• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Masuknya Islam dan Organisasi Is

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sejarah Masuknya Islam dan Organisasi Is"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

I. MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA

Pada dua abad sebelum tarikh Masehi, Nusantara khususnya Andalas (Sumatra) telah dikenal dalam peta dunia saat itu. Dalam peta berjudul Geographyle yang disusun oleh Cladius Ptolemaeus memasukkan Nusantara dengan sebutan Barousai. Yang dimaksud tentunya pantai barat Sumatra yang kaya akan kapur barus.1 N.H. Krom dan Van Den Berg mengemukakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 M. Pendapat ini dikenal sebagai pendapat lama yang seiring berjalan nya waktu dibantah oleh para pemuka yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 M atau 1 Hijriyah.2

Menurut kesimpulan “Seminar Masuknya Islam ke Indonesia” di Medan tahun 1963, menyatakan bahwa Islam masuk pertama kalinya ke Indonesia pada abad pertama Hijriyah dan bersumber langsung dari Arab. Daerah yang didatangi ialah pesisir Sumatra, dan setelah terbentuknya masyarakat Islam, maka raja Islam yang pertama berada di Aceh.

Sedangkan Harry W. Hazard, dalam Atlas of Islamic History, menulis bahwa: Orang Islam pertama yang mengunjungi Indonesia kemungkinan besar adalah saudagar Arab pada abad ke-7 yang singgah di Sumatra dalam perjalanan menuju Cina.3

Sejak dikenal di Indonesia itulah, Islam berkembang sangat pesat. Masuknya Islam melalui banyak jalur, diantaranya: perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, kesenian dan juga melalui jalur politik.

II. ORGANISASI-ORGANISASI ISLAM DI INDONESIA

Beberapa organisasi Islam di Indonesia telah memiliki andil yang cukup besar terhadap proses pengembangan agama Islam. Peran itu berlangsung terus menerus 1 Hasan Muarif Ambari, “Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia”, dalam Rusydi Hamka (Editor), Kebangkitan Islam dalam Pembahasan, Jakarta: Nurul Islam, 1979, hlm. 62. Hingga kini di pantai barat Sumatra terdapat kota Barus, Kab.Tapanuli Utara

2 Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000, hlm. 191-192

(2)

hingga sekarang, namun dalam perjuangan yang berbeda dibandingkan dengan masa-masa awal bangsa ini berdiri. Diantara organisasi-organisasi Islam di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Jam’iyatul Khair

Jam’iyatul Khair berdiri 17 Juli 1905 di Jakarta. Dengan tokoh-tokoh seperti Sayyid Shihab bin Shihab dan kawan-kawan. Organisasi ini pada awalnya memiliki aktivitas dibidang pendidikan dasar dan pengiriman pelajar ke Turki.

Jam’iyatul Khair pada awal berdirinya merupakan satu-satunya organisasi pendidikan yang menerapkan sistem pendidikan modern di Indonesia. Dalam hal pembaruan pendidikan, para guru didatangkan dari Tunisia, Sudan, Maroko, Mesir, dan Arab.Jam’iat Khair terdiri beberapa tingkat yaitu:

a. Tingkat Tahdiriah Lamanya 1tahun b. Tingkat Ibtidaiyah Lamanya 6 tahun c. Tingkat Tsanawiyah Lamanya 3 tahun

Mereka yang yang telah di anggap lulus dari Tsanawiyah dapat menyambung pelajarannya ke Mesir atu ke Mekah. Dan untuk zaman sekarang tinggal di tambah dengan bagian P.G.A. Pertama lamanya 4 tahun (Menurut rencana japenda), yang di terima masuk Tsanawiyah ialah murid-murid tamatan Ibtidaiyah dan yang diterima P.G.A. ialah murid-murid-murid-murid tamatan S.R.

(3)

perjuangan membebaskan tanah air dari cengkeraman para penjajah serta melakukan syiar islam ke seluruh nusantara.

