• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Latar Belakang. B. Maksud dan Tujuan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "A. Latar Belakang. B. Maksud dan Tujuan"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tuntutan masyarakat atas terwujudnya good governance telah mendorong adanya konsekuensi logis perlunya berbagai upaya dan kerja keras dari semua jajaran penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya secara profesional termasuk didalamnya jajaran Kementerian Perhubungan. Inspektorat Jenderal sebagai instansi yang melakukan pengawasan internal Pemerintahan memiliki peranan yang sangat strategis dalam mewujudkan good governance di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Penyusunan Laporan Tahunan dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk menyampaikan kinerja Inspektorat Jenderal yang telah dicapai secara transparan dan optimal melalui pemanfaatan sumber daya Inspektorat Jenderal secara efektif dan efisien. Laporan diharapkan akan menjadi wahana informasi yang dapat memahami secara utuh mengenai Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya pada tahun 2013 melalui penyajian kondisi dan perkembangan masing-masing unsur Inspektorat Jenderal yang terdiri dari sub unit kerja Inspektorat I, II, III, IV dan V serta Sekretariat Inspektorat Jenderal yang merupakan satu kesatuan yang utuh.

Hasil Pengawasan dan pekembangan tindak lanjutnya disajikan dalam Laporan Tahunan serta analisis dan evaluasi atas pelaksanaan Tugas dan Fungsi dimaksudkan agar diperoleh informasi mengenai kendala dan keberhasilan yang telah dicapai serta saran tindak lanjut untuk lebih meningkatkan kinerja dan hasil yang akan dicapai pada tahun yang akan datang.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari penyusunan Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2013 adalah :

1. Memberikan informasi mengenai pelaksanaan program kerja dan kegiatan Inspektorat Jenderal selama Tahun 2013;

(2)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 2 2. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja dan kegiatan Inspektorat Jenderal selama Tahun 2013 sebagai bahan penyempurnaan untuk pelaksanaan program kerja pada tahun yang akan datang;

3. Mendapatkan umpan balik (feed back) untuk merumuskan strategi dalam pelaksanaan program kerja tahun yang akan datang.

C. Ruang Lingkup

Laporan Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Kegiatan Semester II Tahun 2013 Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan mencakup hasil-hasil kegiatan yang telah dilaksanakan oleh semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan yang mengacu pada Tugas dan Fungsi (Tusi) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 60 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah oleh Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 68 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan.

D. Visi dan Misi

Penyusunan Laporan Pelaksanaan Program Kerja dan Kegiatan Tahun Anggaran berpedoman pada visi dan misi Inspektorat Jenderal, yaitu :

Visi Inspektorat Jenderal:

“Terwujudnya pengawasan intern yang professional dan handal untuk mendorong pelayanan transportasi yang handal, berdaya saing dan memberikan nilai tambah”

Misi Inspektorat Jenderal:

Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan misi Inspektorat Jenderal yang menggambarkan hal yang harus dilaksanakan, sebagai berikut :

1. Mewujudkan Aparatur Perhubungan yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN);

2. Meningkatkan kinerja Aparatur perhubungan melalui ketaatan dalam penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan, penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) serta peningkatan akuntabilitas kinerja Aparatur Perhubungan;

3. Meningkatkan kualitas, efektivitas dan peran APIP;

4. Meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Pengawasan serta pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

(3)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 3

BAB II

SUMBER DAYA

MANUSIA

ampai dengan tanggal 31 Desember 2013, jumlah pegawai Inspektorat Jenderal adalah sebanyak 261 orang yang tersebar pada unit - unit kerja yang ada di lingkungan Inspektorat Jenderal. Sebagian besar pegawai berada pada unit kerja Sekretariat Inspektorat Jenderal yaitu sebanyak 90 pegawai (34,48 %), distribusi pegawai Inspektorat berdasarkan bagian adalah :

Keterangan : Posisi 31-12-2013

Penjelasan secara lebih lengkap mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) Inspektorat Jenderal adalah :

A. Total Pegawai

1. Berdasarkan Jabatan

Sebagai aparat pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan sebagian besar pegawai Inspektorat Jenderal adalah Pejabat Fungsional Auditor yang bertugas untuk melaksanakan pengawasan pada seluruh unit

Irjen; 0 Sesitjen; 1 Ir I; 34 Ir II; 35 Ir III; 34 Ir IV; 32 Ir V; 35 Sesitjen; 90

DIAGRAM PEGAWAI

S

(4)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 4

kerja Inspektorat Jenderal. Pejabat Fungsional Auditor tersebar pada 5 Inspektorat dengan jumlah keseluruhan 115 Auditor. Distribusi pegawai

Inspektorat Jenderal berdasarkan jabatan adalah :

2. Berdasarkan Golongan dan Pendidikan

Berdasarkan golongan sebagian besar pegawai Inspektorat Jenderal adalah golongan III sebanyak 160 pegawai (61,30%) sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan pegawai dengan ijazah S-1/D-IV adalah yang terbanyak dengan jumlah 141 pegawai (54,02%). Untuk tingkat pendidikan terendah, masih terdapat pegawai Inspektorat Jenderal yang memiliki ijazah Sekolah Dasar sebanyak 2 pegawai (0,76%) dan ijazah SLTP sebanyak 2 pegawai (0,76%).

Struktural 9% Fungsional Auditor 44% Fungsional Umum 45% Fungsional lainnya 2%

BERDASARKAN JABATAN

1% 21% 54% 11% 11% 1% 1% BERDASARKAN PENDIDIKAN S3 S2 S1 D3 SLTA SLTP SD 22% 61% 17% 0% 17% IV III II I BERDASARKAN PENDIDIKAN

(5)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 5 3. Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin dari total 261 pegawai Inspektorat Jenderal, 182 pegawai Laki laki (70 %) dan 79 pegawai perempuan (30%).

B. Fungsional Auditor

Jika dibandingkan dengan jumlah Auditor tahun 2012 yaitu sebanyak 117 orang, pada tahun 2013 jumlah Auditor sebanyak 115 orang. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 2 orang (1,73%). Berdasarkan jabatan, Auditor terbagi menjadi Auditor Utama, Madya, Muda, Pertama, Penyelia, Pelaksana Lanjutan, dan Pelaksana. Sebagian besar auditor Inspektorat Jenderal adalah Auditor Pertama dengan jumlah 40 orang (34,78%). Rincian komposisi Auditor adalah sebagai berikut :

Perempuan 30%

Laki-Laki 70%

Berdasarkan Jenis Kelamin

0% 34% 20% 35% 2% 0% 9%

Auditor

Utama Madya Muda Pertama Penyelia Pelaksana Lanjutan Pelaksana

(6)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 6

BAB III

ANGGARAN

ada Tahun Anggaran 2013, alokasi anggaran Inspektorat Jenderal sebesar Rp. 85.751.703.000,-. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 9,55 % jika dibandingkan dengan alokasi anggaran Tahun 2012 yang berjumlah sebesar Rp. 78.279.226.000,-.

TABEL ANGGARAN TAHUN 2013

NO JENIS BELANJA PAGU %

1 BELANJA PEGAWAI 14.512.811.000 16,92 2 BELANJA BARANG 65.376.792.000 76,24 3 BELANJA MODAL 5.862.100.000 6,84

TOTAL 85.751.703.000 100,00

Penjelasan secara lengkap mengenai anggaran Inspektorat Jenderal Tahun 2013 adalah sebagai berikut:

A. Jenis Belanja

Inspektorat Jenderal pada tahun 2013 mengalokasikan belanja pegawai sebanyak Rp. 14.512.811.000,-; belanja barang sebanyak Rp. 65.376.792.000,- dan belanja modal sebanyak Rp. 5.862.100.000,- dengan total anggaran Rp. 85.751.703.000,- Pegawai 17% Barang 76% Modal 7%

P

(7)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 7

B. Realisasi Anggaran per 31 Desember 2013

1. Realisasi DIPA Itjen Tahun 2013

Realisasi Anggaran Itjen per 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp.61.561.750.400,- (71,79%) dari total anggaran sebesar Rp.85.751.703.000,-

2. Realisasi Anggaran masing-masing Inspektorat dan Sekretariat Inspektorat Jenderal

Pegawai Barang Modal Total

Anggaran 14.512.811.00 65.376.792.00 5.862.100.000 85.751.703.00 Realisasi 14.135.644.65 42.003.879.78 5.422.226.000 61.561.750.44 10.000.000.000 20.000.000.000 30.000.000.000 40.000.000.000 50.000.000.000 60.000.000.000 70.000.000.000 80.000.000.000 90.000.000.000 100.000.000.000

ANGGARAN TA. 2013

IR I IR II IR III IR IV IR V SETITJEN Anggaran 7.859.50 8.097.58 7.160.77 7.046.60 6.754.37 48.832.8 Realisasi 5.363.83 6.346.76 3.948.18 4.671.46 4.471.85 36.759.6 10.000.000.000 20.000.000.000 30.000.000.000 40.000.000.000 50.000.000.000 60.000.000.000

(8)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 8

BAB IV

SARANA DAN

PRASARANA

ntuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan ketersediaan sarana dan prasarana merupakan salah satu hal yang penting. Berikut adalah sarana dan prasarana Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan yang mengalami perkembangan selama tahun 2013 sampai dengan posisi 31 Desember 2013 :

No Jenis Barang 2012 2013 Perubahan

1 Komputer (PC) 128 139 +11

2 Printer 171 182 +11

3 TV 12 23 +11

4 Alat penghancur kertas 30 30 0

5 Kursi besi/metal 914 799 -115 6 Meja rapat 7 7 0 7 Mesin Absensi 5 5 0 8 LCD Projector/Infocus 19 19 0 9 Laptop 207 198 -9 10 Notebook 1 1 0 11 Scanner 26 36 +10 12 Overhead projector 11 11 0

U

(9)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 9

BAB V

PELAKSANAAN

PROGRAM KERJA

alam rangka mewujudkan aparatur pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab serta bersih dari KKN yang mampu mendorong peningkatan kinerja yang akuntabel Inspektorat Jenderal pada tahun 2013 telah melaksanakan seluruh program dan kegiatan yang direncanakan yaitu sejumlah 5 (lima) kegiatan yang terbagi menjadi 35 (tiga puluh lima) sub kegiatan.

Berikut adalah hasil pencapaian kinerja, permasalahan dan upaya mengatasi permasalahan dalam pelaksanaan program kerja Inspektorat Jenderal :

A. Program dan Realisasi

1. Audit Kinerja dan Pengadaan Barang/Jasa

Audit Kinerja merupakan audit atas Pengelolaan Keuangan Negara dan pelaksanaan tugas dan fungsi instansi Pemerintah yang terdiri atas aspek kehematan, efisiensi, dan efektifitas. Sedangkan Audit Pengadaan Barang dan Jasa merupakan audit untuk memperoleh keyakinan bahwa pengadaan barang dan jasa telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada tahun 2013 Inspektorat Jenderal memprogramkan Audit Kinerja dan Pengadaan Barang/Jasa terhadap 548 Auditi (82,28%) dari total 666 Auditi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Dalam realisasinya teraudit sebanyak 562 Auditi (102,55%), 0 100 200 300 400 500 600 IR I IR II IR III IR IV IR V TOTAL Program 106 110 115 119 98 548 Realisasi 104 125 114 121 98 562

REALISASI AUDIT

D

(10)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 10 Keterangan :

 IR I (Inspektorat I) dengan lingkup pengawasan : Kantor Pusat Itjen, Ditjen Perhubungan Darat, dan UPT Direktorat Jenderal/Badan di Provinsi NAD, Sumut, DKI Jaya, DIY, NTB, Kalsel, dan Sulut.

 IR II (Inspektorat II) dengan lingkup pengawasan : Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Laut, Mahkamah Pelayaran, dan UPT Direktorat Jenderal/Badan di Provinsi Jatim, Bali, Kalbar, Sulteng, dan Papua.

 IR III (Inspektorat III) dengan lingkup pengawasan : Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Udara, UPT Direktorat Jenderal/Badan di Provinsi Jambi, Bengkulu, Lampung, Babel, Jabar, Kalteng, Sulsel, dan Maluku.

 IR IV (Inspektorat IV) denganlingkup pengawasan : Kantor Pusat Badan Litbang, PSDM Perhubungan, dan UPT Direktorat Jenderal/Badan di Provinsi Sumsel, Jateng, Kaltim, NTT, Sultra dan Malut.

 IR V (Inspektorat V) dengan lingkup pengawasan : Sekretariat Jenderal, Ditjen Perkeretaapian, dan Direktorat Jenderal/Badan di Provinsi Sumbar, Riau, Kepri, Banten, Gorontalo, Sulbar, dan Papua Barat.

Pelaksanaan hari audit pada tahun 2013, mencapai 79,73 % atau 15.971 hari dari total rencana 20.031. Rekapitulasi hari audit selama tahun 2013 adalah sebagai berikut: 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 4.500 IR I IR II IR III IR IV IR V Program 4.010 4.022 4.319 3.940 3.740 Realisasi 2.837 3.211 3.035 3.359 3.529

REALISASI HARI AUDIT

(11)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 11

2. Audit dengan Tujuan Tertentu

Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) mencakup audit yang tidak termasuk dalam Audit Kinerja, meliputi antara lain Audit Perencanaan dan Manfaat, Audit Pelayanan Publik, Audit Investigasi, Audit Khusus, Audit terhadap masalah yang menjadi fokus perhatian Kementerian Perhubungan. Adapun pelaksanaan Audit Dengan Tujuan Tertentu dilaksanakankan oleh masing-masing Inspektorat, dengan rincian sebagai berikut :

NO PELAKSANA ADTT FOKUS AUDIT

1. INSPEKTORAT I

Audit Manfaat dari Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan

Audit Dengan Tujuan Tertentu Subsidi Angkutan Penyeberangan Perintis

Audit Pelayanan Publik Operasional Jembatan Timbang

2. INSPEKTORAT II

Audit Dengan Tujuan Tertentu Terhadap UPP yang mempunyai PNBP besar yang berpotensi menjadi BLU (Badan Layanan Umum)

Audit Dengan Tujuan Tertentu Pengoperasian Kapal Perintis

ADTT Audit Dengan Tujuan Tertentu terhadap

Public Service Obligation (PSO)

3. INSPEKTORAT III

Audit Dengan Tujuan Tertentu Perencanaan Bandar Udara (rencana induk, amdal, ijin, Pembangunan Bandara serta Revisi Rencana Induk)

Audit Perencanaan dan Manfaat Kendaraan PKP-PK

Audit Dengan Tujuan Tertentu Kapasitas Pesawat Udara di Run way, Taxi way, Apron, dan Terminal

Audit Dengan Tujuan Tertentu Angkutan Perintis Udara

INSPEKTORAT IV

Audit Dengan Tujuan Tertentu Legalitas Pengoperasian Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di alur Sungai Mahakam

Audit dengan ujua Tertentu Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api pada Satker Pengembangan Perkeretaapian Jateng dan Satker Tegal-Pekalogan-Semarang

Audit Perencanaan dan Manfaat Hasil Penelitian dan Pengembangan pada Badan Litbang Perhubungan

(12)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 12 Audit Dengan Tujuan Tertentu Pelaksanaan Pelayanan Publik Pendidikan dan Latihan Kebandarudaraan pada UPT-UPT Badan Pengembangan SDM Perhubungan

INSPEKTORAT V

Audit Perencanaan MRT Lebak Bulus - HI; Audit Dengan Tertentu Kompetensi SDM Inspektur, Penguji dan Auditor Keselamatan Perkeretaapian;

Audit Dengan Tujuan Tertentu Manfaat Hasil Perencanaan Pembangunan di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

Selain ADTT diatas, juga diprogramkan Audit Khusus, yakni audit yang dilakukan atas lingkup audit yang bersifat khusus terhadap indikasi penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang unit kerja atau pegawai, yang pelaksanaannya dilakukan berdasarkan pengaduan masyarakat, pengembangan dari temuan audit, permintaan tertulis dari unit kerja di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pelaksanaan Audit Khusus bersifat pre memory (PM).

Realisasi pelaksanaan Audit Khusus tahun 2013 adalah sebagai berikut :

NO NAMA AUDIT KHUSUS WAKTU PELAKSANAAN

1. Melaksanakan audit khusus untuk pendalaman proses pelelangan pekerjaan pembangunan dan pengembangan kampus BP2IP Surabaya TA.2008-2011, pada : BP2IP Surabaya

04 s.d 08 Pebruari 2013

2. Melaksanakan audit khusus terhadap dugaan penyimpangan dalam pembayaran biaya wajib penyelenggaraan diklat kepelautan, pada : Direktorat Perkapalan dan Kepelautan.

11 s.d 15 Maret 2013

3. Melaksanakan audit khusus, pada : Bandar

Udara Sentani Jayapura. 28 Jan - 03 Pebruari 2013 4. Melaksanakan audit khusus dugaan

penyalahgunaan jabatan wewenang yang diduga dilakukan oleh panitia lelang Satker Disnav Kelas III Pontianak.

04 s.d 10 Nop 2013 Perpanjangan SPT :

04 s.d 10 Des 2013 5. Melaksanakan audit khusus terhadap proses

perijinan pendaftaran kapal, pada :

1) Bagian hukum Sekretariat Ditjen Hubla; 2) Direktorat Kappel Ditjen Hubla;

3) Biro hukum dan kerja sama luar negeri Setjen

01 s.d 08 Nop 2013 Perpanjangan SPT : 11 s.d 15 Nop 2013

(13)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 13 6. Audit Khusus Laporan pengaduan

pembayaran uang ganti rugi tanah di PIP Makassar

07 s.d 11 Mei 2013 7. Evaluasi Dokumen dan Administrasi

Kegiatan pada Satker Pengembangan Perkeretaapian Jawa Tengah Tahun 2013

21 s.d 28 Jan 2013 8. Legalitas Pengoperasian Terminal Khusus

(TERSUS) dan Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Alur Sungai Mahakam, pada KSOP Samarinda

14 s.d 26 Maret 2013 9. Audit Khusus Pengadaan Mock Up Pesawat

pada Balai Diklat Penerbangan Palembang

01 s/d 05 Mei 2013 10. Pelaksanaan Pendampingan/Asistensi

(Probity Audit) pada Satker Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya TA 2013

10 s.d 13 Mei 2013 11. Pelaksanaan Asistensi (Probity Audit) pada

Satker Pembangunan Jalur Ganda Tegal Pekalongan- Semarang TA 2013

22 s.d 23 Mei 2013 12. Klarifikasi Pengaduan Masyarakat pada

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Larantuka

11 s.d 15 Juni 2013 13. Perjalanan Dinas Fiktif pada Biro Keuangan

dan Perlengkapan 01 s.d 08 Mei 2013

3. Reviu Laporan Keuangan

Reviu dilaksanakan dalam rangka memberikan keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dan Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Hasil reviu dituangkan dalam “Pernyataan Telah Direviu” (Statement of Reviu) yang digunakan sebagai dasar pembuatan “Pernyataan Tanggung Jawab“ (Statement of Responsibility) oleh Menteri Perhubungan yang berisi pernyataan bahwa pengelolaan anggaran telah diselenggarakan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai SAP. Pada TA. 2013 diprogramkan reviu Laporan Keuangan Triwulan I, Semester I dan Triwulan III di Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (UAKPA/B), Laporan Keuangan Semester I di Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Eselon I (UAPPA/B-E1) dan Laporan Keuangan Semester I dan Tahunan di Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang (UAPA/B).

(14)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 14 Rincian kegiatan reviu yang telah dilaksanakan pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :

1. Reviu LK Tahunan BA.999 Kementerian Perhubungan TA.2012 pada Ditjen Perhubungan Laut, Udara, dan Perkeretaapian;

2. Reviu LK Tingkat UAKPA/B pada Sekjen, Itjen, Ditjen Hubdat, Hubla, Hubud, dan BPSDMP;

3. Reviu LK Tingkat Eselon I Kementerian Perhubungan TA. 2012 pada Sekjen dan Itjen;

4. Reviu Triwulan I TA. 2013 di Propinsi NTB, DIY, Kalimantan Barat, Bali, Lampung, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Gorontalo;

5. Reviu LK BA.022 Tingkat UAPPA/B-W di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Smt I TA.2013;

6. Reviu LK BA.022 Tingkat UAPPA-E1 Kementerian Perhubungan pada Ditjen Per-KA-an Smt I TA. 2013;

7. Reviu LK BA.022 Tingkat UAPA (SIMAK-BMN) Kementerian Perhubungan Smt I TA. 2013;

8. Reviu Triwulan III TA. 2013 di Propinsi Sulawesi Utara, NAD, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau dan Riau.

4. Evaluasi

Evaluasi adalah rangkaian kegiatan membandingkan hasil atau prestasi suatu kegiatan dengan standar, rencana, atau norma yang telah ditetapkan, dan menentukan factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan. Evaluasi yang dilaksanakan pada tahun 2013 terdiri atas :

a. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)

Penyelenggaraan SPIP baik di tingkat instansi maupun tingkat aktivitas, secara menyeluruh dapat dibagi dalam 3 (tiga) tahapan besar yaitu : Persiapan (penyusunan peraturan/kebijakan penyelenggaran SPIP, pembentukan Satgas, sosialisasi bagi seluruh pegawai, Diklat bagi Satgas, dan pemetaan); Pelaksanaan (pembangunan infrastruktur, internalisasi dan pengembangan berkelanjutan); dan Pelaporan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 78 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di lingkungan Kementerian Perhubungan, Inspektorat Jenderal melakukan pengawas intern dalam penyelenggaran SPIP di lingkungan Kementerian Perhubungan.

(15)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 15 Penyelenggaraan SPIP di lingkungan Kementerian Perhubungan masih berada tahap Persiapan yaitu telah ditetapkannya Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 78 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan SPIP di Lingkungan Kementerian Perhubungan, Pembentukan Satgas Penyelenggaraan SPIP di Unit Eselon I, sosialisasi kepada sebagian pegawai, dan Diklat bagi Satgas Penyelenggaraan SPIP.

Dalam rangka evaluasi SPIP, pada Tahun 2013, Inspektorat Jenderal telah melakukan :

- Koordinasi eksternal dengan BPKP dan pertemuan internal anggota secara rutin tentang pelaksanaan tugas;

- Menyusun draft Kriteria Evaluasi Pelaksanaan SPIP di lingkungan Kementerian Perhubungan;

- Melakukan pembinaan internal di lingkungan Kementerian Perhubungan dengan mengadakan sosialisasi persamaan persepsi tentang Kriteria Evaluasi SPIP kepada Subsektor/ Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan, pada Kantor Pusat Jakarta;

- Evaluasi pelaksanaan SPIP pada Entitas eselon I Kementerian Perhubungan.

b. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)

Evalusi LAKIP dilakukan terhadap 3 (tiga) komponen manajemen kinerja yaitu Perencanaan Kinerja, Pengukuran Kinerja dan Pelaporan Kinerja. Pada Tahun 2013, Inspektorat Jenderal menjadualkan pelaksanaan evaluasi terhadap LAKIP tahun 2012. Inspektorat Jenderal telah melakukan Evaluasi LAKIP 2012 Unit Kerja Eselon I di Lingkungan Kementerian Perhubungan pada bulan Oktober dan Desember 2012 yang hasilnya dilaporkan kepada Menteri Perhubungan, sebagaimana tabel berikut:

NO. KEGIATAN PELAKSANA

1. Evaluasi LAKIP 2013 Inspektorat Jenderal dan

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Inspektorat I 2. Evaluasi LAKIP 2013 Direktorat Jenderal

Perhubungan Laut Inspektorat II

3. Evaluasi LAKIP 2013 Direktorat Jenderal

Perhubungan Udara Inspektorat III

4.

Evaluasi LAKIP 2013 Badan Penelitian dan Pengembangan serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan

(16)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 16 5. Evaluasi LAKIP 2013 Sekretariat Jenderal dan

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Inspektorat V

Berdasarkan kriteria diatas, diperoleh Hasil Evaluasi LAKIP masing-masing unit kerja eselon I di lingkungan Kementerian Perhubungan sebagai berikut :

No UNIT KERJA

NILAI KINERJA PER KOMPONEN

Jumlah Perencanaan Kinerja (45%) Pengukuran Kinerja (30%) Pelaporan Kinerja (25%) Evaluasi (10%) Capaian (20%) 1. Sekretariat Jenderal 32,93 17,73 12,35 9,25 15,68 87,95 2. BPSDM Perhubungan 29,94 18,88 12,48 8,25 15,65 85,19 3. Ditjen Perhubungan Udara 29,47 16,87 11,00 8,17 19,29 84,80 4. Inspektorat Jenderal 31,49 17,66 12,27 7,83 15,50 84.75 5. Ditjen Perhubungan Darat 30,50 16,65 12,00 7,83 14,43 81,44 6. Ditjen Perhubungan Laut 27,81 15,69 13,07 7,83 15,88 80,28 7. Badan Litbang Perhubungan 22,62 14,61 10,95 7,83 14,56 70,57 8. Ditjen Perkeretaapian 27,63 17,87 7,67 7,17 4,48 64,81

Rata-rata Nilai 79,97

5. Monitoring Pelaksanaan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan

Pemantauan adalah proses penilaian kemajuan pelaksanaan rekomendasi dalam LHA. Jenis kegiatan pemantauan hasil audit yang dilaksanakan pada tahun 2013 meliputi :

a. Pemantauan Pelaksanaan Tindak Lanjut Hasil Audit Inspektorat Jenderal

Berdasarkan data hasil Tindak Lanjut Temuan Hasil Audit Inspektorat Jenderal posisi s.d 31 Desember 2013, jumlah temuan hasil audit Inspektorat Jenderal sebanyak

3.130 temuan. Jumlah yang berhasil ditindaklanjuti secara tuntas sebanyak 361 temuan, jumlah temuan yang masih dalam proses sebanyak 1.002 temuan dan jumlah temuan yang belum ditindaklanjuti

sebanyak 1.740 temuan. Tuntas Proses Belum di TL Jumlah Temuan 361 1002 1740 0 500 1000 1500 2000

Jumlah Temuan

(17)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 17 Rincian Tindak Lanjut Temuan Hasil Audit Inspektorat Jenderal tahun 2013 per Sub Sektor sebagaimana tabel dibawah ini:

b

No Unit Kerja Temuan TL Proses BTL %

1. Sekretariat Jenderal 37 0 5 32 0

2. Inspektorat Jenderal 0 0 0 0 0

3. Ditjen Perhubungan Darat 401 41 106 254 10,22 4. Ditjen Perhubungan Laut 1.505 0 492 1.013 0 5. Ditjen Perhubungan Udara 861 308 316 237 35,77 6. Ditjen Perkeretaapian 141 0 17 97 0 7. Badan Pengembangan SDM 158 12 57 89 7,5 8. Badan Litbang Perhubungan 27 0 9 18 0 Total Temuan 3.130 361 1.002 1.740 Keterangan :

TL : Tindak Lanjut Tuntas BTL : Belum di tindaklanjut

b. Pemantauan dan Koordinasi Tindak Lanjut Temuan Hasil

Pemeriksaan BPK-RI dan BPKP di Lingkungan Kementerian Perhubungan

Audit terhadap auditi di Lingkungan Kementerian Perhubungan tidak hanya dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan, namun dilakukan juga oleh Aparat Pengawasan Fungsional diluar Kementerian Perhubungan, seperti BPK-RI dan BPKP. Pemantauan terhadap hasil pemeriksaan BPK-RI dan BPKP di Lingkungan Kementerian Perhubungan dilakukan melalui koordinasi dengan BPK-RI dan BPKP. Pada tahun 2013, telah dilakukan pada Semester I dan Semester II.

Pelaksanaan Pemantauan tindak lanjut terhadap hasil audit dari Aparat Pengawasan Fungsional diluar Kementerian Perhubungan pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :

1) Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) posisi s.d HAPSEM II Tahun 2013 di lingkungan Kementerian Perhubungan terdapat sebanyak 511 rekomendasi, telah ditindaklanjuti dan dinyatakan selesai sebanyak 379 rekomendasi, sedangkan sebanyak 95 rekomendasi telah ditindaklanjuti namun belum dinyatakan selesai, serta sebanyak 37 rekomendasi belum ditindaklanjuti.

(18)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 18 2) Koordinasi yang dilakukan dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adalah mengenai tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan BPKP di lingkungan Kementerian Perhubungan. Posisi sampai dengan triwulan IV Tahun 2013 adalah sebagai berikut:

6. Pengawasan Lainnya dan Kegiatan Lainnya

a. Sosialisasi Preventif KKN dan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)

Sosialisasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat 0 10 20 30 40 50 60 70

Ditjen Darat Ditjen Laut Ditjen Udara

7 16 12

3

53

51

(19)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 19 Sosialisasi Preventif KKN dan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan yang berkaitan dengan pemberantasan tindak pidana korupsi (TIPIKOR) dan pembangunan ZI menuju WBK kepada seluruh UPT/Satker di Lingkungan Kementerian Perhubungan. Pada Tahun 2013, Inspektorat Jenderal melaksanakan sosialisasi di 5 (lima) Provinsi yaitu Nusa Tenggara Barat, Bali, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Kepulauan Riau.

b. Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi Aksi Pencegahan KKN (Kormonev AP-KKN) Kementerian Perhubungan

Sebagai salah satu implementasi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN dan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang (2012-2025) dan Jangka Menengah (2012-2014) adalah membentuk Kelompok Kerja Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi (STRANAS-PK) yang beranggotakan seluruh Unit Kerja Eselon I di Lingkungan Kementerian Perhubungan. Kelompok kerja tersebut bertugas untuk melakukan kegiatan koordinasi, monitoring, dan evaluasi (kormonev) aksi pencegahan KKN (AP-KKN) Kementerian Perhubungan.

Kegiatan kormonev AP-KKN Kementerian Perhubungan yang direncanakan pada tahun 2013 antara lain meliputi koordinasi, monitoring dan evaluasi pelaksaaan AP-KKN Unit Kerja Eselon I, uji petik terhadap pelaksanaan Inpres 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi serta Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK) Kementerian Perhubungan.

Pelaksanaan kegiatan Kormonev AP-KKN Kementerian Perhubungan Tahun 2013 antara lain adalah:

1) Keikutsertaan dalam rapat-rapat koordinasi pelaksanaan Stranas PPK yang diselenggarakan oleh Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal; 2) Keikutsertaan dalam seminar maupun workshop pencegahan dan

pemberantasan korupsi yang diselenggarakan oleh KPK;

3) Keikutsertaan dalam dalam acara Pekan Antikorupsi yang diselenggarakan oleh KPK.

c. AP-KKN Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan

Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2011 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2012, setiap unit kerja Eselon I wajib melaksanakan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Inspektorat Jenderal sebagai unit kerja Eselon I

(20)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 20 telah melakukan upaya tersebut melalui Kelompok Kerja AP-KKN Inspektorat Jenderal.

Program kerja dan Realisasi AP-KKN Inspektorat Jenderal tahun 2013 adalah sebagai berikut :

1) Strategi Pertama yaitu Pencegahan

(a) Peningkatan Kinerja Layanan Kepemerintahan

Berdasarkan Program Kerja Pertama AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdapat 7 (Tujuh) kegiatan dengan realisasi pelaksanaan sebagai berikut:

- Kegiatan pertama, Monitoring pelaksanaan penandatanganan Pakta Integritas di lingkungan Inspektorat Jenderal dengan target sebanyak 77 (tujuh puluh tujuh) pegawai, realisasi pelaksanaan kegiatan tersebut sampai dengan Semester II tahun 2013 yang telah menandatangani Pakta Integritas adalah sebanyak 77 (tujuh puluh tujuh) pegawai atau sebesar 100%;

- Kegiatan kedua, monitoring penyusunan Penetapan Kinerja sesuai Surat Inspektur Jenderal No. UM. 007/15/5/ITJEN-2013 tanggal 19 Maret 007/15/5/ITJEN-2013 perihal Penyampaian LAKIP ITJEN Tahun 2012 dan Penetapan Kinerja ITJEN Tahun 2013, realisasi sampai dengan Semester II tahun 2013 adalah telah disusun 7 (tujuh) Penetapan Kinerja (Tapkin) yang terdiri dari Tapkin Inspektorat Jenderal, Sekretariat Inspektorat Jenderal, Inspektorat I, II, III, IV dan V yang telah dikirim dengan 1 (satu) surat Laporan Penetapan Kinerja kepada Menteri Perhubungan;

- Kegiatan ketiga, monitoring penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP), sesuai Surat Inspektur Jenderal No. UM. 007/15/5/ITJEN-2013 tanggal 19 Maret 2013 perihal Penyampaian LAKIP ITJEN Tahun 2012 dan Penetapan Kinerja ITJEN Tahun 2013, realisasi sampai dengan Semester II tahun 2013 adalah telah disusun 7 (tujuh) LAKIP yang terdiri dari LAKIP Inspektorat Jenderal, LAKIP Sekretariat Inspektorat Jenderal, LAKIP Inspektorat I, II, III, IV dan V yang telah dikirim dalam 1 (satu) surat LAKIP kepada Menteri Perhubungan;

- Kegiatan keempat, monitoring penerapan E-goverment untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik (Good Governance) dalam manajemen pemerintahan, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 pada Sistem Informasi Pengawasan (SIP) di lingkungan ITJEN yang memuat informasi mengenai DIPA, POK, Rencana Program Kerja Pengawasan Tahunan (RPKPT), Usulan PKPT, Perundang-Undangan, dan LHA, adalah DIPA POK (100%), RPKPT (100%), Usulan PKPT (100%), Perundang-Undangan (100%), dan Penginputan LHA (60%);

(21)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 21 - Kegiatan kelima, pembuatan SOP Manajemen Kinerja (pelayanan internal) dengan target 5 (lima) SOP, realisasi pelaksanaan kegiatan tersebut sampai dengan Semester II tahun 2013 adalah sebanyak 5 (lima) SOP dengan 2 (dua) SOP yang telah ditetapkan dalam Peraturan Inspektur Jenderal tentang Standar Operasional Prosedur Usulan Perjalanan Dinas Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan dan SOP Reviu Laporan Keuangan serta 3 (tiga) SOP yang masih dalam tahap finalisasi yaitu SOP penilaian dan penetapan angka kredit, SOP permintaan barang dan SOP pemeliharaan kendaraan operasional atau sebesar 40%;

- Kegiatan keenam, uji petik terhadap pelaksanaan audit sebagai masukan untuk perbaikan kinerja organisasi ITJEN dengan target responden 125 (seratus dua puluh lima) orang, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 realisasi pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan di 5 (lima) Propinsi yaitu Propinsi Sulawesi Selatan, Propinsi Kalimantan Timur, Propinsi Bali, Propinsi Kepulauan Riau dan Propinsi DIY Yogyakarta dengan jumlah total responden sebanyak 133 (seratus tiga puluh tiga) orang atau sebesar 106,4%; - Kegiatan ketujuh, monitoring Pembentukan Unit

Pengendalian Gratifikasi, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 belum terealisasi karena masih menunggu pembahasan penyusunan peraturan tentang pembentukan dan prosedur Unit Pengendali Gratifikasi di lingkungan Kementerian Perhubungan oleh Sekretariat Jenderal;

(b) Program Kerja Kedua, yaitu Akses Publik Terhadap Informasi Penanganan Aduan yang Telah Dilaporkan :

- Kegiatan pertama, penanganan pengaduan melalui audit khusus, realisasi sampai dengan semester II tahun 2013 sebanyak 4 (empat) pengaduan yang ditindaklanjuti dengan audit khusus;

- Kegiatan kedua, penanganan sanggah banding, realisasi sampai dengan semester II tahun 2013 dengan jumlah 21 (dua puluh satu) sanggah banding dan yang telah ditindaklanjuti melalui surat sebanyak 21 (sebelas) sanggah banding atau sebesar 100%;

- Kegiatan ketiga, memberikan pelayanan informasi kepada publik sesuai dengan Permenhub No. PM 72 tahun 2010 tentang Standar Prosedur Operasional Layanan Informasi Publik di Lingkungan Kementerian Perhubungan, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 belum teralisasi karena belum adanya permintaan informasi kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan;

(22)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 22 (c) Program Kerja Ketiga, yaitu Pelaporan Laporan Harta Kekayaan

Pejabat Negara (LHKPN) sesuai Kepmenhub No. KM 23 Tahun 2006;

- Kegiatan pertama, pejabat yang wajib mengisi dan belum melaporkan LHKPN (Form A) dengan target 10 (sepuluh) Pejabat, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 yang telah mengisi dan melaporkan LHKPN (Form A) terealisasi sebanyak 4 (empat) Pejabat atau sebesar 40%; - Kegiatan kedua, monitoring Pejabat dan Auditor yang belum dan telah menyampaikan LHKPN kepada Biro Kepegawaian dan Organisasi untuk diteruskan ke KPK, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 posisi

sampai dengan Semester II adalah 1 (satu) surat Sekretaris Inspektorat Jenderal No. KP. 011/1/3/ITJEN-2013 tanggal 31 Desember 2013

perihal Daftar Pejabat Wajib Lapor LHKPN kepada KPK; (d) Program Kerja Keempat, yaitu Penyempurnaan Sistem

Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Termasuk Memperkuat Mekanisme Pengawasan.

Berdasarkan program kerja keempat AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdapat 1 (satu) kegiatan yakni melaksanakan pengadaan barang dan jasa secara elektronik dengan target 4 (empat) paket pekerjaan, realisasi pelaksanaan sampai dengan posisi semester II tahun 2013 adalah sebanyak 4 (empat) paket pekerjaan atau sebesar 100%.

(e) Program Kerja Kelima, yaitu Reformasi Birokrasi.

Berdasarkan program kerja kelima AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdapat 3 (tiga) kegiatan dengan realisasi pelaksanaan sebagai berikut:

- Kegiatan pertama, pemantauan pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi di lingkungan Inspektorat Jenderal, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 telah dilaporkan hasil PMPRB online kepada Menteri Perhubungan dengan surat Inspektur Jenderal nomor KP.804/2/8/Itjen-2013 tanggal 9 April 2013;

- Kegiatan kedua, pelaporan Implementasi SPIP, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 adalah telah disusunnya Peraturan Inspektur Jenderal No. SK.56/PS.316/ITJEN-2011 tanggal 17 Juni 2013 tentang Desain Penyelenggaraan SPIP Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan;

- Kegiatan ketiga, Kampanye anti korupsi melalui media banner, stiker, pin dan jurnal transparansi posisi sampai dengan semester II tahun 2013 dari target 20 (dua puluh) banner, 250 (dua ratus lima puluh) stiker, 268 (dua ratus enampuluh delapan) pin terealisasi pemasangan 98 (sembilan puluh delapan) banner, 300 (tiga ratus) stiker dan

(23)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 23 300 (tiga ratus) pin yang telah di distribusikan, baik pada Kantor Pusat Kementerian Perhubungan maupun pada UPT di daerah sedangkan stiker dan pin di distribusikan kepada seluruh pegawai Inspektorat Jenderal serta pada masyarakat umum pada acara pekan anti korupsi sedunia di Istora Senayan pada tanggal 9 s.d 11 Desember 2013;

(f) Program Kerja Keenam, yaitu Kerjasama dengan Lembaga Anti Korupsi.

Berdasarkan program kerja keenam AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdapat 2 (dua) kegiatan dengan realisasi pelaksanaan sebagai berikut :

- Kegiatan pertama, evaluasi dan penyampaian PIAK Eselon I kepada KPK, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 adalah kegiatan PIAK eselon I menyatu dengan program Stranas PPK sesuai Inpres 1 tahun 2013 yang diikuti oleh Seketariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Ditjen Perhubungan Darat dan Ditjen Perhubungan Laut;

- Kegiatan kedua, Sosialisasi pencegahan KKN di lingkungan Itjen dengan mengundang KPK, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 telah dilaksanakan sosialisasi pencegahan KKN oleh KPK pada acara Pra Rapat Dinas tanggal 5 s.d 7 Desember 2013 dengan tema Unit Pengendalian Gratifikasi dan Whistleblowing System.

2) Strategi Kedua, yaitu Penegakan Hukum, terdiri dari :

(a) Program Kerja Pertama, Peningkatan Kinerja Layanan Kepemerintahan.

Berdasarkan program kerja pertama AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdapat 1 (satu) kegiatan yakni memberikan reward and punishment kepada pegawai yang bertugas di bidang pelayanan internal Itjen, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 Pemberian punishment sebanyak 1 (satu) hukuman yaitu pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil pada 1 (satu) pegawai Inspektorat Jenderal sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. SK 466 Tahun 2013 tanggal 11 Oktober 2013 atas nama saudara Asep Lili Suryana NIP. 19701028 199303 1 002.

(b) Program Kerja Kedua, Meningkatkan Koordinasi dan Persamaan Persepsi Antara Lembaga Audit/Pengawasan Internal dan Eksternal dengan Lembaga Penegak Hukum.

Berdasarkan program kerja kedua AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdapat 1 (satu) kegiatan yakni Pelaksanaan Koordinasi antara Lembaga Penegak Hukum dengan ITJEN, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 tidak terdapat kegiatan yang perlu ditindaklanjuti karena bersifat Pre Memori (PM).

(24)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 24 3) Strategi Ketiga, yaitu Peraturan Perundang-Undangan

Kelompok Kerja AP-KKN Inspektorat Jenderal tidak melaksanakan strategi ketiga dikarenakan bukan merupakan tugas dan fungsi dari Itjen tetapi ada pada Biro Hukum dan KSLN Sekretaiat Jenderal. 4) Strategi Keempat, yaitu Kerjasama Internasional dan Penyelamatan

Aset Hasil Korupsi.

(a) Program Kerja Pertama, Kerjasama dengan Lembaga Anti Korupsi.

MoU antara Itjen dan PPATK telah dilakukan pada tanggal 27 Januari 2011, maka berdasarkan program kerja pertama AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdapat 1 (satu) kegiatan yakni Tindak Lanjut Pelaksanaan MoU antara Itjen dengan PPATK, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 tidak terdapat kegiatan yang perlu ditindaklanjuti karena bersifat Pre Memori (PM).

(b) Program Kerja Kedua, Meningkatkan Koordinasi dan Persamaan Persepsi antara Lembaga Audit/Pengawasan Internal dan Eksternal dengan Lembaga Penegak Hukum.

Berdasarkan program kerja kedua AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdapat 1 (satu) kegiatan yakni tindak lanjut temuan hasil audit BPK, BPKP dan Itjen.

5) Strategi Kelima, yaitu Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi.

(a) Program Kerja Pertama, Penyempurnaan Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Termasuk Memperkuat Mekanisme Pengawasan.Berdasarkan program kerja pertama AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdapat 1 (satu) kegiatan yakni pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP), posisi sampai dengan semester II Tahun 2013 adalah telah dibentuknya Unit Layanan Pengadaan Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. SK.1/KP.801/ITJEN-2013 tanggal 8 Januari 2013.

(b) Program Kerja Kedua, Melaksanakan Pelatihan SDM dalam Rangka Penyelamatan Asset Hasil Korupsi.

Berdasarkan program kerja kedua AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdapat 3 (tiga) kegiatan dengan realisasi pelaksanaan sebagai berikut :

- Kegiatan pertama, pelaksanaan pembekalan dalam rangka memperkuat Mekanisme Pengawasan, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 telah dilaksanakannya Sosialisasi yang diselenggarakan pada tanggal 15 Januari 2013 di Ruang Emerald A, lantai 3 Hotel Red Top Jakarta yang diikuti 176 (seratus tujuh puluh enam) pegawai Inspektorat Jenderal.

- Kegiatan kedua, Kerjasama dengan institusi terkait dalam rangka pelatihan SDM sebanyak 3 (tiga) MoU dan posisi sampai dengan semester II tahun 2013 adalah 3 (tiga) MoU.

(25)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 25 6) Strategi Keenam, yaitu Mekanisme Pelaporan

Berdasarkan Strategi Keenam AP-KKN Inspektorat Jenderal Tahun 2013 terdiri atas 1 (satu) Program Kerja yaitu Akses Publik Terhadap Informasi Penanganan Aduan Yang Telah di Laporkan, yang terdiri atas 2 (dua) kegiatan dengan realisasi pelaksanaan sebagai berikut : (a) Kegiatan pertama, tindak lanjut penanganan pengaduan melalui

audit khusus, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 adalah 4 (empat) laporan hasil audit Khusus yang merupakan tindak lanjut dari surat pengaduan yang diterima ITJEN;

(b) Kegiatan kedua, tindak lanjut penanganan sanggah banding, posisi sampai dengan semester II tahun 2013 adalah sebanyak 21 (dua puluh satu) surat.

d. Koordinasi Pengawasan

Pada Tahun 2013, Inspektorat Jenderal telah melakukan koordinasi dengan :

1) Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri; 2) Koordinasi dengan Inspektorat Provinsi;

3) Koordinasi Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Bidang Keselamatan Transportasi Darat.

Pelaksanaan kegiatan Koordinasi Tahun 2013 adalah sebagai berikut:

No Kegiatan Lokasi Tanggal

pelaksanaan 1. Koordinasi dengan Itjen

Kementerian Dalam Negeri Jakarta 12 Nop 2013 2. Koordinasi dengan

Inspektorat Provinsi Provinsi Banten

Serang 10 -11 Des 2013 3. Koordinasi Pelaksanaan

Dana Alokasi Khusus Bidang Keselamatan Transportasi Darat

Tangerang

Tangerang selatan 2 - 4 Okt 2013 Makassar 7 - 9 Okt 2013 Medan 9 - 11 Okt 2013 Solo 23 - 25 Okt 2013 Banjarmasin 23 - 25 Okt 2013 Madiun 20 - 22 Nop 2013 Yogyakarta 27 - 29 Nop 2013 Magelang 16 -18 Des 2013

(26)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 26

e. Bimbingan Teknis (Bimtek)

Dalam rangka berbagi ilmu teknis audit sektor perhubungan, menyamakan persepsi tentang tata cara pengawasan di bidang Perhubungan, serta terbentuknya sinergi pengawasan antara APIP Pusat dan daerah, pada tahun 2013 Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan melaksanakan Bimbingan Teknis Audit Sektor Perhubungan di 5 (lima) provinsi yaitu provinsi Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Provinsi Aceh, Provinsi Papua,dan Provinsi Sulawesi Barat, dengan rincian pelaksanaan sebagai berikut:

NO Nama Provinsi Jumlah Peserta Tanggal pelaksanaan

1 Palangkaraya 51 Orang 13 – 15 Maret 2013

2 Kupang 50 Orang 9 - 11 April 2013

3 Banda Aceh 50 Orang 6 – 8 Mei 2013

4 Jayapura 55 Orang 03 -05 Juni 2013

5 Mamuju 53 Orang 2 - 4 Juli 2013

f. Pembinaan Pengawasan

Kegiatan Pembinaan Pengawasan bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang telah menunjukkan kinerja terbaik dengan tetap mengutamakan prinsip-prinsip 3E+ 1K (Efektif, Efisien, Ekonomis dan Ketaatan). Kegiatan ini merupakan upaya Inspektorat Jenderal untuk merubah paradigma yang selama ini terkesan sebagai watchdog menjadi konsultan dan quality assurance.

(27)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 27 Melalui kegiatan ini diharapkan UPT yang terpilih sebagai UPT dengan Kinerja Terbaik dapat menjadi contoh bagi seluruh UPT di Lingkungan Kementerian Perhubungan untuk selalu memberikan kinerja yang terbaik. Kegiatan Penilaian UPT dengan Kinerja Terbaik dilakukan oleh Tim Terpadu yang melibatkan Inspektorat Jenderal, Biro Perencanaan, Biro Keuangan dan Perlengkapan serta Biro Kepegawaian dan Organisasi terhadap seluruh UPT di Lingkungan Kementerian Perhubungan. Indikator penilaian yang digunakan meliputi Laporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Hasil Audit, Aspek Kinerja (Tugas dan Fungsi, Keuangan dan SDM) serta Aspek Pelayanan Publik (Visi, Misi dan Motto Pelayanan, Sistem, Standar dan Prosedur Pelayanan, SDM Pelayanan, Sarana dan Prasarana Pelayanan).

Berikut adalah peringkat UPT dengan Kinerja Terbaik Tahun 2013 :

NO NAMA UPT PERINGKAT

1. Kantor Otoritas Wilayah V Makassar I (Unit Kerja Eselon II) 2. Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi

Kendaraan Bermotor

I (Unit Kerja Eselon III) 3. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas

Pelabuhan Kelas V Kuala Tungkal

I (Unit Kerja Eselon IV) Sumber : Inspektorat Jenderal

Penyerahan penghargaan kepada UPT dengan Kinerja Terbaik bertepatan dengan perayaan Hari Perhubungan Nasional tanggal 17 September 2013.

(28)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 28

g. Pengawasan Percepatan Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Lintas Utara Jawa

Kegiatan pengawasan percepatan pembangunan jalur ganda kereta api lintas utara jawa dilakukan untuk memantau dan mendorong percepatan pembangunan jalur ganda kereta api lintas utara jawa dapat dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan target yang ditetapkan. Percepatan pembangunan jalur ganda kereta api lintas utara jawa ini dimaksudkan untuk meningkatan pelayanan moda transportasi kereta api.

Pelaksanaan kegiatan pengawasan tersebut, pada tahun 2012 terdiri atas:

1) Melakukan pemantauan terhadap proses percepatan pembangunan jalur ganda kereta api lintas utara jawa;

2) Menjadi mitra bagi Satuan Kerja (Satker) terkait pembangunan jalur ganda tersebut, khususnya untuk konsultasu pelaksanaan pekerjaan; 3) Melakukan kerjasama/koordinasi dengan BPKP/LKPP;

4) Melakukan pengawasan pada setiap pekerjaan fisik; 5) Melaporkan hasil pengawasan secara berkala.

h. Rapat Dinas Inspektorat Jenderal

Setiap awal tahun anggaran Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan menyelenggarakan kegiatan Rapat Dinas dalam rangka penetapan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan Tahunan, serta Materi Pembahasan Komisi terkait dengan penyempurnaan beberapa peraturan intern sebagai dasar pelaksanaan kegiatan pengawasan serta dalam rangka meningkatkan kinerja Inspektorat Jenderal selama tahun 2013. Rapat Dinas Inspektorat Jenderal tahun 2013 diselenggarakan pada pada tanggal 11 s.d 13 Pebruari 2013 dengan agenda kegiatan pemaparan program kerja masing-masing Unit Kerja Eselon II (Sekretariat Inspektorat Jenderal, Inspektorat I, II, III, IV, dan V) di lingkungan Inspektorat Jenderal, penetapan kebijakan pengawasan tahun 2013, PKPT dan materi pembahasan komisi. Materi komisi meliputi :

1) Kebijakan Pengawasan dan Pedoman Perjalanan Dinas Tahun Anggaran 2013;

2) Penyempurnaan Peraturan Inspektur Jenderal tentang Standar Penyusunan PKA, KKA, NHA Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan;

(29)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 29

3) Pedoman Telaahan Sejawat di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan;

4) Penyempurnaan Peraturan Inspektur Jenderal tentang Mekanisme Penanganan Audit Khusus;

5) Penyempurnaan Peraturan Inspektur Jenderal tentang Juklak Permenhub Nomor KM. 60 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan.

Selain paparan tersebut di atas, kegiatan Rapat Dinas tahun 2013 Inspektorat jenderal dilaksanakan melalui paparan dari beberapa narasumber sebagai pembekalan dan tambahan wawasan bagi seluruh pegawai Inspektorat Jenderal. Materi dari narasumber adalah :

1) Kebijakan, Sasaran dan Program Kerja Kementerian Perhubungan T.A. 2013 (Sekretaris Jenderal);

2) Penguatan Peran APIP dalam Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan Negara dan Kinerja Instansi Pemerintah (Sekretaris Komite Pengembangan Profesi AAIPI);

3) Pengawasan terhadap Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian Perhubungan (Wakil Ketua Ombudsman RI);

4) Membangun Integritas Personal Pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan (Konsultan Analis Kebijakan Publik pada Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi);

5) Pengawasan terhadap Pemenuhan Kandungan Lokal dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa (Kementerian Perindustrian);

6) Peningkatan Kompetensi Auditor (Pusbin JFA BPKP).

i. Evaluasi Pengawasan

Untuk menilai efektifitas pelaksanaan program kerja dan kegiatan semester I Tahun 2013, Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan menyelenggarakan Evaluasi Program Kerja Inspektorat Jenderal Semester I Tahun 2013 pada Kamis s.d. Sabtu / 11 s.d. 13 Juli 2013 di Hotel Hotel Aryaduta Lippo Village. Pelaksanaan Evaluasi terdiri atas :

1) Pembekalan dari Narasumber : Strategi Pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Strategi Pelaksanaan Audit Yang Efektif yang disampaikan oleh Dra. Hetty Djuhartika, M.Si, Auditor Madya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP);

2) Hasil evaluasi kinerja semester I tiap-tiap unit kerja Eselon II;

3) Mapping kegiatan semester II agar tidak terjadi tumpang tindih dan terdapat peningkatan kinerja pada semester II.

(30)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 30

j. Pra Rapat Dinas Inspektorat Jenderal

Dalam rangka evaluasi pelaksanaan program kerja dan kegiatan Tahun 2013 dan penyusunan Kebijakan Pengawasan tahun anggaran 2014 serta pembahasan materi-materi lain yang dapat menunjang tugas dan fungsi organisasi, Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan menyelenggarakan Pra Rapat Dinas Inspektorat Jenderal Tahun 2013 pada tanggal Kamis s.d. Sabtu / 5 s.d. 7 Desember 2013 di Bumi Tapos Resort, Bogor. Pra Rapat Dinas diikuti oleh 103 (seratus tiga) orang peserta, yang terdiri dari Inspektur Jenderal, Sekretaris Inspektorat Jenderal, Para Inspektur dan Kapok, Perwakilan Auditor dari masing-masing Inspektorat, Para Kabag dan Kasubag, serta Perwakilan Staf dari Inspektorat dan Sekretariat Itjen.

Kegiatan Pra Radin ini meliputi pemaparan hasil evaluasi kinerja tahun 2013 (posisi per 30 Nopember 2013) dari tiap-tiap unit kerja Eselon II dan rencana kegiatan untuk untuk tahun 2014. Selain itu, terdapat pembahasan materi-materi penunjang tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal sebagai pengawas intern Kementerian Perhubungan. Pembahasan materi dilakukan melalui sidang komisi. Materi tersebut meliputi:

1) Kebijakan Pengawasan dan Rencana Program Kerja Pengawasan Tahunan TA 2014;

2) Penyempurnaan Peraturan Inspektur Jenderal tentang Standar Operasional Prosedur;

3) Penyempurnaan Peraturan Inspektur Jenderal tentang Reviu laporan Keuangan;

4) Penyusunan Peraturan Inspektur Jenderal tentang Pendampingan Penyusunan RKA Unit Kerja di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

k. Pemantauan Angkutan Lebaran, Haji, Natal dan Tahun Baru

Pemantauan angkutan bertujuan untuk memberikan masukan serta umpan balik (feed back) sehingga dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan dan optimalisasi pada pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Disamping itu, monitoring juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja pelaksanaan kegiatan berjalan.

(31)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 31

1) Pemantauan Angkutan Lebaran

Untuk melaksanakan monitoring pada 33 (tiga puluh tiga) titik simpul yang telah ditetapkan, dibentuk sebanyak 12 (dua belas) Tim, dengan waktu pelaksanaan dibagi menjadi :

(a) Pra Lebaran, dilaksanakan oleh Tim I s/d V, mulai tanggal 30 Juli s/d 5 Agustus 2013;

(b) Pasca Lebaran, dilaksanakan oleh Tim VI s/d XII, mulai tanggal 10 s/d 14 Agustus 2013.

Tim Provinsi Lokasi Pelaksanaan

I DKI Jakarta dan Banten

Perum PPD Depo E Klender

30 Juli s/d 5 Agustus 2013

Terminal Pulogadung

Pelabuhan Peyeberangan Merak

II DKI Jakarta dan Banten

Terminal Kalideres

30 Juli s/d 5 Agustus 2013

Dishub Kota Tangerang Bandara Soekarno Hatta III DKI Jakarta dan

Banten

Stasiun KA Senen

30 Juli s/d 5 Agustus 2013

Dishub Kota Tangerang Selatan

IV DKI Jakarta dan Jawa Barat

Pelabuhan Tanjung Priok

30 Juli s/d 5 Agustus 2013

Stasiun KA TAnjung Priok Dishub Kota Depok V DKI Jakarta dan

Jawa Barat

Terminal Kota Bekasi

30 Juli s/d 5 Agustus 2013

Dishub Kota Bekasi

Terminal Kampung Rambutan

VI Jawa Barat Terminal Bus Cicaheum 10 s/d 14 Agustus 2013 Stasiun KA Kiara Condong

VII Jawa Barat Terminal Bus Leuwipanjang 10 s/d 14 Agustus 2013 Stasiun KA Bandung

VIII Jawa Tengah

Terminal Bus Terboyo

10 s/d 14 Agustus 2013 Stasiun KA Poncol

Pelabuhan Tanjung Mas Semarang

IX Jawa Tengah

Dishub Kota Solo

10 s/d 14 Agustus 2013 Stasiun KA Solo Balapan

Bandara Adi Sumarmo X D.I Yogyakarta

Terminal Jombor

10 s/d 14 Agustus 2013 Stasiun KA Lempuyangan

Bandara Adi Sucipto XI D.I. Yogyakarta

Terminal Giwangan

10 s/d 14 Agustus 2013 Dishub Kota Yogyakarta

(32)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 32 XII Jawa Timur

Terminal Bis Purabaya

10 s/d 14 Agustus 2013 Pelabuhan Tanjung Perak

Bandara Juanda Surabaya

2) Pemantauan Angkutan Lebaran Haji

Pemantauan Angkutan Lebaran Haji Tahun 2013 (1434 H) oleh Inspektorat Jenderal dilaksanakan di 8 (delapan) embarkasi, yaitu:

No. Embarkasi Tanggal Pelaksaanan

1. Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin

18 s.d 21 September 2013 2. Bandara Sepinggan Balikpapan 18 s.d 21 September 2013 3. Bandara Internasional Lombok 18 s.d 21 September 2013 4. Bandara Halim Perdana Kusuma 23 s.d 26 September 2013 5. Bandara Hang Nadim Batam 24 s.d 27 September 2013 6. Bandara Kuala Namu Medan 24 s.d 27 September 2013 7. Bandara Sultan Mahmud

Badaruddin II Palembang

25 s.d 28 September 2013 8. Bandara Minangkabau Padang 26 s.d 29 September 2013

3) Pemantauan Angkutan Natal 2013 dan Tahun Baru Tahun 2014

Pemantauan Angkutan Natal 2013 dan Tahun Baru Tahun 2014 oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan dilaksanakan di 3 (tiga) Provinsi yaitu Jawa Timur, Sulawesi Utara, Bali, yang terbagi menjadi 6 (enam) titik simpul, yaitu :

(a) Provinsi Jawa Timur, meliputi Bandara Juanda dan Stasiun Gubeng Surabaya;

(b) Provinsi Sulawesi Utara, meliputi Bandara Sam Ratulangi dan Pelabuhan Manado;

(c) Provinsi Bali, meliputi Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa.

l. Penyusunan Peraturan Perundang-undangan

Pada Tahun 2013 telah ditetapkan 11 (sebelas) Peraturan yang telah ditetapkan yaitu:

(33)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 33

No Nama Peraturan Perihal

1. Peraturan Inspektur Jenderal Nomor SK.1/KP.801/ITJEN-2013

Pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan

2. Peraturan Inspektur Jenderal Nomor SK.21/PS.316/ITJEN-2013

Kebijakan Pengawasan PKPT Inspektorat Jenderal Tahun Anggaran 2013

3. Peraturan Inspektur Jenderal Nomor SK.22/HK.206/ITJEN-2013

Pelaksanaan Dinas PKPT Inspektorat Jenderal Tahun Anggaran 2013

4. Peraturan Inspektur Jenderal Nomor SK.27/KU.005/ITJEN-2013

SOP Mekanisme Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan di Lingkungan Kementerian Perhubungan

5. Peraturan Inspektur Jenderal Nomor SK. 50/KP.801/ITJEN-2013

Perubahan Atas Peraturan Inspektur Jenderal Nomor SK. 16/KP.801//ITJEN-2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 60 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan 6. Peraturan Inspektur Jenderal

Nomor SK.51/PS. 317/ITJEN-2013

Mekanisme Pelaksanaan Audit Khusus

7. Peraturan Inspektur Jenderal Nomor SK.52/PS. 316/ITJEN-2013

Telaahan Sejawat Hasil Audit Inspektorat Jenderal di Lingkungan Kementerian Perhubungan

8. Peraturan Inspektur Jenderal Nomor SK.58/UM.008/ITJEN-2013

Pedoman Penilaian Unit Kerja Dengan Kinerja Terbaik Pada Kegiatan Pengawasan

9. Peraturan Inspektur Jenderal Nomor SK. 56/PS.316/ITJEN-2013

Desain Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

10. Peraturan Inspektur Jenderal Nomor SK. 60/PS.316/ITJEN-2013

Standar Penyusunan Program Kerja Audit, Kertas Kerja Audit, dan Naskah Hasil Audit Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan

11. Keputusan Inspektur Jenderal Nomor : SK.16/HK.206/ITJEN-2013

Perubahan Atas Keputusan Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Nomor SK.46/HK.206/ITJEN-2010 tentang Rencana Strategis Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan Tahun 2010 – 2014

(34)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 34

m. Reformasi Birokrasi Inspektorat Jenderal

PMPRB digunakan untuk melakukan penilaian mandiri (self assessment) atas pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan. Model PMPRB menfokuskan penilaian terhadap langkah-langkah Reformasi Birokrasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dikaitkan dengan “Hasil Yang Diharapkan”. Hal ini juga terkait dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Perhubungan dalam rangka pencapaian sasaran dan indikator keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi. Dasar pelaksanaan Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan adalah Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor SK. 28 Tahun 2013 tentang Pembentukan Tim Asesor penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan. Inspektorat Jenderal ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan PMPRB di Lingkungan Kementerian Perhubungan, dengan didukung oleh 8 (Delapan) Assesor dari Unit Kerja Eselon I di Lingkungan Kementerian Perhubungan

Agenda Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Tim PMPRB Online Kementerian adalah sebagai berikut :

1) Tanggal 17 Desember 2012 telah dilakukan rapat pendampingan PMPRB Online di lingkungan Kementerian Perhubungan dengan narasumber Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Program Reformasi Birokrasi Kementerian PAN dan RB;

2) Tanggal 19 Desember 2012 telah dilakukan penyampaian kode akun dan password PMPRB Online kepada para Asesor;

3) Tanggal 23 Januari 2013 telah dilakukan penyampaian akun responden melalui para Asesor;

4) Tanggal 10 Pebruari 2013 telah dilaksanakan Survey Internal dengan responden sebanyak 416 orang dari 8 Unit Kerja Eselon I di Lingkungan Kementerian Perhubungan;

5) Survey Eksternal pelaksanaan PMPRB Kementerian Perhubungan menggunakan hasil survey yang telah dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan;

6) Tanggal 8 Maret 2013 telah dilakukan konsolidasi Kertas Kerja seluruh unit kerja Eselon I guna menyamakan pemahaman pengisian kertas kerja dengan narasumber Asisten Deputi Program Reformasi Birokrasi Kementerian PAN dan RB Tim Teknis dari Kementerian PAN dan RB;

7) Tanggal 20 Maret 2013 dilaksanakan Panel 1 dengan Agenda verifikasi, kelengkapan penilaian, konsolidasi dan penilaian unit kerja

(35)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 35 oleh asesor yang sifatnya masih editable dengan narasumber Asisten Deputi Program Reformasi Birokrasi Kementerian PAN dan RB;

8) Tanggal 22 Maret 2013 telah dilaksanakan Panel 2 dengan Assesor dan para Tim Pendamping Asessor dalam Agenda Penghitungan Nilai Mandiri Institusi dan memasukkan catatan Tindak Lanjut Level Institusi ;

9) Tahap terakhir dalam Agenda Pelaksanaan PMPRB Kementerian Perhubungan adalah Panel 3 yaitu pengiriman secara resmi hasil PMPRB kepada Kementerian PAN dan RB setelah dilaporkan dan mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Inspektorat Jenderal pada tanggal 1 April 2013, dan Kementerian Perhubungan berada pada urutan ke 52 dari 76 K/L yang harus melaporkan PMPRB Online.

Hasil penilaian mandiri yang telah dilaksanakan oleh Tim Assesor PMPRB Kementerian Perhubungan tahun 2012 adalah sebagai berikut :

1) Nilai pencapaian komponen pengungkit dan komponen hasil tanpa nilai survei internal adalah 71,64;

2) Nilai survei internal Pengungkit adalah 72,42;

3) Nilai pencapaian komponen pengungkit dan komponen hasil dengan survei internal adalah 72,14;

4) Nilai pemenuhan target indikator internal yaitu pencapaian sembilan program mikro reformasi birokrasi adalah 72,99;

5) Nilai pemenuhan target indikator eksternal yaitu indikator kinerja utama (IKU) yang terkait indikator keberhasilan RB Nasional adalah 65.17.

Hasil yang dicapai berdasarkan PMPRB di lingkungan Kementerian Perhubungan adalah 72.14 berada pada level 4, hal ini dapat disimpulkan Kementerian Perhubungan telah melakukan langkah penyesuaian/perbaikan terkait pelaksanaan Reformasi Birokrasi berdasarkan pemantauan dan hasil menunjukan perkembangan yang substansial dan atau semua target yang relevan terpenuhi.

Agenda kegiatan PMPRB di Lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun 2013 yang sudah dilakukan adalah Sekretaris Inspektorat Jenderal selaku Koordinator Assesor Kemenhub telah mengirimkan surat Nomor : KP.801/3/3/ITJEN-2013 tanggal 28 Nopember 2013 perihal Tindak Lanjut Hasil PMPRB, kepada 8 (delapan) Assesor untuk memberikan laporan perkembangan pelaksanaan PMPRB pada unit kerja masing-masing.

(36)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 36

n. Seminar Pengawasan

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pegawai Inspektorat Jenderal dalam bidang Pengawasan sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintahan (APIP). Seminar Pengawasan pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali dengan rincian sebagi berikut :

No. Nama Kegiatan Tanggal

Pelaksanaan Keterangan

1. Sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 37 tahun 2012, dan Peraturan Presiden no. 54 tahun 2010, serta tata cara perhitungan struktur beton

15 Januari 2013 Peserta Pegawai dari ITJEN berjumlah 175 (seratus tujuh puluh lima) Pegawai

Narasumber dari LKPP dan Kementerian PU

Tempat : Hotel Red-Top Ruang Emeral A, Lt 3 Jl. Pecenongan Pasar Baru, Jakpus

2. Sosialisasi Penerapan Aturan Depresiasi pada Aset dan BMN sesuai peraturan MenKeu RI Nomor : 1/PMK.06/2013 tanggal 2/1/2013 tentang penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat

16 Oktober 2013 Peserta Pegawai dari ITJEN berjumlah 86 (delapan puluh enam) Pegawai

Narasumber dari Dirjen Perbendaharaan

Tempat Ruang Rapat Brawijaya, Gedung Karsa Lantai VII, Kementerian Perhubungan Jalan Merdeka Barat Nomor 8 Jakarta

3. Bimbingan Teknis Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, Penghitungan Tunjangan Kinerja, Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor Se 11 Tahun 2013 Tentang Petunjuk Pengelolaan Administrasi Kehadiran Pegawai Di Lingkungan Kementerian Perhubungan, dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KP. 596 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal di Lingkungan Kementerian Perhubungan

3 Desember 2013

Peserta Pegawai dari ITJEN berjumlah 86 (delapan puluh enam) Pegawai

Narasumber dari Biro Kepegawaian dan Organisasi SETJEN Kemenhub dan Inspektur V Itjen Kemenhub Tempat Ruang Nanggala Gedung Cipta Lantai VII, Kementerian Perhubungan Jalan Merdeka Barat No. 8 Jakarta

(37)

Laporan Tahunan Inspektorat Jenderal TA. 2013 37

o. Peningkatan SDM Inspektorat Jenderal

Dalam rangka meningkatan kompetensi aparat pengawasan, pada tahun 2013 Inspektorat Jenderal menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang terdiri atas :

No PROGRAM REALISASI PELAKSANAAN

1. Pelatihan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah I (SPIP) Pelatihan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah I (SPIP) 4 s.d. 8 Februari 2013 2. Pelatihan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah II (SPIP) Pelatihan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah II (SPIP) 4 s.d. 7 Maret 2013

3. Pelatihan Audit Berbasis Resiko

Pelatihan Audit Berbasis Resiko

1 s.d. 5 April 2013

4. Pelatihan Teknis Audit Perkeretaapian

Pelatihan Teknis Audit Perkeretaapian 27 Juni s.d. 6 Juli 2013 5. PelatihanTeknis Audit Kenavigasian PelatihanTeknis Audit Kenavigasian 3 s.d. 11 Oktober 2013

6. Pelatihan Kantor Sendiri Persiapan Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan

10 s.d 11 Januari 2013

Perencanaan Bandar Udara dan Pengelolaan PKP-PK pada Ditjen Phb. Udara 1 Mei 2013 Manfaat Pembangunan Pelabuhan Penyebrangan 3 s.d. 4 Mei 2013 Kompetensi SDM

Inspektur dan Penguji Sarana Perkeretaapian

29 Mei 2013

Kompetensi SDM Inspektur dan Penguji Prasarana Perkeretaapian 30 Mei 2013 Perencanaan dan Pelaksanaan Subsidi Angkutan Penyebrangan Perintis TA 2013 25 s.d. 26 Juni 2013

Audit Tertentu Angkutan Perintis Udara

26 Juni 2013 Audit Tertentu Keamanan

dan Keselamatan Penerbangan 2 Juli 2013 Pengoperasian Kapal Perintis 8 s.d 10 Juli 2013

Gambar

TABEL ANGGARAN TAHUN 2013

Referensi

Dokumen terkait

a. Terkait dengan penghasilan yang diterima oleh Sekretaris Desa yang diangkat menjadi PNS, berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 900/1303/SJ tanggal 6 April 2009

Gambar untuk diabetes yaitu juice tahitian noni kepada semua pembuluh darah dari beberapa testimoni tahitian noni diabetes adalah kondisi kompleks yang tadinya harus dikeluarkan

Bertolak dari paparan diatas adapun isi pesan merupakan salah satu elemen penting dari rangkaian proses penyampaian berita pada situs www.kereta-api.co.id informasi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik responden, yaitu: umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan tingkat pendapatan, menganalisis pengaruh faktor

Karena berkat rahmat dan petunjukNya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul“Pengaruh Pembuangan Limbah Cair Industri Tahu Terhadap Kualitas Air Sungai

Penghargaan Nihil Kecelakaan Kerja, untuk Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan total jam kerja 14.686.141 efektif dari 1 Januari 2012 - 31 Desember 2016, untuk Site Asam

Hasil simulasi menunjukkan bahwa kombinasi ukuran kerapatan mesh SMRT lima untuk benda kerja dan tiga untuk fixture mampu memprediksi deformasi benda kerja dan gaya

Perlindungan merupakan hak seluruh masyarakat sebagai subjek hukum, baik saat ia sebagai pribadi atau sebagai komunutas atau kelompok. Pekerja dan pengusaha