i
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PUSAT PERNIKAHAN DI SURABAYA
Untuk memenuhi per syaratan dalam menyelesaikan
Tugas Akhir Strata 1
Diajukan oleh :
RAGUAN BINTI AGIL
0851010072
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
J AWA TIMUR
2012
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
ii
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PUSAT PERNIKAHAN DI SURABAYA
Disusn Oleh :
RAGUAN BINTI AGIL
0851010072
Telah Dipertahankan DiDepan Tim Penguji
Pada Tanggal : 17 September 2012
Tugas Akhir telah diterima sebagai salah satu persyaratan Untuk memperolah gelar Sarjana Teknik (S-1)
Tanggal: 17 September 2012
Dekan Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan
Ir.Naniek Ratni Jar,M.Kes. NIP. 19590729 198603 2 001 Pembimbing II :
Heru Subiyantoro, ST, MT. NPTY. 3 7102 9600 611
Pembimbing I :
Ir. Muchlisiniyati Safeyah, MT NPTY. 3 670 6940 0341
Penguji II:
Ir.Erwin Djuni Winarto.MT NPT. 3 6506 99 01066 1
Penguji I:
Dr.Ir. Pancawati Dewi.MT NPT. 3 6750 94 00331
Penguji III:
Lily Syahrial.ST.MT NIP. 19550908 199103 1 00 1
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
iii
PUSAT PERNIKAHAN DI SURABAYA
Raguan Binti Agil 0851010072
ABSTRAK
Penggunaan gedung pernikahan semakin di minati oleh masyarakat Surabaya saat ini, dengan bertambahnya jumlah pemakai dan kenginginan konsumen yang tidak mau di persulit dengan berbagai aktivitas pernikahan membuat konsumen lebih memilih kegitan pernikahan di gedung saja. Namun gedung pernikahan di Surabaya masih sebatas gedung serbaguna dimana berdasarkan fungsinya belum menunjukkan kegiatan pernikahan. Sehingga Pusat pernikahan ini akan menjadi suatu icon baru di Surabaya dimana letaknya berada di kawasan laguna tepat sisi timur pantai laguna. Pencapaiin menuju laguna pun dipermudah dengan adanya jalan dari bandara internasional Juanda sampai dengan Suramadu.
Pusat Pernikahan memiliki tema Entertaiment wedding yang kegiatannya bersifat menghibur, menjamu para tamu undangan dan mempelai, dengan memberikan suatu inovatif pada pernikahan yang indorrnya elegant dan outdoornya bermacam-macam style. Metode pendekatan rancangan Tangible Metaphors dimana dapat dirasakan dari suatu karakter visual dan material. Bentuk bunga mawar yang dipilih dalam bentuk bangunan ballroom karena bunga mawar merupakan ornament dekorasi yang sering dipakai dalam acara pernikahan.
Pusat Pernikahan di Surabaya ingin memberikan suatu fasilitas yang lengkap dimana gedung pernikahan menyediakan fasilitas prewedding, wedding, pascawedding. Dalam perancangan Pusat Pernikahan ini ke megahan menjadi tolak ukur yang akan disajikan pada setiap gedungnya, dari gedung yang mewadahi pernikahan secara agama hingg gedung ballroom yang mewadahi acara resepsi. Ruang luar yang memiliki berbagia macam style juga menunjukkan kesan megah dimana ornamen dekorasinya membuat pengunjung merasakankemegahan itu.
Kata Kunci : Minat, Lengkap, Megah
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
iv
KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah selalu kami panjatkan kepada ALLAH SWT, atas karunia dan kuasaNya sehingga penyusunan Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Pusat Pernikahan di Sur abaya” ini dapat terselesaikan dengan baik, guna memenuhi sebgaian persyaratan dalam memperoleh Gelar Sarjana Teknik (S-1) Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur di Surabaya.
Penulis menyadari bahwa penulisan Laporan Tugas Akhir ini juga tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan berbagai pihak. Bersama ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya dalam menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini.
2. ROSUL SAW yang dengan salawat kepadanya membuat segala bentuk kesulitan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini menjadi lebih mudah.
3. Kedua Orang Tua saya mama dan abi yang selalu memberikan dukungan, semangat serta doa merekalah yang sangat membantu saya dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik.
4. Ibu Ir. Naniek Ratni JAR, M kes, selaku dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Pembangunan Nasional “veteran” Jawa Timur.
5. Ibu Dr. Ir. Pancawati Dewi, MT selaku Ketua Jurusan Teknik Arsitektur fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
v
6. Ibu Ir. Muchlisiniyati Safeyah, MT selaku Dosen Pembimbing I yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan bimbingannya di dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
7. Bapak Heru Subiantoro, ST,MT. selaku Dosen Pembimbing II yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan bimbingannya di dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
8. Ibu Ir. Ami Afrianti .MT selaku dosen wali saya
9. Ibu Dyan Agustin, ST.MT selaku coordinator LAB Tugas Akhir.
10.Ibu Dr. Ir. Pancawati Dewi, MT, Bapak Ir. Erwin Djuni Winarto. MT, Bapak Lily Syahria, ST, MT. sebagai penguji pada Tugas Akhir.
11.Buat ke tiga sodara perempuan saya Wanda, Ria, Rania serta ke dua kakak ipar saya kak Saleh, Kak Zakiq yang telah mendukung saya sampai saya jadi ARSITEK.
12.Mi Corozan yang juga sudah membantu dan menyemangati saya dari awal sampai Tugas Akhir ini “Muhammad Saughi” trimakasih ^ ^.
13.Sahabat geng cinta Kiki, Aci, Indah, Vitri, Rama, Tama yang sudah menyemangati dan selalu membantu saya dalam bentuk apapun …makasih teman-teman kuu
14.Sahabat terbaik saya dari jaman dulu Adit dan Andi. Ayoo cepet lulus juga
15.Teman-teman Arsitektur 2008 Ekak, Ravles,Dul, Kur, Umar, Seragen, Syahvitri, Lili dan yang lainnya, terimakasih buat dukungan dan perjuangannya sampai di Tugas Akhir.
16.Mas- Mbak 05 Mas Yudha, Mas Andirian, Mas Icun, kak Alan, Mas Negro yang sudah membantu dan menemani di Ruang TA, serta 05 lainnya.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
vi
17.Baut angkatan 06, 07, 09, 10 trimakasih banyak segala bentuk bantuannya.
18.Teman- teman yang selalu ada di hima dari jurusan Arsitek, DKV, Sipil, Lingkungan dan tak lupa Papi dan Mami kantin.
19.Pihak- pihak lain yang telah memberikan bantuan, penghargaan dan dukungannya.
Dalam kesempatan ini penulis juga memohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan maupun keselahan dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu, penulis membuka diri untuk menerima kritik dan saran guna adanya perbaikan yang berarti agar hasil yanng tercapai dapat lebih baik lagi.
Akhir kata, semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
Surabaya, Desember 2012
Penulis
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
vii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
ABSTRAKSI ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR PUSTAKA ... x
LAMPIRAN ... x
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1. 1. Latar Belakang Perancangan... 1
1. 2. Tujuan dan Sasaran ... . 4
1. 3. Batasan dan Asumsi ... 5
1. 4. Tahapan Perancangan ... 5
1. 5. Sistematika Laporan ... 6
BAB II. TINJAUAN OBYEK PERENCANAAN ... 8
2. 1. Tinjauan Umum Perancangan ... 8
2. 1. 1. Pengertian Judul ... 8
2. 1. 2. Studi Literatur ... 9
2. 1. 3. Studi Kasus ... 19
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
viii
2. 1. 4. Analisa Hasil Studi ... 26
2. 2. Tinjauan Khusus Perancangan ... 27
2. 2. 1. Penekanan Perancangan ... 27
2. 2. 2. Lingkup Pelayanan ... 28
2. 2. 3. Aktivitas Kebutuhan Ruang ... 30
2.2.4. Perhitungan Luasan Ruang... ... 33
2.2.5. Program Ruang... ... 39
BAB III. TINJAUAN LOKASI PERENCANAAN ... 41
3. 1. Latar Belakang Pemilihan Lokasi ... 41
3. 2. Penetapan Lokasi ... 42
3.3 Kondisi Fisik Lokasi ... 44
3.3.1. Existing Site ... 44
3.3.2. Aksebilitas... 45
3.3.3. Potensi Lingkungan ... 46
3.3.4. Infrastruktur Kota ... 48
3.3.5. Peraturan Bangunan Setempat ... 47
BAB IV.Analisa Perancangan ... 49
4. 1. Analisa Site ... 49
4. 1. 1. Analisa Aksebilitas ... 49
4. 1. 2. Analisa Iklim ... 51
4. 1. 3Analisa Lingkungan sekitar ... 52
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
ix
4. 1. 4. Analisa Zoning ... 54
4. 2. Analisa Ruang ... 55
4. 2. 1. Organisasi Ruang ... 55
4. 2. 2. . Hubungan Ruang Dan Sirkulasi ... 55
4. 2. 2.1 Hubungan Ruang ... 55
4. 2. 2.2 Sirkulasi ... 56
4.2.3. Diagram Abstrak ... ... 57
4. 3. Analisa Bentuk Dan Tampilan ... 58
4. 3. 1. Analisa Bentuk Massa Bangunan ... 58
4. 3. 2. Analisa Tampilan ... 58
BAB V.Konsep Rancangan ... 59
5. 1. Tema Rancangan ... 59
5. 1. 1. Pendekatan ... 59
4. 1. 2. Penentuan Tema Rancangan ... 60
5. 2. Konsep rancangan ... 60
5. 2. 1 Konsep Bentuk Massa Bangunan ... 60
5. 2. 2. Konsep Tampilan ... 61
5. 2. 3.Konsep Ruang Luar ... 61
5. 2. 4. Konsep Ruang Dalam ... 61
5. 2. 5. Konsep Struktural Dan Material ... 62
5. 2.6. Konsep Utilitas ... 62
5. 2.6. 1. Konsep Penyajian Air bersih ... 62
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
x
5. 2. 6. 2.Konsep Pembuangan Air Kotor dan Kotoran ... 63
5. 2.6.3. Konsep Pembuangan Air Hujan ... 63
5. 2.6.4. Konsep Pembuangan Sampah Atau Limbah ... 64
5. 2.7. Konsep Mekanikal Elektrikal ... 64
5. 2.7.1. Konsep Penghawaan ... 64
5. 2.7.2. Konsep Pencahayaan ... 64
5. 2.7.3. Konsep Pencegah Bahaya Kebakaran ... 65
5. 2.7.4. Konsep Jaringan Listrik ... 65
5. 2.7.5. Konsep Instalasi Penakal Petir ... 65
5. 2.7.6. Konsep Jaringan Telekomunikasi dan PABX ... 66
5. 2.7.7. Konsep Akustik ... 66
BAB VI. Aplikasi Rancangan ... 67
6. 1. Aplikasi Tapak ... 67
6 1. 1. Aplikasi zonning... 67
6. 1. 2. Aplikasi Tatanan Massa ... 68
6. 1.3. Aplikasi Orientasi bangunan ... 68
6. 1. 4. Aplikasi Enterence... 69
6 1. 5. Aplikasi Lingkungan dan Utilitas... 70
6. 2. Aplikasi Bentuk dan Tampilan ... 71
6. 1. 1. Aplikasi Bentuk ... 71
6.2. 2. Aplikasi Tampilan ... 72
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xi
6. 2. 3. Aplikasi Ruang Dalam dan Ruang Luar ... 72
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Tahapan Perancangan... ... 6
Gambar 2.1 Urutan Pernikahan Secara Islam... .. 9
Gambar 2.2 Akad Nikah Secara Islam... ... 10
Gambar 2.3 Urutan Pernikahan Secara kristen... 10
Gambar 2.4 Pemberkatan Gereja... ... 10
Gambar 2.5 Prosesi Agama Hindu... ... 11
Gambar 2.6 Acara Wiwiha... ... 11
Gambar 2.7 Proses Pernikahan Adat Jawa... ... 13
Gambar 2.8 Proses Pernikahan Adat Cina... ... 15
Gambar 2.9 Proses Pernikahan Adat Arab... ... 17
Gambar 2.10 Proses Pernikahan Adat Barat... ... 18
Gambar 2.11 Gedung Bumimoro Saat Acara... .. 19
Gambar 2.12 Struktur Organisasi Graha Samudra Bumimoro... 19
Gambar 2.13 Gubahan Bentuk Graha Samudra Bumimoro... ... 20
Gambar 2.14 Fasade Graha Samudra Bumimoro... ... 20
Gambar 2.15 Pintu Utama Gedung... ... 21
Gambar 2.16 Jendela Gedung... ... 21
Gambar 2.17 Atap Gedung Resepsi... ... 22
Gambar 2.18 Kolom Interior... ... 22
Gambar 2. 9 .1 Atap Joglo... ... 23
Gambar 2.2.10 Struktur organisasi Nikko... ... 23
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xiii
Gambar 2.22 Fasade Nikko Weddding Pavilion... 24
Gambar 2.23 Gubahan Bentuk... ... 24
Gambar 2.24 Fasade Nikko Wedding Paviliun... 25
Gambar 2.25 Interior... ... 25
Gambar 3.1 Analisa Akses Gedung... ... 45
Gambar 3.2 Open Gate Laguna... ... 47
Gambar 3.3 Mall Laguna ... ... 47
Gambar 3.4 Apartement Laguna ... ... 47
Gambar 4.1 Analisa Aksebilitas Tapak... ... 49
Gambar 4.2 Analisa ME... 50
Gambar 4.3 Analisa Orientasi Matahari... ... 51
Gambar 4.4 Analisa Arah Mata Angin Dan Drainase... 52
Gambar 4.5 Analisa Kebisingan ... ... 53
Gambar 4.6 Analisa View Keluar... ... 53
Gambar 4.7 Analisa View Kedalam... ... 54
Gambar 4.8 Analisa Zoning ... ... 54
Gambar 4.9 Organisasi Ruang ... ... ... 55
Gambar 4.10 Sirkulasi Pengunjung Galeri... ... 56
Gambar 4.11 Sirkulasi Pengantin Dan Tamu... .. 56
Gambar 4.12 Sirkulasi Kaaryawan ... ... 57
Gambar 4.13 Diagram Abstrak... ... 57
Gambar 4.14The Diamond Sanur... ... 58
Gambar 4.15 Tirta Chapel... ... 58
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xiv
Gambar 5.1 BentukMassa Ballroom... ... 61
Gambar 5.2 Struktur Atap... ... 62
Gambar 5.3 Sistem Pembuangan... ... 63
Gambar 5.4 Skema Pembuangan ... ... 63
Gambar 5.5Pencahayaan Alami ... ... 64
Gambar 5.4 Pencahayaan Alami ... ... 63
Gambar 6.1Aplikasi Zonning... ... 67
Gambar 6.2 Tatana Massa... ... 68
Gambar 6.3 Orientasi Massa Bangunan... ... 68
Gambar 6.4 Enterance Pusat Pernikahan... ... 69
Gambar 6.5 Penataan Lingkungan dan Utilitas... . 70
Gambar 6.6 Bentuk dan Massa Bangunan... ... 71
Gambar 6.7 Tampilan Struktur... ... 71
Gambar 6.8 Tampilan Massa Bangunan... ... 72
Gambar 6.9 Ruang Dalam dan Ruang Luar... ... 72
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1
Daftar Kapasitas Tamu Undangan Gedung Resepsi Surabaya... 2Tabel 2.1 Analisa Studi... 26
Tabel 2.2 Studi Kelayakan Honneymoon...29
Tabel 2.3 Aktifitas Ruang... 30
Table 2.4 Perhitungan Luas Ruangan……….. 34
Table 2.5 Program Ruang……….……….. 39
Tabel 3.1 Aspek Lokasu... 42
Tabel 4.1 Kriteria Aksebilitas... 50
Table 4.2 Hubungan Ruang………….……….. 55
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xvii
LAMPIRAN
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xviii
BERITA ACARA UJ IAN LISAN
Nama Mahasiswa: Raguan Binti Agil Bin Agil
NPM : 0851010072
Jurusan : Teknik Arsitektur
Hari/ Tanggal : Selasa, 31 Juli 2012
Jam : 08.00- 10.00 WIB.
Tempat : LAB TA
Moderator : Heru Subiantoro, ST.MT.
Penguji I : Dr. Ir. Pancawati Dewi, MT.
Penguji II : Ir. Erwin Djuni W, MT.
Penguji III : Lily Syahrial, ST, MT.
Notulen : Rahmad Ramadhan
Ir. Erwin Djuni W, MT.
D: Ada berapa massa?
M: 6 massa
D : Bagaimana saling menghubungkan antar massa tersebut berhubungan dengan fungsi dan sistem sirkulasinya
M: Konsep memusat Pak
D: oke, lalu konsep penyebarannya bagaimana?
M: Mengedepankan view pantainya, oleh karna itu gedung penjualan diletakkan di sisi barat site
D: 2 kegiatan yang lain perlu mengedepankan view?(pemberkatan dan akad nikah)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xix
M: Memerlukan pak
D: Padahal prosesi pernikahan tidak memerlukan view-view apa yang terlihat
M: Masih bisa terlihat pak
D: Ruang luar digunakan untuk apa?
M: Pesta kebun pak
D: Berapa kenaikan tanjakan?
M: 20 meter karna 15 o
D: jarak antar gedubng?
M: 40 meter pak
D: Berapa luas?
M: 5430m
D: Diameter ?
M: 74meter pak
D: daya tampung?
M: 3000 orang pak?
D:Jarak dari pintu masuk ke pelaminan?
M: kurang lebih 70m
D:Adakah gedung yg sepanjang ini/
M:Belum ada
D:Bahan apa?
