• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instrumen Akreditasi Penilaian Peningkatan Kualifikasi Program Studi D3 D4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Instrumen Akreditasi Penilaian Peningkatan Kualifikasi Program Studi D3 D4"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

Instrumen Akreditasi Penilaian Peningkatan Kualifikasi Program Studi D3 → D4

KRI- TERIA

ELEMEN

Bobot INDIKATOR 4 3 2 1

Kurikulum

1.1 Peta jalan pengembang an Keunggu- lan Program Studi

3 Terdapat uraian Peta jalan

pengembangan keunggulan program studi yang mencakup aspek: (1)

pengembangan keilmuan, (2) kajian capaian pembelajaran, dan (3) kurikulum program studi sejenis.

(4) enam M (Man, Money, Material, Machine, Method and Market)

Penjelasan Peta jalan pengembangan mencakup 4 empat) aspek dilengkapi dengan recana implementasinya

Penjelasan Peta Jalan pengembangan mencakup 3 (tiga) aspek dilengkapi dengan rencana implementasinya

Penjelasan Peta Jalan pengembangan mencakup 2 (dua) aspek dilengkapi dengan rencana implementasinya

Penjelasan Peta Jalan pengembangan mencakup 1 (satu) aspek dilengkapi dengan rencana implementasinya

(2)

KRI-

TERIA ELEMEN

Bobot INDIKATOR 4 3 2 1

Kurikulum

1.2.

Mekanisme Penyusunan Kurikulum

3 Penyusunan kuri- kulum melibatkan pemangku

kepentingan internal (dosen) dan eksternal (industri yang

relevan/ pengguna lulusan, pakar, serta asosiasi profesi).

Mekanisme penyu- sunan kurikulum tersebut didukung oleh bukti yang menunjukkan keterlibatan pihak pihak tersebut dan dokumen kebijakan peninjauan kurikulum secara berkalanjutan.

Penjelasan penyusunan

kurikulum melibatkan pemangku

kepentingan internal dan eksternal, serta didukung dengan dokumen lengkap

Penjelasan penyusunan kurikulum belum melibatkan semua pemangku

kepentingan tetapi didukung oleh dokumen lengkap

Penjelasan penyusunan kurikulum belum melibatkan semua pemangku

kepentingan dan belum didukung oleh dokumen lengkap

Penjelasan penyusunan kurikulum hanya melibatkan pemangku

kepentingan internal saja tetapi didukung oleh dokumen lengkap

(3)

KRI-

TERIA ELEMEN

Bobot INDIKATOR 4 3 2 1

Kurikulum

1.3.

Profil Lulusan Program Studi

3 Terdapat uraian profesi atau jenis pekerjaan berupa profil lulusan yang sesuai dengan kualifikasi lulusan.

Profil lulusan dilengkapi dengan uraian ringkas

kompetensi inti (core competence) yang sesuai dengan program pendidikan Diploma Empat, dan keterkaitan profil tersebut dengan keunggulan atau keunikan program studi.

.

Menguraikan profil lulusan yang sesuai dengan kualifikasi program studi dilengkapi dengan uraian ringkas kompetensi utama yang sesuai dengan program pendidikan Diploma Empat, dan keterkaitan profil tersebut dengan keunggulan atau keunikan program studi.

Menguraikan profil lulusan yang sesuai dengan kualifikasi program studi dilengkapi dengan uraian ringkas

kompetensi inti yang sesuai dengan

program pendidikan Diploma Empat.

Menguraikan profil lulusan yang sesuai dengan kualifikasi program studi tetapi tidak dilengkapi

dengan uraian ringkas kompetensi inti yang sesuai dengan

program pendidikan Diploma Empat.

Menguraikan profil lulusan tetapi tidak sesuai dengan kualifikasi program studi dan tidak dilengkapi dengan uraian ringkas kompetensi inti.

(4)

KRI-

TERIA ELEMEN

Bob

ot INDIKATOR 4 3 2 1

Kurikulum

1.4.

Capaian Pembelajaran

3 Rumusan capaian pembelajaran program studi

mengacu pada profil lulusan, dan merujuk pada deskripsi

capaian pembelajaran SN-Dikti yang setara dengan level 6 (enam) KKNI.

Rumusan capaian pembelajaran: (a) sesuai dengan profil lulusan, dan merujuk pada deskripsi

capaian

pembelajaran SN- Dikti yang mencakup 4 (empat) elemen yang setara dengan level 6 (enam) KKNI.

Rumusan capaian pembelajaran: (a) sesuai dengan profil lulusan, dan merujuk pada deskripsi

capaian pembelajaran SN-Dikti yang

mencakup sebagian dari 4 (empat) elemen kurang setara dengan level 6 (enam) KKNI.

Rumusan capaian pembelajaran: (a) kurang sesuai dengan profil lulusan,

meskipun masih merujuk pada deskripsi capaian pembelajaran SN- Dikti, dan sebagian dari 4 (empat) elemen kurang setara dengan level 6 (enam) KKNI.

Rumusan capaian pembelajaran tidak sesuai dengan deskripsi capaian pembelajaran SN Dikti dan level 6

(enam)KKNI

(5)

KRI-

TERIA ELEMEN

Bob

ot INDIKATOR 4 3 2 1

Kurikulum

1.5.

Rancangan pembelajaran bekerjasama dengan Mitra

5 Rancangan pembelajaran bekerjasama dengan mitra sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dimuat dalam dokumen

kerjasama yang meliputi:

(1) Pengembangan kurikulum (2) pemanfaatan

peralatan dan situasi riil tempat kerja (teaching factory);

(3) pemanfaatan untuk problem based learning (PBL)

(4) tempat magang atau kunjungan industri (5) penyediaan tenaga

ahli (dosen praktisi) (6) Prekrutan lulusan.

Rancangan pembelajaran

bekerjasama dengan 1 (satu) mitra atau lebih dalam bentuk pengembangan kurikulum, teaching factory atau problem based learning

Rancangan pembelajaran

bekerjasama dengan 1 (satu) mitra atau lebih dalam bentuk pengembangan kurikulum atau

tempat magang, atau penyediaan tenaga ahli, atau perekrutan lulusan.

Rancangan pembelajaran

bekerjasama dengan 1 (satu) mitra atau lebih dalam bentuk magang atau

kunjungan industri

Tidak ada Rancangan pembelajaran

bekerjasama dengan mitra

(6)

KRI-

TERIA ELEMEN

Bob ot

INDIKATOR 4 3 2 1

1.6. Struktur Kurikulum

Kurikulum

1.6.1.

Susunan Mata Kuliah

4 Kesesuaian susunan mata kuliah yang mencakup aspek : (1) keberadaan 4 mata kuliah wajib, (2) kesesuaian daftar mata kuliah untuk mencapai capaian pembelajaran lulusan, (3) hierarki

susunan mata kuliah, dan (4) beban sks per

semester wajar

Susunan mata kuliah memenuhi empat aspek

Susunan mata kuliah memenuhi aspek 1, 2 dan satu aspek

lainnya

Susunan mata kuliah memenuhi aspek 1 dan aspek 2

Susunan mata kuliah memenuhi aspek 1 atau 2

Kurikulum

1.6.2.

Pembelajaran yang dilaksa- nakan dalam bentuk

praktikum/pr aktik/praktik bengkel/prak tik studio/

praktek lapang atau magang

5 Proporsi jumlah jam pembelajaran

praktikum/praktik/prakti k bengkel/praktik

studio/praktik lapang atau magang terhadap total jam pembelajaran selama masa pendidikan

Jika PJP ≥ 30% maka skore = 4.0

Jika PJP < 30% maka skore = (4.0 x PJP)/3

JP = Jam pembelajaran praktikum, praktik studio, praktik bengkel, atau praktik lapangan (termasuk KKN), JB = Jam pembelajaran total selama masa pendidikan.

PJP = (JP / JB) x 100%

Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia

(7)

KRI- TERIA

ELEMEN

Bob ot

INDIKATOR 4 3 2 1

Kurikulum

1.7.

Substansi praktikum/

praktik

bengkel/prak tik studio/

praktik

lapangan atau magang

4 Substansi

praktikum/praktik bengkel/praktik

studio/praktik lapangan atau magang merupakan bagian dari pembelajaran yang mendukung

kompetensi inti dari program studi

Praktikum/ praktik bengkel/ praktik studio/ praktik lapangan atau magang merupakan bagian dari

pembelajaran yang seluruhnya

mendukung

kompetensi inti dari program studi dan didukung oleh peralatan atau sarana yang sesuai ≥ 50% (dilaksanakan di sarana teaching factory atau industri/tempat kerja mitra)

Praktikum/ praktik bengkel/ praktik studio/ praktik lapangan atau magang merupakan bagian dari

pembelajaran yang sebagian mendukung kompetensi inti dari program studi dan didukung oleh peralatan atau sarana yang 30% <

sesuai ≤ 50%

(dilaksanakan di sarana teaching factory atau

industri/tempat kerja mitra)

Praktikum/ praktik bengkel/ praktik studio/ praktik lapangan atau magang merupakan bagian dari

pembelajaran yang sebagian mendukung kompetensi inti dari program studi dan didukung oleh peralatan atau sarana yang 10% <

sesuai ≤ 30%

(dilaksanakan di sarana teaching factory atau

industri/tempat kerja mitra)

Praktikum/ praktik bengkel/ praktik studio/ praktik lapangan atau magang merupakan bagian dari

pembelajaran yang sebagian mendukung kompetensi inti dari program studi dan didukung oleh peralatan atau

sarana yang sesuai <

10% (dilaksanakan di sarana teaching factory atau

industri/tempat kerja mitra)

(8)

KRI- TERIA

ELEMEN

Bobot INDIKATOR 4 3 2 1

Kurikulum

1.8.

Rencana

Pembelajaran Semester (RPS)

5 Ketersediaan RPS untuk sekurang kurangnya 10 (sepuluh) mata kuliah yang merupakan mata kuliah inti program studi yang meliputi 9 (sembilan)

komponen), yaitu:

1.Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu;

2. Capaian Pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah;

3. Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan;

4. Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai 5. Metode pembelajaran;

6. Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran;

7. Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;

8. Kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan

9. Daftar referensi yang digunakan.

Tersedia RPS untuk Sepuluh mata kuliah inti atau lebih dilengkapi dengan RPS yang memenuhi 9 (sembilan) komponen dan menunjukkan secara jelas penciri program studi dan menggunakan referensi yang relevan dan mutakhir

Tersedia RPS untuk mata kuliah inti (5

< mata kuliah inti ≤ 8) dilengkapi

dengan RPS yang memenuhi 9 (sembilan) komponen dan menunjukkan secara jelas penciri program studi dan menggunakan referensi yang relevan dan mutakhir

Tersedia RPS untuk mata kuliah inti (2

< mata kuliah inti ≤ 5) dilengkapi

dengan RPS yang memenuhi 9 (sembilan) komponen dan menunjukkan secara jelas penciri program studi dan menggunakan referensi yang relevan dan mutakhir

Tersedia RPS untuk mata kuliah inti ≤ 2 dilengkapi

dengan RPS yang memenuhi 9 (sembilan) komponen dan menunjukkan secara jelas penciri program studi dan menggunakan referensi yang relevan dan mutakhir

(9)

KRI- TERIA

ELEMEN

Bobot INDIKATOR 4 3 2 1

Kurikulum

1.9.

Rancangan fasilitas dan implementasi kebijakan

“Merdeka Belajar - Kampus Merdeka”

(MBKM)

4 Rancangan kebijakan dan implementasi untuk

memfasilitasi pemenuhan masa dan beban belajar "Merdeka Belajar - Kampus Merdeka" bagi mahasiswa yang melakukan pembelajaran di luar program studi yang diusulkan yang mencakup aspek:

1) Penyediaan dosen pembimbing akademik, oleh perguruan tinggi pengusul terhadap mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah pada program studi yang berbeda pada perguruan tinggi sendiri atau perguruan tinggi lain

2) Rancangan kurikulum menyediakan pilihan bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah diluar program studi sesuai dengan ketentuan

perundang undangan;

3) Dokumen Kerjasama dengan Perguruan Tinggi mitra atau Lembaga mitra

Tersedia Rancangan kebijakan dan implementasi

"Merdeka Belajar - kampus Merdeka"

bagi mahasiswa yang melakukan pembelajaran di luar program studi didukung oleh:

1) Penyediaan dosen

pembimbing akademik;

2) Rancangan kurikulum;

3) Dokumen Kerjasama dengan Perguruan Tinggi mitra atau Lembaga mitra

Tersedia Rancangan kebijakan dan

implementasi

"Merdeka Belajar - kampus Merdeka"

bagi mahasiswa yang melakukan pembelajaran di luar program studi didukung oleh:

1) Penyediaan dosen

pembimbing akademik;

2) Rancangan kurikulum; atau (hanya ada 2 pendukung

program dari ke 3 pendukung

program tersebut di indikator)

Tersedia Rancangan kebijakan dan

implementasi

"Merdeka Belajar - kampus Merdeka"

bagi mahasiswa yang melakukan pembelajaran di luar program studi didukung oleh:

1) 1) Penyediaan dosen

pembimbing;

atau

(hanya ada 1 pendukung

program dari ke 3 pendukung

program tersebut di indikator)

Tersedia kebijakan dan implementasi

"Merdeka Belajar - Kampus Merdeka"

namun tidak ada dokumen

pendukungnya

(10)

Dasar Hukum/Referensi

▪ Undang-UndangNomor12Tahun2012 tentang Pendidikan Tinggi

▪ Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 24,Tahun 2012;

▪ Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

▪ Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi: PANDUAN IMPLEMENTASI

KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA (MBKM) PADA KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI VOKASI PROGRAM SARJANA TERAPAN

▪ Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Nomor 55/D/HK/2020, tentang Persyaratan dan Prosedur Peningkatan Program Diploma Tiga Menjadi Sarjana Terapan

Wikan Sakarinto, Ph.D ., Kebijakan Peningkatan Strata D3 menjadi Sarjana Terapan (D4), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, 2021

Penjelasan PBL (Project Based Learning) + Tefa.

https://www.youtube.com/watch?v=ubOpKpIxPhU

(11)

Pengertian Kurikulum

Kata kurikulum berasal dari bahasa latin “currere” yang

berarti menjalankan (to run). Hal ini menyiratkan bahwa salah satu fungsi kurikulum adalah menyediakan template atau

desain yang memungkinkan pembelajaran dapat berlangsung.

▪ Kurikulum biasanya mendefinisikan pembelajaran yang

diharapkan berlangsung selama studi dalam hal ini mengenai pengetahuan, keterampilan dan sikap. Menentukan metode pengajaran, pembelajaran dan penilaian, dan memberikan indikasi sumber belajar yang diperlukan untuk mendukung penyampaian materi yang efektif.

▪ Silabus menggambarkan isi program dan dapat dilihat sebagai

salah satu bagian dari kurikulum.

(12)

Tujuan

Materi

Strategi, pembelajaran

Organisasi kurikulum

Penilaian/Evaluasi

Komponen Kurikulum:

(13)

Christopher Butcher Designing Learning From module outline to effective teaching, Routledge 2006

Model Perencanaan dan Reviu Kurikulum

Design cycle Design question

Rationale Why are we doing this?

Aims and learning outcomes What should the

learners be able to do?

Content What content will be

needed to achieve it?

Teaching/learning methods How are we planning to enable it?

Assessment How will we know that the learners have achieved the goals?

Environment What support will the learners need?

Management How will we make it happen?

Evaluation and review How might it be improved?

Rationale Is this still valid

(14)

Model Perencanaan dan Reviu Kurikulum

Diagram alir penyusunan KPT (sumber: Panduan Ringkas-SPM-Menyusun Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT)

(15)

Model Perencanaan dan Reviu Kurikulum

Menyusun Profil lulusan

▪ Pernyataan profil lulusan merupakan bukti akuntabilitas akademik program studi.

▪ Profil lulusan menjadi pembeda program studi satu terhadap program studi lainnya.

▪ Pernyataan profil lulusan merupakan kata benda.

(16)

Model Perencanaan dan Reviu Kurikulum

Contoh penulisan profil lulusan

(17)

Model Perencanaan dan Reviu Kurikulum

Contoh beberapa profil lulusan

(18)

Model Perencanaan dan Reviu Kurikulum

Contoh beberapa profil lulusan

(19)

Model Perencanaan dan Reviu Kurikulum

Contoh beberapa profil lulusan

(20)

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

Mengacu ke jenjang 6 KKNI

(21)

Suatu Instrumen untuk mengklasifikasikan Sumberdaya manusia

Instrumen untuk pengembangan dan pengklasifikasian kualifikasi SDM menurut seperangkat kriteria

capaian pembelajaran.

Deskripsi yang ada dalam kerangka kualifikasi merupakan alat untuk memetakan keahlian dan karir seseorang, serta mengembangkan kurikulum pendidikan

Secara sederhana, kerangka kualifikasi identik dengan alat ukur berat, alat ukur panjang atau mata uang (currency)

(22)

INPUT PROSES OUTPUT

“Competency” dinyatakan sebagai “being able to perform ‘whole’ work roles (perform—not just know about—whole work roles, rather than just specific skills and tasks) to the standards expected in

employment (not just ‘training’ standards or standards divorced from industrial reality); in real working environments (i.e. with all the associated pressures and variations of real work)”.

“learning outcomes” means statements of what a learner knows, understands and is able to do on completion of a learning process

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

• learning outcomes;

• teaching objectives;

• competencies;

• behavioural objectives;

• goals; dan

• aims”.

some taken a narrow view and associate competence just with skills acquired by training”, some, on the other hand, understand learning outcomes in a very wide senseand use them as synonim for competence

aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang

menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, ketrampilan dan nilai-sikap.

(23)

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang 3

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang 2

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang 1

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang n

KERANGKA KUALIFIKASI

Dalam konteks Negara:

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Belajar dan Hasil Belajar itu berjenjang

Proses kognitif: mengingat Pengetahuan: factual Otonomi & responsibility:

terbatas

Proses kognitif: mencipta Pengetahuan: metakognitif Otonomi & responsibility: luas

(24)

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang 6

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang 3

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang 1

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang 9

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI)

kualifikasi sarjana

Kualifikasi diploma satu

Kualifikasi Pendidikan Dasar

kualifikasi doktor

(25)

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang 3

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang 2

CAPAIAN PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang 1 CAPAIAN

PEMBELAJARAN

KOMPETENSI

Jenjang n

KERANGKA KUALIFIKASI

Stan dar K omp ete ns i Lulu san ( SK L ) Stan dar K omp ete ns i K er ja ( SK K N I )

PENDIDIKAN FORMAL (di

Satuan Pendidikan)

PELATIHAN KERJA BERBASIS KOMPETENSI

Kompetensi --- Standar --- Pembelajaran & Asesmen

(26)

Kerangka Kulifikasi terdiri atas:

• deskriptor jenjang (level descriptor) dan

• capaian pembelajaran (learning outcomes) yang disusun berjenjang dari jenjang kualifikasi terendah sampai kualifikasi tertinggi.

Masing-masing descriptor jenjang kualifikasi didefinisikan dengan sekumpulan kriteria capaian pembelajaran, dan dapat tersirat dalam qualifications descriptor atau tersurat dalam level descriptor.

Level descriptor tersebut merupakan suatu ungkapan yang menjelaskan karakteristik dan konteks capaian pembelajaran

Learning described in level descriptors do not function independently of each other. For example, the ability to analyze at particular level is meaningless in terms of level unless the complexity of the material knowledge and understanding of learning is taken into account.

Kerangka Kualifikasi

(Qualifications Framework)

Setiap Negara Menyusun Kerangka Kualifikasi.

Indonesia --> Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

(27)

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia,

Adalah kerangka penjenjangan kualifikasi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan

kompetensi kerja sesuai dengan

struktur pekerjaan di berbagai sektor

SM P

SMA/

MA/SMK D 1

D 2

D 3

S1/D4

S3/S p Sp -

U

1 2 3 4 5 6 7 8 9

PENCAPAIAN JENJANG KKNI MELALUI 4 PETA JALAN

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 Tentang KKNI

(28)

Deskripsi Jenjang 6 KKNI

Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan

memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi.

Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah

prosedural.

Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dan mampu memberikan

petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok.

Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat

diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja

organisasi.

(29)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 (alinea 1 disetiap level)

(alinea 2 disetiap level)

(alinea 3 disetiap level)

(deskripsi umum)

Jenjang kualifikasi

pada KKNI terdiri atas 9 jenjang kualifikasi, yaitu:

level 1 s/d level 9

(30)

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Lulusan

KKNI dan SKL

Kompetensi/Capaian Pembelajaran Standar

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020, Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI

Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian Pembelajaran lulusan.

Rumusan capaian Pembelajaran lulusan wajib:

a. mengacu pada deskripsi capaian Pembelajaran lulusan KKNI; dan b. memiliki kesetaraan dengan jenjang kualifikasi pada KKNI.

(31)

Problem Based Learning (PBL)

Problem based learning (PBL) developed by Barrows, Harden and others. PBL aims to stimulate students to observe, think, define, study, analyse, synthesise and evaluate a problem.

▪ The ‘problems’ or cases are written to simulate real life clinical problems which are multidimensional and which encourage students to think as they would in real life clinical situations.

▪ Medical schools that have used a PBL approach include McMaster (Canada) and Newcastle (Australia) and some UK schools have also introduced a PBL course.

Advantages of a PBL curriculum:

▪ Helps a student to develop skills in solving health related problems

▪ Promotes self directed learning and spirit of enquiry

▪ Provokes a sense of critical thinking and reasoning

▪ Retention and application of knowledge is reinforced in a similar way to that in the clinical context

▪ Develops integrated body of knowledge based on real and common prblems

(32)

Problem Based Learning (PBL)

Critiques of a PBL approach:

▪ PBL approach is very demanding of both teachers and learners especially if they have no prior knowledge or experience of the method

▪ It requires increased sense of responsibility from students and flexibility from teachers

▪ Teachers are not always happy in the role of facilitator and may feel ‘exposed’ because of lack of specialist knowledge

▪ Students may feel that their teachers are not ‘experts’ when they act in facilitator role

▪ Extensive learning resources are needed

▪ Requires good teamwork and understanding between staff and students

▪ Traditional, standardised assessment methods are difficult to apply as may not be a

uniform body of knowledge as students define own learning goals

(33)

Digunakan dalam kehidupan para rahib pada tradisi Kristen sekitar abad pertengahan, dimana mereka dipanggil untuk mendedikasikan diri berdoa dan tafakur/perenungan di biara-biara, terpisah jauh dari

kehidupan normal.

Pengertian Pendidikan vokasi

(Perspektif sejarah, keilmuan dan perbandingan antar negara)

Dari Bahasa Latin VOCARE artinya “TO CALL” atau

MEMANGGIL

(34)

Sejalan dengan berkembangnya

kapitalisme, kata “vocation” semakin erat kaitannya dengan karir dan

pekerjaan yang dibayar.

Pengertian saat ini

Bertolak belakang dengan definisi awal

Pengertian Pendidikan vokasi

(Perspektif sejarah, keilmuan dan perbandingan antar negara)

(35)

Apa Bedanya Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Akademik/Umum ?

Apa seperti ini

Pendidikan vokasi ?

Dan yang ini Pendidikan akademik ?

Pengertian Pendidikan vokasi

(Perspektif sejarah, keilmuan dan perbandingan antar negara)

(36)

✓ knowing that/what,

✓ Theory,

✓ Reason

❑ Ways of knowing

CHARACTERISTIC OF VOCATIONAL EDUCATION

Salah satunya dibedakan atas:

Pendidikan

Akademik/Umum

✓ knowing how (doing),

✓ Practice,

✓ Experience

Skills are developed through practice, through a combination of sensory input and output

implicit or tacit knowledge that is difficult to verbalise and communicate to others

kurikulum umumnya didesain agar lebih relevan dengan persyaratan tempat kerja. Biasanya dimulai dengan analisis dan identifikasi

'kompetensi' di tempat kerja, yang kemudian disusun menjadi satu set 'standar kompetensi'

the knowledge and skill to be able to (do something correctly)

Pendidikan Vokasi

explicit knowledge can also be referred to as declarative or propositional knowledge, which can and communicated to others

explicit knowledge, can be referred to as declarative or propositional knowledge, which can be verbalised and communicated to others

(37)

❑ Ways and place of learning

implementing propositions in the classroom or with textbooks

observation, imitation and personal correction

Pendidikan

Akademik/Umum

Pendidikan Vokasi

CHARACTERISTIC OF VOCATIONAL EDUCATION

(38)

❑ Type of knowledge

associated with

understanding concepts or declarations of

knowledge.

✓ training-oriented for repetitive tasks

✓ associated with demonstrating/

procedural knowledge

Pendidikan

Akademik/Umum

Pendidikan Vokasi

CHARACTERISTIC OF VOCATIONAL EDUCATION

(39)

Pendidikan umum didesain

untuk mempersiapkan peserta didik untuk memahami secara mendalam suatu subyek atau kelompok subyek,

pendidikan vokasi atau teknik membimbing peserta didik

untuk menguasai ketrampilan kerja, pengetahuan praktik, dan pemahaman pengetahuan yang diperlukan untuk bekerja di suatu pekerjaan atau jabatan.

CHARACTERISTIC OF VOCATIONAL EDUCATION

(40)

Standar kompetensi terdiri dari sejumlah “unit kompetensi”.

Unit kompetensi merupakan spesifikasi pengetahuan dan keterampilan, dan penerapan pengetahuan dan keterampilan tersebut ke dalam standar kinerja yang dibutuhkan di tempat kerja.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

(SKKNI)

(41)

Secara skematis diagram standar kompetensi dan rincian komponennya seperti

dilukiskan pada Gambar berikut

(42)

Contoh “Unit Competency”

BSBADM502A Manage meetings

This unit covers managing the preparation of meetings, chairing the meetings, organising the minutes and reporting outcomes.

This unit is related to BSBADM405A Organise meetings. Consider co-assessment with BSBADM503A Plan and manage conferences.

This unit covers managing the preparation of meetings, chairing the meetings, organising the minutes and reporting outcomes.

This unit is related to BSBADM405A Organise meetings. Consider co-assessment with BSBADM503A Plan and manage conferences.

Element Performance Criteria

1 Prepare for meetings 1.1 Purpose of meeting is clarified and the agenda developed in line with stated purpose 1.2 The style and structure of the meeting is appropriate to the meeting's purpose 1.3 Meeting participants are identified and notified in accordance with organisational

procedures

1.4 Meeting arrangements are confirmed in accordance with requirements of meeting 1.5 Meeting papers are despatched to participants within designated timelines 2 Conduct meetings 2.1 Meetings are chaired in accordance with organisational requirements, agreed

conventions for the type of meeting and legal and ethical requirements 2.2 Meetings are conducted to ensure they are focused and time efficient 2.3 Meeting facilitation enables participation, discussion, problem solving and

resolution of issues

2.4 Minute taker is briefed on recording meeting notes in accordance with organisational requirements and conventions for the type of meeting

3 Follow up meetings 3.1 Transcribed meeting notes are checked to ensure they reflect a true and accurate record of the meeting and are formatted in accordance with organisational procedures and meeting conventions

3.2 Minutes and other follow-up documentation are distributed within designated timelines and stored in accordance with organisational requirements

3.3 Outcomes of meetings are reported as required, within designated timelines

Kode dan Judul Unit Unit Deskriptor

(43)

VOKASI DAN PROFESI

A vocation is generally a job that requires a particular set of skills acquired through experience or through training but not necessarily dependent on a college degree. These would include plumbing, electrician, mechanic, etc.

A profession could be one of the above but generally references a doctor, lawyer, nurse or other skilled worker who was required to obtain college/ university

training.

vokasi umumnya merupakan pekerjaan yang membutuhkan seperangkat keterampilan tertentu yang diperoleh melalui pengalaman atau melalui pelatihan tetapi tidak selalu bergantung kepada gelar pendidikan tinggi. Contohnya adalah tukang pipa ledeng (plumbing), tukang listrik (electrician), mekanik (mechanic), dll.,

profesi dapat berupa salah satu dari yang di atas (vokasi) tetapi umumnya merujuk

pada pekerjaan seperti seorang dokter, pengacara, perawat, atau pekerja terampil

lainnya yang memerlukan pendidikan pada jenjang Pendidikan tinggi

(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)

ありがとうございました Arigatōgozaimashita

If you do not know what the future situation will be, then teach students some fundamental skills which they can apply to any situation

(50)

DUA SISI PTV

D 2 TERINTEGRASI ANTARA SMK-PTV DAN INDUSTRI ( FAST TRACK )

Mengadopsi Model TAFE

Australia atau Beruf Akademie di Jerman

knowing how (doing), Practice,

Experience

D 4/SARJANA TERAPAN, MAGISTER TERAPAN

Mengadopsi Model University of Applied Science di Jerman/Swiss, atau College di Kanada

(Vocationally Oriented Higher Education/VOHE)

▪ Kurikulum berbasis kompetensi.

▪ Curiculum shape: model LEGO

▪ Mengacu ke STANDAR KOMPETENSI KERJA

▪ Memfasilitasi lulusan SMK untuk dapat diterima di PTV (selama ini lulusan SMK sulit sekali diterima di Politeknik karena Instrumen PMB lebih bersifat akademik yang mengutamakan kognitif).

▪ Untuk pekerjaan yang bersifat repetitive

▪ Kurikulum berbasis “OUTCOME”, MBKM

▪ Curiculum shape: model PIRAMID

▪ Metode Pembelajaran: PBL, TeFa

▪ Riset berbasis pada PERMASALAHAN DI INDUSTRI

RPL

The tracked systems are commonly associated with coordinated market economies in which the social partners seek to align educational provision with occupational training and thence employment.

In contrast the generalist systems are commonly associated with liberal market economies which rely more on the market to sort and match graduates and employment. In the unpredictable liberal market economies students need more general tertiary education and greater mobility between vocational and higher education to match their education with employment opportunities.

(51)

General Education CHARACTERISTIC OF VOCATIONAL

EDUCATION

(Curriculum Shape)

Vocational Education

Pola kurikulum pendidikan vokasi disusun secara “lego” yang bertumpuk, dimana balok-balok lego adalah “unit kompetensi” yang disusun secara berjenjang sesuai kualifikasinya.

Standar kompetensi lulusan pendidikan vokasi mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja.

Pendidikan tinggi vokasi di Indonesia, pola kurikulumnya disusun secara piramida, dimana pada bagian bawah piramid disusun mata kuliah mata kuliah yang menjadi dasar bagi mata kuliah diatasnya.

▪ Pola ini sesuai dengan sejarah perkembangannya, yang dipengaruhi oleh pola pendidikan vokasi di Swiss, saat ini namanya “University of Applied Science”, …….pendidikan tinggi berorientasi vokasi (Vocationally Oriented College).

(52)

Holders of a Certificate I in Process Plant Skills will need an additional 8 units

of competency to those already recognised by the Certificate I. These additional

8 units of competency must be chosen so that the total units, including those

carried forward from a lower level

qualification, comply with the above rules.

Curriculum shape : LEGO (Vocational Education)

(53)

Curriculum shape : LEGO (Vocational Education)

Referensi

Dokumen terkait

Informasi dari borang dan evaluasi diri program studi, dan borang unit pengelola program studi diploma yang telah diverifikasi dan divalidasi selanjutnya dinilai dengan

Sistem pengelolaan fungsional dan operasional unit pengelola program studi diploma dilakukan dengan cukup baik, sesuai dengan SOP, namun dokumen kurang lengkap.

Sistem pembelajaran adalah mekanisme pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan yang mencakup: 1) metode dan bentuk

5) Unit Pengelola Program Studi memiliki hasil evaluasi pada proses pembelajaran yang merupakan bagian dari penilaian kinerja dosen. 6) Unit Pengelola Program Studi

Diisi oleh pengusul dari Program Studi pada program Diploma Tiga/Sarjana Terapan/Magister Terapan/Doktor Terapan. Tuliskan jumlah pagelaran/pameran/presentasi/publikasi

5) Unit Pengelola Program Studi memiliki hasil evaluasi pada proses pembelajaran yang merupakan bagian dari penilaian kinerja dosen. 6) Unit Pengelola Program Studi

Sistem pengelolaan fungsional dan operasional unit pengelola program studi diploma dilakukan dengan cukup baik, sesuai dengan SOP, namun dokumen kurang lengkap.

40 4.3.1.1 Persentase dosen tetap berpendidikan tertinggi S- 2/Sp atau S-3/Sp(K) yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS1. Jumlah dosen tetap yang bidang keahliannya