• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Interior Coffee Toffee Ruko Raya Klampis Menggunakan Konsep Modern Art Dengan Tema Homy

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Desain Interior Coffee Toffee Ruko Raya Klampis Menggunakan Konsep Modern Art Dengan Tema Homy"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak—Hampir seluruh bangsa di dunia mengenal kopi sebagai minuman yang nikmat. Tanah Nusantara yang subur dan iklim yang sesuai, membuat tanaman kopi yang diperkenalkan oleh pemerintah Hindia Belanda sejak 1696, dapat berkembang hingga sekarang ini. Melihat perkembangan jaman yang semakin modern dan melihat pangsa pasar yang kopi yang semakin merajalela maka ide untuk membuat kedai kopi atau coffee shop semakin banyak untuk dijadikan peluang usaha.

Obyek coffeesShop yang diangkat adalah Coffee Toffee Surabaya. Dimana target pasar yang dibidik adalah remaja dan komunitas – komunitas di Surabaya. Dengan adanya target pasar remaja tersebut konsep baru yang akan diterapkan adalah dengan menggunakan langgam Homy dan berkonsep Modern Art.

Konsep yang dibentuk adalah Modern Art, maka akan menambah daya tarik bagi penikmat kopi Indonesia untuk disajikan dengan berbagai hasil karya yang tercipta melalui lukisan dan fotografi yang menjadi salah satu daya tarik dari desain interior coffee shop Coffee Toffee ini.

Kata Kunci—Coffee shop, Modern Art, Homy

I. PENDAHULUAN

ndustri pengolahan kopi pun semakin berkembang di negeri ini. Bukan suatu hal yang mudah untuk pencapaian yang demikian. Masih ada banyak hal yang harus dibenahi dan dikembangkan dari perkopian nasional Indonesia, Eksistensi kopi Indonesia tentu merupakan hasil kontribusi dari semua pihak.

Perkebunan dan industri kopi akan terus tumbuh subur di tanah air ini seiring dengan tradisi “ngopi” masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini telah menorehkan tinta emas dalam peradaban bangsa ini.

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indosnesia (Puslitkoka), mengambil peran sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi bagi kemajuan kopi Indonesia dari hulu hingga hilir.

Di hulu sejumlah varietas kopi unggulan yang dihasilkan Puslitkoka telah dikembangkan oleh kebun-kebun rakyat.

Pembinaan kepada para petani untuk mendapatkan kopi Indonesia bercitarasa special pun telah di jalankan dalam kemitraan dengan pihak-pihak yang terkait. Semangat dari petani akan selalu menjadi pendorong bagi keberlanjutan kopi Indonesia dan bagi Puslitkoka sendiri terus berkarya.

Melihat perkembangan jaman yang semakin modern dan melihat pangsa pasar yang kopi yang semakin merajalela maka ide untuk membuat kedai kopi atau Coffee Shop semakin banyak untuk dijadikan peluang usaha. Dan pada kesempatan ini salah satu Coffee Shop yang diangkat adalah Coffee Toffee

Surabaya. Yang dimana target pasar yang dibidik adalah remaja dan komunitas – komunitas di Surabaya. Coffee Toffee Surabaya masih dapat digolongkan usaha yang baru dibangun pada awal Tahun 2010. Dan sekarang telah mempunyai 3 cabang di daerah Surabaya.

KAJIAN PUSTAKA DAN EKSISTING A. Kajian Modern Art

Karakteristik dari Eksterior bangunan Modren Art terlihat simetris dan minimalis dengan pola garis tegak ataupun fleksibel disesuaikan dengan konsep interior yang akan digunakan. Menggunakan material laminate board disambungkan dengan rangka baja ringan yang sesuai.Teknik pencahayaan yang digunakan adalah alami

Karakteristik dari Interior bangunan Modern Art adalah dinding menggunakan batubata finishing plester. Warna dinding perpaduan antara cerah dan pastel. Lantai hanya di plester abu-abu. Plafon dengan tinggi 3-4 meter. Teknik pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan dari lampu dengan jenis indirect lighting dan semi indirect lighting.

Gambar. 1. Eksterior dan Interior Bangunan Modern Art Sumber : (http://www.axsoris.com), 2010

B. Kajian Homy

Homy adalah salah satu jenis suasana yang tercipta dari kenyamanan dalam rumah. Sehingga definisi dari kata homy adalah nyaman layaknya di rumah sendiri.

Suasana homy pada interior coffe shop yang akan dimunculkan berbeda dengan kebanyakan konsep homy pada desain interior lainnya yang memiliki karakteristik berupa penggunakan warna cerah dan pastel dengan memainkan batu bata expose pada bagian dinding. Pengunaan dan pemilihan

Desain Interior Coffee Toffee Ruko Raya Klampis Menggunakan Konsep Modern Art Dengan Tema Homy

Almo Kemal Savero 3408100141 Thomas Ari K, S.Sn, MT

Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia email: [email protected]

I

(2)

furnitur ataupun elemen estetik adalah faktor yang sangat mempengaruhi tema homy yang disajikan.

C. Eksisting

Coffee shop Coffee Toffee adalah pusat wilayah Surabaya, berada di Jalan Raya Klampis 15 A- 15B Surabaya.

Mempunyai 2 cabang di Surabaya yaitu di Jalan Rungkut dan Jatim Expo. Bangunan Coffee Toffee ini berada di dalam kawasan ruko (rumah toko). Hanya mempunyai 1 lantai.

Dengan Luas Banguan 250 m².

D. Daftar Objek Coffee shop

 Bar Area

- Meliputi ruang kerja barista dan mencangkup tempat konsumen memesan menu, karena berkonsep self- service.

 Indoor Area

Ruang dalam dengan fasilitas AC dan didukung dengan alunan musik dari tape recorder.

 Outdoor Area

- Ruang luar dengan konsep semi-indoor yang disesuaikan dengan konsumen agar dapat merokok.

 Distro Sopahola

Ruang dalam yang hampir menyatu dengan ruang Outdoor Area yang menjual berbagai macam kebutuhan fashion remaja masa kini.

II. METODOLOGIDESAIN A. Alur Desain

Skema. 1. Metode Desain yang digunakan dalam memperoleh data dan konsep

Sumber : (Data Penulis), 2012

- Data Eksisting

Data mengenai keadaan dan fungsi suatu bangunan. Data eksisting akan berisi tentang data fisik, data karya kartun, kebutuhan ruang, permasalahan dan perilaku pengguna.

- Data Pustaka

Data pustaka berisi tentang data kajian konsep langgam dan sifat, data umum coffee shop, syarat-syarat coffee shop dan analisa data pustaka.

Data Objek Pembanding

Data-data mengenai kondisi fisik yang mirip dengan perancangan yang akan dibuat. Sehingga dapat membantu perancang mendapatkan permasalahan- permasalahan yang sekiranya dapat terjadi dalam perancangan.

Pada obyek pembanding ini adalah Coffee shop Coffee Toffee Ruko Raya Klampis dengan My Kopi-O yang berada di Mall Surabaya Town Square.

- Analisa

Analisa adalah proses menemukan permasalahan yang ada. Proses ini berlangsung dengan cara membandingkan data eksisting, data obyek pembanding dan data pustaka.

Pengambilan analisa dari kedua obyek ini adalah untuk mengetahui perbedaan kedua obyek yang akan dijadikan sampel dalam analisa. Pada akhirnya adalah untuk mengetahui hasil yang sebenarnya dalam studi kasus coffee shop ini.

- Konsep Desain

Konsep desain merupakan hasil dari analisa data yang ada dan digunakan untuk memecahkan permasalahan. Dalam konsep desain ini semua hal yang dibutuhkan dalam mendesain suatu interior harus dipikirkan. Dalam konsep perancangan ini berisi tentang bentuk, warna, pola sirkulasi, sistem pencahayaan, elemen pembentuk ruang, sistem penghawaan, dll.

Dalam konsep desain ini semua proses dari Data Eksisting, Data Pustaka, Data Obyek Pembanding dan Analisa maka diperoleh konsep desain yang akan diterapkan ke dalam rencana awal desain. Yaitu dengan menyelaraskan beberapa data tersebut dengan rencana desain yang akan dilaksanakan.

(3)

III. PEMBAHASAN A. Analisa Eksiting

Elemen Desain Interior Hasil Analisa

Lantai Material keramik warna putih dan hitam Ukuran 80x80 cm

Glossy

Tidak ada kombinasi desain lantai (polos) Dinding

Batu bata ekspose untuk area indoor Warna dasar cat hijau muda dan krem untuk area outdoor

Plafon Material gypsum board finishing cat warna krem

Terdapat hidden lamp

Terdapat down ceiling dengan penataan down light

Penghawaan

Suhu ± 180 C untuk area indoor Menggunakan AC central Suhu ± 250 C untuk area outdoor

Pencahayaan Sumber cahaya berasal dari matahari dan lampu

Lampu terdapat pada ceilling

Furniture Terdapat 3 kursi santai / single chair Meja bundar berdiameter 70 cm

Terdapat 1 long sofa dan 1 meja panjang ukuran 70 x 120 cm

Tabel 1: Tabel analisa elemen desain interior coffee shop Coffee Toffee B. Analisa Mendisplay Objek Pamer

Area objek pamer hanya menggunakan X banner dan pigura sebagai aksen desain yang berisikan informasi acara ataupun coorporate image Coffee Toffee.

C. Analisa Aktivitas Pengguna

No Pengguna Ruang Aktivitas

1 Pengunjung -Coffeebreak outdoor

-Coffeebreak indoor

Menyediakan fasilitas ruang untuk pengunjung yang ingin merokok, agar tidak berhubungan langsung dengan indoor area yang bersih dari sirkulasi asap rokok.

Menyediakan fasiltas

ruang dengan

menggunakan AC

dengan sirkulasi udara yang bersih tanpa ada asap rokok yang masuk.

-Display Gallery Art Area

-Distro Sopahola

-Touch the history of Coffee

- Bar Area

- Toilet Konsumen

Menyajikan display karya seni yang berupa seni lukis dan seni fotografi yang menjelaskan tentang sejarah dan jenis kopi Indonesia.

Menyajikan berbagai jenis kebutuhan fashion seperti tas, kemeja, kaos dan celana.

Menyajikan layar sentuh

sebagai sarana

komunikatif untuk menyampaikan sejarah kopi Indonesia kepada pengunjung.

Tempat pemesanan dan pengambilan pesanan, karena konsep yang diterapkan adalah self- service.

2 Karyawan / Barista

- Bar Area - Mini Bar

- Mini Stage

- Parking Area - Gudang

- Staff Area

- Staff Toliet

Tempat pelayanan barista kepada pengunjung yang memesan menu.

Tempat bermain musik akustik oleh bintang tamu acara ataupun pengunjung yang ingin mengisi acara.

Tempat menyimpan barang / perkakas kebutuhan basah dan kering coffee shop.

Tempat para staff untuk check lock dan untuk menaruh barang bawaan.

Tabel 2 : Tabel analisa aktivitas pengguna coffee shop Coffee Toffee

(4)

D. Karakteristik Logo Coffee Toffee

Berikut adalah beberapa ciri khas Coffee Toffee yang sudah sangat umum dikenal masyarakat:

Gambar 1 : Logo Perusahaan Coffee shop Coffee Toffee Sumber : Coffee Toffee, 2008

E. Analisa Kebutuhan Ruang

Diagram 1 : Hubungan Ruang yang dibutuhkan Coffee Toffee Sumber : Data Penulis, 2012

IV. KONSEPDESAIN A. Konsep Desain

Skema 1 : Skema Konsep Desain Sumber: Data Penulis, 2012

Dari skema konsep desain di atas, dapat terlihat ditemukan acuan-acuan yang akan digunakan untuk mempermudah proses mendesain nantinya. Yaitu antara lain :

 Objek desain : objek yang akan difokuskan sebagai media yang akan didesain adalah coffee shop Coffee Toffe.

 Bentukan dan Warna : sumber yang akan dijadikan salah satu acuan adalah logo dari Corporate Identity coffee shop Coffee Toffee dan dicampur dengan tema homy yang akan diterapkan.

 Display dan Pencahayaan : Konsep display pada rencana desain Coffee Toffee ini adalah dengan menggunakan gallery art lukisan dan karya fotografi yang berkonsep kopi Indonesia. Disajikan pada area tengah interior dari Coffee Toffee agar menyatu antara display dengan konsumen yang datang mengunjungi.

 Landasan Desain : tema homy dan seni yang diambil dari konsep modern art akan dijadikan acuan dalam setiap rancangan pada display, pencahayaan, warna dan lain- lain

KONSEP TUJUAN MODERN

ART

HOMY EDUKASI

KOPI

Menyampaikan informasi tentang

edukasi tentang kopi Indonesia.

Sejarah, jenis- jenis kopi asli Indonesia dan perkembangan kopi Indonesia sehingga menjadi negara ke-2 yang

memiliki kuantitas dan kuaitas kopi di

dunia.

Menggunakan konsep seni dengan warna

pastel yang colourfull dalam aplikasi interior.

Pengaplikasian tema homy yang

memberikan nuansa rumah

yang menciptakan kehangatan dan

kenyamanan dalam ruangan.

 Display pamer seni lukis bertema kopi

 Display pamer fotografi kopi

 Display sejarah kopi

 Dinding

 Lantai

 Plafon

Pemilihan furnitur dengan konsep natural kayu

 Pemilihan warna pastel dalam aplikasi interior

(5)

B. Hubungan Ruang

Skema 2 : Hubungan Ruang yang dibutuhkan Coffee Toffee Data penulis, 2012

Dengan mengguakan skema urutan hubungan antar ruang, makan proses desain dan alur desain coffee shop Coffee Toffee lebih mudah dikerjakan dan tertata sesuai proses desain yang direncanakan.

C. Konsep Warna

Ada beberapa konsep warna yang dihadirkan ke dalam interior bangunan coffee shop Coffee Toffee, yaitu warna- warna dari objek coorporate image dari Coffee Toffee.

Gambar 4 : Warna – Warna Coorporate Image, 2012

D. Konsep Bentuk

Konsep bentuk lengkungan yang diumakan sebagai acuan dalam desain untuk membentuk suasan ruangan yang memiliki sifat fleksible serta memiliki langgam modern art. Bentuk lengkung diambil dari bentuk dasar daun kopi arabika, yang menjadi salah satu kopi Indonesia yang

Gambar 5 : Aplikasi bentuk lengkung.

Sumber: Data penulis, 2012.

Gambar 6 : Sketsa transformasi lengkung Sumber: Data penulis, 2012.

Gambar 7 : Perspektif Hasil 3D Display Touch The History transformasi bentuk dan warna

Sumber: Data penulis, 2012.

(6)

Gambar 8 : Perspektif Hasil 3D transformasi bentuk dan warna Sumber: Data penulis, 2012.

Keterangan gambar ilustrasi :

1. Perkembangan transformasi dari bentuk lengkung yang diambil dari transformasi bentuk daun kopi arabika 2. Dari gambar tersebut yang merupakan poin utama adalah

eksplorasi bentuk lengkung menjadi bentuk 3d.

KESIMPULANDANSARAN E. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari seluruh pembahasan adalah sebagai berikut :

1. Coffee Toffee Ruko Raya Klampis merupakan coffee shop asli Indonesia yang dibangun dengan konsep kopi asli Indonesia untuk memberikan motivasi dan rasa bangga tersendiri pada masyarakat.

2. Riset perencanaan COFFEE TOFFEE Ruko Raya Klampis dengan konsep Modern Art bertema Homy ini adalah terobosan baru dalam memberikan konsep yang kreatif, seni dan fleksibelitaspada anak muda.