M:ACP pak
D:Dalam bentuk lembaran atau bagaimana?
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xx
M:Lembaran
D:ACP itu ditempelkan saja atau bagaimana?
M :Melekat di joint pak
D:Sistem penghawaan?
M:Buatan
D:Konsep pendinginnya
M:ac central pak
D:Bagaimana untuk ruangan sisi timur?
M:dengan pintu-pintu yang terbuka
D: Distribusinya bagaimana
M:Menggunakan ducting pak
D: Konsep akustik?
M: Pada sisi timur untuk soun system
D:Pencahayaan bagaimana?
M:Buatan semua pak
D:Mengapa berbentuk bulat semua?
M:Karena dari konsep bunga mawar yang tidak bersudut tajam
Dr. Ir. Pancawati Dewi,MT.
D:Penulisan abstraksi, dalam laporan ada pernikahan adat tapi dalam aplikasinya?
M:Adanya pengiring yang disediakan jalannya
D:Padahal dalam adat jawa ada banyak prosesi, bagaimana apabila digunakan untuk adat jawa, sunda, atau lainnya?padahal dalam kenyataan banyak panggungnya yang fleksibel tergantung WO ny,kadang tamunya 1000orang bagaimana? Padahal banyak
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xxi
yang disewakan untuk 2 pesta ? seharusnya jangan dipaksakan bagaimananya seharusnya lebih fleksibel perhitungan luas ruangan ada?
M:Ada bu
D:Tatanan massa
M: Iya bu
D:Kenapa ballroom jadi pusatnya?
M:Kegiatannya bu
D: Tapi ka nada indoor dan outdoor?kan ada hirarkinya itu?
M: Ada prosesinya bu
D: Setelah pemberkatan kemana/ bagaiamana kalau ada jamnya beda?
M:Istirahat dulu di resort bu
D: Pada saat akad seharusnya khusyuka(privat) bagaimana dalam penataan zonningnya?
M: Pada saat akad lebih melihat pantai pada sisi utara sehingga khusyuknya bisa di rasakan dengan menikmati alam dari Tuhan bu
D: Lebih privat mana akad nikah apa resepsi?
M:Akad nikah bu
D:Dekat dengan wihara ya?
M: Iya bu
D:Bisakah dimanfaatkan wihara tersebut?
M: Jauh bu
D:Padahal bisa dengan naik mobil bukan jalan kaki kan satu kawasan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xxii
Lily Syahr ial, ST.MT.
D:Apa yang anda lisankan?
M:Pusat pernikahan pak
D:Dalam laporan apa? Gambar?
M:konsep dalam laporan, gambar dalam aplikasi
D:Sesuai ngga konsep dengan aplikasi
M: Ini adalah analisa pak, pada konsepnya pada bab V
D:Pada hal 59 apa maksud anda melampirkan ini?
M: Menampilkan bangunan yang menggunakan kaca
D:Panasnya sudah diperhitungkan?
M:Belum pak
D:Sifat Kaca?
M:Menyerap panas dan memantulkan
D:Hal 63 coba kamu cerita apa maksudnya
M: Baja pada kerangka
D:Apa itu sistem rangka batang dan sistem rangka ruang?
M:Menunjukkan gambar potongan
D:Coba gambarkan sistem strukturnya
M:Menggabar pada kertas
D: Kamu tau bentuk atap melingkar?
M:adanya cincin pengikat pak
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xxiii
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pernikahan ialah awal dari perubahan hidup dimana laki-laki dan perempuan yang awalnya hidup sendiri-sendiri sekarang merasakan hidup berdampingan. Seperti tertuang dalam UU No.1/1974 “ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia/tentram (sakinah) dan kekal, berdasarkan ke Tuhan-an Yang Maha Esa (Allah Swt). Sehingga jika seorang wanita dan laki-laki sudah siap dalam menjalin bahtera pernikahan dianjurkan dilaksanakan secepat mungkin.
Pernikahan pada umumnya dipersiapkan secara matang karena rangkaian acaranya terdiri dari acara adat, acara agama, jamuan makan bersama kerabat terdekat. Masyarakat Surabaya terdiri dari berberapa etnis dan suku, diantaranya Jawa, Cina dan Arab. Masyarakat Jawa memiliki serangkaian acara terdiri dari
pinangan, siraman, srah–srahan, midodarine (memberikan atau menyerahkan
seperangkat perlengkapan sarana untuk melancarkan acara sampai hajat berakhir) yang dilaksanakan sebelum acara akad pernikahan. Dilanjutkan dengan serangkain upacara adat setelah akad nikah dan ditutup resepsi. Masyarakat Cina memiliki serangkain acara yang dimulai dari melamar, seserahan, tunangan upacara pernikahan dimana terdapat jamuan makan, malam lajang dan Cio Tau (sembayang kepada tuhan) dilanjutukan dengan resepsi. Setelah resepsi terdapat tiga acara The Pai, Cia Kiangsay, Cia Ce’em. Masyarakat Arab memiliki rangkain acara yang dimulai dari meminang, lamaran, tunangan, acara gadis henna, akad nikah dan ditutup resepsi.
Prosesi pernikahan masyarakat Jawa, Cina, Arab di Surabaya memiliki kesamaan acara yaitu akad nikah dan resepsi yang ditujukan untuk mengundang
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
2
kerabat dekat untuk ikut serta memeriahkan dan memberikan doa restu untuk mempelai. Akad nikah untuk masyarakat muslim banyak diadakan di masjid atau pun dirumah, kristen dan katolik diadakan acara pemberkatan di greja, pura untuk masyarakat beragama hindu dan wihara untuk masyarakat beragama budha. Namun untuk acara resepsi masyarakat menengah dan menengah keatas tidak ingin mengambil pusing dengan memilih acara respsi pernikahan diadakan di gedung pernikahan ataupun hotel. Kebutuhan akan kapasitas gedung resepsi dan fasilitas serta lokasi harus menjadi pertimbangan utama sebelum memesan gedung untuk acara resepsi pernikahan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 1.1 yang menunjukan kapasitas tamu di gedung wilayah Surabaya.
Tabel 1.1 Daftar Kapasitas Tamu Undangan Gedung Resepsi Surabaya
Sumber = Data surve dan via telpon
No Nama Gedung Lokasi Kapasitas
1. Balai Kartini Jl. Raden Wijaya NO.4 1000 orang
2. Graha Samudra Bumimoro KODIKAL BUMIMORO 3000 orang
3. Gedung BIK-IPTEDOK Jl .Prof Dr. Moestopo 47 1200 orang
JL.Raya ITS Sukolilo 1000 orang
6. Gedung Sativa Dolog Jl.Jend A.Yani 146-148 800-1000
orang
7. Hotel Novotel Jl . Ngagel 173-175 700 orang
8. Empire palace Jl .Blauran 57-75 600-2500
orang
9. Hotel Seraton Jl. Embong Malang 25 300 orang
10. Hotel Shangrila Jl .May.Jend. Sungkono 120 2000 orang
11. Hotel Somerset Jl.Raya Kupang Indah 300 orang
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
3
Pada tabel diatas menjelaskan bahwa gedung pernikahan dengan kapasitas besar, fasilitas yang baik dapat menunjang acara pernikahan untuk masyarakat menengah dan menengah ke atas. Kapasitas sangat menunjang dalam pemilihan gedung pernikahan dimana kapasitas yang besar dapat menampung tamu undangan dengan jumlah banyak, seperti halnya pada hotel Shangrila yang dapat menampung dua ribu tamu undangan dengan pelayanan makanan hotel yang baik di tambah lokasi yang berada di permukiman masyarakat menengah dan menengah keatas semakin memudahkan untuk mengahadiri acara pernikahan.
Hingga saat ini masih belum terdapat gedung pernikahan yang menghadirkan fasilitas prewedding (galeri yang menyediakan barang atau pun jasa untuk kelangsungan acara pernikahan,gedung pemeran), wedding(indoor
maupun outdor atau pesta kebun), pasca wedding(resort honeymoon). Daftar
gedung pada tabel 1.1 menunjukkan belum terdapat fasilitas penunjang baik
prewedding dan pascawedding. Seperti pada gedung Kartini fasilitas yang
diberikan hanya untuk acara wedding, namun acara prewedding dan pasca
wedding tidak diberikan di gedung ini. Hotel Seraton hanya memberikan fasilitas wedding dan pascawedding.
Pusat Pernikahan di Surabaya ingin memberikan suatu fasilitas yang lengkap dimana gedung pernikahan menyediakan fasilitas prewedding, wedding,
pascawedding. Fasilitas prewedding diantaranya tempat pembelanjaan souvenir,
persewaan baju pengantin, pembelian baju pengantin, tempat pembelian perhiasan, tempat untuk rekanan gedung seperti dekorasi, catring, photoprewedding, serta ruang hall kecil untuk pameran yang berhubungan
dengan pernikahan. Untuk wedding diberikan fasilitas gedung akad nikah untuk agama islam, pemberkatan untuk agama kristen dan katolik. Gedung resepsi
indoor dan disini dihadirkan taman yang bisa digunakan untuk pesta kebun.
