commit to user
7 BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Data yang diolah saja belum cukup menjadi informasi. Untuk menjadi suatu informasi, data yang diolah harus berguna bagi penggunanya.
(Jogiyanto, 2005:13).
Pendapat lain mengatakan bahwa informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah. Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pengolah informasi akan mengolah data menjadi informasi atau mengolah data dari yang tidak berguna menjadi berguna bagi yang menerimanya. (Sutabri, 2004:18).
2.2 Administrasi
Purwanto (2007:1) menyatakan bahwa administrasi dalam pengertian secara harfiah, kata administrasi berasal dari bahasa Latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare, kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ke atau kepada. Dan kata ministrate sama artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti melayani, membantu dan mengarahkan.
Dalam bahasa inggris to administer berarti pula mengatur, memelihara, dan mengarahkan. Jadi kata administrasi secara harfiah dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan atau mengatur semua kegiatan di d alam mencapai suatu tujuan.
Administrasi kegiatan atas pengelolaan terhadap keseluruhan komponen organisasi untuk mencapai efisiensi dalam mewujudkan tujjuan organisasi, maka bisa dikatakan bahwa kegiatan administrasi merupakan jumlah dari pekerjaan operasional dan manajemen. Adminstrasi mencakup semua kegiatan yang
commit to user
direncanakan dan dilaksanakan secara teratur untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah digariskan.
2.3 Penilaian
Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu (Sudjana, 2006). Menurut Mehrens dan Lehmans (Purwanto, 2006), penilaian adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan.
2.4 Codeigniter
Menurut Basuki (2010), Codeigniter adalah sebuah framework PHP yang dapat membantu mempercepat developer dalam pengembangan aplikasi berbasis web PHP dibandingkan jika menulis semua kode program dari awal. Codeigniter pertama kali dibuat oleh Rick Ellis, CEO Ellislab, Inc. (http://ellislab.com), sebuah perusahaan yang memproduksi CMS (Content Management System) yang cukup handal, yaitu: Expression Engine (http://expressionengine.com). Beberapa keunggulan menggunakan Codeigniter :
1. Gratis
Codeigniter berlisensi di bawah Apache/BSD opensource, jadi kita bisa menggunakannya secara bebas.
2. Berukuran Kecil
Ukuran Codeigniter yang kecil merupakan keunggulan tersendiri.
Dibanding framework lain yang berukuran besar, serta membutuhkan resource yang besar pula untuk berjalan. Pada Codeigniter, bisa diatur agar sistem meload library yang dibutuhkan saja, sehingga sistem dapat berjalan ringan dan cepat.
3. Menggunakan konsep M-V-C.
Codeigniter menggunakan konsep M-V-C (Model-View-Controller) yang memungkinkan pemisahan antara layer application, login dan presentasi.
commit to user 4. URL yang sederhana
Secara default, URL yang dihasilkan Codeigniter sangat bersih (clean) dan Search Engine Frien. Friendly (SEF).
5. Memilki Paket Library yang Lengkap
Codeigniter memiliki library yang lengkap untuk mengerjakan operasi- operasi yang umum dibutuhkan oleh sebuah aplikasi berbasis web, misalnya mengakses database, mengirim email, mem-validasi form, menangani session dan sebagainya.
6. Extensible
Sistem dapat dikembangkan dengan mudah menggunakan plugin dan helper atau dengan menggunakan hooks.
7. Tidak Memerlukan Template Engine
Meskipun Codeigniter dilengkapi dengan template parser sederhana yang dapat kita pergunakan, tetapi hal ini tetapi tidak mengharuskan kita untuk menggunakannya. Penggunaan template engine dapat mengurangi performance dari sistem.
2.5 Unified Modeling Language (UML)
UML singkatan dari Unified Modeling Language yang berarti bahasa pemodelan standart. (Conoles, 2003: bab 1) mengatakan sebagai bahasa, berarti UML memiliki sintaks dan semantik. Ketika kita membuat model menggunakan konsep UML ada aturan-aturan yang harus diikuti. Bagaimana elemen pada model-model yang kita buat berhubungan satu dengan lainnya harus mengikuti standart yang ada. (Pudjo dan Herlawati, 2011)
2.5.1 Diagram Usecase
Menurut (Pilone, 2005: bab 7.1) usecase menggambarkan fungsi tertentu dalam suatu sistem berupa komponen, kejadian atau kelas. Sedangkan (Whitten, 2004: 258) mengartikan usecase sebagai urutan langkah langkah yang secara tindakan saling terkait (skenario), baik terotomatisasi maupun secara manual, untuk tujuan melengkapi satu tugas bisnis tunggal.
commit to user
Tabel 2.1 Simbol Usecase Diagram No Gambar Nam Keterangan
1 Actor
Menspesifikasikan himpunan peran yang pengguna mainkan ketika berinteraksi dengan usecase.
