1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk hidup memiliki berbagai kebutuhan-kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar dalam hidupnya. Kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar atau basic human needs dapat dijelaskan sebagai kebutuhan yang sangat penting guna kelangsungan hidup manusia, baik yang terdiri dari kebutuhan atau konsumsi individu (makan, perumahan, pakaian) maupun keperluan pelayanan sosial tertentu (air minum, sanitasi, transportasi, kesehatan dan pendidikan).(Mulyanto Sumardi dan Hans-Dieter Evers,ed, 1982 : 2)
Ada yang membedakan antara kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder.
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang paling utama untuk dapat mempertahankan hidup seperti makan, minum, pakaian dan perumahan, sedangkan kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang diperlukan guna melengkapi kebutuhan primer, seperti alat-alat dan perabot (Manullang, 1971 : 6)
Samir Radwan dan Torkel Alfthan tahun 1978 menulis bahwa tanpa mengurangi konsep basic needs, keperluan minimum dari seorang individu atau rumah tangga adalah sebagai berikut : (1) makanan, (2) pakaian, (3) perumahan, (4) kesehatan, (5) pendidikan, (6) air dan sanitasi, (7) transportasi, (8) partisipasi
Makanan adalah salah satu dari kebutuhan primer yang kebutuhan yang harus dipenuhi atau ada untuk menunjang kehidupan manusia. Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang semua orang mengakuinya. Orang- orang dapat bergerak melakukan kerja fisik, tumbuh dan berkembang karena khasiat dari makanan. Makanan dapat berupa makanan yang dapat langsung dimakan maupun makanan yang memerlukan pengolahan terlebih dahulu. Tubuh manusia memerlukan zat makanan atau gizi yang memungkinkan terus berlangsungnya kehidupannya. Zat gizi tersebut terdiri dari energi, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, air.
Pada saat sekarang ini, manusia dituntut serba cepat sehingga menginginkan segala sesuatu yang praktis tanpa harus repot-repot untuk membuat makanan sendiri tanpa harus mengurangi nilai kandungan nutrisi dan gizi yang
diperlukan oleh tubuh sehingga untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut dibutuhkan suatu tempat yang dinamakan restoran.
Restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua tamunya baik berupa makan maupun minum. Restoran ada yang berada dalam suatu hotel, kantor maupun pabrik, dan banyak juga yang berdiri sendiri di luar bangunan itu.
Tujuan operasi restoran adalah untuk mencari untung sebagaimana tercantum dalam definisi Prof. Vanco Christian dari School Hotel Administration di Cornell University. Selain bertujuan bisnis atau mencari untung, membuat puas para tamu pun merupakan tujuan operasi restoran yang utama.
Dalam bisnis ini terjadi semacam barter antara pembeli dengan penjual;
dalam hal ini antara produk jasa dengan uang. Barter ini tidak akan berjalan mulus kalau pertugas-petugas yang akan menangani pelayanan tidak diseleksi secara cermat, dididik dan dilatih dengan baik, diajar berkomunikasi serta dikoordinasikan dengan teliti serta dipersiapkan dengan kesungguhan hati.
Karena berkecimpung dalam produk jasa, yang dihadapi adalah manusia, yakni tamu-tamu, bukan benda mati seperti buku, kertas serta pensil sebagaimana layaknya dihadapi oleh pegawai kantor pada umumnya, maka harus bisa menyesuaikan diri. (Marsum WA, 1991 : 7)
Restoran berarti uang; karena itu harus tahu pasti gimana mengelolanya, bagaimana cara membuat tamu senang dan puas sehingga mereka selalu berkeinginan untuk menjadi langganan restoran. Banyak hal yang harus diketahui.
Banyak usaha dan upaya yang harus ditempuh agar tujuan operasi restoran dapat terwujud dengan baik.
Ada macam-macam definisi mengenai restoran. Menurut Wojowasito dan Poerwodarminto, restoran yang dimaksud adalah design yang di dalamnya terdapat rencana, maksud atau tujuan. Jadi restoran sebenarnya adalah suatu bisnis yang direncanakan dengan baik yang dimaksudkan dan ditujukan untuk suatu tujuan tertentu. Kalau berbicara restoran sebagai design berarti berbicara bagaimana cara kita mengelolanya, mengerjakannya dan bagaimana mendapatkannya. (Marsum WA, 1991 : 8)
Sekarang ini di Surabaya, banyak dijumpai berbagai jenis restoran yang menghidangkan berbagai masakan. Dari berbagai jenis restoran yang ada, salah satu diantaranya adalah restoran yang menghidangkan berbagai menu-menu masakan Cina dengan bahan dasar nasi dan mie. Supaya restoran terlihat lebih menarik konsumen maka alangkah lebih baik jika menghadirkan suasana pendukung layaknya seperti khas Cina.
Restoran yang menawarkan berbagai jenis dan ragam masakan Cina di Surabaya cukup banyak termasuk salah satun diantaranya yaitu restoran Buli-Buli yang berlokasi di jalan Klampis Jaya 37 A-B yang telah berdiri selama 2 tahun yang lalu tepatnya 1 Januari 2004. Segmentasi dari restoran Buli-Buli adalah menengah ke atas dan kebanyakan remaja. Restoran Buli-Buli ini, menghidangkan berbagai macam jenis masakan Cina mulai nasi goreng Hongkong sampai bakmi goreng Mandarin sebagai menu utamanya karena banyak disukai oleh masyarakat berbagai usia dan kalangan khususnya anak muda. Setelah berjalan selama lebih dari 2 tahun restoran Buli-Buli akhirnya mencoba menambah menu baru yaitu Chinese Sushi (masakan Cina yang diadopsi dari masakan Jepang) setelah diamati ternyata banyak konsumen yang minat akan permintaan masakan tersebut. Lalu masakan Chinese Sushi juga menjadi menu utamanya.
Media komunikasi sangat penting sekali artinya bagi keberhasilan pemasaran sebuah perusahaan. Media komunikasi telah banyak dimanfaatkan sebagai sarana promosi oleh perusahaan yang maju untuk memperbesar usahanya, hal tersebut telah berlangsung dulu tahun 1700 sampai awal 1900-an memanfaatkan media komunikasi. Selanjutnya era riset yang dimulai pada pertengahan 1900-an. (J. Thomas Russel dan W. Ronald Lane, 1999 : 3). Pada era ini mulai menggunakan metode identifikasi guna menjangkau target yang lebih spesifik dengan pesan yang lebih khusus untuk tiap kelompok target. Media yang digunakan adalah media cetak, radio, TV, dan internet.
Dalam perancangan komunikasi visual tidak lagi dilakukan tanpa perhitungan, melainkan harus benar-benar melakukan penelitian mengenai produk/jasa yang akan dikomunikasikan. Penelitian mencakup keistimewaan/kelebihan, prospek dan situasi pasar dari produk/jasa yang akan ditawarkan.
Dalam memasarkan dan menjual produk/jasa, perusahaan dapat menggunakan lima cara, yaitu penjualan personal (Personal Selling), promosi penjualan (Sales Promotion), iklan (Advertising), pemasaran langsung (Direct Marketing), dan publisitas (Publicity). (Julian Cummins, 1991 : 9)
Berdasarkan uraian di atas, restoran Buli-Buli yang baru berdiri 2 tahun telah melakukan beberapa cara untuk memasarkan dan menjual produk restorannya antara lain dengan beriklan hanya pada beberapa media (koran, spanduk dan banner) serta melakukan sales promotion dengan memberikan voucher Rp. 7.500 untuk setiap pembelian Sushi senilai Rp. 75.000 dan discount 25 % setiap makanan Chinese food & minuman selain hari Sabtu, Minggu, dan hari besar pada pukul 10.00 WIB – 17.00 WIB.
Mengingat persaingan pasar semakin ketat, dan membuat menarik minat konsumen serta menjadi fanatik, setia dan tidak beralih ke yang lain maka diperlukan sesuatu yang khusus, unik, spesifik dan diperlukan suatu unsur tematik dalam bentuk promosi desain komunikasi visual yang dilakukan secara gencar- gencaran sehingga masyarakat menjadi tahu. Tentunya promosi yang dilakukan haruslah memperhatikan tingkat dari keefektifan dan efisiensi media yang digunakan untuk mengiklankannya.
