• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN, HASIL, DAN KEGIATAN KKN PPM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN, HASIL, DAN KEGIATAN KKN PPM"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

24 BAB III

PELAKSANAAN, HASIL, DAN KEGIATAN KKN PPM

3.1 Program Pokok Tema

a. Judul : Pemetaan Tracking Jalur Ekowisata Sifat : Interdisiliner

Bidang : Sosial Budaya No. Sektor : 06.2.9.99

Waktu Pelaksanaan : 26 Juli s/d 12 Agustus 2016

Lokasi Pelaksanaan : Pantai Atuh, Pulau Seribu, dan Rumah Pohon Jumlah Peserta : -

Pihak Terlibat : Mahasiswa KKN, Kepala Desa, Kepala Dusun, dan warga Desa Pejukutan

 Pelaksanaan : a. Penjelasan Program

Pemetaan tracking jalur ekowisata merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan di Desa Pejukutan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat serta para wisatawan untuk menelusuri jalur-jalur setapak yang dapat dijangkau dalam waktu yang lebih cepat.

Selain penyajian dalam bentuk pemetaan, papan penunjuk arah atau tourism direction board

juga dibuat untuk membantu pembuatan jalur tracking dan berfungsi untuk mempermudah

pengunjung ke lokasi wisata yang ada di Desa Pejukutan. Tracking secara harfiah memiliki

arti mengikuti jalan, atau dalam arti umumnya ialah suatu kegiatan mengikuti jejak suatu

objek. Penyajian jalur tracking yang dibutuhkan dapat dilakukan secara cepat, tepar, aman

dan fleksibel sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik. Dengan adanya jalur tracking akan

membantu dalam menjembatani antara keinginan jalur tracking yang diinginkan.

(2)

25 Pemetaan jalur tracking di Desa Pejukutan telah dilaksanakan dengan menjangkau tiga area tempat wisata yaitu Pantai Atuh, Pulau Seribu dan Rumah Pohon. Adapun bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan ini terdiri dari :

- Alat : Komputer, Printer, Kamera, Kertas, Bolpoint, Buku tulis, Pensil, Buku gambar, Penghapus, palu, Gergaji, Meteran, Parang, Linggis

- Bahan : Kayu, Cat, Kuas, Paku, Triplek, Tali rafia

• Proses Pelaksanaan 1. Survei Lokasi

Berdasarkan survey lokasi yang telah dilakukan, untuk jalur Tracking di area Pantai Atuh, Pulau Seribu dan Rumah Pohon terdapat bebrapa titik panorama, area parkir.

2. Penelusuran Jalur

Penelusuran jalur Tracking dilaksanakan untuk mengetahui jalur-jalur setapak yang dapat menjangkau Pantai Atuh, Pulau Seribu dan Rumah Pohon. Penelusuran dimulai dari Pantai Atuh yang terdapat di Dusun Karang menuju Pulau Seribu dan Rumah Pohon yang ada di Dusun Pelilit. Selain penelusuran jalur Tracking juga menetukan spot panorama sepanjang jalur Tracking. Setelah penelusuran jalur Tracking maka ditentukanlah gambar pemetaan jalur Tracking Pantai Atuh, Pulau Seribu dan Rumah Pohon.

3. Editing Gambar Hasil Pemetaan

Setelah ditelusuri maka hasil penelusuran dibuatkan gambar berupa Main Map yang dibuat dalam sebuah bentuk Leaflet. Gambar pemetaan jalur Tracking terdiri dari jalur setapak, spot panorama, parkir, toilet dan area makan, dilengkapi dengan nama-nama batu di Pulau Seribu.

4. Koordinasi Hasil Editing Gambar Ke Kepala Dusun

Setelah gambar selesai maka di koordinasikan dengan Kepala Desa beserta Kepala

Dusun yang bertujuan untuk mengkonfirmasi ketepatan jalur dan nama-nama batu di Pulau

Seribu.

(3)

26 5. Perbaikan Hasil Koordinasi Pemetaan

Setelah direvisi oleh Kepala Desa dan Kepala Dusun maka dilakukan perbaikan baik itu jalur, nama-nama batu di Pulau Seribu maupun masukan-masukan dari aparat Desa.

6. Fixing Gambar Pemetaan Jalur Tracking

Setalah direvisi dan koordinasikan kembali dengan aparat desa hasil gambar di print out dalam bentuk reaflet dengan ukuran 110cm x 120cm dan dipajang di depan Kantor Desa.

 Permasalahn :

Program pemetaan jalur Tracking Ekowisata berlangsung secara maksimal namun terdapat beberapa permasalahan yaitu :

a) Terlambatnya penyelesaian pemetaan jalur Tracking. Dalam pengeditannya terlambat diselesaikan karena akses internet yang sulit di Desa Pejukutan.

b) Sulitnya mencari percetakan leaflet sehingga memperlambat proses percetakan gambar.

• Solusi :

a) Kesulitan akses internet diatasi dengan cara datang ke Batununggul untuk update aplikasi menggunakan akses internet.

b) Sulitnya mencari percetakan leaflet di Nusa Penida, diatasi dengan cara menitipkan file kepada teman di Denpasar untuk dicetakkan.

• Dampak

a. Program pemetaan jalur tracking ini memberi dampak yang cukup baik untuk

masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung. Melalui program ini wisatawan dapat

dipermudah untuk menjakau tiga tempat wisata sekaligus dengan cara penelusuran

tracking.

(4)

27 b. Judul : Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Sifat : Interdisipliner

Bidang : Kesehatan masyarakat, social budaya, prasarana fisik No. Sektor : 13.1.2.01

Latar belakang

Pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada kelompok atau populasi tertentu sangat menentukan keberhasilan suatu program kesehatan.Oleh karena itu target pendidikan kesehatan yang menyasar ke anak usia sekolah adalah merupakan peluang yang sangat baik dalam meningkatkan kemandirian masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya pendidikan dan promosi yang menyasar anak usia sekolah dasar di SDN 3 Suana, agar anak anak dapat memiliki pengetahuan dan kemandirian dalam menanggulangi masalah kesehatan sederhana seperti perilaku hidup bersih dan sehat. serta menjadi penggerak hidup sehat di sekolah, dirumah dan lingkungan sekitarnya

 Waktu pelaksanaan : Senin 09 agustus 2016

 Lokasi : SDN 03 Suana

 Jumlah peserta : 80 siswa-siswi SD dari kelas 1 s/d kelas 6

 Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan di SDN 03 Suana, penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SD mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, serta prakti cuci tangan yang baik dan benar, kegiatan ini dilatarbelakangi dari masih tingginya angka kejadian diare, yang secara teoritis sangat berkaitan dengan perilaku sehari-hari masyarakat. Adapun persiapan alat-alat dan bahan adalah material umum seperti poster, leaflet, dan alat penunjang seperti ember, sabun, dll.

 Permasalahan

1. Masyarakat masih kekurangan sumber air untuk melakukan cuci tangan

(5)

28

 Solusi

1. Memberikan informasi kepada anak-anak SD untuk mengurangi risiko kontak dengan penyebab penyakit diare.

2. Menyarankan hand sanitizer sebagai alternative cuci tangan jika tidak ada air.

 Dampak

Setelah dilakukan penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, diharapkan siswa siswi SDN 03 suana dapat memahami dan mempraktikan proses cuci tangan yang baik, agar dapat megurangi risiko terjadinya kejadian penyakit. Dan diharapkan anak-anak dapat menularkan kebiasaan baik kelingkungan keluarga dan sekitarnya.

c. Judul : Penyuluhan Mengenai Bahaya Narkoba Sifat : Monodisipliner

Bidang : Kesehatan masyarakat, sosial budaya, prasarana fisik No. Sektor : 13.1.2.01

Latar belakang

Tingginya angka pengguna narkoba terutama dikalangan remaja di Indonesia menjadi salah satu latar belakang pentingnya dilakukan pendidikan serta promosi mengenai bahaya Narkoba, Berdasarkan penuturan warga Desa Pejukutan, perlu dilakukan tindakan pencegahan persebaran narkoba pada segmentasi umur remaja, karena intervensi peredaran narkoba telah sampai di Desa pejukutan.

 Waktu pelaksanaan : Senin 09 agustus 2016

 Lokasi : SMP Satu Atap Pejukutan

 Jumlah peserta : 30 siswa siswi SMP kelas 9

(6)

29

 Pelaksanaan

Kegiatan dilaksanakan pada hari senin tanggal 09 Agustus 2016, bertempat di SMPN Satu Atap Pejukutan, kegiatan dilangsungkan dengan memotong jam aktif kelas siswa dengan meminta izin ke pihak guru terlebih dahulu. Secara umum penyuluhan dilakukan seperti umumnya yaitu didahului dengan sesi penyampaian materi selama 45 menit, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi dari siswa.

 Permasalahan

1. Kurangnya fasilitas pendukung untuk sarana penyuluhan 2. Masih kurangnya feedback serta dari peserta penyuluhan

 Solusi

1. Menampah fasilitas penyampaian penyuluhan menggunakan poster dan leaflet 2. Meningkatkan feedback peserta dengan memberi joke dan game.

 Dampak

Setelah dilakukan kegiatas penyuluhan ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan mengenai bahaya narkoba, serta dapat memberkan kontribusi positif dalam proses pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta diharapkan siswa siswi dapat membagikan informasi terkait bahaya narkoba kepada lingkungan rumah, dan sekitar.

d. Judul : Penyuluhan Kompos dan Workshop Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Untuk Dijadikan Sebagai Alternatif Penanaman Bunga Dalam Pot

Sifat : Monodisipliner

Bidang : Peningkatan Produksi

No. Sektor : 02.1.2.10

(7)

30 Latar Belakang

Penyuluhan kompos dan workshop pemanfaatan limbah rumah tangga untuk dijadikan sebagai alternatif penanaman bunga dalam pot, merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan di Desa Pejukutan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu siswa–siswi SMP Satu Atap Pejukutan dalam meningkatkan produksi pembuatan pupuk kompos.

Meningkatnya kegiatan manusia dalam rumah tangga mengakibatkan bertambahnya jumlah limbah rumah tangga. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya pencemaran yang banyak menimbulkan kerugian baik bagi manusia dan juga lingkungan. Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari kegiatan dapur, kagiatan MCK dan aktivitas rumah tangga lainnya seperti bertani dan beternak. Jenis–jenis limbah tersebut dapat berupa dalam bentuk padatan, cairan dan gas. Untuk mengatasi permasalahan ini, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah pembuatan pupuk kompos. Pembutan pupuk kompos ini cukup mudah untuk dilakukan yaitu dengan cara pemanfaatan sisa–sisa sayuran yang didapatkan dari kegiatan rumah tangga serta daun kering yang dihancurkan dan dicampurkan dengan kotoran sapi kering dan kemudian dilakukan penambahan starter untuk dibiarkan selama rentang waktu 1 bulan.

Penggunaan daun kering dan kotoran sapi dalam workshop dan pengolahan limbah rumah tangga, cukup mudah untuk didapatkan dan dilakukan oleh siswa–siswi SMP Satu Atap Pejukutan mengingat kondisi dan keadaan desa yang ditumbuhi oleh banyak tumbuhan dan pepohonan serta masyarakat Desa Pejukutan yang berternak sapi. Workshop dan pengolahan limbah rumah tangga telah dilakukan di halaman kantor Desa Pejukutan dengan peserta siswa – siswi SMP Satu Atap Pejukutan, dengan bimbingan dari mahasiswa KKN dan didampingi oleh staff guru SMP Satu Atap Pejukutan. Kegiatan ini juga sejalan dengan program Go Organik dan mendukung dalam rangka menuju Program Bali Clean and Green, karena dapat dimanfaatkan sebagai alternatif penanaman bunga dalam pot.

Waktu Pelaksanaan : 5 Agustus

Lokasi Pelaksaan : Disekitar Lingkungan Posko (Halaman Kantor Desa) Jumlah Peserta : 98 orang

Pihak Terlibat : Mahasiswa KKN, Siswa-siswi dan Staff Guru SMP Satu Atap

Pejukutan

(8)

31

 Pelaksanaan

Dilaksanakan di halaman Kantor Desa Pejukutan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa - siswi SMP Satu Atap Pejukutan tentang pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos melalui workshop dan teknis pembuatan pupuk kompos. Kegiatan ini dilatar belakangi oleh sikap masyarakat yang dalam kegiatan sehari – hari langsung membuang limbah sayuran yang ada dan juga didukung keadaan wilayah desa pejukutan yang ditumbuhi oleh banyak tumbuhan dan pepohonan dimana daunnya yang telah kering dan gugur tidak terlalu diperhatikan serta kotoran sapi yang mudah untuk didapatkan karena diternakkan oleh sebagian masayarakat di Desa Pejukutan. Kegiatan ini dilakukan dan diharapkan siswa-siswi SMP tidak langsung membuang limbah sayuran yang didapatkan dari hasil kegiatan rumah tangga. Serta diharapkan dapat merubah persepsi dan perilaku masyarakat Desa Pejukutan untuk tidak langsung membuang sisa sayuran yang didapatkan melalui kegiatan rumah tangga sehari-hari serta memanfaatkan guguran dedaunan dan kotoran sapi yang ada di sekitar Desa Pejukutan dengan alasan dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah. Adapun persiapan yang dilakukan yaitu :

- Alat : LCD, Laptop, Megaphone, Gunting, Ember, Karung Beras, Tali, Panci, Kompor, Spatula, Sarung Tangan

- Bahan : Limbah Sayuran, Dedaunan Kering, Kotoran Sapi Kering, Kentang, Gula, Air, dan Mikrooorganisme

 Proses Pelaksanaan

1. Penyuluhan Tentang Kompos

Sebelum dilakukannya workshop penanganan limbah rumah tangga maka terlebih dahulu dilakukan penyuluhan tentang kompos kepada siswa - siswi SMP Satu Atap Pejukutan. Hal ini meliputi pengertian tentang kompos, jenis- jenis kompos dan manfaat kompos.

2. Workshop Pemanfaatan limbah rumah tangga

Dalam kegiatan ini, siswa–siswi SMP Satu Atap Pejukutan di beri penjelasan mengenai

tahapan–tahapan pembuatan pupuk kompos, yang akan dimanfaatkan sabagai alternatif

penanaman bunga dalam pot. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberi arahan dan

(9)

32 demosntrasi yang secara langsung juga dipraktikkan oleh siswa–siswi SMP Satu Atap Pejukutan. Tahapan–tahapan itu meliputi :

a. Sayuran dari limbah rumah tangga dicacah menjadi potongan–potongan kecil b. Dicampur dengan daun kering dan kotoran sapi kering

c. Dibasahi dengan mikroba cair sampai lembab d. Dicampur sampai merata

e. Dimasukkan dalam karung beras dan diikat pada ujung karung beras f. Ditunggu selama ± 1 bulan

g. Dibuka ikatan pada karung, dan tanaman dapat langsung ditanam atau dipindah pada pot

 Permasalahan

1. Masyarakat yang langsung membuang limbah sayur dari kegiatan rumah tangga tanpa mengolahnya terlebih dahulu.

2. Tidak ada pihak yang mengelolanya untuk Desa Pejukutan

 Solusi

1. Setiap sisa-sisa sayuran yang didapatkan dari kegiatan rumah tangga sehari-hari dianjurkan untuk tidak langsung dibuang, dan untuk tembahannya dapat menggunakan dedaunan kering serta kotoran sapi kering

2. Pembuatan pupuk kompos dapat ditangani secara perorangan ataupun secara berkelompok oleh siswa-siswi SMP Satu Atap Pejukutan untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif penanaman bunga dalam pot

 Dampak

Setelah dilakukannya Penyuluhan Kompos dan Workshop Pemanfaatan Limbah Rumah

Tangga Untuk Dijadikan Sebagai Alternatif Penanaman Bunga Dalam Pot maka diharapkan

(10)

33 siswa-siswi SMP Satu Atap Pejukutan dapat memanfaatkan limbah sayuran yang dihasilkan dari hasil kegiatan rumah tangga dan bahan-bahan lain yang bisa di dapatkan dengan mudah disekitar lingkungan Desa Pejukutan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif penanaman bunga dalam pot.

3.2 Program Pokok Non-Tema

a. Judul : Pendampingan Keluarga Sifat : Individu

Bidang : -

Latar Belakang

Program Pendampingan Keluarga (PPK) adalah program uggulan yang dikembangkan sebagai muatan local dalam pelaksanaan program KKN PPM di Universitas Udayana. PPK termasuk dalam program pokok non-tema yang wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa peserta KKN yang bersifat individu. Jumlah jam kerja efektif mahasiswa untuk kegiatan PPK adalah 90 jam.

Tujuan

1. Meningkatkan kepedulian dan kemampuan mahasiswa mempelajari dan mengatasi permasalahan keluarga melalui bantuan penyusunan rencana dan pendampingan pada pelaksanaan program yang inovatif dan kreatif melalui penerapan ilmu dan teknologi bersama masyarakat dan lembaga pedesaan lainnya.

2. Menambah pengalaman hidup mahasiswa pada kondisi kekurangan yang diharapkan dapat memicu gagasan kreatif dan inovatif dalam diri mahasiswa bersangkutan untuk keluar dari kondisi kekurangan tersebut.

Pelaksanaan Program Pendampingan Keluarga

Langkah-langkah yang harus dikerjakan mahasiswa dalam program pendampingan Keluarga adalah sebagai berikut:

1. Meminta daftar nama Rumah Tangga Miskin (RTM) yang didamping kepada Kepala

Desa/Lurah dan Kepala Dusun/Kepala Lingkungan. Penentuan nama keluarga

dampingan oleh Kadus/Kaling berkoordinasi dengan Kades/Lurah

(11)

34 2. Setiap Mahasiswa mendampingi saru RTM atau keluarga pra-shajtera. Bagi mahasiswa yang kurang memahami Bahasa daerah diperbolehkan didampingi oleh mahasiswa yang paham Bahasa daerah lokasi KKN.

3. Kunjungan pertama ke keluarga dampingan (KD) dalam rangka berkenalan, sosialisasi dan menginventarisasi masalah-masalah yang dihadapi keluarga dampingan menlalui pendapingan Kadus. Perlu ditekankan bahwa dalam mendata permasalahan KD agar menghindari cara interview tetapi mengedepankan pendekatan komunikatif, etik, serta tetap memperhatikan adat/budaya setempat agar tidak menimbulkan salah pergertian 4. Program pendampingan keluarga dilakukan oleh mahasiswa selama satu bulan atau

sekurang-kurangnya 15 kali kunjngan yang setara dengan 90 jam kegiatan

 Waktu Pelaksanaan

Hari, tanggal :

Waktu : Kondisional

Tempat : Rumah KK Dampingan masing-masing

Peserta : Di Desa Pejukutan, Pembagian keluarga dampingan hanya dilakukan pada 1 (satu) banjar, yaitu Banjar Pejukutan, adapun daftar pembagian adalah sebagai berikut:

No. Nama Mahasiswa Nama KK

1 Hindrikus Jehamir Ketut Sudarjo

2 Ni Putu Suastini K.W. I Made Selasa

3 Endri Kurniawan Wayan Riata

4 Komaroh I Made Rama

5 Gandi Silaban I Komang Sudarsa

6 Lilis Suriyati I Komang Suardana

7 I Ketut Ariwiradana I Wayan Soka

8 I Made Bagus Januar Bahari Putra Wayan Jaya

9 Willem Kurniawan Lombu I Kadek Sudarta

10 Pande Gede Kusuma Putra Wayan Sutarmini

11 Khandika Dera A.M I Wayan Sudiarta

(12)

35

12 Andrew Ermico Zacharias I Made Luat

13 Sanggap Anastasius Sitanggang Ni Kadek Ardana

3.3 Program Bantu Tema

a. Judul : Bimbingan Belajar SD dan SMP Sifat : Monodisipliner

Bidang : Sosial Budaya No. Sektor : 02.1.2.10

Latar Belakang

Program ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN-PPM Dalam rangka mendukung program pemerintah dengan meningkatkan mutu kualitas pendidikan di Indonesia. Pelaksanaan program ini ditunjukan kepada siswa-siswi SD dan SMP di Desa Penjukutan dengan mengadakan kelas tambahan (Bimbingan Belajar) yang dilaksanakan di Posko KKN PPM Pejukutan dan diluar jam sekolah. Kegiatan bimbingan belajar ini dilakukan untuk mengasah pemahaman siswa-siswi SD dan SMP pada beberapa mata pelajaran seperti Bahasa Inggris, Bahasa Bali, Matematika, IPA, IPS dan Teknologi Informasi Komputer.

 Waktu pelaksanaan

No Minggu Tgl Siswa

1 I

Senin, 25 Juli 2016 SD kelas 1,2, dan 3

Rabu, 27 Juli 2016 SMP

Sabtu, 30 Juli SD kelas 4,5, dan 6

2 II

Senin, 1 Agustus 2016 SD kelas 1,2, dan 3 Selasa, 2 Agustus 2016 SMP

Kamis, 4 Agustus 2016 SD kelas 4,5, dan 6

3 III

Rabu, 10 Agustus 2016 SD kelas 1,2, dan 3

Kamis, 11 Agustus 2016 SMP

(13)

36 Sabtu, 13 Agustus 2016 SD kelas 4,5, dan 6

4 IV

Senin, 15 Agustus 2016 SD kelas 1,2, dan 3 Kamis, 18 Agustus 2016 SMP

Sabtu, 20 Agustus 2016 SD kelas 4,5, dan 6

5 V Senin, 22 Agustus 2016 SD kelas 1,2, dan 3

Lokasi : Posko KKN PPM Pejukutan Jumlah peserta : 80 orang

Kelompok sasaran : Murid SDN Kelas I – VI dan Siswa – siswi kelas VII – IX SMPN Satu Atap Penjukutan

Pihak Terkait : Seluruh mahasiswa KKN PPM Priode XIII

 Permasalahan :

1. Lokasi Bimbel Jauh dari pemukiman warga.

2. Peralatan terbatas seperti Komputer, Koneksi Internet dan lain-lain 3. Kurangnya kemampuan membaca murid SD Kelas III

 Dampak

1. Sedikitnya murid dan siswa-siswi mengikuti Bimbel

2. Kurangnya pengetahuan siswa-siswi tentang Teknologi Informasi 3. Murid SD Kelas III kesulitan dalam menjawab Soal-soal bacaan

 Solusi

Dari permasalahan yang di temui mahasiswa KKN PPM UNUD PERIODE XIII dalam

memberikan pengajaran kepada murid SD dan Siswa-siswi SMPN Satu Atap Desa Pejukutan

solusi yang dapat diberikan antara lain :

(14)

37 1. Menghimbau wali murid dan guru untuk mengarahkan anak-anak untuk mengikuti

Bimbel

2. Menyiapkan Komputer dan Internet

3. Memberikan pengajaran khusus membaca kepada Murid kelas III

 Permasalahan/Hambatan

Dalam perlaksanaan pendapingan keluarga ditemkan beberapa hambatan diantaranya kesulitan menemui KK dampingan dikarenakan pekerjaan atau kegiatan di luar rumah.

 Solusi

Solusinya adalah dengan melakukan kontrak waktu sebelumnya dengan KK dampingan atau menemui KK dampingan sebelum atau setelah kegiatan dilaur rumah.

b. Judul : Pembenahan Gapura\

Sifat : Monodisipliner Bidang : Prasarana Fisik No. Sektor : 06.2.9.99

Latar Belakang

Gapura di Desa Pejukutan terdiri dari 5 gapura dusun. Banyak Gapura yang tulisannya memudar sehingga kurang jelas tulisannya. Kegiatan pembenahan Gapura perlu dilaksanakan untuk memperjelas nama-nama dusun yang ada di Desa Pejukutan serta sebagai penjelas batas dusun. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum menyambut 17 Agustus guna mempersiapkan perayaan hari kemerdekaan.

Waktu Pelaksanaan : 16 Agustus

Lokasi Pelaksaan : Dusun-dusun yang ada di Desa Pejukutan

(15)

38 Jumlah Peserta : -

Pihak Terlibat : Mahasiswa KKN, Aparat Desa Pejukutan

 Pelaksanaan

Pengecatan gapura dilakukan di lima dusun yang ada di Desa Pejukutan yaitu Dusun Pelilit, Dusun Pendem, Dusun Karang, Dusun Ampel, dan Dusun Pejukutan. Pengecatan dilakukan selama 3 hari, adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pengecatan sebagai berikut:

Alat : Kuas, ember Bahan : Cat, air

 Permasalahan

Dalam pengecatan Gapura berjalan dengan lancar, namun terdapat beberapa kendala yang ditemukan dalam tahap persiapan. Kendala yang dihadapi yaitu sulitnya menentukan warna cat yang akan digunakan untuk tulisan Gapura, sulitnya menentukan gapura yang akan dicat karena Desa Pejukutan baru saja melakukan pemekaran desa dari Desa Suana.

 Solusi

Untuk mennyelesaikan masalah di atas maka dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Desa terkait dengan penentuan warna cat dan jumlah gapura yang diperbaiki.

3.4 Program Bantu Non-Tema

a. Judul : Partisipasi Perayaan 17 Agustus di SMP Satu Atap Pejukutan Sifat : Monodisipliner

Bidang : Sosial Budaya

No. Sektor : 11.1.1.04

(16)

39 Latar Belakang

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 kami ikut serta dalam acara perayaan 17 Agustus yang diselenggarakan oleh SMP Satu Atap Pejukutan. Susunan acara terdiri dari lomba-lomba dalam bidang Akademik maupun Nonakademik. Kami juga berpartisipasi mendampingi masing-masing kelas dalam perlombaan.

 Pelaksanaan

Pelaksanaan perayaan hari kemerdekaan RI yang ke-71 dilaksanakan di halaman sekolah SMP Satu Atap Pejukutan dan di lapangan banjar pejukutan. Acara ini dilaksanakan selama 2 hari. Adapun lomba yang diselenggarakan yaitu : lomba yel masing-masing kelas, lomba makan kerupuk, lomba balon bergoyang, lomba jinjing botol, lomba tarik tambang, lomba ambil koin di buah pepaya.

 Waktu Pelaksanaan

Hari pertama

Tanggal : Senin, 15 Agustus 2016 Waktu : 08.00-11.00 WITA

Peserta : Siswa-siswi SMP Satu Atap Pejukutan Hari kedua

Tanggal : Selasa, 16 Agustus 2016 Waktu : 08.00-11.00 WITA

Peserta : Siswa-siswi SMP Satu Atap Pejukutan

 Permasalahan

Tidak ada permaslahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini

(17)

40 b. Program Gotong Royong

Waktu Pelaksanaan : 27 Juli 2016

Lokasi : Rumah Kaur Desa Pejukutan Jumlah Peserta : Warga Desa Pejukutan Kelompok Sasaran : Warga Desa Pejukutan Pihak Terlibat : Seluruh Peserta KKN

 Pelaksanaan

Gotong royong dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2016. Acara pada saat itu merupakan acara pernikahan. Dalam acara ini mahasiswa KKN hadir sebagai undangan. Sebelum mengadiri acara pernikahan kami membantu pihak terkait dalam kegiatan dekorasi.

 Permasalahan

Tidak ada masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini

Referensi

Dokumen terkait

Meningkatnya sampah plastik di Indonesia mengilhami Unilever untuk membuat suatu program lingkungan, yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya

Dengan demikian yang dimaksud dengan administrasi guru disini adalah semua kegiatan atau upaya yang dilakukan oleh guru dengan memanfaatkan dan mendayagunakan

terutama perempuan. sebab, dengan tubuh langsing, akan menambah daya pikat seseorang yang sering berkaitan dengan karir atau pencapaian prestasi pada berbagai

Open source pada MySQL menyatakan bahwa software ini dilengkapi dengan source code (kode yang dipakai untuk membuat MySQL), selain itu tentu saja bentuk

Tahun 1962, Sub Depot ini ditingkatkan menjadi Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP) yang kemudian berubah menjadi Komando Pelaksanaan Industri Pesawat Terbang

Hal ini menunjukkan bahwa konsenrasi Sn, Cr dan Ni yang diperoleh dari kedua metode tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan sehingga kedua metode tersebut

5 Tahun 2010 menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dengan mendorong

Selain itu kendala yang menjadi hambatan bagi para kelompok usaha ini adalah status pendidikan yang dimiliki oleh para pelaku kelompok UKM masih tergolong rendah sehingga