• Tidak ada hasil yang ditemukan

Petrus Dikson Gomang 1,Marthen Patiung 2, Nikolaus Uskono 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Petrus Dikson Gomang 1,Marthen Patiung 2, Nikolaus Uskono 3"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

37

PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM MEMELIHARA

KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI DESA BANFANU KECAMATAN NOEMUTI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

Petrus Dikson Gomang1,Marthen Patiung2, Nikolaus Uskono3

1Universitas Timor, Kefamenanu, [email protected]

2Universitas Timor, Kefamenanu, [email protected]

3Universitas Timor, Kefamenanu, [email protected]

Abstrak

Rendahnya kesadaran hukum masyarakat memicu terjadinya persoalan hukum seperti penganiayaan, pengeroyokan dan persoalan hukum lainnya yang terjadi di Desa Banfanu.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan terhadap kesadaran hukum masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban di Desa Banfanu. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitiannya adalah asosiatif dimana variabel bebasnya adalah Pendidikan (X) dan variabel terikatnya adalah Kesadaran Hukum (Y).

Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis Asosiatif. Besarnya koefisien korelasi antara variabel Pendidikan (X) dan variabel Kesadaran Hukum (Y) sebesar 0,4733, artinya bahwa ada korelasi atau hubungan yang positif dengan kategori sedang antara variabel Pendidikan terhadap variabel Kesadaran Hukum masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban di Desa Banfanu Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara.

Besarnya nilai t-hitung 6,9978 lebih besar dari nilai t-tabel 2,024 dan juga nilai r-hitung 0,4733 lebih besar dari nilai r-tabel 0,312 artinya bahwa ada korelasi atau hubungan tersebut signifikan sehingga hipotesis yang diajukan oleh peneliti bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel Pendidikan (X) terhadap variabel Kesadaran Hukum (Y) diterima. Besarnya koefisien Determinasi antara variabel Pendidikan (X) dan variabel Kesadaran Hukum (Y) sebesar 0,2240 atau 22,40 % artinya bahwa pengaruh Pendidikan terhadap Kesadaran Hukum Masyarakat dalam memelihara Keamanan dan Ketertiban di Desa Banfanu Kecamatan Noemuti Kabupaten TTU sebesar 22,40% sedangkan sisanya 87,60% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Persamaan regresi linier sederhana dari variabel Pendidikan (X) terhadap variabel Kesadaran Hukum (Y) dalam penelitian ini adalah . Artinya bahwa jika Pendidikan ditingkatkan sampai maksimal (40) maka Kesadaran Hukum akan meningkat dari 33 atau 82,50% menjadi 36,776 atau 91,94%, atau meningkat 9,14%. Sementara sisanya 3,224 atau 8,06% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini.

Kata Kunci : Pendidikan, Kesadaran, Hukum, Keamanan, Ketertiban.

(2)

38 PENDAHULUAN

Kesadaran hukum masyarakat merupakan salah satu faktor terwujudnya situasi / kondisi yang aman dan tertib di lingkungan masyarakat. Adanya rasa aman dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat akan dapat menciptakan kehidupan yang harmonis di kalangan masyarakat dan yang tidak kalah pentingnya akan dapat meningkatkan taraf kesejateraan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Sebaliknya apabila kehidupan masyarakat dihadapkan pada kondisi yang tidak aman dan tertib akan mengganggu tatanan kehidupan bermasyarakat yang pada gilirannya pemenuhan taraf hidup akan terganggu pula dan suasana kehidupan mencekam dan penuh ketakutan. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (KAMTIBMAS) merupakan suatu kebutuhan dasar yang senantiasa diharapkan oleh masyarakat demi kelancaran proses pembangunan dan aktivitas masyarakat sehari-hari. Rasa aman merupakan kebutuhan yang hakiki maka tanpa adanya rasa aman, masyarakat menjadi cenderung untuk selalu khawatir dan terganggu dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Masalah keamanan dan ketertiban di masyarakat pada dasarnya adalah permasalahan yang sangat kompleks, bahkan apabila tidak dipelihara dengan baik cenderung dapat meningkatkan kejahatan baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Oleh karenanya masyarakat sangat mendambakan adanya keyakinan akan rasa aman dari segala bentuk perbuatan, tindakan dan intimidasi yang mengarah dan menimbulkan hal-hal yang akan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, yang dilakukan oleh orang- perorangan dan atau pihak-pihak tertentu

lainnya. Oleh karena itu, untuk dapat mewujudkan situasi yang aman dan tertib, diperlukan adanya kesadaran hukum dari masyarakat untuk taat dan patuh terhadap aturan hukum yang berlaku sehingga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat benar-benar terwujud.

