• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dampak dari pengumuman buy back saham oleh perusahaan terhadap harga saham emiten yaitu dengan melihat ada tidaknya abnormal return dan cumulative abnormal return di sekitar tanggal pengumuman. Selain itu penelitian ini juga akan melihat ada tidaknya perbedaan rata-rata abnormal return dan cumulative abnormal return pada saat sebelum dan sesudah pengumuman sebagai akibat dari reaksi pasar terhadap pengumuman buy back saham tersebut.

Metodologi penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu 1. Prosedur pengumpulan data.

Tahapan ini dimulai dari penentuan event yang akan diteliti, pemilihan sampel perusahaan, penentuan tanggal event, penentuan periode penelitian, hingga pengumpulan data yang diperlukan.

2. Prosedur pengolahan data

Pada tahapan ini terdiri dari dua bagian yaitu tahapan pemodelan expected return dn tahapan event study. Tahapan pemodelan expected return dari saham yang digunakan dalam penelitian. Pemodelan yang dilakukan menggunakan market model dengan variabel independennya adalah return market dalam hal ini adalah IHSG. Untuk model yang tidak signifikan akan dikeluarkan dari sampel. Sedangkan untuk tahapan event study dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya abnormal return yang didapat oleh para investor terkait dengan terjadinya peristiwa tersebut. Tahapan ini dimulai dengan menghitung abnormal return sebagai selisih antara actual return dengan expected return yang diperoleh dari tahapan sebelumnya serta cumulative abnormal return yang merupakan akumulasi dari abnormal return yang diperoleh.

3. Prosedur uji signifikansi

Pada tahapan ini akan dilakukan uji secara statistik apakah pengumuman perusahaan akan melakukan buy back sahamnya memberikan abnormal

(2)

return pada para investor, serta mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata besarnya abnormal return dan cumulative abnormal return pada sebelum dan sesudah hari pengumuman. Selain itu uji statistik ini juga digunakan untuk membandingkan apakah ada perbedaan rata-rata besarnya abnormal return dan cumulative abnormal return antara perusahaan yang melakukan buy back dengan alasan meningkatkan harga saham melalui peningkatan laba bersih per saham dengan perusahaan yang melakukan buy back dengan alasan meningkatkan harga saham melalui peningkatan dividen per saham. Uji statistik ini juga digunakan untuk membandingkan apakah ada perbedaan rata-rata besarnya abnormal return dan cumulative abnormal return antara perusahaan yang melakukan buy back yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi dengan perusahaan yang melakukan buy back yang memiliki tingkat pertumbuhan yang rendah.

3.1. Prosedur Pengumpulan Data 3.1.1. Penentuan Event

Peristiwa yang akan diteliti dalam karya akhir ini adalah peristiwa pembelian kembali saham yang dikeluarkan perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini akan berfokus pada peristiwa pengumuman keputusan perusahaan akan melakukan pembelian kembali saham.

Event ini dipilih karena penulis ingin memperoleh bukti empiris tentang dampak aksi korporasi berupa pelaksanaan buy back saham terhadap return saham perusahaan. Dalam penelitian perusahaan sampel akan dibagi berdasarkan alasan dan tingkat pertumbuhan perusahaan.

3.1.2. Penentuan Sampel

Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah perusahan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang melakukan pembelian kembali sahamnya.

Penelitian ini akan mengambil sampel selama enam tahun terakhir yaitu dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2007. Yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan periode waktu tersebut adalah periode waktu tersebut merupakan periode waktu terbaru. Periode waktu tersebut juga dipilih untuk menghindarkan periode 1998-

(3)

1999 dalam perhitungan yang akan digunakan. Dimana pada periode tersebut Indonesia mengalami krisis ekonomi dan dikhawatirkan kondisi tersebut mempengaruhi kondisi pasar modal Indonesia.

Berdasarkan laporan tahunan Bappepam selama kurun waktu tahun 2002 sampai dengan 2007 diperoleh daftar perusahaan-perusahaan publik yang melakukan pembelian kembali saham, seperti dalam table dibawah ini.

Tabel 3.1 Daftar Perusahaan Yang Melakukan Buy Back Saham

Sumber : Laporan Tahunan BAPEPAMLK Tahun 2002-2007

3.1.3. Identifikasi Event Date

Identifikasi event date penting dilakukan karena informasi pada event date tersebut akan menyebabkan pasar bereaksi. Dalam penelitian ini hari atau tanggal

Tahun Nama Perusahaan Kode

PT Dynaplast Tbk DYNA

PT HM sampoerna Tbk HMSP

PT Indofood Sukses Makmur Tbk INDF PT Metrodata Elektronik Tbk MTDL PT Matahari Putra Prima Tbk MPPA PT Panin Insurance Tbk

PT Matahari Putra Prima Tbk MPPA PT Trimegah Securities Tbk TRIM PT Metrodata Elektronik Tbk MTDL PT Bentoel Internasional Investama Tbk RMBA

PT Sari Husada Tbk SHDA

PT Humpuss Intermoda Tbk HITS PT Asuransi Dayin Mitra Tbk ASDM PT Matahari Putra Prima Tbk MPPA PT Trimegah Securities Tbk TRIM PT Berlian Laju Tanker Tbk BLTA

PT Telkom Tbk TLKM

PT Metrodata Elektronik Tbk MTDL

PT Petrosea Tbk PTRO

PT Bank Central Asia, Tbk BBCA

PT Telkom Tbk TLKM

PT Suryainti Permata Tbk SIIP PT Berlian Laju Tanker Tbk BLTA

PT Bumi Resources Tbk BUMI

PT Kalbe Farma Tbk KLBF

PT Bentoel Internasional Investama Tbk RMBA

PT Centrin Online Tbk CENT

PT Berlian Laju Tanker Tbk BLTA

PT Telkom Tbk TLKM

PT Panin Life Tbk PNLF

PT Panin Insurance Tbk PNIN PT Suryainti Permata Tbk SIIP

PT Kalbe Farma Tbk KLBF

PT SMART Tbk SMAR

2007 2002

2003

2004

2005

2006

(4)

kejadian (event date) yang digunakan adalah ketika perusahaan mengungkapkan rencana pembelian kembali saham kepada seluruh pemegang saham melalui RUPS. Dimana pada hasil RUPS tersebut mengumumkan bahwa perusahaan akan melakukan buy back sahamnya kepada seluruh pemegang sahamnya.

3.1.4. Penentuan Periode Penelitian

Periode penelitian terdiri dari periode estimasi dan periode event. Dalam peneltian ini, digunakan periode estimasi dari hari -180 sampai hari ke -11 dari pengumuman dimana return pada periode estimasi akan digunakan untuk menghasilkan model expected return. Sedangkan untuk periode event yang diamati selama 21 hari, yitu terbagi menjadi 10 hari setelah tanggal event, serta 10 hari sebelum tanggal event. Skema periode ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Skema Periode Event Study

Sumber : (Chen, Cheng, Chen, 2002)

3.1.5. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan mencakup data harga saham harian dari perusahaan-perusahaan tersebut, beserta harga saham harian dari pasar yang diperoleh dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kedua data ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Yahoo Finance. Dari data harga saham ini selanjutnya akan dilakukan perhitungan guna memperoleh return harga saham harian dari masing-masing saham tersebut. Data mengenai harga saham perusahaan sampel diambil mulai dari 180 hari sebelum pengumuman sampai

(5)

dengan 10 hari setelah pengumuman. Dengan pembagian seperti yang telah disebutkan sebelumnya yaitu 170 hari data saham tersebut akan digunakan untuk periode estimasi dan 21 hari data harga saham yaitu 10 hari sebelum dan 10 hari setelah event akan digunakan untuk pengamatan dan pengujian periode event.

3.1.6. Seleksi Sampel

Dari seluruh perusahan yang melakukan pembelian kembali sahamnya pada periode tahun 2002 sampai dengan tahun 2007, dilakukan seleksi untuk menetapkan perusahaan mana yang dapat dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini. Yang menjadi kriteria dalam seleksi sampel ini adalah :

1. Tercukupinya periode event yang diperlukan dalam melihat reaksi harga saham sebelum dan setelah pengumuman, yaitu [-10,+10] hari dari tanggal efektif pengumuman.

2. Tercukupinya periode estimasi yang diperlukan dalam membentuk model optimal untuk menghitung expected return dari masing-masing saham dalam hal ini 170 hari sebelum periode event. Emiten yang tidak memenui kriteria kedua ini dikarenakan pada periode estimasi tersebut ternyata emiten belum terdaftar di bursa atau belum listing atau belum IPO.

Emiten yang tidak memenuhi kriteria ini adalah PT Humpuss Intermoda Transportation. Perusahaan ini tidak memenuhi kriteria karena jarak antara IPO dan pengumuman buy back yang terlalu dekat.

3. Pengumuman pembelian kembali saham terjadi pada periode tahun 2002 sampai dengan tahun 2007. Emiten yang tidak memenuhi kriteria ini disebabkan oleh pengumuman pembelian kembali saham sebelum tahun 2002. Emiten yang tidak memenuhi kriteria tersebut adalah PT Dynaplast Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Metrodata Elektronik Tbk, PT Panin Insurance Tbk. Perusahaan-perusahaan ini tidak memenuhi kriteria karena pengumumannya dilakukan pada tahun 2001.

(6)

3.1.7. Pengelompokkan Sampel

Dari sampel yang sudah memenuhi persyaratan maka sampel-sampel tersebut dikelompokkan berdasarkan alasan melakukan buy back saham. Adapun alasannya adalah :

1. Untuk meningkatkan nilai saham melalui peningkatan laba bersih per saham.

2. Untuk meningkatkan nilai saham melalui peningkatan dividen per saham Sesuai dengan laporan tahunan BAPEPAM LK dari tahun 2002 sampai tahun 2007.

Selain itu sampel juga dikelompokkan berdasarkan tingkat pertumbuhan yang berdasarkan nilai Tobin Q. Untuk perusahaan yang memiliki nilai Tobin Q lebih besar dari satu maka akan dikelompokkan pada perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tinggi, sedangkan untuk perusahaan yang memiliki nilai Tobin Q kurang dari satu akan dikelompokkan pada perusahaan dengan tingkat pertumbuhan rendah. Nilai Tobin Q hitung dengan membagi rata-rata nilai market dengan book value dari ekuitas perusahaan sebelum pengumuman (Akhigbe dan MaDura, 1996).

3.2. Prosedur Pengolahan Data

Data yang akan digunakan dalam kedua tahapan berikut ini adalah return dari harga saham, maka dari hasil data-data harga saham harian yang telah dikumpulkan untuk masing-masing sampel maupun market dipersiapkan terlebih dahulu yaitu dikonversikan menjadi return saham harian. Actual return untuk masing-masing sampel diperoleh dengan membandingkan harga penutupan hari iini dengan harga penutupan hari sebelumnya, yaitu:

Rit= ………(3.1)

Dimana : Rit= actual return saham i pada periode t Pit= harga untuk saham i pada periode t Pit-1= harga saham I pada periode t-1

Sedangkan return market harian diperoleh dengan membandingkan indeks penutupan hari ini dengan indeks penutupan kemarin. Indek dalam hal ini yaitu IHSG. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

(7)

Rmt= ………...(3.2) Dimana : Rmt= return market pada periode t

IHSGt= IHSG pada periode t IHSGt-1= IHSG pada periode t-1

3.2.1. Tahapan Pemodelan Expected Return

Untuk menghitung expected return, berdasarkan Weston, et.al (2004:153), ada tiga metode yang dapat digunakan yaitu: mean adjusted return method, market model method, dan market adjusted return method. Dalam penelitian akan digunakan metode market model. Dengan metode ini selain mempertimbangkan return dari saham dan return dari market juga mempertimbangkan risiko yang terkait dalam return saham dan market. Data yang digunakan dalam perhitungan ini adalah return saham perusahaan sampel pada periode estimasi. Untuk setiap perusahaan yang melakukam pengumuman pembelian kembali saham, periode estimasi dari hari ke -180 sampai hari ke -11 digunakan untuk mengestimasi parameter αjdan βjdengan menggunakan market model method seperti berikut : Rjt= αj +βjRmt+ εjt...(3.3) dimana Rjtadalah return saham perusahaan j pada periode t

Rmtadalah market index pada periode t

βjuntuk mengukur sensitivitas saham perusahaan j terhadap pasar (risiko pasar)

αjuntuk mengukur rata-rata return dari periode yang tidak dijelaskan oleh pasar

εjtadalah eror statistika

Setelah itu maka maka akan diperoleh nilai dan nilai yang merupakan koefisien prediksi hasil regresi antara return saham individual dengan return market. Kemuadian akan di bentuk model untuk perhitungan expected return dengan market model (Weston, Mitchel, dan Mulherin) yaitu:

= + ………(3.4)

Dimana: adalah expected return pada periode t dari perusahaan j adalah market index pada periode t

(8)

Nilai mengukur rata-rata return yang tidak dijelaskan oleh pasar Nilai mengukur sensitivitas perusahaan j terhadap pasar

Dalam pembentukan market model, digunaan model regresi linier. Untuk itu, pembentukan market model harus memenuhi asumsi-asumsi regresi linier.

Beberapa asumsi tidak diuji dalam penelitian ini. Sembiring (2003: 39) menyatakan bahwa alat uji yang dipakai, uji t dan F, cukup robust sehingga asumsi kesamaan variansi dan kenormalan tidak dituntut secara ketat dipenuhi.

Khusus untuk data time series, seperti harga saham, penggunaannya untuk pemodelan ekonometrik memerlukan asumsi bahwa data tersebut adalah stasioner.

Suatu data dikatakan stasioner jika tidak mengalami perubahan rerata dan variansi yang signifikan sepanjang periode pengamatan. Pengujian kestasioneran data dilakukan dengan mgnggunakan uji Augmented Dickey-Fuller Statistiks (ADF- test). Pada pengujian ini akan dibandingkan antara ADF Test Statistiks dengan 1% critical value* pada menu unit root test yang ada pada program EViews, dimana jika ADF Test Statistiks > 1% critical value* berarti H0(terdapat unit root dalam data) diterima yang berarti data tidak stasioner dan perlu ditransformasi dengan diferensiasi. Pada umumnya data dalam bidang keuangan mempunyai kecenderungan trend, sehingga data mentah belumlah stasioner. Berdasarkan penelitian-penelitian event study yang telah dilakukan sebelumnya, untuk data yang telah diubah dalam bentuk return dikatan telah mengalami kondisi stasioner karena telah dilakukan transformasi, yaitu diferensiasi pada ordo 1.

3.2.2. Tahapan Event Study

Setelah mendapatkan model expected return, maka tahapan selanjutnya adalah melakukan tahapan empiris event study. Tujuan utama tahapan ini adalah untuk meneliti reaksi pasar terhadap suatu kejadian dengan menghitung excess return yang mungkin terjadi antara actual return dengan expected return (return yang didapat tanpa adanya suatu peristiwa), atau yang sering disebut abnormal return. Parameter estimasi dari setiap perusahaan yang mengumumkan pembelian kembali saham, dan , akan digunakan untuk menghitung abnormal return, ERjt, dari hari ke -10 sampai hari ke +10 untuk setiap perusahaan yang

(9)

mengumumkan pembelian kembali saham. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

ARjt= Rjt- - Rmt………...(3.5) Dimana ARjtmerupakan abnormal return dari perusahaan j pada periode t

Rjtmerupakan actual return dari perusahaan j pada periode t

merupakan estimasi rata-rata return dari periode j yang tidak dijelaskan oleh pasar.

merupakan estimasi sensitivitas saham perusahaan j terhadap pasar (risiko pasar)

Rmtadalah market index pada periode t

Rata-rata abnormal return (AAR) untuk tiap hari dari dari periode event dan cumulative average abnormal return (ACAR) akan dihitung untuk menguji efek pengumuman dengan perhitungan sebagai berikut :

AARt= ∑ ACAR (-d,d) =∑

Dimana n merupakan jumlah dari perusahaan dan (-d,d) menunjukan satu periode dalam suatu periode event.

3.3. Prosedur Uji Signifikansi 3.3.1. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, maka dapat disusun hipotesis penelitian sebagai berikut:

A. Untuk Kejadian Pengumuman Buy Back Secara Keseluruhan

1. Pengumuman buy back saham memberikan average abnormal return positif disekitar tanggal efektif bagi investor.

Hipotesis tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut:

H0 : AARt≤ 0 H1 : AARt > 0

Dimana AARtadalah rata-rata abnormal return pada periode t 2. Pengumuman buy back memberikan cumulative abnormal return positif di

sekitar tanggal pengumuman bagi investor.

(10)

H0 : ACAR(t1,t2) ≤ 0 H1 : ACAR(t1,t2) > 0

Dimana ACAR(t1,t2) adalah rata-rata cumulative abnormal return pada periode (t1,t2)

3. Abnormal return sesudah penguman buy back saham lebih besar dibandingkan dengan abnormal return sebelum pengumuman.

Hipotesis tersebut diformulasikan sebagai berikut:

H0 : AAR[t1,-1] = AAR[1,t2] H1 : AAR[t1,-1] ≠ AAR[1,t2]

Dimana AAR[t1,-1] adalah rata-rata abnormal return pada periode [t1,-1]

AAR[1,t2] adalah rata-rata abnormal return pada periode [1,t2]

4. Cumulative abnormal return sesudah pengumuman buy back saham lebih besar dibandingkan dengan Cumulative abnormal return ssebelum pengumuman.

Hipotesis tersebut diformulasikan sebagai berikut:

H0 : ACAR[t1,-1] = ACAR[1,t2] H1 : ACAR[t1,-1] ≠ ACAR[1,t2]

Dimana ACAR[t1,-1] adalah rata-rata cumulative abnormal return pada periode [t1,-1]

ACAR[1,t2] adalah rata-rata cumulative abnormal return pada periode [1,t2]

B. Untuk Kejadian Pengumuman Buy Back Yang Dikelompokkan Berdasarkan Alasan Buy Back

1. Pengumuman buy back saham memberikan average abnormal return positif disekitar tanggal efektif bagi investor.

Hipotesis tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut:

H0 : AARt≤ 0 H1 : AARt > 0

Dimana AARtadalah rata-rata abnormal return pada periode t

(11)

2. Pengumuman buy back memberikan cumulative abnormal return positif di sekitar tanggal pengumuman bagi investor.

Hipotesis tersebut diformulasikan sebagai berikut:

H0 : ACAR(t1,t2) ≤ 0 H1 : ACAR(t1,t2) > 0

Dimana ACAR(t1,t2) adalah rata-rata cumulative abnormal return pada periode (t1,t2)

3. Abnormal return antara perusahaan yang melakukan buy back saham dengan alasan 1 akan ada berbeda dengan perusahaan yang melakukan buy back saham dengan alasan 2.

