Laporan
Keberlanjutan
Sustainability Report
Standard Chartered Bank Indonesia berkontribusi kepada pembangunan sosial dan ekonomi dengan menyelaraskan bisnis kami dengan tiga pilar keberlanjutan: keuangan berkelanjutan, perusahaan yang bertanggung jawab, dan komunitas yang inklusif.
Pilar tersebut mendukung tujuan dari 17 Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan mematuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 51/POJK.03/2017 perihal keuangan berkelanjutan.
1. Keuangan Berkelanjutan
Sebagai lembaga keuangan yang terdepan, kami mendukung prinsip keuangan berkelanjutan di pasar kami. Kami berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, memperluas pembiayaan terbarukan, dan berinvestasi di infrastruktur berkelanjutan yang sangat dibutuhkan.
Standard Chartered Bank Indonesia contributes to social and economic development by aligning our business with our three sustainability pillars:
sustainable finance, responsible company, and inclusive communities. The pillars support many of the United Nations’ 17 Sustainable Development Goals (SDGs) and comply with the Financial Services Authority (OJK) Regulation No. 51/POJK.03/2017 on sustainable finance.
1. Sustainable Finance
As a leading financial institution, we promote sustainable finance in our markets. We are committed to supporting sustainable economic growth, expanding renewables financing and investing in sustainable infrastructure where it is needed most.
2. Responsible Company
We strive to be a responsible company, fighting financial crime, minimising our environmental impact, investing in our people and embedding our values across our business in the markets where we operate.
3. Inclusive Communities
We promote economic inclusion in our markets, delivering community programmes aimed at tackling inequality. Through Futuremakers by Standard Chartered, we support young people to become employable or start their own businesses by learning new skills.
Strategy and Policy
We have designed the Sustainable Finance Action Plan (RAKB) 2020-2025 for our social and environmental programmes in Indonesia with reference to the global Standard Chartered Bank Sustainability Programme and in partnerships with international non-government organisations. Our RAKB is aligned with OJK priorities on sustainable finance as seen in the table below:
2. Perusahaan yang Bertanggung Jawab Kami berupaya menjadi perusahaan yang
bertanggung jawab, melawan kejahatan finansial, mengurangi dampak lingkungan, dan berinvestasi pada tenaga kerja dan menanamkan nilai-nilai kami di seluruh lini bisnis kami di mana kami beroperasi.
3. Komunitas yang Inklusif
Kami mendukung inklusi ekonomi di pasar kami, melakukan program komunitas yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan. Melalui Futuremakers by Standard Chartered, kami mendukung anak muda untuk menjadi tenaga siap kerja atau mempunyai usaha sendiri dengan belajar keterampilan baru.
Kebijakan dan Strategi
Kami telah mendesain Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) 2020-2025 untuk program sosial dan lingkungan kami di Indonesia dengan mengacu pada Program Keberlanjutan Standard Chartered Bank global dan bekerja sama dengan organisasi nonpemerintah internasional. RAKB kami sesuai dengan prioritas OJK dalam keuangan berkelanjutan seperti yang tertera dalam tabel berikut:
POJK 51 Priorities
POJK 51 Priorities Standard Chartered Bank Indonesia RAKB POJK 51 Priorities Produk keuangan berkelanjutan/
pengembangan jasa Sustainable finance product/
service development
Infrastruktur
Mendukung proyek infrastruktur pemerintah secara bertanggung jawab yang mengubah hajat hidup dan memperkuat perekonomian.
Wirausaha
Wirausaha adalah jantung dari ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat.
Digital Banking
Semua orang harus mempunyai produk digital banking untuk mendapatkan fasilitas perbankan yang aman, efisien, dan inklusif.
Perdagangan
Perdagangan menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi terhadap ekonomi dengan memberdayakan masyarakat untuk berhubungan lintas batas.
Infrastructure
To responsibly support the government’s infrastructure projects which transform lives and strengthen economies.
Entrepreneurs
Entrepreneurs are the heart of local economies, creating jobs and empowering people.
Digital Banking
Everyone should have digital banking products enabling safe, efficient, and inclusive banking.
Commerce
Trade creates jobs and contributes to the economies by enabling people to connect across borders.
Achievements in 2020
In 2020, based on our RAKB, we have made achievements as follows:
POJK 51 Priorities
POJK 51 Priorities Standard Chartered Bank Indonesia RAKB POJK 51 Priorities Pengembangan kapasitas internal
Internal capacity development Karyawan
Karyawan adalah aset terbesar kami. People
Our people are our greatest assets.
Reorganisasi, manajemen risiko, tata kelola, dan prosedur operasional
Reorganisation, risk management, governance and operating procedures
Perubahan Iklim
Perubahan iklim adalah salah satu tantangan terbesar saat ini dan penting untuk mengatasi hal tersebut demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Lingkungan Hidup
Mengurangi dampak kami pada lingkungan akan melindungi planet ini untuk keuntungan masyarakat kita.
Kode Etik
Kode etik yang baik dan standar etik yang tinggi penting dalam mencapai tujuan yang adil untuk klien kami.
Kepatuhan dalam Memberantas Kejahatan Finansial
Kejahatan finansial memiliki konsekuensi sosial dan ekonomi yang serius,
membahayakan individu dan masyarakat.
Climate change
Climate change is one of today’s greatest challenges and addressing it is essential to promote sustainable economic growth.
Environment
Reducing our own impact on the environment will protect our planet for the benefit of our communities.
Conduct
Good conduct and high ethical standards are essential in achieving fair outcomes for our clients.
Financial Crime Compliance Financial crime has serious social and economic consequences, harming individuals and communities.
Pencapaian 2020
Di tahun 2020, berdasarkan RAKB kami, kami telah mencapai beberapa hal sebagai berikut:
Aspirations
Aspirations Indikator
Indicators Pencapaian
Achievements Pilar 1 – Keuangan Berkelanjutan
Pillar 1 - Sustainable Finance Infrastruktur
Infrastructure Menyediakan jasa pembiayaan untuk
dua atau tiga proyek infrastruktur yang mendukung pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan kerangka produk berkelanjutan dan hijau kami yang telah terverifikasi.
Providing project financing services for two or three infrastructure projects that promote sustainable development aligned with our verified green and sustainable product framework.
Mendukung Kementerian Keuangan dengan penerbitan USD4,3 miliar U.S. SEC- Registered Offering untuk penggunaan umum termasuk bantuan COVID-19.
Bank terus mendukung pendanaan nasabah dengan penyesuaian terhadap kerangka ESG.
Bertindak sebagai JLM dan Joint
Bookrunners untuk penerbitan Green Sukuk Pemerintah Republik Indonesia pada Juli 2020 senilai USD750 juta.
Supported the Ministry of Finance with the issuance of the USD4.3 billion U.S. SEC- Registered Offering for general purposes including COVID-19 relief efforts.
The Bank continued to support financing client with alignment of the ESG framework.
Acted as JLM and Joint Bookrunners for the launch of the Indonesian Government’s Green Sukuk in July 2020 amounting USD750 million.