1.2 Perumusan Masalah
Bentuk media yang bagaimana yang paling tepat, efektif dan efisien untuk mengkomunikasikan restoran Buli-Buli kepada konsumen?
1.3 Tujuan Perancangan
Merancang media komunikasi visual yang tepat, efektif dan efisien untuk mengkomunikasikan restoran Buli-Buli kepada konsumen.
1.4 Batasan Ruang Lingkup Perancangan
Perancangan ini melingkupi promosi yang akan dibuat beserta dengan perancangan kondisi interior ruangan untuk kalangan menengah ke atas dengan konsep nuansa etnik khas Cina jaman dahulu yaitu pada jaman dinasti Ming dengan menerapkan ornamen-ornamennya.
1.5 Manfaat yang diharapkan
Perancangan ini dimanfaatkan untuk berbagai pihak : 1.4.1. Bagi restoran Buli-Buli
Diharapkan masyarakat dapat mengetahui keberadaan restoran ini dan juga selalu ingat jika ingin makan masakan Cina dengan mengunjungi restoran Buli-Buli ini yang didesain secara eksklusif dan berbeda dengan restoran yang lainnya.
1.4.2. Bagi Ilmu Pengetahuan
Dengan adanya perancangan promosi ini diharapkan dapat memberikan suatu pendekatan baru dalam kreatifitas iklan dan dapat memberikan manfaat referensi bagi perancangan yang lain.
1.4.3. Bagi Mahasiswa
Dengan adanya perancangan promosi ini diharapkan mahasiswa dapat menganalisa dan mengumpulkan data serta memberikan solusi perancangan komunikasi visual sebagai modal memasuki dunia periklanan.
1.4.4. Bagi Desain Komunikasi Visual
Diharapkan hasil perancangan promosi ini dapat ikut mengangkat nama Desain Komunikasi Visual Petra di mata dunia periklanan Indonesia, dan dapat memberikan referensi yang baik bagi adik- adik kelas.
1.6 Definisi Operasional
1. Perancangan adalah suatu perencanaan. Menurut W.J.S Poerwadarminta (1987) dalam Kamus Bahasa Indonesia, perancangan berarti suatu program atau rencana dalam mengerjakan sesuatu.
2. Promosi adalah suatu bentuk kegiatan komunikasi untuk memberi informasi, membujuk atau mengingatkan masyarakat mengenai sesuatu yang ditawarkan. Robert E.Stevens (1982) mendefinisikan “...Promotion may be defined as a company’s communication activities which are designed to inform, persuade, or remind others about the company and the goods and services it offers” (Winardi, 1989, p.295).
3. Restoran berasal dari bahasa Perancis “restaurer” yang artinya memulihkan kembali. Menurut Soekresno (2001), ”Restoran adalah suatu usaha komersial yang menyediakan jasa pelayanan makan dan minum bagi umum dan dikelola secara profesional” (p.16).
4. Buli-Buli adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan dan penyajian makanan dan minuman. Menurut Bu Eko, supervisor Restoran Buli-Buli, kata nama dari restoran Buli-Buli diambil dari alkitab pada waktu nabi Musa. Buli-buli adalah tempat yang digunakan untuk meletakkan manna segomer penuh (3,6 liter) yang diletakkan di hadapan tabut Allah untuk disimpan untuk memberi makan bangsa Israel selama 40 tahun.(Keluaran 16 : 32-36) (wawancara dengan Bu Eko, 16 Maret 2006).
5. Surabaya merupakan nama sebuah kota di propinsi Jawa Timur yang terletak di negara Indonesia, yang merupakan lokasi keberadaan resturant Buli-Buli.
6. Dinasti Ming adalah salah satu dari dinasti Cina yang sangat terkenal karena perdagangan keramik pada waktu itu sehingga bangsa Cina membuka perdagangan keramik ke negara-negara lainnya.
7. Desain Interior adalah desain yang merancang keadaan dan suasana dalam ruangan sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri.