• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. 1.1 Kondisi Umum Potensi dan Permasalahan... 5 BAB I PENDAHULUAN... 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI. 1.1 Kondisi Umum Potensi dan Permasalahan... 5 BAB I PENDAHULUAN... 1"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GRAFIK ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Kondisi Umum ... 1

1.2 Potensi dan Permasalahan ... 5

BAB II VISI, MISI DAN TUJUAN BADAN PENGEMBANGAN DAN INFORMASI DESA, DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI ... 8

2.1 Visi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Tahun 2020-2024 ... 8

2.2 Misi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Tahun 2020-2024 ... 8

2.3 Tujuan Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Tahun 2020-2024 ... 9

2.4 Sasaran Strategis Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Tahun 2020-2024 ... 9

BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI, DAN KERANGKA KELEMBAGAAN ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI, DAN KERANGKA KELEMBAGAAN ... 11

3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ... 11

3.2 Program/Kegiatan Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ... 12

3.3 Kerangka Kelembagaan ... 14

3.4 Kerangka Regulasi ... 21

(4)

BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN ... 23

4.1 Target Kinerja ... 23

4.2 Kerangka Pendanaan ... 27

4.3 Wilayah/ Lokus Sasaran Kegiatan ... 28

BAB V PENUTUP ... 29

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Daftar Hasil Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2021 ... 2 Tabel 3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Badan Pengembangan dan Informasi Desa,

Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ... 11 Tabel 3.2 Pengelompokan Uraian Fungsi Badan Pengembangan dan Informasi

Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ... 17 Tabel 3.3 Jumlah Pegawai ASN Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah

Tertinggal, dan Transmigrasi Berdasarkan Jabatan ... 18 Tabel 3.4 Komposisi Jabatan Struktural dan Jabatan Fungsional Pegawai Badan

Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ... 20 Tabel 3.5 Regulasi yang Diperlukan untuk Mendukung Pelaksanaan RENSTRA

Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi Tahun 2020-2024 ... 21 Tabel 4.1 Sasaran Kinerja, Indikator Kinerja, Formulasi Penghitungan

Ketercapaian Target, Target Kinerja ... 24 Tabel 4.2 Alokasi Anggaran Tahun 2021 ... 27 Tabel 4.3 Kebutuhan Anggaran Tahun 2021-2024 ... 27

(6)

DAFTAR GRAFIK

Grafik 3.1 Diagram Jumlah Pegawai ASN Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Berdasarkan Jabatan ... 19 Grafik 3.2 Diagram Jumlah Pegawai ASN Badan Pengembangan dan Informasi

Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Berdasarkan Pangkat/Golongan ... 19

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ... 15 Gambar 3.2 Diagram Alur Proses Bisnis Badan Pengembangan dan Informasi Desa,

Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ... 16

(8)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Kondisi Umum

Dalam rangka menjalankan amanat Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan reformasi birokrasi, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah melakukan perubahan struktur dan organisasi tata kerja (SOTK), sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 85 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 15 Tahun 2020.

Sebagaimana amanat Presiden yang disampaikan pada pidato pelantikan Presiden 2019-2024 20 Oktober 2019 silam, jabatan struktural akan disederhanakan menjadi dua level. Tujuan dari penyederhanaan birokrasi tersebut adalah untuk mewujudkan birokrasi yang dinamis, lincah (agile), dan profesional dalam upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi untuk mendukung kinerja pemerintah. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mendorong seluruh pimpinan instansi pemerintah untuk melaksanakan percepatan penyederhanaan birokrasi dengan langkah-langkah strategis dan konkret. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB nomor 384, 390, dan 391 Tahun 2019 yang ditujukan kepada Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur, serta para Walikota dan Bupati tentang Langkah Strategis dan Konkret Penyederhanaan Birokrasi. Langkah strategis tersebut dimulai dengan mengidentifikasi unit kerja yang dapat disederhanakan dan dialihkan jabatan strukturalnya sesuai peta jabatan di masing-masing instansi.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Desa membentuk Tim Transisi yang bekerja untuk mempersiapkan transisi SOTK. Perampingan jabatan struktural ini diikuti dengan penataan organisasi, termasuk pembentukan Panitia Seleksi untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama. Perubahan tersebut hanya terjadi di tingkatan Direktorat Jenderal, sedangkan di tingkat Sekretariat Jenderal dan Inspektorat Jenderal tidak terjadi perubahan.

Empat Direktorat Jenderal yang mengalami perampingan yaitu : 1. Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan; 2. Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; 3.1Direktorat

(9)

Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah tertinggal; 4. Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi.

Selain itu, terbentuk dua Badan yang merupakan pecahan dari Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (BALILATFO) yaitu :

1. Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa,

Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Terdapat dua unit kerja eselon II eks BALILATFO di Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yaitu Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) dan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Sasaran Kegiatan Puslitbang Tahun 2020 yaitu tersedianya rekomendasi hasil penelitian dan pengembangan. Hal tersebut menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan dengan target jumlah rekomendasi hasil penelitian dan pengembangan sebanyak 8 (delapan) kajian dan persentase sebanyak 50%. Delapan rekomendasi hasil penelitian tersebut berbentuk policy brief yang telah dimanfaatkan oleh unit kerja teknis sebagai referensi atau bahan rujukan dalam pembuatan kebijakan pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.

Adapun daftar hasil policy brief yang telah dimanfaatkan Unit Teknis Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2021, sebagai berikut :

Tabel 1.1. Tabel Daftar Hasil Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2020

No Judul Dimanfaatkan Sebagai Unit Kerja

1. Covid-19 : Menakar Ketahanan Pangan di Desa

Referensi Ditjen PDTu

Referensi Ditjen PPMD

2. Kajian Model Penentuan Skala Prioritas Penggunaan Dana Desa

Referensi Ditjen PDTu

Referensi untuk masukan Analisis Kebijakan

Ditjen PKP

Referensi, Bahan Penyusunan Kebijakan

Ditjen PKTrans

(10)

No Judul Dimanfaatkan Sebagai Unit Kerja 3. Peran Pendamping Desa sebagai

Relawan Pencegahan Covid-19

Referensi untuk masukan Analisis Kebijakan

Ditjen PKP

Referensi Puslatmas,

Balilatfo 4. Padat Karya Tunai Desa dalam

Mendukung Pencegahan Covid-19

Referensi untuk masukan Analisis Kebijakan

Ditjen PKP

Referensi, Bahan Penyusunan Kebijakan

Ditjen PKTrans 5. Respon Pemerintah Desa

terhadap Kebijakan Kementerian Desa PDTT dalam Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19

Referensi, Bahan Penyusunan Kebijakan

Ditjen PKTrans

6. Kajian Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Desa

Referensi, Bahan Penyusunan Kebijakan

Ditjen PKTrans

7. Intervensi Stunting di Desa di Masa Pandemi Covid-19

Intervensi Stunting di Desa di Masa Pandemi Covid-19

Ditjen PKTrans

Referensi Ditjen PPMD

8. Transformasi Desa Menuju Smart Village

Referensi, Bahan Penyusunan Kebijakan

Ditjen PKTrans 9. Potret Desa dalam Menangani

Kecukupan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Referensi Ditjen PPMD

10. Kajian Efektivitas Pendamping Lokal Desa dalam Mendukung Penanggulangan Covid-19 di Desa

Referensi Puslatmas,

Balilatfo

Sasaran Kegiatan Pusat Data dan Informasi (Pudatin) pada tahun 2020 yaitu tersedianya data dan informasi dalam bidang pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi. Target kerja Pusdatin yaitu : a) jumlah data dan informasi di bidang pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi yang terkumpul dan tersaji sebanyak 3 (tiga) kegiatan dan jumlah penyiapan bahan Menteri untuk Rapat Terbatas, Rapat Koordinasi, dan kegiatan lain sebanyak 12 (dua belas) laporan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. Kegiatan yang telah dilaksanakan Pusdatin sepanjang tahun 2020

(11)

adalah mengolah dan menyajikan data pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi, serta pelayanan teknologi informasi dan komunikasi untuk berbagai pertemuan yang diselenggarakan secara virtual.

Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memiliki tugas melaksanakan pengembangan kebijakan dan daya saing, penyusunan keterpaduan rencana pembangunan, dan pengelolaan data dan informasi di bidang pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasnmigrasi Nomor 15 tahun 2020. Selain itu fungsi dari Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yaitu: a. penyusunan kebijakan teknis, program, dan anggaran pengembangan kebijakan, pengembangan daya saing, dan penyusunan keterpaduan rencana pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi, serta pengelolaan data dan informasi di bidang pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi; b. pelaksanaan pengembangan kebijakan, pengembangan daya saing, dan penyusunan keterpaduan rencana pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi, serta pengelolaan data dan informasi di bidang pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi; c. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kebijakan, pengembangan daya saing, dan penyusunan keterpaduan rencana pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi, serta pengelolaan data dan informasi di bidang pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi; d. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Rencana Strategis (Renstra) Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi disusun berdasarkan tugas dan fungsinya yang didukung oleh Sekretariat, Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Pusat Pengembangan Daya Saing Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Pusat Penyusunan Keterpaduan Rencana Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Pusat Data dan Informasi Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

(12)

1.2. Potensi dan Permasalahan

Sebagaimana pemetaan potensi dan permasalahan yang dijabarkan dalam naskah Rencana Strategis Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2020- 2024, terdapat 27 isu lingkungan strategis pembangunan perdesaan, daerah tertinggal dan transmigrasi. Isu tersebut ditinjau dari 5 (lima) aspek, yaitu aspek ekonomi dan investasi, sosial budaya dan lingkungan, sarana dan prasarana, serta aspek tata kelola atau manajemen. Beberapa isu yang relevan dalam lingkup Badan Pengembangan dan Informasi, sebagai berikut :

1. Masih rendahnya pemanfaatan sumber daya alam lokal sebagai produk unggulan perdesaan;

2. Kurangnya aksesibilitas dan konektivitas antar desa;

3. Belum optimalnya infrastrukur digitalisasi perdesaan (desa online);

4. Pengembangan desa, kawasan perdesaan, daerah tertinggal dan kawasan transmigrasi belum terkait dengan pusat-pusat pertumbuhan maupun Kawasan- kawasan lainnya, seperti kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, kawasan pariwasata dan lain sebagainya;

5. Belum terintegrasinya program dan kegiatan lintas K/L/D/M di perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi;

6. Terbatasnya regulasi (NSPK) pembangunan dan pemberdayaan perdesaan;

7. Kurangnya kualitas perencanaan pembangunan perdesaan (desa, kawasan perdesaan, daerah tertinggal dan transmigrasi);

8. Belum adanya roadmap pembangunan perdesaan; dan

9. Belum optimalnya pelaksanaan reformasi birokrasi dalam mendukung good governance.

Dalam menghadapi sembilan isu tersebut, Badan Pengembangan dan Informasi telah memiliki kelebihan yaitu adanya penyederhanaan birokrasi sehingga pejabat fungsional memiliki proporsi lebih banyak jika dibandingkan dengan pejabat struktural.

Penyederhanaan Birokrasi merupakan salah satu Prioritas Program Nasional Tahun 2020-2024 yang terdiri dari penataan organisasi kementerian negara dan pemangkasan eselonisasi. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah mampu melaksanakan penyederhaan birokrasi, baik melalui penataan organisasi kementerian negara, maupun pemangkasan eselonisasi. Langkah tersebut dapat dilaksanakan dengan penyetaraan pejabat struktural menjadi pejabat

(13)

fungsional yang disesuaikan dengan pemetaan minat, potensi dan kebutuhan lembaga.

Para pejabat fungsional ini nantinya akan dapat lebih fokus pada kegiatan/aksi untuk mendukung tugas dan fungsi Lembaga. Perubahan ini diharapkan dapat mendorong percepatan keberhasilan sasaran pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi, dengan kolaborasi antara pimpinan dengan tim kerja.

Selain itu, Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mempunyai potensi lain dalam pencapaian tujuan, yaitu:

1. Tersedianya SDM Aparatur Sipil Negara dan pegawai penunjang lainnya;

2. Tersedianya gedung kantor dan sarana dan prasarana kerja;

3. Tersedianya landasan hukum yang kuat guna memberikan kewenangan BPI dalam penetapan arah kebijakan dan regulasi pelaksanaan pembangunan perdesaan, daerah tertinggal dan transmigrasi. Arah kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing desa dan masyarakat desa;

4. Tersedianya Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT) yang telah ditetapkan menjadi kawasan transmigrasi serta Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) yang potensial untuk dikembangkan menjadi instrumen guna mengurangi kesenjangan antar wilayah dan antara perdesaan dan perkotaan; dan

5. Perkembangan teknologi informasi (platform digital) dalam pembangunan dan pemberdayaan perdesaan. Tersedianya platform digital (e-commerce) dalam pemasaran produk unggulan kawasan perdesaan.

Selain mempunyai potensi, Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal memiliki beberapa permasalahan yang mungkin muncul dalam waktu ke depan, yaitu:

1. Adanya inferior/superior antar unit kerja sehingga seolah-olah terdapat kerajaan- kerajaan kecil/silo;

2. Kurang adanya link and match antara kebutuhan kompetensi untuk melaksanakan tugas dengan ketersediaan SDM aparatur. Hal ini terjadi karena analisis jabatan serta pemetaan pejabat fungsional pada saat penyetaraan pejabat struktural ke dalam jabatan fungsional, tidak dilakukan secara cermat dan menyeluruh sehingga masih terdapat ketidaksesuaian penempatan pejabat fungsional dan kekurangan sumber daya manusia pada beberapa unit kerja;

3. Kecenderungan aparatur yang bersikap sebagai eksekutor daripada regulator dan

(14)

aparatur sipil negara akan lebih fokus terhadap kegiatan yang berkaitan dengan jabatan fungsionalnnya maupun Tugas dan fungsi unit kerja berada;

4. Rotasi pegawai yang belum pernah mengampu tugas dan fungsi yang diemban saat ini; dan

5. Belum adanya pedoman teknis tatakelola hubungan kerja/standar operasional antara pejabat structural dan fungsional tertentu, dalam melaksanakan tugas rutin maupun penugasan khusus.

Adapun isu-isu strategis dalam pengembangan kebijakan dan perencanaan pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal dan kawasan transmigrasi adalah sebagai berikut :

1. Belum optimalnya implementasi kebijakan pembagunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal dan kawasan transmigrasi yang berbasis pengetahuan;

2. Kurangnya penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna dan teknologi digital;

3. Belum optimalnya integrasi sistem data dan informasi pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi;

4. Belum optimalnya kolaborasi dan sinergitas pembangunan perdesaan antar K/L/D/M; dan

5. Belum optimalnya kualitas Reformasi Birokrasi dalam menuju good governance.

(15)

BAB II

VISI, MISI DAN TUJUAN BADAN PENGEMBANGAN DAN INFORMASI DESA, DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI

2.1. Visi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Tahun 2020-2024

Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mendukung Visi dan Misi Presiden Republik Indonesia dalam Pembangunan Nasional 2020-2024 sebagai berikut :

“Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri, Dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”

2.2. Misi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Tahun 2020-2024

1. Mengembangkan kebijakan pembangunan desa dan perdesaan, kebijakan pengembangan ekonomi dan investasi desa dan perdesaan, daerah tertinggal dan transmigrasi, kebijakan percepatan pembangunan daerah tertinggal dan kebijakan pembangunan transmigrasi.

2. Mengembangkan daya saing desa, daerah tertinggal dan transmigrasi melalui pengembangan kreativitas dan inovasi, pengembangan teknologi tepat guna, pengembangan teknologi tinggi, dan pengembangan teknologi digital.

3. Menyusun keterpaduan rencana pembangunan desa dan perdesaan, keterpaduan rencana pengembangan ekonomi dan investasi desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi, keterpaduan rencana percepatan pembangunan daerah tertinggal, dan keterpaduan rencana pembangunan transmigrasi.

4. Menyusun pengembangan sistem informasi, pengelolaan teknologi informasi, pengelolaan data dan informasi, serta pengembangan kerjasama data dan informasi pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal dan transmigrasi.

5. Meningkatkan pengelolaan pemerintahan yang baik.

(16)

2.3. Tujuan Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Tahun 2020-2024

1. Terlaksananya hasil kajian yang diimplementasikan menjadi Kebijakan Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kebijakan Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Perdesaan, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kebijakan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Kebijakan Pembangunan Transmigrasi.

2. Mendorong terwujudnya desa, daerah tertinggal dan transmigrasi yang berdaya saing melalui pengembangan kreativitas dan inovasi, pengembangan teknologi tepat guna, pengembangan teknologi tinggi, dan pengembangan teknologi digital;

3. Mendorong terwujudnya keterpaduan rencana Pembangunan Desa dan Perdesaan, keterpaduan rencana Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Perdesaan, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, keterpaduan rencana Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan keterpaduan rencana Pembangunan Transmigrasi.

4. Terwujudnya pengembangan sistem informasi, pengelolaan teknologi informasi, pengelolaan data dan informasi, serta pengembangan kerjasama data dan informasi pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal dan transmigrasi.

5. Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang berkompeten, efektif, efisien dan terpercaya.

2.4. Sasaran Strategis Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Tahun 2020-2024

1. Tersedianya kajian Pengembangan kebijakan Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sebagai dasar pelaksanaan kebijakan Kementerian.

2. Tersedianya Kebijakan Pengembangan Kreativitas dan Inovasi, Teknologi Tepat Guna, serta Teknologi Digital.

3. Tersedianya dokumen perencanaan induk, pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi.

4. Tersedianya layanan data dan informasi Pembangunan Desa dan Perdesaan, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

5. Tersedianya dokumen kebijakan dan perencanaan pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi, inovasi, serta data dan informasi.

(17)

6. Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dalam mendukung Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

7. Terwujudnya pelayanan publik Badan Pengembangan dan Informasi yang berkualitas.

(18)

BAB III

ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI, DAN KERANGKA KELEMBAGAAN ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI,

DAN KERANGKA KELEMBAGAAN

3.1. Arah Kebijakan dan Strategi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mempunyai arah kebijakan yang mendukung strategi nasional pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi. Hal ini juga tidak terlepas dari arah kebijakan dan strategi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Tabel 3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Arah Kebijakan Strategi

Mengarusutamakan Pembangunan Desa Berkelanjutan (SDGs Desa)

Menyusun kebijakan sebagai instrument koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam pembangunan desa

Menyiapkan data yang tepat, akurat dan real time berbasis warga dan desa Mengintegrasikan semua program dan kegiatan di internal Kementerian Desa, PDT dan transmigrasi dalam mendukung

pencapaian SDGs Desa Pengembangan teknologi tepat guna,

teknologi tinggi dan teknologi digital

Pengembangan teknologi untuk kegiatan produksi, pengolahan, pemasaran, distribusi, dan pembiayaan

Integrasi data dan informasi perdesaan baik numeric maupun spasial

Meningkatkan ketersediaan prasarana teknologi telekomunikasi

Pengembangan e-commerce, e-logistic dan fintech di perdesaan melalui Desa Digital Peningkatan sinergitas dan kolaborasi

pembangunan perdesaan (Desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi) antar K/L/D/M.

Meningkatkan keterpaduan perencanaan, pemrograman dan penganggaran,

monitoring dan evaluasi

Peningkatan kualitas Reformasi Birokrasi Meningkatkan dukungan manajemen Meningkatkan dukungan kebijakan strategis, inovasi serta data dan informasi.

(19)

3.2. Program/ Kegiatan Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Berdasarkan Permendesa PDTT nomor 15 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, terdapat 8 (delapan) Unit Kerja Eselon 1 yang terdiri dari tiga unit kerja yang memiliki fungsi pendukung dan lima unit kerja yang memiliki fungsi teknis. Diantara unit kerja eselon 1 (UKE 1) yang memiliki fungsi pendukung adalah Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Program dan kegiatan Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi secara umum dibagi menjadi 2 (dua) yaitu Program Dukungan Manajemen dan Program Daerah Tertinggal, Kawasan Perbatasan, Perdesaan dan Transmigrasi. Program Dukungan Manajemen digunakan oleh UKE 1 yang bersifat internal untuk mendukung pelayanan aparatur dan atau administrasi pemerintahan (pelayanan internal). Program Daerah Tertinggal, Kawasan Perbatasan, Perdesaan dan Transmigrasi merupakan program yang digunakan UKE 1 untuk menghasilkan pelayanan kepada kelompok sasaran/masyarakat yang bersifat eksternal.

Program dan kegiatan Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Program Dukungan Manajemen

a. Pengelolaan data dan informasi internal; dan

b. Dukungan manajemen eselon 1 Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

2. Program Daerah Tertinggal, Kawasan Perbatasan, Perdesaan dan Transmigrasi a. Pengembangan kebijakan, daya saing, teknologi dan inovasi desa, daerah

tertinggal dan transmigrasi;

b. Keterpaduan rencana pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi;

c. Pengelolaan data dan informasi eksternal;

d. Penguatan pemerintahan dan pembangunan desa (P3PD) pengembangan kebijakan pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi; dan

e. Penguatan pemerintahan dan pembangunan desa (P3PD) data dan informasi pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi.

(20)

Rincian nama program dan kegiatan :

1. Dukungan manajemen eselon 1 Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

a. Kegiatan pelaksanaan Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang efektif dan efisien;

b. Kegiatan pelaksanaan Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang bersih, akuntabel dan berkinerja tinggi; dan c. Kegiatan pelayanan publik Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah

Tertinggal dan Transmigrasi.

2. Pengelolaan data dan informasi internal

Kegiatan penyediaan layanan data dan informasi pembangunan desa dan perdesaan, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.

3. Pengembangan kebijakan, daya saing, teknologi dan inovasi desa, daerah tertinggal dan transmigrasi

a. Kegiatan penyusunan kajian pengembangan kebijakan pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi sebagai dasar pelaksanaan kebijakan Kementerian; dan

b. Kegiatan perumusan kebijakan pengembangan kreativitas dan inovasi, teknologi tepat guna serta teknologi digital.

4. Keterpaduan rencana pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi a. Kegiatan penyediaan rencana induk dan rencana keterpaduan pembangunan

desa, daerah tertinggal dan transmigrasi; dan

b. Kegiatan penyediaan standar pengukuran (indeks) perkembangan pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi.

5. Pengelolaan data dan informasi eksternal

Kegiatan penyediaan layanan data dan informasi pembangunan desa dan perdesaan, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.

6. Penguatan pemerintahan dan pembangunan desa (P3PD) pengembangan kebijakan pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi

(21)

Kegiatan penyediaan kajian pengembangan kebijakan pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi sebagai dasar pelaksanaan kebijakan Kementerian.

7. Penguatan pemerintahan dan pembangunan desa (P3PD) data dan informasi pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi

Kegiatan penyediaan integrasi layanan data dan informasi pembangunan desa dan perdesaan, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.

3.3. Kerangka Kelembagaan

Kelembagaan Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Sesuai dengan pasal 232 Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kebijakan dan daya saing, penyusunan keterpaduan rencana pembangunan, dan pengelolaan data dan informasi di bidang pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi.

Pada pasal 233 Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dalam melaksanakan tugasnya, Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyelenggaran fungsi sebagai berikut:

1. Penyusunan kebijakan teknis, program, dan anggaran pengembangan kebijakan, pengembangan daya saing, dan penyusunan keterpaduan rencana pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi, serta pengelolaan data dan informasi di bidang pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi;

2. Pelaksanaan pengembangan kebijakan, pengembangan daya saing, dan penyusunan keterpaduan rencana pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi, serta pengelolaan data dan informasi di bidang pembangunan desa

(22)

3. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kebijakan, pengembangan daya saing, dan penyusunan keterpaduan rencana pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi, serta pengelolaan data dan informasi di bidang pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi;

4. Pelaksanaan administrasi badan pengembangan dan informasi desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi; dan

5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh menteri.

Sesuai dengan Pasal 234 Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi terdiri atas:

1. Sekretariat Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;

2. Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;

3. Pusat Pengembangan Daya Saing Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;

4. Pusat Penyusunan Keterpaduan Rencana Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan

5. Pusat Data dan Informasi Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Gambar 3.1. Struktur Organisasi Badan Pengembangan dan Informasi Desa,

(23)

Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

Gambar 3.2. Diagram Alur Proses Bisnis Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

Berdasarkan Gambar 2, dijelaskan bahwa pengelolaan data dan informasi yang bersumber data kebijakan, dan informasi K/L/D/M dan UKE I di lingkungan Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, Transmigras selanjutnya akan digunakan sebagai data dan informasi pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi. Data dan informasi tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai pengembangan kebijakan, pengembangn daya saing, penyusunan rencana keterpaduan, serta pengembangan Sumber Daya Manusia dan pemberdayaan masyarakat desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.

Pengembangan kebijakan menghasilkan pengembangan kebijakan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi sebagai dasar kebijakan kementerian dan intervensi UKE I.

Pengembangan daya saing menghasilkan model inovasi pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi sebagai dasar kebijakan kementerian dan intervensi UKE I.

Penyusunan rencana keterpaduan menghasilkan rencana keterpaduan pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi sebagai dasar kebijakan kementerian dan intervensi UKE I. Ketiga hasil tersebut selanjutnya menjadi input model, rencana, lokus,

(24)

fokus dan tempus berbasis ilmu pengetahuan, data dan informasi yang akan digunakan bagi UKE I.

Berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Uraian Fungsi Organisasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Tugas Kelompok Jabatan Fungsional di Lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, pengelompokan uraian fungsi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Trnasmigrasi dijabarkan pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.2. Pengelompokan Uraian Fungsi Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Trnasmigrasi

NO UNIT KERJA JPT PRATAMA

(ESELON II) KELOMPOK SUBSTANSI

1. Sekretariat Badan

Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Trnasmigrasi

1. Kelompok substansi penyusunan kebijakan, rencana, program, evaluasi, dan pelaporan;

2. Kelompok substansi pengelolaan keuangan dan barang milik negara;

3. Kelompok substansi pembinaan hukum, organisasi, tata laksana, dan reformasi birokrasi; dan

4. Kelompok substansi pengelolaan urusan kepegawaian dan persuratan.

2. Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

1. Kelompok substansi kebijakan pembangunan desa dan perdesaan;

2. Kelompok substansi kebijakan

pengembangan ekonomi dan investasi desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi;

3. Kelompok substansi kebijakan percepatan pembangunan daerah tertinggal; dan

4. Kelompok substansi kebijakan pembangunan transmigrasi.

3. Pusat Pengembangan Daya Saing Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

1. Kelompok substansi pengembangan kreativitas dan inovasi;

2. Kelompok substansi pengembangan teknologi tepat guna;

3. Kelompok substansi pengembangan teknologi tinggi; dan

4. Kelompok substansi pengembangan teknologi digital.

4. Pusat Penyusunan Keterpaduan 1. Kelompok substansi penyusunan

(25)

NO UNIT KERJA JPT PRATAMA

(ESELON II) KELOMPOK SUBSTANSI

Rencana Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

keterpaduan rencana pembangunan desa dan perdesaan;

2. Kelompok substansi penyusunan keterpaduan rencana pengembangan ekonomi dan investasi desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi;

3. Kelompok substansi penyusunan keterpaduan rencana percepatan pembangunan daerah tertinggal; dan 4. Kelompok substansi penyusunan

keterpaduan rencana pembangunan transmigrasi.

5. Pusat Data dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan

Transmigrasi

1. Kelompok substansi pengembangan sistem informasi;

2. Kelompok substansi pengelolaan teknologi informasi;

3. Kelompok substansi pengelolaan data dan informasi; dan

4. Kelompok substansi pengembangan kerja sama data dan informasi.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang dimandatkan kepada Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi didukung oleh Sumber Daya Manusia yang berkompeten. Jumlah pegawai Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi berdasarkan jabatannya sebagai berikut:

Tabel 3.3. Jumlah Pegawai ASN Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Berdasarkan Jabatan

NO JABATAN JUMLAH

1. Jabatan Tinggi Madya (Eselon I) 1

2. Jabatan Tinggi Pratama (Eselon II) 5 3. Jabatan Administrator (Eselon III) 1

4. Jabatan Pengawas (Eselon IV) 5

5. Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) 124

6. Jabatan Pelaksana (JFU) 59

JUMLAH 195

(26)

Total jumlah pegawai ASN di Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sebanyak 195 pegawai. Berdasarkan tabel di atas, jabatan dengan jumlah pegawai paling banyak adalah Jabatan Fungsional Tertentu yaitu sebanyak 124 pegawai.

Grafik 3.1. Diagram Jumlah Pegawai ASN Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Berdasarkan Jabatan

Grafik 3.2. Diagram Jumlah Pegawai ASN Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Berdasarkan Pangkat/Golongan

1 5 1 5

124

59

Eselon I Eselon II Eselon III Eselon IV JFT JFU

Diagaram Jumlah Pegawai ASN BPI Berdasarkan Jabatan

0 0 0 0 1 1 2 0

67

29 16

30 10

22

5 6 6

100 2030 40 5060 70 80

Jumlah Pegawai ASN BPI Berdasarkan

Pangkat/Golongan

(27)

Jika dikelompokkan berdasarkan pangkat/golongan, pegawai di Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi paling banyak memiliki pangkat/golongan Penata Muda/III.a dan Penata Tingkat I/III.d yang masing- masing berjumlah 67 dan 30 pegawai.

Sebagai bentuk pelaksanaan kebijakan penyederhanaan birokrasi di lingkungan instansi pemerintahan, maka Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melakukan penataan susunan organisasi dan tata kerja yang diwujudkan dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Penyederhanaan birokrasi tersebut dilaksanakan dengan pengalihan Jabatan Administrator (Eselon III) menjadi Fungsional Madya, dan pengalihan Jabatan Pengawas (Eselon IV) menjadi Jabatan Fungsional Muda.

Berikut komposisi jabatan strukturan dan jabatan fungsional pegawai di Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi:

Tabel 3.4. Komposisi Jabatan Struktural dan Jabatan Fungsional Pegawai Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

NO JABATAN SEKRETARIAT PUSAT KEBIJAKAN

PUSAT DAYA SAING

PUSAT KETERPADUAN

PUSAT DATA DAN

INFORMASI TOTAL 1. JPT Madya

(Es-1) 1 - - - - 1

2. JPT Pratama

(Es-2) 1 1 1 1 1 5

3. Jabatan Administrator (Es-3)

1 - - - - 1

4. Jabatan Pengawas (Es-4)

1 1 1 1 1 5

5. JFT Utama - 9 - - - 9

6. JFT Madya 4 12 4 4 3 27

7. JFT Muda 8 8 8 5 10 39

8. JFT Pertama 5 5 13 1 18 42

(28)

10. JFT Terampil - - 1 - 2 3

11. Jabatan Pelaksana 16 16 8 10 20 59

TOTAL 37 45 36 22 55 195

3.4. Kerangka Regulasi

Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional secara tegas mengamanatkan kerangka regulasi menjadi bagian dari salah satu dokumen perencanaan pembangunan nasional yaitu dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Peran kerangka regulasi sangat penting dlam perencanaan pembangunan nasional. Regulasi merupakan sarana utama bagi pemerintah untuk mengoperasionalkan kebijakan-kebijakannya, terutama yang bersifat strategis.

Pembentukan Badan Pengembangan dan Infromasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Peraturan Presiden no.85 tahun 2020 tentang Kementerian Desa, Pembangunan daerah tertinggal, dan Transmigrasi, tertera pada pasal 26 mengenai tugas Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kebijakan dan daya saing, penyusunan keterpaduan rencana pembangunan, dan pengelolaan data dan informasi di bidang pembangunan desa dan perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi.

Tabel 3.5. Regulasi Yang Diperlukan Untuk mendukung pelaksanaan RENSTRA Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi Tahun 2020-2024

No

Arah Kerangka Regulasi dan/atau Kebutuhan

Regulasi

Urgensi Pembentukan

Target Penyelesaian

(Tahun)

Keterangan 1. Peraturan Presiden

mengenai Strategi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Tahun 2019- 2024

Menjalankan mandat Pasal 10 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk menetapkan strategi

2020

2. Keputusan Presiden mengenai Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Tahun 2020 s/d 2024

Menjalankan mandat Pasal 11 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah

2020 s/d 2024

(29)

No

Arah Kerangka Regulasi dan/atau Kebutuhan

Regulasi

Urgensi Pembentukan

Target Penyelesaian

(Tahun)

Keterangan Tertinggal

3. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengenai Pedoman Sinergis Program dan Kegiatan Internal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi berdasarkan lokus dan fokus

Kebutuhan regulasi untuk mensinergikan progam dan kegiatan internal

2020

4. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengenai Indikator Desa Membangun

Menjalankan kewenangan

dengan lahirnya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

2021

5. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengenai Indikator dan SubIndikator Daerah Tertinggal

Mengubah dan menyesuaikan dengan

Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal

2020

6. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

mengenai Indikator Kawasan Transmigrasi

Menjalankan amanat Pasal 51 ayat (4) dan Pasal 62 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2014

2021

7. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

mengenai Indeks Perkembangan Kawasan

Perdesaan

Instrumen untuk mengukur perkembangan

status kawasan perdesaan

2020

8. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengenai Reviu PERMEN 5 tentang RPKP

Penguatan Kelembagaan Kawasan Perdesaan

2020

9. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tentang Sistem Data dan

Terintegrasinya semua data di tingkat Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi

2020

(30)

BAB IV

TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN

4.1. Target Kinerja

Target kinerja merupakan tingkat sasaran kinerja spesifik dari suatu program dan kegiatan yang harus dicapai oleh Kementerian/Lembaga dalam periode waktu tertentu.

Target harus menggambarkan angka kuantitatif dan satuan yang akan dicapai dari setiap indikator sasaran yang relevan dengan indikator kinerja, logis dan berdasarkan baseline data yang jelas.

Keluaran atau output kegiatan pada hakikatnya merupakan wujud dari pelaksanaan suatu kegiatan, sehingga keluaran kegiatan tersebut dapat berkontribusi secara langsung terhadap pencapaian sasaran program (outcome). Keterkaitan output kegiatan dan outcome program diperlukan dalam penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK), sistem perencanaan dan pengganggaran, maupun dalam evaluasi kinerja program berlandaskan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja merupakan metode penganggaran bagi manajemen untuk mengaitkan setiap pendanaan yang dituangkan dalam kegiatan-kegiatan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan, termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dari keluaran tersebut. Keluaran dan hasil tersebut dituangkan dalam target kinerja pada setiap unit kerja yang disertai dengan alokasi pendanaannya.

Alokasi anggaran yang disusun dalam dokumen rencana kerja dan anggaran dimaksudkan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. Dalam hal ini, program dan kegiatan harus diarahkan untuk mencapai hasil dan keluaran yang telah ditetapkan dalam rencana.

Program dan kegiatan beserta indikator kinerjanya diharapkan dapat digunakan sebagai alat ukur efektivitas pencapaian sasaran satrategis pembangunan, efisiensi belanja, dan akuntabilitas kinerja. Tingkat capaian keluaran kegiatan (output) menjadi faktor pendukung keberhasilan tingkat capaian sasaran program (outcome) sehingga diharapkan hasil dari sasaran program (outcome) dapat berkontribusi terhadap capaian sasaran strategis (impact) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

(31)

.Tabel 4.1. Sasaran Kinerja, Indikator Kinerja, Formulasi Penghitungan Ketercapaian Target dan Target Kinerja

No Sasaran Program Indikator Kinerja Utama Formulasi Penghitungan Ketercapaian Target

Target Penanggung

Jawab 2020 2021 2022 2023 2024

1. Tersedianya

dokumen kebijakan dan perencanaan pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi, inovasi, serta data dan informasi

Persentase produk atau dokumen perencanaan Pembangunan Perdesaan, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang diimplementasikan

Jumlah produk atau dokumen perencanaan Pembangunan Perdesaan, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang diimplementasian dibagi dengan jumlah seluruh produk atau dokumen perencanaan Pembangunan Perdesaan, Daerah

Tertinggal dan Transmigrasi yang disusun dikali 100%

100% 100% 100% 100% 100% Pusat Perencanaan

Terpadu

2. Jumlah rekomendasi hasil

kajian yang

diimplementasikan oleh unit kerja

Jumlah rekomendasi hasil kajian yang

diimplementasikan oleh unit kerja per tahun

70 70 80 90 95 Pusat Kajian

Kebijakan

3. Indeks Penerapan Sistem

Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)

Nilai Indeks SPBE dari Kementerian PAN dan RB

3 3 4 4 4 Pusat Data dan

Informasi

(32)

No Sasaran Program Indikator Kinerja Utama Formulasi Penghitungan Ketercapaian Target

Target Penanggung

Jawab 2020 2021 2022 2023 2024

4. Persentase dokumen

kebijakan Pengembangan Kreativitas dan Inovasi, Teknologi Tepat Guna, dan Teknologi Digital yang diimplementasikan

Jumlah dokumen kebijakan Pengembangan Kreativitas dan Inovasi, Teknologi Tepat Guna, dan Teknologi Digital yang

diimplementasikan dibagi dengan Jumlah dokumen kebijakan Pengembangan Kreativitas dan Inovasi, Teknologi Tepat Guna, dan Teknologi Digital yang disusun per tahun dikali 100%

75% 75% 85% 90% 95% Pusat

Pengembangan Daya Saing

5. Persentase Kebutuhan Data

dan Informasi Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang terpenuhi

Jumlah Kebutuhan Data dan Informasi Kementerian yang terpenuhi dibagi jumlah Kebutuhan Data dan Informasi Kementerian dikali 100%

Persentase Kebutuhan Data dan Informasi Kementerian yang terpenuhi dibagi target per tahun dikali 100%

95% 70% 75% 80% 85% Pusat Data dan Informasi

(33)

No Sasaran Program Indikator Kinerja Utama Formulasi Penghitungan Ketercapaian Target

Target Penanggung

Jawab 2020 2021 2022 2023 2024

6. Persentase desa yang

mendapatkan layanan data dan sistem informasi yang terintegrasi

Jumlah desa yang

mendapatkan layanan data dan sistem informasi terintegrasi di bagi dengan jumlah seluruh desa yang direncanakan mendapatkan akses layanan data dan sistem informasi yang terintegrasi dikali 100%

75% 100% 100% 100% 100% Pusat Data dan Informasi

7. Terwujudnya tata kelola

pemerintahan yang baik dalam

mendukung Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

Nilai SAKIP Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan

Transmigrasi

Nilai hasil evaluasi atas implementasi SAKIP Badan Pengembangan dan

Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan

Transmigrasi

80 90 100 100 100 Sekretariat Badan

8. Hasil Penilaian Mandiri

Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) di Badan Pengembangan dan

Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan

Nilai hasil Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) di Badan Pengembangan dan

Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan

27 27 28 29 30 Sekretariat

Badan

(34)

4.2. Kerangka Pendanaan

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mendapatkan alokasi anggaran untuk Tahun 2021 sebesar Rp 3.689.809.143,- yang ditujukan untuk Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sebesar Rp 124.801.996.000,-.

Tabel 4.2. Alokasi Anggaran Tahun 2021 TAHUN (dalam ribuan rupiah)

Total

2021 2022 2023 2024

124,801,996 137,282,196 151,010,415 166,111,457 579,206,063

*Kenaikan 10% berdasarkan asumsi kebutuhan, sesuai dengan program yang diakomodir.

Tabel 4.3. Kebutuhan Anggaran Tahun 2021-2024

UNIT KERJA Kebutuhan Anggaran 2021-2024 (Rp Milyar)

2021 2022 2023 2024

Sekretariat Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

49 54 59 65

Pusat Pengembangan Kebijakan

Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

6 7 8 9

Pusat Pengembangan Daya Saing Desa, DT dan Transmigrasi

13 14 16 18

Pusat Penyusunan Keterpaduan Rencana Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

11 12 13 14

Pusat Data dan Informasi Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

51 56 62 68

* Kenaikan 10% berdasarkan asumsi kebutuhan, sesuai dengan program yang diakomodir.

Pemerintah melalui Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bertugas menciptakan regulasi yang sehat, sehingga kegiatan pembangunan berjalan sesuai dengan target. Diantara upaya tersebut salah satu diantaranya dengan mengurangi resiko investasi dan membangun iklim kompetitif yang

(35)

kondusif. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mendorong pengembangan inovasi dan teknologi dengan menciptakan tender yang kompetitif guna memperkuat kerjasama multipihak. Penguatan kerjasama multipihak melalui penerapan Kerjasama Pemerintah- Swasta (KSP) diharapkan mampu menarik investasi. Kerjasama multipihak diperlukan mengingat besarnya kebutuhan pendanaan untuk memenuhi sasaran-sasaran strategis Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan alternatif pembiayaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan kawasan perdesaan;

pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.

4.3. Wilayah atau Lokus Sasaran Kegiatan

Desa Prioritas Sasaran Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, terdapat 15.000 desa prioritas sasaran kegiatan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Berkaitan dengan hal tersebut, maka lokus prioritas sasaran kegiatan/program dari UKE I khususnya BPI juga diselaraskan dengan sasaran kegiatan Kementerian. Untuk meningkatkan nilai dampak (outcome) dari kegiatan/program yang dilaksanakan oleh Kementerian Desa, PDTT, khususnya di BPI maka diperlukan adanya keterpaduan program dan lokus kegiatan antar UKE I di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Penetapan desa sasaran kegiatan diperlukan agar kegiatan yang dilaksanakan tepat sasaran, dan juga hasil yang didapat tidak hanya sekedar keluaran atau output tapi berdampak nyata (outcome) bagi desa. Selain itu diharapkan keterpaduan program terwujud, baik itu yang berupa bantuan, pendampingan, penelitian/kegiatan maupun pelatihan masyarakat.

(36)

BAB V PENUTUP

Rencana strategis (RENSTRA) Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kinerja organisasi dalam kurun waktu lima tahun (2020-2024). Hasil penilaian tersebut terukur dan dipergunakan sebagai dasar penyusunan laporan kinerja tahunan. Dalam mencapai tujuan tersebut dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas dari segenap aparatur di lingkungan Badan. Selain itu, respon bijak dalam mengatasi masalah dan kendala juga diperlukan. Kerjasama dalam menyelesaikan masalah menjadi faktor kunci penentu keberhasilan, sehingga koordinasi antar pelaku pembangunan sangat dibutuhkan.

Implementasi dokumen RENSTRA diharapkan sesuai dengan target program pembangunan dan dapat diukur. Hal ini berpengaruh terhadap pencapaian atas dokumen RENSTRA itu sendiri dan pengambilan keputusan kebijakan mendatang.

Gambar

Tabel 1.1. Tabel Daftar Hasil Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  Tahun 2020
Tabel 3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Badan Pengembangan dan Informasi Desa,  Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
Gambar 3.1. Struktur Organisasi Badan Pengembangan dan Informasi Desa,
Gambar 3.2. Diagram Alur Proses Bisnis Badan Pengembangan dan Informasi Desa,  Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Merujuk dari hasil yang diperoleh bahwa jejak kesuksesan alumni juga cukup mempengaruhi motivasi mahasiswa untuk kuliah pada program studi Manajemen, tentunya hal

LAINNYA PEMER INTAH SWASTA JUMLAH NO JUMLAH PEMERIN TAH SWASTA PRAKTIK DOKTER PRAKTIK BIDAN LAINNYA PEMER INTAH SWASTA PRAKTIK DOKTER PRAKTIK BIDAN JUMLAH PRAKTIK DOKTER

(3) kedisiplinan belajar santri berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan menghafal al- Qur’an santri pondok pesantren Al-Aziz Lasem Rembang, hal ini terbukti

Dengan hasil penelitian ini dapat dilihat keakuratan diagnostik potong beku, sitologi imprint intraoperasi, dan gambaran USG pada pasien dengan diagnosa tumor ovarium untuk

Se s melakuka wa kompone nuhi standa dieksekusi d nuhi seluruh ditemukan e ntifikasi terse elum melak onen perang en perangka ngkat Lunak untuk mem an spesifika gkat lunak 3.0

Pada tahap ini dilakukan uji performansi dari kinerja perangkat keras yang telah dibuat serta menganalisa apakah telah sesuai dengan spesifikasi perancangan yang telah

Melalui pengelolaan PDAM Daerah Kota Gresik, mengingat jangkauan pelayanan untuk Kota Gresik baru mencapai ± 54 % dari target nasional sebesar 80 % untuk penduduk