Perekonomian Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan I-2016 mencapai Rp 28.674 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 21.895 miliar.
Ekonomi Sulawesi Tengah Triwulan I-2016 terhadap Triwulan I-2015 (y-on-y) tumbuh 11,81 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2015. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 49,08 persen, adapun dari sisi Pengeluaran terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh 87,85 persen.
Ekonomi Sulawesi Tengah Triwulan I-2016 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar -1,62 persen. Dari sisi lapangan usaha, kontraksi ini disebabkan oleh Kategori Konstruksi yang turun sebesar -5,57 persen. Sedangkan dari sisi Pengeluaran lebih disebabkan menurunnya kinerja Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (-13,16 persen) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (-5,62 persen).
Struktur ekonomi Sulampua secara spasial pada Triwulan I-2016 didominasi oleh kelompok provinsi di PulauSulawesi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto Sulampua, yakni sebesar 71,43 persen, diikuti oleh Pulau Papua sebesar 22,26 persen, dan Kepulauan Maluku 6,31 persen. Sementara pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Provinsi Gorontalo 3,25 persen (q-to-q) dan Sulawesi Tengah 11,81 persen (y-on-y).
Grafik 1. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Triwulan I-2016
No. 28/05/72/Th.XIX, 4 Mei 2016
P
ERTUMBUHAN
E
KONOMI
S
ULAWESI
T
ENGAH
T
RIWULAN
I-2016
EKONOMI
SULAWESI
TENGAH
TRIWULAN
I-2016
KONTRAKSI
1,62
PERSEN
DIBANDING
TRIWULAN
I-2015
A.
PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2016 Terhadap Triwulan I-2015 (y-on-y)
Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2015 dibanding triwulan I-2014 (y-on-y) tumbuh 11,81 persen. Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha kecuali Konstruksi. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Industri Pengolahan sebesar 49,08 persen, diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar 41,48 persen, dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 13,89 persen. 49,08 41,48 13,89 0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 Industri Pengolahan Pertambangan dan Penggalian Informasi dan Komunikasi
Struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2016 menunjukkan adanya yang berarti, dimana Kategori Industri pengolahan masuk dalam kategori dominan bersama Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Konstruksi; dan Pertambangan dan Penggalian dalam PDRB Sulawesi Tengah.
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah
t
riwulan I-2016 (y-on-y), Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 4,20 persen, diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar 4,18 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 1,17 persen; serta Informasi dan Komunikasi sebesar 0,54 persen.Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2016 Terhadap Triwulan IV-2015 (q-to-q)
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2016 terhadap triwulan IV-2015 diwarnai oleh mulai normalnya aktivitas industri pengolahan bijih logam (Nickel Pig Iron) di Sulawesi Tengah, namun demikian industri pengolahan LNG oleh PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) di Kabupaten Banggai yang sudah beroperasi sejak Triwulan III 2015 mengalami penurunan kapasitas produksi sehingga secara umum terjadi kontraksi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar -1,79 persen walaupun untuk Industri Pengolahan Logam Dasar tumbuh diatas 7 persen.
Penurunan produksi PT DSLNG berpengaruh pula terhadap pertambangan minyak dan gas bumi yang menurun pada Triwulan I-2016 sehingga secara umum Kategori Pertambangan dan Penggalian juga mengalami kontraksi sebesar -3,19 persen. Kontraksi pada dua kategori perekonomian ini bersama
Grafik 2. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha ( y on y )
Grafik 3. Pertumbuhan PDRB q to q Menurut Lapangan Usaha
3,93 7,28 4,20 5,19 -0,66 -0,62 3,48 1,18 1,17 0,80 5,00 4,18 3,09 2,30 2,87 -5 0 5 10 15 20
Triw I-2015 Triw IV-2015 Triw I-2016
PDRB
Lainnya
Pertambangan dan Penggalian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Konstruksi Industri Pengolahan -120 -100 -80 -60 -40 -20 0 20 40 60 -30 -20 -10 0 10 20 30
I-14 II-14 III-14 IV-14 I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 PDRB
Industri Pengolahan
Pertambangan dan Penggalian 16,49 %
15,10 %
0,51 10,96 2,16 -2,35 2,99 6,50 4,18 2,55 3,14 2,34 16,49 11,81
I-2014 I-2015 I-2016
KRT Ekspor Lainnya Pertumbuhan
Grafik 4. Pertumbuhan Beberapa Komponen Triwulan I-2016
Grafik 5. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran
B.
PDRB MENURUT PENGELUARAN
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2016 Terhadap Triwulan I-2015 (y-on-y)
Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2016 terhadap triwulan I-2015 didorong pertumbuhan komponen Perubahan Inventori sebesar 237,98 persen; dan Komponen Ekspor sebesar 87,85 persen.
Struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan I-2016 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang mencakup lebih dari separuh PDRB Sulawesi Tengah. Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB secara berturut-turut adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto; Pengeluaran Konsumsi Pemerintah; Ekspor Barang dan Jasa; dan Perubahan Inventori; sedangkan Pengeluaran Konsumsi LNPRT dan Impor Barang dan Jasa; relatif kecil.
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2016 (y-on-y), maka Komponen Ekspor Barang dan Jasa merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 6,50 persen, diikuti komponen Konsumsi Rumah Tangga sebesar 3,14 persen.
326,14 237,98 87,85 6,62 0 100 200 300 400 Impor PI Ekspor PKLNPRT
-6,00 -4,00 -2,00 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00
I-14 II-14 III-14 IV-14 I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 PDRB
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2016 Terhadap Triwulan IV-2015 (q-to-q)
Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2016 terhadap triwulan IV-2015 (q-to-q) kontraksi sebesar 1,62 persen. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan negatif yang terjadi hampir di seluruh komponen pengeluaran, kecuali Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh sebesar 0,71 persen.
C.
PDRB SULAWESI MALUKU PAPUA (SULAMPUA)
Pertumbuhan ekonomi di kawasan Sulampua Triwulan I-2016 tertinggi dicapai oleh Provinsi Sulawesi Tengah 11,81 persen (y-on-y), diikuti oleh Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 7,41 persen dan terendah adalah Provinsi Papua sebesar -2,03 persen. Hampir semua provinsi di Sulampua memiliki pertumbuhan ekonomi diatas pertumbuhan ekonomi nasional, kecuali Provinsi Papua.
11,81 7,41 6,61 6,14 5,96 5,52 5,46 5,21 5,09 -2,03 4,63 Su lteng Sulsel G or ont alo Sul bar Sul ut
Pabar Maluku Sul
tra M alut Papua Indonesia 3,25 0,76 -0,86 -1,62 -1,95 -2,79 -6,53 -7,31 -11,92 -15,08 -0,62 Goro nt alo Sul sel M alut Sul teng
Pabar Maluku Sul
tra Sul bar Sul ut Papua Indonesia Grafik 6. Pertumbuhan PDRB q to q Beberapa Komponen PKRT
Tabel 1
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (milyar rupiah)
Lapangan Usaha
Harga Berlaku Harga Konstan 2010
Triw I-2015 Triw IV-2015 Triw I-2016 Triw I-2015 Triw IV-2015 Triw I-2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 8.190 8.676 8.731 6.440 6.694 6.669
B Pertambangan dan Penggalian 2.470 3.281 3.168 1.974 2.884 2.793
C Industri Pengolahan 2.151 3.275 3.221 1.676 2.545 2.499
D Pengadaan Listrik dan Gas 7 8 7 9 10 9
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 37 38 40 29 29 30
F Konstruksi 3.798 3.902 3.725 2.644 2.672 2.523
G Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 2.353 2.711 2.696 1.884 2.094 2.055
H Transportasi dan Pergudangan 990 1.148 1.140 793 862 857
I Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum 134 159 155 100 117 113
J Informasi dan Komunikasi 822 925 937 755 848 860
K Jasa Keuangan dan Asuransi 574 617 655 436 457 483
L Real Estat 507 544 542 403 423 420
M,N Jasa Perusahaan 69 75 76 52 55 55
O Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 1.617 1.833 1.776 1.168 1.271 1.232
P Jasa Pendidikan 1.018 1.154 1.155 768 830 830
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 380 385 389 285 287 288
R,S,T,U Jasa Lainnya 228 257 261 167 179 179
Tabel 2
Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2010 (persen) Lapangan Usaha Triw I- 2016 terhadap Triw IV-2015 Triw I-2016 terhadap Triw I-2015 Sumber Pertumbuhan Triw I-2015 (q to q) (1) (2) (3) (4)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan -0,37 3,56 -0,11
B Pertambangan dan Penggalian -3,19 41,48 -0,41
C Industri Pengolahan -1,79 49,08 -0,20
D Pengadaan Listrik dan Gas -4,79 6,54 0,00
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 1,59 2,41 0,00
F Konstruksi -5,57 -4,56 -0,67
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor -1,86 9,10 -0,17
H Transportasi dan Pergudangan 0,55 8,14 -0,02
I Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum -3,09 13,66 -0,02
J Informasi dan Komunikasi 1,35 13,89 0,05
K Jasa Keuangan dan Asuransi 5,73 10,74 0,12
L Real Estat -0,82 4,20 -0,02
M,N Jasa Perusahaan 0,17 5,23 0,00
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
dan Jaminan Sosial Wajib -3,12 5,44 -0,18
P Jasa Pendidikan 0,08 8,05 0,00
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,47 0,97 0,01
R,S,T,U Jasa Lainnya 0,10 7,28 0,00
Tabel 3
Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2015, Triwulan I-2015, Triwulan IV-2015, dan Triwulan I-2016
(persen) Lapangan Usaha 2015 2015 Triw I-2016 Triw I Triw IV (1) (3) (4) (5) (6)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 31,26 32,31 29,93 30,45
B Pertambangan dan Penggalian 10,31 9,75 11,32 11,05
C Industri Pengolahan 9,72 8,49 11,30 11,23
D Pengadaan Listrik dan Gas 0,03 0,03 0,03 0,03
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan
Daur Ulang 0,14 0,15 0,13 0,14
F Konstruksi 14,29 14,98 13,46 12,99
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor 9,25 9,28 9,35 9,40
H Transportasi dan Pergudangan 4,00 3,91 3,96 3,98
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,55 0,53 0,55 0,54
J Informasi dan Komunikasi 3,22 3,24 3,19 3,27
K Jasa Keuangan dan Asuransi 2,19 2,26 2,13 2,29
L Real Estat 1,95 2,00 1,88 1,89
M,N Jasa Perusahaan 0,27 0,27 0,26 0,26
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib 6,43 6,38 6,32 6,19
P Jasa Pendidikan 4,06 4,02 3,98 4,03
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,42 1,50 1,33 1,36
R,S,T,U Jasa Lainnya 0,90 0,90 0,89 0,91
Tabel 4
PDRB Menurut Pengeluaran
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (miliar rupiah)
Lapangan Usaha
Harga Berlaku Harga Konstan 2010
Triw I-2015 Triw IV-2015 Triw I-2016 Triw I-2015 Triw IV-2015 Triw I-2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 13.466 14.437 14.531 10.181 10.721 10.796
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 441 552 515 348 397 371
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.194 4.421 3.622 2.480 2.928 2.543
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 11.039 13.439 12.238 8.455 9.351 8.826
5. Perubahan Inventori 766 3.032 2.885 202 723 683
6. Ekspor Barang dan Jasa 1.785 3.618 3.444 1.449 2.860 2.723
7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 229 1.599 1.010 125 840 535
8. Net Ekspor Antar Daerah -5.117 -8.911 -7.551 -3.408 -3.883 -3.511
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 25.345 28.988 28.674 19.583 22.257 21.895
Tabel 5
Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2010 (persen) Komponen Triw I- 2016 Terhadap Triw IV-2015 (Q to Q) Triw I-2016 terhadap Triw I-2015 (Y on Y) Sumber Pertumbuhan Triw I-2016 (Q to Q) Sumber Pertumbuhan Triw I-2016 (Y on Y) (1) (2) (3) (4) (5)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 0,71 6,04 0,34 3,14
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT -6,60 6,62 -0,21 0,12
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah -13,16 2,51 -1,73 0,32
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto -5,62 4,38 -2,36 1,89
5. Perubahan Inventori -5,63 237,98 -0,18 2,45
6. Ekspor Barang dan Jasa -4,80 87,85 -0,62 6,50
Tabel 6
Struktur PDRB Menurut Pengeluaran Tahun 2015, Triwulan I-2015, Triwulan IV-2015, dan Triwulan I-2016
(persen) Lapangan Usaha 2015 2015 Triw I-2016 Triw I Triw IV (1) (3) (4) (5) (6)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 51,76 53,13 49,80 50,68
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 1,83 1,74 1,90 1,80
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 14,09 12,60 15,25 12,63
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 44,61 43,55 46,36 42,68
5. Perubahan Inventori 8,95 3,02 10,46 10,06
6. Ekspor Barang dan Jasa 9,38 7,04 12,48 12,01
7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2,70 0,90 5,52 3,52
8. Net Ekspor Antar Daerah -27,91 -20,19 -30,74 -26,33