Hipotesis tersebut diformulasikan sebagai berikut:

H0 : AAR1 = AAR2 H1 : AAR1 ≠ AAR2

Dimana AAR1 adalah rata-rata abnormal return untuk alasan 1

AAR2 adalah rata-rata abnormal return untuk alasan 2

4. Cumulative abnormal return antara perusahaan yang melakukan buy back saham dengan alasan 1 akan berbeda dengan perusahaan yang melakukan buy back saham dengan alasan 2.

Hipotesis tersebut diformulasikan sebagai berikut:

H0 : ACAR1 = ACAR2 H1 : ACAR1 ≠ ACAR2

Dimana ACAR1 adalah cumulative rata-rata abnormal return untuk alasan 1

ACAR2 adalah cumulative rata-rata abnormal return untuk alasan 2

C. Untuk Kejadian Pengumuman Buy Back Yang Dikelompokkan Berdasarkan Tobin Q

1. Pengumuman buy back saham memberikan average abnormal return positif disekitar tanggal efektif bagi investor.

Hipotesis tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut:

(12)

H0 : AARt≤ 0 H1 : AARt > 0

Dimana AARtadalah rata-rata abnormal return pada periode t 2. Pengumuman buy back memberikan cumulative abnormal return positif di

sekitar tanggal pengumuman bagi investor.

Hipotesis tersebut diformulasikan sebagai berikut:

H0 : ACAR(t1,t2) ≤ 0 H1 : ACAR(t1,t2) > 0

Dimana ACAR(t1,t2) adalah rata-rata cumulative abnormal return pada periode (t1,t2)

3. Abnormal return antara perusahaan yang melakukan buy back saham dengan nilai Tobin Q ≥ 1 akan berbeda dengan perusahaan yang melakukan buy back saham dengan nilai Tobin Q < 1

Hipotesis tersebut diformulasikan sebagai berikut:

H0 : AAR1 = AAR2 H1 : AAR1 ≠ AAR2

Dimana AAR1 adalah rata-rata abnormal return dengan nilai Tobin Q ≥ 1

AAR2 adalah rata-rata abnormal return dengan nilai Tobin Q < 1

4. Cumulative abnormal return antara perusahaan yang melakukan buy back saham dengan nilai Tobin Q ≥ 1 akan berbeda dengan perusahaan yang melakukan buy back saham dengan nilai Tobin Q < 1

Hipotesis tersebut diformulasikan sebagai berikut:

H0 : ACAR1 = ACAR2 H1 : ACAR1 ≠ ACAR2

Dimana ACAR1 adalah cumulative rata-rata abnormal return dengan nilai Tobin Q ≥ 1

ACAR2 adalah cumulative rata-rata abnormal return dengan nilai Tobin Q < 1

Gambar

Tabel 3.1 Daftar Perusahaan Yang Melakukan Buy Back Saham
Gambar 3.1 Skema Periode Event Study

Referensi

Dokumen terkait

Jika data dari kedua kelas normal tetapi tidak homogen, maka masih digunakan uji independent sampel t-test , akan tetapi untuk membaca hasil dari pengujiannya

Metode dan Prosedur Pengumpulan Data, Sumber Data, dan Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa harga saham harian, trading volume

Data keuangan lainnya yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya nilai CAR (Cummulative Abnormal Return), melihat pengaruh stock

Teknik analisa data yang digunakan untuk menganalisa hubungan variabel makroekonomi dengan indeks harga saham sektor properti adalah dengan metode Vector Error Correction Model

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa daftar perusahaan sampel yang melakukan merjer dan akuisisi selama periode penelitian, tanggal

Pengumpulan data untuk penelitian ini difokuskan pada harga saham penutupan mingguan untuk masing-masing saham yang masuk menjadi sampel yaitu saham-saham pada

Pada penelitian ini, penilaian sebaran data dilakukan secara analitik dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk karena sampel yang digunakan kurang dari 50. Jika hasil

3.4 Tahapan dan Prosedur Penelitian Dalam tugas akhir ini penyusun membuat analisa penjadwalan proyek untuk pekerjaan Arsitektur dan MEP, data yang digunakan pada proyek Pekerjaan