Aspirations
Aspirations Indikator
Indicators Pencapaian
Achievements Perdagangan
Commerce Melibatkan 100 jaringan internasional
dan domestik pemasok dan pembeli dari klien kami melalui program ekosistem perbankan.
Banking 100 of our clients’ international and domestic networks of suppliers and buyers through the banking ecosystem programme.
Kami telah membawa enam pembeli (anchor) dan 51 vendor (spoke) sebagai bagian dari program ekosistem perbankan. Dengan total plafon mendekati USD50 juta di bawah program Supply Chain Financing.
We have onboarded six anchors and 51 spokes as part of banking the ecosystem program. With total limit close to USD50m under Supply Chain Financing program.
Pilar 2 – Perusahaan yang Bertanggung Jawab Pillar 2 - Responsible Company
Karyawan
People Mendukung kesetaraan dan
pemberdayaan perempuan dan berusaha untuk mempunyai keterwakilan gender yang seimbang baik pada tingkat manajemen senior dan di seluruh Bank.
Rencana ini sesuai dengan SDGs.
Supporting equality and women empowerment and striving to have a well- balanced gender representation both at senior management level as well as across the Bank. The plan is in line with the SDGs.
Komposisi yang cukup antara jumlah perempuan dan laki-laki, dimana:
• 59 persen total karyawan adalah karyawan perempuan
• 47 persen anggota Country Management Team juga merupakan wanita
Melanjutkan program kesehatan karyawan seperti:
• Hari kesehatan
• Cuti ulang tahun
• 5 bulan cuti melahirkan
• 2 minggu cuti orang tua
• Klub olah raga - yoga, badminton, basket, futsal, pingpong
Menyediakan program bantuan untuk karyawan: konsultasi gratis kesehatan dan psikologis.
Adequate composition between the number of male and female leaders:
• In 2020, 59% of the Bank’s employees were female.
• Furthermore, 47% of members of the Country Management Team were female.
Continued employee wellness programmes such as:
• Wellness day
• Birthday leave
• 5 months maternity leave
• 2 weeks paternity leave
• Sports club - yoga, badminton, basket, futsal, table tennis
Provided employee assistance program:
free wellbeing and psychological consultancy.
Aspirations
Aspirations Indikator
Indicators Pencapaian
Achievements Lingkungan Hidup
Environment Menyediakan jasa keuangan untuk klien
yang mengelola dampak lingkungan dan sosial dengan bertanggung jawab.
Mengurangi penggunaan kertas, air, dan listrik dalam operasional kami di kantor.
Providing financial services to clients who manage their environmental and social impacts responsibly.
Reducing our own operation’s paper, water and electricity consumption at the office building.
• Dilengkapi melalui asesmen ESRA yang wajib untuk semua klien kami.
• Penggunaan kertas turun 50%
dibandingkan tahun lalu.
• Kami mencatat pengurangan pemakaian listrik sebesar 221 kWh/
m2 dan pengurangan penggunaan air sebesar 0.3kL/m2.
• Completed through the ESRA assessment which is mandatory for all clients.
• Paper usage has decreased by 50%
compared to last year.
• We recorded a reduction in electricity usage by 221 kWh/m2; and reduction in water usage by 0.3kL/m2.
Kode Etik
Conduct Memberantas kejahatan finansial dengan
mewajibkan seluruh staf untuk mengikuti pelatihan ABC dan AML.
Fighting against financial crime by requiring staff to complete ABC and AML training.
Tingkat kedatangan peserta rata-rata di atas 98 persen.
Pemantauan kode etik yang baik telah dilakukan dengan rutin melalui rapat komite kode etik yang dihadiri oleh anggota dewan dan pihak terkait lain.
Participants’ average attendance rate is above 98 percent.
Monitoring of good conduct and ethics has been carried out routinely through conduct committee meetings attended by board members and other related parties.
Kepatuhan dalam Memberantas Kejahatan Finansial
Financial Crime Compliance
Menargetkan untuk mengadakan Correspondent Banking Academy setidaknya satu kali setahun untuk berbagi pengetahuan di dalam industri dan memberantas kejahatan finansial di Indonesia.
Targeting to continue to conduct at least one Correspondent Banking Academy per year to share knowledge within the industry and combat financial crime in Indonesia.
Selama tahun 2020, Bank Standard Chartered mengadakan empat CBA dengan berbagai topik termasuk: Cyber Security selama COVID-19, Transparansi Pembayaran, Perdagangan dan Supply Chain, dan Keamanan Teknologi. CBA diadakan secara virtual dan dihadiri oleh konsumen dari Indonesia dan luar negeri.
During 2020, Standard Chartered Bank conducted four CBAs with various topics including Cyber Security during COVID-19, Payment Transparency, Trade & Supply Chain, and Safety Tech. The CBAs were held virtually and attended by customers from Indonesia and abroad.
Aspirations
Aspirations Indikator
Indicators Pencapaian
Achievements Pilar 3 – Berinvestasi pada Masyarakat
Pillar 3 - Investing in Communities Keterlibatan Masyarakat
Community Engagement Berpartisipasi pada proses rehabilitasi tsunami dan gempa bumi di Palu dan Donggala dengan menyediakan keterampilan yang sesuai dan program rehabilitasi trauma kepada masyarakat.
Terus mengadakan program Seeing is Believing untuk menghindari kebutaan dan membantu anak-anak yang memiliki masalah penglihatan.
Futuremakers oleh Standard Chartered adalah inisiatif global kami untuk mengatasi ketimpangan dan mendukung inklusi ekonomi untuk anak muda yang kurang beruntung di masyarakat.
Participating in the rehabilitation process of the tsunami and earthquake in Palu and Donggala by providing life-skill related and trauma rehabilitation programmes to the community.
Continuing rolling out the Bank’s Seeing is Believing programme focusing on avoiding blindness and assisting children with visual impairments/low vision.
Futuremakers by Standard Chartered is our global initiative to tackle inequality and promote greater economic inclusion for disadvantaged young people in our communities.
Sebagai lanjutan program rehabilitasi psikologis yang disediakan di tahun 2019, pada tahun 2020 Bank mendukung konstruksi tiga kelas sekolah dasar di Sulawesi Tengah yang telah selesai di kuartal ketiga tahun 2020.
Penutupan program Seeing is Believing telah dilakukan secara virtual pada kuartal ketiga tahun 2020. Mitra kami telah menyampaikan informasi pencapaian dan pelajaran kepada Kementerian Kesehatan, dan juga kepada lebih dari 200 pemangku kepentingan. Hampir semua aktivitas telah selesai, seperti peningkatan tenaga kerja, komunikasi dan advokasi, dan pelatihan.
Pembiasaan tes dan distribusi kaca mata mengalami hambatan karena pandemi COVID-19.
Untuk mendukung pendidikan berkualitas di Indonesia, Bank meluncurkan program Futuremakers untuk menyediakan tiga literasi tambahan yaitu literasi Bahasa Inggris, literasi komputer, dan literasi digital marketing di kuartal pertama tahun 2020. Sebanyak 177 siswa SMK berpartisipasi dalam program ini. Sekitar 10 siswa telah dipilih untuk mengikuti pelatihan ketenagakerjaan (magang) untuk melengkapi pengalaman belajar mereka.
As continuation of the psychological rehabilitation programme provided in 2019, in 2020 the Bank supported the construction of three classrooms for elementary school in Central Sulawesi which were completed in the third quarter of 2020.
The closing of Seeing is Believing program has been completed virtually in the third quarter of 2020. Our partner has delivered information on the achievements and lessons learned to the Ministry of Health, as well as to more than 200 other stakeholders. Almost all activities were completed, such as human resource improvement, communication and advocacy, and training. Refraction tests and the distribution of glasses have experienced problems, due to COVID-19 pandemic.
To support quality education in Indonesia, the Bank launched the Futuremakers programme to provide three additional literacies in the form of English literacy, computer literacy, and digital marketing literacy in the first quarter of 2020. A total of 177 vocational students participated in this programme. Around 10 students have been selected to get online job training (internship) to complete their learning experience.
Aspirations
Aspirations Indikator
Indicators Pencapaian
Achievements Tanggap darurat
Emergency response. Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung masyarakat di mana Bank beroperasi dan sebagai penerapan Here for good, Bank mendukung pemerintah Indonesia dalam mengatasi pandemi dengan donasi sebesar USD500.000 dana tanggap darurat yang disalurkan dalam bentuk:
• 240 Home Learning Kits untuk menyediakan laptop, modem, dan kuota internet untuk siswa yang kurang beruntung. Proyek tersebut diterapkan berkolaborasi dengan Yayasan Mitra Mandiri Indonesia.
• Peralatan kesehatan (mesin PCR dan reagen) dan fasilitas kasur kapsul (sleeping pods) untuk tenaga kesehatan. Donasi tersebut disalurkan bekerja sama dengan Yayasan Benih Baik. Bantuan ini didistribusikan ke rumah sakit yang telah ditentukan.
• 11.000 drive thru rapid test bekerja sama dengan Halodoc yang ditujukan untuk masyarakat kurang beruntung.
Tambahan:
• Mendonasikan 1.200 masker N95 kepada rumah sakit di seluruh Indonesia.
As part of its commitment to support the communities in which the Bank operates and as a manifestation of Here for good, the Bank supported the Indonesian government in fighting the pandemic by donating USD500,000 worth of Emergency Relief support in the form of :
• 240 Home Learning Kits to provide laptops, modems and internet data to less fortunate students. Project was implemented in collaboration with Yayasan Mitra Mandiri Indonesia.
• Health equipments (PCR machines and reagents) and sleep capsule facility (sleeping pods) for healthworkers. The donation was delivered in partnership with Yayasan Benih Baik. These was distributed to designated hospitals.
• 11,000 drive-thru rapid tests in partnership with Halodoc targeted at challenged communities.
Additionally:
• Donated 1,200 N95 masks to hospitals across Indonesia.
Environmental Aspect
We consider climate change as one of the greatest challenges facing the world today, given its widespread and proven impacts on the physical environment, human health and its potential to adversely impact economic growth.
We believe we have a unique role to play in facilitating a just transition to net zero carbon economies where it matters most; across Asia, Africa and the Middle East.
We are committed to reaching net zero carbon emissions from our operations by 2030, and from our financing by 2050. We acknowledge the need to ensure that these objectives are achieved whilst supporting economic growth and prosperity across societies and thus achieving a just transition.
Our presence in 59 markets across the world – and spanning all stages of development - gives us the opportunity to support the net zero transition by engaging with a wide range of stakeholders including clients, governments, civil society and academics on the impacts of climate change and ways these can be mitigated. We are committed to playing our part in contributing to, facilitating and leading this dialogue across our markets.
Recognising the impact and complexities of climate change, we consider it a Material Cross-Cutting Risk within our Enterprise wide Risk Management Framework.
How we work
We uphold our commitments in respect of climate change in the following ways:
Our Operations
We are committed to becoming net zero in our own operations by 2030, and to purchasing carbon offsets for our residual Scope 1 and 2 carbon emissions annually to compensate for our residual emissions until this time.
Aspek Lingkungan
Kami menganggap perubahan iklim adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini, mengingat dampak yang sangat besar dan sudah terbukti pada lingkungan fisik, kesehatan manusia dan potensinya yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Kami percaya kami mempunyai peran yang unik dalam memfasilitasi pada transisi menuju ekonomi net zero carbon di tempat yang sangat penting; di Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Kami berkomitmen untuk mencapai net zero emisi karbon dalam operasional kami di tahun 2030, dan dari pembiayaan kami tahun 2050. Kami mengakui pentingnya untuk memastikan bahwa tujuan tersebut dicapai bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakan dan oleh karena itu mencapai transisi yang adil.
Kehadiran kami di 59 negara di seluruh dunia, dan menyentuh semua tingkat pembangunan, telah memberikan kami kesempatan untuk mendukung transisi net zero dengan mengikutsertakan pemangku kepentingan yang beragam termasuk nasabah, pemerintah, lembaga masyarakat, akademisi dalam dampak perubahan iklim dan bagaimana hal tersebut dapat dimitigasi. Kami berkomitmen untuk berperan dalam berkontribusi, memfasilitasi dan memimpin dialog tersebut di seluruh pasar kami.
Mengakui dampak dan kekompleksan perubahan iklim, kami mempertimbangkan hal tersebut dalam Material Cross-Cutting Risk di dalam Kerangka Manajemen Risiko perusahaan.
Bagaimana kami bekerja
Kami menjunjung tinggi komitmen kami dalam hal perubahan iklim di dalam cara-cara berikut:
Operasional Kami
Kami berkomitmen untuk menjadi net zero pada operasional kami di tahun 2030 dan untuk membeli carbon offset untuk residu emisi karbon Cakupan 1 dan 2 untuk mengompensasi residu emisi kami hingga tahun tersebut.
Pemasok Kami
Kami mengakui adanya kontribusi tidak langsung kami dalam dampak perubahan iklim melalui barang dan jasa yang kami beli dari pemasok kami dan menciptakan ekspektasi kami di dalam Supplier Charter kami. Kami akan mengukur, mengelola dan mengurangi emisi yang muncul dari pembelian kami secara progresif sebagai dukungan kami dalam komitmen net zero.
Hal ini akan mendukung pasar untuk barang dan jasa dengan karbon rendah, didukung dengan
meningkatkan penggunaan mekanisme carbon pricing, termasuk pembelian offset.
Nasabah Kami
Tujuan kami adalah untuk mempercepat keuangan berkelanjutan, mendukung nasabah kami seiring dengan pergerakan menuju ekonomi net zero di seluruh dunia dan membantu mereka membangun ketahanan untuk risiko perubahan iklim secara fisik. Kemampuan kami untuk melakukan hal ini signifikan mengingat keahlian yang kami miliki dalam memfasilitasi keuangan di lokasi yang rentan terhadap, dan mempunyai persiapan yang rendah terhadap, risiko perubahan iklim. Kami telah mendedikasikan tim keuangan berkelanjutan yang mendorong dan mengkoordinasikan upaya tersebut di seluruh Bank.