Berkaitan dengan itu, Desa Banfanu Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebuah desa yang memiliki masyarakat dengan tingkat pendidikan formal yang berbeda-beda dan rata-rata memiliki mata pencaharian sebagai petani.

Desa Banfanu memiliki jumlah penduduk sebanyak 1455 jiwa dan 344 Kepala Keluarga. Demi kelancaran pembangunan dan aktifitas sehari-hari masyarakat Desa Banfanu, tentunya sangat membutuhkan adanya kondisi yang aman dan tertib.

Untuk menciptakan kondisi yang aman dan tertib, segala upaya telah dilakukan pemerintah Desa Banfanu dan aparat kepolisian (Bhabinkamtibmas) untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat diantaranya dengan melakukan sosialisasi hukum dan himbauan keamanan dan ketertiban kepada masyarakat. Namun dengan adanya tingkat pendidikan masyarakat yang berbeda-beda, pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakatpun berbeda- beda. Ada masyarakat yang sudah memiliki tingkat kesadaran hukum yang baik namun ada juga yang kurang memiliki kesadaran hukum sehingga masih saja terjadi masalah-masalah sosial di wilayah Desa Banfanu. Hal ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri dalam kaitan dengan upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban di masyarakat

(3)

39 guna proses pembangunan dan aktifitas

masyarakat berjalan lancar.

Tabel.1.1

Keadaan penduduk Desa Banfanu berdasarkan Rukun Tetangga (RT) dan Tingkat Pendidikan.

RT Jumlah K

Pendidikan

SD SMP SMA D3 S1 S 2

001 33 17 4 6 2 4 -

002 29 22 1 6 - - -

003 26 18 - 6 - 2 -

004 29 18 6 2 - 3 -

005 27 24 2 - - 1 -

006 34 25 2 4 - 2 1

007 25 18 1 3 1 2 -

008 23 18 1 4 - - -

009 26 21 - 4 1 - -

010 25 13 5 5 - 2 -

011 26 18 2 4 1 1 -

012 20 18 1 1 - - -

013 21 20 - 1 - - -

Total 344 250 25 46 5 17 1 Sumber : Desa Banfanu 2020

Berdasarkan tabel 1.1 dapat jelaskan bahwa Desa Banfanu memiliki 344 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 13 wilayah Rukun Tetangga dengan tingkat pendidikan terakhir Sekolah Dasar sebanyak 250 KK, Sekolah Menengah Pertama sebanyak 25 KK, Sekolah Menegah Atas sebanyak 46 KK, Diploma (D3) sebanyak 5 KK, Sarjana (S1) sebanyak 17 KK dan Sarjana (S2) sebanyak 1 KK. Data tersebut menunjukan bahwa rata-rata Kepala Keluarga di Desa Banfanu memiliki tingkat pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD).

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan beberapa ketua Rukun Tetangga (RT) di Desa Banfanu bahwa sering terjadi gangguan keamanan dan ketertiban yang dilakukan oleh warga masyarakatnya.

“Disini warga mempunyai kebiasaan minum-minuman keras (sopi kampung)

secara berlebihan sampai mabuk-mabukan sehingga sering terjadi keributan bahkan sampai terjadi kasus penganiayaan dan pengeroyokan, kebanyakan itu biasanya terjadi di acara pesta, ada juga keributan antar tetangga dan juga warga yang membunyikan musik dengan keras sehingga warga yang lain merasa tidak aman karena kondisi rumah jaraknya rapat.

Walaupun sudah ada petugas Polri (Bhabinkamtibmas) yang bertugas di Desa Banfanu yang selalu mengunjungi rumah- rumah warga dan memberikan himbauan dan sosialisasi keamanan dan ketertiban namun persoalan-persoalan dan gangguan keamanan masih saja terjadi. Kondisi ini tentunya mencerminkan bahwa adanya ketimpangan yakni harapan masyarakat di desa Banfanu akan rasa aman dan tertib di lingkungannya namun pada kenyataannya masyarakat masih merasakan tidak aman karena adanya gangguan keamanan yang masih terjadi di lingkungannya.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan tiga orang ketua RT di Desa Banfanu bahwa salah satu penyebab tidak terpeliharanya keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat Desa Banfanu karena kurangnya kesadaran hukum masyarakat terhadap aturan yang berlaku.

