RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
(RENSTRA SKPD)
TAHUN 2018-2023
BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA PALANGKA RAYA
BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH
Jl. Tjilik Riwut No. 98 Telp. (0536) 3231302, 3231314 Palangka Raya 73112
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... 1
BAB I PENDAHULUAN ... 3
1.1.LATAR BELAKANG ... 3
1.2. LANDASAN HUKUM ... 6
1.3.MAKSUD DAN TUJUAN ... 9
1.3.1.MAKSUD ... 9
1.3.2.TUJUAN ... 9
1.4. SISTEMATIKA PENULISAN ... 10
BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA PALANGKA RAYA ... 12
2.1.TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH ... 12
2.2 SUMBER DAYA PERANGKAT DAERAH ... 15
2.2.1.Gambaran Umum BPKAD Kota Palangka Raya... 15
2.3.KINERJA PELAYANAN SKPD ... 20
2.4.TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN SKPD ... 26
2.4.1.TANTANGAN ... 26
2.4.2.PELUANG PENGEMBANGAN SKPD ... 29
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH ... 33
3.1.IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA PALANGKA RAYA. ... 33
3.2.TELAAHAN VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH ... 35
3.2.1. VISI DAN MISI KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PERIODE 2018-2023 ... 35
3.3 TELAAHAN RENSTRA K/L DAN RENSTRA ... 39
3.4.TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS ... 41
3.5.PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS ... 45
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN... 51
4.1.TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH PERANGKAT DAERAH ... 51
4.1.1.Tujuan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya ... 51
4.1.2.Sasaran Jangka Menengah dari Kinerja BPKAD Kota Palangka Raya ... 51
BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN SKPD ... 53
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN ... 56
6.1.RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN ... 56
6.1.1. PROGRAM ... 56
6.1.2. KEGIATAN ... 58
6.1.3. Indikator Kinerja. ... 61
6.1.4. Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif. ... 63
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN ... 73 PENUTUP ... 81
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah merupakan satu kesatuan dalam system perencanaan pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan berdasarkan perandan kewenangannya, berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah sesuai dinamika pembangunan.
Perencanaan pembangunan daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari system perencanaan pembangunan nasional yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 12 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya yang dibentuk melalui Peraturan Daerah Kota Palangka Raya Nomor 16 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, tentunya dalam menjalan kantugas dan fungsi pokok organisasi tidak lepas dari perencanaan strategis sebagai pedoman atau suatu pendekatan untuk mencapai tujuan, mengarahkan pada pengambilan keputusan dan tindakan terutama di bidang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Rencana strategis ini disusun berdasarkan Visi, Misi serta Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palangka Raya.
Berdasarkan hal tersebut maka Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya menyusun Rencana Strategis Tahun 2013-2018, yang merupakan dokumen perencanaan lima tahunan yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan,
program dan kegiatan pembangunan di bidang pengelolaan keuangan daerah Kota Palangka Raya.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 pada Pasal 13 bahwa Perangkat Daerah perlu menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang merupakan dokumen Perancanaan Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat tujuan, sasaran, program dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan urusan Pemerintahan Wajib, dan/ atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tujuan dan fungsi setiap perangkat daerah yang berpedoman kepada RPJMD dan bersifat indikatif.
Hal ini sesuai dengan Pasal 89 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, yang menyatakan bahwa SKPD menyusun Renstra SKPD, lebih lanjut dinyatakan pada ayat (2) bahwa tahapan penyusunan renstra SKPD terdiri dari:
a. persiapan penyusunan Renstra SKPD;
b. penyusunan rancangan Renstra SKPD;
c. penyusunan rancangan akhir Renstra SKPD; dan d. penetapan Renstra SKPD.
Bagan Alir Penyusunan Renstra SKPD Kabupaten/Kota
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya sebagai salah satu SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya mempunyai kewajiban untuk membuat Rencana Strategis SKPD untuk periode Tahun 2013 – 2018 sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. Sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 pada Pasal 13 bahwa Perangkat Daerah perlu menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang merupakan dokumen Perancanaan Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat tujuan, sasaran, program dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan urusan Pemerintahan Wajib, dan/ atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tujuan dan fungsi setiap perangkat daerah yang berpedoman kepada RPJMD dan bersifat indikatif.
1.2. LANDASAN HUKUM
Landasan hukum penyusunan Rencana Strategis Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palangka Raya adalah :
1. Undagn-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1965 tentang Pembentukan Kotapraja Palangka Raya (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negar Republik Indonesia Nomor 2753);
3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (Lembar Negara Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
5. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 22004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4355);
6. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 104, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4400);
8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5243);
11. Peratruran Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4090);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502)
13. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5403);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 137, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah kepada Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
19. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal;
20. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
21. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737) 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah Sebagaimana telah dibuah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
23. Peraturan Menteri Menteri Nomor 80 Tahun 2015 Tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036);
24. Peraturan Daerah Kota Palangka Raya Nomor 02 Tahun 2010 , Daerah Kota Palangka Raya Tahun 2010 Nomor 02, Tambahan Lembaran Daerah Kota Palangka Raya Nomor 02), Sebagaimana telah diubah dengan peraturan Daerah Kota Palangka Raya Nomor 15 Tahun 2011 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kota Palangka Raya Nomor 02 Tahun 2010 tentang Pokok-Pokok
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Palangka Raya Tahun 2011 Nomor 15);
25. Peraturan Daerah Kota Palangka Raya Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukandan Susunan Perangkat Daerah Kota Palangka Raya ( Lembaran Daerah Kota Palangka Raya Tahun 2016 Nomor 11 ) ;
26. Peraturan Daerah Kota Palangka Raya Nomor 8 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019 (Berita daerah Kota Palangka Raya Tahun 2018 Nomor 8).
1.3.MAKSUD DAN TUJUAN 1.3.1.MAKSUD
Penyusunan Renstra Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palangka Raya Tahun 2018 – 2023 adalah sebagai dokumen perencanaan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya dalam Mewujudkan Visi dan Misi Walikota Palangka Raya selama 5 (lima) tahun.
Rancangan Awal Rencana Strategis Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya dimaksudkan untuk memberikan gambaran arah serta sebagai pedoman taktis dan strategis dalam penyelenggaraan Pengelolaan Keuangan Daerah daerah di Kota Palangka Raya Tahun 2018 – 2023.
