• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUTUSAN NOMOR 1616 K/PID.SUS/2015 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PUTUSAN NOMOR 1616 K/PID.SUS/2015 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PUTUSAN

NOMOR 1616 K/PID.SUS/2015

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG

memeriksa perkara pidana khusus pada tingkat kasasi telain memutuskan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:

Nama

Tempat lahir

Umur/tanggal lahir

Jenis kelamin

Kebangsaan Tempat tinggal

TENG CHUAN HUl;

Johor;

32 tahun/24 Mei 1982;

Laki-laki;

Malaysia;

- Nomor 14 Jalan Rebana Buloh Kasap 85010, Segamat, Johor, Malaysia;

- Perumahan Bukit SentuI Jalan Taman

Puncak Mas Nomor 69 Bukit Golf Hijau RT.07/08, Kelurahan Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat;

Agama : Budha;

! Pekerjaan : Swasta (Technical);

Terdakwa berada di dalam tahanan;

1./Penyidik sejak tanggal 1 Mei 2014 sampai dengan tanggal 20 Mei 2014;

2. Perpanjangan oleh Penuntut Umum sejak tanggal 21 Mei 2014 sampai

dengan tanggal 29 Juni 2014;

3. Perpanjangan ke-1 oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 30 Juni

2014 sampai dengan tanggal 29 Juli 2014;

4. Perpanjangan ke-2 oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 30 Juli 2014 sampai dengan tanggal 28 Agustus 2014;

5. Penuntut Umum sejak tanggal 27 Agustus 2014 sampai dengan tanggal

15 September 2014;

6. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 8 September 2014 sampai

dengan tanggal 7 Oktober 2014;

7. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 8 Oktober 2014 sampai dengan tanggal 6 Desember 2014;

8. Perpanjangan ke-1 oleh Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal 7

Desember 2014 sampai dengan tanggal 5 Januari 2015;

Hal. 1 dari 23 hal. Putusan Nomor 1616 K/PID,SUS/2015

(2)

9. Perpanjangan ke-2 oleh Ketua Pengadiian Tinggi sejak tanggal 6

Januari 2015 sampai dengan tanggal 26 Januari 2015;

10. Hakim Pengadiian Tinggi sejak tanggal 27 Januari 2015 sampai dengan

tanggal 25 Februari 2015;

11.Berdasarkan Penetapan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia u.b. Ketua Kamar Pidana Nomor 2205/2015/S.666.Tah.Sus/PP/2015/MA, tanggal 1 Juni 2015 Terdakwa diperintahkan untuk ditahan selama 50 (lima puluh) hah, terhitung sejak tanggal 8 April 2015;

12. Perpanjangan berdasarkan Penetapan Ketua Mahkamah Agung

Republik Indonesia u.b. Ketua Kamar Pidana Nomor 2206/2015/

S.666.Tah.Sus/PP/2015/MA, tanggal 1 Juni 2015 Terdakwa diperintahkan untuk ditahan selama 60 (enam puluh) hari, terhitung

sejak tanggal 28 Mei 2015;

13. Perpanjangan berdasarkan Penetapan ketua Mahkamah Agung

Republik Indonesia u.b. Ketua Kamar Pidana Nomor 2805/2015/

S.666.Tah.Sus/PP/2015/MA, tanggal 30 Juli 2015 Terdakwa diperintahkan untuk ditahan selama 30 (tiga puluh) hari, terhitung sejak

tanggal 27 Juli 2015;

i14. Perpanjangan berdasarkan Penetapan Ketua Mahkamah Agung

Republik Indonesia u.b. Ketua Kamar Pidana Nomor 2806/2015/

/ S.666.Tah.Sus/PP/2015/MA, tanggal 30 Juli 2015 Terdakwa

; /•'

diperintahkan untuk ditahan selama 30 (tiga puluh) hari, terhitung sejak

tanggal 26 Agustus 2015;

yang diajukan di muka persidangan Pengadiian Negeri Cibinong karena

didakwa:

PERTAMA:

Bahwa ia Terdakwa TENG CHUAN HUl dan Terdakwa HERMANTO

KUSUMA alias ABUN (perkara displit) pada hari Rabu tanggal 30 April 2014, sekira pukul 22.00 WIB, atau setidak-tldaknya pada waktu lain dalam bulan April

2014, bertempat di Perumahan Bukit SentuI Jalan Taman Puncak Mas Nomor 69 Bukit Golf Hijau RT.07/08, Kelurahan Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau setidak-tidaknya pada tempat lain

yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadiian Negeri Cibinong yang

berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut, tanpa hak atau

melawan hukum melakukan tindak pidana percobaan atau permufakatan jahat

untuk melakukan tindak pidana telah menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau

(3)

menerima Narkotika Golongan 1 jenis sabu-sabu yang beratnya lebih dari 5

gram yaitu 3200 gram bruto. Perbuatan tersebut dilakukan oleh Terdakwa dengan cara antara lain sebagai berikut:

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 30 April 2014 sekira jam 22.00 WIB,

bertempat di Perumahan Bukit Sentul Jalan Taman Puncak Mas Nomor 69

Bukit Golf Hijau RT.07/08 Kelurahan Cijayanti Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor Jawa Barat yaitu tempat tinggal Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) telah dilakukan penggeledahan oleh pihak yang berwajib, dan pada saat dilakukan penggeledahan tersebut telah diketemukan Narkotika Golongan I jenis sabu- sabu seberat 3200 gram bruto yang disimpan di dalam tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS yang diletakkan di dalam kamar lantai 2 tempat Terdakwa TENG CHUAN HUl dan HERMANTO KUSUMA alias ABUN Perkara displit) tinggal;

- Bahwa Narkotika Golongan Ijenis sabu-sabu dengan berat 3200 gram bruto

oleh Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN diambll pada hari Selasa tanggal 29 April 2014 di Hotel Amahs Mangga Dua Jakarta Utara dari anak buahnya UNCLE (DPO) WNA

Malaysia;

p-/B|hwa tas koper warna hitam merek MONTAGUR PARIS yang diambil oleh

]/ le^akwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN

^ (perkara displit) dari Hotel Amahs Manga Dua Jakarta Utara di dalamnya

berisi Narkotika Golongan I jenis sabu-sabu karena sebelumnya f Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN - (perkara displit) telah mendapat telepon dari UNCLE (DPO) WNA Malaysia

yang mengatakan kepada Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi

HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) bahwa tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS di dalamnya adalah berisi Narkotika

Golongan I jenis sabu-sabu;

- Bahwa setelah Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO

KUSUMA alias ABUN (perkara displit) membawa tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS yang di dalamnya bersisi Narkotika Golongan 1 jenis sabu-sabu ketika sampai di rumah, maka tas koper warna hitam merek

MONTAGUR PARIS oleh Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi

HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) dibuka dan dihitung secara bersama-sama, dan ketika membuka dan menghitung tersebut di dalam tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS terdapat 12

Hal, 3 dari 23 hal, Putusan Nomor 1616 K/PID.SUS/2015

(4)

bungkus plastik berukuran sedang yang berisikan Narkotika Golongan Ijenis

sabu-sabu dengan berat keseluruhan 3200 gram bruto;

Bahwa setelah Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) melihat bahwa benar di dalam tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS berisi Narkotika Golongan I jenis sabu-sabu, maka selanjutnya tas koper tersebut oleh Terdakwa TENG

CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) disimpan di dalam kamar atas lantai 2 kamar nomor 2 dari tangga rumah, sehingga pada saat dilakukan penggeledahan oleh pihak yang berwajib

pada tempat Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) telah dapat diketemukan Narkotika Golongan 1jenis sabu-sabu dengan berat 3200 gram bruto yang disimpan dl dalam tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS, sehingga

Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN

(perkara displit) diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut;

Bahwa barang buktl yang berhasil disita dari Terdakwa TENG CHUAN HUl

dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) selatn Narkotika Golongan I jenis sabu-sabu yang beratnya lebih dari 5 gram,

a.dalah:

1 unit timbangan digital kapasitas 3 kg merek TANITA tipe KD-321;

3,pack plastik klip warna bening ukuran sedang;

l^buah tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS;

• 1 buah passport Malaysia nomor A 28123042 a.n. TENG CHUAN HUl;

- Bahwa pada tanggal 5 Mei 2014 barang bukti yang disita dalam perkara

Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) oleh a.n. Direktur Tindak Pidana Narkoba Kasubdit II, telah dimlntakan pemeriksaan secara laboratorlum ke Kepala Badan Narkotika Nasional dan pada hah Rabu tanggal 14 Mei 2014 dari pihak Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dilakukan oleh 1. RIESKA DWI WIDAYATI, S.Si., M.Si., 2. PUTERI HERYANI S., S.Si..Apt., dan 3. TANTI, S.T.. dengan

membuat Berlta Acara Pemeriksaan Laboratoris Nomor 203. EA//2014/

BALAI LAP NARKOBA, bahwa setelah dilakukan pemeriksaan secara

Laboratoris disimpulkan, bahwa barang bukti Kristal warna putih di dalam

bungkus plastik bening kode A1 Nomor 1, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode B1 Nomor 2, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode C1 Nomor 3, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode DI Nomor 4. Kristal warna putih di dalam

(5)

bungkus plastik bening kode E1 Nomor 5, Kristal warna putili di dalam bungkus plastik bening kode F1 Nomor 6, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode G1 Nomor 7, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode H1 Nomor 8, Kristal warna putih di dalam

bungkus plastik bening kode 11 Nomor 9, Kristal warna putih di dalam

bungkus plastik bening kode J1 Nomor 10, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode K1 Nomor 11, Kristal warna putih di dalam

bungkus plastik bening kode L1 Nomor 12 tersebut di atas adalah benar mengandung metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor urut 61 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;

- Bahwa Terdakwa melakukan tindak pidana telah menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jua! beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I jents sabu-sabu adalah tanpa hak dan melawan hukum karena tidak ada ijin dari pihak yang

berwenang;

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia femor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;

ATAU:

EljbA:

Bahwa ia Terdakwa TENG CHUAN HUl dan Terdakwa HERMANTO

MA alias ABUN (perkara displit) pada hah Rabu tanggal 30 April 2014,

sekira pukul 22.00 WIB, atau setidak-tldaknya pada waktu lain dalam bulan April

2014, bertempat di Perumahan Bukit SentuI Jalan Taman Puncak Mas Nomor 69 Bukit Golf Hijau RT.07/08, Kelurahan Cijayanti, Kecamatan Babakan

Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau setidak-tidaknya pada tempat lain

yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Clbinong yang benwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut, tanpa hak atau melawan hukum melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk memiliki,

menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman dalam bentuk sabu-sabu yang beratnya melebihi 5 yaitu 3200 gram

bruto. Perbuatan tersebut dilakukan oleh Terdakwa dengan cara antara lain

sebagal berikut:

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 30 April 2014 sekira jam 22.00 WIB,

bertempat di Perumahan Bukit Sentu! Jalan Taman Puncak Mas Nomor 69

Bukit Golf Hijau RT.07/08, Kelurahan Cijayanti, Kecamatan Babakan

Hal. 5 dari 23 hal. Putusan Nomor 1616 K/PID.SUS/2015

(6)

V- y

Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yaitu tempat tinggal Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) telah dilakukan penggeledahan oleh pihak yang berwajib, dan pada

saat dilakukan penggeledahan tersebut telah diketemukan Narkotika Golongan I jenis sabu-sabu seberat 3200 gram bruto yang disimpan di dalam tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS yang diletakkan di dalam kamar lantai 2 tempat Terdakwa TENG CHUAN HUl dan HERMANTO KUSUMA alias ABUN Perkara displit) tinggal;

- Bahwa Narkotika Golongan Ijenis sabu-sabu dengan berat 3200 gram bruto oleh Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN diambil pada hari Selasa tanggal 29 April 2014 di Hotel Amaris Mangga Dua Jakarta Utara dari anak buahnya UNCLE (DPO) WNA

Malaysia;

- Bahwa tas koper warna hitam merek MONTAGUR PARIS yang diambil oleh Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN

(perkara displit) dari Hotel Amaris Manga Dua Jakarta Utara di dalamnya :adalah berisi Narkotika Golongan I jenis sabu-sabu karena sebelumnya

, Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN

I. V(perkara displit) telah mendapat telepon dari UNCLE (DPO) WNA Malaysia

yang .mengatakan kepada Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi

HEk#ANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) bahwa tas koper warna

hMim merek MONTAGUT PARIS di dalamnya adalah berisi Narkotika

Golongan I jenis sabu-sabu;

- Bahwa setelah Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) membawa tas koper warna hitam

merek MONTAGUT PARIS yang di dalamnya bersisi Narkotika Golongan I

jenis sabu-sabu ketika sampai di rumah, maka tas koper warna hitam merek MONTAGUR PARIS oleh Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi

HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) dibuka dan dihitung secara bersama-sama, dan ketika membuka dan menghitung tersebut di dalam tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS terdapat 12 bungkus plastik berukuran sedang yang berisikan Narkotika Golongan Ijenis

sabu-sabu dengan berat keseluruhan 3200 gram bruto;

- Bahwa setelah Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO

KUSUMA alias ABUN (perkara displit) melihat bahwa benar di dalam tas

koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS berisi Narkotika Golongan I

jenis sabu-sabu, maka selanjutnya tas koper tersebut oleh Terdakwa TENG

(7)

CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) disimpan dl dalam kamar atas lantai 2 kamar nomor 2 dari tangga rumah, sehingga pada saat dilakukan penggeledahan oleh pihak yang berwajib

pada tempat Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara dispiit) telah dapat diketemukan Narkotika

Golongan I jenis sabu-sabu dengan berat 3200 gram bruto yang disimpan di dalam tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS, sehingga

Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN

(perkara displit) diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut;

Bahwa barang bukti yang berhasil disita dari Terdakwa TENG CHUAN HUl

dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN (perkara displit) selain Narkotika Golongan I jenis sabu-sabu yang beratnya melebihi dari 5 gram,

adalah;

• 1 unit timbangan digital kapasitas 3 kg merek TANITA tipe KD-321;

• 3 pack plastik klip warna bening ukuran sedang;

• 1 buah tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS;

• 1 buah passport Malaysia nomorA 28123042 a.n. TENG CHUAN HUl;

Bahwa pada tanggal 5 Mei 2014 barang bukti yang disita dalam perkara

Terdakwa TENG CHUAN HUl dan saksi HERMANTO KUSUMA alias ABUN

Vperkara displit) oleh An. Direktur Tindak Pidana Narkoba Kasubdit II, telah

. qiniintakan pemeriksaan secara laboratorium ke Kepala Badan Narkotika

f^^^ional dan pada hah Rabu tanggal 14 Mei 2014 dari pihak Kepala Badan

rkotika Nasional (BNN) yang dilakukan oleh 1. RIESKA DWI WIDAYATI.

S.Si., M.Si., 2. PUTERI HERYANI S., S.Si.,Apt., dan 3. TANTI, ST., dengan

membuat Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Nomor 203. EA//2014/

BALAI LAP NARKOBA, bahwa setelah dilakukan pemeriksaan secara Laboratoris disimpulkan, bahwa barang bukti Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode A1 Nomor 1, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode B1 Nomor 2, Kristal warna putih di dalam

bungkus plastik bening kode C1 Nomor 3, Kristal warna putih di dalam

bungkus plastik bening kode DI Nomor 4, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode El Nomor 5, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode F1 Nomor 6, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode G1 Nomor 7, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode H1 Nomor 8, Kristal warna putih di dalam bungkus plastik bening kode 11 Nomor 9, Kristal warna putih dl dalam bungkus plastik bening kode J1 Nomor 10, Kristal warna putih di dalam

Hal. 7 dari 23 hal, Putusan Nomor 1616 K/PID.SUS/2015

(8)

bungkus plastik bening kode K1 Nomor 11, Kristal warna putih di dalam

bungkus plastik bening kode L1 Nomor 12 tersebut di atas adalah benar

mengandung metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor urut 61 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009

tentang Narkotika;

- Bahwa Terdakwa melakukan tindak pidana memiliki, menyimpan, menguasai

atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman dalam bentuk sabu- sabu adalali tanpa hak dan melawan hukum karena kegiatan tersebut dilakukan oleli Terdakwa tidak ada ijin dari pihak yang berwenang;

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) jo. Rasa! 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;

Mahkamah Agung tersebut;

Membaca tuntutan pidana Jaksa/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Cibinong tanggal 3 Desember 2014 sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa TENG CHUAN HUl terbukti secara sah dan

meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "Telah melakukan percobaan V \ptau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika dengan

Ycara tanpa hak atau melawan hukum, menjadi perantara dalam jual beli, atau

i^nerima Narkotika Golongan I(satu) bukan tanaman yang beratnya lebih

^ri 5(lima) gram" sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal

132 ayat (2) Undang-Undang R1 Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

dalam Dakwaan Pertama;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa TENG CHUAN HUl dengan pidana

mati;

3. Menetapkan barang bukti berupa:

- 1 (satu) kantong kresek warna hitam yang berisikan 12 (dua belas) paket

Narkotika Golongan I berupa kristal warna putih lazim disebut shabu yang masing-masing dikemas dalam 1 (satu) kantong plastik klip bening

ukuran sedang dengan berat bruto:

a. 251 (dua ratus lima puluh satu) gram dibeh kode A;

b. 270 (dua ratus tujuh puluh) gram diberi kode B;

c. 268 (dua ratus enam puluh delapan) gram diberi kode C;

d. 271 (dua ratus tujuh puluh satu) gram diberi kode D;

e. 272 (dua ratus tujuh puluh dua) gram diberi kode E;

f. 273 (dua ratus tujuh puluh tiga) gram diberi kode F;

g. 272 (dua ratus tujuh puluh dua) gram diberi kode G;

(9)

h. 273 (dua ratus tujuh puluh tiga) gram diberi kode H;

i. 273 (dua ratus tujuh puluh tiga) gram diberi kode 1;

j. 272 (dua ratus tujuh puluh dua) gram diberi kode J;

k. 270 (dua ratus tujuh puluh) gram diberi kode K;

I. 269 (dua ratus enam puluh sembilan) gram diberi kode L;

Berat seluruhnya sebelum disisihkan untuk pembuktian adalah bruto 3.234 Gram, sisanya disisihkan untuk kepentingan pembuktian setelah

dilakukan uji Lab BNN netto:

a. 4,1175 gram diberi kode A1:

b. 4,0436 gram diberi kode B1:

c. 4,1729 gram diberi kode C1;

d. 4,1506 gram diberi kode D1:

0. 4,1639 gram diberi kode E1;

f. 4,1284 gram diberi kode F1:

g. 4,1940 gram diberi kode Gl;

h. 4,0954 gram diberi kode HI;

\ i. 4,1368 gram diberi kode 11;

\ j. 4,1276 gram diberi kode Jl;

\

;: k] 4,1430 gram diberi kode K1;

4,1558 gram diberi kode L1:

7 •[

'r-p (satu) unit timbangan digital kapasitas 3 kg merek TANITA tipe KD-321;

3 (tiga) pack plastik klip warna bening ukuran sedang;

- 1 (satu) buah tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS;

Dipergunakan dalam perkara Terdakwa Hermanto Kusuma alias ABUN;

- 1 (satu) buah Pasport Malaysia Nomor A28123042 a.n. TENG CHUAN

HUI;

Dikembalikan kepada Terdakwa;

4. Membebankan biaya perkara kepada Negara;

Membaca Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 546/PID.SUS/

2014/PN.CBI, tanggal 21 Januari 2015 yang amar lengkapnya sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa TENG CHUAN HUI telah terbukti secara sah dan

meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "Dengan permufakatan jahat

secara melawan hukum menerima Narkotika Golongan 1 bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram" sebagaimana dalam Dakwaan Pertama;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana

penjara seumur hidup;

3. Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

Hal. 9 dari 23 hal. Putusan Nomor 1616 K/PID.SUS/2015

(10)

4. Menetapkan barang bukti berupa:

- 1 (satu) kantong kresek warna hitam yang berisikan 12 (dua belas) paket Narkotika Golongan I berupa kristal warna putih lazim disebut

shabu yang masing-masing dikemas dalam 1 (satu) kantong plastik klip

bening ukuran sedang dengan berat bruto:

• 251 (dua ratus lima puluh satu) gram diberi kode A;

• 270 (dua ratus tujuh puluh) gram diberi kode B;

• 268 (dua ratus enam puluh delapan) gram diberi kode C;

• 271 (dua ratus tujuh puluh satu) gram diberi kode D;

• 272 (dua ratus tujuh puluh dua) gram diberi kode E;

• 273 (dua ratus tujuh puluh tiga) gram diberi kode F;

• 272 (dua ratus tujuh puluh dua) gram diberi kode G;

• 273 (dua ratus tujuh puluh tiga) gram diberi kode H;

• 273 (dua ratus tujuh puluh tiga) gram diberi kode I;

• 272 (dua ratus tujuh puluh dua) gram diberi kode J;

• 270 (dua ratus tujuh puluh) gram diberi kode K;

• 269 (dua ratus enam puluh sembllan) gram diberi kode L;

\Berat seluruhnya sebelum disisihkan untuk pembuktian adalah bruto 3.234 gram, sisanya disisihkan untuk kepentingan pembuktian setelah

dllakukan uji Lab BNN netto:

• 4,1175 gram diberi kode A1;

• 4,0436 gram diberi kode Bi;

• 4,1729 gram diberi kode C1;

• 4,1506 gram diberi kode Dl;

• 4,1639 gram diberi kode El;

• 4,1284 gram diberi kode F1;

• 4,1940 gram diberi kode Gl;

• 4,0954 gram diberi kode HI;

• 4,1368 gram diberi kode 11;

• 4.1276 gram diberi kode J1;

• 4,1430 gram diberi kode K1;

• 4,1558 gram diberi kode LI;

- 1 (satu) unit timbangan digital kapasitas 3 kg merek TANITA tipe KD-

321;

- 3 (tiga) pack plastik klip warna bening ukuran sedang;

- 1 (satu) buah tas koper warna hitam merek MONTAGUT PARIS;

(11)

Dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan dalam perkara Hermanto Kusuma alias Abun;

- 1 (satu) buah Pasport Malaysia Nomor A28123042 a.n. TENG CHUAN HUl;

Dikembalikan kepada Terdakwa;

5. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp2.000,00 (dua

ribu rupiah):

Membaca Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 47/

PID.SUS.NARKOTIKA/2015/PT.BDG, tanggal 13 Maret 2015 yang amar

lengkapnya sebagai berikut:

- Menerima permintaan banding dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Cibinong;

- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 546/P!d.Sus/2014/

PN.Cbi, tanggal 21 Januari 2015 yang dimintakan banding tersebut;

- Membebani Terdakwa membayar biaya perkara dalam tingkat banding

sebesar Rp2.000,00 (dua ribu rupiah);

Mengingat akan Akta Permohonan Kasasi Nomor 6/Akta Pid/2015/PN yo. Nomor 546/Pid.Sus/2014/PN Cbi.yo. Nomor 47/Pid.Sus-Narkotika/2015/

(E^Bdg yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri Cibinong yang

i^prangkan, bahwa pada tanggal 8April 2015 Jaksa/Penuntut Umum pada

l^ej^saan Negeri Cibinong telah mengajukan permohonan kasasi terhadap

/putusan Pengadilan Tinggi tersebut;

Memperhatikan Memori Kasasi bertanggal 8 April 2015 dari Jaksa/

Penuntut Umum sebagai Pemohon Kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Cibinong pada tanggal 8 April 2015;

Membaca surat-surat yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Tinggi tersebut telah diberitahukan

kepada Pemohon Kasasi/Jaksa/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Cibinong

pada tanggal 1 April 2015 dan Pemohon Kasasi/Jaksa/Penuntut Umum

mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 8 April 2015 serta memori kasasinya telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Cibinong pada tanggal 8 April 2015 dengan demiklan permohonan kasasi beserta dengan alasan- alasannya telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara menurut

undang-undang;

Menimbang, bahwa alasan-alasan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/Jaksa/Penuntut Umum pada pokoknya adalah sebagai berikut;

Hal. 11 dari 23 hal. Putusan Nomor1616 K/PID.SUS/2016

(12)

Bahwa Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang telah menjatuhkan putusan yang amarnya, berbunyi seperti tersebut di atas dalam memeriksa dan perkara tersebut telah melakukan kekeliruan dengan alasan sebagaimana yang diatur

dalam Pasal 253 KUHAP, dengan demikian Hakim Majelis Pengadilan Tinggi

Jawa Barat telah salah melakukan:

a. Tidak menerapkan atau menerapkan peraturan hukum tidak sebagaimana

mestinya;

Pasal 50 Undang-Undang Rl Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan

Kehakiman menyebutkan: "Putusan pengadilan selain harus memuat alasan

dan dasar putusan, juga memuat pasal tertentu dari peraturan perundang- undangan yang bersangkutan atau sumber hukum tak tertulis yang dijadikan

dasar untuk mengadili";

Pasal 53 ayat (2) Undang-Undang Rl Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman disebutkan: "Penetapan dan putusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memuat pertimbangan hukum yang

didasarkan pada alasan dan dasar hukum yang tepat dan benar". Dan

penjelasan dalam kedua pasal tersebut adaiah Cukup Jelas;

!,mudian diimplementasikan dalam putusan yang menuliskan "Mengingat,

Vil^in pada Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 Undang-Undang Rl Nomor 35 CtSfjun 2009 tentang Narkotlka juga pada Bab XVII Bagian Kesatu maupun

^p^^kl-pasal lainnya yang terkait dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun

:yt^81 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta peraturan perundang-

undangan lainnya yang bersangkutan";

Bahwa pertimbangan majelis hakim tingkat banding yang secara jelas dalam pertimbangannya menyebutkan halaman 13 alinea pertama disebutkan Menimbang, bahwa setelah membaca dan mempelajari secara seksama

berkas perkara maupun turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Cibinong

Nomor 546/Pid.Sus/2014/PN.Cbi tanggal 21 Januari 2015 serta

memperhatikan memori banding Penuntut Umum, Majelis Hakim Tingkat Banding sependapat dengan seluruh pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama baik mengenai tindak pidana yang terbukti maupun pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa, dimana pertimbangan hukum mengenai hal itu diambil alih dan dijadikan sebagai pertimbangan Majelis Hakim Tingkat Banding dalam memutus perkara ini dalam tingkat banding"

Kemudian dalam pertimbangan hakim tingkat banding dalam menanggapi

keberatan Penuntut Umum atas pidana yang dijatuhkan terhadap Terdakwa,

Majelis Hakim Tingkat Banding menyebutkan dalam halaman 12 poln ke-2

(13)

disebutkan Bahwa seorang Terdakwa dapat saja dijatuhi pidana maksimal

manakala dari pemeriksaan di persidangan tidak diketemukan hal-hal

tertentu yang dapat dipandang sebagai keadaan yang meringankan dan sepanjang pidana yang dijatuhkan tersebut sudah setimpal dengan bobot

kesalahan Terdakwa":

Dari pertimbangan tersebut, terlihat adanya pertentangan dan saling bertolak belakang, di satu sisi Majelis Hakim tingkat banding memberikan pertimbangan atas keberatan Penuntut Umum dalam memori bandingnya, tetapi di sisi lain Majelis Tingkat Banding sependapat dengan majelis hakim tingkat pertama dan mengambil alih seluruh pertimbangan majelis hakim tingkat pertama sebagai pertimbangan Majelis Hakim tingkat banding dalam putusannya, dan apabila melihat kembali dalam Putusan Pengadilan Negeri