Kami akan mengukur, mengelola, dan mengurangi emisi yang berhubungan dengan pembiayaan, sesuai dengan tujuan net zero di tahun 2050. Kami akan menggunakan kerangka transisi khusus untuk sektor tertentu untuk memandu keuangan kami menuju aktivitas yang mendukung tujuan net zero dalam perubahan iklim.
Hal ini, bersama dengan standar Position Statement dan daftar Prohibited Activities, menyediakan kerangka yang mendefinisikan aktivitas yang akan kami biayai untuk mendukung transisi dan pihak mana yang tidak akan kami biayai.
Our Suppliers
We recognise our indirect contribution to climate impacts through the goods and services we procure from our suppliers and set out our expectations of them in our Supplier Charter. We will progressively measure, manage and reduce the emissions that arise from our procurement in support of our net zero commitment.
This will support the market for low-carbon goods and services, supported by increasing our use of carbon pricing mechanisms, including offset purchases, over time.
Our Clients
Our goal is to accelerate sustainable finance, supporting our clients as the world moves towards a net zero economy and helping them build resilience to physical climate risks. Our ability to do this is significant given the expertise we have in facilitating finance in the locations most vulnerable to, and least prepared for, climate risk. We have a dedicated sustainable finance team which drives and coordinates these efforts across the bank.
We will measure, manage and reduce the emissions associated with our financing of clients in alignment with a net zero objective by 2050. We will use sector- specific transition frameworks to help guide our financing toward activities which support net zero climate goals.
These will, together with our Position Statement standards and Prohibited Activities list, provide the framework which defines activities we will finance to support transition and those we will not finance.
Kami berharap seluruh klien kami (dimulai dengan sektor yang menghasilkan karbon yang tinggi) untuk mempunyai strategi publik untuk mentransisikan bisnis mereka sesuai dengan tujuan Paris Agreement dan kami berharap seluruh klien (dimulai dengan sektor yang menghasilkan karbon tinggi) untuk melaporkan emisi gas rumah kaca mereka saat ini dan diharapkan sesuai dengan TCFD.
Berikut adalah beberapa pencapaian Standard Chartered Indonesia:
a. Transaksi Paperless
Bank mencetak lebih sedikit dokumen dan meningkatkan penggunaan dokumen elektronik, baik untuk internal dan yang berhubungan dengan konsumen. Karyawan diharapkan menggunakan kertas daur ulang dan laptop saat rapat/pelatihan/
paparan untuk mengurangi jumlah penggunaan kertas.
Bank juga mendorong konsumen untuk
menggunakan e-statement dan internet/electronic banking, mengurangi formulir yang harus diisi di kantor cabang. ATM juga tidak lagi mencetak bukti transaksi dan rincian transaksi secara otomatis, alih-alih menampilkannya di layar.
b. Mengurangi Jejak karbon
Kami telah sukses dalam mencapai pengurangan jejak karbon kami di tahun 2020 dengan
mengurangi karbon sebesar 11% dibanding tahun 2019 dengan target pengurangan 8%. Kami juga menghemat energi sebesar 74.581 kWh dibanding tahun 2019 di seluruh portofolio komersial kami (GEMS dan non-GEMS).
Country Metric 2019 Result
(Baseline) 2020
Target
Final Carbon Results
Performance Status
2019 2020
Carbon (Tons) 4.496 4.136 4.496 3.988
On Target
EUI GEMS (kwh/m2/year) 229 217 229 221
EUI non-GEMS (kwh/m2/year) 194 217 194 204
We expect all clients (beginning with those in high- carbon sectors) to have a public strategy to transition their business in line with the goals of the Paris Agreement and we expect all clients (beginning with those in high-carbon sectors) to report their current greenhouse gas emissions preferably in line with TCFD.
Here are some of Standard Chartered Indonesia’s achievement in 2020:
a. Paperless Transaction
The Bank printed fewer documents and increased the use of electronic documents, both for internal as well as customer-related purposes. Employees are expected to use recycled paper and laptops during meetings/training/presentations to reduce the amount of paper usage.
The Bank also encouraged its customers to use e-statements and internet/electronic banking, reducing the number of forms filled in branches.
ATMs also no longer issues proof of transaction print-outs and/or transaction details by default, displaying them on monitors instead.
b. Reducing Carbon Footprint
We successfully achieved our carbon footprint reduction in 2020 by reducing carbon as much as 11% compared to 2019 with the reduction target of 8%. We also saved energy as much as 74,581 kWh compared to 2019 in the entire portfolio commercial (GEMS and non-GEMS).
c. Gas Emission
The Bank cooperated with competent third parties to perform gas emission tests produced by the use of gensets. The results from the examination of the CO (Carbon Monoxide), CO2 (Carbon Dioxide), NO2 (Nitrogen Oxide), O2 (Oxygen) and SO2 (Sulphur Dioxide) parameters produced by a number of Standard Chartered branches were still below the Threshold Value (<540 mg/Nm3).
d. Electricity Usage
The Bank reduced electricity usage by turning off lights during breaks, as well as using light motion sensors in the meeting rooms and some work spaces. The target reduction and achievement was 10.5%.
e. Recycling
The Bank sorted waste, including paper, plastic bottles, general waste as well as toxic and hazardous waste, at a number of branches.
The Bank also promoted awareness about the importance to stop using one-time plastic usage, reduce paper usage, and separate organic and non- organic waste.
Through volunteering, employees made recycled material into shopping bags and face shields. The products were donated to disability institutions, sellers at traditional markets, motorcycle taxi drivers, etc.
f. Environmentally-Friendly Loan Disbursement In line with the Bank’s commitment on sustainable finance, the Bank requires a loan disbursement worthiness analysis from businesses that are at risk of having a negative impact on the environment.
All borrowers must pass the Bank’s Environmental Social Risk Analysis (ESRA) to ensure that their operations are environmentally-friendly and do not violate social ethics. In 2020, the Bank disbursed Rp5.58 trillion in loans to businesses considered environmental-friendly:
c. Emisi Gas
Bank bekerja sama dengan pihak ketiga yang kompeten untuk melakukan pengetesan emisi gas yang dihasilkan oleh genset. Hasilnya, dari pengujian, parameter CO (Karbon Monoksida), CO2 (Karbon Dioksida), NO2 (Nitrogen Dioksida), O2 (Oksigen) dan SO2 (Sulfur Dioksida) yang dihasilkan oleh beberapa kantor cabang Standard Chartered masih di bawah baku mutu (<540 mg/Nm3).
d. Penggunaan Listrik
Bank menurunkan penggunaan listrik dengan mematikan lampu saat istirahat dan menggunakan lampu dengan sensor gerak di ruang rapat dan tempat kerja. Target pengurangan dan pencapaian kami adalah 10,5%.
e. Daur Ulang
Bank memisahkan sampah, termasuk kertas, botol plastik, sampah umum dan sampah beracun dan berbahaya, di beberapa kantor cabang. Bank juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghentikan penggunaan plastik sekali pakai, mengurangi penggunaan kertas, dan memisahkan sampah organik dan non-organik.
Melalui kerelawanan, karyawan menyulap sampah daur ulang menjadi tas belanja dan face shield.
Produk tersebut didonasikan kepada institusi disabilitas, pedagang pasar tradisional, ojek, dll.
f. Penyaluran Pinjaman Ramah Lingkungan Sesuai dengan komitmen Bank dalam keuangan berkelanjutan, Bank mewajibkan analisis kesebandingan penyaluran pembiayaan dari usaha yang berisiko mempunyai pengaruh negatif terhadap lingkungan. Seluruh nasabah harus lolos Environmental Social Risk Analysis (ESRA) Bank untuk memastikan bahwa operasional mereka ramah lingkungan dan tidak melanggar etika sosial.
Pada tahun 2020, Bank menyalurkan Rp5,58 triliun pinjaman untuk bisnis yang ramah lingkungan:
Employment and Occupational Health and Safety Aspect
The Bank views all of its employees as strategic partners and valuable assets who have labour rights, as well as the right to occupational health and safety.
Therefore, the Bank conducts HR management in a fair and responsible manner, and in accordance with the prevailing provisions.
a. Gender Equality and Fair Employment With the Women in Finance Charter, we are committed to having women occupy 30% of the top four levels of our senior roles by 2020 globally.
In Indonesia, 59% of the Bank’s employees were female. Moreover, 47% of the members of the Country Management Team were women.
The Bank’s recruitment system upholds the principles of gender equality and fair employment that do not take into account ethnicity, religion, political views, or social level. The Bank prioritises local workers to provide the broadest possible employment opportunities for Indonesians, but as a part of an international-scale business unit, the Bank respects, and does not limit, employee diversity as long as it complies with the approval
Jumlah dan kualitas kredit/pembiayaan berdasarkan kategori kegiatan usaha berkelanjutan
Number and quality of loan/financing based on sustainable business activity Rp NPL%
1. Energi terbarukan | renewable energy - -
2. Efisiensi energi | energy eficiency - -
3. Pecegahan dan pengendalian polusi | Pollution prevention and control - -
4. Pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan | Natural resources of
biodiversity and sustainable land use 842.000.000.000 -
5. Konservasi keanekaragaman hayati darat dan air | Conservation of biodiversity and water - -
6. Transportasi ramah lingkungan | Environmentaly-friendly transportation - -
7. Pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan | Sustainable water and waste management 2.865.999.041.344 -
8. Adaptasi perubahan iklim | Climate change adaptation - -
9. Produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber dana dan menghasilkan lebih sedikit polusi
(eco-efficient) | Product that can reduce the use of financing and resulted less pollution (eco-efficient) 210.464.322.126 - 10. Bangunan berwawasan lingkungan yang memenuhi standar dan sertifikasi yang diakui secara nasional,
regional atau internasonal | Building environment knowledge that fulfil the standard and certification that acknowledged in national, regional, and international level.
300.677.115.774 -
11. Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan lingkungan lainnya | Business activity and/or
other activities with other environment knowledge 1.335.422.751.038 -
12. Kegiatan UMKM | SME activites 23.073.533.402 -
Total 5.577.636.763.684 -
Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Ketenagakerjaan
Bank memandang seluruh karyawan sebagai mitra strategis dan aset yang berharga yang mempunyai hak tenaga kerja, dan juga hak untuk kesehatan dan keselamatan kerja. Untuk itu, Bank menjalankan manajemen SDM yang adil dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku.
a. Ketenagakerjaan yang Adil dan Kesetaraan Gender Dengan adanya Women in Finance Charter, kami berkomitmen agar wanita menduduki 30% dari empat tingkat teratas di jabatan senior di tahun 2020 secara global. Di Indonesia, 59% karyawan Bank adalah perempuan. Selain itu, 47% dari anggota Country Management Team adalah perempuan.
Sistem rekrutmen Bank menjunjung tinggi prinsip kesetaraan gender dan ketenagakerjaan yang adil yang tidak memandang ras, agama, pandangan politik, atau tingkatan sosial. Bank memprioritaskan pekerja lokal untuk menyediakan kesempatan kerja untuk masyarakat Indonesia, namun sebagai bagian dari bisnis berskala international, Bank menghormati dan tidak membatasi keberagaman karyawan selama masih berdasarkan peraturan
regulator. Bank juga membuka kesempatan kerja untuk orang dengan kemampuan fisik berbeda (difabel), orang dengan keterbatasan kemampuan penglihatan, dan orang yang memakai kursi roda untuk bekerja di Bank di tahun 2020.
b. Program Pelatihan dan Pendidikan
Karyawan Bank mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan kompetensi mereka melalui program pendidikan dan pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan kebutuhan bisnis Bank, tugas dan tanggung jawab mereka.
Di tahun 2020, Bank mengeluarkan Rp16,28 miliar dalam pengembangan kompetensi karyawan, lebih sedikit dibanding tahun 2019 yaitu Rp43,67 miliar.
c. Remunerasi dan Kesejahteraan
Standard Chartered Bank Indonesia mempunyai kebijakan yang mana seluruh karyawan menerima remunerasi dan tunjangan yang cukup. Remunerasi dan tunjangan karyawan Bank termasuk:
• Gaji
• Bonus
• Program kepemilikan mobil
• Pinjaman rumah
• Pinjaman kendaraan bermotor
• Pinjaman pribadi
• Asuransi kesehatan
• Asuransi jiwa
d. Tingkat Pergantian Karyawan
Tingkat pergantian karyawan Bank di tahun 2020 adalah 7%. Secara umum, tingkat pergantian karyawan Bank jauh di bawah standar industri.
e. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Bank memprioritaskan kesehatan dan keselamatan kerja dengan menyediakan fasilitas dan
infrastruktur kesehatan kerja, dan juga asuransi kesehatan, pemeriksaaan kesehatan rutin untuk seluruh karyawan. Bank menerapkan desain tempat kerja yang aman, nyaman dan bebas dari polusi lingkungan di seluruh lini bisnis. Bank juga menyediakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman untuk karyawan dengan kemampuan fisik
of the regulator. The Bank also opens employment opportunities to people who needs special/specific working requirements/condition, people with visual impairments and people in wheelchairs working at the Bank in 2020.
b. Training and Education Programmes
The Bank’s employees have equal opportunity to develop their potential and competencies through educational and training programmes tailored to developing the Bank’s business needs, and their roles and responsibilities. In 2020 the Bank spent Rp16.28 billion on employee competency development, lower than Rp43.67 billion in 2019.
c. Remuneration and Welfare
Standard Chartered Bank Indonesia has a policy whereby all employees receive adequate remuneration and allowances. The Bank’s employee remuneration and allowances include:
• Salary
• Bonus
• Car ownership programme
• Housing loans
• Motor vehicle loans
• Personal loans
• Health insurance
• Life insurance d. Employee Turnover Rate
The Bank’s turnover rate in 2020 was 7%. In general, the Bank’s turnover rate has been far lower than industry standard.
e. Occupational Health and Safety
The Bank prioritises occupational health and safety by providing occupational health facilities and infrastructure, as well as health insurance and periodic health checks for all employees. The Bank applies workplace design standards that are safe, comfortable and free of environmental pollution at all business units. The Bank also provides its employees with physical limitations with a safe and comfortable work environment.
f. Tingkat Kecelakaan Kerja
Selama tahun 2020, tidak terdapat kecelakaan yang terjadi di kantor Bank. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, Bank telah menerapkan sosialisasi keamanan untuk seluruh karyawan melalui kanal komunikasi internal, seperti: siaran TV dan e-mail.
g. Saluran Pengaduan
Karyawan Bank dapat menyampaikan keluhan melalui berbagai fasilitas Speak Up, baik secara verbal maupun secara tertulis kepada Manajer karyawan, Serikat Pekerja atau Mitra Bisnis SDM di setiap unit kerja. Di tahun 2020, Bank menerima 7 keluhan karyawan dan seluruhnya sudah diselesaikan.
Aspek Perlindungan Pelanggan
Kebijakan pelayanan pelanggan Bank berdasarkan POJK No. 18/POJK.07/2018 dan POJK No. 17/
SEOJK.07/2018 tentang keluhan pelanggan. Standard Chartered Bank Indonesia memperhatikan pemenuhan standar pelayanan pelanggan yang tinggi karena nasabah adalah salah satu pemangku kepentingan yang penting bagi Bank untuk memastikan
keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
a. Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
Bank memprioritaskan kesehatan dan keselamatan pelanggan. Di tahun 2020, selama pandemi COVID-19, Bank meningkatkan protokol untuk menjaga keselamatan kantor cabang bagi
pelanggan yang datang secara fisik, seiring dengan anjuran nasabah untuk menggunakan online banking jika dimungkinkan. Bank menyemprotkan disinfektan di seluruh kantor secara regular untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.
b. Perbaikan Kualitas Produk dan Jasa
Bank ingin memberikan hal yang terbaik bagi nasabah individu dan nasabah perusahaan dengan meningkatkan produk dan jasa untuk bersaing dengan bank lain. Nasabah dapat menerima update produk dan jasa Bank melalui:
f. Occupational Accident Rate
Throughout 2020, there were no accidents that occurred at the Bank’s offices. To minimise the risk of accidents, the Bank has carried out a safety campaign for all employees through the internal communication channels, namely: TV broadcasts and e-mail broadcasts.
g. Complaint Channel
The Bank’s employees can submit complaints through various Speak Up means, either verbally as well as in writing to the employee’s Manager, Labour Union or the Human Resources Business Partner of each work unit. In 2020, the Bank received 7 employee complaints, all of which have been solved.
Customer Protection Aspect
The Bank’s customer service policy is based on POJK No. 18/POJK.07/2018 and POJK No. 17/SEOJK.07/2018 on customer complaints. Standard Chartered Bank Indonesia pays attention to fulfilling high customer service standards as customers are one of the Bank’s stakeholders that play a significant role in ensuring long-term business sustainability.
a. Customer Health and Safety
The Bank puts high priority on customer health and safety. In 2020, during the COVID-19 pandemic, the Bank increased its protocols to maintain the safety of its branches for customers who visited physically, while advising customers to do online banking if possible. The Bank disinfected its premises regularly to prevent the spread of COVID-19 virus.
b. Product and Service Quality Improvement
The Bank wants to give the best to its individual and corporate customers by improving its products and services to compete with other banks. Customer can receive updates of the Bank’s products and services through:
• Contact number and e-mail
• Bank website
• Social media
c. Customer Complaints Center
The Bank has established the Client Experience Division (for retail customers) and the Client Services Group Division (for corporate customers) in charge of handling and settling complaints. If the results of the complaint settlement efforts through the Bank are not in accordance with the Bank’s expectations, the dispute settlement process is moved to courts, or to Bank Indonesia (BI), OJK, or the Indonesian Banking Alternative Dispute Resolution Agency (LAPS SJK). Detailed information about the complaint resolution procedure can be found on:
www.sc.com/id.
Customers can contact the Bank and submit their complaints through the following media or channels:
• Standard Chartered Bank Indonesia’s 24-hour customer services for retail customers on (021) 57999988 or [email protected].
• Customer Service for retail customers at the branches and the Client Services Group for corporate customers at the headquarters.
• Online banking facilities for retail customers can be accessed through the website www.sc.com/id.
• Online form in the Contact Us menu on the website www.sc.com/id.
Client Services Group for corporate customers, available Monday-Friday (excluding national holidays) on (021) 57999888.
In 2020, the Bank received 5,039 total complaints, all of which have been settled:
• Nomor kontak dan e-mail
• Situs Bank
• Media Sosial
c. Pusat Pengaduan Nasabah
Bank telah membangun Divisi Client Experience (untuk nasabah ritel) dan Divisi Client Services Group (untuk nasabah korporat) yang bertanggung jawab untuk menangani dan menyelesaikan keluhan. Jika hasil dari penyelesaian keluhan melalui Bank tidak sesuai dengan harapan Bank, proses penyelesaian akan diselesaikan di pengadilan, atau Bank Indonesai (BI), OJK atau Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK). Informasi terperinci mengenai prosedur resolusi keluhan dapat ditemukan di
www.sc.com/id..
Nasabah dapat menghubungi Bank dan
menyampaikan keluhannya melalui media atau saluran berikut:
• Standard Chartered Bank Indonesia customer service 24 jam untuk nasabah ritel (021) 57999988 atau [email protected]
.
• Customer Service untuk nasabah ritel di kantor cabang dan Client Services Group untuk nasabah korporat di kantor pusat.
• Fasilitas online banking untuk nasabah ritel dapat diakses melalui situs www.sc.com/id.
• Formulir online di menu Contact Us di website www.
sc.com/id.
Client Services Group untuk nasabah korporat tersedia Senin-Jumat (di luar hari libur) di (021) 57999888.
Di tahun 2020, Bank menerima 5.039 keluhan, seluruhnya sudah diselesaikan.
No Jenis Transaksi Selesai/Done Dalam Process/
In Process Tidak Selesai/
Not Settled Jumlah Pengaduan/
Number of Complaints Type of Financial Transactions
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1 Giro 6 100% - - - - 6 Current Account
2 Tabungan 790 100% - - - - 790 Savings
3 Deposito 47 100% - - - - 47 Deposits
4 Penghimpunan Dana
Lainnya 5 100% - - - - 5 Other Funds Collection
5 Kartu Kredit 3.579 100% - - - - 3.579 Credit Card
6 Electronic Banking 45 100% - - - - 45 Electronic Banking
7 Kliring (Transfer) 5 100% - - - - 5 Clearing/Remittance
8 Kredit Tanpa Agunan 394 100% - - - - 394 Unsecured Loan
9 Bancassurance 91 100% - - - - 91 Bancassurance
10 Reksa Dana 24 100% - - - - 24 Mutual Funds
11 Produk kerja sama
Lainnya 7 100% - - - - 7 Other Cooperation
Products
12 Trade Finance 13 100% - - - - 13 Trade finance/Letter
of Credit
13 Derivatif 1 100% - - - - 1 Derivative
14 Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah/
Apartemen
3 100% - - - - 3 Apartment/Home
Loan/Financing
15 Clearing 8 100% - - - - 8 Clearing
16 Wealth Management 21 100% - - - - 21 Wealth Management
TOTAL 5.039 100% 0 0 0 0 5.039 TOTAL
Aspek Sosial dan Komunitas
Standard Chartered Bank Indonesia peduli dengan masyarakat di sekitar kami. Kami percaya bahwa semua orang berhak mendapat kesempatan ekonomi yang dapat membantu mereka untuk belajar,
berpendapatan, dan tumbuh. Kami mengadakan beberapa aktivitas di daerah pengembangan komunitas melalui beberapa inisiatif termasuk:
a. Dukungan untuk COVID-19
Di awal pandemi COVID-19, Bank menyediakan dana darurat sebesar USD500.000 didedikasikan untuk anak muda dan masyarakat di Indonesia melalui beberapa mitra lokal yang berfokus pada program kesehatan dan pendidikan. Bank menyalurkan 240 Home Learning Kit yang teridiri dari laptop, modem nirkabel dan kuota internet kepada siswa tidak mampu dan siswa Futuremakers
Social and Community Aspect
Standard Chartered Bank Indonesia cares about the social and communities surrounding us. We believe that everyone deserve economic opportunities that enable them to learn, earn and grow. We hold activities in the areas of community development through several initiatives, including:
a. Support for COVID-19
In the beginning of COVID-19 pandemic, the Bank provided an emergency fund of USD500,000 dedicated for youth and the public in Indonesia through various local partnerships focusing on health and education programmes. The Bank delivered 240 Home Learning Kit that consisted of laptops, wireless modems and internet data to students from the underprivileged communities
and our Futuremakers students in various cities to facilitate home schooling.
We also donated PCR machines and reagents to two hospitals and multiple sets of sleeping pods to provide a safe, convenient, and proper resting place for overworked medical workers at hospitals.
In addition, we provided 11,000 drive-thru rapid tests to report early identification of possible new COVID-19 cases and ease burden at hospitals in providing swab tests. The Bank further collaborated with local government representatives and NGOs to target high-risk communities such as people with mental disabilities, people living in low-cost government housing, public markets, etc.
b. Health Programme
The Bank’s health programme seeks to prevent and eradicate blindness by funding eye examinations.
This programme, known as “Seeing is Believing,” is an initiative carried out in several countries including Indonesia, ranked among the top 10 countries with the highest level of blindness.
The Bank allocated a budget of USD5 million for the “Seeing is Believing” programme in Indonesia over a five year period (2015-2020), conducted in cooperation with the International Agency of Preventable Blindness (IAPB) and other partners including Helen Keller International, Fred Hollows, CBM and ORBIS. The main focus of this project is to prevent blindness in children (ranging from ages 0 to 18 years old) in areas such as Jakarta, South Sulawesi, and West Nusa Tenggara.
In 2020, under Helen Keller International, the programme screened schools in 19 districts in South Sulawesi and found 21,316 students failed the vision screening test and 2,318 had eye conditions, out of 119,698 total students screened. Under the Fred Hollows Foundation (FHF), the Bank established three vision centres in the Gowa district. Vision di beberapa kota untuk memfasilitasi sekolah dari
rumah.
Kami juga mendonasikan mesin PCR dan reagen kepada dua rumah sakit dan fasilitas kasur kapsul (sleeping pods) untuk menyediakan tempat istirahat yang aman dan nyaman dan layak kepada tenaga kesehatan yang bekerja keras di rumah sakit. Selain itu, kami juga menyediakan 11.000 drive thru rapid test untuk melaporkan idenfitikasi awal kasus baru COVID-19 dan mengurangi beban di rumah sakit dalam melakukan tes usap. Bank juga bekerja sama dengan perwakilan pemerintah dan LSM lokal untuk menargetkan masyarakat dengan risiko tinggi seperti orang dengan keterbelakangan mental, orang yang hidup di perumahan bersubsidi, pasar umum, dan lain sebagainya.
b. Program Kesehatan
Program kesehatan Bank bertujuan untuk mencegah dan menghapus kebutaan dengan membiayai pemeriksaan mata. Program yang dikenal dengan “Seeing is Believing” merupakan inisiatif yang dilakukan di beberapa negara termasuk Indonesia, yang termasuk dalam 10 negara dengan angka kebutaan terbesar.
Bank mengalokasikan anggaran USD5 juta untuk program “Seeing is Believing” di Indonesia untuk periode lima tahun (2015-2020), bekerja sama dengan International Agency of Preventable Blindness (IAPB) dan mitra lain termasuk Hellen Keller International, Fred Hollows, CBM, dan ORBIS. Fokus utama dari proyek ini adalah untuk mencegah kebutaan di anak-anak (umur 0-18 tahun) di daerah seperti Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.
Di tahun 2020, di bawah Helen Keller International, program ini telah memeriksa sekolah di 19
kecamatan di Sulawesi Selatan dan menemukan 21.316 siswa mengalami kondisi kerusakan mata dari total 119.698 siswa yang diperiksa. Di bawah Fred Hollows Foundation (FHF), Bank membangun pusat penglihatan di kecamatan Gowa. Pusat
centres in several health facilities in West Nusa Tenggara had successfully encouraged the local government of Central Lombok to establish one vision centre at local health service. The success of this programme had also attracted Indonesia’s NCD Directorate at the Ministry of Health to showcase our achievement in the 2020 World Sight Day managed by the Ministry.
In the third quarter of 2020, The closing of Seeing is Believing programme has been completed virtually. Our partner has delivered information on the achievements and lessons learned to the Ministry of Health, as well as to more than 200 other stakeholders.
c. Futuremakers by Standard Chartered Programme We believe that social and economic inclusion leads to more prosperous and sustainable communities.
Futuremakers by Standard Chartered is our global initiative to tackle inequality and promote greater economic inclusion for disadvantaged young people in our communities.
In Indonesia, the Bank has three main programmes in the area of Futuremakers, namely the “Goal”
programme, Youth to Work, and Financial Literacy.
• Financial Literacy
The Bank has conducted a series of financial literacy programmes that target youth and women micro entrepreneurs. In 2020, several financial literacy programmes were as follows:
- 4 January 2020: Public lecture by the Bank’s CFO, participated by 28 Master’s degree students. The material delivered was International Business and Financial Perspective.
- 24 July 2020: The Bank collaborated with Bahana Investment holding a live streaming webinar on InvesTALK on Financial Planning During Pandemic.
penglihatan di berbagai fasilitas keseahatan di Nusa Tenggara Barat telah sukses dalam mendorong pemerintah lokal di Lombok Tengah untuk membangun pusat penglihatan di puskesmas.
Suksesnya program ini juga telah menarik perhatian Direktorat PTM di Kementerian Kesehatan untuk menunjukan prestasi kami di Hari Penglihatan Sedunia di tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan.
Di kuartal 2020, penutupan program Seeing is Believing telah dilakukan secara virtual. Mitra kami telah menyampaikan informasi pencapaian dan pembelajaran kami ke Kementerian Kesehatan dan juga lebih dari 200 pemangku kepentingan lain.
c. Program Futuremakers oleh Standard Chartered Kami percaya bahwa inklusi sosial dan ekonomi bisa membawa masyarakat kepada tingkat yang lebih sejahtera dan keberlanjutan. Futuremakers by Standard Chartered adalah tujuan inisiatif global kami untuk mengatasi ketimpangan dan mendukung inklusi ekonomi global untuk anak muda yang kurang beruntung di masyarakat.
Di Indonesia, Bank mempunyai tiga program inti di dalam Futuremakers, yaitu program “Goal”, Youth to Work, dan Literasi Finansial.
• Literasi Keuangan
Bank telah melakukan beberapa program literasi keuangan untuk anak muda dan perempuan wiraswasta mikro. Di tahun 2020, beberapa program literasi keuangan adalah sebagai berikut:
- 4 Januari 2020: Kuliah Umum oleh CFO Bank yang diikuti oleh 28 mahasiswa pascasarjana. Materi yang dibawakan adalah International Business dan Financial Perspective.
- 24 Juli 2020: Bank berkolaborasi dengan Bahana Investment mengadakan live streaming webinar InvesTALK tentang Financial Planning During Pandemic.
- 4 September 2020: The Bank conducted an online financial literacy programme that was attended by 15 students from vocational schools in Jakarta.
- 24 September 2020: The Bank conducted an online financial literacy programme attended by 60 people with visual disability.
The participants were from Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) of DKI Jakarta.
- 30 October 2020: The Bank delivered an education programme on financial management to 100 students at vocational school in SMK Negeri 1 Bandung, West Java.
- From January - February 2020: Through money savvy material in the Goal activity, 295 vocational students obtained financial literacy knowledge.
• Goal Programme
Main focus of Goal programme is to provide life skills training for female teenagers covering material on Be Empower, Be Confident, Be Money Savvy through an attractive and
interactive curriculum such as sports and games.
Activities under this programme in 2020 were as follows:
• Employability - Youth to Work
In March 2020, the Bank launched a pilot project “Youth to Work” in Jakarta that involved five vocational schools and 177 students.
This programme covers three educational subjects chosen strategically to improve the skills of vocational school students and - 4 September 2020: Bank mengadakan
program literasi keuangan online yang dihadiri 15 siswa SMK di Jakarta.
- 24 September 2020: Bank mengadakan program literasi keuangan online dengan peserta 60 orang dengan keterbatasan visual. Peserta berasal dari Persatuan Tuna Netra Indonesai (Pertuni) DKI Jakarta.
- 30 Oktober 2020: Bank mengadakan program pendidikan dalam pengelolaan keuangan kepada 100 siswa SMK Negeri 1 Bandung, Jawa Barat.
- Januari-Februari 2020: Melalui materi melek finansial di aktivitas Goal, 295 siswa SMK telah menerima pengetahuan literasi keuangan.
• Program Goal
Tujuan utama dari program Goal adalah untuk menyediakan pelatihan keterampilan kehidupan untuk remaja perempuan dengan materi: Be Empower, Be Confident, Be Money Savvy melalui kurikulum interaktif dan menarik seperti olah raga dan permainan. Aktivitas untuk program ini di tahun 2020 adalah sebagai berikut:
Tanggal
Date Nama Sekolah
Name of School Jumlah Siswa
Number of Students Jumlah Guru Number of Teachers
17 January 2020 SMKN 31 57 1
23 January 2020 SMKN 17 50 1
6 February 2020 SMKN 48 55 1
11 February 2020 SMKN 21 60 2
20 February 2020 SMKN 22 67 1
TOTAL 289 6
• Employability – Youth to Work
Pada Maret 2020, Bank meluncurkan proyek percobaan “Youth to Work” di Jakarta yang melibatkan lima SMK dan 177 siswa. Program ini terdiri dari tiga mata pelajaran yang dipilih secara strategis untuk meningkatkan keterampilan siswa SMK dan daya saing untuk
their competitiveness for employment after graduating as well as their basic business skills to start a small business. The educational modules delivered were: English Literacy, Computer Literacy, and Digital Marketing Literacy.
The top 10 students from this pilot project also have an opportunity for an eight-week internship in an online retail store by preparing online stores, processing orders, and customer management. The top three students from this group also received scholarships to apply in programmes that they chose to improve their skills and prepare for employment.
Employee Volunteering
Employee volunteering is a core component of our community engagement strategy. It enables
our employees to do the right thing, strengthens their relationships with colleagues and provides
them with new skills. We give employees three volunteering leave days annually to support a worthwhile cause or organisation of their choice. We encourage employees to use their skills and talent to support Futuremakers by Standard Chartered, our global community initiative that tackles inequality and promotes greater economic inclusion in our communities.
Since the world was hit by COVID-19 in 2020, we have mobilised our employees to volunteer and
fundraise to support activities around emergency response and economic recovery. Nineteen per cent of our employees volunteered and contributed 426.5 volunteering days in 2020.
kesiapan kerja mereka setelah lulus dan juga keterampilan bisnis dasar untuk memulai wirausaha. Modul pendidikan yang disampaikan antara lain: Literasi Bahasa Inggris, Literasi Komputer, dan Literasi Digital Marketing.
Sepuluh siswa terbaik dari proyek percobaan ini mendapatkan kesempatan untuk magang selama delapan minggu di toko ritel online dengan cara mempersiapkan toko online, memproses pesanan, dan pengelolaan
pelanggan. Tiga siswa terbaik dari grup tersebut juga menerima beasiswa untuk mendaftar di program yang mereka pilih untuk meningkatkan keterampilan mereka dan kesiapan bekerja.
Relawan Karyawan
Relawan karyawan adalah komponen inti dari strategi keterlibatan masyarakat kami. Hal ini membuat karyawan kami untuk berbuat baik, menguatkan hubungan mereka dengan rekan kerja dan menyediakan keterampilan yang baru. Kami memberikan karyawan kami cuti relawan selama tiga hari selama setahun untuk mendukung suatu inisiatif baik atau menjadi relawan di organisasi yang mereka pilih. Kami mendukung karyawan untuk menggunakan keterampilan dan bakat mereka untuk mendukung program Futuremakers by Standard Chartered, inisiatif komunitas global kami yang mengatasi ketimpangan dan mendukung inklusi ekonomi yang lebih luas di komunitas kami.
Sejak dunia dihantam oleh COVID-19 di tahun 2020, kami telah memobilisasi karyawan untuk menjadi relawan dan menggalang dana untuk mendukung aktivitas terkait tanggap darurat dan pemulihan ekonomi. Sembilan belas persen karyawan kami telah menjadi relawan dan berkontribusi sebanyak 426,5 hari relawan di tahun 2020.