1.3.2.TUJUAN
1. Sinkronisasi tujuan, sasaran, program dan kegiatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palangka Raya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palangka Raya dalam mendukung Visi dan Misi Walikota Palangka Raya .
2. Menyediakan bahan serta pedoman untuk menyusun Rencana Kinerja (Rencana Kerja Tahunan) BPKAD Kota Palangka Raya dalam kurun waktu tahun 2018 – 2023.
3. Menyediakan acuan untuk meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi BPKAD Kota Palangka dalam pengelolaan administrasi keuangan daerah dengan menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi.
1.4. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika Penulisan Rencana Strategis (Renstra) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya telah disusun dengan memperhatikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah, serta tata cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
Dengan Penyajian sebagai berikut : BAB I PEN DAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan
BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH
2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah 2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah
2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi
Pelayanan Perangkat Daerah
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra
3.4 Telaahan Remcana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
3.5 Penentuan Isu-isu Starategis
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN
4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah
BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN; DAN
PENUTUP
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA PALANGKA RAYA
2.1.TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya melaksanakan fungsi penunjang keuangan.
Susunan Organisasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya terdiri dari :
1. Kepala Badan
2. Kelompok Jabatan Fungsional
3. Sekretariat, dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas pokok memberikan pelayanan administrasi kepada semua unsur di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya terdiri dari :
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub Bagian Keuangan dan Aset
Sub bagian Perencanaan dan Penyusunan Program
4. Bidang Anggaran dipimpin oleh Kepala Bidang Anggaran mempunyai tugas pokok menyiapkan Surat Penyiapan Dana (SPD), mengkoordinir penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah serta membuat administrasi keuangan Bidang Anggaran Belanja terdiri dari :
Sub Bidang Perencanaan Penyusunan APBD
Sub Bidang Dana Transfer & Pendapatan
Sub Bidang Belanja dan Pembiayaan
5. Bidang Perbendaharaan, dipimpin oleh Kepala Bidang Perbendaharaan mempunyai tugas pokok memeriksa dan menguji kebenaran penagihan, menerbitkan Surat Pencairan Dana (SP2D) Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung serta penguji SP2D, menerbitkan Laporan Posisi Kas Harian dan
Laporan Rekonsiliasi Bank, dan pelaksanaan penatausahaan keuangan Bidang Perbendaharaan terdiri dari :
Sub Bidang Kas Daerah
Sub Bidang Belanja Langsung
Sub Bidang Belanja Tidak Langsung
6. Bidang Akuntansi, dipimpin oleh Kepala Bidang Akuntansi mempunyai tugas pokok melakukan pembukuan secara sistematis dan kronologis, mengelola informasi dan menyiapkan bahan untuk monitoring dan evaluasi di bidang keuangan serta menyiapkan penyusunan perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) terdiri dari :
Sub Bidang Monitoring Pendapatan Belanja dan Pembiayaan
Sub Bidang Pembinaan Akuntansi & Evaluasi
Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan 7. Bidang Pengelolaan Aset
Sub Bidang Analisa Kebutuhan Pemeliharaan & Penghapusan
Sub Bidang Pengamanan dan Pemamfaatan
Sub Bidang Penatausahaan & Pelaporan 8. Unit Pelaksana Teknis Kegiatan
Unit Pelaksana Teknis Kegiatan mempunyai tugas pokok sebagai unsur pelaksana teknis operasional Dinas yang dipimpin oleh seorang Kepala yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Kepala Badan.
Kepala Badan
Kepala Bidang Anggaran
Sub Bidang Perencanaan Penyusunan APBD
Sub Bidang Dana Transfer &
Pendapatan
Sub Bidang Belanja dan Pembiayaan
Kepala Bidang Perbendaharaan
Sub Bidang Kas Daerah
Sub Bidang Belanja Langsung
Sub Bidang Belanja Tidak Langsung
Kepala Bidang Akuntansi
SubBid Monitoring Pendapatan Belanja &
Pembiayaan
Sub Bidang Pembinaan Akuntansi & Evaluasi
Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan
Kepala Bidang Pengelolaan Aset
Sub Bidang Analisa Kebutuhan Pemeliharaan &
Penghapusan
Sub Bidang Pengamanan dan Pemamfaatan
Sub Bidang Penatausahaan &
Pelaporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
Sekretaris
Sub bagian Perencanaan dan Penyusunan Program
Sub Bagian Keuangan dan Aset
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA PALANGKA RAYA
2.2 SUMBER DAYA PERANGKAT DAERAH
2.2.1.Gambaran Umum BPKAD Kota Palangka Raya
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Palangka Raya Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Pereangkat Daerah Kota Palangka Raya
(Lembaran Daerah Tahun 2016 Nomor 11) bahwa Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palangka Raya merupakan Lembaga Teknis Daerah yaitu SOPD yang melaksanakan fungsi penunjang.
Berdasarkan Keputusan Walikota Palangka Raya Nomor : 188.45/85/ /2017, tentang Pelimpahan Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa Kepala BPKAD Kota Palangka Raya diberikan kewenangan selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) serta bertindak selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) yang memiliki kewenangan dalam hal Penyusunan Kebijakan Keuangan Daerah, Penyusunan APBD, melaksanakan fungsi Bendahara Umum Daerah, Melaksanakan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Daerah serta Melaksanaan pengelolaan Barang Milik Daerah.
Anggaran dan Belanja Daerah
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan salah satu titik berat atau tugas utama dari BPKAD Kota Palangka Raya sebagai Badan Pengelolaan Keuangan selain tugas dalam pengelolaan aset-aset milik Pemerintah Kota Palangka Raya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, maka APBD Kota Palangka Raya disusun melalui tahapan-tahapan yang telah ditentukan yang melibatkan beberapa elemen Birokrasi yang tergabung dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang di ketuai oleh Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya.