Cibinong Nomor 546/P!d.Sus/2014/PN.Cbi tanggal 21 Januari 2015, Majelis Hakim PN Cibinong dalam menjatuhkan putusannya menjadi pidana seumur

hidup, memberikan pertimbangan pada halaman 23 disebutkan: "Bahwa

sesuai dengan fakta di persidangan dari keterangan saksi petugas yang

J^lakukan penangkapan terhadap Terdakwa menyatakan bahwa

^en^ngkapan terhadap diri Terdakwa didasarkan pada adanya informasi dari

.rriasyarakat dan bukan karena Terdakwa sebagai target operasi sehingga majelis menilai Terdakwa merupakan orang baru dalam tindak pidana

^^^rkotika, oleh karenanya majelis hakim masih memberikan kesempatan kepada Terdakwa untuk memperbaiki diri untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya, sedangkan dengan dijatuhkan hukuman mati terhadap

seseorang maka telah menutup kemungkinan/menghapus kesempatan

seseorang untuk berubah";

"Bahwa di samping itu pada dasarnya esensi semua agama dan kepercayaan menghormati hak hidup manusia, Tuhan sebagai pemberi kehidupan dan Tuhan juga sepatutnya penentu kematian" Kemudiari terhadap pertimbangan majelis hakim tingkat pertama dalam putusannya

yang menyebutkan "oleh karenanya majelis hakim masih memberikan

kesempatan kepada Terdakwa untuk memperbaiki diri untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya, sedangkan dengan dijatuhkan hukuman mati

terhadap seseorang maka telah menutup kemungkinan/menghapus

kesempatan seseorang untuk berubah";

Sehingga apabila melihat pertimbangan hakim tingkat pertama tersebut, yang kemudian diambil alih seluruhnya oleh Majelis Hakim tingkat Banding dalam putusannya. sangat terlihat dengan jelas Majelis Hakim tingkat

Hal. 13dari 23 hal. Putusan Nomor 1616 K/PID.SUS/2015

(14)

banding mendasarkan penjatuhan pidana dalam pertimbangan hal-hal yang meringankan pada diri Terdakwa yang kemudian mempertimbangkan kembali apa yang menjadi pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat

pertama, dimana Majelis Hakim tingkat pertama memberikan pertimbangannya bukan atas hai-hal yang meringankan atas diri Terdakwa

sehingga dijatuhkan pidana seumur hidup, akan tetapi hanya dalam pertimbangan hukum pada poin 23 dalam putusan Pengadilan Negeri Cibinong tersebut sehingga Majelis Hakim tingkat pertama tidak sependapat

dengan Penuntut Umum atas tuntutan pidana mati;

Apabila melihat pertimbangan tersebut di atas yang tertuang dalam putusannya, sangat jelas terlihat Majelis Hakim tidak menerapkan atau menetapkan peraturan hukum sebagaimana mestinya. karena tidak sejalan

dengan Pasal 50 dan Pasal 53 Undang-Undang Rl Nomor 48 Tahun 2009

tentang Kekuasaan Kehakiman dalam memberikan pertimbangan dan menjatuhkan hukuman, apabila tujuannya pembinaan sebagaimana dalam

pertimbangan Majelis Hakim daiam menjatuhkan putusannya, undang- tentang Pemasyarakatan sangat jelas mengaturnya, sehingga tujuan

ir^inaan terhadap terpidana seumur hidup sebagaimana putusan majelis

Irrr^ tingkat pertama maupun tuntutan pidana mati sebagaimana tuntutan

f^enui^tut Umum, keduanya sama-sama seorang terpidana tidak akan

' 'V

^^kejTibalikan kepada masyarakat, keduanya sama-sama akan menjalani hdkuman dalam lembaga pemasyarakatan, akan tetapi bukanlah berarti bahwa dengan dijatuhkan pidana mati, seseorang tidak bisa memperbaiki dirlnya sendiri, dimana pada prinsipnya semua terpidana yang menjalani pidana pokok sebagaimana yang tertuang dalam ketentuan Pasal 10 KUHP, hilang kemerdekaannya setelah diputuskan melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, narapidana tersebut akan ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 3\o.

angka 7 Undang-Undang Rl Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, yang memiliki fungsi sistem pemasyarakatan di Lapas sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Rl Nomor 12 Tahun 1995 adalah untuk melaksanakan pembinaan terhadap

narapidana agar dapat memperbaiki diri dan dapat diterima kembali oleh

lingkungan masyarakat. Tidak terkecuali pemberian pembinaan ini pun

masih diberikan terhadap seseorang yang diputus pidana mati karena

statusnya adalah sama-sama seorang narapidana, bahkan apabila seorang

terpidana mati dapat membuktikan perbaikan dirlnya sangat dimungkinkan

(15)

mendapatkan grasi dari Presiden, sebagai bentuk penghargaan atas

perubahan dan perbaikan seorang narapidana mati;

Kemudian atas pertimbangan hakim tingkat pertama yang diambil alih seiuruhnya oleh Majelis Hakim tingkat banding "Bahwa di samping itu pada dasarnya esensi semua agama dan kepercayaan menghormati hak hidup manusia, Tuhan sebagai pemberi kehidupan dan Tuhan juga sepatutnya penentu kematian", sehingga atas dasar pertimbangan tersebut majelis hakim tingkat pertama tidak sependapat dengan tuntutan Penuntut Umum yang menuntut pidana mati atas diri Terdakwa, padahal dasar fllosofis

pidana mati bagi segenap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak lah terlepas dari pandangan sikap segenap bangsa Indonesia itu sendiri

yang dituangkan dalam TAP MPR Ri Nomor XVII/MPR/1998 yang

menyebutkan bahwa sikap bangsa Indonesia mengenai hak asasi manusia adalah bersumber dari ajaran agama, nilai moral universal, dan nilai luhur

budaya bangsa, serta berdasarkan Pancasila, bahkan dalam ajaran beberapa agama pun mengenai penjatuhan pidana mati seperti: Dalam

"^"^^gama Islam pembahasan tentang hukuman mati masuk ke dalam

^p^bahasan tentang Jinayah seperti al-qishash, al-rajam, al-bughat, dan al-

}jd(^h, dalam agama Kristen baik Protestan maupun Katolik penjatuhan

dalam Paulus kepada jemaat di Roma bab 13 ayat 1-4.

Agama Hindu diatur dalam Dharmasastra yang mengatur

g^^^rbagai bentuk kejahatan serta bentuk-bentuk hukumannya dan

mencantumkan ancaman hukuman mati untuk beberapa bentuk kejahatan

tertentu. Sedangkan dalam ajaran Agama Budha terlihat beberapa Negara seperti Thailand yang mayoritas memeluk Budha tetapl menerapkan penjatuhan pidana Mati. Hal-hal tersebut di atas terhadap hukuman mati

dalam perkembangannya di Indonesia diperkuat dalam putusan Mahkamah

Konstitusi Nomor 2/PUU-V/2007 (Edith Yunita Sianturi, Rani Andriani,

Myuran Sukmara, Andrew Chan) dan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3/PUU-V/2007 (Scott Anthony Rush) pada tanggal 30 Oktober 2007 menolak

uji materiil hukuman mati dalam Undang-undang Narkotika dan menyatakan bahwa hukuman mati dalam undang-undang Narkotika tidak bertentangan dengan hak hidup yang dijamin oleh UUD 1945 lantaran jaminan hak asasi manusia dalam UUD 1945 tidak menganut asas kemutlakan, dipertegas lagi dalam putusannya bahwa Hak asasi dalam konstitusi meski dipakai dengan menghargai dan menghormati hak asasi orang lain demi berlangsungnya ketertiban umum dan keadilan sosial, alasan lain dalam pertimbangan

Hat. 15 dari 23 hal. Putusan Nomor 1616 K/PID.SUS/2015

(16)

putusan MK safah satunya karena Indonesia telah terkait dengan konvensi

Internasional Narkotika dan Psikotropika yang telah diratifikasi menjadi

hukum nasional dalam Undang-Undang Narkotika, sehingga menurut MK,

Indonesia justru berkewajiban menjaga diri dari ancaman jaringan peredaran

gelap Narkotika skala Internasional, yang salah satunya dengan menerapkan hukuman yang efektif dan maksimal;

Yang terpenting dalam menegakkan hukum tindak pidana Narkotika, harus dlingat bahwa Indonesia telah mengakui kejahatan Narkotika sebagai kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan (extraordinary) sehingga

penegakan hukumnya butuh perlakuan yang khusus, efektif dan maksimal,

salah satu perlakuan khusus tersebut dengan cara menerapkan hukuman berat yakni pidana mati, dengan menerapkan hukuman yang berat berupa pidana mati, Indonesia tidak melanggar perjanjian internasional apapun termasuk Konvensi Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR) yang menganjurkan penghapusan hukuman mati, akan tetapi ditegaskan dalam

Pasal 6 ayat (2) ICCPR itu sendiri masih memboiehkan diberlakukan

l^ukuman mati kepada negara peserta. khusus untuk kejahatan yang paling

ius;

Lebih lanjut apabila melihat Undang-Undang HAM, disebutkan secara tegas

^e^gan adanya mengakui adanya pembatasan hak asasi seseorang dengan

i^mberi pengakuan hak orang lain demi ketertlban umum, dan hukuman mati merupakan bentuk pengayoman negara terhadap warga negara

terutama hak-hak korban;

Sehingga dengan demikian, kami sebagai Penuntut Umum menilai bahwa majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo Tidak menerapkan atau menetapkan peraturan hukum tidak sebagalmana mestinya dalam memberikan pertimbangan tidak menjatuhkan hukuman mati sebagaimana dalam putusannya, serta mengabalkan ketentuan-ketentuan

hukum yang berlaku dan berkembang dengan memberikan pertimbangan

sebagaimana yang diuraikan di atas, dan sudah seharusnya penjatuhan

hukuman haruslah memenuhi tujuan dari penjatuhan pidana yaknl dapat

memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan dan menimbulkan upaya

tangkal agar orang lain tidak ikut berbuat seperti Terdakwa. Hal Ini sejalan

dengan konsep Anselem Von Feuerbach pakar hukum pidana

berkebangsaan Jerman teorinya yang terkenal "Vom psychologischen

zwang" yang mengatakan bahwa "ancaman dan penjatuhan pidana yang

berat mempunyai akibat psikologis yang dapat menakutkan orang untuk

(17)

tidak melakukan suatu tindak pidana karena mengetahui adanya ancaman

yang cukup berat" artinya dengan penjatuhan hukuman berat terhadap

Terdakwa maka orang luas atau masyarakat secara psikologis akan merasa

takut untuk melakukan tindak pidana, begitu pula pendapat Immanuel Kant

seorang filosof yang berpendapat bahwa "Kejahatan yang dilakukan oleh

tersangka itu mengakibatkan ketidakadilan bagi orang lain, oleh karena itu

harus dibalas pula dengan ketidakadilan berupa pidana kepada penjahatnya

sesuai dengan perbuatannya (dikutip dari buku Azas-azas Hukum Pidana

karangan Prof. Bambang Purnomo tahun 1978 halaman 75 yang disadur kembali oleh Sofjan Sastrawidjadja, S.H. dalann bukunya Hukum Pidana I).

Sebaliknya penjatuhan pidana yang ringan kepada Terdakwa tidak akan

mencapai tujuan pemidanaan, oleh karena tidak menimbulkan dampak jera

bagi si pelaku dan tidak memberikan rasa takut bagi orang lain, apaiagi

dalam perkembangan saat ini peredaran Narkotika di Indonesia semakin

mengkuatirkan, sehingga sudah seiayaknya dan sepantasnya Terdakwa dijatuhkan sebagaimana tuntutan kami, sebagai bentuk pertanggungjawaban

kepada masyarakat dan rakyat Indonesia;

Dalam cara mengadill tidak dilaksanakan menurut ketentuan undang-

idang:

S^telah mempelajari pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim tingkat pertama yang kemudian diambil alih seluruhnya oleh Majelis Hakim tingkat banding dalam putusannya, hakim dalam memberikan putusannya selain harus memuat ketentuan sebagaimana syarat putusan Pasal 197 KUHAP, ketentuan dalam Pasal 197 ayat (1) berlaku juga dalam pelaksanaan Putusan Tingkat Banding, akan tetapi setelah mempelajari Putusan

Pengadilan Tinggi Jawa Barat Nomor 47/PID.SUS.NARKOTIKA/2015/

PT.BDG tidak adanya ketentuan hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa sehingga Majelis hakim tingkat banding sependapat dengan pertimbangan dan putusan hakim tingkat pertama, dimana hal tersebut merupakan suatu keharusan sebagaimana yang disebutkan dalam ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruff KUHAP menyebutkan":

Pasal peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar pemidanaan atau tindakan dan pasal peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar hukum dari putusan, disertai keadaan yang memberatkan dan yang

meringankan Terdakwa";

Ketentuan tersebut kemudian dalam Pasal 197 ayat (2) KUHAP disebutkan:

Hal. 17 dari 23 hal, Putusan Nomor 1616 K/PID,SUS/2015

(18)

"Tidak dipenuhinya ketentuan dalam ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, h, j, k dan I

pasal ini mengakibatkan putusan batal denni hukum";

Selain harus memuat keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa juga harus memuat Pasal yang dilanggar oleh Terdakwa serta harus melihat peraturan perundang-undangan lainnya yang bersangkutan, sejalan dengan hal tersebut selalu dimuat dalam putusannya sebelum mengadili. akan tetapi Majelis hakim pada tingkat banding tidak memuat hal-

hal yang memberatkan dan hal yang meringankan dan hanya

mempertimbangkan ketentuan Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 Undang- Undang Rl Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotlka dan Ketentuan Hukum

Acara Pidana sehingga memutus dengan pidana seumur hidup, Majelis

Hakim balk tingkat pertama maupun tingkat banding tidak melihat dan mempertimbangkan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang bersangkutan dengan penanganan tindak pidana Narkotika dalam penjatuhan hukuman seperti TAP MPR Rl Nomor XVII/MPR/1998, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 2/PUU-V/2007 (Edith Yunita Sianturi, Rani

~^_^Andrian!, Myuran Sukmara, Andrew Chan) dan putusan Mahkamah

A//

istltusi Nomor 3/PUU-V/2007 (Scott Anthony Rush) pada tanggal 30 )ktqber 2007 menolak uji materiil hukuman mati dalam Undang-undang ifvarwotika dan menyatakan bahwa hukuman mati dalam undang-undang

^otika tidak bertentangan dengan hak hidup yang dijamin oleh UUD 1945

itaran jaminan hak asasi manusia dalam UUD 1945 tidak menganut asas

kemutlakan, dipertegas lagi dalam putusannya bahwa Hak asasi dalam

konstitusi meski dipakai dengan menghargai dan menghormati hak asasi

orang lain demi berlangsungnya ketertiban umum dan keadilan sosial, alasan lain dalam pertimbangan putusan MK salah satunya karena Indonesia telah terkait dengan konvensi Internasional Narkotika dan

Psikotropika yang telah diratifikasi menjadi hukum nasional dalam Undang-

Undang Narkotika, sehingga menurut MK, Indonesia justru berkewajiban

menjaga diri dari ancaman jaringan peredaran geiap Narkotika skala

Internasional, yang salah satunya dengan menerapkan hukuman yang efektif

dan maksimal, Konvensi Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR) yang

menganjurkan penghapusan hukuman mati, akan tetapi ditegaskan dalam

Pasal 6 ayat (2) ICCPR itu sendiri masih membolehkan masih diberlakukan

hukuman mati kepada negara peserta, khusus untuk kejahatan yang paling

serius, dan Undang-Undang HAM, disebutkan secara tegas dengan adanya

mengakul adanya pembatasan hak asasi seseorang dengan memberi

(19)

pengakuan hak orang tain demi ketertiban umum, dan hukuman mati merupakan bentuk pengayoman negara terhadap warga negara terutama

hak-hak korban;

Dalam ketentuan Agama Islam pembahasan tentang hukuman mati masuk ke dalam pembahasan tentang Jinayah seperti al-qishash, al-rajam, al- bughat, dan al-riddah, dalam agama Kristen baik Protestan maupun Katolik penjatuhan pidana mati tersurat dalam Paulus kepada jemaat di Roma bab 13 ayat 1-4. Dalam ajaran Agama Hindu diatur dalam Dharmasastra yang mengatur berbagai bentuk kejahatan serta bentuk-bentuk hukumannya dan mencantumkan ancaman hukuman mati untuk beberapa bentuk kejahatan tertentu. Sedangkan dalam ajaran Agama Budha terllhat beberapa Negara seperti Thailand yang mayoritas memeluk Budha tetapl menerapkan penjatuhan pidana mati;

Sehingga dengan tidak memperhatikan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berkaitan, Majelis Hakim baik tingkat pertama maupun tingkat banding telah mengadili tidak dilaksanakan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang beriaku, baik da!am Hukum Acara

'•s>k

^pidana maupun Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan,

y k^rena telah ditegaskan hal tersebut haruslah diikuti sebagaimana yang /;J di|iaruskan dalam Pasal 50 dan Pasal 53 Undang-Undang Rl Nomor 48

^Shun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman;

^ Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan pemohon kasasi/

Jaksa/Penuntut Umum tersebut Mahkamah Agung berpendapat;

Bahwa alasan Jaksa/Penuntut Umum dapat dibenarkan, Judex Facti salah menerapkan hukum dalam hal menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyaklnkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan menjatuhkan hukuman seumur hidup;

Bahwa alasan kasasi Jaksa/Penuntut Umum dapat dibenarkan, Judex Facti salah menerapkan hukum dalam hal menjatuhkan pidana penjara seumur hidup karena terdapat alasan pemberatan pidana yang belum dipertimbangkan oleh Judex Facti sehingga alasan pertimbangan dalam menjatuhkan hukuman seumur hidup dianggap belum cukup beralasan. Bahwa terdapat cukup banyak alasan pertimbangan memberatkan yang tidak ikut dipertimbangkan Judex Facti dalam memeriksa dan memutus perkara a quo]

Bahwa atas perintah saksi Hermanto meminta agar Terdakwa berperan membawa, mengambil dan menerima barang Narkotika jenis sabu milik Paman

Hal. 19 dari 23 hal. Putusan Nomor 1616 K/PID.SUS/2015

(20)

Uncle (selaku Bandar) yang disimpan dalam koper warna hitam merek Montagut Paris dengan berat 3.234 gram yang berada di Hotel Amahs Mangga Dua dt Jakarta. Setelah itu Terdakwa diminta untuk menyimpan barang Narkotika tersebut di perumahan Bukit SentuI yang sudah disewa sebelumnya oleh saksi

Hermanto bersama dengan Terdakwa Teng Chuan Hui. Perbuatan Terdakwa

tersebut tentu membutuhkan suatu keberanian dan mengandung segala akibat dan resiko yang akan terjadi pada diri Terdakwa. Sehingga perbuatan demlkian

itu tentu harus mendapat hukum yang setimpa! beratnya;

Bahwa Terdakwa bersama dengan saksi Hermanto mengetahui kalau barang tersebut adalah Narkotika sebab koper merek Montagut Paris yang berisi Narkotika dibuka bersama Terdakwa dan Sdr. Hermanto dan ternyata

berisi 12 bungkus plastik berisi kristal sabu;

Bahwa Narkotika jenis sabu dengan berat 3.234 gram mempunyai daya rusak atau dampak luar biasa terhadap bangsa dan negara karena akan banyak

anak bangsa dipastikan menggunakan Narkotika secara tidak sah dan melawan

hukum sehingga akan berjatuhan korban baik secara fisik, jiwa maupun nyawa

manusia khususnya bagi penyalahguna Narkotika;

Bahwa Negara Indonesia yang selama ini sudah menjadi negara tujuan l^redaran Narkotika harus menunjukkan ketegasan hukumnya agar tidak

•fer|Tiainkan oleh para pelaku tindak pidana Narkotika. Sehingga kewibawaan vh^Ljfn dapat terjaga dan dipatuhi oleh semua orang;

/ Bahwa Negara Indonesia yang berada daiam keadaan darurat Narkotika

dan merupakan tindak pidana yang bersifat extraordinary, maka seharusnya penegakan hukum dilakukan secara axtraordinary dengan jalan menjatuhkan

pidana mati;

Bahwa untuk mencegah terjadinya disparitas dan perlakuan diskriminatif

dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku, apalagi terdapat alasan memberatkan, maka seharusnya pidana yang dijatuhkan harus adil dan

proporsional berdasarkan kesalahan dan perbuatan Terdakwa;

Bahwa alasan lain yang dapat memperberat hukuman Terdakwa yaitu Terdakwa bersama dengan saksi Hermanto merupakan jaringan peredaran Narkotika Internasional dan berperan sebagai kaki tangan atau operator

lapangan dan Sdr. Paman Uncle selaku pemilik/Bandar Narkotika;

Bahwa Terdakwa melakukan perbuatan a quo untuk tujuan kepentingan

pribadi dengan mendapat keuntungan sebanyak RM 30.000, guna membayar

utang Terdakwa tetapi mengorbankan dan merusak kepentingan Bangsa dan

Negara Indonesia karena akan merusak generasi/rakyat Indonesia;

(21)

Bahwa berdasarkan afasan tersebut terdapat cukup alasan untuk

memperberat yang dapat digunakan untuk menjatuhkan hukuman mati bagi

Terdakwa;

Menimbang, bahwa berdasarkan alasan-alasan yang diuraikan di atas Mahkamah Agung berpendapat, bahwa Putusan Pengadiian Tinggi Bandung

Nomor 47/P1D.SUS.NARKOTIKA/2015/PT.BDG, tanggal 13 Maret 2015 yang

menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 546/PID.SUS/2014/

PN.CBI, tanggal 21 Januari 2015 tidak dapat dipertahankan lagi, oleh karena itu harus dibatalkan dan Mahkamah Agung akan mengadili sendiri perkara

tersebut. seperti tertera di bawah ini;

Menimbang, bahwa oleh karena permohonan kasasi Jaksa/Penuntut

Umum dikabulkan dan Terdakwa tetap dinyatakan bersalah serta dijatuhi pidana mati, maka biaya perkara pada tingkat kasasi ini dibebankan kepada Negara ;

Memperhatikan Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009, Undang-

Undang Nomor 8 Tahun 1981 dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985

^bagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor

ahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2fl( 9serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

MENGADILI

Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: JAKSA/

PENUNTUT UMUM PADA KEJAKSAAN NEGERI CIBINONG tersebut;

Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 47/

PID.SUS.NARKOTIKA/2015/PT.BDG, tanggal 13 Maret 2015 yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 546/PID.SUS/2014/PN.CBI, tanggal

21 Januari 2015;

MENGADILI SENDIRI

1. Menyatakan Terdakwa TENG CHUAN HUl terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "Permufakatan jahat dengan tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli, menerima Narkotika Golongan Idalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5

(lima) gram":

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa TENG CHUAN HUl dengan pidana

mati;

3. Menetapkan barang bukti berupa:

- 1 (satu) kantong kresek warna hitam yang berisikan 12 (dua belas) paket Narkotika Golongan Iberupa kristal warna putih lazim disebut sabu yang

Hal. 21 dari 23 hal. Putusan Nomor 1616 K/PID.SUS/2015

(22)

masing-masing dikemas dalam 1 (satu) kantong plastik klip bening

ukuran sedang dengan berat bruto:

a . 251 (dua

b. 270 (dua

c. 268 (dua d. 271 (dua

e. 272 (dua

f. 273 (dua

g- 272 (dua

h. 273 (dua

i. 273 (dua j- 272 (dua

k. 270 (dua

1. 269 (dua

Berat seluruhnya sebelum disisihkan untuk pembuktian adalah bruto 3.234 gram, sisanya disisihkan untuk kepentingan pembuktian setelah

A^-^lakukan Uji Lab BNN netto*

A

1,1175 gram diberi I0436 gram diber

,1729 gram diber 4,1506 gram diber e. 4,1639 gram diber f. 4,1284 gram diber g. 4,1940 gram diber h. 4,0954 gram diber i. 4,1368 gram diber j. 4,1276 gram diber k. 4,1430 gram diber I. 4,1558 gram diber

kode A1;

kode 81;

kode C1;

kode D1:

kode El;

kode F1;

kode G1:

kode HI;

kode 11;

kode J1;

kode K1:

kode L1:

- 1(satu) unit timbangan digital kapasitas 3kg merek Tanita tipe KD-321;

- 3 (tiga) pack plastik klip warna bening ukuran sedang;

- 1(satu) buah tas koper warna hitam merek Montagut Paris;

Dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan dalam perkara

Hermanto Kusuma alias Abun;

- 1 (satu) buah Paspor Malaysia Nomor A28123042 a.n. TENG CHUAN

HUl;

Dikembalikan kepada Terdakwa;

(23)

Membebankan biaya perkara pada tingkat kasasi ini kepada Negara;

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah

Agung pada hari Jumat, tanggal 4September 2015 oleh Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung

sebagai Ketua Majelis, Prof. Dr. Surya Jaya, S.H., M.Hum. dan Sri Murwahyuni,

S.H., M.H., Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan dalam sidang

terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh Ketua Majelis beserta Hakim-Hakim Anggota tersebut, dan dibantu oleh M. Ikhsan Fathoni SH MH Panitera Pengganti dan tidak dihadiri oleh Pemohon Kasasl/Jaksa/Penuntut

Umum dan Terdakwa.

Hakim-Hakim Anggota:

t.t.dV

Prof. Dr. Surya Jaya, S.H., M.Hum.

U.dV

Sri Munwahyuni, S.H., M.H.

Panitera Pengganti;

t.t.d./

M. Ikhsan Fathoni, S.H., M.H.

Ketua Majelis:

t.t.d./

Dr. Artidjo Alkostar, S.H.. LL.M.

Untuk Salinan, Mahkamah Agung Rl

^ a.n. Panitera

.^-^Panltera MujlaPldana Khusus,

NIP. 19^430^98512 1 001

Hal. 23 dari 23 hal. Putusan Nomor 1616 K/PID.SUS/2015

Referensi

Dokumen terkait

Karena itu minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, kecakapan melalui usaha, pengajaran atau pengalaman

“Menimbang, bahwa oleh karena pokok permasalahan adalah mengenai perselisihan kepengurusan partai politik dan sesuai dengan asas praduga rechmatig, maka Pengadilan Tata

Seianjutnya terdakwa menghubungi Stephen untuk meiaporkan adanya kecurlgaan atas hasil Scan kontainer barang berupa tepung terigu |anyak 710 sak tersebut, bahwa hasil Hi Co Scan

perangkat lunak modular dengan antarmuka yang terdefinisi dengan baik. •

Kantata merupakan sebuah karya musik vokal untuk paduan suara dan solo yang diiringi oleh kontinuo, orkes atau ansambel kecil yang disusun dalam beberapa movement 32.

Terdapat respon positif dari siswa kelas X-1 sebagai kelas eksperimen SMA Negeri 4 Sidoarjo diperoleh hasil rata-rata dari ketiga aspek soal dengan jumlah lebih

Dari hasil analisa data pada tahapan pertama model PPDIOO, maka didapatlah hasil usulan dalam bentuk diagram dengan menggunakan UML sebagai tool pengembangan

Bahwa Judex Factie dalam pertimbangan hukum menyatakan bahwa proses likuidasi setelah perseroan bubar maupun putusan pailit pada dasarnya adalah sama yaitu proses penyelesaian