A. LATAR BELAKANG
Hampir 40% dari APBN/APBD , pada tahun 2012 ini diperkirakan sebesar 500 Triliun dikeluarkan melalui proses pengadaan pemerintah. Hal ini menjadikan proses pengadaan menjadi kegiatan yang paling penting dan kritikal untuk dilakukan dengan tepat dan benar.
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengadaan telah dilakukan terobosan dalam perubahan peraturan, peningkatan infrastrukur dengan menggunakan e-procurement dan peningkatan SDM/organisasi.
Dalam konteks Peningkatan SDM dan Organisasi saat ini telah direncanakan penerapan ULP (Unit Layanan Pengadaan) dan membuat standar kompetensi kerja para pelaku pengadaan sehingga pengadaan akan menjadi profesi yang bergengsi di negeri ini.
Dalam konteks peningkatan kompetensi pelaku pengadaan saat ini dan nantinya untuk kebutuhan jabatan di ULP, IAPI (Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia) bekerjasama dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah) melakukan perlatihan dan lokakarya tingkat menengah seperti yang disampaikan berikut ini.
C. PESERTA KEGIATAN
1. Pengguna Anggaran (PA) & Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
2. Pemprov/KAB/Kota
3. Anggota ULP (Unit Layanan Pengadaan) 4. Anggota LPSE ( Layanan Pengadaan Secara
Elektronik)
5. Pejabat Pengadaan dan Panitia Pengadaan 6. Aparat Pengawas Interen Pemerintah (APIP) &
Penyedia B/J
7. Main Dealer Kendaraan Bermotor 8. ATPM
9. Suplier Obat 10. RS dan RSUD
11. BUMN/BUMD/Perusda
D. PENYELANGGARA KEGIATAN
IAPI adalah Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia yang anggotanya semua Ahli Pengadaan yang memiliki sertifikat L2, L3, L4 atau sertifikat Utama Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dikeluarkan oleh BAPPENAS atau LKPP.
BAPPENAS atau LKPP.
Sesuai dengan Peraturan Kepala LKPP Nomor 8 tahun 2010, pasal 38 mengamanatkan bahwa IAPI adalah institusi yang didukung pemerintah dalam meningkatkan Kompetensi Ahli Pengadaan Indonesia melalui pelatihan dan sosialisasi Peraturan-peraturan Baru atau Ujian Sertifikasi.
B . INSTRUKTUR AHLI DAN NARASUMBER
Keynotes/Pengarahan: Kepala/Deputi LKPP Instruktur /Fasilitator:
Ir. Sutan S Lubis Msc
Dr. Ir. Dharma Nursani, M.Sc
Ir. Tubagus A. Chusni, MA, M.Phil
Setya Budi Arijanta, SH, KN
Ir. Harmawan Kaeni MSc
Ir. Suranto MSc
Ir. Sudarisman MSc
Ir. Sonny Sumarsono MBA,PMP
Ir. B. Adi Subagyo, MM
Ir. Atmanto Msc
Harry Alexander SH.LLM
Dr. Yoyo Arifardhani, SH, LLM
Reghi Perdana, SH, LLM
Ir. Khairul Rizal, MBA
Dan instruktur berpengalaman IAPI lainnya
E. KONTRIBUSI DAN FASILITAS PESERTA KONTRIBUSI DAN FASILITAS PESERTA :
•Kontribusi : Rp. 2.900.000.- (Tanpa Penginapan)
•Kontribusi : Rp. 4.300.000,-
( Menginap 3 hari 2 malam, 1 kamar 1 Peserta) Fasilitas Peserta
Pelatihan selama 3 Hari, Penginapan Selama 3 hari, 2 Malam , Hardcopy Materi Presentasi, Hardcopy Modul, Softcopy Materi, Softcopy Perpres 54/2010,
Rehat, Makan Siang, Training Kits, Foto Bersama, Sertifikat IAPI
F. SEKRETARIAT PANITIA
Dewan Pimpinan Pusat - Ikatan Ahli Pengadaan Pemerintah (IAPI)
Gedung SMESCO UKM – Lt. 9 - Jalan. Jend. Gatot Subroto Kav. 94 - Jakarta Selatan 12740 Telp. Panitia : 021 - 7388 2384, Fax : 021 - 7388 3959 - Website : www.iapi-indonesia.org HOTLINE : Yeni : 0813 9905 5261 – Yanti : 0838 954 59430
Latar Belakang:
Pengadaan merupakan cara atau media utama untuk mengeluarkan APBN dan APBD. Banyak pengadaan dilakukan tanpa melihat prioritas sehingga pada akhirnya pengadaan tidak memberi nilai tambah atau value for money yang tinggi . Para proses pengadaan banyak terjadi proses yang mengada- ada sehingga tidak tercapai tujuan pengadaan untuk mendapatkan barang/jasa yang tepat kualitas, tepat jumlah, tepat waktu, tepat sumber dan tepat harga. Untuk melakukan pengadaan sehingga pengadaan sesuai dengan visi, misi dan tujuan K/L/D/I maka kita perlu menerapkan strategi pengadaan.
Strategi pengadaan akan menuntut kita melakukan pengadaan sehingga pengadaan mencapai tujuan pengadaan.
Pengadaan tanpa tender untuk kendaraan bermotor dan obat- obatan merupakan salah satu contoh penerapan strategi pengadaan terhadap barang yang standar dan telah memiliki kompetisi yang tinggi dipasar.
TUJUAN
Menelaah, Mengevaluasi dan Memberi masukan pada kebijakan dan pedoman pengadaan barang dan jasa organisasi.
Merencanakan /menselaraskan kegiatan pengadaan sesuai dengan tujuan instansi/ organisasi.
Melakukan pengelompokan atau pengkategorian kebutuhan B/J berdasarkan besarnya belanja dan resiko /dampak /tingkat urgensi B/J terhadap organisasi.
Melakukan analisa pasar penyedia B/J terutama untuk b/J yang prioritas keberadaannya tinggi terhadap organisasi.
Menerapkan strategi pengadaan untuk masing-masing kategori B/J sesuai dengan besarnya nilai pengadaan dan resiko (prioritas pengadaan).
Penerapan Strategi Pengadaan dan Pengadaan Tanpa Tender
AGENDA ACARA DIKLAT AGENDA ACARA DIKLAT Tanggal dan Bulan Pelaksanaan
*12-14 Maret 2012 *30 Apr – 2 Mei 2012 *11-13 Juni 2012
Waktu Hari-1 HARI-2 HARI-3
08.00 -08.30 08.30 -09.00
Analisa besaran belanja dan resiko pengadaan
Penerapan Pengadaan Khusus Tanpa Tender berdasarkan
Perpres 54/2010 (Direktur Perencanaan LKPP) 09.00-10.15 Pendaftaran
/Registrasi
10.15-10.30 Istirahat Istirahat
10.30-12.00 Analisa Penyedia
Barang dan Jasa
Case : Pengadaan Langsung Kendaraan Bermotor berdasarkan Perpres 54/2010
12.00-13.00 Makan siang Makan siang Makan siang
13.30-14.00 Pembukaan & Keynotes “
Ka/Deputi LKPP” Dorongan dan batasan penerapan strategi
Pengadaan
Case : Pengadaan Langsung Obat-obatan berdasarkan
Perpres 54/2010 14.00 -14.30 Tujuan dan Strategi
Pengadaaan
14.30-15.00 Istirahat Istirahat Istirahat
15.30-16.30
Pengkategorian B/J, Hubungan dengan Penyedia
B/J dan Jenis-Jenis Kontrak
Penerapan strategi Pengadaan
Penutup dan Pemberian Sertifikat
AGENDA ACARA DIKLAT
Latar Belakang:
Peran Penyusunan Spesifikasi dan HPS dalam mencapai prinsip-prinsip dasar Pengadaan Barang/Jasa (EFISIEN, EFEKTIF, TRANSPARAN, TERBUKA, BERSAING, ADIL, AKUNTABEL) sangat menentukan. Dalam banyak hal, penentuan spesifikasi juga berperan penting dalam membantu promosi dan mendorong penggunaan produk Indonesia. Melalui pemahaman dasar-dasar hukum yang mengatur HPS, maka Pejabat Pengadaan tidak hanya competence, melainkan compliance (sesuai dengan peraturan yang berlaku) yang dalam hal ini Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.