Tabel 1.2

Keadaan masalah sosial Desa Banfanu tahun 2018-2020 No. Jenis masalah

Sosial

Tahun

2018 2019 2020

1 Penganiayaan 1 Kasus 1 Kasus 2 Kasus 2 Pengeroyokan 1 Kasus 2 Kasus 1 Kasus

3 KDRT 1 Kasus - 2 Kasus

4 Pengancaman 1 Kasus 2 Kasus 1 Kasus

5 Pemfitnahan - 1 Kasus -

6 Pencurian 3 Kasus 1 Kasus -

7 Pencabulan 3 Kasus - 2 Kasus

8 Pengrusakan 1 Kasus - -

9 Perkelahian - - 1 Kasus

10 Ternak merusak / memakan tanaman

2 Kasus 1 Kasus 5 Kasus Jumlah 13 Kasus 8 Kasus 14 Kasus

Sumber : Desa Banfanu 2020

(4)

40 Berdasarkan tabel 1.2 dijelaskan bahwa

jumlah masalah sosial yang terjadi di wilayah Desa Banfanu pada tahun 2018 sebanyak 13 kasus, tahun 2019 sebanyak 8 kasus dan tahun 2020 sebanyak 14 kasus.

Data tersebut menunjukan bahwa masalah sosial yang terjadi wilayah Desa Banfanu, mengalami fluktuasi namun masih tergolong sangat tinggi, dimana kasus Penganiayaan, Pengeroyokan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Pengancaman, Pencurian, Pencabulan dan kasus ternak milik warga masyarakat yang merusak/memakan tanaman warga lainnya adalah kasus yang paling menonjol. Hal ini menunjukan bahwa adanya permasalahan keamanan dan ketertiban di Desa Banfanu yang disebabkan oleh karena tingkat kesadaran hukum masyarakat akan keamanan dan ketertiban masih sangat kurang. Berkaitan dengan adanya permasalahan yang telah diuraikan diatas, untuk meminimalisir masalah sosial tersebut, perlu adanya bimbingan dan pemahaman kepada masyarakat melalui pendidikan sehingga tingkat kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat.

Melalui pendidikanlah seseorang dapat dibimbing, diajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan baik melalui pendidikan formal, nonformal dan informal sehingga kelak dapat berperan bagi lingkungan tempat tinggal.

TINJAUAN PUSTAKA Konsep Kesadaran Hukum

Menurut Soerjono Soekanto (1982:152), bahwa Kesadaran hukum itu merupakan persoalan nilai-nilai yang terdapat dalam diri manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapakan ada. Paul Scholten dalam Marwan Mas (2014:88) mengatakan bahwa Kesadaran Hukum adalah kesadaran yang ada pada setiap manusia tentang apa hukum itu atau apa

seharusnya hukum itu suatu kategori tertentu dari hidup kejiwaan kita dari mana kita membedakan antara hukum (recht) dan tidak hukum (onrecht) antara yang seyogyanya dilakukan dan tidak seyogyanya dilakukan. Disimpulkan bahwa kesadaran hukum merupakan konsepsi abstrak yang dimiliki setiap orang mengenai pentingnya keamanan dan ketertiban sehingga dengan suka rela mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Soerjono Soekanto (1982:207), mengemukakan empat indikator kesadaran hukum yaitu: (1). Pengetahuan tentang hukum; (2). Pemahaman tentang hukum; (3). Sikap terhadap hukum; (4).

Perilaku hukum.

Konsep Pendidikan

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, kepribadian yang baik, pengendalian diri, berakhlak mulia, kecerdasan dan ketrampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat. Menurut Edgar Dalle dalam Neolaka Amos dan Grace A.A.

Neolaka (2017:11) bahwa, Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan yang berlangsung di sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan perannya dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang.

Disimpulkan bahwa pendidikan

(5)

41 merupakan suatu proses kegiatan

membimbing, mengajarkan dan mengarahkan individu atau kelompok yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah dengan tujuan agar memiliki pengetahuan, sikap dan mental yang baik sehingga kelak menjadi manusia yang berguna dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Hubungan Pendidikan dengan Kesadaran Hukum.

Pendidikan merupakan proses kegiatan membimbing, mengajarkan serta mengarahkan seseorang untuk mendapatkan pengetahuan dan membentuk sikap, mental dan perilaku seseorang agar kelak bisa berperan dalam lingkungan tempat tinggalnya.

Kesadaran hukum merupakan konsepsi abstrak yang dimiliki setiap orang mengenai pentingnya keamanan dan ketertiban sehingga dengan suka rela mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Kesadaran masyarakat terhadap hukum dan aturan yang berlaku tentunya sangat dipengaruhi oleh pendidikan dari masyarakat itu sendiri. Karena itu, semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat maka secara tidak langsung dapat meningkatkan tingkat kesadaran hukum dari masyarakat itu sendiri.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitiannya adalah Asosiatif. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) di Desa Banfanu yang berjumlah 344 KK.

Adapun teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Disproportionate Stratifiet Random Sampling. Alasan peneliti menggunakan

teknik ini untuk menentukan jumlah sampel karena populasi yang akan diteliti berstrata tetapi kurang proporsional.

Dalam menentukan ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus Slovin:

Rumus 3.1 Slovin N

n =

1 + N (e)²

Berdasarkan perhitungan penentuan ukuran sampel dengan menggunakan rumus Slovin, maka ukuran sampel yang didapatkan sebanyak 184,94 responden dan dibulatkan menjadi 185 responden dengan tingkat kesalahan 5%. Karena populasi berstrata maka peneliti mengambil sampel berdasarkan strata pendidikan. Berdasarkan perhitungan sampel menurut tingkatan pendidikan, maka sampel untuk populasi berpendidikan SD berjumlah 134 responden, SMP berjumlah 13 responden, SMA berjumlah 25 responden, S1 berjumlah 25 responden, D3 berjumlah 5 responden, S2 berjumlah 1 responden, dengan demikian jumlah sampel adalah 185 responden.

Karena jumlah sampelnya banyak dan masing-masing strata populasi bersifat homogen maka untuk tidak menyulitkan peneliti dalam melakukan penelitian, karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga maka dari keseluruhan jumlah sampel tersebut, peneliti hanya mengambil sampel sebanyak 40 responden secara random dengan melakukan undian diantaranya 13 responden dari populasi berpendidikan SD, 7 responden dari populasi berpendidikan SMP, 9 responden dari populasi berpendidikan SMA, 5 responden dari populasi berpendidikan S1.

karena peneliti beranggapan bahwa masing-masing responden yang dipilih sudah mewakili populasinya.

(6)

42 Untuk populasi berpendidikan D3

berjumlah 5 KK dan S2 berjumlah 1 KK semuanya diambil oleh peneliti untuk dijadikan sampel karena jumlahnya sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah sampel dari populasi berpendidikan SD, SMP, SMA dan S1. Dengan demikian dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan 40 responden untuk dijadikan sampel.

Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, teknik yang digunakan peneliti adalah dengan menggunakan Angket (kuesioner) untuk mengungkap data tentang pendidikan dan kesadaran hukum masyarakat di Desa Banfanu Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara.

ANALISIS DATA

Dalam penelitian ini teknik statistik yang digunakan untuk menganalisa data adalah teknik statistik inferensial, yaitu teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi.

Untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini maka langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam melakukan analisis data adalah sebagai berikut: (a).

Pengujian normalitas data. Pengujian normalitas data dilakukan untuk mengetahui kenormalan data tentang variabel pendidikan dan variabel kesadaran hukum. Cara yang digunakan oleh peneliti untuk menguji kenormalan data adalah dengan menggunakan kertas peluang normal, dimana data yang akan diuji normalitasnya disusun terlebih dahulu kedalam tabel distribusi frekwensi kumulatif kurang dari selanjutnya harga- harga f % dimasukan kedalam kertas peluang normal. Pada kertas tersebut garis mendatar bawah digunakan untuk tempat nilai kurang dari dan garis vertikal sebelah kanan untuk tempat nilai prosentase f %.

Pertemuan antara dua nilai itu akan menghasilkan titik. Banyaknya titik tergantung dari nilai kurang dari. Adapun

kriteria pengujiannya adalah jika titik-titik yang digabungkan mempunyai hubungan titik-titik yang membentuk garis lurus maka dapat disimpulkan bahwa kelompok data itu membentuk distribusi normal.

Sugiyono ( 2002:129). (b). Pengujian hipotesis dengan rumus korelasi Product Moment.

Teknik pengujian hipotesis yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik pengujian hipotesis asosiatif korelasi Pearson Product Moment. Teknik ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel Pendidikan terhadap variabel Kesadaran hukum. Adapun hipotesis statistiknya adalah:

Ho: ƿ = 0 (nol berarti tidak ada pengaruh), artinya bahwa variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap variabel kesadaran hukum).

Ha:ƿ ≠0 (tidak sama dengan nol berarti lebih besar atau kurang dari nol berarti ada pengaruh) artinya bahwa ada pengaruh dari variabel Pendidikan terhadap variabel Kesadaran Hukum.

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari variabel pendidikan terhadap variabel kesadaran hukum maka langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti adalah melakukan perhitungan nilai koefisien korelasi dengan rumus korelasi Pearson Product Moment menurut Sugiyono ( 2002:150), sebagai berikut :

Rumus 3.2.

Dimana :

rxy = Koefisien korelasi product moment

(7)

43 = Jumlah variabel bebas X

kuadrat

= Jumlah variabel bebas Y kuadrat

= Jumlah hasil kali variabel X dan Y

Selanjutnya untuk dapat memberi interpretasi seberapa kuat hubungan dari variabel Pendidikan terhadap variabel Kesadaran Hukum maka peneliti menggunakan pedoman untuk memberi interpretasi koefisien korelasi menurut Sugiyono (2002 : 149).

Untuk menguji signifikansi hubungan yaitu apakah hubungan yang ditemukan itu berlaku untuk seluruh populasi, maka langka pertama adalah peneliti melakukan uji signifikansi dengan menggunakan rumus uji signifikansi korelasi Product Momentmenurut Sugiyono (2002:150) adalah:

Rumus 3.3.

Setelah dilakukan perhitungan harga t- hitung selanjutnya harga t-hitung dikonsultasikan dengan tabel nilai-nilai distribusi-t (uji dua pihak) berdasarkan derajarat kebebasan (dk = n-2) dengan tingkat kesalahan 5%.

Adapun ketentuan dalam menguji hipotesis adalah jika harga t-hitung lebih kecil dari t-tabel maka hipotesis nol diterima dan hipotesis alternatif ditolak, sebaliknya harga t-hitung lebih besar dari t-tabel maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Langka yang kedua adalah peneliti melakukan uji signifikansi korelasi product moment secara praktis, yaitu tidak perlu menghitung, tetapi langsung mengkonsultasikan harga r-hitung pada tabel r-product moment berdasarkan jumlah sampel yang digunakan dalam

penelitian ini dengan taraf kesalahan5%”.

Adapun ketentuan dalam pengujian hipotesis adalah bila r-hitung lebih kecil dari r-tabel maka hipotesis hipotesis nol diterima dan hipotesis alternatif ditolak, tetapi sebaliknya bila r-hitung lebih besar dari r-tabel maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesi nol ditolak.

Untuk menghitung besarnya presentase pengaruh variabel Pendidikan terhadap variabel Kesadaran Hukum maka analisis korelasi dilanjutkan dengan perhitungan koefisien determinasi dengan mengkuadratkan nilai koefisien korelasi yang ditemukan dikalikan dengan 100%.

(c). Analisis persamaan regresi sederhana.

Analisis persamaan regresi sederhana digunakan oleh peneliti untuk memprediksikan seberapa tinggi nilai variabel Kesadaran Hukum jika nilai variabel Pendidikan dimanipulasikan atau diubah.

Untuk analisis persamaaan regresi sederhana, peneliti menggunakan rumus menurut Sugiyono (2015:188) sebagai berikut :

Rumus 3.4.

Dimana :

Ẏ = nilai yang diprediksikan.

a = konstanta (harga Y bila X = 0) b= angka arah atau koefisien regresi,

yang menunjukan angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada hubungan nilai variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila (-) maka terjadi penurunan.

X = nilai variabel independen.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil rangkuman skor dari variabel Pendidikan dan variabel Kesadaran Hukum, dijelaskan bahwa data penelitian 40 responden berdasarkan indikator

t

(8)

44 diperoleh total jumlah skor untuk variabel

pendidikan (∑X) = 1.280 dan skor rata- rata variabel pendidikan (ẋ) = 32, sedangkan jumlah skor untuk variabel Kesadaran Hukum ( ∑Y) = 1.320 dan skor rata-rata variabel Kesadaran Hukum (Ῡ) = 33.

Hasil pengolahan data pengaruh Pendidikan (X) terhadap Kesadaran Hukum (Y) dari 40 responden, dijelaskan bahwa total dari jumlah skor variabel pendidikan yang dikuadratkan (∑ sebesar 407 dan total dari jumlah skor variabel Kesadaran Hukum yang dikuadratkan (∑ sebesar 580 sedangkan total perkalian jumlah skor variabel Pendidikan dan variabel Kesadaran Hukum (∑xy) sebesar 230.

Hasil distribusi frekwensi variabel Pendidikan dari 40 responden, dijelaskan bahwa frekwensi dari interval nilai antara 22-24 adalah 0, interval nilai antara 25-27 adalah 4, interval nilai antara 28-30 adalah 10, interval nilai 31-33 adalah 10, interval nilai antara 34-36 adalah 12 dan frekwensi dari interval nilai antara 37-40 adalah 4.

Hasil distribusi frekwensi variabel Kesadaran Hukum dari 40 responden, dijelaskan bahwa frekwensi dari interval nilai antara 22-24 adalah 1, interval nilai antara 25-27 adalah 2, interval nilai antara 28-30 adalah 6, interval nilai 31-33 adalah 12, interval nilai antara 34-36 adalah 11 dan frekwensi dari interval nilai antara 37- 40 adalah 8.

Hasil harga-harga yang diperlukan untuk perhitungan regresi linier, dapat dijelaskan bahwa total perkalian antara jumlah skor masing-masing responden dari variabel Pendidikan dan variabel

Kesadaran Hukum 42.4

42, total skor variabel Pendidikan yang

dikuadratkan 41.402 dan

total skor variabel Kesadaran Hukum yang

dikuadratkan 44.335.

Pembahasan.

Pengujian Normalitas Data

Adapun maksud dari uji normalitas data yaitu untuk mengetahui kenormalan data yang telah terkumpul dari variabel Pendidikan dan variabel Kesadaran Hukum. Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data penelitian sudah memenuhi persyaratan penggunaan statistik yang akan digunakan dalam pengujian. Dalam penelitian ini, pengujian kenormalan data dilakukan dengan menggunakan kertas peluang normal dimana peneliti terlebih dahulu menyusun data dari variabel Pendidikan dan variabel Kesadaran Hukum, ke dalam tabel Distribusi Frekwensi Kumulatif Kurang dari.

Berdasarkan hasil perhitungan Distribusi Frekwensi Kumulatif Kurang dari variabel Pendidikan, dapat dijelaskan bahwa nilai kumulatif relatif (f%)) variabel pendidikan untuk nilai kurang dari 24,5 = 0 %, kurang dari 27,5 = 10 %, kurang dari 30,5 = 35 %, kurang dari 33,5 = 60 %, kurang dari 36,5 = 90 % dan nilai kurang dari 39,5 = 100 %. Data nilai kumulatif relatif (f%)) dari variabel pendidikan setelah dimasukan dalam kertas peluang normal, ternyata membentuk garis lurus.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data penelitian tentang Pendidikan di Desa Banfanu Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara berdistribusi normal.

Berdasarkan hasil perhitungan Distribusi Frekwensi Kumulatif Kurang dari variabel Kesadran Hukum, dapat dijelaskan bahwa nilai kumulatif relatif (f%)) variabel Kesadaran Hukum untuk nilai kurang dari 24,5 = 2,5 %, kurang dari 27,5 = 7,5 %, kurang dari 30,5 = 22,5 %, kurang dari 33,5 = 52,5 %, kurang dari 36,5 = 80 % dan nilai kurang dari 39,5 = 100 %. Data nilai kumulatif relatif (f%)) dari variabel Kesadaran Hukum setelah dimasukan dalam kertas peluang normal, ternyata membentuk garis lurus. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data

(9)

45 penelitian tentang Kesadaran Hukum di

Desa Banfanu Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara berdistribusi normal. Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara berdistribusi normal.

Pengujian Hipotesis Asosiatif Korelasi Product Moment

Berdasarkan tabulasi data penelitian pada tabel pengolahan data pengaruh Pendidikan (X) terhadap Kasadaran Hukum (Y) dari 40 responden, maka secara statistik dapat dilakukan perhitungan untuk menguji dan membuktikan kebenaran hipotesis yang telah di rumuskan terdahulu.

Berdasarkan hasil analisis statistik koefisien korelasi, dapat diperoleh hasil korelasi antara variabel Pendidikan (X) dan variabel Kesadaran Hukum (Y) yaitu (r) sebesar 0,4733. Setelah dikonsultasikan pada tabel interpretasi koefisien korelasi, skor tersebut berada pada nilai 0,40 - 0,599 artinya bahwa nilai koefisien korelasi memiliki pengaruh positif dengan kategori sedang. Untuk mengetahui apakah hubungan tersebut dapat diberlakukan untuk semua populasi yang berjumlah 344 Kepala Keluarga, maka berdasarkan hasil perhitungan uji signifikansi korelasi Product Moment dapat diketahui harga t- hitung sebesar 6,9978. Setelah harga t- hitung dikonsultasikan dengan t-tabel uji dua pihak untuk kesalahan 5% dan derajat kebebasan (dk) = 38, maka diperoleh nilai t tabel = 2,024. hasil konsultasi nilai t- hitung pada t tabel uji dua pihak dapat diketahui bahwa nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh variabel Pendidikan terhadap variabel Kesadaran Hukum ditolak, dan hipotesis alternatif yang menyatakan ada pengaruh variabel Pendidikan terhadap Kesadaran Hukum diterima. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel Pendidikan terhadap variabel Kesadaran Hukum

masyarakat di Desa Banfanu Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara maka analisis korelasi dapat dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi dengan cara mengkuadaratkan nilai koefisien korelasi yang telah ditemukan yakni sebesar 0,4733. Hasil perhitungan koefisien determinasi adalah (r²) = (0,4733)² = 0,2240 atau 22.40 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh Pendidikan terhadap Kesadaran Hukum masyarakat di Desa Banfanu Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara sebesar 22,40 % dan sisanya 77,60 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini seperti faktor penyuluhan hukum dan penegakan hukum.

Penyuluhan hukum merupakan suatu kegiatan untuk memberikan informasi- informasi hukum dengan tujuan agar masyarakat tahu hukum, paham hukum, sadar hukum kemudian patuh terhadap hukum secara sukarela tanpa ada paksaan dan menjadikan kepatuhan hukum sebagai suatu kebutuhan. Penyuluhan hukum yang dilakukan secara terus menerus kepada masyarakat dapat menambah pengetahuan dan pemahaman hukum masyarakat sehingga berdampak pada peningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Selain penyuluhan hukum dan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat perlu juga dilakukan penegakan terhadap hukum yang berlaku di lingkungan masyarakat karena penegakan hukum sangat berperan dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Penegakan hukum merupakan upaya untuk dilakukan proses penegakan fungsi dari norma-norma hukum secara nyata untuk panduan perilaku di dalam hubungan-hubungan atau lalu lintas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Penegakan hukum pada hakikatnya merupakan upaya menyelaraskan nilai- nilai hukum dengan merefleksikan di dalam bersikap dan bertindak dalam pergaulan demi terwujudnya keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan dengan

(10)

46 menerapkan sanksi-sanksi. Mengingat

pentingnya kebutuhan masyarakat akan rasa aman dan tertib sebagai faktor pendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan pembangunan maka untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat perlu memperhatikan faktor- faktor lain yang berkaitan dengan kesadaran hukum masyarakat karena faktor-faktor tersebut merupakan faktor pendukung tercapainya sebuah tujuan.

Dengan demikian hubungan antara pendidikan dan kesadaran hukum merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, sehingga apabila kedua variabel ini mengalami kerenggangan hubungan maka tujuan yang diimpikan tidak dapat tercapai dengan baik.

Analisis Persamaan Regresi Linier Sederhana.

Analisis persamaan Regresi Linier Sederhana dalam penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk memprediksikan seberapa jauh nilai dari veriabel Kesadaran Hukum (Y) jika nilai variabel Pendidikan (X) dirubah. Untuk mengetahui persamaan Regresi Linier Sederhana, terlebih dahulu dilakukan perhitungan harga a (konstanta) dan harga b (angka arah atau koefisien regresi). Dalam perhitungannya diperoleh harga a (Konstanta) sebesar 18,376.

sedangkan harga b (angka arah atau koefisien Regresi) sebesar 18,376. Untuk itu persamaan regresi dari variabel Pendidikan terhadap variabel Kesadaran Hukum dalam penelitian ini adalah

.

Berdasarkan instrumen yang dikembangkan, skor dari variabel Pendidikan (X) yang tertinggi adalah 40 atau 100% sedangkan nilai rata-rata dari variabel Kesadaran Hukum dari perhitungan data yang terkumpul adalah 33 atau 82,50%, maka, bila pendidikan ditingkatkan sampai maksimal (40) maka prediksi Kesadaran Hukum adalah Ẏ=18,376 +0,46 (40) = 36,776 atau 91,94%. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa jika Pendidikan ditingkatkan sampai maksimal (40) maka Kesadaran Hukum meningkat dari 33 atau 82,50% menjadi 36,776 atau 91,94%, atau meningkat 9,14%. Sementara sisanya 3,224 atau 8,06% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini seperti penyuluhan hukum dan penegakan hukum.

KESIMPULAN

Setelah dilakukan penelitian dan analisis mengenai pengaruh pendidikan terhadap kesadaran hukum masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban di desa Banfanu Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa : (a). Besarnya Koefisien korelasi antara variabel Pendidikan (X) dan variabel Kesadaran Hukum (Y) sebesar 0,4733, artinya bahwa ada korelasi atau hubungan yang positif dengan kategori sedang antara variabel Pendidikan (X) terhadap variabel Kesadaran Hukum (Y) . (b). Besarnya nilai t-hitung 6,9978 lebih besar dari nilai t-tabel 2,024 dan juga nilai r-hitung 0,4733 lebih besar dari nilai r- tabel 0,312 artinya bahwa ada korelasi atau hubungan tersebut signifikan sehingga hipotesis yang diajukan oleh peneliti bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel Pendidikan (X) terhadap variabel Kesadaran Hukum (Y) diterima. (c). Besarnya Koefisien Determinasi antara variabel Pendidikan (X) dan variabel Kesadaran Hukum (Y) sebesar 0,2240 atau 22,40 % artinya bahwa pengaruh Pendidikan (X) terhadap Kesadaran Hukum (Y) Masyarakat dalam memelihara Keamanan dan Ketertiban di Desa Banfanu Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara sebesar 22,40% sedangkan sisanya 87,60%

dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. (d).

Persamaan regresi linier sederhana dari variabel Pendidikan (X) terhadap variabel Kesadaran Hukum (Y) dalam penelitian ini

(11)

47

adalah . Artinya

bahwa jika Pendidikan ditingkatkan sampai maksimal (40) maka Kesadaran Hukum akan meningkat dari 33 atau 82,50% menjadi 36,776 atau 91,94%, atau meningkat 9,14%. Sementara sisanya 3,224 atau 8,06% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses penelitian ini, terutama kepada: (1). Lembaga Universitas Timor, (2). Para Dosen yang ada pada lingkup Program Studi Ilmu Administrasi Negara, (3). Dosen Pembmbing, (4). Orang tua dan teman-teman yang memlalu caranya masing-masing telah membantu serta mendukung penulis dalam penyelesaikan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Achmad dan wiwie Heryani. 2012.

