• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENUGASAN PRESENTASI DENGAN MULTIMEDIA TERHADAP KEMAMPUAN RETENSI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA KONSEP ALAT INDER.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PENUGASAN PRESENTASI DENGAN MULTIMEDIA TERHADAP KEMAMPUAN RETENSI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA KONSEP ALAT INDER."

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENUGASAN PRESENTASI DENGAN MULTIMEDIA

TERHADAP KEMAMPUAN RETENSI DAN MOTIVASI BELAJAR

SISWA PADA KONSEP ALAT INDERA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari

Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Pendidikan Biologi

Oleh :

Eka Fatmala Oktaviany

(0804635)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

Pengaruh Penugasan Presentasi dengan

Multimedia terhadap Kemampuan Retensi

dan Motivasi Belajar Siswa pada Konsep

Alat Indera

Oleh

Eka Fatmala Oktaviany

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

© Eka Fatmala Oktaviany 2012 Universitas Pendidikan Indonesia

Desember 2012

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

PENGARUH PENUGASAN PRESENTASI DENGAN MULTIMEDIA

TERHADAP KEMAMPUAN RETENSI DAN MOTIVASI BELAJAR

SISWA PADA KONSEP ALAT INDERA

Disusun Oleh

Eka Fatmala Oktaviany

0804635

Disetujui dan disahkan oleh

Pembimbing I

Prof. Dr. H. Achmad Munandar, M.Pd.

NIP. 194907131976031002

Pembimbing II

Dra. Ammi Syulasmi, M.S.

NIP. 195408281986122

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan Biologi

Dr. Riandi, M.Si.

(4)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Pengaruh Penugasan Presentasi dengan Multimedia terhadap Kemampuan Retensi dan Motivasi Belajar Siswa pada Konsep Alat Indera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penugasan membuat dan mempresentasikan multimedia presentasi terhadap retensi dan motivasi belajar dalam konsep Alat Indera. Metode penelitian ini adalah quasy experiment dengan desain penelitian Nonequivalent control groups pretest-posttest design dengan pengambilan sampel secara purposif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Banjar dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPA 5 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 7 sebagai kelas kontrol, yang masing-masing kelas terdiri dari 32 siswa. Nilai retensi siswa dijaring dengan menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 30 soal yang diberikan 3 minggu stelah posttest pertama, sedangkan motivasi belajar dijaring dengan angket motivasi belajar model Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction. Pengujian data dilakukan dengan bantuan software SPPS v16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran konsep alat indera dengan menggunakan metode Penugasan presentasi dengan multimedia ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap retensi dan motivasi belajar siswa. Rata-rata retensi siswa pada kelas eksperimen berada pada kategori sangat baik (92,94%), sedangkan kelas kontrol berada pada kategori baik (75,56%). Sedangkan untuk motivasi belajar, rata-rata skor motivasi belajar kelas eksperimen berada pada kategori baik (3,71), dan kelas kontrol berada pada kategori cukup baik (3,42). Adapun respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan pembuatan dan presentasi multimedia ini rata-rata memberikan respon positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan pembuatan dan presentasi multimedia ini memberikan pengaruh positif tehadap kemampuan retensi dan motivasi belajar siswa.

Kata Kunci :

(5)

ABSTRACT

This study is entitled The Effect of Giving Assignment of Multimedia Presentation towards the Students’ Retention Ability and Learning Motivation in the Concept of Sense Organ. The purpose of this study is to reveal the effect of giving assignment of creating and presenting multimedia presentation towards the retention and learning motivation in the concept of sense organ. This study employed quasy experiment method with Nonequivalent control groups pretest-posttest design research design by collecting sample purposively. This study was conducted in SMA Negeri 1 Banjar. The research subjects are eleventh grade students in science class 5 as the experiment class and eleventh grade students in science class 7 as the control class, in which each class consists of 32 students. Students’ retention value is captured by conducting a multiple-choice test consisting of 30 questions given 3 weeks after the first posttest, whilst learning motivation is captured by distributing questionnaire concerning learning motivation with Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction models. The data analysis is done with the help of software SPPS v16. The result of the research indicates that learning the concept of sense organ by using the method of giving assignment of multimedia presentation provides significant effect to the students’ retention and learning motivation. The average retention of students in the experiment class is in excellent category (92,94%), whilst in the control class, it is in good category (75,56%). While for learning motivation, the average score for the experiment class is in good category (3,71), and for the control class, it is in fair category (3,42). Students’ response towards the learning process using method of giving assignment of multimedia presentation averagely provides positive response. It can be concluded that learning by using the method of giving assignment of multimedia presentation provides positive effect to the students’ retention ability and learning motivation.

Keyword: Recitation, Presentation, Multimedia Presentation, Retention,

(6)

DAFTAR ISI

BAB II PENUGASAN PRESENTASI DENGAN MULTIMEDIA,

RETENSI, DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA KONSEP ALAT

INDERA...

A. Retensi...

B. Motivasi Belajar Siswa...

C. Hasil Belajar...

D. Pembelajaran Aktif (Active Learning)......

E. Metode Pnugasan Presentasi Multimedia...

F. Tinjauan Materi Alat Indera...

(7)

C. Lokasi dan Waktu Penelitian...

D. Subjek Penelitian...

E. Definisi Operasional...

F. Instrumen Penelitian...

G. Prosedur Penelitian...

H. Teknik Pengumpulan Data...

I. Analisis Instrumen...

J. Teknik Pengolahan Data...

K. Alur Penelitian...

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...

A. Hasil Penelitian...

1. Hasil Belajar Siswa...

2. Data Retensi Siswa...

3. Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa...

4. Penilaian Pembuatan dan Kegiatan Presentasi Multimedia...

5. Hasil Angket Respon Siswa...

B. Pembahasan...

1. Pengaruh Penugasan Presentasi dengan Multimedia terhadap

Hasil Belajar...

2. Pengaruh Penugasan Presentasi dengan Multimedia terhadap

Retensi...

3. Pengaruh Penugasan Presentasi dengan Multimedia terhadap

Motivasi Belajar...

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Tahap Penelitian... 45

3.2 Interpretasi Koefesien Korelasi Butir Soal... 54

3.3 Hasil Uji Validitas Instrumen... 54

3.4 Klasifikasi Rentang Realibilitas... 55

3.5 Klasifikasi Indeks Tingkat Kesukaran... 56

3.6 Hasil Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal... 57

3.7 Klasifikasi Indeks Daya Pembeda... 58

3.8 Hasil Uji Daya Pembeda Butir Soal... 58

3.9 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Butir Soal... 59

3.10 Klasifikasi Tingkat Retensi... 62

3.11 Kriteria Penilaian Presentasi... 63

3.12 Klasifikasi Tingkat Motivasi... 64

3.13 Klasifikasi Presentase Angket... 65

4.1 Rekapitulasi Data Nilai Hasil Pretest... 67

4.2 Rekapitulasi Data Nilai Hasil Posttest... 69

4.3 Perbandingan Nilai Pretest-Posttest Kelas Eksperimen dan Kontrol... 70

4.4 Rekapitulasi Hasil Uji Statistik Hasil Belajar Siswa... 71

4.5 Rekapitulasi Data Nilai Hasil Retest... 74

4.6 Data Perbandingan Nilai Posttest 1 dan Posttest 2... 75

4.7 Rekapitulasi Data Tingkat Retensi Siswa... 76

4.8 Perbandingan Rata-Rata Tingkat Retensi Siswa... 77

4.9 Rekapitulasi Hasil Uji Statistik Nilai Retensi Siswa... 78

4.10 Rekapitulasi Hasil Analisis Angket Motivasi 80 4.11 Rekapitulasi Data Skor Motivasi Siswa... 81

4.12 Rekapitulasi Hasil Uji Statistik Skor Motivasi Belajar Siswa... 82

4.13 Kriteria Penilaian Pembuatan dan Kegiatan Presentasi Multimedia... 84

(9)

4.15 Kriteria Penilaian Pembuatan dan Presentasi Makalah... 86

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Kercut Pengalaman Edgar Dale... 31

2.2 Struktur Bola Mata... 36

2.3 Struktur Hidung... 38

2.4 Struktur Telinga... 40

2.5 Struktur Lidah... 42

2.6 Struktur Kulit... 43

4.1 Perbandingan Tingkat Motivasi Belajar Kelas Kontrol dan Eksperimen.. 81

4.2 Respon Siswa mengenai Pengalaman Belajar Menggunakan Komputer dan Media Presentasi Powerpoint... 88

4.3 Respon Siswa Mengenai Pengalaman Membuat Multimedia Presentasi.. 89

4.4 Respon Siswa Mengenai Pengalaman Melakukan Kegiatan Presentasi dalam Pembelajaran... 90

4.5 Respon Siswa Mengenai Ketertarikan dan Motivasi dalam Penugasan Pembuatan dan Penggunaan Multimedia Presentasi... 91

4.6 Respon Siswa Mengenai Kegiatan Belajar Mengajar Menggunakan Presentasi Multimedia... 92

4.7 Respon Siswa Mengenai Efek Pembelajaran Kegiatan Presentasi terhadap Ingatan... 93

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

A Perangkat Pembelajaran... 116

A.1 RPP... 117

A.2 Tugas Penyusunan Media Presentasi... 155

A.3 Contoh Media Presentasi Hasil Karya Siswa... 159

B Instrumen Penelitian... 161

B.1 Kisi-kisi instrumen Tes Hasil Belajar dan Retensi... 162

B.2 Angket Motivasi Siswa... 174

B.3 Kisi-Kisi Angket Motivasi Siswa... 177

B.4 Angket respon siswa... 178

B.5 Kisi-Kisi Angket respon siswa... 180

B.6 Format Penilaian Kegiatan Presentasi Siswa... 181

C Pengolahan Data Hasil Uji Coba Instrumen... 183

C.1 Rekapitulasi Pengolahan Data Ujicoba Instrumen Hasil Belajar... 184

D Rekapitulasi Data Hasil Penelitian... 187

D.1 Analisis Data Hasil Belajar dan Retensi... 188

D.2 Analisis Angket Motivasi... 196

D.3 Analisis Angket Respon Siswa... 203

D.4 Rincian Penilaian Penugasan dan Presentasi... 204

E Dokumentasi penelitian... 210

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini, teknologi informasi dan komunikasi semakin

berkembang seiring dengan terjadinya globalisasi. Perkembangan teknologi

komputer telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, termasuk

bidang pendidikan. Salah satu pemanfaatan teknologi komputer dalam

pendidikan diantaranya adalah sebagai media pembelajaran, misalnya

penggunaan multimedia untuk mempermudah siswa dalam memahami

konsep yang disampaikan. Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan

beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan

informasi dalam bentuk text, audio, grafis, animasi, dan video.

Rusman (2012) mengungkapkan bahwa kurang lebih 80% hasil

belajar seseorang diperoleh melalui indera penglihat, dan hanya 15%

diperoleh melalui indera pendengar, dan 5% lagi indera yang lainnya.

Penggunaan multimedia sebagai media pembelajaran ini dapat melibatkan

indera pendengar dan penglihat, sehingga dapat mefasilitasi siswa dengan

gaya belajar visual maupun verbal.

Berdasarkan observasi yang dilakukan melalui wawancara dengan

guru di SMA Negeri 1 Banjar, didapatkan informasi bahwa salah satu

masalah yang sering ditemui dalam pembelajaran Biologi adalah kurangnya

(13)

kelas cenderung hanya berlangsung searah dan bersifat teacher centered. Hal

ini terjadi karena metode yang digunakan guru kurang variatif, dan hanya

berkisar pada metode ceramah. Seperti yang telah diketahui, jika tidak

dikemas dengan baik, metode ceramah ini sangat mungkin untuk

menimbulkan kejenuhan pada siswa. Jadi, untuk menimbulkan motivasi siswa

diperlukan metode yang melibatkan peran aktif siswa dalam pembelajaran.

Apabila motivasi siswa dapat dimunculkan, maka diharapkan pula

pembelajaran yang berlangsung akan lebih bermakna bagi siswa, sehingga

dapat diingat dalam jangka waktu yang lebih lama.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, didapatkan pula

informasi bahwa fasilitas pembelajaran di sekolah tersebut sudah cukup

memadai. Setiap kelas telah difasilitasi dengan perangkat LCD projector,

namun pada pembelajaran biologi, fasilitas-fasilitas ini menjadi kurang

termanfaatkan dengan baik karena guru seringkali hanya menggunakan

metode ceramah biasa.

Wawancara dengan siswa pun mengindikasikan hal yang serupa.

Siswa cenderung jenuh terhadap pelajaran biologi, karena guru selalu

menggunakan metode konvensional, sehingga motivasi belajar pun

berkurang. Maka dari itu, dalam penelitian ini dipilih metode presentasi

multimedia, dengan harapan dapat menimbulkan peran aktif dari siswa,

karena berdasarkan wawancara dengan beberapa siswa yang dilakukan secara

informal, dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode

(14)

dilakukan dalam mata pelajaran Biologi, sekalipun fasilitas telah tersedia.

Jadi, dengan metode yang tidak pernah dilakukan siswa sebelumnya pada

pembelajaran biologi, diharapkan dapat memunculkan motivasi bagi siswa.

Selain kurangnya motivasi, salah satu kendala lain dalam

mempelajari materi-materi pada pelajaran biologi adalah sifat siswa yang

seringkali mudah lupa terhadap materi-materi yang telah diberikan

sebelumnya. Penelitian Herlanti et. al. (2007) mengungkapkan bahwa

penggunaan multimedia dalam pembelajaran memberikan kontribusi yang

positif terhadap retensi.

Dalam penelitiannya, Yolida (2007) mengungkapkan bahwa

penggunaan metode resitasi (penugasan) dapat meningkatkan motivasi dan

hasil belajar siswa. Pada penugasan pembuatan media presentasi, siswa

dituntut untuk membuat media presentasi yang kemudian dipresentasikan di

depan kelas. Hal ini berarti pula siswa harus mencari sendiri informasi

mengenai materi yang akan dipresentasikan, tentunya dengan arahan dari

guru. Saat siswa mencari sendiri informasi yang diperlukan untuk kemudian

disampaikan kembali di depan kelas, diharapkan kemampuan retensi siswa

terhadap materi yang telah dipelajarinya dapat bertambah baik.

Diantara konsep-konsep dalam mata pelajaran Biologi, alat indera

adalah salah satu materi yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan

sehari-hari karena alat indera ini merupakan bagian dari anatomi tubuh manusia

yang tentunya dimiliki oleh semua manusia normal. Dengan adanya ilustrasi

(15)

yang disampaikan, tentunya akan lebih memudahkan siswa untuk memahami

apa yang dipelajarinya, sehingga siswa dapat menghubungkan apa yang telah

dipelajari dengan apa yang mereka alami berkaitan dengan alat indera

mereka, sehingga materi tersebut bukan sekedar bersifat hafalan. Berdasarkan

pengembangan dari kerucut pengalaman Dale dalam Rusman (2012: 294),

dapat dilihat bahwa siswa yang menggunakan metode presentasi memiliki

daya ingat sebesar 70%. Selain itu, konsep alat indera juga sangat cocok

untuk penerapan metode presentasi, karena siswa dalam satu kelas dapat

dibagi ke dalam lima kelompok sesuai dengan alat indera yang terdapat pada

manusia, sehingga masing-masing kelompok akan mendapat tugas untuk

membuat media presentasi mengenai salah satu alat indera dan kemudian

mempresentasikannya di depan kelas.

Dengan keunggulan multimedia sebagai media pembelajaran, serta

metode penugasan dan presentasi yang masing-masing memiliki

kelebihannya sendiri, maka penulis merancang penelitian yang

menggabungkan ketiganya dalam sebuah pembelajaran dengan harapan dapat

meningkatkan kualitas belajar siswa dengan tujuan untuk mengetahui

bagaimana pengaruhnya terhadap kemampuan retensi dan motivasi belajar

siswa.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka

(16)

penugasan presentasi menggunakan multimedia terhadap retensi dan motivasi

belajar siswa SMA pada konsep alat indera?”

Untuk memperjelas rumusan masalah di atas, maka dimunculkan

pertanyaan penelitian sebagai berikut :

1. Bagaiamana perbedaan retensi antara siswa yang melakukan

pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan presentasi

multimedia dengan siswa yang melakukan pembelajaran dengan metode

konvensional?

2. Bagaimana perbedaan motivasi antara siswa yang melakukan

pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan presentasi

multimedia dengan siswa yang melakukan pembelajaran dengan metode

konvensional?

3. Bagaimana perbedaan hasil belajar antara siswa yang melakukan

pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan presentasi

multimedia dengan siswa yang melakukan pembelajaran dengan metode

konvensional?

4. Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran pada konsep alat

indera dengan menggunakan metode penugasan presentasi multimedia?

C. Batasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terarah, maka ruang lingkup masalah yang

(17)

1. Hasil belajar diukur melalui tes kognitif yang meliputi jenjang C1

(mengingat), C2 (memahami), C3 (aplikasi), C4 (analisis), C5 (evaluasi)

berdasarkan taksonomi Bloom yang telah direvisi.

2. Kemampuan retensi yang diukur dilihat dari nilai tes kognitif kedua yang

dilaksanakan 3 minggu setelah tes kognitif pertama.

3. Motivasi belajar yang dimaksud dalam penelitian diukur dengan

instrumen yang diadaptasi dari model Attention, Relevance, Confidence,

and Satisfaction (ARCS) (Keller, 2000).

4. Materi pada pembelajaran yang dilakukan selama penelitian ini terbatas

pada konsep alat indera manusia.

5. Mulimedia yang digunakan siswa untuk melakukan presentasi adalah

Microsoft Power Point, dan dapat dikembangkan sesuai kreativitas siswa.

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini secara

umum adalah untuk mengetahui pengaruh dari metode penugasan presentasi

multimedia terhadap kemampuan retensi dan motivasi siswa, serta

pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa.

E. Asumsi

1. Pemahaman siswa akan meningkat jika siswa diminta untuk

mengemukakan kembali informasi dengan kata-kata mereka sendiri

(18)

2. Para murid berkinerja lebih baik untuk retensi verbal saat mereka belajar

dengan teks dan ilustrasi atau narasi dan animasi daripada murid-murid

yang belajar dengan teks saja (Mayer, 2009).

3. Kegiatan belajar aktif dapat menyenangkan siswa dan menimbulkan

motivasi untuk menguasai pelajaran (Silberman, 2011).

F. Hipotesis

Berdasarkan asumsi diatas, maka hipotesis yang dapat dirumuskan

untuk penelitian ini adalah: “Pembelajaran dengan metode penugasan

presentasi menggunakan multimedia lebih meningkatkan kemampuan retensi

dan motivasi belajar siswa dibandingkan dengan siswa yang melakukan

pembelajaran secara konvensional.”

G. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

eksperimen semu (quasy experimental) dengan desain penelitian

(19)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Quasy Experimental atau disebut juga eksperimen semu. Penelitian ini

menggunakan kelas kontrol/pembanding, akan tetapi pengontrolannya hanya

dilakukan terhadap variabel yang dipandang paling dominan (Sukmadinata,

2005). Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah retensi dan motivasi

belajar siswa dengan menggunakan metode penugasan presentasi multimedia.

Kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dijadikan subjek dalam

penelitian ini dipilih secara purposif, berdasarkan

pertimbangan-pertimbangan tertentu. Kedua kelas yang dipilih berasal dari kelas dengan

guru yang sama pada mata pelajaran Biologi, sehingga memiliki pengalaman

belajar yang relatif sama.

Kelas eksperimen dalam penelitian ini melakukan pembelajaran

dengan menggunakan metode penugasan presentasi multimedia, sedangkan

kelas kontrol tidak melakukan presentasi dengan multimedia. Agar

pengalaman belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen ini relatif

seimbang, maka kelas kontrol pun diberikan tugas yang kemudian harus

dipresentasikan juga sebagaimana pada kelas eksperimen. Namun, tugas yang

diberikan berbeda. Jika masing-masing kelompok pada kelas eksperimen

(20)

indera pada manusia untuk kemudian dipresentasikan, maka masing-masing

kelompok pada kelas kontrol diberi tugas berupa pembuatan paper yang

berisi uraian tentang satu alat indera manusia. Paper yang dibuat oleh siswa

pada kelas kontrol ini juga dipresentasikan seperti halnya kelas eksperimen,

akan tetapi tanpa menggunakan multimedia presentasi sebagaimana pada

kelas eksperimen.

B. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain

penelitian Nonequivalent Control Group Pretest-Posttest Design (Sugiyono,

2008:116).

Adapun tahapan secara umum dalam pengambilan data untuk uji

retensi ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Tahap Penelitian

Kelas Pretest Perlakuan Posttest 1 Jangka waktu Posttest 2

E O X O

3 minggu O

K O - O O

Keterangan:

E = Kelas Eksperimen

K = Kelas Kontrol

X = Treatment/Perlakuan

O = Pretest, Posttest 1, Posttest 2

E O X O

(21)

C. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Banjar yang

bertempat di Kota Banjar, Jawa Barat, dan waktu dilaksanakannya penelitian

ini adalah pada bulan Juni 2012.

D. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IA 5 dan kelas

XI IA 7 SMA Negeri 1 banjar tahun ajaran 2011/2012. Kedua kelas ini dipilih

secara purposif, dimana dari 8 kelas jurusan IPA yang terdapat di SMA

Negeri 1 Banjar ini dipilih dua kelas dengan pengajar yang sama, sehingga

kondisi awal dan pengalaman belajar siswa sebelumnya relatif sama pula.

E. Definisi Operasional

1. Metode Penugasan Presentasi Multimedia

Metode penugasan presentasi multimedia yang dimaksud adalah

pemberian tugas kepada siswa untuk membuat sebuah media presentasi

tentang materi pada konsep alat indera dengan menggunakan Microsoft

Power Point, kemudian mempresentasikannya di depan kelas dengan

bantuan LCD projector, dimana guru berperan sebagai fasilitator. Siswa

diperbolehkan mengembangkan media presentasi yang dibuatnya dengan

menggunakan video animasi, flash, atau multimedia lainnya, sesuai

dengan kreativitas siswa. Pembuatan presentasi multimedia ini dikerjakan

(22)

guru secara berkala untuk mencegah adanya miskonsepsi pada materi

yang akan disampaikan oleh siswa. Masing-masing kelompok siswa

ditugaskan untuk membuat satu media presentasi mengenai salah satu

indera pada manusia, kemudian dipresentasikan.

2. Pembelajaran Konvensional

Pembelajaran konvensional yang dilakukan siswa kelas kontrol

dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode penugasan dan

presentasi sama seperti pada kelas eksperimen, namun tanpa adanya

multimedia presentasi. Adapun penugasan yang diberikan pada kelas

kontrol adalah berupa pembuatan makalah sederhana yang kemudian

dipresentasikan di depan kelas tanpa multimedia presentasi.

3. Retensi Siswa

Retensi siswa yang dimaksud adalah kemampuan mengingat

yang dimiliki siswa terhadap materi yang telah dipelajari dalam jangka

waktu tertentu. Dalam penelitian ini jangka waktu yang digunakan untuk

melakukan tes retensi adalah 3 minggu setelah kegiatan pembelajaran.

Pada uraian sebelumnya telah dijelaskan bahwa salah satu faktor yang

dapat mengganggu daya ingat pada siswa adalah masuknya informasi

baru. Maka dari itu, jangka watu 3 minggu untuk melakukan tes retensi

ditetapkan dengan pertimbangan dalam waktu 3 minggu tersebut siswa

(23)

informasi baru yang didapat siswa. Dengan demikian, dapat terlihat

seberapa besar kemampuan retensi siswa tersebut setelah mendapat

penambahan informasi sebagai gangguan pada daya ingatnya. Instrumen

yang digunakan dalam tes retensi ini sama dengan instrumen yang

digunakan pada saat posttest pertama, namun dengan sedikit manipulasi

pada nomor option jawaban.

4. Motivasi Belajar Siswa

Motivasi yang dimaksud adalah motivasi belajar siswa yang

diukur setelah melakukan pembelajaran. Motivasi ini diukur dengan

instrumen yang diadaptasi dari model Attention, Relevance, Confidence,

and Satisfaction (ARCS) (Keller, 2000), dimana keempat aspek tersebut

dijadikan indikator untuk mengukur tingkat motivasi siswa melalui

pernyataan-pernyataan yang terdapat pada angket yang diberikan pada

siswa.

5. Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil

belajar dalam ranah kognitif sebagai hasil dari pembelajaran dengan

metode penugasan dan presentasi dengan multimedia. Hasil belajar ini

diperoleh dari tes objektif berupa soal pilihan ganda sebanyak 30 soal

dengan 5 option jawaban, yang diberikan sebelum pembelajaran (sebagai

(24)

Selain tes objektif, penilaian hasil belajar juga dilihat dari hasil

karya siswa berupa media presentasi powerpoint serta kegiatan presentasi

yang dilakukan siswa tentang materi alat indera.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan antara lain adalah sebagai

berikut:

1. Tes tertulis, untuk mengukur hasil belajar dan retensi siswa pada ranah

kognitif, yaitu berupa tes objektif sebanyak 30 soal pilihan ganda yang

telah diujicoba. Tes ini diberikan sebelum pembelajaran (pretest) dan

setelah pembelajaran konsep alat indera (posttest pertama), baik pada

kelas eksperimen, ataupun pada kelas kontrol. Instrumen yang digunakan

dalam tes retensi (retest atau posttest kedua) adalah instrumen yang sama

dengan instrumen yang diberikan pada saat posttest pertama, namun

dengan manipulasi nomor option jawaban.

2. Tugas pembuatan multimedia presentasi, yang kemudian dinilai oleh guru

sekaligus menjadi peer assesment bagi siswa. Penilaian ini juga mencakup

kegiatan presentasi yang dilakukan siswa.

3. Angket yang digunakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa setelah

melakukan pembelajaran, baik pada kelas eksperimen, maupun kelas

kontrol. Angket tersebut merupakan modifikasi dari angket yang

diadaptasi dari model ARCS (Keller, 2000), dimana di dalamnya terdapat

(25)

setuju, ragu-ragu, setuju, dan sangat setuju, yang diisi dengan cara meberi

tanda ceklis () pada salah satu option jawaban yang dipilih.

4. Angket yang digunakan untuk mengetahui respon siswa mengenai metode

penugasan presentasi multimedia pada konsep alat indera, yang diberikan

pada kelas eksperimen. Angket ini terdiri dari 34 pernyataan yang,

masing-masing pernyataan memiliki 5 option jawaban sebagaimana pada

angket motivasi belajar siswa (sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu,

setuju, sangat setuju).

G. Prosedur Penelitian

1. Tahap Persiapan

a. Observasi awal terhadap sampel penelitian mengenai

masalah-masalah yang terdapat pada pembelajaran Biologi.

b. Perumusan judul penelitian.

c. Kajian Pustaka.

d. Penyusunan proposal dan melakukan bimbingan dengan dosen.

e. Pengajuan proposal penelitian pada seminar proposal.

f. Perbaikan proposal penelitian berdasarkan hasil seminar.

g. Peyusunan instrumen penelitian.

h. Pertimbangan (judgement) instrumen penelitian oleh dosen ahli.

i. Revisi instrumen penelitian berdasarkan hasil judgement dosen.

j. Uji coba instrumen penelitian.

(26)

l. Revisi instrumen penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian

a. Penjaringan nilai awal siswa melalui pretest.

b. Pelaksanaan pembelajaran, baik untuk kelas eksperimen maupun kelas

kontrol.

c. Pemberian posttest di akhir pembelajaran terhadap kelas eksperimen

dan kelas kontrol.

d. Penjaringan informasi mengenai motivasi belajar siswa melalui

pemberian angket di akhir pembelajaran, baik untuk kelas eksperimen,

maupun kelas kontrol.

e. Pemberian angket mengenai respon siswa terhadap pembelajaran yang

telah dilakukan pada kelas eksperimen.

f. Pemberian posttest kedua (retest), yang dilaksanakan dalam jangka

waktu 3 minggu setelah pelaksanaan posttest pertama.

3. Tahap Analisis dan Pembahasan

a. Melakukan uji normalitas dan homogenitas.

b. Analisis terhadap hasil belajar dan retensi siswa (uji hipotesis).

c. Analisis angket motivasi belajar siswa.

d. Pembuatan pembahasan dan kesimpulan.

(27)

H. Teknik Pengumpulan Data

1. Melakukan pretest atau tes sebelum pembelajaran dimulai untuk

mengetahui pengetahuan awal siswa, dan posttest untuk mengetahui hasil

belajar siswa setelah melakukan pembelajaran. Pretest dan posttest ini

diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

2. Melakukan tes retensi yang dijaring dengan menggunakan tes objektif,

dan merupakan posttest kedua. Tes retensi ini diberikan dalam jangka

waktu 3 minggu setelah posttest pertama dengan instrumen yang sama.

Sebelumnya, siswa tidak mendapat pemberitahuan akan adanya tes kedua.

Hal ini bertujuan agar kemampuan retensi siswa yang terukur benar-benar

berdasarkan hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya.

3. Menilai tingkat penguasaan siswa dalam pembuatan media presentasi

yang merupakan hasil karya siswa sekaligus kegiatan presentasi yang

dilakukan siswa.

4. Menjaring informasi mengenai motivasi belajar siswa melalui angket

motivasi siswa mode ARCS.

5. Menjaring pendapat siswa mengenai metode penugasan presentasi

multimedia dengan pendekatan kontekstual dengan menggunakan angket

yang diberikan setelah kegiatan pembelajaran kepada kelas eksperimen.

I. Analisis Instrumen

Sebelum digunakan sebagai alat untuk mengambil data hasil

(28)

beberapa dosen ahli dalam aspek kriteria butir soal pada konsep alat indera

manusia. Setelah dijudge dan direvisi, instrumen tersebut kemudian

diujicoba pada siswa yang telah mendapatkan pembelajaran mengenai

konsep alat indera manusia. Instrumen yang diujicobakan ini berupa 40 soal

pilihan ganda dengan 5 option jawaban. Setelah mendapatkan hasil ujicoba,

hal selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan analisis butir soal untuk

mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran dari

soal yang akan dijadikan sebagai instrumen penelitian ini, untuk kemudian

direvisi kembali sebelum benar-benar dijadikan instrumen untuk mengambil

data dalam penelitian ini. Dari hasil revisi setelah melakukan uji coba soal,

didapatkan 30 soal yang digunakan untuk dijadikan instrumen penelitian.

1. Uji Validitas

Menurut Sugiyono (2008) hasil peneltian yang valid bila

terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang

sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Sementara menurut

Arikunto (2011) sebuah item soal dikatakan valid apabilla mempunyai

dukungan yang besar terhadap skor total. Rumus yang digunakan untuk

uji validitas ini adalah rumus korelasi product moment, yaitu:

∑ ∑ ∑

√ ∑ ∑ ∑ ∑

(Arikunto, 2011)

Keterangan:

: Koefesien korelasi antar variabel

(29)

X : Nilai suatu butir soal

Y : Nilai Soal

Berikut adalah tabel interpretasi besarnya koefesian

korelasi:

Tabel 3.2 Interpretasi Koefesien Korelasi Butir Soal

No. Rentang Validitas Keterangan

1. 0,80 - 1,00 Sangat Tinggi

2. 0,60 - 0,79 Tinggi

3. 0,40 - 0,59 Cukup

4. 0,20 - 0,39 Rendah

5. 0,00 - 0,19 Sangat Rendah

Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan,

didapatkan 3 butir soal dengan validitas tinggi, 7 butir soal dengan

validitas cukup, 10 butir soal dengan validitas rendah, dan 10 butir

soal dengan validitas sangat rendah. Soal dengan validitas sangat

rendah mengalami revisi terlebih dahulu sebelum akhirnya digunakan

sebagai instrumen penelitian. Berikut adalah hasil uji validitas butir

soal.

Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Instrumen

Nomor Butir Soal Jumlah Presentase Validitas

22, 23, 29 3 10% Tinggi

2, 3, 4, 12, 15, 17, 21, 30 7 23,33% Cukup 5, 7, 9, 10, 13, 14, 15, 18,

25, 26 10 33,33% Rendah

1, 6, 8, 11, 16, 19, 20, 24,

27, 28, 36 10 33,33% Sangat rendah

(30)

2. Uji Reliabilitas

Hasil penelitian yang reliabel, bila terdapat kesamaan data

dalam waktu yang berbeda (Sugiyono, 2008:172). Rumus yang

digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen yang digunakan adalah:

(Arikunto, 2011)

Keterangan:

: Reliabilitas tes secara keseluruhan

p : Proporsi subjek yang menjawab item yang benar

q : Proporsi subjek yang menjawab item yang salah (q = 1-p) ∑pq : Jumlah hasil perkalian antara p dan q

n : Banyaknya item

S : Standar deviasi dari tes

Berikut adalah tabel interpretasi untuk mengetahui kriteria

reliabilitas:

Tabel 3.4 Klasifikasi Rentang Reliabilitas

No. Indeks Reliabilitas Keterangan

1. 0,80 - 1,00 Sangat Tinggi

2. 0,60 - 0,79 Tinggi

3. 0,40 - 0,59 Cukup

4. 0,20 - 0,39 Rendah

5. 0,00 - 0,19 Sangat Rendah

Berdasarkan hasil uji reliabilitas, didapatkan nilai

reliabilitas sebesar 0,69 yang berarti termasuk kategori tinggi.

3. Tingkat kesukaran

(31)

Rumus yang digunakan untuk menguji tingkat kesukaran dari soal yang

digunakan adalah:

(Arikunto, 2011)

Keterangan:

P : Indeks kesukaran

B : Banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar

JS : Jumlah seluruh siswa peserta tes

Berikut adalah tabel interpretasi untuk mengetahui

klasifikasi tingkat kesukaran:

Tabel 3.5 Klasifikasi Indeks Tingkat Kesukaran

No. Indeks Tingkat Kesukaran Keterangan

1. 0,71 - 1,00 Mudah

2. 0,31 - 0,70 Sedang

3. 0,00 - 0,30 Sukar

Hasil perhitungan tingkat kesukaran menunjukan adanya soal

dengan tingkat kesukaran sangat mudah sebanyak 5 butir soal, mudah

sebanyak 3 butir soal, sedang sebanyak 10 butir soal, sukar sebanyak 7

soal, dan sangat sukar sebanyak 5 soal. Beberapa soal mengalami revisi

sebelum akhirnya digunakan sebagai instrumen hasil belajar dalam

penelitian ini. Berikut adalah rincian dari hasil perhitungan tingkat

(32)

Tabel 3.6 Hasil Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal

Nomor Butir Soal Jumlah Presentase Keterangan

1, 2, 3, 19, 21 5 16,67% Sangat Mudah

9, 15, 30 3 10% Mudah

4, 6, 7, 8, 12, 14, 22, 23,

24, 29 10 33,33% Sedang

11, 16, 17, 18, 20, 25, 27 7 23,33% Sukar 5, 10, 13, 26, 28 5 16,67% Sangat Sukar

Jumlah 30 100%

4. Daya Pembeda

Daya pembeda digunakan untuk menentukan soal yang dapat

membedakan siswa yang termasuk kelompok pandai (upper group) dan

siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group). Rumus yang

digunakan adalah:

(Arikunto, 2011) Keterangan:

: Banyaknya peserta kelompok atas

: Banyaknya peserta kelompok bawah

BA : Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan

benar

BB : Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan

benar

Berikut adalah tabel interpretasi untuk mengetahui kriteria

(33)

Tabel 3.7 Klasifikasi Indeks Daya Pembeda

No. Indeks Daya Pembeda Keterangan

1. Negatif Sangat Jelek

2. 0,00 – 0,20 Jelek

3. 0,21 – 0,40 Cukup

4. 0,41 – 0,70 Baik

5. 0,71 – 1,00 Baik Sekali

Berdasarkan hasil uji coba soal, didapatkan 12 butir soal

dengan kriteria daya pembeda yang jelek, 12 butir soal dengan kriteria

daya pembeda cukup, 3 butir soal dengan kriteria daya pembeda baik,

dan 3 butir soal dengan kriteria daya pembeda baik sekali, dengan

rincian sebagai berikut:

Tabel 3.8 Hasil Uji Daya Pembeda Butir Soal

Nomor Butir Soal Jumlah Presentase Keterangan

22, 23, 29 3 10% Baik sekali

4, 7, 30 3 10% Baik

2, 5, 6, 11, 12, 13, 14, 15, 16,

17, 21, 25 12 40% Cukup

1, 3, 8, 9, 10, 18, 19, 20, 24,

26, 27, 28 12 40% Jelek

Jumlah 30 100%

Berdasarkan hasil uji validitas, tingkat kesukaran, dan daya

pembeda, secara keseluruhan terdapat beberapa soal yang mengalami

revisi sebelum akhirnya digunakan sebagai instrumen penelitian.

Soal-soal tersebut adalah Soal-soal nomor 1, 5, 6, 8, 10, 16, 19, 20, 29, dan 30.

Berikut adalah rekapitulasi hasil uji coba instrumen hasil

(34)

Tabel 3.9 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Butir Soal

1 Sangat Rendah Sangat Mudah Jelek Direvisi

2 Cukup Sangat Mudah Cukup Dipakai

3 Cukup Sangat Mudah Jelek Dipakai

4 Cukup Sedang Baik Dipakai

5 Rendah Sangat Sukar Cukup Direvisi

6 Sangat Rendah Sedang Cukup Direvisi

7 Rendah Sedang Baik Dipakai

8 Sangat Rendah Sedang Jelek Direvisi

9 Rendah Mudah Jelek Dipakai

10 Rendah Sangat Sukar Jelek Direvisi

11 Sangat Rendah Sukar Cukup Dipakai

12 Cukup Sedang Cukup Dipakai

13 Rendah Sangat Sukar Cukup Dipakai

14 Rendah Sedang Cukup Dipakai

15 Rendah Mudah Cukup Dipakai

16 Sangat Rendah Sukar Cukup Direvisi

27 Cukup Sukar Cukup Dipakai

18 Cukup Sukar Jelek Dipakai

19 Sangat Rendah Sangat Mudah Jelek Direvisi

20 Sangat Rendah Sukar Jelek Direvisi

21 Cukup Sangat Mudah Cukup Dipakai

22 Tinggi Sedang Baik Sekali Dipakai

23 Tinggi Sedang Baik Sekali Dipakai

24 Sangat Rendah Sedang Jelek Dipakai

25 Rendah Sukar Cukup Dipakai

26 Rendah Sangat Sukar Jelek Dipakai

27 Sangat Rendah Sukar Jelek Dipakai

28 Sangat Rendah Sangat Sukar Jelek Dipakai

29 Tinggi Sedang Baik Sekali Direvisi

(35)

J. Teknik Pengolahan Data

1. Analisis Hasil Tes Objektif

a. Uji Prasyarat

1) Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah suatu variabel

bersifat normal atau tidak. Normal disini berarti mempunyai

distribusi yang normal. Uji normalitas dalam penelitian ini

dilakukan dengan menggunakan perhitungan Saphiro-Wilk

dengan bantuan program SPSS versi 16. Taraf signifikansi (α)

yang diambil dalam perhitungan ini adalah 0,05. Jadi H0 diterima

dan H1 ditolak apabila angka sigfnifikansi hasil perhitungan lebih

besar daripada taraf signifikansi (α), yaitu 0,05.

H0 : Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal

H1 : Sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi

normal

2) Uji Homogenitas

Uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan

bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi

yang memiliki variansi yang sama. Uji homogenitas dilakukan

apabila data yang akan diuji berdistribusi normal. Dalam

penelitian ini, uji homogenitas juga dilakukan dengan bantuan

SPSS versi 16 dengan ketentuan yang sama dengan uji normalitas.

Berikut adalah pasangan H0 dan H1 pada uji homogenitas.

(36)

H1 : Kedua kelas memiliki variansi data yang tidak homogen

b. Uji Hipotesis

1) Perhitungan Hasil Belajar Siswa

Data hasil belajar siswa diolah dengan menggunakan

posttest karena hasil pretest pada kelas eksperimen dan kelas

kontrol tidak menunjukan adanya perbedaan yang signifikan,

dengan kata lain kedua kelas memiliki kemampuan awal yang

sama. Uji hipotesis untuk data hasil belajar siswa ini kemudian

dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 16, dengan

pasangan hipotesis sebagai berikut:

H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata nilai

hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.

H1 : Terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata nilai hasil

belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.

Karena taraf signifikansi (α) yang digunakan adalah 0,05,

maka H1 diterima dan H0 ditolak apabila angka signifikansi hasil

perhitungan lebih kecil daripada angka 0,05. Begitupun

sebaliknya, H0 diterima dan H1 ditolak apabila hasil perhitungan

menunjukan angka signifikansi yang lebih besar dari 0,05.

2) Perhitungan Retensi Siswa

Persentase retensi siswa dihitung dengan menggunakan

rumus recognition method (Sawrey dan Telford, 1988), yaitu

(37)

Adapun tabel kriteria skor retensi ini adalah sebagai

berikut:

Tabel 3.10 Klasifikasi Kemampuan Retensi

No. Skor Retensi Keterangan

1. ≥ 80 Sangat baik

2. 70 – 79 Baik

3. 60 – 69 Cukup

4. 50 – 59 Kurang

5. ≤ 49 Sangat Kurang

Seperti halnya pengujian hipotesis terhadap data hasil

belajar, uji hipotesis untuk data retensi pun dilakukan dengan

bantuan program SPSS versi 16. Berikut adalah pasangan

hipotesis nol dan hipotesis tandingannya:

H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata nilai

retensi antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.

H1 : Terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata nilai

retensi antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.

Ketentuan hasil uji hipotesis untuk nilai rata-rata hasil

belajar ini sama dengan ketentuan pada uji hipotesis nilai hasi

belajar.

2. Penilaian Penugasan Pembuatan dan Kegiatan Presentasi Siswa

Penilaian ini merupakan data tambahan untuk menilai hasil karya

(38)

oleh siswa dari kelompok lain yang sedang tidak melakukan presentasi

(peer assesment). Skor yang diberikan adalah skala 1-5, yang kemudian

dikonversi ke dalam persen (%) untuk melihat tingkat penguasaan siswa

terhadap kriteri penilaian tersebut.

Adapun kriteria untuk perolehan nilai tersebut adalah sebagai

berikut:

Tabel 3.11 Kriteria Penilaian Presentasi

No. Tingkat Penguasaan (%) Predikat

1. ≥ 86 Sangat baik

2. 76 – 85 Baik

3. 60 – 75 Cukup

4. 55 – 59 Kurang

5. ≤ 54 Sangat Kurang

3. Analisis Angket Motivasi Belajar

Analisis angket diawali dengan menghitung skor yang diberikan

siswa terhadap setiap pernyataan dalam angket. Berikut adalah konversi

option jawaban dalam angket ke dalam angka:

Untuk pernyataan positif:

Sangat Setuju : 5

Setuju : 4

Ragu-ragu : 3

Tidak Setuju : 2

(39)

Adapun untuk pernyatan negatif:

Sangat Setuju : 1

Setuju : 2

Ragu-ragu : 3

Tidak Setuju : 4

Sangat Tidak Setuju : 5

Langkah selanjutnya adalah menghitung skor rata-rata gabungan

dari pernyataan positif dan negatif untuk setiap kategori, kemudian

menentukan kriterianya, dengan ketentuan:

Tabel 3.12 Klasifikasi Tingkat Motivasi

No. Skor rata-rata Kategori

1. 1,00-1,49 Tidak baik

2. 1,50-2,49 Kurang baik

3. 2,50-3,49 Cukup baik

4. 3,50-4,49 Baik

5. 4,50-5,00 Sangat baik

4. Analisis Angket Respon Siswa

Angket ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap

pembelajaran yang dilakukan dengan metode penugasan presentasi

multimedia dengan pendekatan kontekstual pada konsep alat indera.

Rumus yang digunakan dalam analisis angket ini adalah:

(40)

Berikut adalah tabel interpretasi untuk perhitungan analisis angket

respon siswa:

Tabel 3.13 Klasifikasi Presentase Angket

Presentase Kategori

0 % Tidak ada

1 % - 25 % Sebagian kecil 26 % - 49 % Hampir setengahnya

50 % Setengahnya

51 % - 75 % Sebagian besar 76 % - 99 % Pada umumnya

(41)

K. Alur Penelitian

Observasi Awal

Perumusan Masalah

Seminar Proposal Penelitian Penyusunan Proposal Penelitian

Penyusunan Instrumen

Revisi

Judgement Instrumen oleh Dosen Ahli

Revisi

Pelaksanaan Penelitian

Kelas Kontrol Kelas Eksperimen

Pretest Pretest

Pembelajaran (Perlakuan) Pembelajaran konvensional

Posttest 1 Posttest 1

Jangka Waktu 3 Minggu

Pengolahan Data

(42)
(43)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab

sebelumnya, maka diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu:

1. Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil belajar siswa pada

kelas yang menggunakan metode penugasan presentasi dengan menggunakan

multimedia dan hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan metode

konvensional untuk materi pembelajaran alat indera manusia, dimana kelas

dengan metode penugasan presentasi yang menggunakan multimedia

memiliki rata-rata nilai hasil belajar dengan kategori baik, sedangkan nilai

rata-rata hasil belajar untuk kelas dengan pembelajaran konvensioanl berada

pada kategori cukup. Namun demikian, hasil belajar (posttest 1) menunjukan

bahwa baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen mengalami peningkatan,

meskipun dengan jumlah peningkatan yang berbeda.

2. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan retensi kelas yang

menggunakan metode penugasan presentasi dengan multimedia dan

kemampuan retensi kelas yang menggunakan metode konvensional, dimana

nilai rata-rata retensi untuk kelas yang menggunakan metode presentasi

multimedia berada pada kategori sangat baik, sedangkan nilai rata-rata retensi

(44)

3. Tingkat motivasi siswa yang dijaring dengan menggunakan angket

menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat

motivasi belajar siswa pada kelas yang menggunakan metode penugasan

presentasi dengan multimedia dan tingkat motivasi belajar siswa pada kelas

dengan metode konvensional. Rata-rata nilai motivasi belajar kelas

eksperimen berada pada kategori baik, sedangkan rata-rata nilai motivasi

belajar kelas kontrol berada pada kategori cukup.

4. Angket respon yang diberikan pada siswa menunjukan bahwa rata-rata siswa

memberikan respon positif terhadap pembelajaran dengan metode penugasan

presentasi menggunakan multimedia.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis merekomendasikan

beberapa hal berkaitan dengan metode pembelajaran yang digunakan dalam

penelitian ini, diantaranya adalah:

1. Bagi para guru hendaknya sering memberikan kesempatan kepada siswa

untuk melakukan presentasi di depan kelas untuk melatih kepercayaan diri

siswa, dan menghindari kejenuhan siswa atas metode ceramah yag biasa

digunakan guru. Karena berdasarkan jawaban angket respon yang diberikan

pada siswa terbukti bahwa sebagian besar setuju bahwa dengan melakukan

presentasi sendiri, ditambah dengan adanya multimedia presentasi sebagai

(45)

hasil penelitian juga menunjukan bahwa metode ini dapat memberikan

pengaruh yang baik terhadap hasil belajar, motivasi, dan retensi siswa.

2. Apabila guru berniat menggunakan metode presentasi, dimana siswa

membuat sendiri media presentasinya, hendaknya siswa diberikan instruksi

dan petunjuk sejelas mungkin, ditambah dengan bimbingan intensif selam

pengerjaan media presntasi, untuk menghindari adanya konsep-konsep yang

salah atau ketidaktepatan dalam pembuatan media presentasi tersbut.

3. Dalam kegiatan presentasi dan diskusi yang dilakukan dalam pembelajaran

seperti pada penelitian ini, hendaknya guru benar-benar dapat mengontrol

jalannya kegiatan presentasi dan diskusi agar sesuai dengan alokasi waktu

(46)

DAFTAR PUSTAKA

BSNP. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Djamarah, S. B. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamid, Moh. S. (2011). Metode Edutaiment. Jogjakarta: DIVA Press.

Herlanti, Y., Rustaman, N.Y., dan Setiawan, W. (2007). Kontribusi Wacana Multimedia terhadap Pemahaman dan Retensi Siswa (Studi Kasus pada Pembelajaran Hereditas di Kelas 3 MTs Cimahi). Jurnal

Juhaeri. (2007). Pengantar Multimedia untuk Media Pembelajaran. [Online]. Tersedia:http://ilmukomputer.org/wpcontent/uploads/2009/07juhaeri -multimedia_bagian1.pdf. (28 November 2011).

Karim, N. (2010). Membuat Media Pembelajaran dengan Microsoft Power Point. [Online]. Tersedia: http://nurmanspd.wordpress.com/2010/12/ 25/membuat-media-pembelajaran-dengan-ms-power-point-2007/. (28 November 2011).

Karmana, O. (2007). Cerdas Belajar Biologi untuk Kelas XI. Bandung: PT Grafindo Media Pratama.

Kartono, K. (1996). Psikologi Umum. Bandung: Mandar Maju.

Keller, J. M. (2000). How to Integrate Learner Motivation Planning into Lesson Planning: The ARCS Model Approach. [Online]. Tersedia: http://mailer.fsu.edu/~jkeller/Articles/Keller%202000%20ARCS%2 0Lesson%20Planning.pdf. (21 November 2011).

(47)

Kistinnah, I., dan Lestari, E. S. (2006). Biologi 2 Makhluk Hidup dan Lingkungannya untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Kurniadi, K. A. (2009). Dasar-Dasar Anatomi dan Fisiologi Manusia. Bandung: Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA Universitas Pendidikan Indonesia.

Makmun, A. S. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mayer, R. E. (2009). Muitimedia Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Nasution, S. (2009). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Omjay. (2009). Metode Pemberian Tugas. [Online]. Tersedia: http://umum.kompasiana.com/2009/06/12/metode-pemberian-tugas/. (28 November 2011).

Priadi, A. (2009). Biology 2 for Senior High School Year XI. Jakarta: Yudhistira.

Riyanti, B.P.D., Prabowo, H., dan Puspitawati, I. (2007). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum 1. [Online]. Tersedia di: http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/psikologi_umum_1/Bab_ 6.pdf. (1 Oktober 2011).

Riyanti, B.P.D., dan Prabowo, H. (2007). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum 2. [Online]. Tersedia di: http://elearning.gunadarma.ac.id/ docmodul/psikologi_umum2/bab1_motivasi.pdf. (1 Juli 2012).

Rusman. (2012). Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung: Alfabeta

Rustaman, N.Y., Dirjosoemarto, S., Yudianto, S.A., Achmad, Y., Subekti, R., Rochinaniawati, D., dan Nurjhani, M. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang.

Samadhi, A. Pembelajaran Aktif (Active Learning. [Online]. Tersedia:

http://uripsantoso.files.wordpress.com/2011/06/active-learning_52.pdf. (21 November 2011).

(48)

Silberman, M. L. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. (2011). Bandung: Penerbit Nusamedia.

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sudjadi, B., dan Laila, S. (2005). Biologi Sains dalam Kehidupan 2B. Jakarta: Yudhistira.

Sudrajat, A. (2008). Media Pembelajaran. [Online]. Tersedia: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/konsep-media-pembelajaran/. (28 November 2011).

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2010). Metode Penelitan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sry. (2009). Pemanfaat Microsoft Power Point untuk Media Pembelajaran. [Online]. Tersedia: http://pamongsakaba.wordpress.com/2009/09/29/ pemanfaatan-microsoft-power-point-untuk-media-pembelajaran/. (21 November 2011).

Syah, M. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Uno, H. B. (2010). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Uyanto, S. S. (2009). Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Yolida, B. (2007). Penerapan Metode Resitasi dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa. JPMIPA. 8 (1), 19-24. [Online]. Tersedia: http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/81071924.pdf. (14 Oktober 2011).

Gambar

Tabel
Gambar
Tabel 3.1 Tahap Penelitian
Tabel 3.2 Interpretasi Koefesien Korelasi Butir Soal
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hipotesis dalam penelitian ini adalah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan guru pada

Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan untuk institusi pendidikan agar saat memberikan intervensi senam ergonomis harus memperhatikan

Koroni salah satu etnik yang mendiami wilayah Utara Pulau Buton memiliki cerita rakyat asal usul yang disebut tradisi ritual Kaago-ago liwu.. Tradisi ritual Kaago-agono

Alat pengendali motor DC magnet permanen ini menggunakan dua metode, yaitu metode PID (Proposional, Integral dan Diferensial) dan metode Modulasi Lebar Pulsa (Pulse Width

ANALISA RESIDU PESTISIDA PROFENOFOS PADA TANAMAN KAKAO DAN LADA DENGAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS FLAME PHOTOMETRIC

Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada bidang, warna atau ruang... Beberapa Contoh

Dan Tafsir Ilmi Penciptaan Jagat Raya Kementrian Agama RI menganut teori kreasi, bahwa Allah Swt yang telah menciptakan semua kejadian di alam semesta ini.

Menurut penulis pendistribusian hasil pendapatan sewa tanah wakaf Masjid Baitur Rahman sudah sangat baik, terlebih distribusi yang dilakukan oleh nazhir tidak bertentangan