Secara arsitekturalnya gedung akad nikah, pemberkatan dan gedung resepsi indoor memiliki konsep bangunan yang menyatu dengan alam (unsur air pada stage jalan pengantin dan di sekiatar gedung, arti pemberian unsur air yaitu dimana kehidupan setelah menikah bagaikan air yang mengalir tanpa rasa takut
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
4
akan berbagai batu rintangan didepan sana), serta sakral pada gedung akad dan pemberkatan. Konsep bangunan resepsi indoor menggunakan unsur alam namun juga dititik beratkan pada kemewahan. Kemewahan pada resepsi indoor ditujukan agar para konsumen mendapat kepuasan secara fasilitas dan desain bangunan di resepsi indoor. Pascawedding yang diberikan disini adalah resort untuk
honeymoon yang bisa digunakan untuk pengantin yang telah menyelenggarakan
acara pernikahan di pusat pernikahan di Surabaya ini, keluarga pengantin dapat menggunakan resort untuk persiapan menjelang acara pernikahan.
1.2 Tujuan Dan Sasaran
Tujuan di yang dikembangkannya obyek perancangan Pusat Pernikahan di Surabaya ini sebagai berikut :
Tujuan
- Mengapresiasikan acara pernikahan dimana akadnya sakral dan resepsinya memberikan kesan megah dan mewah
- Sebagai wadah untuk mempermudah persiapan hingga pelaksanaan prosesi akad nikah dan resepsi
Sasaran
- Memfasilitasi gedung untuk prosesi akad nikah secara adat maupun agama dan gedung untuk resepsi pernikahan secara adat maupun moderen
- Memberikan wadah sarana untuk pelaksanaan prewedding(galeri yang menyediakan jasa maupun barang untuk acara pernikahan dan tempat pameran), wedding(outdoor,indoor), pasca wedding(resort honeymoon)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
5
1.3 Batasan & Asumsi
Obyek perancangan Pusat Pernikahan di Surabaya diperuntukan untuk masyarakat menengah hingga menengah keatas yang berada di Surabaya maupun berada di luar Surabaya. Rancangan bangunan menitik-beratkan pada rancangan dengan banyak massa dan dilengkapi fasilitas prewedding, wedding,
pascawedding. Gedung disini mewadahi untuk agama islam, Kristen dan katolik
untuk acara akadnya namun untuk resepsi dan pesta kebun tidak ada batasan agama
Fasilitas prewedding disini dapat dikunjungi dari pukul 10.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB, tidak terdapat batasan waktu untuk pelaksanaan akad nikah, pemberkatan dan resepsi. Pusat Pernikahan di Surabaya ini dapat digunakan untuk semua jenis usia tanpa adanya batasan balita maupun orang dewasa.
Kepemilikan bangunan diasumsikan sebagai pemilik swasta, sehingga fungsi bangunan dan nilai ruang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu biaya perawatan oprasional gedung yang tinggi diharapkan mampu memenuhi kepuasan para konsumennya.
1.4 Tahapan Perancangan
Pusat Pernikahan di Surabaya diambil sebagai judul tugas akhir karena ingin memberikan suasana baru terhadap gedung pernikahan yang ada di Surabaya. Dimana saat ini yang terlihat gedung yang dibuat untuk acara pernikahan notabennya bukan gedung pernikahan. Data yang diambil untuk menunjang penyusunan proposal tugas akhir antara lain. Data Primer : studi Literatur ( tatacara pernikahan secara agama dan tata cara atau proses pernikahan secara budaya ), studi kasus (Gedung Samudra Bumimoro, NIKO Hotel), studi wawancara (mendata studi kasus)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
6
Data sekunder terdiri dari Buku, majalah pernikahan, browsing internet. Setelah melalaui pengumpulan data mengkopilasikan dan menganalisis data yang ada dan memulai melaksanakan metoda perancangan yang di lanjutkan dengan merancang konsep. Dalam konsep perancangan ini akan dibuat dimana terdapat space untuk jalan penghantar pengantin yang dikelilingi oleh air dan terdapat pesta kebun yang dirancang pada ruang luarnya. Dikembangkan gagasan menjadi pra rancangan dengan mentransformasi bentuk dasar yang sesuai dengan fungsi gedung. Dapat dilihat pada gambar 1.1
Gambar 1.1 Tahapan Perancangan
Sumber (studi,2011)
1.5 Sistematika Laporan
Sistematika penyusunan dari laporan ini disusun dalam 4 (empat) bab pokok pembahasan menguraikan antara lain :
Bab I. Pendahuluan, bab ini menjelaskan tentang latar belakang timbulnya obyek perancangan yang ditegaskan dengan data perkembangan gedung pernikahan di Surabaya, terdapat pula tujuan & sasaran dapat dirumuskan karena mendapatkan
Pusat
Pernikahan di
Surabaya Int erpret asi Judul Pengum pulan
Data
Kompilasi & Analisis Dat a St udi azas ,Prinsip,M et oda
perancangan Konsep
Gagasan Ide Pengembangan Rancangan Pra - Rancangan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
7
data penguat yang dilampirkan dilatar belakang. Terdapat pula batasan & asumsi , tahapan perancangan dan sistematika laporan .
Bab II. Tinjauan Obyek Perancangan, bab ini menjelaskan tentang tinjauan umum perancangan dimana terdapat pengertian judul yang mendasari mengapa mengambil judul Pusat Pernikahan di Surabaya, studi literatur dengan mencari data-data kuat baik dari buku maupun dari browsing internet ,studi kasus untuk gedung Samudra Bumimoro dan Niko Hotel. Dan terdapat analisi hasil studi. Penjelasan mengenai tinjauan khusus perancangan dapat melalui studi literature arsitektur data dan dapat pula dari browsing internet .
Bab III. Tinjauan Lokasi Perancangan mengenai tinjauan lokasi karena judul sudah mengambil tempat di Surabaya, dan setelah menghasilkan analisa studi kasus maka lokasi yang dituju dekat dengan pantai sehingga gedung pernikahan ini mendapatkan view pantai .
Bab IV. Analisa Perancangan bab ini menjelaskan mengenai analisa site, analisa ruang, analisa bentuk dan tampilan karena di bab III kita sudah tinjauan lokasi maka di bab IV ini kita melanjutkan proses dari bab III. Dengan memikirkan bagaimana tampilan pada fasade yang disesuaikan pada konsep dan tema di Pusat Pernikahan di Surabaya ini.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
8
BAB II
TINJ AUAN OBYEK PERENCANAAN
2.1 Tinjauan Umum Perancanngan
Tinjauan umum perancangan ini masih mengambil dari fenomena apa yang muncul di masyarakat. Dengan literatur-literatur yang dapat mendukung “Pusat Pernikahan di Surabaya” secara arsitektural maupun non arsitektural. Melaksanakan studi kasus 2 obyek yang dapat menjadi pokok revrensi dan perbandingan untuk menyelesaikan proyek Tugas Akhir ini.
2.1 Pengertian J udul
Menurut Any (1985), Pernikahan bagi manusia yang berbudaya ,tidak cuma sekedar meneruskan naluri para leluhurnya secara turun temurun untuk membentuk suatu keluarga yang dalam suatu ikatan resmi antara lelaki dan perempuan. Pernikahan membentuk suatu ikatan keluarga secara resmi menjadi suatu momen yang ingin diabadikan oleh siapapun dalam menjalani kehidupan. Prosesi pernikahan yang dimulai akad nikah dan diakhiri dengan resepsi menjadi salah satu tujuan masyarakat menengah hingga menengah ke atas dalam mengabadikan momen bersejarah dalam hidupnya ini.
Pusat memiliki arti suatu daerah atau tempat yang merupakan wadah terpadu dari berbagai kegiatan seperti pelayanan ekonomi, perdagangan, perkantoran, rekreasi dan lain sebagainya (Kamus besar bahasa Indonesia, 1991)
Dapat disimpulkan Pusat Pernikahan ialah bangunan sebagai tempat kegiatan melangsungkan acara yang bersifat sakral dan meriah karena dilakukannya dengan tujuan meneruskan naluri leluhur dan membentuk suatu ikatan resmi antara lelaki dan perempuan, serta Memberikan keuntungan dan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
9
kepuasan untuk masyarakat. Karena pernikahan selalu dipersiapkan dengan sangat matang, karena acara yang hanya dilaksanakan dalam sehari namun dikenangnya seumur hidup.
2.1.2 Studi Literatur
Studi literatur yang akan disajikan dalam proposal Tugas Akhir ini akan ditinjau lebih khusus mengenai pernikahan secara agama dan tatacara pernikahan adat ataupun kultur yang menjadi kebiasaan masyarakat Surabaya.
§ Pernikahan dengan syariat Islam
Prosesi pernikahan dalam Islam teridiri dari Khitbah atau meminang dimana seorang lelaki meminang seorang wanita yang sudah memenuhi kriterianya yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi Ijab Qabul atau akad nikah yang di hadiri oleh empat orang saksi dan di catat oleh kantor urusan agama yang kemudian dilanjutkan dengan acara Walimah Urus atau makan-makan untuk selamatan acara pernikahan, pada saat ini biasa dikenal dengan resepsi. Lebih jelasnya digambarkan pada gambar 2.1
Gambar 2.1 Urutan Pernikahan secara Islam (Sumber:Studi211)
Gambar 2.2 Akad Nikah secara Islam (Sumber : http://www.baliweddingbutler.com,2011
Khit bah / M eminang Khijab Qabul/ Akad Nikah (disahkan oleh KUA)
Walimah Urus / Respsi
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
10
§ Pemberkatan Agama Kristen dan Agama Katolik
Prosesi pernikahan agama Kristen dan Katolik secara agama dimulai dari catatan sipil atau disahkan secara negara, namun dalam UU perkawinan di Indonesia yang terlebih dahulu dilaksanakan atau disahkan jika pernikahan secara agama yang dilakukan terlebih dahulu. Untuk menanggulangi masalah tersebut calon pengantin beragama Kristen dan Katolik mengikuti tata aturan yang berlaku di Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan pernikahan dilaksanakan secara catatan sipil kemudian pemberkatan gereja. Pengesahan pernikahan secara agama Kristen dan Katolik dapat dilihat pada gambar 2.3 .
Gambar 2.3 Urutan Pernikahan Secara Kristen
(Sumber : www.Atikel.sabda.org. ,2011)
Gambar 2.4 Pemberkatan Gereja
(Sumber : www.google.com ,2011)
Pert unangan Pernikahan
Cat at an Sipil Pem berkat an Gereja
Resepsi
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
11
§ Pernikahan Agama Hindu
Prosesi pernikahan agama hindu dimulai dengan pernikahan secara agama yaitu Wiwiha. Sebelum ke acara Wiwiha terdapat serangkain acara adat hindu, acara Wiwiha di pimpin oleh Sulingguh atau Ida Peranda yaitu acara memohon doa agar pernikahan direstui oleh Tuhan Yang Maha Esa. Setelah acara Wiwiha dilaksanakan pernikahan dapat di sah kan di catatan sipil, yang kemudian dapat dilanjutkan ke acara resepsi pernikahan. Maka dari itu pada Pusat Pernikahan di Surabaya hanya menampung acara pernikahan agama Islam, Kristen dan Katolik karena untuk acara agama hindu serangkain adatnya tidak dimungkinkan untuk diwadahi di PusatPernikahan di Surabaya. Prosesi pernikahan agama hindu dapat dilihat pada gambar 2.5
Gambar 2.5 Prosesi Agama Hindu (Sumber : www. Google.com)
Gambar 2.6Acara Wiwiha (Sumber : www.google.com,2011)
Pert unangan Pernikahan
Wiw iha Cat at an Sipil Resepsi
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
12
• Pernikahan Secara Budaya
Dalam studi Literatur pernikahan secara budaya ini di harapkan dapat menjadi penuntun awal sebelum perancangan Pusat Pernikahan di Surabaya agar dapat mengerti tata cara atau hirarki pernikahan secara budaya yang ada di masyarakat Surabaya. Berberapa budaya di bawah ini merupakan budaya yang paling mendominasi masyarakat di Surabaya yaitu:
A.Upacara Pernikahan Budaya J awa
Suku Jawa memiliki tingkat prosentase tertinggi dengan jumlah 83,6 persen dari jumlah penduduk Surabaya. Notabennya masyarakat Surabaya masih memegang adat istiadat Jawa, tak terkecuali adat pernikahan. Pernikahan bagi orang Jawa adalah prosesi yang sangat sakral karena terdapat misi luhur untuk menciptakan keluarga yang bahagia dan sejahtera. Prosesi pernikahan adat Jawa biasanya diadakan di rumah mempelai wanita, namun pihak pengantin pria ikut membantu agar upacara pernikahan dapat berjalan dengan baik. Adapun berbagai macam acara dan upacara pernikahan adat Jawa yang harus dilakukan
Deskripsi tata cara pernikahan adat Jawa
1. Upacara menjelang pernikahan,yaitu :
Lamaran, Singsetan / Tukar cincin, Pembentukan Panitia, Pemasangan
Tarub digunakan sebagai tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu dirumah
yang bersangkutan. Tarub dibuat menjelang acara inti. Adapun ciri khas tarub adalah dominasi hiasan daun kelapa muda (janur), hiasan warna-warni, dan kadang disertai dengan ubarampe berupa nasi uduk (nasi gurih), nasi asahan, nasi golong, kolak ketan dan apem. Siraman pembersihan atau memandikan air bunga calon mempelai baik laki-laki maupun perempuan yang dilakukan panisepuh yang diakhiri oleh orang tua. Srah – Srahan perkawinan (biasanya bersamaan dengan singsetan/tukar cincin. Pemasangan Tuwuhan dilanjutkan Penebusan Kembar Mayang dan diakhiri Midodareni. Dapat dilihat pada gambar 2.7 prosesi pernikahan adat jawa.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
13
2) Pernikahan agama dan sipil
3) Upacara Pernikahan
a) Upacara Pawihan Panggih
Adapun tata urutan upacara panggih adalah sebagai berikut:
- Liron kembar mayang: Saling tukar kembar mayang antar pengantin, bermakna menyatukan cipta, rasa dan karsa untuk bersama-sama mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan. Gantal (Daun sirih digulung kecil diikat benang putih yang saling dilempar oleh masing-masing pengantin), dengan harapan semoga semua Pertama
Gambar 2.7 Proses Pernikahan Adat Jawa
(Sumber: Any1985, Perkawinan
Adat Jawa Lengkap)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
14
godaan akan hilang terkena lemparan itu. Ngidak endhog yaitu Pengantin putra menginjak telur ayam sampai pecah sebagai simbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya. Pengantin putri mencuci kaki pengantin putra (mencuci dengan air bunga setaman dengan makna semoga benih yang diturunkan bersih dari segala perbuatan yang kotor). Minum air degan Air ini dianggap sebagai lambang air hidup, air suci, air mani (manikem).
Di-kepyok dengan bunga warna-warni Mengandung harapan mudah-mudahan keluarga yang akan mereka bina dapat berkembang segala-galanya dan bahagia lahir batin. Masuk ke pasangan bermakna pengantin yang telah menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban. Sindur atau isin mundur, artinya pantang menyerah atau pantang mundur, Maksudnya pengantin siap menghadapi tantangan hidup dengan semangat berani karena benar.
b) Upacara Kacar Kucur : pengantin putra mengucurkan penghasilan kepada pengantin putri berupa uang receh beserta kelengkapannya. Mengandung arti pengantin pria akan bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarganya.
c) Upacara Sungkem
Sungkeman adalah ungkapan bakti kepada orang tua, serta mohon doa restu.
4) Resepsi ucapan selamat, dengan jamuan mengundang sanaksodara dan kerabat.
B. Upacara Pernikahan Adat Cina
Pernikahan menurut masyarakat Tionghoa adalah salah satu kesakralan yang harus dijaga. Pada umumnya masyarakat tionghoa yang yang bermigrasi ke Indonesia membawa adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan mereka. Salah satu adat yang mereka taati ialah menikah dengan orang yang sama – sama dari masyarakat Tionghoa. Namun terdapat larangan menikah jika pasangan mereka
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
15
dari satu marga shee karena mereka dianggap masih mempunyai hubungan suku. Adapun tata cara pernikahan masyarakat Tionghoa :
Gambar 2.8 Proses Pernikahan Adat Cina
(Sumber : http://dhct.ws/f7019,Adat Istiadat Pernikahan ala Tionghoa.)
Deskripsi Tata Cara Pernikahan Adat Cina
1) Upacara menjelang pernikahan :
a) Melamar: Melamar dengan perantara makcomblang dari pihak pengantin pria
b) Sangjit /Seserahan
Proses Pernikahan Cina
Tunangan
Cio Tau Melamar
Menjelang Pernikahan
Sangjit / Seserahan
Upacara Pernikahan
Catatn sipil Pemberkatan Gereja /Kelenteng
Resepsi The Pai
Memajang
Upacara M akan-M akan
Liauw Tia
Upacara Sesudah Pernikahan
Cia Kiangsay (Pria) Cia Ce’em(wanita)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
16
c) Tunangan : Memperkenalkan keluarga masing-masing, penentuan hari baik pernikahan.