Salah seorang guru yang terkenal adalah Syaikh Ahmad Surokati dari sudan. Dia tampil sebagai tokoh pemikiran-pemikiran baru dalam masyarakat Islam Indonesia. Salah satu pemikirannya adalah bahwa tidak adanya perbedaan di antara sesame muslim. Kedudukan muslim adalah sama, baik keturunan, harta, ataupun pangkat beliau tidak menjadi penyebab adanya diskriminasi dalam islam. Pemikiran ini muncul setelah terjadi pertikaian di kalangan masyarakat Arab yang berkaitan dengan hak istimewa bagi kalangan sayyid( gelar yang di sandang bagi mereka yang memounyai garis keturunan dengan Nabi Muhammad SAW). Di antara yang diperdebatkan adalah larangan kawin bagi wanita sayyid dengan orang yang bukan keturunan sayyid. Bila bertemu dengan oaring sayyid, maka orang yang tidak dari keturunan sayyid, baik Arab atau orang Indonesia, harus mencium tangannya. Apabila tidak melakukannya, bisa menimbulkan pertikaian sehingga terjadi perpecahan di kalangan al-Jam’iat Khair.

Organisasi Pembaharuan Islam ini berkantor di daerah Pekojan di Tanjung Priok (Jakarta). Oleh karena perkembangannya dari waktu ke waktu semakin pesat, maka pusat organisasi ini dipindahkan dari Pekojan ke Jl. Karet, Tanah Abang. Organisasi ini dikenal banyak melahirkan tokoh-tokoh Islam, terdiri dari tokoh-tokoh gerakan pembaharuan agama Islam antara lain, Kyai Haji Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), HOS Tjokroaminoto (pendiri Syarikat Islam), H. Samanhudi (tokoh Sarekat Dagang Islam), dan H. Agus Salim. Bahkan beberapa tokoh perintis kemerdekaan juga merupakan anggota atau setidaknya mempunyai hubungan dekat dengan Jamiatul Khair.

(4)

juga mendirikan sekolah untuk putra (aulad) di Jl. Karet dan putri (banat) di Jl. Kebon Melati serta cabang Jamiatul Khair di Tanah Tinggi Senen.

Pemimpin-pemimpin Jamiatul Khair mempunyai hubungan yang luas dengan luar negeri, terutama negeri-negeri Islam seperti Mesir dan Turki. Mereka mendatangkan majalah-majalah dan surat-surat kabar yang dapat membangkitkan nasionalisme Indonesia, seperti Mu'ayat, Liwa, Al-ittihad, dan lainnya. Tahun 1903 Jamiatul Khair mengajukan permohonan untuk diakui sebagai sebuah organisasi atau perkumpulan dan tahun 1905 permohonan itu dikabulkan oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan catatan tidak boleh membuka cabang-cabangnya di luar di Batavia.

2. Syarikat Islam

Syarikat Islam (SI), mula-mula bernama Syarikat Dagang Islam yang didirikan oleh KH. Samanhudi pada 1905 di Solo. Pada 1912 M, Syarikat Dagang Islam berubah menjadi Syarikat Islam yang diprakasai oleh HOS. Cokroaminoto, Abdul Muis, H. Agus Salim dan lain-lain.

Syarikat Islam adalah organisasi yang bergerak di bidang keagamaan, namun seiring berjalannya waktu kemudian menjadi gerakan politik. Dan pada saat ini SI juga banyak bergerak di bidang dakwah Islam dan sosial.

3. Muhammadiyah & Nadlatul Ulama

Muhammadiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan dan kawan-kawan di Yogyakarta pada 18 November 1912 atau bertepatan 8 Dzulhijjah 1330 H.

(5)

Nahdlatul Ulama (NU) artinya Kebangkitan Ulama, adalah organisasi massa Islam yang didirikan oleh para ulama pesantren dibawah pimpinan KH. Hasyim Asy’ari, di Surabaya pada 31 Januari 1926.

NU memiliki banyak sekali pondok pesantren besar yang menyebar di Indonesia, disamping pesantren pendidikan yang dikelola NU juga meliputi sekolah-sekolah formal seperti SD,SMP,SMA hingga Perguruan Tinggi.

Nahdlatul Ulama pernah terlibat dalam dunia politik Berawal dari MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia), NU akhirnya terlibat dalam masalah-masalah politik. Namun, eksistensi MIAI tidak berlangsung lama, pada Oktober 1943, MIAI akhirnya membubarkan diri dan digantikan oleh Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia). Pada awalnya, Masyumi merupakan sebuah organisasi non politik, tetapi, setelah Indonesia merdeka, Masyumi akhirnya ditahbiskan menjadi partai politik, dan memutuskan NU sebagai tulang punggung Masyumi.

Pada tahun 1940-1950, Masyumi akhirnya menjadi partai politik terbesar di Indonesia. Masyumi merupakan partai yang heterogen anggotanya, sehingga perbedaan kepentingan politik banyak terjadi didalamnya. Dan hal tersebutlah yang telah menyebabkan NU keluar dari Masyumi dan menjadi partai politik yang bernama sama, yaitu NU. Sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke khithah 26, yaitu tidak terlibat dalam politik praktis.

Kiai Ahmad mendirikan organisasi Muhammadiyah dan Kiai Hasyim mendirikan Nahdlatul Ulama (NU). Saat beliau berdua masih hidup, tata ibadah yang diamalkan di masyarakat umumnya sama meski ada perbedaan yang sama sekali tidak mengganggu. Contoh kesamaan praktek ibadah kala itu antara lain:

1. Shalat Tarawih sama-sama 20 rakaat. Kiai Ahmad Dahlan sendiri disebut-sebut sebagai imam shalat Tarawih 20 rakaat di Masjid Syuhada Yogya.

2. Talqin mayit di kuburan, bahkan ziarah kubur dan kirim doa dalam Yasinan dan tahlilan.

3. Baca doa Qunut Shubuh.

4. Sama-sama gemar membaca shalawat (Diba’an).

(6)

6. Tiga kali takbir, “Allah Akbar”, dalam takbiran.

7. Kalimat iqamah (qad qamat ash-shalat) diulang dua kali.

8. Dan yang paling monumental adalah itsbat hilal, sama-sama pakai rukyah. Yang terakhir inilah yang menarik direnungkan, bukan dihakimi mana yang benar dan mana yang salah.

Semua amaliah tersebut di atas berjalan puluhan tahun dengan damai dan nikmat. Semuanya tertulis dalam kitab Fiqih Muhammadiyah yang terdiri dari 3 jilid, yang diterbitkan oleh: Muhammadiyah Bagian Taman Pustaka Jogjakarta, tahun 1343-an H. Namun ketika Muhammadiyah membentuk Majlis Tarjih, di sinilah mulai ada penataan praktek ibadah yang rupanya cukup dengan apa yang sudah mapan dan digariskan oleh pendahulunya. Otomatis berbeda pula dengan pola ibadahnya kaum Nahdhiyyin.

Contoh, ketika Majlis Tarjih memutuskan jumlah rakaat shalat Tarawih 8 plus 3 witir, bagaimana prakteknya?Awal-awal instruksi itu, pakai komposisi: 4, 4, 3. Empat rakaat satu salam, empat rakaat satu salam. Ini untuk Tarawih. Dan tiga rakaat untuk Witir. Model Witir tiga sekaligus ini versi madzhab Hanafi. Sementara NU pakai dua-dua semua dan ditutup satu Witir. Ini versi asy-Syafi’i.

Tapi pada tahun 1987, praktek shalat Tarawih empat-empat itu diubah menjadi dua-dua. Hal tersebut atas seruan KH. Shidiq Abbas Jombang ketika halaqah di Masjid al-Falah Surabaya. Beliau tampilkan hadits dari Shahih Muslim yang meriwayatkan begitu. Karena, kualitas hadits Muslim lebih shahih ketimbang hadits empat-empat, maka semua peserta tunduk. Akibatnya, tahun itu ada selebaran keputusan Majlis Tarjih yang diedarkan ke semua masjid dan mushalla di lingkungan Muhammadiyah, bahwa praktik shalat Tarawih pakai komposisi dua-dua, hingga sekarang, meski sebagian masih ada yang tetap bertahan pada empat-empat.

يينـــثمي يينـــثمي لليـلليلا نيمل يلللصييي ميلليسيوي هليـليعي هيللا يلليصي هلللا ليوـسيري نياكي

(7)

Mengenai perbedaan pada penetapan itsbat, diriwayatkan bahwa awalnya muhammadiyah juga menggunakan metode yang sama dengan nadhliyin yaitu rukyat. Hal ini berlangsung hingga era presiden soeharto. Bahkan, derajat ketetapan yang digunakan muhammadiyah mencapai 3 derajat atau 1 derajat lebih tinggi dari derajat ketetapan nadhlatul ulama.

Penggunaan rukyat berakhir pada era pemerintahan Gus dur, dimana para petinggi muhammadiyah akhirnya memutuskan menggunakan metode wujud al-hilal yang erat kaitanya dengan perhitungan astronomi. Hal ini

Artinya: Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan (QS. ar-Rahman, 55:5) bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan

Artinya: Apabila kamu melihat hilal berpuasalah, dan apabila kamu melihatnya beridulfitrilah! Jika Bulan terhalang oleh awan terhadapmu, maka estimasikanlah [HR al-Bukhari, dan lafal di atas adalah lafalnya, dan juga diriwayatkan Muslim].

4. Hadis tentang keadaan umat yang masih ummi, yaitu sabda Nabi saw,

نييثللثي ةررليميوي نييرلشـعلوي ةرعيسـتل ةررليمي ينلعـيي اذيكيهيوي اذيكيهي ريهـشليلا بيسيحـني لو بيتيكـني ل ةةيليمللأي ةةمليأي انليإل [ملسمو يراخبلا هاور].

(8)

Maksudnya adalah kadang dua puluh sembilan hari, dan kadang-kadang tiga puluh hari [HR al-Bukhari dan Muslim].

Dasar hukum kaum nadhliyin untuk menggunakan rukyat adalah: :ليوقييي هينـعي هيلليلا ييضلري ةيرييـريهي ابيأي تيعـملسي لياقي دناييزل نيبـ ديمليحيمي انيثيدليحي ةيبيعـشي انيثيدليحي ميديآ انيثيدليح

اوريطلفـأيوي هلتلييؤـريلل اوميوصي ميلليسيوي هليـليعي هيلليلا ىلليصي ملسلاقيلـا وبيأي لياقي لياقي وـأي ميلليسيوي هليـليعي هيلليلا ىلليصي يليبلنليلا لياقي نييثلاليثي نيابيعـشي ةيدليعل اوليملكـأيفي مـكييـليعي ييبللغي نـإلفي هلتلييؤـريلل

"Berpuasalah kalian pada saat kalian telah melihatnya (bulan), dan berbukalah kalian juga di saat telah melihatnya (hilal bulan Syawal) Dan apabila tertutup mendung bagi kalian maka genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari." (HR. Bukhari: 1776 dan Imam Muslim 5/354)

Penggunaan hisab di era modern merupakan sebuah keniscayaan. Hal itu mengingat bahwa hukum tentang penetapan masuknya bulan dengan rukyat dikaitkan dengan suatu sebab (‘illat) yang dijelaskan oleh as-Sunnah itu sendiri.

4. Persatuan Islam

Persatuan Islam (PERSIS) adalah organisasi massa Islam yang didirikan oleh para ulama yang beraliran pembaharu di Bandung pada 12 September 1923.4 Para ulama pendiri PERSIS antara lain KH. Zamzam dan A.Hassan. PERSIS merupaka organisasi yang bergerak di bidang pembaharuan. Usahanya membasmi bid’ah,khufarat,takhayul,taqlid dan syirik di kalangan umat Islam, memperluas tabligh dan dakwah Islam.

Sebagaimana organisasi dan gerakan Islam lainnya, meskipun tujuan awalnya bagus namun dalam perkembangannya seringkali menimbulkan keresahan bagi kelompok lain yang tidak atau belum sependapat dengan pemikiran yang ditawarkan oleh Persis. Keadaan bertambah parah ketika

(9)

tokoh tokoh yang muncul belakangan tidak memiliki kualifikasi yang memadai untuk dapat secara lugas menterjemahkan pemikiran para pendahulunya agar dapat diterapkan di masa sekarang sesuai perkembangan pemikiran Umat Islam secara umum.

Kelugasan dan keluwesan dalam berdakwah atau menyampaikan pemikiran baru yang berbeda dari tradisi masyarakat memang hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki Ilmu yang luas, kecerdasan yang tinggi dan akhlak yang mulia. Ketiganya jarang sekali berkumpul dalam diri para jamaah Persis sehingga yang terjadi dimasyarakat bukanlah penerimaan melainkan penolakan.Yang cukup memprihatinkan adalah pemisahan diri dengan mendirikan masjid khusus dengan stempel Persis.

Tema pembicaraan Persis yang paling utama adalah masalah bid’ah. Dan sasaran utamanya tidak ada lagi selain tradisi NU. Jika kita mau tahu segala jenis bid’ah secara terperinci maka di gudang ilmu Persis semuanya akan kita dapatkan.Pernyataan bahwa semua bid’ah adalah sesat ternyata menjadi bumerang bagi persis sendiri. Mereka tidak sadar bahwa banyak hal yang mereka lakukan padahal nabi dan para sahabatnya tidak pernah mencontohkannya. Dan semua orang bisa menanyakan kepada mereka mana haditsnya?. Beberapa bid’ah yang dilakukan oleh persis adalah:

1. mendirikan Masjid dengan stempel Persis padahal nabi tidak pernah menulisi masjid dengan cap Persis (padahal yang namanya masjid adalah milik umat Islam yang mana saja tanpa memandang kelompok) 2. Persis gemar membid’ahkan kelompok lain padahal Nabi dan para

sahabatnya berlaku lembut dengan sesama muslim

3. Persis memakai mushaf Quran dalam belajar Quran padahal Nabi mengajar para sahabatnya dulu tidak pakai quran

5. Majlis Ulama Indonesia

(10)

Dalam khittah pengabdian Majelis Ulama Indonesia telah dirumuskan lima fungsi dan peran utama MUI yaitu:

1. Sebagai pewaris tugas-tugas para Nabi (Warasatul Anbiya) 2. Sebagai pemberi fatwa (mufti)

3. Sebagai pembimbing dan pelayan umat (Ri’ayat wa khadim al ummah)

4. Sebagai gerakan Islah wa al Tajdid

5. Sebagai penegak amar ma'ruf nahi munkar

Tokoh yang pernah menjadi pengurus MUI antara lain: Prof. DR. HAMKA, (1975-1981) KH.M. Syukri Ghozali, KH. Hasan Basri, Prof. KH Ali Yafie, dan DR. KH. MA. Sahal Mahfudz

6. Majlis Dakwah Islamiyah

MDI didirikan para tokoh Islam yang tergabung dalam partai Golongan Karya pada era Orde baru dibawah kepemimpinan presiden Soeharto.

MDI merupakan organisasi dakwah yang berjasa dalam dakwah pembangunan melalui pengiriman tenaga dakwah di lokasi transmigrasi, khusunya di luar Jawa. Di Samping itu, MDI juga berjasa dalam bidang dakwah terutama di kalangan birokrasi.

7. Jam’iyatul Washliyah

Jam’iyatul Washliyah adalah suatu organisasi Islam yang diresmikan pendirianya pada 30 November 1930 M didirikan di Medan yang dipelopori oleh para ulama terkemuka di Medan.

Al-Jam’iyatul Washliyah banyak memiliki sekilah dan madrasah yang mengeluarkan tokoh terkemuka di masyarakat terutama di daerah Tanah Karo, Tapanuli dan Simalungun Sumatra Utara.

(11)

status hukumnya bagi masyarakat; majelis hazanatul islamiyah, yaitu majelis yang mengurus bantuan sosial untuk anak yatim piatu dan fakir miskin; dan majelis penyiaran Islam di daerah Toba.

8. Al-Irsyad Al-Islamiyyah

Al-Irsyad adalah organisasi Islam yang didirikan pada 1913 oleh orang-orang keturanan Arab dibawah pimpinan Syaikh Amad Syurkati, ilama asal Sudan5.

Al-Irsyad bergerak di bidang pendidikan dan dakwah, bertujuan mempermahir bahasa Arab dan bahasa Al-Qur’an.

9. Persatuan Umat Islam

Persatuan Umat Islam (PUI) didirikan oleh KH. Abdul Halim, seorang ulama pengasuh pondok pesantren di Majalengka Jawa Barat pada 1911.

Dalam Perkembangan berikutnya PUI memiliki bamyak sekolah dan pondok pesantren di Jawa Barat. PUI merupakan gabungan dua organisasi Islam di Jawa Barat, yaitu Persyarikatan Umat Islam dan organisasi Al-Ittihad Al-Islamiyyah yang didirikan oleh KH.Ahmad Sanusi di Sukabumi

10. Mathlaul Anwar

MA adalah organisasi Islam yang didirikan di Menes Banten pada 9 Agustus 1916. Dimotori oleh KH. Mas Abdurrahman, organisasi ini bergerak di bidang pendidikan dan dakwah.

Mathlaul Anwar cukup berjasa dalam perkembangan agama Islam di daerah Banten dan khususnya bagi masyarakat Banten Selatan.

11. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

Dewan Dakwah didirikan oleh M. Natsir dan kawan-kawan di Jakarta. Organisasi ini bergerak dalam dakwah di perkotaan, baik melalui pengajian maupun aktivitas dakwah seperti penerbitan, baik buku atau majalah. Tokoh-tokoh populernya antara lain: Dr. Anwar Harjono, S.H. dan H. Buchari Tamam

12. Persatuan Tarbiyah Indonesia

(12)

PERTI didirikan pada 20 Mei 1930 di Bukittinggi Sumatra Barat oleh sejumlah ulama terkemuka di Minangkabau, di bawah pimpinan Syaikh Sulaiman Ar-Rasuli. PERTI memiliki bidang usaha dalam bidang pendidikan dan dakwah. PERTI pernah terjun ke dunia politik praktis sebagai partai politik.

13. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia

ICMI adalah organisasi para cendekiawan muslim di Indonesia yang didirikan oleh para cendekiawan atas dukungan birokrasi, pada tahun 1990. Digagas oleh Menteri Riset dan Teknologi pada saat itu yaitu Prof. Dr. Ing. BJ. Habibi.

ICMI banyak bergerak dalam penegakan dakwah Islam melalui jalur struktural dan birokrasi negara. Tokoh-tokohnya antara lain: Prof. Dr. H. Amien Rais, Prof. KH. Ali Yafie dan lain-lain.

14. Lembaga Dakwah Islam Indonesia

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdiri sesuai dengan cita-cita para ulama perintisnya yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Alquran dan Hadis, dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Kontroversi LDII muncul ketika adanya aturan-aturan yang tidak sesuai dengan kaidah. Hal ini diperjelas dengan ditemukan teks yang sangat kontroversial pada buku pembinaan TPQ yang berada dibawah naungan mereka, pernyataan ini berada pada poin 3 yang berbunyi

1. Memahami bahwa dirinya adalah imam(ahli surga) dan mereka(selain jamaah) adalah musuh Allah(ahli neraka)

2. Bangga dengan ciri khas jamaah

(13)

non jamaah. Bahkan beberapa menganggap non jamaah sebagai sesuatu yang najis yang harus dihindari

15. Front Pembela Islam

Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam bergaris keras yang berpusat di Jakarta.

Selain beberapa kelompok internal, yang disebut oleh FPI sebagai sayap juang, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter dari organisasi tersebut yang kontroversial karena melakukan aksi-aksi "penertiban" (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan syariat Islam terutama pada bulan Ramadan dan seringkali berujung pada kekerasan.

Karena aksi-aksi kekerasan itu meresahkan masyarakat, termasuk dari golongan Islam sendiri, beberapa ormas menuntut agar FPI dibubarkan. Melalui kelompok surat elektronik yang tergabung dalam forum wanita-muslimah mereka mengirimkan petisi pembubaran FPI dan ajakan bergabung.

Referensi

Dokumen terkait

Dipelopori oleh sarjana-sarjana orientalis Belanda, diantaranya Snouck Hurgronje yang berpendapt bahwa Islam datang ke Indonesia pada abad ke-13 M dari Gujarat dengan

Dalam hal ini Hayyim menggambarkan bahwa tidak kurang dari 410 bidang pekerjaan yang dijalani oleh para ilmuan muslim, seperti para ilmuan muslim Madinah, Bashrah, dan Baghdad

Selain dibangun oleh para kerabat kerajaan, madrasah dan berbagai fasilitas lainnya didirikan oleh para hartawan dinasti Safawy, yaitu Zinat Begum, istri seorang

Ada juga berbagai teori yang menyebutkan tentang bagaimana awal mula agama Islam masuk ke Indonesia dan menjadi agama yang banyak dianut oleh sebagian besar masyarakat

Kedua , pawai massa sering juga dilakukan para aktivis radikal untuk menunjukkan dukungan dan simpati kepada warga Muslim di negara-negara lain yang dalam pandangan

Sikap kritis mahasiswa terhadap pemerintah tidak berhenti pada diberlakukannya NKK/BKK, jalur perjuangan lain ditempuh oleh para aktivis mahasiswa dengan memakai kendaraan lain

Model Organisasi sektor publik tradisional sangat didominasi organsiasi birokrasi. Model organisasi birokrasi yang dikembangkan oleh Max weber itu pada awalnya sangat

Pemikiran para cendekiawan Muslim, khususnya yang hidup di wilayah Andalusia (Spanyol) seperti Ibnu Thufail (Abu Bacer), Ibnu Rusyd (Averroes), Ibnu Khaldun dan