara wajib.

Pasal 37 ayat 1

UU RI No. 3

Tahun 2002

Bahwa pendidikan kewarganegaraan di

Maksutkan untuk membentuk peserta didik

Menjadi manusia yang memiliki rasa

(16)

Konsep kecintaan

Kepada NKRI

Rasa kebangsaan ( Nasionalisme )

Rasa cinta tanah air ( Patriotisme )

Konsep bela Negara.

Konsepsi moral yang

Di implementasikan

Dalam.

Sikap.

Perilaku.

Tindakan WNI yg dilandasi

 cinta tanah air.

 kesadaran berbangsa dan

Bernegara.

 keyakinan kepada pancasila sebagai

Ideologi Negara.

 kerelaan berkorban untuk bangsa

(17)

Komponen WN yang

mendapat

Pelatihan dasar militer.

Unsur Mahasiswa

MENWA ( resiman mahasiswa )

UKM ( unit kegiatan mahasiswa ) bela Negara.

(18)

Tuntutan reformasi.

Perubahan peradigma

Dlm sistim ketatanega

raan.

Pemisahan

Fungsi dan

Peran TNI

Dan POLRI.

TNI

Berperan dalam bidang pertahanan Negara. Alat pertahanan NKRI.

1.mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhanwilayah.

2.melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa. 3.melaksanakan operasi militer selain perang.

4.ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional.

POLR

I

 berperan dalam bidang keamanan Negara.  memelihara Kamtibmas.

 penegakan hukum.

(19)

ANCAMAN

Setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam negeri

Maupun luar negeri yg di nilai membahayakan kedaulatan Negar, keutuhan wilayah Negara dan keselamatan segenab Bangsa.

Ancama n

Militer

Non

Militer

TNI di tempatkan sebagai komponen utama Yang di dukung oleh :

1. komponen cadangan. 2. komponen pendukung.

Unsur utama adalah pemerintah di luar Bidang pertahanan sesuai dengan bentuk

(20)

Pengertian usaha pembelaan

Negara meliputi.

Mengunakan

Senjata.

Sikap dan tindakan untuk meningkatkan Kesejahteraan warga Negara :

(21)

Ancaman militer.

Ancaman yang mengunakan kekuatan senjata

Yang terorganisasi dan di nilai mempunyai Kemampuan yang membahayakan Negara.

Ancaman non militer

Ancaman yang tidak mengunakan senjata

Tetapi jika di biarkan akan membahayakan

Negara.

Bentuk – bentuk ancaman Militer

( UU RI No. 3 tahun 2002 )

Agresi :

penggunaan kekuasaan senjata oleh Negara Lain terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah dan kesela Matan bangsa.
(22)

Pemberontakan bersenjata.

Sabotase :

untuk merusak intalansi penting militer dan Obyek vital nasional.

Perang saudara antar kelampok masyarakat

Bersenjata.

Spionase :

di lakukan Negara lain untuk mencari dan Mendapatkan rahasia militer.
(23)

Contoh potensi Ancaman militer

Dari sisi Malaysia :

lepasnya sipadan – ligitan dan per

Sekutuan di blok ambalat.

Dari sisi Singapura :

» permasalahan batas Negara yang belum jelas Yang memungkinkan memperluas wil ke

Indonesia

» merupakan tempat yang empuk utk pencucian Uang.

Dari sisi Australia :

» terus melakukan pembangunan kekuatan yang Mengarah ke utara. » lepasnya Timur – timur dari Indonesia. » pemberlakuan kebijakan sepihak konsep penentuan Wilayah laut Australia.

(24)

Departemen pertahanan

TNI adalah salah satu kekuatan nasional Negara ( Instrument Of Power ).

Menghadapi ancaman yang berbentuk Kekuatan militer.

TNI melaksanakan operasi : 1OMP ( operasi militer perang )

2OMSP ( operasi militer selain perang )

OMP  Orgisasi militer dalam

menghadapi Kekuatan militer Negara lawan berupa :

 Invasi

 Agresi

 Infiltrasi

OMSP  operasi militer yang dilaksana

Kan bukan dalam rangka Perang dg Negara lain tetapi Dalam tugas lain :

 melawan pemberontakan

Bersenjata gerakan separatis

 tugas mengatasi kejahatan

Luar negari.  tugas bantuan

(25)

Ancaman bersifat non militer atau non tradisional.

Perdagangan narkotik

Dan obat terlarang.

Peran warga Negara

Sesuai kedudukan

Dan profesinya.

Siswa / Guru.

Berkewajiban melaporkan perdagangan apabila Mengetahui.

Polisi.

Berkewajiban untuk melakukan penyelidikan Dan Penyidikan terhadap pelaku.

TNI.

(26)

Perkiraan ancaman dan gangguan ter Hadap kepentingan pertahanan Negara Menurut DEPHAN :

1Terorisme Internasional. 2Gerakan sparatis

3Aksi radikalisme 4Konflik komunal

5kejahatan lintas Negara 6kegiatan imigrasi gelap 7gangguan keamanan laut 8gangguan keamanan udara 9perusakan lingkungan

1bencana alam

3. pengabdian sesuai profesi.

 pengapdian WN yang mempunyai

Profesi tertentu untuk kepentingan Pertahanan Negara termasuk Menanggulangi dan / memperkecil Akibat yang di timbulkan oleh Perang, bencana alam dan benca Na lainya.

Profesi :

 petugas PMI

 Para medis

 Tim SAR

 POLRI

 Petugas bantuan sosial

(27)

Melalui PKN dengan adanya :

1pembinaan sikap dan prilaku

nasionalisme dan patriotisme

2membela kebenaran dan keya

kinan pada pancasila dan UUD

45

Contoh upaya bela Negara komponen bangsa.

Sekolah /

siswa.

PROFES

I

1Mencari dan menolong korban bencana

(28)

TNI

1 Menghadapi ancaman agresi belanda

2 Ancaman gerakan federalis dan

Separatis :

1 APRA 2RMS

3PRRI / PERMESTA 4Papua merdeka

5Gerakan separatis aceh (GSA) 6Melawan PKI ? DI ?TII

POLRI

1Kerusuhan

(29)

RAKYAT

1Kelaskaran / barisan cadangan 2Pager desa

3OKD / OPR

4Hansip, wanra dan karma 5Perwira cadangan

6Linmas dan rakyat terlatih

2. Partisipasi dalam usaha pembelaan

Negara di lingkungan

Melalui kegiatan siskamling

Ikut serta menangulangi bencana alam

Ikut serta mengatasi kerusuhan messal dan konflik

komunal

Peran serta Linmas.

Sasaran bela Negara

Oleh setiap WN

Merupakan wadah, alat dan kondisi Juang bagi berlangsungnya

Penyelenggaraan upaya bela Negara

(30)
(31)

A. OTONOMI

DAERAH.

1. Hakekat otonomi

daerah.

Indonesia

Negara kesatuan yang berbentuk republik

Pelaksanaan pemerintahan dibagi atas daerah provinsi

propinsi dibagi atas kabupaten dan kota

mempunyai

pemda yang mengatur dan mengurus sendiri urusan

pemerintahan menurut asas.

Asas otonomi.

Tugas

(32)

UU RI No. 32 tahun 2004

Pemerintahan daerah.

UU RI No. 33 tahun 2004

Perimbangan keuangan antara

Pemerintaha pusat dan

daerah.

Beberapa istilah :

1Pemerintah

2Pemerintah daerah.

3Desentralisasi.

4Dekonsentrasi.

5Tugas pembantuan.

Perangkat NKRI yang terdiri dari presiden bersama para Menteri.

Kepala daerah beserta perangkat daerah otonomi yang lain Sebagai badan eksekutif daerah, DPRD adalah badan Legislative daerah.

Penyerahan wewenag pemerintah oleh pemerintah kepada Daerah otonomi dalam kerangka NKRI.

Pelimpahan wewenag dari pemerintah pusat kepada Gubenur sebagai wakil presiden dan / perangkat pusat Daerah.

(33)

6. Otonomi daerah.

7. Daerah otonom.

8. Wilayah adminitrasi.

9. Instansi vertical.

10. Pejabat yang berwenang.

11. kecamatan.

12. Kelurahan.

Kewengan daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus Kepentingan masyarakat setempat menurut pelaksaan Sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan Peraturan perundang – undangan.

Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas Daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus Kepentingan masyarakat setempat menurut prakasa Sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan NKRI.

Wilayah kerja gubenur selalu wakil pemerintah.

Perangkat departemen dan / atau lembaga pemerintah Non departemen di daerah.

Pejabat pemerintah di tingkat pusat / pejabat pemerintah di Tingkat propensi yang berwenang memilih dan mengawasi Penyelengaraan pemda.

Wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten Dan daerah kota.

(34)

13. Desa.

Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk Mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat Berdasarkan asal usul dan adapt istiadat setempat yang diakui dalam Sistim pemerintahan nasional dan brada di daerah

kabupaten.

Desentralisasi.

Transfer ( perpindahan ) kewenangan dan tanggung jawab

Fungsi – fungsi publik.

Pemerintah pusat kepada pihak

lain.

Daerah

Bawahan. Organisasi pemerintah Yang semi bebas.

(35)

4 macam

Desentralisasi.

Desentralisasi politik.

Bertujuan menyalurkan semangat demokrasi secara positif di Masyarakat.

Desentralisasi admitrasi. Dekonsentrasi.

Memiliki 3 bentuk utama : delegasi. Devolosi. Bertujuan agar penyelenggaraan pemerintah dapat Berjalan secara efektif dan efesien.

Desentralisasi ekonomi / pasar.

Bertujuan untuk lebih memberikan tanggung jawab yang ber

Kaitan sektor publik ke sektor privat. Desentralisasi fiskal.

Bertujuan memberikan kesempatan kepada daerah untuk

(36)

VISI OTONOMI DAERAH

1 Bidang politik :

 Proses untuk membuka lahirnya kepala pemda yang di pilih secara demokrasi.

 penyelenggaraan pemerintahan yang reponsip terhadap kepentingan masy luas.

 Memelihara suatu mekanisme pengambilan keputusan yg taat kepada asas

Pertanggung jawaban public. 2 Bidang ekonomi :

 Menjamin lancarnya pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional di daerah.

 Mengembangkan kebijakan regional dan lokal untuk mengoptimalkan

pendayagunaan

Profesi ekonomi di daerahnya.

 Membangun berbagai infrastruktur yang menunjang perputaran ekonomi di

daerahnya.

3 Bidang sosial budaya :

 Menciptakan harmoni sosial

 Memelihara nilai lokal yang dipandang kondusif terhadap kemampuan masyarakat.

(37)

KONSEP OTONOMI DAERAH

MENGANDUNG MAKNA

1 Penyerahan sebanyak mungkin kewenangan pemerintahan dalam hubungan domestik kepada Daerah, kecuali bidang :

 Keuangan dan moneter.

 Politik luar negeri.

 Peradilan.

 Pertahanan

 Keagamaan

2 Penguatan peran DPRD dalam pemilihan dan penetapan kepada daerah

3 pembangunan tradisi politik yang lebih sesuai dengan kultur ( budaya ) setempat 4 Peningkatan efektivitas fungsi – fungsi pelayanan eksekutif

5 Peningkatan efisiensi administrasi keuangan daerah 6 Perwujutan desentralisasi fiskal.

(38)

Tujuan pemberian Otonomi daerah

Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang Semakin baik

Pengembangan kehidupan demokrasi.

Keadilan

Pemerataan

Pemeliharaan hubungan yang serasi antar pusat dan daerah.

(39)

3. Asas – asas dan prinsip pemerintahan daerah.

Asas

pemerintahan Daerah.

Pasal 18 ayat 2 UUD 1945

Pemerintah daerah Propinsi, daerah Kabupaten, dan kota Mengatur dan meng Gurus sendiri urusan Pemerintahan mem Uat asas otonomi Dan tugas pemban Tuan.

Asas otonomi :

pelaksanaan urusan pemerintahan oleh daerah dapat Di selengarakan secara langsung oleh pemerintahan daerah itu Sendiri.

Asas tugas pembantuan :

(40)

Pasal 16 ayat 6 UUD 1945.

Pemerintah daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan – peraturan lain

Untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.

Prinsip penyelengaraan pemerintahan daerah :

Mengunakan asas :

Desentralisasi

Dekonsentrasi

Tugas pembantuan

menyelengarakan asas desentralisai secara utuh dan bulat yang di laksana

Kan di daerah kabupaten / kota.

Asas pembantuan dilaksanakan di :

Daerah propinsi

Daerah kabupaten

Daerah kota
(41)

4. Kewenangan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah.

DASAR

 Pasal 18 A ayat 1 UUD 1945  Pasal 18 A ayat 2 UUD 1945

Antar susunan pemerintahan memiliki hubungan yang bersifat hirarkis

Pengaturan hubungan pemerintahan tersebut memperhatikan ke khususan

dan

Keragaman Daerah.

Antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah memiliki hubungan

keuangan,

(42)

5. BENTUK DAN SUSUNAN PEMERINTAHAN DAERAH

DAERAH

DPRD ( Legislatif ) Pemerintahan daerah ( Eksekutif )

 merupakan wahana Untuk

Melaksanakan Demokrasi berdasar Pancasila

 berkedudukan sejajar Dan

menjadi

mitra dari Pemerintahan darah ( pasal 40 UU RI No. 32 th 2004 )

Kepala daerah Perangkat daerah lainya

Fungsi DPRD ( pasal 41 UU RI No. 32 Tahun 2004 )

Fungsi legislasi.

 pembentuk PERDA

Fungsi anggaran.

 kewenangan dalam hal anggaran

Daerah ( APBD )

Fungsi pengawasan.

(43)

 Cara pemilihan anggota DPRD.

1Dasr pasal 18 ayat 3 UUD 1945. 2Anggotanya di pilih melalui PEMILU.

3Wakil pelaksanaan bersamaan dg pemilu untuk anggota DPR dan DPD

 Tugas dan wewenang DPRD ( pasal 42 UU RI No. 32 tahun 2004 )

amembentuk perda yang di bahas bersama kepala daerah.

bMembahas dan menyetujui RAPERDA – APBD bersama dg kepala daerah cPelaksanaan pengawasan terhadap :

 Perda dan aturan lain

 Peraturan kepala daerah

 APBD

 Kebijakan pemda

dMengusulkan pengangkatan dan pemberhentian :

 DPRD provinsi  Gubenur dan wakil gubenur kepada presiden melalui

Menteri dalam negeri

 DPRD kabupaten  Bupati / wali kota dan wakilnya kepada menteri dalam

(44)

e. Memiliki wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah.

f. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemda terhadap rencana perjanjian internasional di daerah.

g. Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama internasiaonal oleh pemda.

h. Menerima keterangan laporan pertanggung jawaban kepada daerah dalam penyelengaraan pemda. i. Membentuk PANWAS PILKADA.

j. Melaksanakan pengawasan dan meminta laporan KPUD dalam penyelenggaraan PILKADA

k. Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama antar daerah dan dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah .

HAK DPRD

(45)

HAK Interpelasi

Hak badan legis latif untuk Meminta keterangan atau Pertangung jawaban Mengenai suatu masalah Tertentu kpd pemerintah

HAK Angkat

Hak badan legeslatif untk Mengadakan penyelidi Kan tentang ketidak Beresan kekuasaan ter Tinggi.

Menyatakan pendapat

Hak anggota DPRD

Pasal 44 UU No. 32 th 2004

 Mengajukan Raperda.  Mengajukan pertanyaan

 Menyampaikan usul dan pendapat  Memilih dan di pilih

 Membela diri

 Imunitas ( kekebalan )

(46)

1 Memimpin penyelenggaraan pemda berdasarkan kebijakan yang di tetapkan bersama BPRD.

2 Mengajukan RAPERDA.

3 Menetapkan perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD. 4 Menyusun dan mengajukan RAPERDA tentang APBD kepada DPRD. 5 Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah.

6 Mewakili daerahnya didalam dan di luar pengadilan, dapat menunjuk kuasa hukum untuk Mewakilinya

7 Melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang – undangan

Kepala daerah

Kepala Eksekutif

PROVINSI

Bupati dan wakilnya Gubernur dan

wakilnya

KABUPATEN

(47)

KEUANGAN DAERAH.

Sumber keuangan daerah

PAD ( pendapatan asli daerah )

 Hasil pajak daerah  Hasil retribusi daerah  Hasil perusahaan daerah  Hasil pengolahan daerah

 Pendapatan daerah yang lain yang sah

Dana perimbangan.

 Penerimaan pajak bumidan banggunan  Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan  Penerimaan dari SDA

 DAU ( dana alokasi umum )  DAK ( dana alokasi khusus )

Pinjaman daerah.

Penerimaan lain yang sah.

Dana perimbangan 

 PBB  10% pemerintah pusat

90% pemerintah daerah

 Bea perolehan hak atas tanah

Dan bangunan :

 20% pemerintah pusat

80% pemerintah daerah

 Sektor kehutanaan, pertanggu

Ngan umum dari perikanan :  20% pemerintah pusat

80% pemerintah daerah

 Pertambangan minyak :

 85% pemerintah pusat

15% pemerintah daerah

 GAS alam  70% pemr pusat

(48)

B Partisipasi masyarakat dalam perumasan kebijakan publik.

Definisi kebijakan publik. 

1 DYE  Apapun yang pemerintah pilih untuk melakukan atau tidak melakukan.

2 EDWAR III  Apa yang pemerintah katakan dan di lakukan atau tidak dilakukan kebijakan

Merupakan serangkaian tujuan dan sasaran dari program – progam pemerinth

3 KARTA SASMITA  Kebijakan public merupakan upaya untuk memahami dan

mengartikan:

1 Apa yang dilakukan dan apa yang tidak dilakukan pemerintah 2 Apa yang menyebabkannya

3 Apa pengaruhnya

4 ANDERSON  Serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu

yang di ikuti dan diLaksanakan oleh pelaku atau kelompok guna

memecahkan masalah tertentu

Tujuan penerapan Publik.

Apa yang telah di gariskan bukan hanya bersifat Apstrak belaka.

(49)

Tujuan penerapan

 Manusia

Kebijakan publik  Dana

 Sarana dan prasarana.

.

Sosialisasi kebijakan public Dapat di lakukan denngan

Media masa dan Elektronik

Secara manual ( spanduk, selebaran )

Pengumpulan masa dalam suatu tempat

Partisipasi dalam perumusan kebijakan public.

(50)

aperumusan masalah f. pelaksanaan SWO CASE ( penyajian data

bmenentukan sumber informasi dan permasalahan ) apa yang disiapkan : cmencari informasi

ddiskusi hasil lapangan

epembentukan kelompok porto polio

fpelaksanaan SWO CASE ( penyajian data dan permasalahan ) apa yang di siapkan :

1panel atau papan / kertas karton

2 tempat atau ruangan 3 juri

Referensi

Dokumen terkait

Partisipasi dan kegiatan–kegiatan seperti yang tampak pada gambar 19, merupakan upaya untuk menjaga dan melindungi keutuhan lingkungan dan keselamatan warga masyarakat dari segala

Pertahanan negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik.. Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa

Sistem Pertahanan Negara dikembangkan untuk menghadapi segala bentuk ancaman yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa,

Strategi pertahanan non-militer merupakan segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap

Tentara Nasional Indonesia bertugas melaksanakan pertahanan negara untuk mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, melindungi kehormatan dan keselamatan

Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan

Pertahanan negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik.. Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa

Strategi pertahanan non-militer merupakan segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari