REGULASI
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 6)
Pergub Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Luar Biasa
Pasal 2, ayat (2)
Untuk menjamin kepastian hukum dalam pelaksananaan PPDB bagi Dinas, Cabang Dinas, Kepala Sekolah, Penyelenggaraan Pendidikan, Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Peserta Didik dalam pelaksanaan PPDB di Provinsi Kalimantan Utara.
PERATURAN MENTERI
TATA CARA PPDB
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARUPPDB dilaksanakan dengan
prinsip-prinsip :
Objektif
Transparan
Akuntabel
Pasal 3, ayat (1)1
Tanpa diskriminasi kecuali
sekolah yang dirancang
melayani peserta didik dari
kelompok gender atau
agama tertentu.
Pasal 3, ayat (2)
TATA CARA PPDB
PERSYARATAN CALON PESERTADIDIK BARU
Persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMA/SMK :
a. Berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; dan
b. Telah menyelesaikan kelas 9 (sembilan) SMP atau bentuk lain yang sederajat.
Pasal 4, ayat (1)
1
SMK dengan bidang keahlian, program keahlian, atau kompetensi keahlian tertentu dapat
menetapkan tambahan persyaratan khusus dalam penerimaan peserta didik baru kelas 10 (sepuluh)
Pasal 4, ayat (2)
Persyaratan usia dibuktikan dengan : a. Akta kelahiran
b. Surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah/kepala desa atau pejabat setempat lain yang berwenang sesuai dengan domisili calon peserta didik
Pasal 5, ayat (1)
Persyaratan usia dikecualikan untuk sekolah dengan kriteria : a. Menyelenggarakan pendidikan khusus
b. Menyelenggarakan pendidikan layanan khusus; dan c. Berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar
Pasal 5, ayat (2)
Persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal (4) ayat (1) huruf b harus dibuktikan dengan :
a. ijazah; atau
b. Dokumen lain yang menyatakan kelulusan
Pasal (6)
5 2
Calon peserta didik penyandang disabilitas
dikecualikan dari ketentuan persayaratan Pasal 4 dan Pasal 6
Pasal (9)
3
4
TATA CARA PPDB
JALUR PENDAFTARAN PPDBPPDB untuk SMA dilaksanakan melalui jalur pendaftaran PPDB
Pasal 10, ayat 1
1
Jalur pendaftaran PPDB meliputi: a. Zonasi;
b. Afirmasi;
c. Perpindahan tugas orang tua/wali; dan/atau
d. Prestasi
Pasal 10, ayat (2)
2
1. Jalur zonasi, paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari daya tampung sekolah
2. Jalur afirmasi, paling sedikit 15% (lima belas persen) dari daya tampung
sekolah
3. Jalur perpindahan tugas orang tua/wali, paling banyak 5% (lima persen) dari daya tamping sekolah 4. Jika terdapat sisa kuota dari jalur
pendaftaran ayat (1) sampai dengan ayat (3), maka dapat dibuka jalur prestasi
Pasal (11)
TATA CARA PPDB
JALUR PENDAFTARAN PPDBKetentuan mengenai jalur pendaftaran PPDB dikecualikan untuk sekolah: a. SMK
b. Satuan pendidikan kerja sama c. Sekolah Indonesia luar negeri
d. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus (SLB) e. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan layanan khusus f. Sekolah berasrama
g. Sekolah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar
h. Sekolah di daerah yang jumlah penduduk usia sekolah tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam 1 (satu) rombongan belajar
TATA CARA PPDB
JALUR PENDAFTARAN PPDBPengecualian ketentuan jalur pendaftaran PPDB bagi SMK, satuan pendidikan tersebut diwajibkan mengalokasikan minimal 30% dari daya tampung pada masing-masing kompetensi keahlian, yang diperuntukan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu
Pasal 12, ayat (2)
SMK
Pengecualian ketentuan jalur pendaftaran PPDB bagi Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus (SLB), Kepala sekolah dapat menetapkan persyaratan dan tata cara penerimaan peserta didik baru setelah berkonsultasi dengan Dinas
Pasal 12,Ayat (3)
SEKOLAH PENYELENGGARA PENDIDIKAN KHUSUS
TATA CARA PPDB
JALUR PENDAFTARAN PPDBPengecualian ketentuan jalur pendaftaran PPDB bagi Sekolah di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dan Sekolah yang jumlah penduduk usia sekolah tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah dalam 1 (satu) Rombongan Belajar ditetapkan dan diatur bersama Dinas, Cabang Dinas dan MKKS, sesuai kondisi di wilayah tersebut.
Pasal 12, ayat (4)
SEKOLAH DAERAH 3T DAN SEKOLAH DENGAN JUMLAH PENDUDUK USIA SEKOLAH TIDAK MEMENUHI KETENTUAN
Daftar Sekolah di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) ) dan Sekolah dengan jumlah penduduk usia sekolah tidak memenuhi ketentuan jumlah dalam (1) Rombongan Belajar, ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.
Pasal 12, ayat (5)
SEKOLAH DAERAH 3T DAN SEKOLAH DENGAN JUMLAH PENDUDUK USIA SEKOLAH TIDAK MEMENUHI KETENTUAN
TATA CARA PPDB
JALUR PENDAFTARAN PPDBSekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang mendapat bantuan dana
operasional dari pemerintah, dapat dilibatkan dalam pelaksanaan PPDB.
Pasal 13, ayat (1)
Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat diwajibkan mengalokasikan minimal
15% (lima belas persen) dari jumlah peserta didik baru yang diterima, yang
diperuntukan bagi peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu,
yang dibuktikan dengan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan
keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.
Pasal 13, ayat (2)
JALUR PENDAFTARAN PPDB
Jalur Zonasi
Jalur Afirmasi
Jalur Perpindahan Tugas
Orang Tua
Jalur Prestasi
1 2 3 4Pasal 14
1. PPDB melalui jalur zonasi diperuntukan bagi calon peserta didik baru yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan Pemerintah Daerah. 2. Domisili calon peserta didik berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang
diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat, paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.
3. Dalam hal kartu keluarga tidak dimiliki oleh calon peserta didik karena keadaan tertentu, maka dapat diganti dengan surat keterangan domisili.
4. Keadaan tertentu meliputi : a. Bencana alam; dan/atau b. Bencana sosial
TATA CARA PPDB
LANJUTAN NO. 1Jalur Zonasi
1 1Pasal 15
1. Surat domisili sebagaimana diterbitkan oleh ketua rukun tetangga atau ketua rukun warga yang dilegalisir oleh lurah/kepala desa atau pejabat setempat lain yang berwenang.
2. Surat keterangan domisili memuat keterangan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya surat keterangan domisili.
3. Sekolah memprioritaskan peserta didik yang memiliki kartu keluarga atau surat keterangan domisili dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota yang sama dengan sekolah asal.
Pasal 16
1. Calon peserta didik hanya memilih 1 (satu) jalur pendaftaran PPDB dalam 1 (satu) wilayah zonasi.
2. Selain melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi sesuai dengan domisili, calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran PPDB melalui Jalur afirmasi atau Jalur prestasi di luar wilayah zonasi domisili peserta didik sepanjang memenuhi persyaratan.
TATA CARA PPDB
Jalur Zonasi
1
Pasal 17
1. Penetapan wilayah zonasi dilakukan dengan prinsip mendekatkan domisili peserta didik dengan sekolah
2. Penetapan wilayah zonasi dilakukan dengan memperhatikan : a. Sebaran sekolah;
b. Data sebaran domisili calon peserta didik; dan
c. Kapasitas daya tampung sekolah yang disesuaikan dengan ketersediaan jumlah calon peserta didik di daerah tersebut.
3. Penetapan wilayah zonasi diumumkan paling lama 1 (satu) bulan sebelum pengumuman secara terbuka pendaftaran PPDB.
4. Wilayah zonasi ditetapkan dengan Keputusan Gubernur
TATA CARA PPDB
Jalur Zonasi
Jalur Afirmasi
Pasal 18
1. PPDB melalui jalur afirmasi diperuntukan bagi calon peserta didik baru: a. Berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu; dan
b. Penyandang disabilitas
2. Penyandang disabilitas terdiri dari: a. Tuna wicara;
b. Tuna rungu; dan c. Tuna daksa
3. Penyandang disabilitas untuk calon peserta didik yang memiliki ketunaan ganda.
4. Peserta didik yang melalui jalur afirmasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi sekolah yang bersangkutan. 5. Dalam hal calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur afirmasi
melampaui jumlah kuota jalur afirmasi yang ditetapkan, maka penentuan peserta didik dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.
TATA CARA PPDB
2
Jalur Afirmasi
Pasal 19
1. Calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu wajib menyertakan:
a. Bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu yakni berupa Program Keluarga Harapan (PKH)/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP); dan
b. Surat Pernyataan dari orang tua/wali peserta didik yang menyatakan bersedia diproses secara hukum jika terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu.
2. Calon peserta didik baru penyandang disabilitas wajib menyertakan:
a. Surat keterangan dari dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok untuk tuna wicara dan tuna rungu;
b. Surat keterangan dari dokter spesialis ortopedi dan surat keternagan dari psikolog yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak ada hambatan intelegensi;
c. Surat pernyataan dari orang tua/wali peserta didik yang menyatakan bersedia diproses secara hokum jika terbukti memalsukan surat keterangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b.
TATA CARA PPDB
2
Jalur Afirmasi
Pasal 19
3. Dalam hal terdapat dugaan pemalsuan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, Sekolah bersama Dinas, Cabang Dinas, dan Dinas Sosial Kabupaten/Kota setempat, wajib melakukan verifikasi data dan lapangan serta menindaklanjuti hasil verifikasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
3. Pemalsuan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
TATA CARA PPDB
Jalur Perpindahan
Tugas Orang Tua/Wali
Pasal 20
1. Perpindahan tugas orang tua/wali dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan orang tua/wali ke dalam wilayah Provinsi Kalimantan Utara paling lama 3 (tiga) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB. 2. Calon peserta didik baru mendaftar melalui jalur perpindahan tugas orang tua/wali
diutamakan yang mengikuti perpindahan tugas orang tua.
3. Untuk calon peserta didik baru yang mengikuti perpindahan tugas wali, yang bersangkutan harus memiliki hubungan keluarga dengan wali dan terdaftar dalam kartu keluarga yang sama.
4. Dalam hal terdapat sisa kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali, maka sisa kuota dapat dialokasikan untuk calon peserta didik pada sekolah tempat orang tua/wali mengajar. 5. Sisa kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali diutamakan bagi calon peserta didik baru
di tempat orang tua yang bersangkutan mengajar.
6. Jika sisa perpindahan tugas orang tua/wali dialokasikan untuk wali, maka calon peserta didik baru harus memiliki hubungan keluarga dengan wali dan terdaftar dalam kartu keluarga yang sama
7. Penentuan peserta didik dalam jalur perpindahan tugas orang tua/wali diprioritaskan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.
TATA CARA PPDB
Jalur Prestasi
Pasal 21
1. PPDB melalui jalur prestasi ditentukan berdasarkan :
a. Rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik dari sekolah asal; dan/atau
b. Prestasi dibidang akademik maupun non-akademik.
2. Rapor menggunakan nilai rapor pada 5 (lima) semester terakhir
3. Bukti atas prestasi diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.
4. Pemalsuan bukti atas prestasi akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
5. Pedoman penilaian bobot prestasi tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini.
TATA CARA PPDB
TAHAP PELAKSANAAN PPDB
TATA CARA PPDB
(1) Dalam rangka penyelenggaraan PPDB, Gubernur membentuk Panitia
Penyelenggara PPDB Tingkat Provinsi Kalimantan Utara.
(2) Kepala Sekolah membentuk Panitia Penyelenggara PPDB pada tingkat
Satuan Pendidikan dan melaporkan secara tertulis kepada Dinas.
TAHAP PELAKSANAAN PPDB
TATA CARA PPDB
a
b
c
d
e
Pengumuman pendaftaran PendaftaranSeleksi sesuai jalur pendaftaran
Pengumuman penetapan peserta didik baru
Pendafataran Ulang
TAHAP PELAKSANAAN PPDB
TATA CARA PPDB
1. Dalam tahap pelaksanaan PPDB:
A.
Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang telah menerima bantuan
operasional sekolah dilarang memungut biaya; dan
B.
Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dilarang :
1. Melakukan
pungutan
dan/atau
sumbangan
yang
terkait
dengan
pelaksanaan PPDB maupun perpindahan peserta didik; dan
2. Melakukan pungutan untuk membeli seragam atau buku tertentu yang
dikaitkan dengan PPDB.
2. Pelanggaran ketentuan larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) akan dikenai
sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
PENGUMUMAN PENDAFTARAN
TATA CARA PPDB
Pasal 25
2.
Pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru dilakukan untuk:
b.
Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah; dan
c.
Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menerima dana bantuan
operasional sekolah.
3.
Pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru dilaksanakan paling
lambat minggu pertama bulan Mei.
7.
Jalur pendaftaran yang terdiri dari jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas
orang tua/wali, dan/atau jalur prestasi serta jumlah daya tampung yang tersedia
untuk SMA dan SMK Negeri serta SMA/SMK swasta ditetapkan dengan keputusan
Gubernur.
PENDAFTARAN
TATA CARA PPDB
Pasal 26
1. Pendaftaran PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme
dalam jaringan (daring).
4.
.
Dalam hal tidak tersedia fasilitas jaringan, maka PPDB dilaksanakan
melalui mekanisme luar jaringan (luring)
SELEKSI SESUAI JALUR PENDAFTARAN
TATA CARA PPDB
1. Seleksi calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMA, dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam wilayah zonasi yang ditetapkan.
2. Jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sama, maka seleksi untuk pemenuhan kuota/daya tampung tearkhir menggunakan usia peserta didik yang lebih tua berdasarkan akta kelahiran atau surat keterangan lahir.
Pasal 27
Dalam hal daya tampung untuk jalur afirmasi atau jalur perpindahan tugas orang tua/wali tidak mencukupi, maka seleksi dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ke Sekolah.
Pasal 28
JALUR ZONASI
JALUR AFIRMASI
LANJUTAN
Dalam hal daya tampung untuk jalur prestasi tidak mencukupi, maka seleksi dilakukan dengan penentuan pemeringkatan nilai prestasi.
Pasal 29
SELEKSI SESUAI JALUR PENDAFTARAN
TATA CARA PPDB
1. Seleksi calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMK tidak menggunakan jalur
pendaftaran PPDB.
2. Seleksi calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMK dengan mempertimbangkan:
a. rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik
dari sekolah asal;
b. prestasi di bidang akademik maupun non-akademik dan/atau
c. hasil tes bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih;
3. Rapor menggunakan nilai rapor pada 5 (lima) semester terakhir.
4. Seleksi calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMK harus memprioritaskan calon
peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan/atau penyandang
disabilitas paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari daya tampung sekolah.
Pasal 30 Pasal 30
SELEKSI CALON PESERTA DIDIK SMK
5. Selain seleksi calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (4), SMK dapat memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili terdekat dengan sekolah paling banyak 10% (sepuluh persen) dari daya tampung sekolah.
6. Dalam hal nilai seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) sama, sekolah memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili pada wilayah kecamatan/kelurahan/desa yang sama dengan SMK yang bersangkutan.
7. Pedoman penilaian bobot seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur.
Pasal 30
SELEKSI CALON PESERTA DIDIK SMK
SELEKSI SESUAI JALUR PENDAFTARAN
TATA CARA PPDB
1. Jika berdasarkan hasil seleksi PPDB, masih terdapat calon peserta didik yang
belum
tertampung
berdasarkan
pilihannya,
maka
Dinas
berkewajiban
menindaklanjutinya.
5. Dalam pelaksanaan PPDB, Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah
tidak boleh :
a. Menambah jumlah Rombongan Belajar, jika Rimbongan Belajar yang ada
telah memenuhi atau melebihi ketentuan Rombongan Belajar dalam standar
nasional pendidikan dan Sekolah tidak memiliki lahan; dan/atau
b. Menambah ruang kelas baru.
PENGUMUMAN PENETAPAN PESERTA DIDIK BARU
TATA CARA PPDB
1. Pengumuman penetapan peserta didik baru dilakukan sesuai dengan jalur pendaftaran
dalam PPDB.
2. Penetapan peserta didik baru dilakukan berdasarkan hasil rapat dewan guru yang
dipimpin oleh Kepala Sekolah dan ditetapkan melalui keputusan Kepala Sekolah.
3. Dalam hal Kepala Sekolah belum definitif, maka penetapan peserta didik baru dilakukan
oleh Kepala Cabang Dinas sesuai dengan wilayah kerjanya masing-masing, kecuali Sekolah
yang berada di wilayah Kabupaten Bulungan dilakukan oleh Sekretaris Dinas.
4. Khusus untuk SMK, dalam tahap pelaksanaan PPDB, jika memungkinkan dapat melakukan
proses seleksi khusus yang dilakukan sebelum pengumuman penetapan peserta didik
baru.
DAFTAR ULANG
TATA CARA PPDB
1. Daftar ulang dilakukan oleh calon peserta didik baru yang telah diterima di
sekolah.
2. Daftar ulang untuk memastikan statusnya sebagai peserta didik pada sekolah
yang bersangkutan dengan menunjukkan dokumen asli yang dibutuhkan sesuai
dengan persyaratan.
PENDATAAN ULANG DAN PEMUTAKHIRAN DATA
1.
Sekolah melakukan pendataan ulang dilakukan untuk memastikan
status peserta didik lama pada Sekolah bersangkutan.
2.
Pendataan ulang tidak boleh memungut biaya.
Sekolah melakukan pengisian dan pemutakhiran data peserta didik dan
rombongan belajar dalam Dapodik secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali
dalam 1 (satu) semester.
Pasal 34
PERPINDAHAN PESERTA DIDIK
Perpindahan peserta didik antar sekolah dalam satu daerah kabupaten/kota, antar kabupaten/kota
dalam wilayah Provinsi atau dari luar Provinsi Kalimantan Utara dilaksanakan atas dasar
persetujuan Kepala Sekolah asal dan Kepala Sekolah yang dituju
1
Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik, maka sekolah yang bersangkutan wajib
memperbarui Dapodik
2
Perpindahan peserta didik wajib memenuhi ketentuan persyaratan PPDB
dan/atau sistem zonasi yang diatur dalam Peraturan Gubernur.
3
PERPINDAHAN PESERTA DIDIK
1.
Peserta didik jalur pendidikan nonformal atau informal dapat diterima di SMA
atau SMK tidak pada awal kelas 10 (sepuluh) setelah:
a.
memiliki ijazah kesetaraan program Paket B; dan
b.
lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh SMA atau
SMK yang bersangkutan.
2.
Dalam
hal
terdapat
perpindahan
peserta
didik
dari
jalur
pendidikan
nonformal/informal ke sekolah, maka sekolah yang bersangkutan wajib
memperbaharui Dapodik.
PENGADUAN
1. Untuk menanggapi dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat dalam
penyelenggaraan PPDB , dibentuk Tim penanganan pengaduan PPDB di tingkat:
a. Provinsi;
b. Satuan Pendidikan.
2. Tim penanganan pengaduan PPDB di tingkat provinsi, dibentuk dan ditetapkan dengan
Keputusan Gubernur.
3. Tim penanganan pengaduan PPDB di tingkat satuan pendidikan dibentuk dan
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Sekolah.
4. Masyarakat dapat mengawasi dan melaporkan pelanggaran dalam pelaksanaan PPDB
melalui laman
http://ult.kemdikbud.go.id
PEMANTAUAN, MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN
1.
Pemantauan pelaksanaan PPDB SMA, SMK dan SLB dilakukan pada waktu pelaksanaan
PPDB oleh Dinas
2.
Hasil pemantauan pelaksanaan PPDB dilaporkan kepada Kepala Dinas.
Pasal 40
1.
Monitoring PPDB pada jenjang SMA, SMK dan SLB dilakukan pada waktu setelah
pelaksanaan PPDB oleh Dinas.
2.
Hasil monitoring pelaksanaan PPDB akan dilakukan evaluasi .
Pasal 41
Evaluasi pelaksanaan PPDB pada jenjang SMA, SMK dan SLB dilakukan oleh
Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas untuk menganalisis data instrumen hasil
monitoring pelaksanaan PPDB .
PEMANTAUAN, MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN
1. Pelaporan pelaksanaan monitoring dan evaluasi PPDB pada jenjang SMA, SMK dan SLB
dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas untuk membuat laporan hasil
analisis data instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPDB .
2. Laporan hasil analisis monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPDB akan diserahkan oleh
Tim Monitoring dan Evaluasi kepada Kepala Dinas dengan Sistematika Laporan paling
lama 30 (tiga puluh) hari setelah selesainya monitoring dan evaluasi.
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Dalam pelaksanaan peraturan
Gubernur ini, Gubernur melalui
Dinas melakukan pembinaan
dan pengawasan kepada
sekolah yang diselenggarakan
oleh Pemerintah Daerah dan
masyarakat di wilayahnya.
Pelanggaran
terhadap
Peraturan
Gubernur ini dikenai sanksi sesuai
dengan
ketentuan
peraturan
perundang-undangan.
Kepala Sekolah wajib menyusun
petunjuk teknis pelaksanaan
PPDB dengan berpedoman pada
Peraturan Gubernur ini
.Pasal 46
Pasal 47