Faktor yang penting dalam Penyusunan HPS adalah pemahaman akan Total Biaya Kepemilikan, sehingga dengan memahami ini, Pejabat Pengadaan akan memiliki kemampuan lebih baik dalam melakukan evaluasi Penyedia Barang/Jasa dari sisi biaya.
Tujuan Umum
Setelah mempelajari materi bahan ajar ini, diharapkan setiap peserta akan mampu :
Menyusun spesifikasi
Melakukan kaji ulang spesifikasi
Menyusun Harga Perkiraan Sendiri
Tujuan Khusus
Dengan pembelajaran materi ini, setelah belajar diharapkan para peserta akan mampu :
Memahami peraturan yang terkait dengan HPS
Menyusun Spesifikasi
Menghitung nilai uang dengan metode NPV
Menghitung Total Biaya Kepemilikan dengan metoda NPV
Menghitung HPS dengan berbagai metoda perhitungan HPS
Teknik Penentuan dan Penetapan HPS
AGENDA ACARA DIKLAT
Tanggal dan Bulan Pelaksanaan
*12-14 Maret 2012 *30 Apr – 2 Mei 2012 *11-13 Juni 2012
Waktu Hari-1 HARI-2 HARI-3
08.00 -08.30
08.30 -09.00 Konsep Total Biaya
kepemilikan (TCO)
Penerapan HPS untuk Pengadaan Barang 09.00-10.15
Pendaftaran / Registrasi
10.15-10.30 Istirahat Istirahat
10.30-12.00 Metoda Penyusunan
HPS
Penerapan HPS untuk Pengadaan Jasa Konsultan dan
Jasa Lainnya
12.00-13.00 Makan siang Makan siang Makan siang
13.30-14.00 Pembukaan & Keynotes : Ka/Deputi LKPP
Metoda survey Harga
Penerapan HPS Untuk Pekerjaan Konstruksi 14.00 -14.30 Pendahuluan
14.30-15.00 Istirahat Istirahat Istirahat
15.30-16.30 Proses Penyusunan Spesifikasi B/J
Metode Analisis Harga Pokok Penjualan (COGS) / Analisis Harga
Satuan
Penutup dan Pemberian Sertifikat
Latar Belakang:
Salah satu kunci sukses pengadaan adalah bagaimana panitia dapat melakukan evaluasi dokumen penawaran yang benar. Hal ini akan menghasilkan daftar singkat penyedia yang akan menjadi calon pemenang dalam proses lelang.
Pemahaman tentang konsep evaluasi dalam rangka memilih penyedia barang/jasa dan peserta dapat melaksanakan secara trampil menjadi kompetensi krusial. Pelaksana dituntut untuk dapat melakukan evaluasi dokumen penawaran mulai dari persiapan hingga pembuatan berita acara pelaksanaan evaluasi dokumen penawaran dengan rapi dan benar.
Tujuan
Setelah pelatihan ini diharapkan peserta mampu untuk :
• Memahami konsep pelaksanaan evaluasi dalam proses pengadaan barang/jasa.
• Memahami pengertian, dasar hukum dan prinsip dasar dalam melaksanakan evaluasi dokumen penawaran..
• Memahami dan dapat melaksanakan evaluasi dokumen penawaran.
• Memahami metode-metode evaluasi serta dapat memilih dan menggunakannya untuk evaluasi dokumen penawaran secara tepat.
• Mampu menetapkan unsur, sub unsur, sub-sub unsur dan menentukan pembobotan untuk melaksanakan evaluasi dokumen penawaran.
• Mampu menentukan kriteria evaluasi dan menetapkan tolok ukur atau batas-batas nilai kelulusan.
• Mengetahui dan mampu melaksanakan penggabungan hasil evaluasi terhadap unsur, sub unsur, sub-sub unsur sehingga didapatkan satu nilai untuk setiap calon penyedia barang/jasa.
• Mampu melaksanakan langkah-langkah pembuktian terhadap keabsahan dokumen penawaran yang dievaluasi.
Teknik Evaluasi Dokumen Penawaran
AGENDA ACARA DIKLAT
Tanggal dan Bulan Pelaksanaan
*16-18 April 2012 *14-16 Mei 2012 *25-27 Juni 2012
Waktu Hari-1 HARI-2 HARI-3
08.00 -08.30
08.30 -09.00 Pelaksanaan Evaluasi
Dokumen Penawaran
Evaluasi Kualifikasi, Evaluasi Dokumen
Administrasi 09.00-10.15
Pendaftaran / Registrasi
10.15-10.30 Istirahat Istirahat
10.30-12.00
Ketentuan Umum dalam Pelaksanaan
Evaluasi
Evaluasi Dokumen Teknis, Evaluasi Dokumen Biaya
12.00-13.00 Makan siang Makan siang Makan siang
13.30-14.00 Pembukaan Evaluasi Pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan
Konstruksi/Jasa Lainnya
Penentuan Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran 14.00 -14.30 Pendahuluan
14.30-15.00 Istirahat Istirahat Istirahat
15.30-16.30 Merancang Pelaksanaan Evaluasi
Evaluasi Pemilihan Penyedia Jasa
Konsultansi
Latihan/Studi Kasus Pemilihan penyedia B/PK/J/JS
• Mampu melaksanakan langkah-langkah pembuktian terhadap keabsahan dokumen penawaran yang dievaluasi.
• Mengetahui isi berita Acara Evaluasi Dokumen Penawaran dan mampu menyusun untuk evaluasi dokumen penawaran yang sudah di laksanakan.
Latar Belakang:
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa merupakan tugas penuh risiko.
Data KPK 70% kasus terkait pengadaan barang/jasa.
Data KPK menyebutkan sekitar 94% kasus pengadaan barang/jasa pemerintah dilakukan dengan sistem penunjukkan langsung. Kerugian negara akibat penunjukkan langsung itu mencapai Rp. 637 miliar. Hal ini semakin menguatkan fakta bahwa penunjukkan langsung merupakan primadona yang dipilih karena ada celah untuk melakukan korupsi.
Disamping permasalahan pidana, permasalahan hukum administrasi (kesalahan prosedur, sanggah, dan gugatan PTUN) permasalahan hukum perdata (kegagalan pelaksanaan kontrak) dan hukum persaingan usaha merupakan hal yang kerap terjadi.
TUJUAN
•Memberikan pemahaman
hukum bagi organ
pengadaan agar terhindar dari risiko hukum administrasi, hukum perdata, maupun hukum pidana.
•Memberikan pemahaman
audit bagi organ
pengadaan dan
mempersiapkan diri dalam menghadapi audit.
Pembekalan Hukum & Audit Pengadaan
AGENDA ACARA DIKLAT
Tanggal dan Bulan Pelaksanaan
*16-18 April 2012 *14-16 Mei 2012 *25-27 Juni 2012
*16-18 April 2012 *14-16 Mei 2012 *25-27 Juni 2012
Waktu Hari-1 HARI-2 HARI-3
08.00 -08.30
08.30 -09.00 “Potensi Tindak Pidana dalam
Pengadaan Barang/Jasa”
(1)
(Direktur Penanganan Permasalahan Hukum LKPP)
“Audit Pengadaan Barang/Jasa:
Pengenalan dan Upaya Persiapan Pra Audit”
(Inspektorat Bappenas) 09.00-10.15
Pendaftaran / Registrasi
10.15-10.30 Istirahat Istirahat
10.30-12.00 “Potensi Tindak Pidana dalam
Pengadaan Barang/Jasa”
(2)
“Audit Pengadaan Barang/Jasa, Pengenalan dan Upaya
Persiapan Pra Audit”
12.00-13.00 Makan siang Makan siang Makan siang
13.30-14.00 Pembukaan & Keynotes :
Ka/Deputi LKPP “Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, Risiko Kegagalan Pelaksanaan
Kontrak dan Upaya Meminimalisirnya”
(1)
Reghi Perdana, SH, LLM
Penutupan acara dan penyerahan
sertifikat 14.00 -14.30
“Sengketa Persaingan Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah”
Reghi Perdana, SH, LLM (Kabag Pengembangan & Informasi
Hukum Bappenas)
14.30-15.00 Istirahat Istirahat
15.30-16.30
“Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, Risiko Kegagalan Pelaksanaan
Kontrak dan Upaya Meminimalisirnya”
“Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, Risiko Kegagalan Pelaksanaan Kontrak dan Upaya
Meminimalisirnya”
(2)
Latar Belakang:
•Tuntutan menuju pengadaan yang kredibel menjadi tantangan besar pemerintah dan para ahli pengadaan.
•E-Procurement menjadi salah satu bentuk reform dari sisi infrastruktur sebagai bagian dari reformasi pengadaan nasional.
•Tahun 2012 adalah tahun diwajibkannya e-procurement diseluruh K/L/D/I.
•E-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi.
•Proses Pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan menggunakan e-procurement secara signifikan akan meningkatkan kinerja, efektifitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas transaksi yang dilakukan, selain itu biaya operasional dapat dikurangi secara signifikan karena tidak diperlukan lagi penyerahan dokumen fisik dan proses administrasi yang memakan
Tujuan
•Memberikan pemahaman tentang rencana penerapan e-procurement pemerintah
•Memahami filosofi dan strategi E-procurement
•Memahami kenapa E-procurement diperlukan
•Memahami bagaimana proses pengadaan ditransfer menjadi business proses E-procurement
•Memahami teknologi dan pendukung yang diperlukan untuk penerpaane-procurement
•Melakukan praktek/simulasi pelaksanaan E-procurement pemerintah
Pelaksanaan Pengadaan Melalui E-Procurement
dokumen fisik dan proses administrasi yang memakan waktu dan biaya.
AGENDA ACARA DIKLAT
Tanggal dan Bulan Pelaksanaan
*26-28 Maret 2012 *28-30 Mei 2012 *9-11 Juli 2012
Waktu Hari-1 HARI-2 HARI-3
08.00 -08.30 08.30 -09.00
Apa yang dimaksud dengan E-procurement
Simulasi Pengadaan Barang/jasa peerintah melaui E-procurement (1) 09.00-10.15
Pendaftaran / Registrasi
10.15-10.30 Istirahat Istirahat
10.30-12.00
Kenapa perlu E-procurement dan
E-procurement Strategy
Simulasi Pengadaan Barang/jasa pemerintah melaui E-procurement (2)
12.00-13.00 Makan siang Makan siang Makan siang
13.30-14.00
Pembukaan &
Keynotes : Ka/Deputi LKPP
E-procurement teknologi dan business process
Penutup dan Pemberian Sertifikat
14.00 -14.30 Menuju wajib E-procurement Nasional
14.30-15.00 Istirahat Istirahat Istirahat
15.30-16.30
Sistem dan Prosedur E-procurement
Pemerintah
Persiapan dan Implementasi E-Procurement
Latar Belakang:
•Dalam pengadaan B/J pemerintah hubungan antara K/L/D/I dengan penyedia B/J sangat penting dituangkan dalam kontrak yang jelas dan benar.
•Banyak terjadi persengketaan antara K/L/D/I dengan pihak penyedia karena ketidak jelasan dalam kontrak.
•Kontrak harus dapat melindungi kedua belah pihak sehinga pekerjaan yang akan dilakukan dapat selesai sesuai dengan tujuan pengadaan.
•Perancangan dan pembuatan kontrak harus dapat mengindentifikasi dan menyelesaikan potensi sengketa yang mungkin terjadi.
•Negosiasi dalam pembuatan kontrak merupakan bahagian yang perlu dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
•Diperlukan keahlian dalam mengelola kontrak sehingga
Tujuan
Mengetahui berbagai kebijakan dan regulasi yang mengatur bidang pengadaan.
Memahami karakter dari kontrak-kontrak pengadaan.
Peserta memahami dasar-dasar penyusunan kontrak
Peserta menguasai ketrampilan melakukan negosiasi kontrak.
Peserta mampu merumuskan dan merancang Draft Kontrak secara benar.
Mampu mengidentifikasi potensi sengketa di bidang pengadaan
Pesera dapat dan mampu mengelola kontrak
Teknik Pembuatan dan Manajemen Kontrak
•Diperlukan keahlian dalam mengelola kontrak sehingga menjamin pekerjaan yang dilakukan dapat mencapai kualitas dan sesuai waktu yang direncanakan.
AGENDA ACARA DIKLAT
Tanggal dan Bulan Pelaksanaan
*26-28 Maret 2012 *28-30 Mei 2012 *9-11 Juli 2012
Waktu Hari-1 HARI-2 HARI-3
08.00 -08.30
08.30 -09.00 Bagian utama kontrak
pengadaan (Pendahuuluan, Isi, Penutup dan kalusa
umum)
Kontrak dan Manajemen Kontrak pada Perpres 54/2010
(Direktur LKPP) 09.00-10.15
Pendaftaran / Registrasi
10.15-10.30 Istirahat Istirahat
10.30-12.00
Tahapan rencana Umum dan Mengidentifikasi
Pokok Pikiran
Berbagai jenis kontrak dan penanganan berbagai
masalah kontrak
12.00-13.00 Makan siang Makan siang Makan siang
13.30-14.00
Pembukaan &
Keynotes : Ka/Deputi
LKPP Peranan PPK, Pengertian Negosiasi
Penutup dan Pemberian Sertifikat 14.00 -14.30 Pengantar dan Pengertian
Kontrak
14.30-15.00 Istirahat Istirahat Istirahat
15.30-16.30 Tahapan
Kontrak pengadaan Berbagai contoh kontak Penutup dan Pemberian Sertifikat
Nama Lengkap : ………
Jabatan : ………
Instansi/Unit Kerja : ………
Telp.Kantor /Fax : ………
No. Handphone : ………
Tgl /Bulan Kegiatan* : ………
Kontribusi Peserta : Rp. 2.900.000,- Rp. 4.300.000,-
*Isi Tanggal dan Bulan Kegiatan
FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA DIKLAT IAPI
Nama Lengkap : ………
Jabatan : ………
SEKRETARIAT PANITIA
Telp. Panitia : 021 - 7388 2384 Fax : 021 - 7388 3959 Email : [email protected]
HOTLINE :
Yeni : 0813 9905 5261 Yanti : 0838 954 59430 Instansi/Unit Kerja : ………
Telp.Kantor /Fax : ………
No. Handphone : ………
Tgl /Bulan Kegiatan* : ………
Kontribusi Peserta : Rp. 2.900.000,- Rp. 4.300.000,-
*Isi Tanggal dan Bulan Kegiatan
KONTRIBUSI DAN FASILITAS PESERTA
•Kontribusi : Rp. 2.900.000.- (Tanpa Penginapan)
•Kontribusi : Rp. 4.300.000,-
(Menginap 3 hari 2 malam, 1 kamar 1 Peserta) Fasilitas Peserta
Pelatihan selama 3 Hari, Penginapan Selama 3 hari, 2 Malam , Hardcopy Materi Presentasi, Hardcopy Modul, Softcopy Materi, Softcopy Perpres 54/2010,
Rehat, Makan Siang, Training Kits, Foto Bersama, Sertifikat IAPI