3. Hadirnya suasana Homy ( suasana rumah ) yang memberikan kesan kenyamanan dan kehangatan tersendiri dalam berkumpul dan menikmati kopi bersama teman atau komunitas, dengan bantuan konsep Modern Art yang menguatkan keyword dari konsep ini sendiri yaitu kreatif, seni dan fleksibel.

F. Saran

Beberapa saran yang menjadi pertimbangan riset desain interior coffee shop COFFEE TOFFEE Ruko Raya Klampis berkonsep Modern Art dengan tema Homy adalah sebagai berikut :

1. Pola pikir penerapan suasana homy ( rumah ) ke dalam interior bangunan ruko menjadi hal yang perlu diperhatikan dengan menambahkan konsep modern art yang kental yang mengacu pada karya pencetus seni modern art yaitu Vincent Van Gogh.

2. Berbagai teknis penerapan yang berhubungan dengan coffee shop dan kebutuhan ruang yang lebih fleksibel untuk area seni disesuaikan dengan kondisi bangunan atau eksisting.

UCAPANTERIMAKASIH

Saya ucapkan terima kasih pada Allah SWT Yang Maha Esa, kedua orangtua. Terima kasih kepada Rektorat Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Ketua Jurusan Desain Produk, Dosen Koordinator, Dosen Pembimbing, Dosen Pengajar dan teman-temanTugas Akhir.

DAFTARPUSTAKA

 Dr.Ir.Teguh Wahyudi, M.Eng ; Secangkir Kopi Meracik Tradisi , 2011.

 Soekresno, 2000 : 34.

 Neufert, Ernst. Architect,s Data. New York : Halsted Press 1980 : 120.

 Soekresno, 2000 : 36.

 Lawson, Fred. Restaurant Planning and Design. Van Nostrad Reinhold Company, 1973.

 Echols M, John. An English-Indonesian Dictionary Kamus Besar Inggris Indonesia, 1989.

 Yuni Jie On. Modern Interior Design, 2006

 Soekresno, 2000 : 39.

 Sleeper, 1995 : 41.

 Soekresno, 2000 : 43

 Najiyati & Danarti : 147

 Kenneth : 91

 www.merdekacoffee.com

 Kamus Besar Perancang Desain Interior Dunia

 Wikipedia/vincentvangogh.com

 J. Pamudji Suptandar, 1982 : 66

 Lawson, 1973, 50

 Sulasmi Darmapawira W.A. ” Warna, Teori

Kreatifitas Dan Penggunaannya, 2002.”

 Maitland Graves “The Art Colour And Design”

 www/andalan.com/sejarah_minum_kopi.html

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan mengajar merupakan suatu keadaan atau aktivitas untuk menciptakan situasi yang mampu mendorong seseorang untuk belajar. Pembelajaran merupakan proses belajar mengajar

Backpropagation merupakan algorima pembelajaran yang terawasi dan bisanya digunakan oleh perceptron dengan banyak lapisan untuk mengubah bobot-bobot yang terhubung

Metode ini digunakan untuk memodelkan alternatif dengan lebih dari dua kategori dengan cara mengelompokkan alternatif tersebut berdasarkan kesamaan sifat ke dalam kelompok

Mann-whitney test digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan antara bank devisa dan bank non devisa yang diukur dari CAR, ROA,

Proses selanjutnya yaitu sampel dalam cawan porselen dikeringkan di dalam oven pada suhu 100-105°C selama 24 jam kemudian didinginkan dan dipindah ke dalam desikator selama 15

Kim dan Mauborgne (2005) mengatakan prinsip pertama yang harus dipahami dan dilakukan adalah merekonstruksi batasan-batasan pasar pada industri untuk menjauh dari

Sebuah artikel yartg ditulis oleh Arif Kurnia dalam Suara Merdeka tanggal 12 November 2OL2.. dengan judul Harga Pangan Berpotensi

Kedamangan who is led by Damang Customary Head acts as representative of Dayak Siang Tribe customary society (indigeneous people), Damang custom Head play the role as