2) Upacara Pernikahan :
a) Memajang : Berkunjung ke rumah pengantin wanita, menghias kamar pengantin, upacara makan-makan (pengantin pria dilarang bertemu pengantin wanita)
b) Liauw Tia : Malam lajang dilaksanakan pada malam hari sebelum di mulai acara pernikahan.
c) Cia Tao : Upacara Sembayang kepada Tuhan.
d) Catatn Sipil, Pemberkatan Agama, Kelenteng
3) Upacara Sesudah Pernikahan (tiga hari setelah pernikahan)
a) The Pai : pemberian hadiah dari keluarga untuk ke dua mempelai.
b) Cia Kingsay dan Cia Ce’em :
Upacara menjamu mempelai pria ("Cia Kiangsay") intinya adalah memperkenalkan keluarga besar mempelai pria di rumah mempelai wanita. Mempelai pria sudah boleh tinggal bersama. Sedangkan "Cia Ce'em" di rumah mempelai pria, memperkenalkan seluruh keluarga besar mempelai wanita. Tujuh hari sesudah menikah diadakan upacara kunjungan ke rumah-rumah famili yang ada orang tuanya. Mempelai wanita memakai pakaian adat Cinayang lebih sederhana.
C.Upacara pernikahan Adat Ar ab
Pernikahan pada masyarakat arab memiliki perbedaan dengan masyarakat pada umunya. Kerana setiap acara pernikahannya pengantin wanita memiliki
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
17
acara sendiri dan penganti pria memiliki acara sendiri. Adapun tata cara pernikahan masyarakat Arab
Deskripsi tata laksana upacara pernikahan adat Arab
1) M enjelang Pernikahan
a) Ta’aruf/ M eminang : Berkunjung kerumah pengantin wanita dengan di damping
makcomblang sebagai pengenalan awal dengan pengantin wanita.
b) Pesta Lamaran
c) Tunangan/Khotbah : Pelaksanaan di rumah pengantin wanita dengan pembacaan doa yang di tutup dengan kedua calon bertukar cincin.
2) Upacara Pernikahan
Proses Pernikahan Arab
Ta’aruf/ Meminang Pesta Lamaran Menjelang Pernikahan
Tunangan / Khotbah
Upacara Pernikahan
Upacara Agama/ Akad
Resepsi
Sesudah Pernikahan
Berkunjung Kerumah Keluarga
Acara Gadis
Gambar 2.9 Proses Pernikahan Adat Arab
(Sumber : Studi, 2011)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
18
a) Acara Gadis Henna : Acara gadis henna di hadiri oleh kerabat mempelai wanita yang sama dengan pesta lajang. Dimana semua teman wanita menari tarian khas arab dan para wanita yang di tuakan memberikan henna di tangan mempelai wanita.
b) Akad nikah diadakan dirumah wanita atau di masjid, jaman dahulu acara pernikahan diadakan di rumah ustad yang dituakan.
c) Resepsi : Acara resepsi berbeda dengan resepsi pada umumnya dimana pengantin pria merayakan dengan pria,wanita dengan pengantin wanita. Pertunjukan Zafa bertujuan untuk mengumumkan secara keras bahwa pengantin sudah melaksanakan acara akad pernikahan . Untuk pengantin pria cara di tutup dengan Zafin tarian pria khas Arab .
3) Sesudah Acara : Setelah satu minggu dari acara pernikahan pengantin menghadiri undangan jamuan dirumah sanak sodara.
D. Upacara Pernikahan Adat Barat
Gambar 2.10 Proses Pernikahan barat
(Sumber: www.google.com) Proses Pernikahan Barat
Menjelang Pernikahan
Tunangan Pesta Lajang
Pemberkatan /catatan sipil
Resepsi
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
19
2.1.3 Studi Kasus
1. Gedung Graha Samudra Bumimoro
Berdiri sejak tahun 2004, yang berada dalam kawasan KODIKAL Surabaya utara ini awal di bangun tahun 2001. Gedung Bumimoro biasa digunakan sebagai acara resepsi pernikahan baik dari keluarga TNI-AL maupun masyarakat biasa. Gedung Bumimoro dapat menampung 3000 tamu untuk
standing party dan 1000 tamu dengan 100 routable.
a. Fasilitas – Fasilitas Graha Samudra Bumimoro
Fasilitas = - Ruang VIP ( 7m 2x7m2)
Gambar 2.11 Gedung Bumimoro saat acara
(Sumber : www.images.google .com, 2011)
b.Struktur Organisasi
- Ruang ganti penerima tamu (7,5m2 x 3,4m2)
- Dapur catring (7m2x 5m2)
- Parkir kurang lebih 700 mobil
General M anager
Pengaw as Sekert aris
M anager Personel M eneger Pemasaran Pengaw as Personal
Gambar 2.12 Struktur Organisasi Graha Samudra Bumimoro
(Studi Wawancara, 2011)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
20
c. Gubahan Bentuk Bangunan
Gubahan bentuk bangunan yang awalnya berbentuk persegi dirotasikan menjadi kubus dan mengalami penataan maju mundur pada setiap enterance. Terdapatnya atap perisai yang berbentuk prisma menjadikan suasana jawa pada Bumimoro semakin kental. Dapat dilihat pada gambar 3.5 oalahan gubahan massa yang dikelola sedemikian rupa.
Gambar 2.13 Gubahan Bentuk Graha Samudra Bumimoro
(Sumber : Studi, 2011)
d. Tampilan Bangunan
Tampilan bangunan Samudra Bumimoro mengadopsi bentuk arsitektur Jawa. Yang atapnya masih menggunakan atap prisai yang disesuaikan dengan iklim tropis di Surabaya . Jendela yang berbentuk persegi di sesuaikan dengan bangunan, namun dipecantik dengan adanya setengah lingkaran pada atasnya yang memberikan kesan tidak kaku, dapat dilihat pada gambar 3.8. Pada enterancenya terdapat kolom-kolom yang juga masih mengadopsi bentuk arsitektur Jawa memberikan kesan megah, dapat dilihat pada gambar 3.7.
Gambar 2.14 Fasade Graha Samudra Bumimoro
(Sumber : www.images.google.com, 2010)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
21
e. Sistem Struktur Dan Utilitas
Graha Samudra Bumimoro menggunakan struktur bentang lebar dengan kontruksi beton bertulang. Bangunan yang hanya satu lantai ini menggunakan pencahayaan buatan dan alami, tata udara buatan dan alami, terdapat sisitem plumbing shaft namun tidak terdapat penangkal petir.
f.Interior
Gaya arsitektur jawa yang diadopsi Gedung Graha Samudra Bumimoro dapat dilihat dari interiornya. Kemegahan pada atap yang tinggi dan lampu gantung yang megah, dengan ukiran kayu mengelilingi setiap lampu serasa di kerajan jawa.
Gambar 2.15 Pint u Ut ama Gedung (sumber, surve 2011)
Gambar 2.16 Jendela Gedung
(sumber, surve 2011)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
22
Tak terkecuali pada kolomnya juga masih menggunakan unsure kayu yang bertujuan agar unsure kekhasan lokasi setempat tidak hilang. Pengambilan warna coklat dengan tambahan warna emas, memberikan kesan mewah pada gedung ini. Pengambilan dekorasi atap pada ruang penerima tamu yang mengedopsi atap jawa dimana balok kayu dilihatkan disini mmemang digunakan sebagai dan estetika
Gambar 2.17 Atap gedung resepsi
( Sumber : surve, 2010)
Gambar 2.18 Kolom interior ( Sumber : surve ,2010)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
23
2. Nikko Hotel
Nikko Hotel adalah salah satu hotel yang berada di kawasan Nusa Dua yang memiliki fasilitas Wiwiha weddimg Pavilion, dibangun pada tahun 2009 memiliki kapasitas 50 orang untuk indoor dan minimal 70 orang untuk outdoor, dengan ketinggian 40 meter diatas permukaan laut menjadikan pemandangan yang menarik karena langsung menghadap samudra Hindia.
a. Fasilitas – Fasilitas Nikko Hotel
Fasilitas = - Wedding Pavilion Indoor 50 orang
- Wedding Outdoor 70 orang
- Ruang rias dan ganti pengantin
- Ruang pre fungsi pernikahan
b.Struktur Organisasi
Gambar 2.19 At ap joglo
( Sumber : surve ,2010)
Presiden Direkt ur
M anajeman
Akunt ing Personalia Pemasaran
Gambar 2.20 Struktur Organisasi Nikko Wedding Paviliun
(Sumber :Studi , 2011)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
24
c. Gubuhan Bentuk Bangunan
Gubahan bentuk bangunan yang awalnya berbentuk tabung yang discale pada ujungnya menjadi seperti kapal. Disesuaikan dengan daerah hotel yang berada pada kawasan pantai.
Gambar 2.21 Fasade Nikko wedding Pavilion
(Sumber : www.images.google.com ,2010)
Gambar 2.22 Gubahan Bentuk
(Sumber :Studi,2011)
d. Tampilan Bangunan
Unsur moderen dengan memberikan tonjolan kaca yang direncanakan untuk mendapat pemandangan dari semua sisi. Bangunan bernuansa putih yang melambangkan kesuciian menjadikan unsur sakral pada bangunan ini. Jalan setapak yang dikelilingi oleh air menunjukkan arah jalan kehidupan dimana awal setiap manusia hidup sendiri-sendiri dan dipertemukan menjadi satu kesatuan.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
25
Gambar 2.23 Fasade Nikko wedding paviliun
(Sumber : www.googleimage.com ,2011)
e. Sistem Struktur Dan Utilitas
Srukturnya menggunakan grid dengan konstruksi beton bertulang yang ditambah dengan kaca di sekitar dinding wedding pavilion. Nikko wedding
pavilion memiliki sistim utilitas yang sederhana karena tidak terdapatnya
transportasi vertical, sistem instalasi. Namun plumbing sangat diperhatikan disini karena terdapatnya kolam yang mengelilingi wedding pavilion. Tata udara menggunakan full AC, sistem pencahayaan buatan dan alami
f.Interior
Interior yang sederhana namun memberikan tingkat kenyamanan yang indah karena semua pemandangan tepat ke arah samudra Hindia. Dan disain yang elegan dengan dilapisi kaca menunjukkna begitu indahnya pemandangan di sekitar wiwiha hotel Niko.
Gambar 2.24 Interior Nikko
(Sumber : www.googleimage.com, 2011)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
26
2.1.4 Analisa Hasil Studi
Tabel 2.1 Analisa Studi
No. Aspek Obyek A(GSB) Obyek B (Nikko
Wedding Paviliun)
1 Lokasi Pinggir kota Pinggir kota
2 Tatanan massa Single building Single building
3 Fasilitas Ruang VIP
Ruang ganti penerima tamu
Ruang Rias Dapur catring
Parkir kurang lebih 700 mobil
Wedding Pavilion Indoor 50 orang
4 Strata Kalangan Menengah ke atas Menengah ke atas
5 Suasana Perkotaan Pantai
sisitem plumbing shaft
Tidak terdapat
penangkal petir
Konstruksi beton
bertulang yang ditambah dengan kaca di sekitar
kolam yang mengelilingi
wedding pavilion.
Tata udara menggunakan full AC
Sistem pencahayaan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
27
buatan dan alami
7 Penyelesain interior Arsitektur jawa Arsitektur Modern 8 Tampilan bangunan Arsitektur jawa (fasade
mengambil bangunan joglo)
Lebih menekankan
pada arsitek tur wilayah setempat
Arsitektur Modern
(analogi bentuk kapal) Menekankan gaya tropis karena wilayah pantai membutuhkan bahan dan disain tropis.
Kesimpulan :
Pada Pusat Pernikahan di Surabaya menggunakan lokasi pantai agar mendapatkan pemandangan yang baik. Gedung ini ditujukan untuk masyarakat menengah hingga menengah keatas. Tatanan massa menggunakan landscape agar semua fasilitas yang diberi dapat tertata dengan baik. Fasilitas yang diberikan mulai prewedding(galeri yang menyediakan jasa ataupun barang untuk persiapan pernikahan, serta ruang pameran untuk fasion bridal), wedding(indoor dan
outdoor) hingga pascawedding(resort honeymoon).
2.2 Tinjauan Khusus Perancangan
2.2.1 Penekanan Perancangan
Pada Pusat Pernikahan di Surabaya menitik beratkan pada lokasi pantai agar mendapatkan pemandangan yang baik. Tatanan bangunan menggunakan banyak massa agar semua fasilitas yang diberi dapat tertata dengan baik. Fasilitas yang diberikan mulai prewedding, wedding hingga pascawedding.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
28
2.2.2 Lingkup Pelayanan
Lingkup pelayanan ini difokuskan untuk masyarakat golongan menengah hingga menengah keatas sehingga kepemilikan proyek diasumsikan milik swasta. Dengan tujuan agar kondisi bangunan tetap terjaga dengan baik. Bangunan yang bersifat mewah ini di asumsikan mampu menampung kegiatan sampai 10 tahun mendatang. Karena diperkirakan 10 tahun mendatang kebutuhan jumlah pernikahan akan terus meningkat.
Bangunan ini di pergunakan secara khusus untuk seluruh masyarakat Surabaya, tak terkecuali jika masyarakat dari luar Surabaya ingin menggunakan gedung ini sebagai tempat pernikahan baik akad nikah, pemberkatan, maupun resepsi .
Fasilitas yang diberikan meliputi :
Fasilitas prewedding yang terdiri dari :
• Galeri kebutuhan pernikahan (menyediakan barang perlengkapan pernikahan hingga jasa pernikahan seperti bridal make up, catring,salon, toko perhiasan, butik baju, jasa foto, jasa EO, jasa dekorasi, jasa undangan, hall kecil untuk pameran)
Fasilitas wedding yang terdiri dari:
• Gedung Prosesi pernikahan (akad nikah untuk pengantin beragama Islam, pemberkatan untuk agama Kristen-Katolik)
• Gedung Resepsi indoor yang bisa digunakan standing party maupun
routtable, outdoor pesta kebun.
Fasilitas pasca wedding terdiri dari :
• Honneymoon untuk para pengantin seperti resort yang dapat digunakan
untuk para pengantin yang telah melaksanakan acara pernikahan di Pusat Pernikahan di Surabaya. Namun untuk keluarga yang berkediaman bukan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
29
di Surabaya dapat juga menikmati fasilitas resort ini. Pada tabel 2.2 akan di berikan data mengenai studi kelayakan dengan perbandingan prosentase gedung pernikahan yang menyediakan wadah untuk honneymoon didalamnya.
Tabel 2.2 Studi kelayakan Honeymonn
No. Tempat Pernikahan dan honeymoon Menyediakan Bonus
1 Hotel Shangrila V V
2 Hotel Sheraton V V
3 Hotel JW Mariot V V
4 Hotel Santika V V
5 Hotel Somerset V -
6 Hotel Novotel V -
7 Hotel Nikko (Studi kasus) V V
(Sumber : Analisa Penulis,2011)
Di berikan fasilitas honneymoon pada Pusat Pernikahan di Surabaya dapat menunjang fasilitas-fasilitas lainnya, karena berdasarkan dengan studi kelayakan berberapa hotel di Surabaya 71 % Hotel yang menyediakan fasilitas pernikahan dengan memberikan bonus tambahan Honeymonn untuk para pengantin. Pemberian tambahan kamar yang digunakan untuk honneymoon dapat memberi tingkat kepuasan dan daya tarik konsumen yang ingin menggunakan gedung pernikahan pada Pusat Pernikahan di Surabaya, baik yang berada di Surabaya maupun luar Surabaya.
Data Present ase = 100 : 7 = 14,2 5 x 14,2= 71 x 100 %
= 71 %
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
30
2.2.3. Aktifitas Kebutuhan Ruang
Dibawah ini akan diuraikan aktifitas sehingga diperoleh mencari kebutuhan ruang di sediakan di “Pusat Pernikahan di Surabaya”. Table 2.3 berikut ini menunjukkan uraian tentang kebutuhan aktifitas dan kebutuhan ruang.
Table 2.3 Aktifitas ruang
No Pelaku Kegiatan
Aktifitas Kebutuhan Ruang Fasilitas / Zonning
1.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
31
Ruang parkir galeri, akad nikah, pemberkatan,
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
32
Ruang parkir akad nikah, pemberkatan, resepsi Ruang servis akad nikah Ruang servis
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
33
2.2.4 Perhitungan Luasan Ruang
Perhitungan standar ruang berdasarkan :
Data Arsitek, Ernest Neufert (DA)
New Metric Handbook, Patricia Tutt & David Adler (NMH) Asumsi berdasarkan studi kasus / studi banding
Perhitungan studi ruang berdasarkan pertimbangan :
- Kapasitas pemakai
(Sumber : Analisa Penulis,2011)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
34
- Peralatan pendukung
- Kenyamanan pemakai
Asumsi untuk gedung pernikahan:
- Rata – rata kapasitas tamu yang hadir pada gedung pernikahan di surabaya sekitar 1500 orang
- Asumsi untuk 10 tahun mendatang, akan terjadi peningkatan jumlah pernikahan sebesar 60%
60/100 x 1500 = 2400 orang Table 2.4 Perhitungan Luas Ruangan
Area Ruang Kapasitas Standart Perhitungan Luas
Prewedding
Galeri Stand galeri 3 orang 5.00asumsi 3x5.00=15
15x60%=9
Lobby 100 orang 1,44 asumsi 100x1.44=144m 144x30%=43.2m
144+43.2 =147.2m2
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
35
Servis Studi kasus Bumimoro 7.10x3.50 = 24.85m 24.85 m2
Ruang panel Studi kasus Bumimoro 7.10x3.50 = 24.85m 24.85 m2
Rg.pameran 200 0.6/orang
Panggung 40m2(studi literature )
Pelaminan 0.33panggung 41.04 (DA) 0.33x41.04=13.54
13.54x50%=6.77
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
36
Lobby 100 orang 1,44 asumsi 2x1.44=144m 144x30%=43.2m
144+43.2 =147.2m2
Pelaminan 0.33panggung 41.04 (DA) 0.33x41.04=13.54
13.54x50%=6.77
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
37
Pelaminan 0.33panggung 41.04 (DA) 0.33x41.04=13.54x50%=6.77m+
13.54=20.3m
Pantry 1500 orang 0.02 (DA) 1500x0.02=30x100%=30m+30m
=60m
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
38
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
39
(Sumber : Analisa Penulis,2011)
2.2.5 Program Ruang
Table 2.5 Program Ruang
Pos Jaga 5 pos jaga 4 m2
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
40
(Sumber : Analisa penulis, 2011)
3 Pasca Wedding Resort 676m2 Privat
4 Prewedding Galeri 1283.35 m2 Public
9926.34 m2
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
41
BAB III
TINJ AUAN LOKASI PERANCANGAN
3.1 Latar Belakang Pemilihan Lokasi
Pusat Pernikahan di Surabaya ini di rencanakan menjadi gedung pernikahan pertama yang dapat memberikan fasilitas secara lengkap, view yang menarik dan lokasi yang strategis. Lokasi di Surabaya timur menjadi hasil pertimbangan site gedung pernikahan ini, karena masih belum terdapat gedung pernikahan di Surabaya timur yang fasilitasnya baik. Berikut merupakan aspek-aspek yang menjadi pertimbangan lokasi Pusat Pernikahan di Surabaya :
- Aspek Tata Guna Lahan : “Pusat Pernikahan di Surabaya” diperuntukan pada lahan di kawasan perdagangan dan jasa. Karena aspek komersial yang sangat tinggi dapat menguntungkan untuk pelestarian gedung pernikahan ini sendiri.
- Aspek Pencapaian : “Pusat Pernikahan di Surabaya” diharapkan memberikan kemudahan untuk pengunjung yang ingin menuju lokasi, karena selain fasilitas jasa digedung ini juga memberikan fasilias perdagangan sehingga memberikan pencapaian yang baik dapat menunjang nilai keuntungan gedung ini.
- Aspek Lokasi : Adanya perumahan menengah keatas karena gedung ini juga di tujukkan untuk masyarakat menengah dan menengah keatas, serta terhindar dari tingkat polusi yang tinggi.
- Aspek Lingkungan : “Pusat Pernikahan di Surabaya” di letakkan pada lingkungan masyarakat menengah hingga menengah atas. Ditunjang dengan view yang baik dengan terdapatnya view pantai diharapkan menjadi keunggullan tersendiri untuk gedung pernikahan ini.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
42
Berdasarkan kriteria di atas dan untuk pemerataan pembangunan di kota Surabaya, maka Proyek Pusat Pernikahan di Surabaya ini terletak di kawasan Surabaya Timur, selain itu juga karena memiliki beberapa pertimbangan yang lain, yaitu sebagai berikut :
- Sesuai dengan Master Plan Surabaya, pengembangan kota Surabaya bergerak di kawasan Barat – Timur, dimana pertumbuhan Surabaya Timur sangat pesat pertumbuhannya menjadi kawasan kota baru yang mandiri.
- Kawasan memiliki potensi besar untuk berkembang.
- Kawasan ini merupakan kawasan masyarakat ekonomi kelas menengah atas.
3.2 Penetapan Lokasi
Lokasi Surabaya Timur menjadi salah satu rujukkan lokasi Pusat Pernikahan di Surabaya ini, karena wilayah Surabaya timur dekat dengan pantai dan masih sedikit terdapat gedung pernikahan di Surabaya timur tersebut. Jalan tol baru yang dalam pembangunan akan ada pada Surabaya timur yang menghubungkan dari bandara Juanda menuju Suramadu. Sehingga penempatan di Surabaya timur diharapkan sesuai dengan tujuan perancangan gedung ini.
Terdapat tiga lokasi pilihan pada Surabaya timur yaitu Laguna, Suramadu, Bolsem. Ketiga lokasi ini memiliki aksebilitas yang baik karena berada pada jalur tol menuju Suramadu dan bandara Juanda. Namun terdapat berberapa aspek yang menjadi pertimbangan lokasi yang dapat dilihat pada table dibawah ini
Tabel 3.1 Aspek Lokasi
No . Aspek/Kriteria Lokasi A Lokasi B Lokasi C
1 Kemudahan pencapaian 3 3 1
2 Kesesuaian dengan Landuse 3 2 1
3 View yang di tuju 3 2 1
4 Kondisi sekitar site 3 2 1
5 Topografi site 3 2 1
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
43
6 Keamanan 3 1 2
Total 18 12 7
(Sumber: Studi, 2011)
Keterangan :
3= Baik
2= Kurang Baik
1= Tidak Baik
Laguna lokasi A merupakan komplek perumahan baru yang memberikan banyak fasilitas didalamnya seperti pendidikan, perdagangan, peristirahatan dan rekreasi dalam jangka panjang. Laguna merupakan suatu komplek perumahan baru yang sedang dalam proses pengembangan menjadi kota di dalam kota. Selian itu tingkat keunggulan lain dari laguna, Laguna di domisili oleh masyarakat menengah atas, sehingga dapat meninggikan nilai komersial gedung ini. Keberadaan Laguna yang di timur pantai menjadi pertimbangan utama pada pemilihan lokasi ini.
Suramadu lokasi B ini memiliki view pantai ke daerah Madura dan aksebilitas yang baik di dalamnya karena langsung menuju jalan tol Suramadu yang juga akan menghubungkan ke jalan menuju Juanda. Namun masyarakat yang mendomisili lokasi ini merupakan masyarakat menengah bawah sehingga kurang mengangkat nilai komersial Pusat Pernikahan di Surabaya ini. Tingkat keamanan wilayah Suramadu masih terbilang rendah karena lokasinya berdekatan dengan tempat berjalannya arus urbanisasi.
Bolsem lokasi C ini dikelilingi telaga yang bisa dimanfaatkan menjadi ruang luar yang baik, namun pada lokasi C ini tidak mendapatkan view pantai karena lokasinya memang hanya di kelilingi oleh mangrove saja. Aksebilitas pada bolsem masih terbilang jauh dari tol menuju Madura dan bandara Juanda. Masyarakat yang mendomisili juga masyarakat menengah bawah. Sehingga
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
44
pemilihan site untuk Pusat Pernikahan di Surabaya yang dapat memadahi keperluan dan rencana rancangan yaitu Laguna, karena lokasi yang strategis, topografi site yang baik dan keamanan yang terjaga, serta masyarakat menengah atas yang mendomisili wilayah tersebut, maka dipilihlah sebagai lokasi Pusat Pernikahan di Surabaya.
3.3 Kondisi Fisik Lokasi
3.3.1 Existing Site
Sesuai dengan pertimbangan di atas maka Laguna menjadi tempat
perancangan Pusat Pernikahan di Surabaya. Site merupakan lahan kosong dengan kontur rata, dan berada pada lingkungan perumahan Laguna. Lokasi ini dibatasi oleh :
- Sebelah Utara : Lahan Kosong & pantai Laguna - Sebelah Timur : Pantai Laguna
- Sebelah Barat : Lahan Kosong
- Sebelah Selatan : Apartement Laguna dan Perumahan Laguna Peraturan RTRK UD. Laguna Surabaya yang berlaku pada tapak yang mempengaruhi perencanaan tapak adalah :
a. Koefisien dasar bangunan = 60 % b. Koefisien Lantai bangunan = 4 lantai c. Garis sempadan pantai = 100 M2 d. Garis sempadan bangunan = 10 M2
e. Luas Percil = 2500-10000
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
45
Kondisi topografi pada lokasi ini merupakan tanah datar yang merupakan tanah pasir dan berlumpur. Kekuatan daya dukung tanah kurang baik maka konstruksi tanah memerlukan perbaikan tanah, dengan tanah keras 13m, selain pengerasan tanah juga digunakan sistem drainase baru yang menjadi solusi untuk mengatasi banjir dan kerusakan jalan pada kawasan Laguna. Suhu rata-rata pada tapak 23oC-31oC, sehingga pada siang hari udara terasa hangat dan pada malam harinya mulai terasa dingin. Kecepatan angin 10-15 knots dari barat laut ke tenggara, dengan tekanan udara 1004,4-1017.7 MBS. Mengenai ketinggian lokasi 2,2-3,4 meter diatas permukaan air laut, kemiringan 0-3%.
Jenis vegetasi yang dapat ditemui di sekitar site yaitu mangrofe sehingga keberadaannya bisa dimanfaatkan selain untuk estetika juga dapat meredam panas matahari akibat uap air pada saat siang hari.
3.3.2 Aksebilitas
Pencapain menuju Laguna dipermudah dengan adanya jalan tol penghubung menuju suramadu dan juanda. Selain itu hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk menuju tengah kota Surabaya. Laguna sendiri juga sudah memiliki banyak fasilitas di dalamnya, sehingga tidak memerlukan lagi kita jauh- jauh keluar lokasi untuk mendapatkan fasilitas.
M enuju Suramadu
M enuju Gerbang Ut ama Laguna
Gambar 3.1 Analisa Akses Pusat Pernikahan
Sumber www. Google earth.com
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :