• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN BADAN ARBITRASE NASIONAL (BASYARNAS) SETELAH KELUARNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2006 DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERANAN BADAN ARBITRASE NASIONAL (BASYARNAS) SETELAH KELUARNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2006 DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu konsekuensi berkembangnya unit-unit usaha ekonomi syariah adalah terjadi sengketa antara para pihak, maka syarat dan prosedur dalam menyelesaikan sengketa

Dalam Pasal 55 Ayat (2) UU No 48 Tahun 2009, Pengawasan pelaksanaan putusan pengadilan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dilakukan sesuai dengan

Dan tidak tersedianya upaya hukum terhadap putusan akhir sesuai dengan asas final and binding salah satu keuntungan dari penyelesaian melalui arbitrase di bandingkan

1) Penyelesaian sengketa ekonomi syariah dilakukan oleh pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama. 2) Dalam hal para pihak telah memperjanjikan penyelesaian sengketa selain

Apabila pada hari yang telah ditetapkan, Termohon tanpa suatu alasan yang sah, sedangkan ia telah dipanggil secara patut, tidak datang dimuka sidang, maka Arbiter Tunggal

Prosedur Penyelesaian Sengketa Asuransi Pada Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS) dan Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI). Setiap lembaga apapun dalam

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul : “ BADAN ARBITRASE SYARIAH

AGAMA DALAM PENGANGKATAN MEDIATOR NON HAKIM BERDASARKAN PERMA NOMOR 1 TAHUN 2016", Bengkoelen Justice : Jurnal Ilmu Hukum,