Berikut ini tahapan-tahapan penyusunan APBD Kota Palangka Raya:
a. Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD)
Pemerintah Daerah menyusun RKPD berdasarkan Rencana Kerja (RENJA) SKPD untuk (satu) tahun, sedangkan isi dari RKPD tersebut terdiri dari:
1. Kerangka Ekonomi Daerah;
2. Prioritas Pembangunan dan Kewajiban Daerah;
3. Rencana Kerja yang Terukur dan Pendanaannya.
b. Penyusunan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
Rancangan KUA/PPAS dibuat berdasarkan RKPD dan Pedoman penyusunan APBD oleh Walikota Palangka Raya selaku Kepala Daerah dibantu dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Palangka Raya yang memuat :
1. Kondisi Ekonomi Makro Daerah;
2. Asumsi Penyusunan APBD;
3. Kebijakan Pendapatan dan Belanja Daerah;
4. Kebijakan Pembiayaan Daerah dan Strategi pencapaiannya.
Tahapan Penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) : 1. Menentukan skala prioritas untuk urusan wajib dan pilihan;
2. Menentukan program untuk masing-masing urusan;
3. Menyusun plafon anggaran sementara untuk masing-masing program.
Rancangan KUA/PPAS tersebut kemudian disampaikan kepada DPRD untuk dibahas bersama-sama dengan Kepala Daerah sehingga menghasilkan Nota Kesepakatan tentang KUA/PPAS.
c. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) SKPD
Berdasarkan Nota Kesepakatan tentang KUA/PPAS tersebut maka, Walikota Palangka Raya mengeluarkan Keputusan tentang Pedoman Penyusunan RKA SKPD yang disusun oleh Kepala SKPD, Penyusunan RKA SKPD berpedoman pada poin-poin sebagai berikut :
1. Prioritas pembangunan daerah dan program/kegiatan yang terkait;
2. Alokasi plafon anggaran sementara untuk setiap program/kegiatan SKPD;
3. Batas waktu penyampaian RKA-SKPD kepada PPKD;
4. Dokumen Lampiran: KUA, PPAS, kode rekening, Format RKA SKPD, ASB, Analisa Standar Harga.
d. Penyusunan RAPERDA tentang APBD
1. RKA disusun berpedoman pada poin-poin diatas dengan menggunakan pendekatan:
a. Kerangka pengeluaran jangka menengah daerah;
b. Penganggaran terpadu;
c. Penganggaran berdasarkan prestasi kerja.
2. RKA yang telah disusun dan ditandatangani SKPD kemudian disampaikan kepada Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) untuk dibahas oleh TAPD untuk menelaah hal-hal sebagai berikut:
a. Kesesuaian RKA-SKPD dengan KUA, PPAS, prakiraan maju pada RKA-SKPD tahun berjalan yang disetujui tahun lalu, dan dokumen perencanaan lainnya;
b. Kesesuaian rencana anggaran dengan standar analisis belanja, standar satuan harga;
c. Kelengkapan instrument pengukuran kinerja yang meliputi capaian kinerja, indikator kinerja, kelompok sasaran kegiatan, dan standar pelayanan minimal;
d. Proyeksi prakiraan maju untuk tahun anggaran berikutnya; dan e. Sinkronisasi program dan kegiatan.
3. PPKD menyusun RAPERDA tentang APBD dari RKA SKPD yang telah disempurnakan untuk disampaikan ke.
4. RAPERDA tentang APBD beserta lampirannya disertai Nota Keuangan dibahas pada Rapat DPRD Kota Palangka Raya oleh Walikota Palangka Raya dan DPRD Kota Palangka Raya untuk kemudian diambil keputusan.
e. Penyusunan Peraturan Daerah (PERDA) tentang APBD dan DPA SKPD dengan tahapan:
1. RAPERDA tentang APBD yang telah diputuskan dijadikan dasar Kepala Daerah untuk membuat Peraturan Daerah Walikota Palangka Raya tentang Penjabaran APBD;
2. RAPERDA yang telah diputuskan kemudian diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Tengah untuk dilakukan evaluasi yang hasilnya disampaikan paling lambat 15 hari sejak diterima, jika masih terdapat ketidaksesuaian maka Walikota bersama DPRD akan melakukan penyempurnaan paling lama 7 hari dan jika sesuai maka Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD bisa ditetapkan;
3. Setelah RAPERDA ditetapkan, Rancangan DPA-SKPD disusun oleh Kepala SKPD untuk kemudian diserahkan kepada PPKD. DPA-SKPD tersebut merinci hal-hal sebagai berikut :
a. Sasaran yang hendak dicapai;
b. Program, kegiatan, anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut;
c. Rencana penarikan dana tiap-tiap SKPD serta pendapatan yang diperkirakan.
5. Rancangan DPA-SKPD diverifikasi oleh TAPD bersama Kepala SKPD dan setelah hasil verifikasi selesai maka PPKD akan mengesahkan rancangan DPA-SKPD tersebut dengan persetujuan Sekretaris Daerah;
6. DPA SKPD dijadikan dasar dalam pelaksanaan anggaran oleh Kepala SKPD selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang.
Mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, komponen Belanja Daerah Kota Palangka Raya terdiri dari:
1. Belanja Tidak Langsung, yang terdiri dari: Belanja Pegawai, Belanja Bunga, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bantuan Keuangan, dan Belanja Tidak Terduga.
2. Belanja Langsung, yang terdiri dari: Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa dan Belanja Modal.
Sumber daya manusia
SDM merupakan salah satu unsur penting yang harus dimiliki oleh instansi/badan usaha, karena kinerja para pegawai akan menentukan tingkat kinerja instansi/badan usaha tersebut. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya memiliki sumberdaya manusia sebanyak 52 orang berdasarkan kualifikasi dengan rincian sebagai sebagai berikut :
Tabel 2.2.1
Kualifikasi Pegawai Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya berdasarkan pendidikan
No. Jenjang Pendidikan Jumlah
1. S3 0 Orang
2. S2 8 Orang
3. S1 28 Orang
4. Diploma III 8 Orang
5. Diploma I 1 Orang
5. SLTA/Sederajat 7 Orang
6. SLTP 0 Orang
Total 52 Orang
Tabel 2.2.2
Kualifikasi Pegawai Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya berdasarkan Golongan Pangkat
JUMLAH DAN KOMPOSISI PNS BPKAD KOTA PALANGKA RAYA
JABATAN STRUKTURAL PADA BPKAD : 1. KEPALA BADAN : 1 Orang 2. SEKRETARIS : 1 Orang 3. KEPALA BIDANG : 4 Orang 4. KEPALA SUB BAGIAN : 3 Orang 5. KEPALA SEKSI : 12 Orang 6. PELAKSANA : 31 Orang
2.3.KINERJA PELAYANAN SKPD
Layanan jasa Pengelolaan Keuangan Daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya dilaksanakan oleh Bidang Anggaran, Perbendaharaan, Akuntansi dan Pengelolaan Aset Daerah Kota Palangka Raya, dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah, membuat administrasi keuangan, memeriksa dan menguji kebenaran penagihan, menerbitkan Surat Pencairan Dana (SP2D) Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung, penguji SP2D, menerbitkan Laporan Posisi Kas Harian dan Laporan Rekonsiliasi Bank, pelaksanaan penatausahaan keuangan, melakukan pembukuan secara sistematis
NO SUB UNIT JUMLAH
1. SEKRETARIAT 12
2. BIDANG ANGGARAN 8
3. BIDANG PERBENDAHARAAN 14
4. BIDANG AKUNTANSI 9
5. BIDANG ASET 9
T O T A L 52
dan kronologis, mengelola informasi dan menyiapkan bahan untuk monitoring dan evaluasi di bidang keuangan serta menyiapkan penyusunan perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ).
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya sesuai dengan fungsi penunjang melaksanakan sebagian urusan Pemerintahan Daerah di bidang pengelolaan keuangan daerah mempunyai sasaran/target capaian kinerja yang didasarkan pada indikator kinerja sebagai berikut :
1. Opini BPK Terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah.
2. Tersedianya regulasi pengelolaan keuangan daerah (perda/perkada)
Dari Indikator Sasaran ini kemudian diwujudkan dalam beberapa Program yaitu:
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur;
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur;
4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur;
5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan;
6. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah;
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban Pemerintah Daerah terhadap penggunaan APBD untuk kepentingan pembangunan Kota Palangka Raya serta sebagai tolak ukur kinerja Pemerintah Kota Palangka Raya pada setiap akhir tahun anggaran sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Sistem Akuntansi Pemerintahan. Laporan Keuangan ini bertujuan Sebagai bentuk pertanggungjawaban Pemerintah Kota Palangka Raya atas penggunaan APBD Kota Palangka Raya setiap akhir tahun anggaran dengan : a. Menyediakan informasi mengenai posisi, alokasi, perubahan dan penggunaan
sumber daya ekonomi, kewajiban dan Ekuitas Dana Pemerintah Daerah;
b. Menyediakan informasi mengenai kewajiban dan Ekuitas Dana Pemerintah Daerah;
c. Menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang dipercayakan kepada Pemerintah Kota Palangka Raya;
d. Menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya;
e. Menyediakan informasi mengenai potensi Pemerintah Daerah untuk membiayai penyelenggaraan Kegiatan Pemerintahan setiap tahunnya.
Dari Laporan Keuangan yang disampaikan kepada Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia setiap tahunnya didapatlah Opini Publik terhadap akuntabilitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang terdiri dari beberapa Opini sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara sebagai berikut :
1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
Menyatakan bahwa laporan keuangan entitas yang diperiksa, menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan , hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
2. Opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
Menyatakan bahwa laporan keuangan entitas yang diperiksa menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas entitas tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal-hal yang berhubungan dengan yang dikecualikan.
3. Opini Tidak Wajar (Adversed Opinion)
Menyatakan bahwa laporan keuangan entitas yang diperiksa tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
4. Pernyataan menolak memberikan opini (Disclaimer of Opinion)
Menyatakan bahwa Auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan, jika bukti audit tidak untuk membuat kesimpulan.
Regulasi Pengelolaan Keuangan Daerah Perda/Perkada.
Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan salah satu kewajiban Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menunjang pembangunan dimana proses penyusunan yang baik, benar dan tepat waktu menjadi hal utama dalam mencapai optimalisasi penganggaran yang tepat guna bagi masyarakat.
Dengan demikian dibutuhkan tahapan-tahapan dan komponen pendukung yang baik dan terencana/terprogram dengan persiapan yang sedemikian baik untuk mencapai hasil yang maksimal, diantara komponen pendukung yang sangat penting BPKAD Kota Palangka Raya melalui Rencana Strategis BPKAD Kota Palangka Raya melakukan langkah-langkah yang dapat mendukung pelaksanaan proses penyusunan APBD Kota Palangka Raya setiap tahunnya dengan menyediakan Peraturan dan Instrumen Penganggaran yang diharapkan dapat menjadi dasar dan acuan bagi Pemerintah Kota secara umum serta SKPD terkait yang membutuhkan baik dalam proses Perencanaan Anggaran Kota, Penyusunan Kegiatan sampai kepada Proses Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA).
Pencapaian sampai pada tahun 2017 untuk indikator kinerja tersebut adalah 100%
dimana Regulasi Peraturan dan Instrumen Penganggaran yang dikeluarkan oleh BPKAD Kota Palangka Raya dalam mendukung proses penyusunan APBD mencapai Target
Adapun target dan realisasi kinerja berdasarkan indikator kinerja tersebut untuk 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.3.1
Review Pencapaian Kinerja Pelayanan BPKAD Palangka Raya
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD
Tar-get SPM
Tar-get IKK
Target Indi- kator Lainnya
Target Renstra DPKAD Tahun Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Regulasi Pengelolaan
Keuangan Daerah Regulasi 10 6 6 6 6 10 10 10 10 13 100% > 100% > 100% > 100% > 100%
2 Opini BPK terhadap
laporan keuangan Hasil
Opini BPK WTP WTP WTP WTP WTP TMP WDP WDP WTP WTP 2 3 3 4 4
Dari tabel di atas dapat dilihat pencapaian indikator kinerja BPKAD Kota Palangka Raya hampir seluruhnya tercapai bahkan untuk Regulasi Pengelolaan Keuangan Pemerintah daerah dapat melebihi target yang ditetapkan, namun untuk Opini Laporan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Tahun 2013 tidak tercapai sesuai target diakibatkan masih ada berapa temuan.
Tabel 2.3.2
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya
Uraian
Anggaran pada Tahun Realisasi Anggaran pada Tahun
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
BTL 13.533.322.000,00 13.202.470.613,16 16.424.011.364,82 15.261.368.998,08 12.730.679.483,08 8.335.538.683,00 11.706.422.522,00 12.180.057.407,00 14.320.649.096,00 11.912.754.965,00
BL 24.880.103.470,52 27.870.611.471,38 10.779.970.997,98 11.313.818.888,55 14.449.489.594,53 20.896.656.714,00 18.971.957.157,00 8.194.098.071,00 9.642.643.335,00 11.553.492.132,00
Jumlah 38.413.425.470,52 41.073.082.084,54 27.203.982.362,80 26.575.187.886,63 27.180.169.077,61 29.232.195.397,00 30.678.379.679,00 20.374.155.478,00 23.963.292.431,00 23.466.247.097,00
Uraian
Rasio Antara Realisasi dan Anggaran
Tahun* Rata-rata Pertumbuhan**
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 BTL 61,59% 88,67% 74,16% 93,84 93,58 0,54 1,4 1,04 0,01 0,01 BL 83,99% 68,07% 76,01% 85,23 79,96 2,13 0,91 0,432 0,01 0,01 Jumlah 76,10% 74,69% 74,89% 90,17 86,34 1,16 1,05 0,664 0,01 0,01
* Rasio Antara Realisasi dan Anggaran : Realisasi dibagi dengan anggaran dikali 100 %
** Rata-rata Pertumbuhan : Realisasi pada Tahun hitungan dibagi tahun sebelumnya dibagi 100
2.4.TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN SKPD
Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya dalam 5 (lima) tahun kedepan untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai salah satu instansi pemerintah daerah Kota Palangka Raya, antara lain :
2.4.1.TANTANGAN
Keuangan daerah merupakan urat nadi bagi berjalannya roda pemerintahan daerah, hal ini dikarenakan dalam menjalankan roda pemerintahan tersebut dibutuhkan pendanaan sebagai input bagi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah, oleh karena itu pengelolaan keuangan harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Dalam mengelola keuangan daerah, terdapat asas umum yang harus dipatuhi sebagaimana diamanatkan dalam Undang- undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yaitu keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat. Oleh karena itu tantangan terbesar dalam pengelolaan keuangan adalah bagaimana mengelola keuangan daerah secara taat azas.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah yang dimiliki oleh Kepala Daerah dilaksanakan oleh tiga unsur yaitu:
1. Sekretaris Daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah;
2. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) selaku PPKD;
3. Kepala SKPD selaku Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang.
Oleh karena itu akuntabilitas pengelolaan keuangan sangat tergantung pada peran dari masing-masing unsur tersebut, sehingga tantangannya adalah bagaimana mensinergikan ketiga unsur tersebut sehingga pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara akuntabel.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah mendefinisikan Keuangan Daerah sebagai semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. Sedangkan pengelolaan keuangan daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah, oleh karena itu sinergitas yang dilakukan oleh para pengelola keuangan tersebut meliputi ruang lingkup keuangan daerah yaitu pendapatan, belanja, pembiayaan termasuk kekayaan daerah yang diperoleh. Selain itu sinergitas juga dilakukan dalam proses pengelolaan keuangan daerah yaitu dari proses perencanaan/penganggaran, pelaksanaan/penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban serta pengawasan keuangan daerah.
APBD sebagai dokumen perencanaan keuangan tahunan merupakan dokumen sentral yang memiliki fungsi perencanaan, otorisasi, pengawasan, alokasi, distribusi dan stabilisasi. Oleh karena itu pemangku kepentingan (stakeholders) dalam proses penyusunan APBD cukup banyak yaitu DPRD sebagai representasi dari kepentingan masyarakat, Eksekutif yang terdiri dari Walikota dan Wakil Walikota, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan SKPD selaku Pengguna Anggaran. Banyaknya para pemangku kepentingan dalam proses penyusunan APBD menjadi tantangan dalam mensinergikan peran masing-masing pemangku kepentingan sehingga penyusunan APBD dapat dilakukan sesuai dengan tahapan dan dapat ditetapkan secara tepat waktu.
Tantangan pertama adalah keterlambatan penetapan APBD dimana seharusnya berbarengan dengan siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Salah satu tantangan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Tentu saja APBD harus disusun untuk kepentingan umum. Siklus APBD juga sama dengan siklus APBN ada tahapan perencanaan, penganggaran, pembahasan dan penetapan,"
Tantangan dan masalah pengelolaan keuangan daerah yang kedua adalah mayoritas APBD dibelanjakan untuk gaji pegawai. Selain itu, belum adanya standar program kegiatan dari APBD.
Tantangan dalam pengembangan pengelolaan keuangan daerah yang ketiga adalah kebijakan pemerintah menerapkan akuntansi berbasis akrual guna meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, serta pengembangan sistem pengendalian internal.
Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Palangka Raya diserahi tugas untuk memberikan pelayanan ke dalam yaitu kepada seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya, maupun kepada masyarakat (penyedia barang/jasa) yang melaksanakan penyediaan barang dan/atau jasa di lingkungan BPKAD Pemerintah Kota Palangka Raya.
Dengan adanya perubahan Kepala Daerah tersebut mengharuskan adanya perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) yang dapat mengakomodir keinginan dan visi-misi Walikota terpilih, sehingga Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah harus menyesuaikan visi misi untuk tahun 2018 - 2023 yang lebih menantang, berorientasi pada kepentingan pembangunan, bersifat jangka menengah, memberikan kekuatan dan mengilhami, berorientasi pada perubahan-perumbahan dan masa depan yang diharapkan maka harus :
1. Mencerminkan apa yang ingin dicapai,
2. Memberikan arah dan fokus strategi yang jelas
3. Menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan stratejik 4. Memiliki orientasi terhadap masa depan.
Dalam hal ini Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya, berupaya menyusun prognosa dan menyusun proyeksi pendapatan daerah, baik yang bersumber dari PAD, Perimbangan, Pendapatan lain-lain yang sah, hal ini untuk mengupayakan terpenuhinya belanja yang diperlukan oleh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya.
Dengan perkembangan dibidang Teknologi Informasi, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya dituntut untuk memiliki aparatur yang cakap dan handal dalam menjalankan tugas, dimana kecakapan dan keterampilan aparatur sangat mendukung penyelesaian tugas yang tepat waktu, cermat dan akurat serta bertanggungjawab. Disamping itu pemahaman atas peraturan perundang-undangan sebagai pedoman utama dalam melaksanakan pengelolaan keuangan daerah sangat diperlukan agar tercapainya satu kesepahaman yang sama untuk mencapai keberhasilan pengelolaan keuangan daerah.
2.4.2.PELUANG PENGEMBANGAN SKPD
Dengan adanya aparatur yang cakap dan handal dalam menjalankan tugas, tentunya kedepan peluang Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya dalam meningkatkan pelayanan pengelolaan keuangan daerah akan semakin baik, dapat memberikan informasi yang tepat dan akurat, akuntabel dan transparan kepada semua pemangku kepentingan.
