BAB II LANDASAN TEORI. energi untuk mencapai suatu tujuan. Jika mendifinisikan sistem dengan

10  Download (0)

Teks penuh

(1)

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengembangan Sistem Informasi

2.1.1. Definisi Sistem

Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Jika mendifinisikan sistem dengan menekankan pada prosedur maka sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

2.1.2. Definisi Informasi

Informasi adalah sekumpulan fakta-fakta yang nyata dan telah diolah menjadi bentuk data, sehingga dapat menjadi lebih berguna bagi si penerima informasi dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan data-data tersebut sebagai pengetahuan ataupun dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

2.1.3. Definisi Sistem Informasi

Menurut Bonnie Soeherman dan Marion Pinontoan (2008, 5), dalam (Mustikowati, Purnama, & Sukadi, 2012) mengatakan bahwa sistem informasi merupakan serangkaian komponen berupa manusia, prosedur, data, dan teknologi (seperti komputer) yang digunakan untuk melakukan sebuah proses untuk pengambilan keputusan guna penunjang keberhasilan bagi setiap organisasi (dalam pencapaian tujuan). Sistem informasi merupakan sistem, yang berisi jaringan SPD (sistem pengolahan data), yang dilengkapi dengan kanal-kanal komunikasi yang digunakan dalam sistem organisasi data. Elemen proses dari sistem informasi antara lain mengumpulkan data (data gathering), mengelola data yang tersimpan, menyebarkan informasi, menurut Witarto (2004:19), dikutip dalam (Setyawan, Purnama, & Sukandi, 2012).

II-1

(2)

2.1.4. Karakteristik sistem

1. Memiliki komponen, yaitu suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan.

Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian- bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.

2. Batas sistem (boundary), yaitu daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan luar sistem (environment), yaitu apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

4. Penghubung sistem (interface), yaitu media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.

5. Masukan sistem (input), yaitu energi yang dimasukkan ke dalam sistem.

Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah

(3)

energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance 7 input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6. Keluaran sistem (Output), yaitu hasil dari energi yang diolah oleh sistem.

7. Pengolah sistem (Process), yaitu bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.

8. Sasaran sistem, kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya

2.2. Perusahaan

Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi bahan dan tenaga kerja yang dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau jasa kepada pelanggan. Menurut UU No. 13 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 Ayat 6 dijelaskan bahwa perusahaan adalah:

1. Setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang

perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain;

2. Usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

2.3. Wajib Lapor

Wajib lapor perusahaan merupakan salah satu peraturan pemerintah yang terdapat dalam UU No.7 Tahun 1981 pasal 6 ayat (1), yaitu mewajibkan setiap pengusaha atau pengurus untuk melaporkan secara tertulis kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk selambat-lambatnya dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari setelah mendirikan, menjalankan kembali atau memindahkan perusahaan. Dan kemudian pengusaha atau pengurus harus melakukan wajib lapor setiap tahun.

Hasil pengolahan data wajib lapor menjadi bahan informasi resmi bagi pemerintah

(4)

(Disnaker) untuk menetapkan kebijaksanaan di bidang ketenagakerjaan. Karena memiliki informasi yang sangat penting bagi pemerintahan, maka informasi wajib lapor perlu dikelola dengan baik dan benar, sebagaimana pada UU No.7 Tahun 1981 ayat Pasal 10 (1) mengenai ketentuan pidana, bagi pengusaha atau pengurus yang tidak melakukan wajib lapor diancam dengan pidana kurungan selama- lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi- tingginya Rp1.000.000,- (satu juta rupiah).

Pengusaha atau pengurus perusahaan wajib melaporkan secara tertulis setiap mendirikan, menghentikan, menjalankan kembali, memindahkan atau membubarkan perusahaan kepada Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan atau pejabat yang ditunjuk dalam hal ini yang diserahi tugas pengawasan di bidang ketenagakerjaan. Hal ini berlaku pula bagi suatu perusahaan yang merupakan kantor cabang atau bagian yang berdiri sendiri dari suatu perusahaan. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2) Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (selanjutnya disebut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981)

2.4. RUP

Menurut IBM (2012), Rational Unified Process (RUP) adalah kerangka proses yang menyediakan simulasi sistem pada industri untuk sistem, software, implementasi, dan manajemen proyek yang efektif. RUP adalah salah satu dari sekian banyak proses yang terdapat di dalam Rational Process Library, yang memberikan simulasi terbaik untuk pengembangan atau kebutuhan proyek.

(5)

tahap ini antara lain mencakup pembuatan desain arsitektur subsystem (architecture pattern), desain komponen sistem, desain format data (protokol

komunikasi), desain database, desain user interface, pemodelan diagram UML (diagram sequence, class, component dan deployment), dan pembuatan dokumentasi.

Gambar 2.1 Phase dalam Unified Process

Rational Unified Process mempunyai beberapa tahapan, yaitu :

1. Inception

Inception merupakan tahap untuk mengidentifikasi sistem yang akan dikembangkan. Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini antara lain mencakup analisis sistem existing, perumusan sistem target, penentuan arsitektur global target, identifikasi kebutuhan, perumusan persyaratan, perumusan kebutuhan pengujian (level unit, integrasi, sistem, performansi, fungsionalitas), UML diagram, dan pembuatan dokumentasi.

2. Elaboration

Elaboration merupakan tahap untuk melakukan desain secara lengkap

berdasarkan hasil analisis pada tahap inception. Aktivitas yang dilakukan pada

(6)

3. Construction

Construction merupakan tahap untuk mengimplementasikan hasil desain dan

melakukan pengujian hasil implementasi. Pada tahap awal construction, ada baiknya dilakukan pemeriksaan ulang hasil analisis dan desain, terutama desain pada sequence diagram, class diagram, component dan deployment. Apabila desain yang dibuat telah sesuai dengan analisis sistem, maka implementasi dengan bahasa pemrogramanan tertentu dapat dilakukan. Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini antara lain mencakup pengujian hasil analisis dan desain (misal menggunakan Class Responsibility Collaborator untuk kasus pemrograman berorientasi obyek), pendataan kebutuhan implementasi lengkap (berpedoman pada identifikasi kebutuhan di tahap analisis), penentuan coding pattern yang digunakan, pembuatan program, pengujian, optimasi program, pendataan berbagai kemungkinan pengembangan / perbaikan lebih lanjut, dan pembuatan dokumentasi.

4. Transition

Transition merupakan tahap untuk menyerahkan sistem aplikasi kepada user (roll-out), yang umumnya mencakup pelatihan dan beta testing aplikasi.

2.5. Website

Menurut Hidayat (2010:2) Website dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau bergerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk suatu rangkaian banguna yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman.

Hubungan antara satu halaman web dengan halaman web lainnya disebut Hyperlink, sedangkan teks yang dijadikan media penghubung disebut Hypertext.

(7)

2.6. UML (Unified Modelling Language) 2.6.1 Pengertian UML

UML singkatan dari Unified Modeling Language, UML adalah kosakata umum berbasis objek dan diagram teknik yang cukup efektif untuk memodelkan setiap proyek pengembangan system mulai tahap analisis sampai tahap perancangan dan tahap implementasi. (Alan Dennis et al, 2012 : 513)

2.6.2. Diagram – Diagram UML

Beberapa literature menyebutkan bahwa UML menyediakan Sembilan jenis diagram. Namun kesembilan diagram ini tidak mutlak harus digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, semuanya dibuat sesuai dengan kebutuhan. Diagram yang sering digunakan adalah Diagram Use case, Diagram Aktivitas (Activity Diagram), Diagram Sequence, Diagram Class.

1. Use Case Diagram

Use Case Diagram merupakan suatu diagram yang menangkap

kebutuhan bisnis untuk sistem dan untuk menggambarkan interaksi antara sistem dan lingkungannya. (Alan Dennis et al, 2012 : 513).

Use case biasanya disertai dengan penjelesan narasi yang dirangkum

dalam tabel yaitu disebut Use case Description. Use case Description merupakan tabel yang digunakan untuk membuat dan menjelaskan keterangan terperinci mengenai tiap tiap use case. Terdapat istilah pre condition dan post condition, fungsinya adalah memberikan informasi

penting mengenai keadaan sistem sebelum dan sesudah use case. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan singkat atau dapat pula berupa namause case.

digunakan untuk membuat dan menjelaskan keterangan terperinci mengenai tiap tiap use case. Terdapat istilah pre condition dan post condition, fungsinya adalah memberikan informasi penting

(8)

mengenai keadaan sistem sebelum dan sesudah use case. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan singkat atau dapat pula berupa nama use case.

2. Activity Diagram

Diagram aktivitas atau Activity Diagram yang menggambarkan alur kerja bisnis independen dari kelas, aliran kegiatan dalam use case atau desain rinci sebuah metode. (Alan Dennis et al, 2012 : 513).

3. Class Diagram

Diagram kelas atau Class Diagram adalah model statis yang mendukung pandangan statis dari sistem berkembang.Ini menunjukkan kelas dan hubungan antar kelas yang tetap konstan dalam sistem dari waktu ke waktu.Diagram kelas sangat mirip dengan diagram hubungan entitas (ERD).(Alan Dennis et al, 2012 : 521).

4. Sequence Diagram

Sequence Diagram merupakan urutan model dinamis yang

menggambarkan contoh kelas yang berpartisipasi dalam use case dan pesan yang lewat di antara mereka dari waktu ke waktu. (Alan Dennis et al, 2012 : 540).

2.7. PHP

Menurut MADCOMS (2016) “PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa script yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk membuat program situs web dinamis”

2.7.1. Komponen PHP

1. Sintak dasar PHP Ada beberapa aturan sintaks yang harus dipenuhi ketika membuat file program PHP.

(9)

a. PHP opening dan closing tag

b. PHP mendukung komentar seperti pada bahasa ‘C’, ’C++’, dan Unix shell-style. (Perl style)

2. Konstanta dalam PHP Suatu konstanta dapat kita definisikan dengan menggunakan fungsi define () yang merupakan salah satu fitur function dari PHP.

3. Aritmatika dalam PHP Untuk mempermudah menggunakan operand dan operator pada PHP.

2.8. Database

Menurut Sutabri (2016) dalam buku Sistem Informasi Manajemen: ‘Database adalah suatu kumpulan data terhubung (interrelated data) yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data (controlled redundancy’.

2.8.1. Model Database

Menurut Sutabri (2016) dalam buku Sistem Informasi Manajemen: “Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan bagaimana pemakai dapat melihat data secara logis. Pemakai tidak perlu memperhatikan bagaimana data disimpan dalam media penyimpanan secara fisik”. Beberapa model Database diantaranya :

1. Object based data model merupakan himpunan data dan prosedur atau relasi yang menjelaskan hubungan logis antar data dalam suatu database berdasarkan objek datanya.

2. Record Based data model. Model ini berdasarkan pada record untuk menjelaskan kepada user tentang hubungan logis antardata dalam database.

2.8.2. Langkah-Langkah Perancangan Database

Langkah-langkah yang dilakukan untuk perancangan basis data menurut Sutanta (2011) dalam jurnal Yulherniwati (2013):

(10)

1. Menentukan kebutuhan file basis data untuk sistem baru, hal ini ditunjukkan oleh data store pada diagram aliran data (DAD) sistem.

2. Menentukan parameter file basis data. Parameter file basis data meliputi tipe file, nama atribut, tipe dan ukuran, serta kunci relasi.

3. Normalisasi file basisdata. Langkah ini dimaksudkan untuk pengujian pada setiap file.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di