Krisis Listrik Gerus Daya Saing Usaha
Oleh Sulaeman Rahman
Dunia usaha saat ini sedang mendapatkan masalah yang cukup sulit yaitu adanya
krisis listrik. Bagi dunia usaha listrik merupakan kebutuhan utama untuk operasional
perusahaan, sangat sulit bagi perusahaan hidup tanpa listrik, semua peralatan
membutuhkan sumber energi listrik.
Berkaitan dengan daya saing maka listrik sangat berpengaruh sangat signifikan.
Bila merujuk pada para ahli strategi perusahaan seperti yang dikemukan oleh Michael R.
Porter jika perusahaan ingin meningkatkan usahanya dalam persaingan yang semakin
ketat, perusahaan harus memilih salah satu strategi yaitu strategi diferensiasi , startegi
kepemimpinan biaya menyeluruh dan strategi fokus. Bila yang dipilih adalah strategi
pada strategi kepemimpinan biaya menyeluruh berarti perusahaan harus
memperhitungkan pesaing agar harga jual produk dan jasa lebih murah, sehingga biaya
produksi dapat ditekan. Salah satu faktor biaya produksi adalah biaya energi atau listrik.
Bagaimana agar perusahaan atau dunia usaha bisa mengoptimalkan biaya produksi
dengan hasil produk atau jasa yang diinginkan oleh para pelanggangnya.
Bila dikaitkan dengan kebutuhan secara makro maka listrik juga menjadi faktor
penentu keberhasilan pemerintah dalam menarik investor, krisis listrik Indonesia
merupakan hambatan terbesar bagi dunia usaha untuk meningkatkan daya saingnya
sehingga menurunkan minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Hal ini bisa dirasakan oleh para pengusaha seperti yang disampaikan oleh Ketua
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bidang Energi Erwin Aksa CEO Bosowa
Corporation, menilai bahwa problem listrik akan terus berlarut-larut bila pemerintah
tidak segera mengupayakan solusi yang komprehensif. Sehingga Pemerintah harus tegas
mengevaluasi berbagai komitmen pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar
batubara yang tidak jalan. Proyek ini sangat penting bagi daya saing negeri ini.
Selama ini, berbagai program pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar batubara
berdaya 10 ribu MW memang masih terkatung-katung. Oleh karena itu proses