BAB III
PERLUNYA ASEAN MEMBENTUK COMPETITION AUTHORITY
3.1 European Union
European Union (Uni Eropa) adalah bentuk kemitraan dalam bidang politik
dan ekonomi antar negara-negara Eropa. Dilihat dari sejarahnya, Uni Eropa telah
membantu menciptakan kedamaian, stabilitas, dan meningkatkan standar hidup negara anggota. Uni Eropa juga memiliki mata uangnya sendiri yang berguna untuk memudahkan terbentuknya pasar tunggal Eropa dimana orang, barang jasa, investasi dan modal bisa berpindah antar negara anggota semudah perpindahan di dalam satu negara.79
Uni Eropa merupakan organisasi antar pemerintahan dan supranasional80
yang berdiri dibawah Perjanjian Uni Eropa (perjanjian Maastricht81) pada tahun 1992. Namun, latar belakang terbentuknya sudah dimulai jauh sebelum itu. Organisasi internasional ini bekerja melalui gabungan sistem supranasional dan antarpemerintahan. Di beberapa bidang, keputusan-keputusan ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat di antara negara-negara anggota, dan di bidang-bidang
79
www.wikipedia.com, diakses pada 1 Desember 2014
80
Supranasional adalah metode pengambilan keputusan dalam komunitas politik multi-nasional, dimana kekuasaan ditransfer ke otoritas yang lebih luas daripada pemerintah negara-negara anggota. Karena keputusan dalam beberapa struktur supranasional diambil secara suara terbanyak, adalah mungkin untuk negara anggota dalam serikat tersebut dipaksa oleh negara-negara anggota lain untuk melaksanakan keputusan
81Perjanjian Maastricht
lainnya lembaga-lembaga organ yang bersifat supranasional menjalankan
tanggung jawabnya tanpa perlu persetujuan anggota-anggotanya.82
Salah satu cara mencapai integrasi Eropa adalah dengan membentuk
Komunitas Eropa (European Community) yang beranggotakan negara-negara
Eropa. Pada tahun 1951 melalui Treaty of Paris, enam negara Eropa (Belgia,
Jerman, Perancis, Italia, Luxemburg, dan Belanda) membentuk The European
Coal and Steel Community (ECSC) dengan tujuan untuk membentuk common market bagi industri batu bara dan baja. ECSC berdiri selama 50 tahun dan diintegrasikan dalam Komunitas Eropa setelah perjanjian pembentukan ECSC berakhir pada tanggal 23 Juli 2002. Perkembangan integrasi Eropa berikutnya
terjadi pada tahun 1957, melalui Treaty of Rome atau yang biasa disebut sebagai
Treaty Estabilishing the European Community (TEEC), yang membentuk The European Atomic Energy (Euratom) dan Masyarakat Ekonomi Eropa (European Economic Community).83
Uni Eropa didirikan secara resmi melalui Treaty of Maastricht dan mulai berlaku pada tanggal 1 November 1993. Terdapat tiga pilar utama dalam struktur
Uni Eropa yang diatur dalam Treaty of Maastricht, yaitu:84
1. European Communities, yang menangani kebijakan ekonomi, sosial, dan masalah lingkungan Uni Eropa;
2. Common Foreign and Security Policies (CFSP), yang menangani urusan luar negeri dan kemiliteran Uni Eropa; dan
82
https://www.academia.edu/7985860/european_union, diakses pada 1 Desember 2014
83Fanny Alda Putri, “Masalah Keberlakuan Hukum Internasional dalam Sistem Hukum
Regional Uni Eropa”, Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 2013, h. 8
84
3. Police and Judicial Co-operation in Criminal Matters (PJCC), yang bertanggung jawab atas kerjasama mengenai pemberantasan tindak criminal.
PJCC dulu bernama Justice and Home Affairs (JHA).
Baik TEEC dan Treaty of Maastricht kemudian direvisi dan dituangkan
dalam Treaty of Amsterdam dan Treaty of Nice. Untuk menyederhanakan
perjanjian- perjanjian internasional pembentuk Uni Eropa yang ada, 25 kepala negara dari negara anggota Uni Eropa mengajukan pembentukan Konsitusi Uni Eropa. Ide ini tidak terwujud karena tidak tercapai kesepakatan antara negara-negara anggota Uni Eropa. Pada akhirnya tercetuslah untuk mengubah perjanjian-perjanjian tersebut ke dalam suatu reform treaty yang kemudian disebut dengan
Treaty of Lisbon. Pada tanggal 13 Desember 2007, the European Council
menandatangani Treaty of Lisbon yang kemudian baru berlaku pada bulan
Desember 2009. Treaty of Lisbon menghapus ketiga pilar dalam struktur Uni
Eropa serta mengubah nama Treaty Estabilishing the European Union menjadi
Treaty Functioning of the European Union (TFEU) dan Treaty of Maastricht
menjadi Treaty of the European Union (TEU).85
3.1.1 Sumber Hukum Uni Eropa
Sebagaimana sistem hukum regional lainnya, hukum regional Uni Eropa juga
memiliki sumber hukum, yaitu :86
1. Primary Legislation, yang terdiri dari perjanjian-perjanjian internasional yang merupakan anggaran dasar Uni Eropa;
2. Perjanjian Internasional yang dibuat oleh Uni Eropa dengan pihak ketiga;
85Ibid
h. 10
86
3. Secondary Legislation, yang berupa produk legislasi institusi-institusi Uni Eropa yang terdiri dari regulation, directive, dan decision, serta produk non-legislasi Uni Eropa yang terdiri dari recommendation dan opinion;
4. Prinsip Hukum Umum; dan
5. Perjanjian-perjanjian yang dibuat antara negara anggota Uni Eropa. 3.1.2 The Institutions
Sumber : Prof. Dr. Wolfgang Schumann, Institutional Structure at Supranational level (I), www.dadalos-europe.org, Dikunjungi pada 20 November 2014
Berdasarkan Article 13 TEU ada 7 Institusi utama yang dipercayakan untuk mengurus EU, yaitu :
1. The Commision
atas nama Uni Eropa secara keseluruhan. Jika dibandingkan dengan kewenangan
yang ada dalam suatu negara, Komisi Eropa merupakan lembaga eksekutif.87
Komisi Eropa dan Presiden-nya memiliki 4 peran, yaitu :88
- Mempromosikan kepentingan umun Uni Eropa - Mengawasi penerapan hukum Uni Eropa - Mengeksekusi pelaksanaan penganggaran - Representasi eksternal
Dalam masa kerjanya, Komisi Eropa bertanggung jawab kepada Parlemen Eropa. Jika Parlemen Eropa merasa tidak puas dengan kinerja Komisi Eropa, maka Parlemen Eropa dapat mengajukan motion of cencure sebagaimana diatur
dalam Pasal 17 ayat (8) TEU “Pasal 17 ayat (8) berbunyi :“The Commission, as a
body, shall be responsible to the European Parliament. In accordance with
Article 267 of the Treaty on the Functioning of the European Union,the European
Parliament may vote on a motion on censure of the Commission. If such amotion
is carried, the members of the Commission shall resign as a body and the
HighRepresentative of the Union for Foreign Affairs and Security Policy shall
resign from the duties that he or she carries out in the Commission”.89
Wewenang The Commission berdasarkan Article 17 TEU :90
1. The Commission shall promote the general interest of the Union and take
appropriate initiatives to that end. It shall ensure the application of the amended by the Treaty of Lisbon (2007), Foundation for EU Democracy, Denmark, 2008, h.24
89Fanny Alda Putri, “Masalah Keberlakuan Hukum Internasional dalam Sistem Hukum
Regional Uni Eropa”, Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 2013, h. 46
90
Treaties, and of measures adopted by the institutions pursuant to them. It
shall oversee the application of Union law under the control of the Court
of Justice of the European Union. It shall execute the budget and manage
programmes. It shall exercise coordinating, executive and management
functions, as laid down in the Treaties. With the exception of the common
foreign and security policy, and other cases provided for in the Treaties, it
shall ensure the Union's external representation. It shall initiate the
Union's annual and multiannual programming with a view to achieving
interinstitutional agreements President of The Commission
Komisi mendukung kepentingan umum Uni Eropa dan mengambil inisiatif yang tepat untuk itu. Komisi harus menjamin penerapan the Treaty, dan langkah-langkah yang diadopsi oleh institusi lainnya telah sesuai dengan aturan yang ada. Komisi akan mengawasi penerapan hukum Uni Eropa
dibawah kendali (European Court of Justice). Komisi membuat anggaran
dan mengelola program. Komisi harus melaksanakan koordinasi eksekutif
dan fungsi manajemen, seperti yang tercantum dalam the Treaties. Dengan
pengecualian dari asing umum dan kebijakan keamanan, dan kasus-kasus lain yang diatur dalam the Treaties, hal itu harus menjamin representasi eksternal Uni Eropa.
2. Union legislative may only be adopted on the basis of a Commission
proposal, except where the Treaties provide otherwise. Other acts shall be
adopted on the basis of a Commission proposal where the Treaties so
Tindakan legiselatif Uni Eropa harus dilakukan atas persetujuan dari Komisi eropa kecuali jika di dalam perjanjian menetapkan lain. Tindakan lainnya yang dilakukan Uni Eropa harus atas usul Komisi Eropa dimana
dalam The Treaties menetapkan demikian.
(i) Legislative Power
Komisi Eropa memiliki peran yang sangat penting dalam proses legiselatif, seperti yang sudah diterangkan sebelumnya pada Article 17(2) TEU bahwa Komisi Eropa memiliki hak inisiatif, yang menempatkannya berada di garis terdepan dalam hal pengembangan kebijakan. Kebanyakan rancangan undang-undang akan disetujui oleh the Council dan the European Parliament, tetapi Komisi Eropa memiliki hak inisiatif yang memungkinkannya untuk bertindak sebagai „motor of integration‟ untuk Uni Eropa. Namun kenyataannya the Council
yang banyak berperan dalam inisiatif pembuatan undang-undang.91
Cara kedua, Komisi Eropa pada proses legiselatif juga memiliki hak untuk mengembangan rencana pembuatan undang-undang setiap tahunnya. Seperti yang dijelaskan Article 17(1) TEU Komisi Eropa juga membentuk prioritas pengaturan agenda untuk Uni Eropa untuk tahun yang akan datang. Hal ini, terangkum dalam rencana program tahunan dengan maksud untuk mencapai kesepakatan antar
lembaga.92
Komisi Eropa juga memiliki pengaruh terhadap kebijakan Uni Eropa dalam cara ketiga, yaitu dalam membangun strategi kebijakan secara general. Contohnya the Commission‟s White Paper pada saat penyelesaian pasar internal, yang
91
Paul Craig dan Graine de Burca, EU Law: Text, Cases, and Materials, Oxford University Press, 2011, h. 37
berbentuk tindakan Eropa tunggal. Inisiatif Komisi Eropa dibawah pimpinan Jacques Delors memberikan kontribusinya dalam Pembangunan Ekonomi dan Serikat Moneter.93
Cara ke-empat Komisi Eropa menjalankan kekuasaan legiselatifnya adalah melalui kapasitas, di beberapa daerah tertentu untuk memberlakukan norma Uni
Eropa tanpa melibatkan lembaga Uni Eropa lainnya.94
Menurut Article 290 TFEU95 Komisi Eropa melatih kekuasaan delegasinya
dengan diberikan delegasi oleh the Council dan European Parliament untuk
membuat regulasi dalam bidang tertentu.96
(i) Administrative Power
Komisi Eropa memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam hal wewenang administrative. Sesuai Article 17(1) TEU yang menyebutkan bahwa Komisi Eropa harus mengurus program. Kebijakan sekali dibuat, harus didaftarkan. Undang-undang, sekali berlaku harus dilaksanakan dengan baik. Biasanya hal ini akan melalui proses administrasi bersama, menggunakan badan-badan nasional. Komisi Eropa akan melakukan pengawasan secara general, untuk meyakinkan bahwa
peraturan yang ada benar-benar terlaksana dalam negara-negara anggota.97
(ii) Executive Power
93 Ibid 94Ibid
95“A legislative act may delegate to the Commission the power to adopt non-legislative
acts to supplement or amend certain non-essential elements of the legislati- ve act. The objectives, content, scope and duration of the delegation of power shall be explicitly defined in the legislative acts. The essential elements of an area shall be reserved for the legislative act and accordingly shall not be the subject of a delegation of power.”
96
Paul Craig dan Graine de Burca, Op.Cit., h. 37
97
Komisi Eropa memiliki tanggung jawab dari sifat eksekutif, yaitu : terkait dengan keuangan dan mengenai hubungan eksternal. Komisi Eropa memiliki peran penting dalam pembentukan anggaran belanja Uni Eropa, dan juga dalam hal pengeluaran, terutama dalam dukungan pertanian yang berpengaruh besar terhadap anggaran belanja Uni Eropa dan kebijakan structural, yang didesain untuk membantu daerah-daerah miskin, menyesuaikan penurunan industry, dan
memerangi pengangguran jangka panjang.98
(iii)Judicial Power
Komisi Eropa memiliki 2 macam wewenang yudisial. Sesuai Article 17(1)
TEU, bahwa Komisi Eropa harus memastikan penerapan The Treaties, dan hukum
yang dibuat sudah berdasarkan ketentuan didalamnya. Melakukan pengawasan
bahwa penerapan Hukum Uni Eropa dibawah kontrol ECJ ( European Court of
Justice).99
Komisi Eropa akan memberikan tindakan terhadap negara-negara anggota
jika mereka melanggar hukum Uni Eropa.100 Tindakan tersebut sesuai dengan
Article 258 TFEU101, berikut ini adalah sistematika sebelum membawa negara
101 “If the Commission considers that a Member State has failed to fulfil an obligation under the Treaties, it shall deliver a reasoned opinion on the matter after giving the State concerned the opportunity to submit its observations.
If the State concerned does not comply with the opinion within the period laid down by the Commission, the latter may bring the matter before the Court of Justice of the European Union.”
102
Komisi Eropa juga bertindak dalam bidang tertentu sebagai penyelidik dan hakim awal dari Treaty Violation (pelanggaran perjanjian), baik dari perusahaan privat atau pun dari negara anggota. Bidang yang paling penting adalah kebijakan kompetisi dan membantu negara. Keputusan Komisi Eropa akan ditinjau oleh Pengadilan Umum. Terlepas dari judicial review, Komisi Eropa memiliki wewenang dalam hal investigasi dan ajudikatif, hal tersebut menjadi alat yang
penting untuk pengembangan kebijakan Uni Eropa.103
President of the Commission
Berdasarkan Article 17 (7) TEU Presiden Komisi Eropa diusulkan dari mayoritas Perdana Menteri yang berkualitas, the European Parliament akan menyetujui juka mayoritas anggota menyutujui, jika ditolak maka kandidat yang baru akan dipilih dalam waktu 1 bulan dengan prosedur yang sama. The Council, melalui kesepakatan bersama dengan Presiden terpilih, akan mengadopsi daftar orang-orang yang mengusulkan untuk diangkat sebagai anggota Komisi Eropa.
Mereka harus dipilih, atas dasar saran yang dibuat oleh negara-negara anggota.104
Wewenang Presiden Komisi Eropa :105
- Memutuskan pedoman dan internal organisasi,
- Menunjuk wakil Presiden dan memberhentikan anggota
Seorang anggota Komisi mengundurkan diri jika Presiden memintanya. Perwakilan Tinggi Uni Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan akan
103
Paul Craig dan Graine de Burca, Loc.Cit., h. 39
104
Jens Peter-Bonde, Op.Cit., h. 26
105
mengundurkan diri, sesuai dengan prosedur yang diatur dalam Pasal 18 (1), jika
Presiden memintanya.106
Prosedur Anti Kompetitif Agreements (Perjanjian anti kompetisi)
Berdasarkan Article 101 TFEU, perjanjian yang dilarang adalah perjanjian yang antar perusahaan yang mencegah, membatasi, atau mendistorsi persaingan di Uni Eropa dan yang dapat mempengaruhi perdagangan antar negara anggota (perjanjian anti kompetitif). Termasuk menetapkan harga atau kartel, perjanjian anti kompetitif dilarang baik yan bersifat horizontal (antara perusahaan yang
beroperasi pada tingkat yang sama) atau pun vertikal (pada tingkat berbeda).107
Prosedur berdasarkan pasal 101 TFEU :
1. Adanya keluhan;
2. Melakukan inisiatif untuk penyelidikan sendiri
3. Pengajuan keringanan hukuman dari salah satu peserta kartel. Dalam program
Kemurahan hati Komisi, perusahaan pertama yang mengajukan bukti yang cukup untuk Komisi baik untuk memulai inspeksi atau memungkinkan untuk menemukan pelanggaran menerima pembebasan penuh (kekebalan total). Ketika berlaku kekebalan, perusahaan juga harus mengakhiri keikutsertaannya dalam pelanggaran. Perusahaan yang mendekati Komisi dan kemudian berkontribusi memiliki nilai yang lebih untuk penyelidikan dan memenuhi syarat untuk pengurangan denda, dalam hal pengajuan kekebalan syarat dan
Kekuatan investigasi Komisi untuk menegakkan Pasal 101 diatur dalam Peraturan Antitrust. Komisi diberdayakan, misalnya, untuk:109
- Mengirim permintaan informasi kepada perusahaan; - Dalam konteks pemeriksaan :
1. Memasuki tempat perusahaan;
2. Memeriksa catatan yang berhubungan dengan bisnis; 3. Mengambil salinan catatan-catatan;
4. Segel tempat usaha dan catatan selama pemeriksaan;
5. Meminta anggota staf atau perusahaan perwakilan pertanyaan yang berkaitan dengan subjek-materi dan tujuan pemeriksaan dan mencatat jawaban.
Pada akhir fase investigasi awal, Komisi dapat mengambil keputusan untuk melanjutkan kasus ini sebagai prioritas dan melakukan penyelidikan mendalam, atau untuk menutupnya. Dalam kasus kartel, jika kasus itu harus dilanjutkan, Komisi memutuskan apakah atau tidak kasus ini cocok untuk prosedur penyelesaian.110
Antitrust Procedures in Abuse of Dominance (Prosedur Antitrust dari Posisi
Dominan)
Berdasarkan Article 102 TFEU, posisi dominan dilarang dalam suatu pasar tertentu. Kasus mengenai Article 102 ini dapat ditangani oleh Komisi Eropa atau pun badan pengawas nasional yang menjadi tempat kasus tersebut terjadi.
109Ibid 110
Investigasi dapat dilakukan setelah adanya laporan dari negara yang merasa dirugikan atau melalui investigasi secara mandiri.111
Langkah pertama yang dilakukan Komisi adalah menilai apakah pelaku usaha tersebut dominan atau tidak, Komisi juga mengambil faktor-faktor lain dipertimbangkan dalam penilaian mengenai dominasi, termasuk kemudahan yang pelaku usaha lain dapat memasuki pasar; adanya tambahan bea masuk karena konsumen; ukuran keseluruhan dan kekuatan perusahaan dan sumber daya dan sejauh mana itu hadir pada beberapa tingkat rantai pasokan (integrasi vertikal).112
Kekuatan investigasi Komisi untuk menegakkan Pasal 102 yang tertera dalam
Peraturan 1/2003 (Peraturan Antitrust). Komisi diberdayakan, misalnya, untuk:113
- Mengirim permintaan informasi kepada perusahaan; - Dalam konteks pemeriksaan:
1. memasuki tempat perusahaan;
2. memeriksa catatan yang berhubungan dengan bisnis; 3. mengambil salinan catatan-catatan;
4. segel tempat usaha dan catatan selama pemeriksaan;
5. meminta anggota staf atau perusahaan perwakilan pertanyaan yang berkaitan dengan subjek-materi dan tujuan pemeriksaan dan mencatat jawaban.
Pada akhir fase investigasi awal, Komisi dapat mengambil keputusan untuk menjadikan kasus ini sebagai prioritas dan melakukan penyelidikan mendalam, atau untuk menutupnya.
111Ibid 112Ibid 113
Merger Control Procedures
Dasar hukum untuk Control Merger Uni Eropa adalah Peraturan Dewan (EC) No 139/2004, EU Merger Regulation. Peraturan tersebut melarang merger dan akuisisi yang signifikan akan mengurangi kompetisi di Pasar Tunggal, misalnya jika mereka akan membuat perusahaan dominan yang cenderung menaikkan harga
bagi konsumen.114
Komisi pada prinsipnya hanya meneliti merger lebih besar dengan dimensi Uni Eropa, yang berarti bahwa perusahaan penggabungan mencapai ambang batas omset tertentu. Ada dua cara alternatif untuk mencapai ambang batas omset untuk
dimensi Uni Eropa.115
Alternatif pertama membutuhkan:
(i) omset seluruh dunia gabungan dari semua perusahaan penggabungan lebih dari € 5 000 juta dan
(ii) omset luas Uni Eropa untuk masing-masing setidaknya dua dari perusahaan lebih dari € 250 juta.
Alternatif kedua membutuhkan:
(i) omset seluruh dunia dari semua perusahaan penggabungan lebih 2 €500 juta,
(ii) omset gabungan dari semua perusahaan penggabungan lebih dari € 100 juta
dalam setiap setidaknya tiga negara anggota,
(iii) omset lebih dari € 25 juta untuk masing-masing setidaknya dua dari perusahaan di masing-masing negara anggota tiga termasuk dalam ii, dan
114Ibid 115
(iv) omset Uni Eropa-lebar dari masing-masing setidaknya dua perusahaan lebih dari € 100 juta.
Dalam kedua alternatif, dimensi Uni Eropa tidak terpenuhi jika setiap perusahaan arsip lebih dari dua pertiga dari omset Uni Eropa-lebar dalam satu dan Negara Anggota yang sama. Sekitar 300 merger biasanya diberitahukan kepada Komisi setiap tahun.116
Merger kecil bukan merupakan wewenang Uni Eropa tetapi merupakan kewenangan otoritas persaingan usaha negaranya. Ada mekanisme rujukan di tempat yang memungkinkan negara-negara anggota dan Komisi untuk menyerahkan kasus tersebut antara mereka, baik atas permintaan perusahaan yang
terlibat dan Negara Anggota.117
Komisi harus diberitahu tentang merger manapun dengan dimensi Uni Eropa sebelum pelaksanaannya. Perusahaan dapat menghubungi Komisi terlebih dahulu untuk melihat bagaimana mempersiapkan terbaik pemberitahuan mereka. Ada template pra-siap digunakan untuk memberitahu merger mereka, berdasarkan
pada kompleksitas kasus.118
Jika perusahaan penggabungan tidak beroperasi di pasar yang sama atau terkait, atau jika mereka memiliki pangsa pasar hanya sangat kecil tidak mencapai ambang batas pangsa pasar tertentu merger akan biasanya tidak menimbulkan masalah persaingan yang signifikan: review merger karena itu dilakukan oleh
disederhanakan prosedur, yang melibatkan pemeriksaan rutin.119
116Ibid 117Ibid 118Ibid 119
Batas pangsa pasar adalah: 15% gabungan pangsa pasar di pasar apapun di mana mereka berdua bersaing, atau pangsa pasar 25% di pasar vertikal terkait.
Komisi melakukan penyelidikan penuh. Rincian pemberitahuan baru dipublikasikan di situs kompetisi Komisi dan dalam Jurnal Resmi Uni Eropa, sehingga setiap pihak yang berkepentingan dapat menghubungi Komisi dan
menyampaikan komentar pada merger.120
Setelah pemberitahuan, Komisi memiliki 25 hari kerja untuk menganalisis kesepakatan selama fase I penyelidikan. Lebih dari 90% dari semua kasus
diselesaikan di Tahap I, umumnya tanpa memperbaiki.121
Fase I tinjauan mungkin melibatkan berikut:
1. Permintaan informasi dari perusahaan penggabungan atau pihak ketiga;
2. Kuesioner kepada pesaing atau pelanggan yang mencari pandangan mereka tentang merger, serta kontak lain dengan pelaku pasar, yang ditujukan untuk menjelaskan kondisi untuk persaingan di pasar tertentu atau peran perusahaan yang bergabung di pasar itu.122
Ada dua kesimpulan utama dari tahap I investigasi:
1. Merger ini dibersihkan, baik tanpa syarat atau tunduk pada obat diterima; atau 2. Merger ini masih menimbulkan kekhawatiran persaingan dan Komisi membuka penyelidikan tahap II.123
Tahap II adalah analisis mendalam dari efek merger terhadap kompetisi dan membutuhkan lebih banyak waktu. Hal ini dibuka ketika kasus ini tidak bisa
120Ibid 121Ibid 122Ibid 123
diselesaikan dalam Tahap I, yaitu ketika Komisi memiliki kekhawatiran bahwa transaksi bisa membatasi persaingan di pasar internal. Penyelidikan tahap II biasanya melibatkan pengumpulan informasi yang lebih luas, termasuk dokumen internal perusahaan, data ekonomi yang luas, kuesioner yang lebih rinci pelaku
pasar, dan / atau kunjungan lapangan.124
Dari pembukaan penyelidikan Tahap II, Komisi memiliki 90 hari kerja untuk membuat keputusan akhir pada kompatibilitas transaksi yang direncanakan dengan Peraturan Merger UE. Hal ini dapat diperpanjang dengan tambahan 15 hari kerja jika pihak yang memberitahukan menawarkan komitmen kemudian pada fase II (yaitu setelah hari kerja ke-55 kasus). Ekstensi lebih lanjut hingga 20 hari kerja dapat diberikan atas permintaan oleh, atau dengan persetujuan, pihak yang memberitahukan. Jika pihak memberitahukan tidak memberikan informasi penting yang Komisi telah diminta dari mereka, jam bisa dihentikan sampai informasi yang hilang tersebut.125
Setelah investigasi tahap II, Komisi dapat tanpa syarat menghapus merger; atau Menyetujui subjek merger untuk obat; atau Melarang merger jika tidak ada solusi yang memadai terhadap masalah kompetisi telah diajukan oleh pihak
penggabungan.126
Semua keputusan akhir - baik tahap I dan tahap II - yang dipublikasikan di situs kompetisi, setelah referensi untuk informasi yang bersifat rahasia perusahaan telah dihapus.127
124Ibid 125Ibid 126Ibid 127
2. The European Parliament
European Parliament (Parlemen Eropa) adalah parlemen yang terdiri dari orang-orang yang merupakan perwakilan dari masyarakat Uni Eropa. Pada
awalnya, Parlemen Eropa adalah gabungan dari ECSC Joint Assembly, EEC
Assembly, dan Euratom Assembly. Gabungan dari tiga majelis dalam Komunitas Eropa tersebut kemudian berganti nama menjadi Parlemen Eropa saat
dibentuknya TEU pada tahun 1993.128
Sejak diberlakukannya Treaty of Lisbon pada tanngal 1 Desember 2009, jumlah kursi yang ada di Parlemen adalah 754 kursi.129 Jumlah ini melebihi
jumlah kursi yang diatur dalam Pasal 14 ayat (2) TEU “The European Parliament
shall be composed of representatives of the Union's citizens. They shall not exceed seven hundred and fifty in number, plus the President. Representation of citizens shall be degressively proportional, with a minimum threshold of six
members per Member State. No Member State shall be allocated more than
ninety-six seats.”.130 Pada umumnya, jumlah minimal kursi yang dimiliki setiap negara anggota Uni Eropa adalah enam kursi dan jumlah maksimalnya adalah 96 kursi. Pembagian jumlah kursi Parlemen Eropa didasarkan pada jumlah penduduk dari negara anggota. Semakin banyak jumlah penduduk dari suatu negara, maka kuota kursi yang dimiliki oleh negara tersebut semakin banyak.Terdapat pengecualian terhadap aturan ini karena baru berlakunya Treaty of Lisbon pada
128
Klaus-Dieter Borchardt, The ABC of European Union Law, (Luxemburg: Publication Office of European Union, 2010), h. 45, dikutip dari Fanny Alda Putri, “Masalah Keberlakuan
Hukum Internasional dalam Sistem Hukum Regional Uni Eropa”, Skripsi, Fakultas Hukum
Universitas Indonesia, Jakarta, 2013, h. 43
129Ibid 130
tahun 2009. Pengecualian tersebut yaitu Jerman dalam periode legislatif
2009-2014 memiliki 99 anggota Parlemen Eropa.131
Pemilihan anggota Parlemen Eropa dilakukan setiap lima tahun sekali. Setiap masyarakat Uni Eropa berhak untuk memilih dan dipilih menjadi anggota Parlemen Eropa.132 Para anggota Parlemen Eropa tidak terbagi-bagi berdasarkan nasionalitas mereka masing-masing, tetapi terbagi berdasarkan
kelompok-kelompok politik.133 Kelompok-kelompok politik ini merupakan kelompok politik
yang pada dasarnya terdapat juga di negara-negara anggota Uni Eropa. Kelompok-kelompok politik tersebut yaitu:
1. Group of European‟s People Party (Christian Democrats) 2. Socialist Group
3. Alliance of Liberals and Democrats for Europe
4. Greens/European Free Alliance
5. European Conservatives and Reformists
6. Europe of Freedom and Democracy Group
7. European United Left-Nordic Green Left
8. Non-attached Group
Wewenang Parlemen Eropa dibagi 3 yaitu : wewenang legiselatif, pemberhentian dan pengangkatan, dan pengawasan. Dalam hal wewenang
131 Ibid 132
Damian Chalmers dan Adam Tomkins, European Union Public Law, (Cambridge: Cambridge University Press, 2007), h. 112, dikutip dari Fanny Alda Putri, “Masalah Keberlakuan
Hukum Internasional dalam Sistem Hukum Regional Uni Eropa”, Skripsi, Fakultas Hukum
Universitas Indonesia, Jakarta, 2013, h. 44
133
legiselatif Parlemen Eropa berperan sebagai legislator dalam proses konsultasi
(consultation) dan dalam proses co-decision (ordinary legislative procedure).
Dalam proses konsultasi, Parlemen dimintakan pendapat atas suatu proposal peraturan perundang-undangan dan Parlemen berhak untuk memberikan
amandemen. Dalam proses co-decision, selain dimintakan pendapat dan
memberikan amandemen terhadap suatu proposal, Parlemen memiliki hak untuk tidak menyetujui proposal.134
TABEL KOMPOSISI ANGGOTA PARLEMEN EROPA
Negara Anggota Uni Eropa Jumlah Perwakilan di Uni Eropa
Jerman 99
Perancis 74
Italia 73
Inggris 73
Spanyol 54
Polandia 51
Romania 33
Belanda 26
Belgia 22
Republik Ceko 22
Yunani 22
Hungaria 22
Portugal 22
134
Swedia 20
Bulgaria 18
Australia 19
Denmark 13
Slovakia 13
Finlandia 13
Irlandia 12
Lithuania 12
Latvia 9
Slovenia 8
Estonia 6
Siprus 6
Luksemburg 6
Malta 6
Sumber : Fanny Alda Putri, “MASALAH KEBERLAKUAN HUKUM INTERNASIONAL DALAM
SISTEM HUKUM REGIONAL UNI EROPA”, Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Indonesia,
Jakarta, 2013, h. 45
terhadap Komisi Eropa, termasuk selama periode pengunduran diri santer terdengar pada tahun 1999. 135
Sejak Perjanjian Maastricht Parlemen Eropa juga memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengangkatan Komisi Eropa. Berdasarkan Article 14(1) TEU
menyatakan bahwa Parlemen Eropa harus memilih Presiden Komisi Eropa. “The
European Parliament shall, jointly with the Council, exercise legislative and
budgetary functions. It shall exercise functions of political control and
consultation as laid down in the Treaties. It shall elect the President of the
Commission”. Namun sebaliknya pada Article 17(7) TEU menerangkan bahwa Dewan Eropa ikut ambil andil dalam memilih kandidat Presiden Komisi Eropa untuk nantinya dipilih oleh Parlemen Eropa oleh mayoritas anggota komponennya. Jika kandidat tersebut tidak memperoleh mayoritas suara yang diperlukan maka Dewan Eropa akan mencari kandidat lain yang memenuhi syarat dalam waktu 1 bulan dan mengajukannya lagi ke Parlemen Eropa untuk dipilih.
Hal ini tidak memberikan Parlemen Eropa hak untuk memilih Presiden Komisi Eropa secara mandiri, kandidat akan diajukan oleh Dewan Eropa dan
harus diterima oleh partai terbesar di Parlemen Eropa.136
Dalam hal anggota Court of Auditors dan Presiden, Wakil Presiden, dan
Dewan eksekutif Bank Sentral Eropa, Parlemen Eropa harus berkonsultasi dengan
Dewan Eropa dan negara-negara anggota, tetapi persetujuan tidak diperlukan.137
Wewenang pengawasan, Parlemen Eropa melakukan pengawasan terhadap institusi lain dalam Uni Eropa, khususnya Komisi Eropa, dengan cara mengajukan
135
Paul Craig dan Graine de Burca, Op.Cit., h. 55
136 Ibid 137
pertanyaan dan membentuk komite penyelidikan. Peraturan mengenai komite penyelidikan sebelum diatur dalam Articles 226 dan 227 TFEU diatur juga dalam Perjanjian Maastricht.138
Parlemen Eropa menerapkan pengawasan demokratis (democratic
supervision) kepada institusi-institusi Uni Eropa lainnya.139 Fungsi pengawasan Parlemen Eropa dapat juga dilakukan melalui pengawasan secara reguler terhadap laporan yang dibuat oleh Komisi Eropa. Selain melakukan pengawasan terhadap Komisi Eropa, Parlemen Eropa juga mengawasi kinerja dari Dewan Anggota Parlemen Eropa memiliki hak bertanya kepada Dewan mengenai isu-isu tertentu
yang sedang berlangsung dalam pertemuan Dewan.140
Perjanjian Maastricht juga mengatur mengenai pengangkatan oleh Parlemen dari Ombudsman. Ombudsman adalah untuk menerima pengaduan dari warga serikat pekerja atau penduduk, warga negara ketiga atau badan hukum, mengenai kasus maladministrasi dalam kegiatan lembaga serikat, badan, kantor, atau instansi serta melakukan pertanyaan yang ia temukan alasan, baik sendiri inisiatif atau atas dasar pengaduan yang disampaikan kepadanya langsung atau melalui negara-negara anggota parlemen Eropa. Ombudsman ditunjuk selama Parlemen Eropa dan dalam kasus kesalahan serius atau pemenuhan non kondisi kantor ECJ tersebut, atas permintaan Parlemen Eropa yang memberhentikan pemegang kantor.141
138Ibid 139
Chalmers, Op.Cit., h. 46
140Ibid 141
Wewenang dalam mengatur anggaran, Parlemen Eropa menggunakan kekuasaannya atas anggaran untuk menekan perubahan yang lebih umum alokasi antar lembaga kekuasaan dan konflik kadang-kadang berakhir di pengadilan. Diatur dalam Article 314 TFEU mengenai prosedurnya yang lebih mengarah kepada prosedur legiselatif.142
3. The Council
The Council (Dewan) terdiri dari menteri-menteri perwakilan dari negara-negara anggota Uni Eropa yang nantinya akan melakukan tindakan pemerintahan
dan memberikan hak suaranya. Sesuai dengan Article 16(2) TEU “The Council
shall consist of a representative of each Member State at ministerial level, who
may commit the government of the Member State in question and cast its vote”.
Tugas utama Dewan adalah bersama Parlemen Eropa membentuk produk legislasi Uni Eropa, yaitu regulation, directive, dan decision.143
Ada pun tugas lain dari Dewan adalah sebagai berikut:
1. mengkoordinasikan peraturan negara anggota Uni Eropa yang beragam mengenai ekonomi dan sosial;
2. membentuk perjanjian internasional antara Uni Eropa dengan negara lain yang bukan negara anggota atau dengan organisasi internasional lainnya;
3. menyetujui anggaran Uni Eropa bersama dengan Parlemen Eropa;
4. mendefiniskan dan mengimplementasikan Common Foreign and Security
Policy (CFSP) berdasarkan pedoman yang telah dibuat oleh Komisi Eropa;
142Ibid
, h.57
143
5. mengkoordinasikan kerjasama antara pengadilan nasional negara anggota dan
juga penegak hukum lainnya.144
Dewan tidak memiliki anggota tetap karena agenda yang dibahas ditiap pertemuan berbeda, misalnya saat ini yang menjadi fokus Uni Eropa adalah tentang peraturan yang terkait dengan ekonomi maka dalam pertemuan Dewan tersebut hanya boleh dihadiri oleh satu menteri yang mengurusi tentang ekonomi
dari tiap negara anggota Uni Eropa. 145 Dewan terbagi menjadi sembilan
berdasarkan tema utama yang menjadi agenda pertemuan, yaitu:
1. Dewan Urusan Umum dan Hubungan Luar Negeri (General Affairs and
External Affairs);
2. Dewan Ekonomi dan Finansial (Economic and Financial Affairs);
3. Dewan Urusan Hukum;
4. Dewan Ketenaga kerjaan, Sosial, Kesehatan, dan Konsumen (Empolyment,
Social Policy, Health and Consumer Affairs);
5. Dewan Persaingan Usaha;
6. Dewan Transportasi, Telekomunikasi dan Energi; 7. Dewan Pertanian dan Perikanan;
8. Dewan Lingkungan; dan
9. Dewan Pemuda, Pendidikan, dan Kebudayaan.146
144Ibid 145
European Commission, How the EU Works: Your Guide to European Union Institutions, (Brussel: EU Directorate-General of Communication, 2007), h.16, dikutip dari Fanny
Alda Putri, “Masalah Keberlakuan Hukum Internasional dalam Sistem Hukum Regional Uni Eropa”, Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 2013, h. 45
Dewan akan melakukan pertemuan jika Presiden Dewan menyelenggarakan pertemuan dengan inisiatifnya, atau atas permintaan dari salah satu negara anggota, atau berdasarkan permintaan Komisi Eropa. Hampir semua pertemuan Dewan bertempat di Brussels, kecuali pada April, Juni, dan October yang diadakan di Luxembourg. Pertemuan yang dilakukan lebih transparan dari yang
sebelumnya, sebagai hasil dari perubahan yang diperkenalkan pada Juni 2006.147
Perjanjian Lisbon menetapkan pertemuan Dewan sibagi menjadi 2 bagian yaitu yang berhubungan dengan tindakan legiselatif dan yang non legiselatif. Jika Dewan melakukan pertemuan yang membahas mengenai tindakan legiselatif
maka pertemuan itu harus dilakukan di hadapan masyarakat umum.148
Wewenang Dewan, Article 16(1) TEU hanya menerangkan bahwa “The
Council shall, jointly with the European Parliament, exercise legislative and
budgetary functions. It shall carry out policy-making and coordinating functions
as laid down in the Treaties”. Dewan bersama-sama dengan Parlemen Eropa,
melaksanakan fungsi legislatif dan anggaran. Dewan melaksanakan pembuatan kebijakan dan mengkoordinasikan fungsi sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian. Hal ini menerangkan bahwa Dewan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan dalam 7 cara.
kebulatan suara, kualitas, atau suara mayoritas bergantung pada ketentuan pasal pada perjanjian tersebut.149 Rancangan undang-undang yang telah dibuat Komisi Eropa akan diteliti lebih lanjut oleh the Coreper dan pihak-pihak yang terkait.150
Kedua, dewan menjadi lebih proaktif dalam hal proses legislatif melalui penggunaan Article 241 TFEU yang menyatakan Dewan yang bertindak oleh mayoritas dapat meminta Komisi Eropa untuk melakukan setiap penelitian yang Dewan anggap diinginkan untuk mencapai tujuan umum, dan untuk menyerahkan rancangan undang-undang yang sesuai. Jika Komisi tidak mengajukan rancangan undang-undang, maka Komisi harus memberitahukan kepada Dewan alasannya. Dewan telah menggunakan wewenang ini untuk membingkai rancangan undang-undang yang spesifik yang diharapkan Komisi dapat membentuk undang-undang-undang-undang yang konkrit. Dewan juga telah menggunakan pendapat dan resolusi sebagai cara
menekan Komisi untuk menghasilkan usulan legiselatif.151
Ketiga, Dewan memiliki wewenang untuk mendelegasikan kekuasannya
kepada Komisi Eropa untuk membentuk peraturan dalam bidang tertentu152 sesuai
Article 290 TFEU “A legislative act may delegate to the Commission the power to
adopt non-legislative acts to supplement or amend certain non-essential elements
of the legislative act. The objectives, content, scope and duration of the delegation
of power shall be explicitly defined in the legislative acts. The essential elements
149 Sir Leon Brittan, „Institutional Development of the European Community‟ [1992] PL
567, dikutip dari Paul Craig dan Graine de Burca, EU Law: Text, Cases, and Materials, Oxford University Press, 2011, h. 45
150
Paul Craig dan Graine de Burca, Op.Cit., h. 45
151Ibid 152
of an area shall be reserved for the legislative act and accordingly shall not be
the subject of a delegation of power.”
Keempat, meningkatnya kompleksitas proses pengambilan keputusan Uni Eropa telah mengharuskan kerjasama antar lembaga yang lebih besar antara Komisi, Parlemen, dan Dewan. Hal ini mengasumsikan berbagai pandangan, dari diskusi informal mengenai bentuk agenda legislatif untuk penggunaan perjanjian antar lembaga.153
Kelima, Dewan bersama-sama dengan Parlemen Eropa, memainkan peran utama dalam hubungan dengan anggaran keuangan Uni Eropa. Keenam, Dewan menyimpulkan perjanjian atas nama eu dengan negara-negara ketiga atau organisasi internasional.154
Terakhir, Dewan memiliki peran yang penting terhadap the Common Foreign
and Security Policy, CFSP. Dengan demikian, Dewan yang mengambil keputusan yang diperlukan untuk mendefinisikan dan menerapkan CFSP dalam pedoman dan arahan dari Dewan. Dewan memiliki peran penting dalam dengan bidang
kebebasan, keamanan dan keadilan.155
4. The European Council
The European Council (Dewan Eropa) terdiri dari Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan dari negara-negara anggota Uni Eropa dan Presiden Komisi Eropa.
Dewan Eropa merupakan institusi yang berbeda dengan The Council (Dewan).156
Pada awalnya Dewan Eropa bukan merupakan institusi Uni Eropa. Pada tahun
153 Ibid 154Ibid 155Ibid 156
1974, pertemuan antara Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan negara-negara anggota Uni Eropa yang dilakukan tiga kali dalam setahun disebut dengan
European Council.157 Dewan Eropa baru menjadi institusi Uni Eropa melalui
Single European Act dan TEU.158
The Committee of Permanent Representatives (Komite sebagai Wakil Tetap) Bekerja di Dewan, akan mengambil sebagian besar waktu yang tersedia untuk para menteri dari negara-negara anggota. Mengingat bahwa mereka hanya bisa
menghabiskan waktu singkat di Brussels, mereka membutuhkan dukungan. The
Committee of Permanent Representatives EC (COREPER) di Brussels memainkan peran penting dan di sini. Hal ini terdiri dari perwakilan permanen dari negara-negara anggota di Brussels dan wakil-wakil mereka dan bertemu setiap minggu. Komite ini bertanggung jawab untuk memantau dan mengkoordinasikan pekerjaan sekitar 250 komite dan kelompok kerja, yang dikelola oleh pegawai negeri dari negara-negara anggota. Ini, pada gilirannya, bertanggung jawab untuk mempersiapkan berkas-berkas untuk COREPER dan Dewan di tingkat teknis. COREPER berkaitan dengan sebagian besar persiapan pengambilan keputusan sejauh konten yang bersangkutan.
Sekretariat Dewan
Sekretariat Dewan mencakup staf sekitar 2.500 bekerja di enam departemen. Tugasnya terutama yang bersifat administratif, yang berarti bahwa ia bertanggung jawab untuk hal-hal seperti menyiapkan agenda untuk bekerja untuk dilakukan,
157Ibid 158
menyusun laporan, layanan penerjemahan, melihat ke pertanyaan hukum dll ilustrasi di bawah ini menawarkan wawasan ke dalam struktur Dewan.
Berdasarkan Article 15 TEU :
1. Dewan Eropa harus menyediakan Uni Eropa sarana yang diperlukan untuk pengembangan dan menentukan arah politik umum dan prioritas tersebut. Tidak melaksanakan fungsi legislatif.
2. Dewan Eropa terdiri atas Kepala Negara atau Pemerintah Negara Anggota, bersama-sama dengan Presiden dan Presiden Komisi. Perwakilan Tinggi Uni Eropa Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan akan mengambil bagian dalam pekerjaannya.
3. Dewan Eropa akan bertemu dua kali setiap enam bulan, yang diadakan oleh Presiden Dewan Eropa. Ketika agenda sangat dibutuhkan, para anggota Dewan Eropa dapat memutuskan masing-masing harus dibantu oleh Menteri dan, dalam hal Presiden Komisi, dibantu oleh anggota Komisi. Ketika keadaan memaksa, Presiden akan mengadakan pertemuan khusus Dewan Eropa.
4. Kecuali dimana Perjanjian menetapkan lain, keputusan Dewan Eropa harus diambil berdasarkan konsensus.
pada isu-isu tentang kebijakan luar negeri dan keamanan bersama, tanpa mengurangi kekuasaan Perwakilan Tinggi Uni Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan. Presiden Dewan Eropa pada tingkat dan dalam kapasitas itu, memastikan eksternal Presiden Dewan Eropa tidak akan mengadakan kantor nasional.
Dewan Eropa adalah contoh klasik dari perubahan dalam struktur asli institusi dari the Treaty untuk menampung kenyataan politik. Melibatkan dari pertemuan
khusus diluar perjanjian sampai pertemuan tingkat tinggi.159
Dewan Eropa adalah pusat proses pengambilan keputusan Uni Eropa. Tidak akan ada perkembangan baik internal maupun eksternal terjadi tanpa dipertimbangkan terlebih dulu oleh Dewan Eropa. Hal ini menyimpulkan bahwa adanya resolusi tidak membuat adanya kekuatan hukum. Namun, mereka memberikan kerangka lain dimana institusi lain dapat mempertimbangkan isu-isu kebijakan tertentu.160
Hubungan antara Dewan Eropa dan institusi Uni Eropa lainnya telah berevolusi. Konferensi tingkat tinggi Dewan Eropa sebelumnya dilihat dengan kecurigaan olek Komisi Eropa, karena biasanya mereka melakukan konferensi tersebut secara rahasia dan Komisi Eropa tidak dilibatkan. Dewan Eropa telah memiliki mekanisme kelembagaan dimana Komisi Eropa dapat mengamankan perjanjian dari negara anggota untuk inisiatuf utama. Agenda Dewan Eropa
disiapkan oleh General Affairs Council (GAC). Presiden Komisi Eropa adalah
salah satu anggota Dewan Eropa, dan banyak inisiatif Dewan Eropa adalah hasil
159
Paul Craig dan Graine de Burca, Op.Cit., h. 49
saran dari Komisi Eropa yang dimasukkan ke dalam agenda yang disiapkan oleh
GAC.161
Sama halnya dengan institusi Uni Eropa lainnya, Dewan Eropa juga memilki
fungsi sebagaimana diatur dalam Pasal 15 TEU “The European Council shall
provide the Union with the necessary impetus for its development and shall define
the general political guidelines thereof. The European Council shall bring
together the Heads of State or of Government of the Member States and the
President of the Commission. They shall be assisted by the Ministersfor Foreign
Affairs of the Member States and by a member of the Commission. The
EuropeanCouncil shall meet at least twice a year, under the chairmanship of the
Head of State or of Government of the Member State which holds the Presidency
of the Council.The European Council shall submit to the European Parliament a
report after each of its meetings and a yearly written report on the progress
achieved by the Union”.162
Fungsi utama dari Dewan Eropa adalah untuk menetapkan pedoman umum dalam tindakan-tindakan Uni Eropa. Hal ini dilakukan dengan cara membuat peraturan-peraturan dan pedoman dasar untuk Komisi Eropa dan Dewan. Tugas Dewan Eropa selain menetapkan pedoman umum, beberapa tugas lain Dewan Eropa di antaranya membuat keputusan tentang bentuk institusional dan tugas Uni Eropa di masa depan, dan
mengembangkan peraturan yang mengikat masyarakat Uni Eropa.163
161Ibid 162
The Treaty of European Union, Article 15
163
5. Court of Justice of the European Union
the Court of Justice of the European Union (Mahkamah Eropa) merupakan lembaga yudikatif Uni Eropa. Mahkamah Eropa telah terbentuk sejak tahun 1952 setelah terbentuknya ECSC dengan nama Mahkamah Komunitas Eropa
(Community Court of Justice). Pada tahun 1957, Mahkamah Komunitas Eropa juga merupakan lembaga yudikatif bagi komunitas Eropa lainnya yaitu Euratom
dan Masyarakat Ekonomi Eropa.164 Setelah berlakunya TEU pada tahun 1993 dan
diamandemen melalui Treaty of Lisbon, terdapat tiga tingkatan peradilan di Uni
Eropa yakni Mahkamah Eropa, Pengadilan Umum, dan Pengadilan Khusus.165
(A) European Court of Justice
European Court of Justice (ECJ) adalah pengadilan tertinggi dalam sistem hukum regional Uni Eropa. Pada awal pembentukannya, ada beberapa alasan mengapa ECJ diperlukan sebagai satu institusi di Uni Eropa. Pertama, Uni Eropa memerlukan suatu lembaga yang terdiri dari ahli-ahli hukum yang dapat memastikan bahwa institusi-institusi Uni Eropa lainnya bertindak sesuai dengan anggaran dasar Uni Eropa dan mentaati semua kewajiban yang harus dijalankan sesuai dengan anggaran dasar. Kedua, adanya ECJ adalah suatu hal yang esensial bagi Uni Eropa untuk melihat bahwa negara-negara anggota patuh terhadap hukum regional Uni Eropa. Ketiga, pengadilan yang memiliki jurisdiksi di seluruh Uni Eropa adalah hal yang penting karena pengadilan tersebut dapat memberikan interpretasi terhadap peraturan-peraturan Uni Eropa kepada pengadilan nasional
164
Borchardt, Op.Cit., h. 67-68.
masing-masing negara anggota agar peraturan-peraturan tersebut dijalankan
dengan benar di setiap negara anggota.166
Berdasarkan Article 19(1)167 TEU menjelaskan bahwa 1 hakim mewakili 1
negara anggota. Hakim dipilih berdasarkan kesepakatan umum oleh pemerintah negara asal,168 setelah konsultasi dengan juri yang menyatakan kepantasan orang
tersebut untuk menjalankan fungsi hakim ECJ.169 Hakim dan Advocates General
dari ECJ harus dipilih dari seseorang yang benar-benar tidak diragukan kemandiriannya, yang memiliki kualifikasi yang memenuhi untuk jabatan di pengadilan tinggi negara mereka masing-masing, atau diakui sangat ahli dalam bidang hukum. Masa jabatannya adalah 6 tahun, namun hakim dapat diangkat kembali. Jabatan tersebut akan disusun kembali, jadi aka nada hakim pengganti setiap 3 tahun. Presiden dari pengadilan akan dipilih dari para hakim dan hakim
tersebut akan menunjuk panitera.170
ECJ dibantu oleh 8 Advocates General dan angka tersebut bisa bertambah jika Dewan memutuskan untuk menambahkannya. Kualifikasi untuk pemilihan,
metode penunjukkan, dan syarat jabatan Advocates General sama dengan hakim
ECJ.171 Tugas Advocates General pada prinsipnya adalah membuat opini tidak
166
Ali M. El-Agraa, Op.Cit., h. 53-54
167“The Court of Justice shall consist of one judge from each Member State. It shall be
assisted by Advocates General. The General Court shall include at least one judge per Member
171T. Tridimas, „The Role of the Advocate General in Community Law: Some Reflections‟
memihak dan independen tentang perkara yang sedang disidangkan di ECJ. Opini
tersebut merupakan bagian dalam putusan ECJ. Advocates General tidak memiliki
hak suara dalam hal memutus suatu perkara layaknya hakim ECJ. Opini
Advocates General tidak selalu dimiliki setiap kasus.172
Negara anggota tertentu yang ditetapkan menjadi hakim ECJ, sedangkan negara laib, seperti Inggris dan Irlandia dinominasikan sebagai Advocates General
atau hakim dalam negeri. Hakim atau Advocates General yang menurut pendapat
hakim dan Advocates General lain sudah tidak lagi memenuhi persyaratan dan
kewajiban jabatan dapat dihapuskan. Hakim yang menjadi anggota maka dengan
sendirinya akan terlepas dari jabatan mereka sebelumnya.173
Tidak semua perkara yang menyangkut peraturan-peraturan Uni Eropa diadili di Mahkamah Eropa. Perkara-perkara yang diadili Mahkamah Eropa hanya meliputi:174
1. perkara yang para pihaknya adalah Komisi Eropa melawan Negara atau Negara melawan Negara dalam salah satu pihak tidak menjalankan kewajiban sebagaimana diatur dalam anggaran dasar (Pasal 258 dan Pasal 259 TFEU); 2. permohonan pembatalan atas produk legislasi atau tindakan institusi-institusi atau negara-negara anggota Uni Eropa (Pasal 263 dan Pasal 265 TFEU);
3. permohonan interpretasi terhadap suatu peraturan dan keberlakuan hukum regional Uni Eropa oleh pengadilan nasional negara anggota Uni Eropa (Pasal 267)159;
4. banding terhadap putusan dari Pengadilan Umum (Pasal 256 TFEU).
172
Paul Craig dan Graine de Burca, Loc.Cit. 173Ibid
174
(B) General Court
The Court of First Instance (CFI) dibentuk pada 1988 berdasarkan Single European Act kemudian berubah menjadi General Court dalam TEU. 175 Banyaknya perkara yang masuk ke ECJ membuat Uni Eropa memikirkan untuk
membuat insitusi baru yang membantu kinerja dari ECJ.176
Pengadilan umum sama seperti ECJ setiap hakim mewakili negaranya
masing-masing. Namun, di Pengadilan Umum tidak ada pemisahan Advocates
General, artinya hakim dapat dijadikan Advocates General. Anggota dari Pengadilan Umum harus dipilih dari seseorang yang tanpa diragukan memiliki kemandirian dan memiliki kemampuan yang memenuhi untuk jabatan di peradilan tinggi. Mereka dipilih oleh negara-negara anggota dengan masa jabatan 6 tahun dan bisa diperpanjang, setelah konsultasi dengan majelis hakim yang memberi nasihat tentang pengangkatan hakim. Pengadilan umum memilih Presiden mereka
sendiri dari para hakim, dan hakim tersebut akan menunjuk panitera.177
Kewenangan mengadili Pengadilan Umum terbatas berdasarkan anggaran dasar Uni Eropa. Berdasarkan Pasal 256 TFEU, kewenangan Pengadilan Umum meliputi:
1. mengadilli pada tingkat pertama permohonan pembatalan produk legislasi institusi Uni Eropa atau permohonan tindakan atas pelanggaran yang dilakukan, baik oleh institusi Uni Eropa maupun negara anggota Uni Eropa;
175
Council Decision 88/591, [1988] OJ L319/1, dikutip dari Paul Craig dan Graine de Burca, EU Law: Text, Cases, and Materials, Oxford University Press, 2011, h. 59
176
European Commissiom, How the EU Works: Your Guide to European Union Institutions, (Brussel: EU Directorate-General of Communication, 2007), h. 27, dikutip dari Fanny
Alda Putri, “Masalah Keberlakuan Hukum Internasional dalam Sistem Hukum Regional Uni Eropa”, Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 2013, h. 53
177
2. banding putusan Pengadilan Khusus; dan
3. permohonan permintaan ganti rugi jika terjadi pelanggaran
terhadap suatu kontrak yang salah satu pihaknya merupakan institusi Uni Eropa. Dapat diajukan banding terhadap putusan Pengadilan Umum yang diajukan ke ECJ. Pengajuan banding terbatas pada persoalan hukum yang meliputi ini meliputi kurangnya kompetensi Pengadilan Umum, pelanggaran prosedur sebelum yang merugikan kepentingan pemohon serta pelanggaran Uni Eropa oleh
Pengadilan Umum.178
(C) Specialized Courts
Dibentuknya Pengadilan Khusus diatur dalam Article 257 TFEU. Alasan utama dibentuknya berasal dari Perjanjian Nice, adalah untuk mempermudah kerja ECJ dan Pengadilan Umum. Rancangan untuk membuat sistem desentralisasi dan Masyarakat daerah tidak diambil, tetapi dibentuknya tiga level jurisdiksi tersebut adalah perubahan struktur yang sangat signifikan dari sistem Uni Eropa sejak dibentuknya Pengadilan Umum.
Berdasarkan Article 257 TFEU179 Parlemen Eropa dan Dewan, bertindak
sesuai dengan prosedur legislatif biasa, dapat membentuk Pengadilan Khusus yang melekat pada Pengadilan Umum untuk memeriksa dan memutuskan pada kelas-kelas tertentu.180 legislative procedure, may establish specialised courts attached to the General Court to hear and determine at first instance certain classes of action or proceeding brought in specific areas”.
180
Khusus bertugas untuk masa jabatan enam tahun.163 Putusan dari Pengadilan Khusus ini dapat dilakukan tindakan hukum berupa banding ke Pengadilan
Umum. European Union Civil Service Tribunal adalah satu-satunya Pengadilan
Khusus di Eropa.181
(D)Procedure Before the Court
Prosedur sebelum ECJ dan Pengadilan Umum diatur dalam aturan mengenai prosedur mereka masing-masing. Prosedur sebelum ke ECJ ada 2 tahap yaitu, lisan dan tulisan. Tahap tulisan biasanya lebih penting dari pada tahap lisan. Pada tahap tulisan, semua aplikasi, pendapat mengenai kasus, pembelaan, dan apapun yang berhubungan dengan kasus dibicarakan kepada masing-masing pihak dan institusi dimana keputusan sedang diperebutkan. Pada tahap lisan, sangat berbeda karena sangat jarang dan relatif tidak lama. The judge-rapporteur, hakim yang menangani kasus tersebut, menyiapkan dan memberikan Pengadilan „report of the
hearing‟, yang merangkum fakta kasus tersebut dan pendapat hukum para pihak.
Perwakilan yang sah akan memberikan pendapat lisan ke Pengadilan, yang akan
meragukan mereka.182
Putusan ECJ bersifat inkracht atau sudah memiliki kekuatan hukum tetap, jadi tidak bisa dibanding lagi. Meskipun begitu, Negara anggota, institusi Uni Eropa, dan pihak yang mungkin dalam kondisi tertentu jika keputusan yang disampaikan tanpa pendapat mereka didengar, di mana merugikan hak-hak mereka. Maka mekanisme untuk pihak yang berkepentingan dengan keputusan tertentu dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk menafsirkan
181
Fanny Alda Putri, Op.Cit., h. 54
182
makna mengenai hal yang diragukan dalam keputusan tersebut, dan revisi keputusan tersebut tidak lebih dari sepuluh tahun atau dapat dicari di penemuan fakta yang dapat menjadi dasar untuk menentukan unsurnya dan yang tidak
diketahui pada saat keputusan tersebut diberikan.183
6. the Court of Auditors
The Court of Auditors didirikan oleh Perjanjian Anggaran 1975 pada tanggal
22 Juli 1975 dan mulai aktif pada 1977. Menggantikan Auditor of the ECSC dan
the Audit Board of the Communities.184
Institusi ini terdiri dari 27 anggota yang berasal dari 27 negara anggota Uni Eropa, ditunjuk oleh Dewan berdasarkan mayoritas kualitas setelah berkonsultasi dengan Parlemen, yang menggunakan haknya untuk konsultasi. Masa jabatannya adalah 6 tahun, dapat diperpanjang. Auditor harus telah memiliki atau termasuk dalam external audit body di negaranya, atau mereka sangat berkualifikasi untuk jabatan ini, dan mereka harus tanpa diragukan memiliki kemandirian. Syarat-syarat untuk jabatan ini sangat ketat; mereka tidak boleh sedang dalam kontrak dengan perusahaan, dibayar atau pun tidak dibayar, dan bahkan setelah meninggalkan jabatan ini mereka harus memiliki integritas dan bijaksana dalam hal penerimaan janji dan keuntungan. Anggota Court of Auditors hanya dapat
dikeluarkan oleh keputusan ECJ.185
Tugas dari Court of Auditors adalah memeriksa apakah pendapatan dan
pengeluaran Uni Eropa didapat dan digunakan dengan wajar dan tidak melanggar
183Ibid 184Ibid 185
hukum, dan memeriksa apakah manajemen finansial Uni Eropa dilakukan dengan
baik.186The Court of Auditors memeriksa pendapatan dan pengeluaran Union dan
badan Uni Eropa, kantor, dan agensi, kecuali dilarang oleh instrumen konstituen
yang relevan. Parlemen dan Dewan diberikan pernyataan jaminan oleh Courts of
Auditors apabila melaporkan rekening, kebsahan transaksi, dan segala penyimpangan yang terjadi. The Court of Auditors memiliki locus standi untuk
membawa aksi pembatalan berdasarkan Article 263 TFEU.187
The Court of Auditors membuat laporan pembatalan, yang diadopsi negara
anggota setelah penutupan keuangan setiap tahun.188 Laporan tersebut akan
dikirimkan institusi Uni Eropa lain dan dipublikasi dalam Jurnal Resmi bersama dengan balasan dari institusi. the Court of Auditors dapat mengajukan observasi
dan pertanyaan khusus atau mengadopsi laporan khusus.189
Berbeda dengan auditor lainnya di negara anggota Uni Eropa, Court of
Auditors tidak berwenang untuk melakukan investigasi atau tindakan-tindakan lebih lanjut lainnya apabila ditemukan penyelewengan dana yang terjadi di Uni
Eropa. Walaupun tidak dapat melakukan tindakan lebih lanjut, Court of Auditors
dapat melaporkannya kepada European Anti-Fraud Office (OLAF). Selain itu
186
S. Douglass-Scott, Constitutional Law of the European Union, (Harlow: Longman, 2002), h. 67, dikutip dari Fanny Alda Putri, “Masalah Keberlakuan Hukum Internasional dalam Sistem Hukum Regional Uni Eropa”, Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 2013, h. 55
187
Paul Craig dan Graine de Burca, Op.Cit., h. 67
188
Article 287(4) TFEU
189 See, eg, Court of Auditors, Special Report 9/2006, concerning translation expenditure
incurred by the Commission, the Parliament and the Council [2006] OJ C284/01; Court of Auditors, Special Report 1/2010, Are Simplified Customs Procedures for Imports Effectively Controlled?
Court of Auditors juga dapat melaporkan hasil temuannya kepada publik melalui
Official Journal of the European Union.190
7. the European Central Bank
The European Central Bank adalah pusat ekonomi dan keuangan dari Uni Eropa. Tugas utama dari Bank Sentral Eropa yaitu menjaga stabilitas mata uang Uni Eropa, Euro, dan mengontrol jumlah uang yang berada dalam sirkulasi mata uang.191 Dalam menjalankan tugasnya, Bank Sentral Eropa haruslah independen, dalam arti Bank Sentral Eropa tidak boleh dipengaruhi atau mendapatkan perintah dari institusi- institusi Uni Eropa lain dan pemerintah negara-negara anggota Uni Eropa.192
Dalam rangka menjalankan perannya sebagai bank sentral di Uni Eropa,
Bank Sentral Eropa membentuk The European System of Central Banks (ESCB).
ESCB terdiri dari Bank Sentral Eropa dan bank-bank sentral dari tiap negara
anggota Uni Eropa.193 Tugas dari ECSB adalah untuk mendefinisikan dan
mengimplementasikan kebijakan-kebijakan moneter, juga memastikan sistem pembayaran di Uni Eropa berjalan sebagaimana mestinya. Uni Eropa. ECSB juga memiliki hak untuk mencetak mata uang.
190
European Commission, Op.Cit., h.31
191
Article 128 TFEU
192
Article 130 TFEU
193
3.1.3 Alur Perkara di Uni Eropa
Origin of the case (Complaints)
Initial assessment
Opening of Proceedings*
State of Play Meeting
Investigation
State of Objection
if parties show willingness to discuss commitments
Case closed for some/all parties
State of Play Meeting Access to File
Preliminary Assessment
Complaints
Reply by parties of SO
Submission of commitments
If no reply If reply Oral hearing
State of play meeting State of play meeting
Advisory Committee Case closed Advisory Committee
*Dengan pengecualian dari proses kartel, di mana pembukaan proses biasanya terjadi bersamaan dengan penerapan SO
Sumber : European Union, EU Competition Law Rules Applicable to Antitrust Enforcement Volume I : General Rules, Luxemborg, Publications Office of the European Union, Juli 2013
3.1.3.1 Origin of the Cases
Berdasarkan Article 101 TFEU bahwa suatu prosedur investigasi harus ada keluhan dahulu atau laporan dari negara anggota, individu, atau negara anggota kepada Komisi.
Informasi dari masyarakat dan pelaku usaha sangat penting dalam memicu penyelidikan sebelum penyelidikan oleh Komisi. Oleh karena itu, Komisi ingin mendorong warga dan usaha untuk menginformasikan kepada Komisi mengenai dugaan pelanggaran aturan kompetisi. Hal ini dapat dilakukan baik dengan mengajukan keluhan resmi atau dengan hanya menyediakan informasi keadaan pasar kepada Komisi. Orang yang mampu menunjukkan minat yang sah untuk menjadi pengadu, dan yang menyampaikan keluhan sesuai dengan kerangka yang telah ditentukan, menikmati hak-hak prosedural tertentu. Rincian prosedur yang harus diikuti ditetapkan dalam Peraturan Pelaksana dan dalam Pemberitahuan tentang penanganan pengaduan. Perorangan dan badan hukum, selain pelapor, yang menunjukkan minat yang cukup untuk didengar juga menikmati hak-hak prosedural tertentu sesuai dengan Article 13194 dari Peraturan Pelaksana.195
195
Komisi juga dapat membuka kasus atas inisiatif sendiri (ex officio), misalnya ketika fakta-fakta tertentu telah menarik perhatian, atau lebih lanjut untuk informasi yang dikumpulkan dalam konteks sektor pertanyaan, pertemuan informal dengan industri atau pemantauan pasar, atau atas dasar informasi yang dipertukarkan dalam European Competition Network ("ECN"). Kasus kartel
sering dimulai atas dasar permohonan leniency196 oleh salah satu anggota
kartel.197
3.1.3.2 Initial Assessment
Semua kasus, terlepas dari asal mereka, tunduk pada tahap penilaian awal.
Selama fase ini DG Competition memeriksa apakah memerlukan penyelidikan
lebih lanjut dan, jika demikian, maka sebelumnya didefinisikan orientasi penyelidikan tersebut, khususnya berkaitan dengan para pihak, pasar dan perilaku
yang akan diselidiki. Selama fase ini, DG Competition dapat menggunakan
langkah-langkah investigasi seperti permintaan informasi sesuai dengan Article 18 (2) Peraturan 1/2003.198
Dalam prakteknya, sistem penilaian awal berarti bahwa sejumlah kasus akan dibuang pada tahap yang prosedur paling awal karena mereka tidak dianggap
pantas untuk penyelidikan lebih lanjut. Dalam hal ini, DG Competition
memfokuskan sumber daya penegakan kasus yang muncul kemungkinan bahwa
196
Perusahaan yang telah berpartisipasi dalam kartel ilegal memiliki kesempatan yang terbatas untuk menghindari atau mengurangi denda. Komisi menerapkan kebijakan kelonggaran dimana perusahaan yang menyediakan informasi tentang kartel di mana mereka berpartisipasi mungkin menerima kekebalan penuh atau sebagian dari denda.
197
European Commission, Op.Cit. 198
pelanggaran dapat ditemukan, khususnya pada kasus dengan dampak yang paling signifikan yaitu pada fungsi persaingan dan risiko bahaya konsumen, serta kasus-kasus yang relevan dengan maksud untuk mendefinisikan kebijakan persaingan Uni Eropa dan / atau untuk memastikan aplikasi yang koheren Article 101 dan /
atau 102 TFEU.199
Dalam tahap ini juga dimungkinkan adanya pengalokasian kasus dalam ECN. Peraturan 1/2003 menerangkan bahwa Komisi dapat mengalokasikan kasus kepada lembaga persaingan nasional negara anggota atau pun sebaliknya.
Pada tahap penilaian investigasi pertama yang ditujukan kepada mereka (biasanya permintaan untuk informasi atau inspeksi), pelaku usaha diberitahu tentang fakta bahwa mereka tunduk pada penyelidikan awal serta tentang subjek-materi dan tujuan investigasi tersebut. Dalam konteks permintaan informasi, mereka akan lebih diingatkan kepada hak istimewa jika memberikan informasi diri dan memberatkan jika keberadaan perilaku diselidiki, dikonfirmasi mungkin telah ada suatu pelanggaran terhadap Article 101 dan 102 TFEU. Pada tahap
selanjutnya, DG Competition atas permintaan, akan menginformasikan kepada
pihak yang tunduk pada pemeriksaan pendahuluan dari status kasus tersebut. DG
Competition pada tahap tertentu memutuskan untuk tidak menyelidiki kasus ini
lebih lanjut (dan dengan demikian tidak membuka proses), DG Competition atas
inisiatif sendiri akan menginformasikan pihak yang tunduk pada pemeriksaan pendahuluan tersebut.200
Dalam kasus berdasarkan keluhan, DG Competition akan berusaha untuk
199
European Commission, Op.Cit., h. 7