A. Pentingnya usaha pembelaan Negara
1. Pengertian usaha pembelaan
Negara.
Menurut UU
RI No 3 tahun
2002
Upaya bela Negara adalah sikap dan Prilaku WN yang dijiwai oleh kecintaan Nya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam
Sikap hormat terhadap Bendera Merah Putih.
Menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Menolak campur tangan pihak Asing terhadap kedaulatan NKRI.
Pengertian usaha pembelaan
Negara meliputi.
Mengunakan
Senjata.
Sikap dan tindakan untuk meningkatkan Kesejahteraan warga Negara :
Mewujutkan keamanan lingkungan
2. Usaha pembelaan Negara penting di lakukan.
Bagaimana kehidupan manusia
Sebelum adanya Negara.
Pendapat Thomas Hobbes
Homo Homini Lupus, manusia merupakan
Serigala bagi manusia lain.
Bellum Omnium Contra Omnes,
4 alasan pentingnya Usaha pembelaan Negara.
Untuk mempertahankan Negara dari Berbagai ancaman.
Untuk menjaga keutuhan wilayah Negara
Merupakan pangilan sejarah
Merupakan kewajiban setiap WN.
3. Fungsi Negara dalam kaitanya dengan pembelaan Negara.
Fungsi Negara menurut
MIRIAM BUDIARDJO
Fungsi penertiban ( law and order )
Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran.
Fungsi pertahanan. Fungsi keadilan.
Fungsi Negara tidak dapat dipisahkan dari
Fungsi nagara yg Berhubungan dg Pembelaan Negara RI.
Fungsi pertahanan
Untuk menjaga dan mempertahankan Negara dari kemungkinan
Serangan dari luar adanya : 1. alat pertahanan ( TNI )
2. alat perlengkapan (alat utama Senjata ALUTSISTA)
UU RI No. 3 tahun 203 pasal 9 ayat 1, “ Setiap WN berhak danWajib ikut serta dalam upaya bela nagara yang
diwujutkan dalam Penyelenggaraan pertahanan Negara “.
Fungsi keamanan / ketertiban.
Untuk mewujutkan fungsi
Pertahanan dan keamanan.
Negara harus memiliki alat-alat hankam
Keikutan segenab WN dalam upaya Pertahanan dan keamanan Negara.
Kerjasama dalam mempertahankan dan Mengamankan Negara antara TNI dan POLRI Serta setiap WNI.
Fungsi kesejahteraan dan
Kemakmuran.
Di jalankan
pemerintah.
Bentuk pelayanan dan perniagaan :
» Pemeliharaan fakir miskin.
» pembangunan jalan, jembatan.
4. Unsur – unsur Negara.
a. menurut konvensi
Montevideo th 1933
b. Menurut Oppenheim –
lauterpaekt.
Penduduk yang tetap. Wilayah tertentu.
Pemerintah.
Kemampuan mengadakan hubungan
dengan Negara lain.
Unsur pembentuk (konstitutif).
Rakyat.
Daerah / wilayah.
Pemerintahan yang berdaulat.
Unsur Deklaratif.
Berhubungan dengan upaya bela Negara Unsur wilayah Negara merupa Kan wadah, alat dan kondisi Juang bagi berlangsungnya Penyelengaraan upaya bela Negara.
Keterkaitan dan kedudukan Unsur Negara dg konsep Upaya pembelaan Negara.
Unsur penduduk / warga Negara
» unsur pendukung dalam penyelengaraan Hukum Negara.
Unsur wilayah
» wadah, alat dan kondisi juang bagi berlangsungnya Penyelenggaraan upaya pembelaan Negara.
Unsur pemerintahan yang berdaulat
5. Sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Pembinaan rasa kebangsaan.
kebangkitan nasional
1908
sumpah pemuda 1928
proklamasi kemerdekaan
17 agustus 1945
Adanya organisasi rakyat
Dalam membela Negara.
Kelaskaran
Pasukan gerilya desa (pager desa)
Mobilisasi pelajar
6. Landasan hukum tentang kewajiban membela Negara.
aPasal 30 ayat 1UUD 1945: tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib
Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara.
bPasal 30 ayat 2 UUD 1945 : usaha pertahanan dan keamanan
Negara
Dilaksanakan melalui sistim pertahanan dan keamanan rakyat
Semesta oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama, dan rakyat
Sebagai kekuatan pendukung.
Beberapa hal yang Harus di pahami dari Pasal 30.
Keikut sertaan WN dalam hankam Negara menyata Kan hak dan kewajiban.
Rakyat sebagai kekuatan pendukung.
Menggunakan sistim HANKAMRATA.
Kekuatan utama sistim pertahanan - TNI
sistim keamanan -
POLRI
Konsep bela Negara diatur dalam pasal 27 ayat 3 UUD 1945 bahwa “ Setiap warga Negara
Pertahanan Negara.
Segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan Bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara
(Pasal 1 ayat 1 UURI No. 3 tahun 2002)
Kata wajib pada pasal 27 ayat 3 dan UURI No. 3 tahun 2002 pasal 9 ayat 1 bahwa
Setiap warga Negara dalam keadaan tertentu dapat dipaksakan oleh Negara untuk Ikut serta dalam pembelaan Negara.
B. Bentuk – bentuk usaha pembelaan Negara.
1. Bentuk penyelengaraan usaha pembelaan Negara.
Menurut pasal 9 ayat 2
UU RI No. 3 tahun 2002
Pendidikan kewarga negaraan.
Pengabdian sesuai dengan profesi.
Pelatihan dasar kemileteran secara wajib.
Pengabdian sebagai prajurit TNI secara suka rela
Atau secara wajib.
Pasal 37 ayat 1
UU RI No. 3
Tahun 2002
Bahwa pendidikan kewarganegaraan di
Maksutkan untuk membentuk peserta didik
Menjadi manusia yang memiliki rasa
Konsep kecintaan
Kepada NKRI
Rasa kebangsaan ( Nasionalisme )
Rasa cinta tanah air ( Patriotisme )
Konsep bela Negara.
Konsepsi moral yang
Di implementasikan
Dalam.
Sikap.
Perilaku.
Tindakan WNI yg dilandasi
cinta tanah air.
kesadaran berbangsa dan
Bernegara.
keyakinan kepada pancasila sebagai
Ideologi Negara.
kerelaan berkorban untuk bangsa
Komponen WN yang
mendapat
Pelatihan dasar militer.
Unsur Mahasiswa
MENWA ( resiman mahasiswa )
UKM ( unit kegiatan mahasiswa ) bela Negara.
Tuntutan reformasi.
Perubahan peradigma
Dlm sistim ketatanega
raan.
Pemisahan
Fungsi dan
Peran TNI
Dan POLRI.
TNI
Berperan dalam bidang pertahanan Negara. Alat pertahanan NKRI.
1.mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhanwilayah.
2.melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa. 3.melaksanakan operasi militer selain perang.
4.ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional.
POLR
I
berperan dalam bidang keamanan Negara. memelihara Kamtibmas.
penegakan hukum.
ANCAMAN
Setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam negeri
Maupun luar negeri yg di nilai membahayakan kedaulatan Negar, keutuhan wilayah Negara dan keselamatan segenab Bangsa.
Ancama n
Militer
Non
Militer
TNI di tempatkan sebagai komponen utama Yang di dukung oleh :
1. komponen cadangan. 2. komponen pendukung.
Unsur utama adalah pemerintah di luar Bidang pertahanan sesuai dengan bentuk
Pengertian usaha pembelaan
Negara meliputi.
Mengunakan
Senjata.
Sikap dan tindakan untuk meningkatkan Kesejahteraan warga Negara :
Ancaman militer.
Ancaman yang mengunakan kekuatan senjata
Yang terorganisasi dan di nilai mempunyai Kemampuan yang membahayakan Negara.
Ancaman non militer
Ancaman yang tidak mengunakan senjata
Tetapi jika di biarkan akan membahayakan
Negara.
Bentuk – bentuk ancaman Militer
( UU RI No. 3 tahun 2002 )
Agresi :
penggunaan kekuasaan senjata oleh Negara Lain terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah dan kesela Matan bangsa.
Pemberontakan bersenjata.
Sabotase :
untuk merusak intalansi penting militer dan Obyek vital nasional.
Perang saudara antar kelampok masyarakat
Bersenjata.
Spionase :
di lakukan Negara lain untuk mencari dan Mendapatkan rahasia militer.Contoh potensi Ancaman militer
Dari sisi Malaysia :
lepasnya sipadan – ligitan dan perSekutuan di blok ambalat.
Dari sisi Singapura :
» permasalahan batas Negara yang belum jelas Yang memungkinkan memperluas wil ke
Indonesia
» merupakan tempat yang empuk utk pencucian Uang.
Dari sisi Australia :
» terus melakukan pembangunan kekuatan yang Mengarah ke utara. » lepasnya Timur – timur dari Indonesia. » pemberlakuan kebijakan sepihak konsep penentuan Wilayah laut Australia.
Departemen pertahanan
TNI adalah salah satu kekuatan nasional Negara ( Instrument Of Power ).
Menghadapi ancaman yang berbentuk Kekuatan militer.
TNI melaksanakan operasi : 1OMP ( operasi militer perang )
2OMSP ( operasi militer selain perang )
OMP Orgisasi militer dalam
menghadapi Kekuatan militer Negara lawan berupa :
Invasi
Agresi
Infiltrasi
OMSP operasi militer yang dilaksana
Kan bukan dalam rangka Perang dg Negara lain tetapi Dalam tugas lain :
melawan pemberontakan
Bersenjata gerakan separatis
tugas mengatasi kejahatan
Luar negari. tugas bantuan
Ancaman bersifat non militer atau non tradisional.
Perdagangan narkotik
Dan obat terlarang.
Peran warga Negara
Sesuai kedudukan
Dan profesinya.
Siswa / Guru.
Berkewajiban melaporkan perdagangan apabila Mengetahui.
Polisi.
Berkewajiban untuk melakukan penyelidikan Dan Penyidikan terhadap pelaku.
TNI.
Perkiraan ancaman dan gangguan ter Hadap kepentingan pertahanan Negara Menurut DEPHAN :
1Terorisme Internasional. 2Gerakan sparatis
3Aksi radikalisme 4Konflik komunal
5kejahatan lintas Negara 6kegiatan imigrasi gelap 7gangguan keamanan laut 8gangguan keamanan udara 9perusakan lingkungan
1bencana alam
3. pengabdian sesuai profesi.
pengapdian WN yang mempunyai
Profesi tertentu untuk kepentingan Pertahanan Negara termasuk Menanggulangi dan / memperkecil Akibat yang di timbulkan oleh Perang, bencana alam dan benca Na lainya.
Profesi :
petugas PMI
Para medis
Tim SAR
POLRI
Petugas bantuan sosial
Melalui PKN dengan adanya :
1pembinaan sikap dan prilaku
nasionalisme dan patriotisme
2membela kebenaran dan keya
kinan pada pancasila dan UUD
45
Contoh upaya bela Negara komponen bangsa.
Sekolah /
siswa.
PROFES
I
1Mencari dan menolong korban bencana
TNI
1 Menghadapi ancaman agresi belanda
2 Ancaman gerakan federalis dan
Separatis :
1 APRA 2RMS
3PRRI / PERMESTA 4Papua merdeka
5Gerakan separatis aceh (GSA) 6Melawan PKI ? DI ?TII
POLRI
1Kerusuhan
RAKYAT
1Kelaskaran / barisan cadangan 2Pager desa
3OKD / OPR
4Hansip, wanra dan karma 5Perwira cadangan
6Linmas dan rakyat terlatih
2. Partisipasi dalam usaha pembelaan
Negara di lingkungan
Melalui kegiatan siskamling
Ikut serta menangulangi bencana alam
Ikut serta mengatasi kerusuhan messal dan konflik
komunal
Peran serta Linmas.
Sasaran bela Negara
Oleh setiap WN
Merupakan wadah, alat dan kondisi Juang bagi berlangsungnya
Penyelenggaraan upaya bela Negara
A. OTONOMI
DAERAH.
1. Hakekat otonomi
daerah.
Indonesia
Negara kesatuan yang berbentuk republik
Pelaksanaan pemerintahan dibagi atas daerah provinsi
propinsi dibagi atas kabupaten dan kota
mempunyai
pemda yang mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan menurut asas.
Asas otonomi.
Tugas
UU RI No. 32 tahun 2004
Pemerintahan daerah.
UU RI No. 33 tahun 2004
Perimbangan keuangan antara
Pemerintaha pusat dan
daerah.
Beberapa istilah :
1Pemerintah
2Pemerintah daerah.
3Desentralisasi.
4Dekonsentrasi.
5Tugas pembantuan.
Perangkat NKRI yang terdiri dari presiden bersama para Menteri.
Kepala daerah beserta perangkat daerah otonomi yang lain Sebagai badan eksekutif daerah, DPRD adalah badan Legislative daerah.
Penyerahan wewenag pemerintah oleh pemerintah kepada Daerah otonomi dalam kerangka NKRI.
Pelimpahan wewenag dari pemerintah pusat kepada Gubenur sebagai wakil presiden dan / perangkat pusat Daerah.
6. Otonomi daerah.
7. Daerah otonom.
8. Wilayah adminitrasi.
9. Instansi vertical.
10. Pejabat yang berwenang.
11. kecamatan.
12. Kelurahan.
Kewengan daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus Kepentingan masyarakat setempat menurut pelaksaan Sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan Peraturan perundang – undangan.
Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas Daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus Kepentingan masyarakat setempat menurut prakasa Sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan NKRI.
Wilayah kerja gubenur selalu wakil pemerintah.
Perangkat departemen dan / atau lembaga pemerintah Non departemen di daerah.
Pejabat pemerintah di tingkat pusat / pejabat pemerintah di Tingkat propensi yang berwenang memilih dan mengawasi Penyelengaraan pemda.
Wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten Dan daerah kota.
13. Desa.
Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk Mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat Berdasarkan asal usul dan adapt istiadat setempat yang diakui dalam Sistim pemerintahan nasional dan brada di daerahkabupaten.
Desentralisasi.
Transfer ( perpindahan ) kewenangan dan tanggung jawab
Fungsi – fungsi publik.
Pemerintah pusat kepada pihak
lain.
Daerah
Bawahan. Organisasi pemerintah Yang semi bebas.
4 macam
Desentralisasi.
Desentralisasi politik.
Bertujuan menyalurkan semangat demokrasi secara positif di Masyarakat.
Desentralisasi admitrasi. Dekonsentrasi.
Memiliki 3 bentuk utama : delegasi. Devolosi. Bertujuan agar penyelenggaraan pemerintah dapat Berjalan secara efektif dan efesien.
Desentralisasi ekonomi / pasar.
Bertujuan untuk lebih memberikan tanggung jawab yang ber
Kaitan sektor publik ke sektor privat. Desentralisasi fiskal.
Bertujuan memberikan kesempatan kepada daerah untuk
VISI OTONOMI DAERAH
1 Bidang politik :
Proses untuk membuka lahirnya kepala pemda yang di pilih secara demokrasi.
penyelenggaraan pemerintahan yang reponsip terhadap kepentingan masy luas.
Memelihara suatu mekanisme pengambilan keputusan yg taat kepada asas
Pertanggung jawaban public. 2 Bidang ekonomi :
Menjamin lancarnya pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional di daerah.
Mengembangkan kebijakan regional dan lokal untuk mengoptimalkan
pendayagunaan
Profesi ekonomi di daerahnya.
Membangun berbagai infrastruktur yang menunjang perputaran ekonomi di
daerahnya.
3 Bidang sosial budaya :
Menciptakan harmoni sosial
Memelihara nilai lokal yang dipandang kondusif terhadap kemampuan masyarakat.
KONSEP OTONOMI DAERAH
MENGANDUNG MAKNA
1 Penyerahan sebanyak mungkin kewenangan pemerintahan dalam hubungan domestik kepada Daerah, kecuali bidang :
Keuangan dan moneter.
Politik luar negeri.
Peradilan.
Pertahanan
Keagamaan
2 Penguatan peran DPRD dalam pemilihan dan penetapan kepada daerah
3 pembangunan tradisi politik yang lebih sesuai dengan kultur ( budaya ) setempat 4 Peningkatan efektivitas fungsi – fungsi pelayanan eksekutif
5 Peningkatan efisiensi administrasi keuangan daerah 6 Perwujutan desentralisasi fiskal.
Tujuan pemberian Otonomi daerah
Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang Semakin baik
Pengembangan kehidupan demokrasi.
Keadilan
Pemerataan
Pemeliharaan hubungan yang serasi antar pusat dan daerah.
3. Asas – asas dan prinsip pemerintahan daerah.
Asas
pemerintahan Daerah.
Pasal 18 ayat 2 UUD 1945
Pemerintah daerah Propinsi, daerah Kabupaten, dan kota Mengatur dan meng Gurus sendiri urusan Pemerintahan mem Uat asas otonomi Dan tugas pemban Tuan.
Asas otonomi :
pelaksanaan urusan pemerintahan oleh daerah dapat Di selengarakan secara langsung oleh pemerintahan daerah itu Sendiri.
Asas tugas pembantuan :
Pasal 16 ayat 6 UUD 1945.
Pemerintah daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan – peraturan lain
Untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.
Prinsip penyelengaraan pemerintahan daerah :
Mengunakan asas :
Desentralisasi
Dekonsentrasi
Tugas pembantuan
menyelengarakan asas desentralisai secara utuh dan bulat yang di laksana
Kan di daerah kabupaten / kota.
Asas pembantuan dilaksanakan di :
Daerah propinsi
Daerah kabupaten
Daerah kota4. Kewenangan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah.
DASAR
Pasal 18 A ayat 1 UUD 1945 Pasal 18 A ayat 2 UUD 1945
Antar susunan pemerintahan memiliki hubungan yang bersifat hirarkis
Pengaturan hubungan pemerintahan tersebut memperhatikan ke khususan
dan
Keragaman Daerah.
Antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah memiliki hubungan
keuangan,
5. BENTUK DAN SUSUNAN PEMERINTAHAN DAERAH
DAERAH
DPRD ( Legislatif ) Pemerintahan daerah ( Eksekutif )
merupakan wahana Untuk
Melaksanakan Demokrasi berdasar Pancasila
berkedudukan sejajar Dan
menjadi
mitra dari Pemerintahan darah ( pasal 40 UU RI No. 32 th 2004 )
Kepala daerah Perangkat daerah lainya
Fungsi DPRD ( pasal 41 UU RI No. 32 Tahun 2004 )
Fungsi legislasi.
pembentuk PERDA
Fungsi anggaran.
kewenangan dalam hal anggaran
Daerah ( APBD )
Fungsi pengawasan.
Cara pemilihan anggota DPRD.
1Dasr pasal 18 ayat 3 UUD 1945. 2Anggotanya di pilih melalui PEMILU.
3Wakil pelaksanaan bersamaan dg pemilu untuk anggota DPR dan DPD
Tugas dan wewenang DPRD ( pasal 42 UU RI No. 32 tahun 2004 )
amembentuk perda yang di bahas bersama kepala daerah.
bMembahas dan menyetujui RAPERDA – APBD bersama dg kepala daerah cPelaksanaan pengawasan terhadap :
Perda dan aturan lain
Peraturan kepala daerah
APBD
Kebijakan pemda
dMengusulkan pengangkatan dan pemberhentian :
DPRD provinsi Gubenur dan wakil gubenur kepada presiden melalui
Menteri dalam negeri
DPRD kabupaten Bupati / wali kota dan wakilnya kepada menteri dalam
e. Memiliki wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah.
f. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemda terhadap rencana perjanjian internasional di daerah.
g. Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama internasiaonal oleh pemda.
h. Menerima keterangan laporan pertanggung jawaban kepada daerah dalam penyelengaraan pemda. i. Membentuk PANWAS PILKADA.
j. Melaksanakan pengawasan dan meminta laporan KPUD dalam penyelenggaraan PILKADA
k. Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama antar daerah dan dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah .
HAK DPRD
HAK Interpelasi
Hak badan legis latif untuk Meminta keterangan atau Pertangung jawaban Mengenai suatu masalah Tertentu kpd pemerintah
HAK Angkat
Hak badan legeslatif untk Mengadakan penyelidi Kan tentang ketidak Beresan kekuasaan ter Tinggi.
Menyatakan pendapat
Hak anggota DPRD
Pasal 44 UU No. 32 th 2004
Mengajukan Raperda. Mengajukan pertanyaan
Menyampaikan usul dan pendapat Memilih dan di pilih
Membela diri
Imunitas ( kekebalan )
1 Memimpin penyelenggaraan pemda berdasarkan kebijakan yang di tetapkan bersama BPRD.
2 Mengajukan RAPERDA.
3 Menetapkan perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD. 4 Menyusun dan mengajukan RAPERDA tentang APBD kepada DPRD. 5 Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah.
6 Mewakili daerahnya didalam dan di luar pengadilan, dapat menunjuk kuasa hukum untuk Mewakilinya
7 Melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang – undangan
Kepala daerah
Kepala Eksekutif
PROVINSI
Bupati dan wakilnya Gubernur dan
wakilnya
KABUPATEN
KEUANGAN DAERAH.
Sumber keuangan daerah
PAD ( pendapatan asli daerah )
Hasil pajak daerah Hasil retribusi daerah Hasil perusahaan daerah Hasil pengolahan daerah
Pendapatan daerah yang lain yang sah
Dana perimbangan.
Penerimaan pajak bumidan banggunan Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan Penerimaan dari SDA
DAU ( dana alokasi umum ) DAK ( dana alokasi khusus )
Pinjaman daerah.
Penerimaan lain yang sah.
Dana perimbangan
PBB 10% pemerintah pusat
90% pemerintah daerah
Bea perolehan hak atas tanah
Dan bangunan :
20% pemerintah pusat
80% pemerintah daerah
Sektor kehutanaan, pertanggu
Ngan umum dari perikanan : 20% pemerintah pusat
80% pemerintah daerah
Pertambangan minyak :
85% pemerintah pusat
15% pemerintah daerah
GAS alam 70% pemr pusat
B Partisipasi masyarakat dalam perumasan kebijakan publik.
Definisi kebijakan publik.
1 DYE Apapun yang pemerintah pilih untuk melakukan atau tidak melakukan.
2 EDWAR III Apa yang pemerintah katakan dan di lakukan atau tidak dilakukan kebijakan
Merupakan serangkaian tujuan dan sasaran dari program – progam pemerinth
3 KARTA SASMITA Kebijakan public merupakan upaya untuk memahami dan
mengartikan:
1 Apa yang dilakukan dan apa yang tidak dilakukan pemerintah 2 Apa yang menyebabkannya
3 Apa pengaruhnya
4 ANDERSON Serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu
yang di ikuti dan diLaksanakan oleh pelaku atau kelompok guna
memecahkan masalah tertentu
Tujuan penerapan Publik.
Apa yang telah di gariskan bukan hanya bersifat Apstrak belaka.
Tujuan penerapan
Manusia
Kebijakan publik Dana
Sarana dan prasarana.
.
Sosialisasi kebijakan public Dapat di lakukan denngan
Media masa dan Elektronik
Secara manual ( spanduk, selebaran )
Pengumpulan masa dalam suatu tempat
Partisipasi dalam perumusan kebijakan public.
aperumusan masalah f. pelaksanaan SWO CASE ( penyajian data
bmenentukan sumber informasi dan permasalahan ) apa yang disiapkan : cmencari informasi
ddiskusi hasil lapangan
epembentukan kelompok porto polio
fpelaksanaan SWO CASE ( penyajian data dan permasalahan ) apa yang di siapkan :
1panel atau papan / kertas karton
2 tempat atau ruangan 3 juri