Ketua Asosiasi Bappeda Jawa Barat

Teks penuh

(1)

TINJAUAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN BAPPEDA

PROVINSI DALAM KERANGKA PERENCANAAN

PEMBANGUNAN DAERAH YANG BERKELANJUTAN

Disusun Oleh :

Tim Bappeda Provinsi Jawa Barat

(2)

HUBUNGAN

HUBUNGAN PEMERINTAHAN

PEMERINTAHAN ((UU

UU NO. 32

NO. 32 TAHUN

TAHUN 2004

2004

TENTANG

TENTANG PEMERINTAHAN

PEMERINTAHAN DAERAH)

DAERAH)

! !

(3)

KEWENANGAN

KEWENANGAN BAPPENAS

BAPPENAS DAN

DAN BAPPEDA

BAPPEDA PROVINSI

PROVINSI

((UU

UU No. 25

No. 25 Tahun

Tahun 2004

2004 tentang

tentang SPPN

SPPN))

BAPPENAS :

MENTERI MENYIAPKAN

RANCANGAN RPJP NASIONAL, RPJM NASIONAL DAN RKP. SERTA

MUSRENBANGNAS (BAB V); MENTERI MELAKSANAKAN PENGENDALIAN DAN EVALUASI

BAPPEDA PROVINSI :

KEPALA BAPPEDA MENYIAPKAN RANCANGAN RPJP DAERAH, RPJM DAERAH DAN RKPD. SERTA

MUSRENBANGDA (BAB V);

KEPALA BAPPEDA MELAKSANAKAN PENGENDALIAN DAN EVALUASI PENGENDALIAN DAN EVALUASI

RENCANA (BAB VI);

DALAM MENYELENGGARAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL, PRESIDEN DIBANTU OLEH MENTERI (BAB VIII, Ps.32. Ayat 2);

PENGENDALIAN DAN EVALUASI RENCANA (BAB VI);

DALAM MENYELENGGARAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, KEPALA DAERAH DIBANTU OLEH KEPALA BAPPEDA (BAB VIII, Ps.33. Ayat 2);

(4)

PERATURAN

PERATURAN GUBERNUR

GUBERNUR JABAR

JABAR NO. 45

NO. 45 TAHUN

TAHUN 2009

2009

TENTANG

TENTANG ORGANISASI

ORGANISASI BAPPEDA

BAPPEDA PROVINSI

PROVINSI JAWA

JAWA BARAT

BARAT

Badan mempunyai tugas pokok melaksanakan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan teknis perencanaan pembangunan dan

penyusunan serta pelaksanaan kebijakan perencanaan pembangunan

Daerah.

Dalam menyelenggarakan tugas pokoksebagaimana dimaksud pada

ayat (1), Badan mempunyai fungsi :

a. Penyelenggaraan perumusan dan penetapan kebijakan teknis perencanaan

CONTOH

a. Penyelenggaraan perumusan dan penetapan kebijakan teknis perencanaan

pembanguna Daerah;

EKSTERNAL LINTAS OPD

b. Penyelenggaraan kesekretariatan, penelitian/pengkajian, pengendalian dan

evaluasi, fisik, ekonomi, sosial dan budaya, pemerintahan serta pendanaan

pembangunan;

INTERNAL BAPPEDA DAN EKSTERNAL LINTAS OPD

c. Penyelenggaraan

data

dan

informasi

pembangunan

serta

mengkomunikasikan hasil-hasil perencanaan pembangunan Daerah untuk

peningkatan mutu dan akuntabilitas perencanaan;

EKSTERNAL LINTAS

OPD

(5)

PERBEDAAN

PERBEDAAN ESELONERING

ESELONERING BERDASARKAN

BERDASARKAN UU

UU

NO 5/74,

NO 5/74, UU

UU NO. 22/99 DAN

NO. 22/99 DAN UU

UU NO.32/2004

NO.32/2004

UU

UU 5 5 TAHUNTAHUN 1974 1974 TENTANGTENTANG PEMERINTAHAN

PEMERINTAHAN DI DAERAHDI DAERAH

ESELON IIA : KEPALAKEPALA BAPPEDABAPPEDA, ASISTEN, INSPEKTUR WILAYAH DAN PARA RESIDEN;

ESELON IIB : PARA KEPALA DINAS DAN BADAN LAINNYA;

UU

UU 22 22 TAHUNTAHUN 1999 DAN 32/2004 1999 DAN 32/2004 TENTANG

TENTANG PEMERINTAHANPEMERINTAHAN DAERAHDAERAH

ESELON IIA : SELURUHSELURUH KEPALAKEPALA SKPDSKPD

KECUALI KEPALA KANTOR; ESELON IIB : PARA : PARA KEPALAKEPALA BIRO

BIRO//WAKILWAKIL KEPALAKEPALA SKPDSKPD; ESELON IIIA : SEKRETARIS DAN BADAN LAINNYA;

ESELON IIIA : SEKRETARIS BADAN/KABAG TU/PARA

KABID/KASUBDIN MEMILIKI ESELON SAMA DENGAN PARA PARA KEPALAKEPALA BIROBIRO.

CATATAN :

KEPALA BAPEDA KAB/KOTA III.B SEKDA KAB/KOTA III.A

ESELON IIIA : SEKRETARIS BADAN/KABAG

TU/KABID/KASUBDIN/KEPALA UPTD/KEPALA KANTOR.

CATATAN :

KEPALA BAPEDA KAB/KOTA II.B SEKDA KAB/KOTA II.A

PADA UU 32/2004 TIDAKTIDAK ADA ADA POSISIPOSISI WAKIL

(6)

KERANGKA LOGIS KELEMBAGAAN BAPPEDA PROVINSI

KERANGKA LOGIS KELEMBAGAAN BAPPEDA PROVINSI

REGULASI

UU No. 25/2004 UU No. 32/2004

PP No. 38/2008, PP No. 41/2008, PP No. 19/2010

TUGAS

FUNGSI

BEBAN KERJA

TUNTUTAN

Kualitas dan akuntabilitas perencanaan pembangunan

berkelanjutan

KELEMBAGAAN BAPPEDA PERLU

1.Gap antara tugas dan fungsi yang dimilliki dengan tuntutan beban kerja sehingga dibutuhkan penambahan kewenangan dalam konteks,

koordinasi, sinkronisasi, sinergitas perencanaan pembangunan dengan

PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN

PENDEKATAN POLITIK PENDEKATAN TEKNOKRATIK

PENDEKATAN BOTTOM UP PENDEKATAN TOP DOWN

BEBAN KERJA

KENDALA

1. Efektifitas Perencanaan

belum optimal

2. Komunikasi dengan

multistakeholders

BAPPEDA PERLU PENYESUAIAN

perencanaan pembangunan dengan pihak internal dan eksternal

2.Membantu Gubernur dalam penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah

(7)

ALTERNATIF KELEMBAGAAN BAPPEDA

(Peningkatan Tugas, Fungsi dan Kewenangan)

JABATAN ESELON

Alternatif I Alternatif II Alternatif III Alternatif IV

Kepala Bappeda

Sekretaris

Kepala Bidang

Kepala UPTB

II A Kepala UPTB

Kasubag

Kasubid

Pejabat Fungsional

III A

Catatan Alternatif III :

1. Sekda menjadi Eselon I A

2. Inspektur menjadi Eselon I B

Catatan Alternatif II :

Sekretaris Inspektorat/Kabid menjadi Eselon II B

Catatan Alternatif I :

*) Jafung Perencana berkualitas dan memiliki standar nasional, serta

(8)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :