Sistem
moneter islam
KELOMPOK 10
AMARA CICILIA EKAYANTI 1902025100
EMMA MAHDIYAH 1902025285
HAFIZHAH SHABRINA 1902025219
N A M A K E L O M P O K
APA ITU ?
Syaikh Abdul Qodim Zallum, dikutif Rivai dan Buchori (2009: 318) dalam bukunya Islamic Economics; Ekonomi Syari’ah bukan Opsi tapi Solusi mengatakan bahwa sistem moneter adalah
sekumpulan kaedah pengadaan dan pengaturan keuangan dalam suatu negara, yang paling penting dalam setiap keuangan adalah penentuan dasar keuangan dimana kesatuan itu dinisbahkan seluruh nilai-nilai berbagai mata uang lain. Apabila satuan dasar keuangan itu adalah
emas, maka sistem keuangan dinamakan sistem uang emas. Apabila satuan dasarnya perak, maka dinamakan sistem uang perak. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (2009: 298-303) mengatakan
Islam telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk melakukaan pertukaran dengan mempergunakan apa saja yang ia sukai. Hanya saja pertukaran barang dengan satuan uang tertentu itu telah ditunjukkan oleh Islam dengan satuan moneter. Islam telah menetapkan bagi
kaum muslimin kepada jenis tertentu yaitu emas dan perak.
Sistem moneter islam adalah …
o Islam mengharamkan menimbun emas (al-Kans) dan perak.
o Islam telah mengaitkan emas dan perak dengan hukum yang baku.
o Rasulullah SAW telah menetapkan emas dan perak sebagai mata uang dan menjadikannya hanya emas dan perak sajalah sebagai standar uang.
o Ketika Allah SWT mewajibkan zakat uang maka Allah SWT juga menentukan nisab dari zakat tersebut untuk emas dan perak.
o Ketika islam menerapkan pertukaran uang (Sharf), islam menentapkan uang dalam bentuk emas dan perak.
Dengan demikian, kebijakan moneter yang dikelola dengan baik akan menghasilkan tingkat perekonomian yang stabil melalui mekanisme transmisi pada harga dan output yang pada akhirnya membawa dampak pada variabel-variabel lain seperti tenaga kerja dan pendapatan negara.
Sistem moneter islam adalah …
SISTEM MONETER AWAL ISLAM
01
SISTEM MONETER KONVENSIONAL
02
SISTEM MONETER MODERN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
03
KESIMPULAN
04
SISTEM MONETER AWAL ISLAM
01
BAGAIMANA SISTEM MONETER AWAL ISLAM ?
Sejak awal dalam pemerintahan Islam, kebijakan moneter merupakan salah satu perangkat untuk mencapai tujuan
syari’ah. Termasuk didalamnya meningkatkan kesejahteraan dengan
tetap menjaga keimanan, kehidupan intelektual, kekayaan, dan kepemilikan.
(Huda ar el., 2009:154).
Sistem moneter awal islam
Dalam sebuah perekonomian negara islam permintaan akan uang akan lahir terutama motif transaksi dan tindakan berjaga-jaga yang ditentukan oleh pendapatan uang dan distribusinya. Pada awal pemerintahan Islam, kedua
mata uang tersebut diimpor dinar dari Romawi dan dirham dari Persia.
Besarnya volume impor dinar dan dirham juga barang-barang komoditas lainnya tergantung pada volume komoditas yang diimpor dari kedua negara
tersebut dan wilayah-wilayah lain yang berada di bawah pengaruhnya.
Lazimnya uang yang akan diimpor jika permintaan uang (money demand) pada pasar internal mengalami kenaikan dan sebaliknya komoditas akan diimpor
jika permintaan uang mengalami penurunan.
Sistem moneter awal islam
Kebijakan pembangunan Islam sangat berorientasi untuk :
Meningkatkan tingkat spiritual masyarakat islam.
Meminimalisasi kerusakan moral dan korupsi.
Memberantas praktik eksploitasi.
Memenuhi kewajibannya untuk kesejahteraan ekonomi dalam batas-batas sumber daya yang tersedia.
Menjamin keadilan distributif.
Sistem moneter awal islam
Keberhasilan untuk mengetahui secara pasti implikasi kebijakan monter yang dibuat Nabi Muhammad SAW yaitu berhasil membawa berbagai perubahan (reform) terhadap struktur kehidupan masyarakat, ketimpangan berhasil dihapus, dan perubahan menyangkut keimanan (tauhid), Moral (akhlak), politik
dan keadilan sosial.
Kebijakan moneter awal pemerintahan islam
terhadap pertumbuhan perekonomian islam
Pada awal pemerintahan Islam defisit anggaran jarang terjadi dan sistem pengelolaan moneter diserahkan kepada Baitul Mal.
Baitul Mal adalah pos yang dikhususkan untuk mengelola semua pemasukan atau pengeluaran harta yang menjadi hak kaum muslimin.
Kebijakan moneter awal pemerintahan islam terhadap pertumbuhan perekonomian islam
1. Peletakan dasar-dasar sistem keuangan (Moneter) Negara yang dilakukan oleh awal Pemerintahan Islam merupakan langkah-langkah yang sangat signifikan, sekaligus brilian dan spektakuler pada masa itu sehingga Islam sebagai Agama dan Negara dapat berkembang pesat dalam jangka waktu yang relatif singkat. Sistem ekonomi dan moneter yang diterapkan oleh Rasulullah SAW berakar dari prinsip-prinsip al-Qur’an yang merupakan sumber utama ajaran Islam. Sebagai pedoman utama bagi manusia dalam melakukan aktivitas ekonomi dan moneter disetiap aspek kehidupan.
Kebijakan moneter awal pemerintahan islam terhadap pertumbuhan perekonomian islam
2. Pengelolaan sistem moneter pada awal pemerintahan Islam diserahkan kepada lembaga Baitul Mal. Seluruh alokasi dana Baitul Mal tersebut mempunyai dampak terhadap pertumbuhan ekonomi baik secara langsung maupun tidak.
Kebijakan moneter awal pemerintahan islam terhadap pertumbuhan perekonomian islam
3. Dampak kebijakan moneter tehadap perekonomian pada awal Pemerintahan Islam terlihat dengan meningkatnya permintaan Agregate Demand masyarakat setelah hijrah ke Madinah dengan mempersaudarakan muhajirin dan anshar. Dengan adanya persaudaraan ini menempatkan setiap anshar bertanggung jawab terhadap muhajirin sehingga distribusi pendapatan dari anshar ke muhajirin meningkat dan berdampak pada pada peningkatan permintaan total masyarakat dan menghasilkan peningkatan sumber daya, tenaga kerja, lahan, dan modal.
Sistem moneter konvensional
02
SISTEM MONETER KONVENSIONAL
Dalam ekonomi, sistem moneter konvensional mendefinisikan uang sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai alat bantu dalam pertukaran.
Secara hukum, uang adalah sesuatu yang dirumuskan oleh undang-undang sebagai uang. Jadi segala sesuatu dapat diterima sebagai uang jika ada aturan atau hukum yang menunjukan bahwa sesuatu itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Sistem moneter konvensional diawali dengan teori ekonomi konvensional,
beberapa teori ekonomi konvensional yang berkembang sejak dulu.
SISTEM MONETER KONVENSIONAL
Perkembangan mengenai sistem moneter konvensional terutama dalam hal permintaan uang, sangat terlihat jelas pada
masa lahirnya aliran monetaris, yang didasari kritikan atas pendapat Keynessian mengenai perlunya campur tangan pemerintah dalam mengarahkan dan membimbing perekonomian
yang diinginkan. Dimana tokoh tokohnya terbagi dalam dua golongan yaitu golongan tua dan golongan muda. Salah satu tokoh
yang paling mendasari perkembangan aliran ini adalah Milton Friedman yang melihat bahwa peran pemerintah memang
diperlukan untuk perekonomian yang lebih efektif.
Sistem moneter konvensional
Kebijakan moneter telah dikenal secara luas dalam bentuk perspektif konvensional.
Menurut Djohanputro sebagaimana dikutip oleh Perry Warjiyo, kebijakan moneter merupakan sebuah tindakan pemerintah
untuk mencapai tujuannya yaitu dalam bentuk pengelolaan ekonomi (output,
inflasi/harga) melalui pasar uang.
Instrumen sistem moneter
Menurut cara instrumen yang dapat mempengaruhi sasaran operasional, baik dalam instrumen langsung maupun tidak langsung.
Menurut orientasinya di pasar keuangan, termasuk instrumen yang berorientasi atau tidak berorientasi di pasar keuangan.
Menurut diskresinya berada di bank sentral atau di pasar keuangan.
Operasi pasar terbuka
Kebijakan untuk membeli atau menjual surat berharga atau obligasi dalam rupiah di pasar primer atau sekunder melalui mekanisme lelang atau non-lelang.
Giro wajib minimum
Ketentuan bank sentral yang mewajibkan bank untuk memelihara sejumlah alat likuid dalam
rekening gironya pada bank Indonesia.
Fasilitas diskonto
Fasilitas kredit yang diberikan oleh bank Indonesia kepada bank dengan tingkat diskonto yang
ditetapkan oleh bank Indonesia.
Himbauan moral
Kebijakan bank sentral yang persuasif berupa himbauan atau bujukan moral kepada bank.
Instrumen sistem moneter
SISTEM MONETER modern dalam perspektif islam
03
Sistem moneter modern dalam perspektif islam
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai
keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan
keseimbangan eksternal, yakni menjaga stabilitas ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja,
kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang.
Sistem moneter modern dalam perspektif islam
Dalam konsep ekonomi Islam uang adalah milik masyarakat (money is goods public), siapa yang menimbun uang atau dibiarkan tidak
produktif berarti mengurangi jumlah uang beredar yang dapat mengakibatkan tidak jalannya perekonomian. Jadi jika seseorang sengaja menumpuk uangnya tidak dibelanjakan, sama artinya dengan
menghalangi proses atau kelancaran jual beli. Implikasinya proses pertukaran dalam perekonomian terhambat.
Sistem moneter modern dalam perspektif islam
Islam sangat menganjurkan bisnis/perdagangan, investasi disektor riil. Uang yang berputar untuk produksi akan dapat
menimbulkan kemakmuran dan kesehatan ekonomi
masyarakat. Sedangkan dalam konsep konvensional meyakini bahwa uang saat ini lebih bernilai dibanding uang di masa
depan (Economic value of time vs time value of money).
Perbedaan antara sistem moneter konvensional dan sistem moneter Islam adalah dalam sistem moneter Islam memiliki ciri khas utama yakni instrumen
kebijakannya tidak meningalkan ideologi ekonomi Islam dan tidak pula
menanggalkan kebutuhan akan imbal hasil ekonomi bagi pelaku ekonomi yakni bagi hasil. Yang kemudian diharapkan dapat memenuhi kebutuhan manusia akan materi
dan immateri, sehingga kesejahteraan hakiki dapat dicapai. Sedangkan dalam sistem moneter konvensional fungsi uang disamakan dengan komoditi sehingga
menyebabkan timbulnya pasar tersendiri dengan uang sebagai komoditinya dan bunnga sebagai harganya.
Sistem moneter modern dalam
perspektif islam
kesimpulan
Pada dasarnya sistem moneter konvensional dan sistem moneter islam memiliki tujuan yang sama yaitu menjaga stabilitas dari mata uang (baik secara internal maupun eksternal) sehingga
pertumbuhan ekonomi yang merata yang diharapkan dapat tercapai. Perbedaan antara sistem moneter konvensional dan sistem moneter Islam adalah dalam sistem moneter Islam memiliki
ciri khas utama yakni instrumen kebijakannya tidak meningalkan ideologi ekonomi Islam dan tidak pula menanggalkan kebutuhan akan imbal hasil ekonomi bagi pelaku ekonomi yakni bagi hasil. Yang kemudian diharapkan dapat memenuhi kebutuhan manusia akan materi dan immateri,
sehingga kesejahteraan hakiki dapat dicapai. Sedangkan dalam sistem moneter konvensional fungsi uang disamakan dengan komoditi sehingga menyebabkan timbulnya pasar tersendiri
dengan uang sebagai komoditinya dan bunga sebagai harganya.
T E R I M A K A S I H
KELOMPOK 10