Menjelajahi kajian empiris terhadap hukum. kencana :Jakarta.

Dirdjosisworo, Soedjono. 2008. pengantar ilmu hukum. Raja Grafindo Persada:Jakarta.

Hamalik, Oemar.(2001). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara : Jakarta.

Kansil C.S.T.1992.Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Balai Pustaka: Jakarta.

Mertokusumo, Sudikno.1981.

Menigkatkan Kesadaran Hukum MasyarakatEdisi Pertama. Liberti:

Yogyakarta.

Neolaka ,Amos dan Grace

Amialia.A.Neolaka. ( 2017). Landasan pendidikan. Kencana: Depok.

Pendidikan, T. P. (2011). Landasan Pendidikan. Sub Kordinator MKDP:Bandung.

SalmanOtje.1993.Kesadaran Hukum Masyarakat Terhadap Hukum Waris.

Alumni :Bandung.

Sedermayanti. 2007. Metode penelitian.

Mandar Maju:Bandung.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi.

1982. Metode Penelitian Survei.

LP3ES:Jakarta.

Soekanto,Soerjono1982. Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum.

Rajawali Press: Jakarta.

Sugiyono.2002. Metode penelitian Administrasi. Alfabeta: Bandung Sugiyono.2015. Metode penelitian

kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Alfabeta: Bandung.

Sugiyono.2008.Metode penelitian kuantitatif dan R&D. Alfabeta:

Bandung.

Sugiyono.2005,2011,2013. Metode penelitian bisnis (pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D).

Alfabeta: Bandung.

Sugiyono.2017. Metode penelitian kuantitatif untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, dan konstruktif: Alfabeta: Bandung.

Umar, Husein.2008. “ Metodologi Penelitian” Gramedia Pustaka Umum:

Jakarta.

Sumber-sumber lain :

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dtf, Ainun (2020. “PENGERTIAN PENDIDIKAN: Fungsi, Jenis, Tujuan Pendidikan (Ahli &

Umum)”.https://salamadian.com/penger tian-pendidikan/Diakses pada tanggal 09 Februari 2020 pukul19.00.

Experince, Puje.2013.”Peranan Pendidikan dalam kehidupan masyarakat”,

https://pwinarsih.wordpress.com/2013/0 6/08/peranan-pendidikan-dalam-

kehidupan-masyarakat/, diakses pada 05 februari 2021 pukul 15.30.

Gurupendidikan.2020.”Pengertian Pendidkan”

(12)

48 https://www.gurupendidikan.co.id/peng

ertian-pendidikan/. Diakses Pada 05 Februari 2021 pukul 19.00.

Dtf, Ainun (2020. “PENGERTIAN PENDIDIKAN: Fungsi, Jenis, Tujuan Pendidikan (Ahli &

Umum)”.https://salamadian.com/penger tian-pendidikan/Diakses pada tanggal 09 Februari 2020 pukul19.00.

Referensi

Dokumen terkait

produksi luar daerah dalam pengertian ini adalah semua barang yang bukan berasal dari produksi lokal. 4) Ada media atau tempat untuk berjual beli Keberadaan media atau tempat

Indonesia selaku salah satu negara produsen memiliki tantangan untuk dapat bersaing dengan group-group tersebut dan juga negara produsen lainnya khususnya Cina dan Vietnam

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “PENGARUH LIKUIDITAS, LEVERAGE, PROFITABILITAS, FIRM SIZE DAN

tentang perdebatan soal keshahihan hadits sebagai sumber hukum dalam Islam, al- Syäfi'iy nampak beıpegang pada pendapat bahwa ketentuan-ketentuan yang ada dalam hadis berada

Anda boleh menggunakan aplikasi bual video Google Duo™ pada peranti anda untuk berbual dengan rakan yang juga menggunakan aplikasi ini pada peranti Android™ dan iOS.. Pergi

Pada prinsipnya untuk membuat thyristor jenis SCR (Silicon Controlled Rectifier) menjadi ON adalah dengan memberi arus trigger lapisan P yang dekat dengan katoda.. Yaitu dengan

Faktor individu yang tampak lebih pada kepribadian individu tersebut; Faktor individu yang tampak lebih pada kepribadian individu tersebut; faktor keluarga lebih

Dengan demikian tanaman tomat yang mendapatkan aplikasi PGPR dan bakteri merah selama pertumbuhan cenderung lebih sedikit serangan hama dan penyakitnya, begitu