Untuk mengamankan proyeksi rencana pendapatan dan belanja yang terformulasikan dalam rencana strategis Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah dari tahun 2018 - 2023 perlu memperhatikan kelamahan yang selama ini dirasakan dan kekuatan internal yang telah teruji kehandalannya selama pencapaian kebelakang dari tahun 2013-2018. Selain itu dalam rangka pengelolaan keuangan dan aset daerah Kota Palangka Raya agar sesuai dengan aturan perndangan yang berlaku, maka BPKAD Kota Palangka Raya melakukan beberapa kegiatan diantaranya :
1. Pengumpulan, asistensi dan pengkoordinasian seluruh data penyusunan anggaran pendapatan dan belanja dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya;
2. Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palangka Raya dengan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Keuangan yang menginplementasikan/mengakomodir SAP berbasis akrual;
3. Penerbitan Surat Penyediaan Dana (SPD) yang diterbitkan pada setiap awal triwulan kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya sebagai bahan bagi SKPD dalam pencairan anggaran dan pelaksanaan kegiatan;
4. Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM) dari seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya;
5. Penerbitan Surat Kas Posisi Harian yang diterbitkan setiap hari berdasarkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sebagai bahan kebijakan pimpinan dalam menentukan pencairan anggaran;
6. Penerbitan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP) untuk karyawan/wati di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya yang akan memasuki masa pensiun;
7. Sosialisasi aturan-aturan pengelolaan keuangan dan aset baik yang berasal dari pusat maupun yang berasal dari Pemerintah Kota Palangka Raya sendiri kepada seluruh SKPD;
8. Pengumpulan, asistensi dan pengkoordinasian seluruh data pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan dari masing-masing SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya, baik secara triwulanan, semesteran maupun setiap akhir tahun anggaran;
9. Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Palangka Raya yang disusun berdasarkan Laporan Keuangan seluruh SKPD di lingkungan
Pemerintah Kota Palangka Raya yang
menginplementasikan/mengakomodir SAP berbasis akrual;
10. Pelayanan Sertifikasi Tanah milik Pemerintah Kota Palangka Raya sebagai upaya Pemerintah Kota mengamankan aset-aset fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Adapun peluang yang dimiliki oleh BPKAD adalah:
1. Berdasarkan Keputusan Walikota Palangka Raya Nomor : 188.45/85/2017 tentang Pelimpahan Kewenangan Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa Kepala BPKAD diberikan kewenangan selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah serta bertindak selaku Bendahara Umum
Daerah (BUD) yang memiliki kewenangan dalam hal:
1) Penyusunan Kebijakan keuangan daerah;
2) Penyusunan APBD;
3) Melaksanakan fungsi BUD;
4) Melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan Keuangan Daerah;
5) Melaksanaan pengelolaan barang milik daerah.
Dengan kewenangan tersebut BPKAD dapat berperan dalam sinergitas pengelolaan keuangan daerah terutama dengan SKPD selaku pengguna anggaran dan pengguna barang.
2. Regulasi pengelolaan keuangan daerah yang telah ditetapkan dapat dijadikan alat dalam memberikan pedoman (guidance) kepada para pengelola keuangan tentang tata cara perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan daerah sehingga dapat dilakukan secara tertib dan sistematis.
3. Pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana dalam pengelolaan keuangan daerah. Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih merupakan salah satu sarana dalam pengelolaan keuangan karena dengan teknologi ini mampu melakukan olah data dengan tingkat akurasi yang tinggi sehingga mengurangi tingkat kesalahan manusia (human error). Sistem informasi manajemen pengelolaan keuangan daerah yang telah dimiliki yaitu:
a. Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA);
b. Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah (SIMDA BMD);
c. Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA);
d. Sistem Pengelolaan Gaji Daerah;
e. Sistem Informasi Manajemen Kas Daerah;
f. Pelaksanaan Transaksi Non Tunai.
4. Kemampuan keuangan daerah yang terus meningkat yang ditandai dengan pertumbuhan nilai APBD yang terus meningkat, hal ini memberikan peluang bagi BPKAD untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan keuangan daerah baik dalam pengembangan regulasi, sarana prasarana termasuk teknologi informasi, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola keuangan daerah;
Pertumbuhan pembangunan di Kota Palangka Raya yang cukup baik dibidang ekonomi infrastruktur, termasuk pertumbuhan pemukiman dan perumahan dapat memberikan peluang untuk menggali potensi pendapatan daerah termasuk pendapatan dari retribusi pemanfaatan sewa lahan fasos/fasum.
Untuk mengetahui strategi dan kebijakan yang akan ditempuh untuk tetap memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya, maka BPKAD Kota Palangka Raya menghimpun berbagai macam isu-isu strategis yang muncul sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diemban.
BAB III
PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH
3.1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA PALANGKA RAYA.
Pengelolaan keuangan bukan hanya sekedar mengelola keuangan yang dimiliki, tapi pada hakekatnya adalah mengelola sumberdaya yang dimiliki baik berupa uang maupun barang secara umum, sebagai acuan untuk menentukan program kegiatan strategis yang akan dijalankan oleh setiap SKPD.
Proses pengelolaan keuangan daerah secara umum dibagi kedalam lima kelompok yaitu; Penyusunan Rancangan APBD, Dokumen Pelaksanaan APBD, Pelaksanaan dan Penatausahaan Penerimaan dan Pengeluaran, Akuntansi Keuangan Daerah, Pelaporan Pelaksanaan APBD.
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya dalam menjalankan tatanan proses pengelolaan keuangan tidak lepas dari permasalahan- permasalahan yang sering kali muncul dan tentunya perlu solusi yang tepat dalam penyelesaian masalah untuk mendapatkan pencapaian yang maksimal.
Permasalahan pada pengelolaan keuangan daerah di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya yang sering kali muncul secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua tataran yaitu:
1. Tataran Sumber Daya Manusia
- Kurang optimalnya pelaksanaan tugas akibat beban kerja yang tidak seimbang dengan jumlah dan kemampuan personil secara umum.
2. Tataran Lembaga
- Kurangnya koordinasi dan keterpaduan pengelolaan keuangan antar bidang, sehingga pengelolaan keuangan dan aset masih bersifat parsial.
Berikut ini berbagai permasalahan yang masih ditemui dalam menjalankan Tugas dan Fungsi BPKAD Kota Palangka Raya sebagai Lembaga Teknis Daerah yang menjalankan pengelolaan keuangan dan aset Pemerintah Kota Palangka Raya : 1. Bidang Anggaran
a. Proses penyusunan APBD yang belum sesuai dengan tahapan dalam peraturan yang berlaku;
b. Masih adanya koreksi terhadap APBD dalam Evaluasi Gubernur atas RAPBD Kota Palangka Raya;
c. Kurangnya instrumen penganggaran/ Peraturan/ Juklak/ Juknis/ SOP yang digunakan dalam proses penyusunan APBD;
d. Kurangnya pemahaman SKPD dalam proses penyusunan dokumen penganggaran Rencana Kerja dan Anggaran (RKA-SKPD) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA-SKPD);
e. Masih kurang jelasnya alur penyusunan anggaran belanja Hibah dan Bantuan Sosial;
f. Masih kurangnya pemahaman terhadap peraturan dan ketelitian Tim Asistensi/ verifikasi dalam memeriksa/ memverifikasi Dokumen RKA- SKPD dan DPA-SKPD
2. Bidang Perbendaharaan:
a. SKPD masih belum mematuhi aturan tentang batas akhir pencairan pada akhir tahun;
b. Masih tidak berjalannya Revolving Uang Persediaan (UP) di beberapa SKPD;
c. Belum tertibnya pelaporan perpajakan pusat baik pajak penghasilan maupun pajak pertambahan nilai yang disetorkan oleh Bendahara Pengeluaran SKPD ke Kantor Pelayanan Pajak;
d. Perlunya koordinasi secara simultan antara pengelola Kas Daerah, Bendahara Pengeluaran SKPD, Bendahara Penerimaan SKPD dan Bank;
e. Belum tertibnya administrasi pengendalian belanja di SKPD;
f. Masih kurangnya instrumen Peraturan/ Juklak/ Juknis yang digunakan dalam proses penerimaan dan pengeluaran APBD.
g. Pelaksanaan penyerapan anggaran sebagian besar menumpuk di akhir tahun anggaran.
h. Lambatnya laporan pemutakhiran data pegawai terkait dengan gaji dan tunjangan.
i. Kurangnya ruang penyimpanan arsip keuangan padahal arsip keuangan berlaku sampai dengan 20 tahun
3. Bidang Akuntansi:
a. Penyampaian laporan keuangan daerah masih belum tepat waktu.
b. Masih banyak SDM Pengelola Akuntansi di SKPD yang bukan berlatar belakang pendidikan Akuntansi sehingga masih memerlukan pelatihan dan pembinaan secara berkelanjutan;
c. Peraturan yang terkait dengan standar akuntansi pemerintah masih harus adanya penyesuaian;
d. Kurangnya pemahaman pengelolaan keuangan, pendapatan dan aset terhadap penerapan akuntansi pemerintah berbasis akrual.
4. Bidang Pengelolaan Aset:
a. Belum adanya Road Map untuk menyelesaikan permasalahan aset b. Regulasi terkait pengelolaan aset belum memadai
c. Belum optimalnya akurasi data aset pada tiap-tiap SKPD;
d. Pensertifikatan Aset berupa Lahan milik Pemerintah Kota Palangka Raya belum optimal terkait warkah bukti kepemilikan
e. Prosedur pencatatan BMD belum memadai;
f. Belum optimalnya sinegritas sistem aplikasi pengelolaan aset untuk mendukung laporan keuangan secara akrual
g. Prosedur penilaian BMD belum memadai
3.2.TELAAHAN VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH
3.2.1. VISI DAN MISI KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PERIODE 2018-2023
A. Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih periode 2018-2023 Pembangunan Kota Palangka Raya periode Tahun 2018-2023 dilaksanakan untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur. Karenanya kebijakan pemerintah harus diarahkan untuk membangun Kota Palangka Raya dalam mewujudkan kehidupan yang
sejajar dengan Kota lain yang telah maju. Untuk itu Walikota Palangka Raya dan Wakil Walikota Palangka Raya memiliki Visi yaitu :
“Terwujudnya Kota Palangka Raya menjadi kota yang maju, rukun dan sejahtera untuk semua”
Sebagai salah satu perangkat daerah dengan fungsi penunjang, BPKAD Kota Palangka Raya tentunya turut aktif berperan dalam mewujudkan visi Kota Palangka Raya selama periode pembangunan lima tahun kedepan.
Dengan memahami bahwa mewujudkan kota yang maju, rukun dan sejahtera untuk semua berarti semua lini dan sendi kehidupan pembangunan Kota Palangka Raya menjadi prioritas penting bagi pemerintah daerah. Dalam hal ini sesuai dengan fungsinya maka BPKAD mendapatkan porsi penunjang dalam hal menyiapkan administrasi keuangan daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, bahwasanya kota yang maju tidak lepas dari dukungan dana pembangunan yang memadai, sistem penatausahaan dan pelaporan keuangan daerah yang tertib, transparan dan akuntabel adalah salah satu amanat pembangunan dalam hal mendukung program nasional pemberantasan korupsi yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat, tentunya hal ini sangat bersinergi dengan visi Walikota Palangka Raya dalam mewujudkan kota yang rukun dan sejahtera untuk semua, oleh karena itu BPKAD Kota Palangka Raya walaupun menjalankan fungsi penunjang namun memikul beban yang tidak ringan dalam mendukung visi Walikota Palangka Raya. Untuk mengukur keberhasilan BPKAD Kota Palangka Raya dalam mendukung visi Walikota Palangka Raya dapat dilihat melalui hasil dari audit atas pelaporan keuangan daerah oleh BPK RI Perwakilan Kalimantan Tengah.
B. Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih periode 2018-2023.
Misi Walikota Palangka Raya untuk periode pembangunan 2018-2023:
1. Mewujudkan Kemajuan Kota Palangka Raya Smart Environment (Lingkungan Cerdas)
Seperti yang kita ketahui bahwa Kota Palangka Raya pada saat ini menjadi salah satu pilihan untuk menjadi ibu kota negara, tentunya pembangunan sumber daya manusia serta pembangunan infrastruktur sangat menjadi prioritas utama dalam mempersiapkan wacana pemindahan ibu kota negara. Disamping itu yang tidak kalah penting adalah pembangunan dimaksud harus memperhatikan rencana tata ruang dan wilayah agar daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup disekitarnya dapat dimanfaatkan dan dikelola secara maksimal tanpa merusak ekosistem lingkungan hidup.
2. Mewujudkan Kerukunan seluruh Elemen Masyarakat Smart Society (Masyarakat Cerdas)
Pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mewujudkan masyarakat cerdas tentunya diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat dalam menghadapi arus globalisasi dengan memperkuat dan pemerataan pembangunan disektor pelayanan dasar (Pendidikan, Kesehatan, Layanan Publik).
Apabila kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi maka dengan sendirinya akan tercipta suatu kondisi masyarakat yang rukun dan aman.
3. Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Kota dan Masyarakat Daerah Pinggiran Smart Economi (Ekonomi cerdas)
Tujuan utama pemembangunan adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat disegala bidang dan sendi kehidupan.
Untuk itu diperlukan strategi yang menutamakan penciptaan keunggulan kompetitif melalui penciptaan nilai tambah yang tinggi dalam pembangunan ekonomi kermasyarakatan. Dengan masih rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat khusunya didaerah pinggiran menandakan bahwa masih terdapat kesenjangan yang harus diatasi. Maka strategi pembangunan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan menitik beratkan pada pengembangan industri, pengembangan usaha kecil dan menengah, pengembangan potensi kepariwisataan lokal dan
menggandeng pihak perbankan untuk dapat memberikan dana melalui pinjaman lunak.
Pembangunan Kota Palangka Raya untuk Periode Tahun 2018- 2023 dilaksanakan untuk mewujudkan masyarakat cerdas, mandiri, maju, adil dan makmur. Karenanya kebijakan pemerintah diarahkan melalui visi dan misi untuk membangun kemandirian masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang sejajar dengan masyarakat kota lain yang telah maju.
Berdasarkan uraian Visi dan Misi Walikota Palangka Raya diatas, maka BPKAD Kota Palangka Raya sebagai organisasi perangkat daerah yang menjalankan fungsi penunjang mendukung tercapainya visi Walikota Palangka Raya dalam tataran mendukung Misi ke-Dua
“Mewujudkan Kerukunan Seluruh Elemen Masyarakat Smart Society (Masyarakat Cerdas)”, melalui tujuan ke-4 yaitu :
“Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik”, sasaran ke-4 :
“Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang diukur melalui indikator Opini
Tabel 3.2.1
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD Terhadap Pencapaian Visi, Misi Kota Palangka Raya.
Visi : Terwujudnya Kota Palangka Raya Menjadi Kota Yang Maju, Rukun dan Sejahtera Untuk Semua
No. Misi Kota
Palangka Raya
Permasalahan Pelayanan SKPD
Faktor
Penghambat Pendorong
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Mewujudkan
Kerukunan seluruh elemen Masyarakat Smart Soceity (Masyarakat Cerdas)
Program OPD:
Pengelolaan Keuangan
Daerah dan
Pengelolaan Barang Milik Daerah
1. Belum optimalnya pelayanan aparatur.
2. Belum optimalnya pemahaman aparatur
terhadap tugas dan fungsinya.
3. Belum sinergi
nya program
pengelolaan keuangan
daerah antar
bidang.
1. Aparatur masih kurang
memadai baik
dari segi
kuantitas dan kualitas.
2. Pemahaman terhadap regulasi multi tafsir.
1. Kemajuan IT 2. Tersedianya
anggaran 3. Tersedianya
regulasi pengelolaan keuangan daerah yang
menginplementas ikan/mengakomo dir SAP berbasis akrual.
4. Tersedianya aplikasi SIMDA
Keuangan yang
menginplementas ikan/mengakomo dir SAP berbasis akrual
5. Tersedianya aplikasi SIMBADA
3.3 TELAAHAN RENSTRA K/L DAN RENSTRA
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya merupakan Lembaga Teknis Daerah yang bertugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan aset,
sedangkan untuk tingkat Kementerian dan Lembaga Nasional BPKAD Kota Palangka Raya berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia khususnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Keuangan Daerah.
Sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, yang dijabarkan lebih lanjut ke dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
Tabel 3.3.1
Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Renstra K/L
Aspek Capaian Standar yang digunakan
Faktor yang mempengaruhi Permasalahan Pelayanan SKPD Internal Eksternal
Terwujudnya tata kelola ke pemerintahan yang baik, dan bersih.
1. UU No.12 Tahun 2008.
2. UU No. 33 Tahun 2004 3. PP No. 24 Tahun 2005 4. PP No. 54 Tahun 2005 5. PP No. 55 Tahun 2005 6. PP No. 56 Tahun 2005 7. PP No. 57 Tahun 2005 8. PP No. 58 Tahun 2005 9. PP No. 65 Tahun 2005 10. PP No. 6 Tahun 2006 11. PP No. 38 Tahun 2007 12. PP No. 41 Tahun 2007 13. Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007
14. Perda Kota Palangka
- ketersedian Anggaran.
- Sumber daya manusia terbatas dari segi kuantitas dan kualitas
- Belum optimalnya koordinasi dalam Pengelolaan Keuangan Daerah.
- Tingkat kepatuhan OPD terhadap pelaksanaan aturan.
.
Kurang sinerginya pelayanan pengelolaan keuangan daerah.
Raya Nomor 8 Tahun 2008
15. Perda Kota Palangka Raya Nomor 6 Tahun 2011
3.4.TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS
Kota Palangka Raya secara geografis terletak pada 113˚30`- 114˚07` Bujur Timur dan 1˚35`- 2˚24` Lintang Selatan, dengan luas wilayah 2.678,51 Km2 (267.851 Ha) dengan topografi terdiri dari tanah datar dan berbukit dengan kemiringan kurang dari 40%. Secara administrasi Kota Palangka Raya berbatasan dengan:
Sebelah Utara : Dengan Kabupaten Gunung Mas Sebelah Timur : Dengan Kabupaten Pulang Pisau Sebelah Selatan : Dengan Kabupaten Pulang Pisau Sebelah Barat : Dengan Kabupaten Katingan
Wilayah Kota Palangka Raya terdiri dari 5 (lima) Kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut, Kecamatan Sabangau, Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Rakumpit dengan luas masing-masing 117,25 Km2, 583,50 Km2, 352,62 Km2, 572,00 Km2 dan 1.053,14 Km2
Luas Wilayah Menurut Penggunaannya Kawasan Hutan : 2.485,75 Km2 Tanah Pertanian : 12,65 Km2 Perkampungan : 45,54 Km2 Perkebunan : 22,30 Km2 Sungai dan Danau : 42,86 Km2 Lain-lain : 69,41 Km2
Sumber: Kota Palangka Raya Dalam Angka 2009