2 Dependency
Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri (independent) akan mempengaruhi elemen yang bergantung padanya elemen yang tidak mandiri (independent).
3 Generalization
Hubu
ngan dimana objek anak (descendent) berbagi perilaku dan struktur data dari objek yang ada di atasnya objek induk (ancestor).
4 Include Menspesifikasikan bahwa usecase
sumber secara eksplisit.
5 Extend
Menspesifikasikan bahwa usecase target memperluas perilaku dari usecase sumber pada suatu titik yang diberikan.
6 Association Apa yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya.
7 System
Menspesifikasikan paket yang menampilkan sistem secara terbatas.
2.5.2 Diagram Kelas
Diagram kelas adalah inti dari proses pemodelan objek. Baik forward engineering maupun reverse engineering memanfaatkan diagram ini. Forward
commit to user
engineering adalah proses perubahan model menjadi kode program sedangkan reverse engineering sebaliknya merubah kode program menjadi model. Diagram kelas merupakan kumpulan kelas-kelas objek. Whitten (2004: 410) mengartikan kelas sebagai satu set objek yang memiliki atribut dan perilaku yang sama. Kelas kadang-kadang disebut kelas objek (object class).
Tabel 2.2 Simbol Class Diagram No Gambar Nam Keterangan
1 Generalization
Hubungan dimana objek anak (descendent) berbagi perilaku dan struktur data dari objek yang ada di atasnya objek induk (ancestor).
2 Nary
Association
Upaya untuk menghindari asosiasi dengan lebih dari 2 objek.
3 Class
Himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama.
4 Collaboration
Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan sistem yang menghasilkan suatu hasil yang terukur bagi suatu actor.
5 Realization Operasi yang benar-benar
dilakukan oleh suatu objek.
2.5.3 Diagram Activity
Activity diagram adalah diagram yang menggambarkan sifat dinamis secara alamiah sebuah sistem dalam bentuk model aliran dan kontrol dari aktivitas ke aktivitas lainnya (Henderi, 2007). Sebuah aktivitas merepresentasikan suatu operasi pada beberapa class dalam sistem yang menghasilkan suatu perubahan keadaan (state) dari sistem tersebut. Secara khusus, activity diagram biasa digunakan untuk memodelkan diagram alir sebuah sistem kerja (workflow) atau proses bisnis (prosedur bisnis) dan operasi-operasi secara internal (Miller, 2008).
commit to user
Sementara menurut Whitten (2004: 428), activity diagram adalah sebuah diagram yang dapat digunakan untuk menggambarkan secara grafis
aliran proses bisnis, langkah-langkah sebuah usecase atau logika behavior (metode) object. Karena sebuah activity diagram adalah bentuk khusus dari statechart diagram, maka activity diagram kadangkala digunakan untuk memodelkan suatu kebiasaan sesuai dengan ketentuan/kaedah bisnis. Untuk dapat membangun activity diagram yang baik, berikut proses yang unggul untuk membangun activity diagram:
1. Tambahkan poin awal dan akhir pada sebuah usecase.
2. Tambahkan sebuah kegiatan untuk tiap langkah utama pada usecase (atau tiap langkah utama setiap pelaku yang menginisialisasi).
3. Tambahkan transisi dari setiap kegiatan ke kegiatan lain, poin keputusan, atau poin akhir.
4. Tambahkan bar sinkronisasi di mana kegiatan dilakukan secara paralel.
Tabel 2.3 Simbol Activity diagram No Gambar Nam Keterangan
1 Activity
Memperlihatkan bagaimana masing-masing kelas antar muka saling berinteraksi satu sama lain.
2 Action State dari sistem yang mencermin-
kan eksekusi dari suatu aksi.
3 Initial Node Bagaimana objek dibentuk atau diawali.
4 Activity
Final Node
Bagaimana objek dibentuk dan dihancurkan.
5 Fork Node
Satu aliran yang pada tahap tertentu berubah menjadi beberapa aliran.
commit to user 2.5.4 Diagram Sequence
Sequence Diagram adalah suatu diagram yang memperlihatkan/
menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada sebuah urutan atau rangkaian waktu. Interaksi antar objek tersebut termasuk pengguna, display, dan sebagainya berupa ”pesan/ message” (Henderi, 2008).
Sequence diagram dapat juga didefinisikan sebagai suatu diagram yang menggambarkan interaksi-interaksi yang ada antar class dalam suatu hubungan perubahan dengan sebuah pesan pada akhir waktu (Miller, 2008). Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah- langkah yang dilakukan sebagai sebuah respon dari suatu kejadian/ event untuk menghasilkan output tertentu. Sequence Diagram diawali dari apa yang me-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan (Henderi, 2007).
Tabel 2.4 Simbol Sequence Diagram
NO GAMBAR NAMA KETERANGAN
1 LifeLine Objek entity, antarmuka yang
saling berinteraksi.
2 Message
Spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi
3 Message
Spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi
2.6 Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Prahasta (2005 : 386), Model Entity-Relationship adalah dunia nyata yang ditejemahkan atau ditransformasikan dengan menggunakan sejumlah perangkat konseptual sehingga menjadi diagram relasi antar entity. Model Entity- Relationship (ER) yang berisi komponen-komponen entity set dan relationship set
commit to user
yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari sebagian dunia nyata, dapat digambarkan dengan lebih baik dan sistematis dengan menggunakan Diagram Entity-Relationship (Diagram ER).
Adapun simbol-simbol dan notasi yang digunakan di dalam penulisan dapat dilihat pada Tabel 2.5.
Tabel 2.5 Notasi dalam ERD
Notasi Keterangan
Entitas, adalah suatu objek yang dapat diidentifikasi dalam lingkungan pemakai.
Relasi, menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berbeda.
Atribut, berfungsi mendeskripsikan karakter entitas (atribut yang berfungsi sebagai key diberi garis bawah)
Garis, sebagai penhubung antara relasi dengan entitas, relasi dan entitas dengan atribut.
2.7 Database
Database adalah kumpulan data yang umumnya menjabarkan aktivitas- aktivitas dari satu atau lebih dari satu organisasi yang terkait. Di dalam pembuatan tugas akhir ini saya menggunakan database relasional, yaitu jenis database yang menggunakan model relasional. Pada model relasional, data disusun dalam bentuk relasi atau tabel. (Kadir, 2008).
2.8 MySQL
MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah program pembuat database yang bersifat open source, artinya siapa saja boleh menggunakannya dan tidak dicekal. Kelebihan dari MySQL adalah ia menggunakan bahasa Query standar yang dimiliki SQL (Structure Query Language). SQL adalah suatu bahasa permintaan yang terstruktur yang telah distandarkan untuk semua program
entitas
relasi
atribut
commit to user
pengakses database seperti Oracle, Posgres SQL, SQL Server, dan lain – lain.
MySQL tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi lain (interface) (Nugroho, 2004:29).
2.9 PHP
PHP (PHP Hypertext Preprocessor) adalah bahasa scripting open source yang ditulis dengan menggunakan sintaks C, Java dan Perl yang sederhana dan mudah dipelajari. Script PHP menyatu dengan file HTML, dieksekusi dan bekerja di komputer server (server side). Saat ini, PHP banyak digunakan untuk membangun website yang dinamis (Imansyah, 2003:1).
2.10 PhpMyAdmin
PhpMyAdmin adalah suatu program open source yang berbasis web yang dibuat menggunakan aplikasi PHP. Program ini digunakan untuk mengakses database MySQL. Program ini mempermudah dan mempersingkat kerja kita.
PhpMyAdmin harus berjalan disisi server. Untuk dapat menggunakan PhpMyAdmin kita harus meletakkan pada direktori utama web server kita (Nugroho, 2004:66).
2.11 Apache
Apache adalah web server yang dikembangkan oleh komunitas open source di internet. Saat ini Apache merupakan web server yang paling popular.
Cara kerja Apache dimulai ketika komputer menyampaikan request, Apache akan memeriksa apakah request ini membutuhkan PHP. Jika ya (ditandai dengan ekstensi .php), maka Apache akan mengirimkan request tersebut ke PHP.
Selanjutnya PHP akan memeriksa bagian mana dari request tersebut yang membutuhkan pelayanannya, yang ditandai dengan tag pembuka dan penutup PHP (<?php…?>). PHP akan menjawab request untuk melakukan sesuatu dan mengirimkannya kembali ke Apache. Selanjutnya tugas Apache adalah menyampaikan hasil jawaban PHP kepada komputer klient melalui jalur HTTPD (Nugroho, 2004:3-4).
commit to user 2.12 CSS
CSS (Cascading Style Sheets) digunakan dalam kode HTML untuk menciptakan suatu kumpulan style yang terkadang dapat digunakan untuk memperluas kemampuan HTML. Sebagai contoh, kode HTML murni tidak memungkinkan untuk menggunakan sebuah definisi font yang diterapkan pada setiap sel dan bahkan tag <BASEFONT> pun tidak berpengaruh pada sel-sel table. Misalnya, diinginkan untuk mengatur ukuran font pada setiap sel sebesar 2.
Dengan menggunakan tag <FONT>, semua sel harus diformat dengan menggunakan <FONT SIZE=”2”>. Tentu saja tindakan seperti ini tidak praktis.
Namun dengan menggunakan CSS, Anda hanya perlu mendefinisikan style sekali saja dan style akan berlaku untuk setiap sel dalam table. Apa yang telah diutarakan hanyalah merupakan gambaran sekilas tentang CSS. Masih banyak keuntungan CSS lain yang akan terasa jika Anda telah mempraktekkannya.
(Kadir, 2003:212).
2.13 JavaScript
Asal mula javascript adalah LiveScript, dikembangkan pertama kali pada tahun 1995 di Netscape Communication. Pada akhir tahun 1995, Netscape Communication dan Sun Microsystem berkolaborasi dan mengubah nama LiveScript menjadi JavaScript. Bahasa ini dikenal pada browser Netscape Navigator mulai versi diatas 2.0, Microsoft juga melengkapi internet explorer mulai dari javascript versi 3.0 ke atas. Javascript adalah bahasa script yang ditempelkan pada sebagian kode html dan diproses pada sisi klien. Dengan adanya bahasa ini, kemampuan dokumen html menjadi lebih luas. Sebagai contoh dengan menggunakan javascript dimungkinkan untuk memvalidasi dari masukan- masukan pada formulir sebelum formulir dikirimkan ke server. Selain itu menggunakan javascript digunakan untuk mengimplementasikan menampilkan permission. Perlu diketahui javascript bukan bahasa java. Javascript dan java adalah bahasa yang berbeda. Javascript dii0mplementasikan oleh klien (kodenya bisa dilihat dari sisi klien). Sedangkan kode java dikompilasi olehpemrograman dan hasil kompilasi yang dijalankan oleh klien (Kadir, 2003).
commit to user 2.14 Model-View-Controller (MVC)
Codeigniter adalah framework PHP yang dibuat berdasarkan kaidah Model-view-controller (MVC). Dengan MVC, maka memungkinkan pemisahan antara layer application-logic dan presentation. Sehingga, dalam sebuah tim pengembangan web, seorang programmer bisa berkonsentrasi pada core-system, sedangkan web designer bisa berkonsentrasi pada tampilan web. Menariknya, script PHP, query MySQL, Javascript dan CSS bisa saling terpisah-pisah, tidak dibuat dalam satu skrip berukuran besar yang membutuhkan resource besar pula untuk mengeksekusinya. Dengan demikian, aplikasi yang dibuat mudah untuk dimaintenance dan dikembangkan lebih lanjut.
Cara terbaru untuk mengembangkan aplikasi web di banyak platform yaitu menggunakan contoh desain MVC (Model – View – Controller) dengan cara kerja sebagai berikut: (Christant, 2008)
View menampilkan data yang ditambahkan dari Model dengan anggapan bahwa ini dapat menggunakan template sistem.
Di dalam View, pengguna menghasilkan aksi (dengan mengunjungi sebuah URL atau klik tombol) yang dapat mengarahkan ke Controller.
Controller menerima event dan mengeceknya (validasi, keamanan, mencatat, dll.) di mana membutuhkan permintaan atau pengubahan data di Model.
Pada akhirnya, Controller akan mengalihkan pengguna ke aksi halaman hasil dan menggunakan Model untuk menampilkan data dengan baik.